Kondisi Politik Di Indonesia

Top PDF Kondisi Politik Di Indonesia:

Kondisi Politik Ekonomi dll Indonesia pa

Kondisi Politik Ekonomi dll Indonesia pa

Pada masa pemerintahan Soekarno, kegiatan ekonomi masyarakat sangat minim, perusahaan-perusahaan besar saat itu merupakan perusahaan peninggalan penjajah yang mayoritas milik orang asing, dimana produk berorientasi pada ekspor. Kondisi stabilitas sosial-politik dan keamanan yang kurang stabil membuat perusahaan-perusahaan tersebut stagnan. Pada periode tahun 1950-an Indonesia menerapkan model guidance development dalam pengelolaan ekonomi, dengan pola dasar Growth with Distribution of Wealth dimana peran pemerintah pusat sangat dominan dalam mengatur pertumbuhan ekonomi (pembangunan semesta berencana). Model ini tidak berhasil, karena begitu kompleknya permasalahan ekonomi, sosial, politik dan keamanan yang dihadapi pemerintah dan ingin diselesaikan secara bersama-sama. Puncak kegagalan pembangunan ekonomi orde lama adalah terjadi hiperinflasi yang mencapai lebih 500% pada akhir tahun 1965.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

TUGAS PIP POLITIK LUAR NEGERI DARI MASA

TUGAS PIP POLITIK LUAR NEGERI DARI MASA

Kepemimpinan Soeharto secara umum mempunyai karakteristik yang berbeda dengn pendahulunya. Diparuh pertama kepemimpinannya, dia cenderung adaptif dan low profile. Pada paruh terkahir kepemimpinannya, sejak 1983 Soeharto mengubah gaya kepemimpinannya menjadi high profile. Gayanya tersebut memengaruhi pilihan-pili ha n politik luar negerinya, yang pada kenyataannya tidak dapat dilepaskan dari kondisi politik - ekonomi dan keamanan dalam negeri Indonesia. Secara umum, arah kebijakan politik luar negeri nya adalah stabilitas dalam pembangunan ekonomi.pilihan arah kebijakan tersebut tidak dapat dilepaskan dari keterpurukan Indonesia pada akhir masa kepemimp ina n Soekarno. Stabilitas sebagai kunci utama tidak hanya menjadi kekuatan menstabilka n keamanan, tetapi juga politik dan ekonomi internal maupun eksternal. Hal itu penting agar pembangunan ekonomi dapat terwujud. Stabilitas politik dan anti-komunisme secara kuat dijadikan alat kekuatan politik Soeharto. Namun, modalitas tersebut pada kenyataannya tidak hanya menjadi kekuatan politik dalam negeri untuk membersihkan lawan-lawa n
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Manajemen Risiko kesehatan di tempat  (2)

Manajemen Risiko kesehatan di tempat (2)

Manajemen risiko merupakan desain prosedur serta implementasi prosedur untuk mengelola suatu risiko usaha. Manajemen risiko merupakan antisipasi atas semakin kompleksnya aktivitas badan usaha atau perusahaan yang dipicu oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi (Kasidi, 2010). Dalam pelaksanaannya, PT Telkom akan menghadapi banyak sekali risiko- risiko yang akan mengganggu, baik itu risiko internal maupun risiko eksternal. Hal ini tentu saja dapat terjadi, dikarenakan PT Telkom merupakan perusahaan perseroan terbatas yang berkedudukan di Indonesia yang sebagian besar operasi, aset dan pelanggannya berada di Indonesia. Akibatnya, kondisi politik, ekonomi, hukum dan sosial di Indonesia di masa mendatang, serta tindakan dan kebijakan tertentu yang diambil atau tidak diambil oleh Pemerintah secara material dapat berdampak negatif terhadap usaha, kondisi keuangan dan hasil operasi PT Telkom.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kondisi Pendahulu dan Gejala Groupthink dalam Dinamika Komunikasi Politik

