KONSERVASI TANAH

Top PDF KONSERVASI TANAH:

KONSERVASI TANAH DAN AIR DOCX

KONSERVASI TANAH DAN AIR DOCX

Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring dengan menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah (Seloliman, 1997). Tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikan bahaya erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangi fluktuasi temperatur tanah. Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air termasuk antara lain: penanaman penutup lahan (cover crop) berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah kesuburan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997). Penanaman rumput kegunaannya hampir sama dengan penutup tanah, tetapi mempunyai manfaat lain, yakni sebagai pakan ternak dan penguat terras. Cara penanamannya dapat secara rapat, barisan maupun menurut kontur.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

STRATEGI KONSERVASI TANAH DI INDONESIA

STRATEGI KONSERVASI TANAH DI INDONESIA

mengintegrasikan berbagai program pertanian, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran secara sinergis, yang juga bertujuan untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi desa berupa sumber daya manusia dan lahan. Jadi secara filosofis, semangat Prima Tani sangat dekat dengan semangat konservasi sumber daya. Oleh karena itu, melalui Prima Tani, teknologi konservasi tanah berpeluang diterapkan di lahan petani sebagai percontohan. Lebih jauh, Menteri Pertanian menganggap Prima tani sebagai suatu model pembangunan pertanian yang berawal dari desa, dan merupakan tonggak baru sejarah pembangunan pertanian (Abdurachman 2007).Teknologi konservasi dapat pula didiseminasikan melalui peraturan, seperti dengan penetapan Permentan 47 tahun 2006 tentang Pedoman Umum Budidaya Pertanian pada Lahan Pegunungan. Dalam Permentan tersebut dengan tegas ditetapkan strategi dan teknologi konservasi tanah dan air menurut karakteristik lahan dan iklim secara spesifik lokasi. Secara substansial, Permentan tersebut disusun dan merupakan kristalisasi serta sari pati hasil pembelajaran dari berbagai program penelitian dan pengembangan konservasi sejak puluhan tahun yang lalu.Strategi 3: Reformasi Kelembagaan Konservasi TanahPada tahun 2005, dalam struktur organisasi Departemen Pertanian dibentuk kelembagaan eselon I baru, yaitu Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, dengan Permentan No. 299 tahun 2005. Hal ini memberikan harapan akan lebih tertibnya pengelolaan lahan dan air, walaupun mandat konservasi tanah masih diletakkan pada tingkat jabatan yang relatif rendah (eselon III), yaitu Subdit Rehabilitasi, Konservasi, dan Reklamasi Lahan.Makin cepatnya laju degradasi lahan pertanian, yang mengancam keberlanjutan dan tingkat produksi pertanian, menuntut adanya politik pemerintah yang lebih tegas, antara lain dengan meninjau ulang posisi kelembagaan konservasi tanah. Mandat konservasi tanah di Departemen Pertanian seyogianya dilaksanakan oleh suatu kelembagaan setingkat eselon II (Direktorat Konservasi Tanah), di bawah Ditjen PLA, bahkan lebih baik lagi dibentuk Direktorat Jenderal Konservasi Tanah. Dengan demikian akan ada kelembagaan khusus yang bertugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KONSERVASI TANAH DAN A

LAPORAN PRAKTIKUM KONSERVASI TANAH DAN A

Metode ini bagi konservasi tanah adalah suatu cara pengolahan tanah atau lahan miring (sengkedan) dengan menggunakan tanaman yang dapat menunjang upaya konservasi tanah. Tanaman yang dipakai dalam konservasi tanah ini bertujuan untuk mengembalikan struktur tanah yang telah rusak dan mencegah terjadinya bahaya erosi. Penggunaan tanaman tidak hanya sebagai pencegah terjadinya bahaya erosi, tanaman penutup lahan ini berfungsi juga untuk menahan air hujan yang turun agar tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, sehingga dapat menambah kesuburan tanaman dan kesuburan tanah.Contoh penggunaan tanaman penutup dalam konservasi tanah dan air adalah tanaman tumpang sari, mulsa organik yang berasal dari tanaman dan pupuk hijau (Arsyad, 1989).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI KONSERVASI TANAH DAN AIR

TEKNOLOGI KONSERVASI TANAH DAN AIR

Pada kenyataannya semakin banyak terjadi degradasi lahan dan air yag disebabkan oleh banyak faktor yang dapat menyebabkan rusaknya atau berkurangnya kualitas dan kuantitas suatu tanah dan air yang dapat berdampak buruk pada lingkungan kita bahkan dapat menyebabkan suatu bencan alam seperti longsor yang merupakan bentuk dari erosi.Salah satu kegiatan dalam menyelamatkan lahan dari tingkat erosi yang tinggi adalah penerapan teknik konservasi tanah dan air disamping kegiatan reboisasi, penghijauan, pemeliharan dan pengayaan tanaman. Konservasi tanah dan air merupakan upaya untuk penggunaan lahan sesuai dengan syarat–syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Konservasi tanah dan air mempunyai tujuan utama untuk mempertahankan tanah dan air dari kehilangan dan kerusakannya.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Laporan Konservasi Tanah dan Air

Laporan Konservasi Tanah dan Air

Pada akhirnya manusialah yang menentukan apakah tanah diusahakannya akan rusak dan menjadi tidak produktif atau menjadi baik dan produktif secara lestari (Arsyad U, 2010). Perbuatan manusia yang mengelola tanahnya dengan cara yang salah telah menyebabkan intensitas erosi semakin meningkat. Misalnya pembukaan hutan, pembukaan areal lainnya untuk tanaman perladangan, dan lain sebagainya. Maka dengan praktek konservasi, tanaman diharapkan dapat mengurangi laju erosi yang terjadi. Faktor penting yang harus dilakukan dalam usaha konservasi tanah,yaitu teknik inventarisasi dan klasifikasi bahaya erosi dengan tekanan daerah hulu. Untuk menentukan tingkat bahaya erosi suatu bentang lahan diperlukan kajian terhadap empat faktor, yaitu jumlah, macam dan waktu berlangsungnya hujan serta faktor-faktor yang berkaitan dengan iklim, jumlah dan macam tumbuhan, penutup tanah, tingkat erodibilitas di daerah kajian, dan keadaan kemiringan lereng (Asdak, 2002).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR

METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR

kadang-kadang arah alur searah dengan kelerengan.? Buffer strip cropping, adalah lajur tanaman yang diselingi dengan lajur rumput atau legume sebagai penyangga.2. Menanam secara kontur (Countur planting), dilakukan pada kelerengan 15 ? 18 % dengan tujuan untuk memperbesar kesempatan meresapnya air sehingga run off berkurang.3. Pergiliran tanaman (crop rotation).4. Reboisasi atau penghijauan.5. Penanaman saluran pembuang dengan rumput dengan tujuan untuk melindungi saluran pembuang agar tidak rusak.b. Metode mekanikCara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan (Seloliman, 1997).Termasuk dalam metode mekanik untuk konservasi tanah dan air di antaranya pengolahan tanah. Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman dan memberantas gulma (Arsyad,
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Laporan Konservasi Tanah dan Air

Laporan Konservasi Tanah dan Air

Erosi tanah merupakan kejadian alam yang pasti terjadi dipermukaan daratan bumi. Besarnya erosi sangat tergantung dari faktor-faktor alam ditempat terjadinya erosi tersebut, akan tetapi saat ini manusia juga berperan penting atas terjadinya erosi. Adapun faktor-faktor alam yang mempengaruhi erosi adalah erodibilitas tanah, karakteristik landskap dan iklim. Akibat dari adanya pengaruh manusia dalam proses peningkatan laju erosi seperti pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan/atau pengelolaan lahan yang tidak didasari tindakan konservasi tanah dan air menyebakan perlunya dilakukan suatu prediksi laju erosi tanah sehingga bisa dilakukan suatu manajemen lahan. Manajeman lahan berfungsi untuk memaksimalkan.( As-syakur, 2008)
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

KONSERVASI TANAH DAN AIR (1)

KONSERVASI TANAH DAN AIR (1)