Kondisi Pendahulu dan Gejala Groupthink dalam Dinamika Komunikasi Politik

gambar dalam pendapat-pendapat dari pihak Pe- merintah sebagai eksekutif, DPR RI sebagai legislati£ maupun kepentingan lain diluar yaitu dari Koalisi Masayarakat Sipil. Peliknya proses pengambilan ke- putusan yang terjadi tenhmya akan menimbulkan berbagai macam gejala psikologis dalam lingkup Komisi I DPR RI yang rentan menunjukkan sebagai gejala grou pthink. Ketika keputusan harus diambil ditengah berbagai perbedaan pendapat yang tajam sementara waktu sem a k i n sempit un t uk mencapai target dapat mensahkan RUU KIP pastinya dapat mengarahkan kelompok kepada gro upthink yang dapat berujung pada rendahnya kua litas hasil ke- putusan. S ehingga menarik untuk melihat apa saja yang menjadi kondisi pendahulu dan gejala groupt- hink dalam proses pembahasan dan perumusan ke- putusan tentang badan publik tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini secara garis besar ingin menjawab "Apa saja anteseden dan gejala groupthink yang ada dalam dinamika komunikasi pada proses pem- bahasan sampai dengan penga mbilan keputusan tentang Badan Publik RUU KIP di kelompok Pani- tia Kerja (Panja) Komisi I DPR RI masa bakti 2004- 2009?"
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MAKALAH KONDISI EKONOMI POLITIK MASA G30 (1)

MAKALAH KONDISI EKONOMI POLITIK MASA G30 (1)

Pada tanggal 4 Agustus 1965 kondisi Presiden Soekarno sangat mengkhawatirkan., pada saat itu beliau sakit muntah muntah dan pingsan, dan menurut team dokter dari Cina yang memeriksanya terdapat dua kemungkinan dengan kondisi presiden, yaitu meninggal atau lumpuh. Diagnosa team dokter dari Cina ini membuat para pimpinan PKI segera mnengambil sikap untuk secepatnya melakukan gerakan sebelum akhirnya presiden meninggal.

15 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  PELUANG PENINGKATAN HASIL PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

TINJAUAN PUSTAKA PELUANG PENINGKATAN HASIL PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Meskipun potensi pembangunan perikanan Indonesia sangat besar dan sumbangannya terhadap perekonomian nasional pun tidak kecil (berupa penyediaan protein hewani, perolehan devisa, penyerapan tenaga kerja, pengembangan wilayah, dan multiplier effects lainnya), tetapi pada kenyataannya perikanan kurang mendapat perhatian dari para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan baik di kalangan pemerintah maupun swasta. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan fakta bahwa wacana ekonomi politik masih belum mendukung kemajuan pembangunan, yaitu sebagai berikut (Mulyadi, 2007: 33). Pertama, di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai arahan kebijakan pembangunan nasional sekaligus representasi kemajuan politik pemerintah dalam mengatur negara, hanya di muat aspek pembangunan sektor kelautan yang tidak terfokus pada pembangunan perikanan. Kedua, sampai saat ini pembangunan perikanan masih kurang menarik jika dibandingkan sektor lain dalam kebijakan investasi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Gerakan Politik S. M. Kartosoewirjo (DI TII 1949-1962)

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin melihat secara empiris apakah sebenarnya tujuan Kartosoewirjo memproklamasikan DI/TII dan apakah DI/TII ini termasuk gerakan politik. Hal ini akan dijawab dalam empat (IV) BAB, dimana pada Bab I merupakan latar belakang penelitian, pertanyaan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, kerangka teori, metodologi dan sistematika penulisan. Bab II merupakan deskripsi dari pemikiran Kartosoewirjo dan deskripsi tentang DI/TII. Lalu Bab III merupakan analisis empiris antara gerakan DI/TII dengan menggunakan teori – teori gerakan sosial, seperti teori pilihan rasional, pertukaran sosial, mobilisasi sumber daya dan contentious politics. Terakhir pada Bab IV akan disimpulkan hasil dari penelitian ini.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

RPP Kelas 9 Semester 1 Bab 2 Perkembanga (2)

RPP Kelas 9 Semester 1 Bab 2 Perkembanga (2)

“Apa itu Migrasi Penduduk? Jadi perpindahan penduduk termasuk dalam migrasi pendudk. Migrasi penduduk Indonesia bukan hanya sekarang saja namun sejak zaman penjajahan. Kali ini kita akan kembali ke masa lalu, belajar tentang Sejarah Perkembangan Politik Indonesia."

5 Baca lebih lajut

SISTEM POLITIK INDONESIA SISTEM POLITIK INDONESIA

SISTEM POLITIK INDONESIA SISTEM POLITIK INDONESIA

banyaknya keterlibatan ABRI di dalam masalah-masalah politik. Beberapa golongan kekuatan politik yang ada di Indonesia, yakni ABRI, Partai Politik, Golongan Karya, dan kekuatan politik anomi seperti mahasiswa dan pemuda. Memang dalam realitasnya penggolongan itu tidak sesederhana seperti yang tersebut. Di antara golongan-golongan itu terdapat perbedaan, namun dalam menghadapi berbagai masalah ada jalur penghubung di antara mereka. Secara keseluruhan kekuatan-kekuatan politik masa Orde Baru dapat dikategorikan dalam golongan radikal, konservatif, dan moderat. Golongan radikal melarang kesempatan berkolaborasi dengan rezim Orde Lama. Golongan ini menghendaki bersihnya kehidupan politik Orde Baru dari pengaruh Orde Lama dan mereka lebih condong ke Barat dalam mengatur kehidupan politik dan ekonomi. Golongan konservatif yang lebih cenderung pada politik sipil juga menghendaki pembersihan terhadap sisa-sisa pengaruh Orde Lama. Tidak seperti golongan radikal, golongan ini menghendaki pembangunan ekonomi yang benar-benar didasarkan pada modal dalam negeridan mereka juga menghendaki pengambilan keputusan dengan musyawarah dan mufakat. Golongan moderat mengambil jalan tengah dengan mempertimbangkan antara tuntutan kedua golongan tadi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

6 4 6 4 6 4 6 4 6 4 Ilmu Pengetahuan Sos

6 4 6 4 6 4 6 4 6 4 Ilmu Pengetahuan Sos

D apatkah kalian menyebutkan kembali isi KMB? Seperti yang pernah dibahas pada materi sebelumnya, KMB telah menghasilkan kesepakatan yang diterima oleh masing-masing pihak. Salah satunya adalah Belanda mengakui kedaulatan RIS. Bagaimanakah kondisi politik dan ekonomi pada masa pasca pengakuan kedaulatan RIS? Apakah jauh lebih lebih buruk atau membaik? Setelah kembali ke bentuk negara kesatuan, RI mengalami dua kali pergantian sistem pemerintahan. Apa sajakah sistem pemerintahan tersebut? Bagaimana kehidupan politik dan ekonomi pada masa periode pemerintahan tersebut? Agar lebih jelas dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, cermatilah pembahasan materi pada bab ini!
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KONDISI SOSIAL POLITIK INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN KABINET BURHANUDDIN HARAHAP 1955-1956.

KONDISI SOSIAL POLITIK INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN KABINET BURHANUDDIN HARAHAP 1955-1956.

turut selama 3 hari yang berlangsung dari tanggal 26-28 Juli yang bertempat dikantor Wakil Presiden Merdeka Utara. Hearing pendapat pertama dimulai pada tanggal 26 Juli pukul 09.00 WIB dan berlangsung sampai pukul 13.30 WIB, dalam waktu itu telah selesai didengar 7 parpol. Ketujuh parpol itu adalah Masyumi yang dalam hal ini diwakili oleh Moh. Natsir, Dr. Sukiman, dan Mr. Burhanuddin Harahap; PNI diwakili Sidik Joyosukarto, S. Mangunsakoro, Sahilal Rasjad; PIR Hazairin diwakili Syamsudin St Makmur, T.Noor, Djanuismadi; PIR Wongso diwakili oleh S. Kartohadikusuma, Mr. Latuharhary dan Djamhuri; PKI diwakili oleh D.N Aidit, Ir. Sukirman dan Lukman; PSI diwakili oleh Subadio Sastrosatomo, Hamid Algadri dan D. Syahruzah; sementara partai politik yang terakhir dalam hearing kemarin itu ialah PRN yang diwakili Bebassa Daeng Lalo, Rustam Palidih, S. Cokrosisworo, dan Loah. 11 Muncul beberapa pendapat pada hearing hari pertama, diantaranya pendapat dari PIR Hazairin, Moh. Natsir (Masyumi), PNI, PIR Wongsonegoro dan PKI. PIR Hazairin menghendaki kabinet yang dipimpin oleh Hatta tetapi harus dengan persetujuan Parlemen. Moh. Natsir berpendapat yang dihadapi saat ini bukan krisis kabinet melainkan krisis gezag dan bukan saja membentuk kabinet tetapi mengembalikan dari gezag itu dan jalan yang akan memberikan terlaksananya pengembalian gezag adalah dengan pembentukan kabinet Presidensil. PNI berpendapat masalah ini akan dibawa kesidang DP PNI yang akan diadakan secepat mungkin. PIR Wongsonegoro menghendaki parlementer zaken kabinet dengan mendapat
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Sejarah Filsafat Barat Kaitannya dengan kondisi sosio-politik dari zaman dahulu hingga sekarang.. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I.[r]