Magang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan baik teori maupun teknis, pengalaman lapang, keterampilan kerja dalam pengawasan dan administrasi kegiatan kebun serta sebagai bahan perbandingan antara teori yang didapat di kuliah dengan praktik langsung di lapangan dalam budidaya tanaman kelapa sawit. Selain itu, untuk mengetahui secara khusus upaya peningkatan produktivitas lahan dan sumber daya air pada kelapa sawit melalui kegiatan konservasi tanah dan air di kebun. Magang telah dilaksanakan di PT Sari Lembah Subur 2 (SLS 2), PT Astra Agro Lestari Tbk, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kegiatan magang berlangsung selama empat bulan, mulai tanggal 15 Februari 2010 sampai dengan 15 Juni 2010.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

EROSI PERMUKAAN DAN KONSERVASI TANAH  Erosi Permukaan Dan Konservasi Tanah Di Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri.

EROSI PERMUKAAN DAN KONSERVASI TANAH Erosi Permukaan Dan Konservasi Tanah Di Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri.

Penelitian yang dilakukan di Kecamatan Jatiroto ini bertujuan untuk : (1) mengetahui besar dan agihan erosi tanah, serta (2) melakukan evaluasi tindakan konservasi tanah yang dilakukan pada tiap – tiap satuan lahan di Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri.

14 Baca lebih lajut

VEGETASI untuk KONSERVASI TANAH DAN AIR

VEGETASI untuk KONSERVASI TANAH DAN AIR

Kondisi sosial ekonomi dan sumber daya masyarakat juga menjadi pertimbangan sehingga tindakan konservasi yang dipilih diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, menambah pendapatan petani serta memperkecil risiko degradasi lahan. Pada dasarnya teknik konservasi dibedakan menjadi tiga yaitu: (a) vegetatif; (b) mekanik; dan (c) kimia. Teknik konservasi mekanik dan vegetatif telah banyak diteliti dan dikembangkan. Namun mengingat teknik mekanik umumnya mahal, maka teknik vegetatif berpotensi untuk lebih diterima oleh masyarakat. Teknik konservasi tanah secara vegetatif mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknik konservasi tanah secara mekanis maupun kimia, antara lain karena penerapannya relatif mudah, biaya yang dibutuhkan relatif murah, mampu menyediakan tambahan hara bagi tanaman, menghasilkan hijauan pakan ternak, kayu, buah maupun hasil tanaman lainnya. Hal tersebut melatarbelakangi pentingnya informasi mengenai teknologi konservasi tanah secara vegetatif.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

konservasi tanah dan energi Prektik

konservasi tanah dan energi Prektik

pertanian seperti batang pohon jagung, jerami, sisa ampas kelapa, enceng gondok, akasia, dan sebagainya) dicampur dengan bahan yang mengandung bakteri pengurai (misalnya kotoran kerbau atau sapi). Kemudia kedua bahan itu diaduk bersama air. Proses penguraian berjalan optimal pada temperatur 35-37º C. adonan itu tidak boleh terlalu asam suifatnya, tetapi harus netral. Prosesnya harus dilakukan dalam keadaan tertutup rapat dan tidak boleh kemasukan udara. Adonan tadi ditaruh dalam suatu bejana dan diletakkan dalam tanah.

Baca lebih lajut

11 Konservasi Tanah dan Air

11 Konservasi Tanah dan Air

Tanah longsor terjadi karena gaya gravitasi. Biasanya karena di bagian bawah tanah terdapat lapisan yg licin dan kedap air (sukar ditembusi air) seperti batuan liat. Dalam musim hujan tanah di atasnya menjadi jenuh air sehingga berat, dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang licin tsb sehingga tanah longsor. Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Baca lebih lajut

Konservasi Tanah dan Air Di Indonesia

Konservasi Tanah dan Air Di Indonesia

Sem ua Proyek t ersebut um um nya t elah sukses dan layak dit inj ua dari sifat eksperim ent al int ervensi t ervensi t ersebut , dim ana Pem erint ah dan Bank Dunia t engah m encoba unt uk m enet apkan sert a m em perbaiki cara- cara bekerj a dengan m asyrakat densa, m engident ifikasi dan m endaur ulang t eknologi, m engorganisir sert a m engkoordinasi agensi- agensi dan m erencanakan fungsi- fungsinya. Ket ika I ndonesia beralih dim ana penekakan m enj adi desent ralisasi, Pem erint ah dan Bank Dunia harus m engeksplorasikan m et ode pendekat an baru unt uk m em anfaat kan sum ber daya yang diberikan Bank unt uk m endukung proyek konservasi t ersebut .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EROSI DAN KONSERVASI TANAH DAN