2 Baca lebih lajut

Orang Kuat Dalam Dinamika Politik Lokal Studi Kasus: Kekuasaan Politik Fuad Amin Di Bangkalan

Orang Kuat Dalam Dinamika Politik Lokal Studi Kasus: Kekuasaan Politik Fuad Amin Di Bangkalan

Tapi halangan demi halangan silih berganti menerpa ambisi Fuad Amin untuk menjadi bupati. Setelah sempat mendapatkan penolakan dari keluarga besar di masa-masa awal pengusungannnya sebagai bupati, Fuad Amin kembali diterpa masalah serius. Kendala Fuad Amin kali ini terkait dengan masalah ijazah palsu yang ia pakai untuk melengkapi persyaratan dan ketentuan administrasi sebagai kandidat calon bupati. Hal ini tentu inkonstitusional, bahkan kemungkinan KPU mengeliminisir Fuad dari arena pilkada sangat besar. Untuk bisa lolos dari proses verifikasi di KPU tersebut, pada akhirnya, dengan segala cara, Fuad Amin mencari dukungan ke berbagai partai politik dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Bangkalan. Sebab dengan adanya dukungan solid yang diberikan oleh partai politik serta masyarakat, maka bukan tidak mungkin hal ini secara tidak langsung akan memberikan tekanan kepada pemerintah pusat, dengan seolah-olah memberikan opini bahwa bila proses pencalonan ini gagal, apalagi setelah pemilihan dan menang kemudian tidak dilantik, kemungkinan akan terjadinya chaos serta kerusuhan di masyarakat akan sangat mungkin terjadi. 104 Karena faktanya, pada pemilihan yang masih dilakukan melalui voting di dewan tersebut, Fuad Amin mampu meraih dukungan yang signifikan. Dari 45 anggota dewan, Fuad Amin mampu meraih 42 suara. 105
Baca lebih lanjut

316 Baca lebih lajut

TUGAS POLITIK INDONESIA POLITIK LOKAL

TUGAS POLITIK INDONESIA POLITIK LOKAL

dukungan dari publik. Selain itu semboyan dari pemilu pada masa ini adalah Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (LUBER). Berbeda dengan keadaan politik local pada masa reformasi, pada reformasi inilah terjadi pemilihan kepala daerah dengan dimunculkannya berbagai masalah mengenai pemilihan kepala daerah dimana munculnya kecurangan dari pihak KPU, tidak efektifnya pawaslu karena mereka hanya mengajukan sedikit kasus diantara banyaknya kasus yang ada pada saat pemilu, kemudian munculnya berbagai masalah yang sangat disayangkan untuk melakukan pemilu seperti tidak siapnya panitia pemilu dan adanya sikap KPU yang acuh tak acuh terhadap kebijakan dalam pemilu. Pada masa ini semboyan dari pemilu masa ini adalah Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia serta Jujur dan Adil).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Belajar Soal UAS PKN Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil UAS 1 PKn Kelas XI

Belajar Soal UAS PKN Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil UAS 1 PKn Kelas XI

Sosialisasi politik 24.Kondisi suatu masyarakat yang tidak peduli terhadap system politik atau proses politik yang terjadi disebut budaya politik… a.. Aktif 25.Salah satu prinsip demo[r]

5 Baca lebih lajut

1Q18 Financial Results Press Release Bahasa

1Q18 Financial Results Press Release Bahasa

Beberapa pernyataan dalam siaran pers ini adalah atau mungkin merupakan pernyataan untuk masa yang akan datang. Pernyataan ini umumnya memuat kata- kata seperti “akan”, “berharap” dan “mengantisipasi dan kata -kata yang memiliki makna serupa. Sesuai dengan sifatnya pernyataan untuk masa yang akan datang melibatkan sejumlah risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan peristiwa atau hasil aktual yang berbeda secara signifikan dari yang diuraikan dalam siaran pers ini. Faktor-faktor itu yang dapat menyebabkan hasil aktualnya berbeda mencakup, tetapi tidak terbatas pada, kondisi ekonomi, sosial dan politik di Indonesia; keadaan industri properti di Indonesia; kondisi pasar saat ini; meningkatnya beban terkait regulasi di Indonesia, termasuk regulasi lingkungan hidup dan biaya kepatuhan; fluktuasi dalam tingkat nilai tukar mata uang asing; tren tingkat suku bunga, biaya modal dan biaya ketersediaan; antisipasi permintaan dan harga jual untuk pengembangan kami serta belanja modal dan investasi modal terkait; biaya konstruksi; ketersediaan properti real estate; persaingan dari perusahaan dan lokasi lainnya; pergeseran permintaan pelanggan; perubahan dalam beban operasional termasuk gaji, tunjangan dan pelatihan karyawan, perubahan kebijakan pemerintah dan publik; kemampuan kami untuk kompetitif dan tetap kompetitif; kondisi keuangan kami, strategi bisnis serta rencana dan tujuan dari manajemen kami untuk pengoperasian di masa yang akan datang; piutang di waktu yang akan datang; dan kepatuhan serta remediasi lingkungan hidup. Apabila satu atau lebih dari ketidakpastian atau risiko, di antara hal-hal lainnya, terjadi, hasil aktualnya dapat berbeda secara signifikan dari yang telah
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN INDONESIA docx

LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN INDONESIA docx

h. Nahdlatul Ulama (NU) Nahdlatul Ulama didirikan di Surabaya pada tgl 31 Januari 1926. Salah seorang ulama yang membangun perkumpulan NU adalah K.H. Hasyim Asy’ari, yang pernah menjadi Raisul Akbar perkumpulan ini. Sejak 1899 Beliau telahmembuka pesantren Tebuireng di Jombang. Sebelum menjadi partai politik NU bertujuan: memegang teguh salah satu mazhab dari mazhab Imam yang ber-empat, yaitu: 1. Syafi’I, 2. Maliki, 3. Hanafi, 4. Hambali dan mengerjakan apa-apa yang menjadikan kemaslahatan untuk agama Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, diselenggarakan berbagai usaha seperti: memajukan dan memperbanyak pesantren dan madrasah serta mengadakan tabligh-tabligh dan pengajianpengajian, disamping usaha lainnya. Pada akhir tahun 1938 Komisi Perguruan NU telah menetapkan susunan madrasah-madrasahnya sebagai berikut: Madrasah Awaliyah (2 tahun); Madrasah Ibtidaiyah (3 tahun); Madrasah Tsanawiyah (3 tahun); Madrasah Mu’alimin Wusytha (2 tahun); dan Madrasah Mu’alimin Ulya (3 tahun). Selanjutnya setelah menjadi partai politik (Mei 1952) hingga sekarang NU terus berjuang melakukan inovasi dan menyelenggarakan pendidikan (I. Djumhur dan H. Danasuparta, 1976).. i. INS Kayutanam Indonesisch Nederland School (INS) didirikan oleh Mohammad Sjafei (1895- 1969) pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayutanam, Sumatera Barat. Pada tahun 1950 kepanjangan INS diubah menjadi Indonesian Nasional School, dan selanjutnya menjadi Institut Nasional Sjafei. Perjuangan INS juga diarahkan demi kemerdekaan melalui pendidikan yang menekankan lulusannya agar dapat berdiri sendiri tidak tergantung pada orang lain atau jabatan yang diberikan oleh kaum penjajah. Dasar Pendidikan. Sebagaimana dikemukakan oleh Ag. Soejono (1979) pada awal didirikannya INS mempunyai dasar pendidikan sebagai berikut: 1) Berfikir secara logis atau rasional. INS mementingkan berfikir logis sebab menurut kenyataan, dalam masyarakat
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Kumpulan Soal UTS SMA Sederajat Kelas XI Terbaru 2016/2017 uts 1 PKn Kelas XI

Kumpulan Soal UTS SMA Sederajat Kelas XI Terbaru 2016/2017 uts 1 PKn Kelas XI

Sosialisasi politik 24.Kondisi suatu masyarakat yang tidak peduli terhadap system politik atau proses politik yang terjadi disebut budaya politik… a.. Aktif 25.Salah satu prinsip demo[r]

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...