EROSI DAN KONSERVASI TANAH DAN

Kawasan yang rentan adalah suatu kawasan yang memiliki tingkat kerapuhan yang tinggi dan sulit untuk kembali seperti kondisi semula bila terganggu, sehingga fungsi daerah tersebut sebagai penyangga kehidupan menjadi rusak. Kawasan yang rentan merupakan suatu lansekap yang memiliki berbagai macam fungsi ekologis, seperti daerah tangkapan air, perlindungan sumber air dan bahaya erosi, habitat tumbuhan dan satwa endemik, langka dan terancam punah atau kombinasi dari habitat dan penggunaan lahan yang dapat bermanfaat untuk tujuan penelitian atau pendidikan konservasi. Kondisi suatu areal memiliki tingkat kerentanan kawasan sangat tinggi bila areal tersebut merupakan daerah bahaya erosi, daerah tangkapan air dan daerah perlindungan satwa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Konservasi Tanah & Air

Konservasi Tanah & Air

Berbagai aktivitas manusia, baik itu pertanian, rumah tangga, maupun industri memberikan andil terhadap menurunnya fungsi tanah dan air. Tetapi bukan tidak mungkin kita bisa mengembalikan fungsinya seperti semula. Karena itulah, buku ini hadir untuk mengupas lebih dalam mengenai kerusakan tanah dan air beserta solusinya.

Baca lebih lajut

KONSERVASI TANAH DAN AIR UNTUK MEWUJUDKA

KONSERVASI TANAH DAN AIR UNTUK MEWUJUDKA

Pembangunan DAS berkelanjutan harus mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan dalam pengelolaan DAS. Tantangan terbesar dalam pengelolaan DAS adalah menciptakan untuk selanjutnya mempertahankan keseimbangan antara pemenuhan hidup manusia dan ketersediaan SDA sehingga keberlanjutan pemanfaatannya dapat tercapai (Asdak 2007). Artinya, dalam pengelolaan DAS sering mengalami kendala dalam menciptakan keseimbangan ekosistem sebagai penyangga kehidupan, ketersediaan air baik secara kuantitas maupun kualitasnya, pengendalian aliran permukaan dan banjir serta erosi. Hal ini diwujudkan dengan berbagai upaya pemanfaatan SDA dengan tetap melindungi SDA terutama tanah dan air dari kerusakan. Untuk itu, perlu adanya integrasi berbagai lintas sektor, lintas administrasi, lintas disiplin ilmu dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan DAS. Karena keberhasilan pengeloaan DAS ditunjang oleh suatu sistem perencanaan pengelolaan DAS yang mampu mengakomodir berbagai kepentingan sektor dan daerah terhadap SDA dalam DAS dan disusun berdasarkan pertimbangan berbagai disiplin ilmu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

METODE VEGETATIF PADA KONSERVASI TANAH DAN AIR

METODE VEGETATIF PADA KONSERVASI TANAH DAN AIR

pengendalian erosi Metode sipil teknis (misal: teras, rorak) Metode vegetatif (misal: strip rumput, alley cropping) 2. Teknik konservasi dan pengelolaan air Teknik konservasi air (misal: parit buntu, check dam) Teknik irigasi (misal: penelitian irigasi sprinkle, penelitian irigasi tetes, penelitian irigasi permukaan) .Pada metode vegetatif yang berperan adalah tanaman, dimana tanaman-tanaman itu berperan untuk mengurangi erosi,yaitu dalam hal:1. batang, ranting dan daun-daunannya berperan mengahalangi tumbukan tumbukan langsung butir-butir hujan kepada permukaan tanah, dengan peranannya itu tercegahlah penghancuran agregat-agregat tanah.2. daun-daun penutup tanah serta akar-akar yang tersebar pada lapisan permukaan tanah berperan mengurangi kecepatan aliran permukaan(run off), sehingga daya kikis, daya angkutan air pada permukaan tanah dapat direduksi, diperkecil ataupun diperlamban.3. daun-daunan serta ranting-ranting tanaman yang jatuh akan menutupi permukaan tanah,peranannya sebagai pemulsa tanah yang dapat mengurangi kecepatan alairan permukaan serta melindungi permukaan tanah terhadap daya kikis air.4. akar-akar tanaman memperbesar kapasitas infiltrasi tanah,tunjangan dalam meningkatkan aktivitas biota tanah yang akan memperbaiki porositas, stabilitas agregat serta sifat kimia tanah.5. akar-akar tanaman berperan dalam pengambilan atau pengisapan air bagi keperluan tumbuhnya tanaman yang selanjutnya sebagian diuapkan (evaporasi) melalui daun-daunannya ke udara. Peranan tanaman dalam metode vegetatif mempunyai Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam usaha pengendalian erosi dan atau pengawetan tanah yaitu:Penghutanaan kembali dan penghijauan Penghutanan kembali atau reboisasiTanah-tanah yang gundul akibat perusakan hutan dan tanaman keras lainnya, harus di perbaiki dan dipulihkan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Makalah Konservasi dan Perlindungan Alam

Makalah Konservasi dan Perlindungan Alam

lama makin bertambah, salah satu penyebabnya adalah penggundulan hutan di hulu sungai dan tofografi/kemiringan tanah. Selain itu, proses erosi juga memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan dari proses erosi ini dengan demikian harus kita lihat dari sudut pandang yang lebih luas dan menyeluruh. Kita harus melihat bahwa erosi menguntungkan, karena tanpa erosi maka sedimentasi tidak akan terjadi. Tanpa erosi, maka tak kan ada sedimentasi, maka tidak akan ada lahan persawahan dataran rendah yang subur. Tanpa erosi di darat, maka tak kan ada sedimentasi di pantai atau laut dalam, maka tidak akan ada delta-delta atau endapan laut yang darinya kita mendapatkan minyak dan gas bumi. Cara Penanggulangan Erosi Usaha untuk mencegah erosi di lakukan dengan pengolahan pada tanah. Usaha ini sering disebut konservasi tanah dan air. Untuk mengetahui cara konservasi tanah, sebelumnya harus mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi dan peranannya. Faktor iklim, terutama curah hujan dapat menyebabkan erosi. Curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang lama sangat mendukung terjadinya erosi. Salah satu contoh pengendalian faktor ini dapat dilakukan dengan membuat saluran air, sehingga air hujan yang jatuh dapat diatur dan akan dimanfaatkan untuk irigasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BESARNYA EROSI DI KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI JAWA TENGAH.

BESARNYA EROSI DI KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI JAWA TENGAH.

Metode mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis yang diberikan terhadap tanah dan pembuatan bangunan untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi, dan meningkatkan kemampuan penggunaan tanah. Tujuan penggunaan konservasi secara mekanik adalah memperkecil aliran permukaan sehingga mengalir dengan kekuatan yang tidak merusak dan menampung serta menyalurkan aliran permukaan pada bangunan tertentu yang telah dipersiapakan. Termasuk dalam metode mekanik adalah pengolahan tanah, pengolahan tanah menurut kontur, guludan, dan penterasan. Pembuatan teras berfungsi mengurangi panjang lereng dan jumlah aliran permukaan, dan memungkinkan untuk penyerapan air oleh tanah. Dengan demikian air akan berkurang. Sedangkan bentuk-bentuk konservasi tanah secara mekanik ada tiga yaitu teras guludan, teras kredit, dan teras bangku. Yang pertama teras guludan adalah teras yang dibuat dengan menggali tanah menurut garis kontur untuk dibuat guludan sehingg panjang lereng ditambah potong dan kecepatan run off menjadi lebih kecil. Kedua teras kredit adalah teras yang dibuat dengan menggali seperti teras guludan tetapi guludannya dilengkapi dengan saluran penangkap air didepan guludan. Ketiga teras bangku adalah teras dengan tanggul mendatar dibagian atas dengan sisi tegak/agak miring.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...