kontribusi retribusi daerah

Top PDF kontribusi retribusi daerah:

ANALISIS PERTUMBUHAN PENERIMAAN, EFEKTIVITAS, DAN KONTRIBUSI RETRIBUSI DAERAH DI KOTA PADANG.

ANALISIS PERTUMBUHAN PENERIMAAN, EFEKTIVITAS, DAN KONTRIBUSI RETRIBUSI DAERAH DI KOTA PADANG.

Otonomi daerah mensyaratkan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bagi pemerintah daerah. Pemberian hak otonomi daerah antara lain dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah agar dapat menggali sumber-sumber keuangan daerah sendiri guna membiayai pelaksanaan pembangunan serta memaksimalkan penerimaan daerahnya, termasuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah otonom yang bersangkutan. Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu, berwenang mengatur, dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam Ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Sutedi, 2009).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS EFISIENSI, EFEKTIVITAS, DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP  Analisis Efisiensi, Efektivitas, Dan Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Di Kota Surakarta Tahun 2009-2014.

ANALISIS EFISIENSI, EFEKTIVITAS, DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP Analisis Efisiensi, Efektivitas, Dan Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Di Kota Surakarta Tahun 2009-2014.

Hasil dari penelitian adalah: (1) Tingkat efisiensi untuk pajak daerah dan retribusi daerah selama 6 tahun masuk dalam kategori sangat efisien. (2) Tingkat efektivitas untuk pajak daerah selama 6 tahun berada pada tingkat sangat efektif. (3) Tingkat efektivitas untuk retribusi daerah selama 6 tahun berada pada tingkat yang efektif. (4) Kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah Kota Surakarta selama 6 tahun sangat berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah. (5) Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Kota Surakarta selama 6 tahun berkontribusi sedang terhadap pendapatan asli daerah. (6) Analisis uji beda t-tes untuk efisiensi, efektivitas, dan kontribusi untuk pajak daerah dan retribusi daerah tidak menunjukkan perbedaan rata-rata.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PAD DALAM MENDUKUNG OTONOMI  Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pad Dalam Mendukung Otonomi Daerah Kabupaten Klaten.

PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PAD DALAM MENDUKUNG OTONOMI Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pad Dalam Mendukung Otonomi Daerah Kabupaten Klaten.

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD dalam mendukung otonomi daerah Kabupaten Klaten, mengetahui seberapa besar kontribusi dari realisasi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD dalam mendukung otonomi daerah Kabupaten Klaten, dan mengetahui apakah pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten selama periode 2004-2011 sudah efektif dan efisien. Dari analisis yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pajak daerah dan retribusi daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PAD dalam mendukung otonomi daerah Kabupaten Klaten. Tingkat kontribusi pajak daerah terhadap PAD lebih besar daripada tingkat kontribusi retribusi daerah. Selama periode 2004-2011, rata-rata tingkat kontribusi pajak daerah sebesar 34,45% per tahun, sedangkan rata-rata tingkat kontribusi retribusi daerah sebesar 24,64% per tahun. Pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten periode 2004-2011 sudah efektif dan efisien, karena rata-rata tingkat efektivitas pajak daerah mencapai 104% per tahun dan rata-rata tingkat efektivitas retribusi daerah mencapai 92% per tahun. Tingkat efisiensi pajak daerah dan retribusi daerah mencapai rata-rata sebesar 4,87% per tahun dan 5,45% per tahun.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kontribusi Penerimaan Retribusi Daerah Terhadap  Pendapatan Asli Daerah Pada Pemkab/Pemko di SUMUT.

Kontribusi Penerimaan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pada Pemkab/Pemko di SUMUT.

Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: pertama, hasil regresi sederhana menunjukkan bahwa koefisien dari retribusi daerah (b) = 0,842. Ini menunjukkan bahwa retribusi daerah berpengaruh positif terhadap PAD. Kedua, hasil penelitian ini menunjukkan nilai R square sebesar 79,6% artinya, 79,6% variabel dependen PAD dijelaskan oleh variabel independen retribusi daerah pemkab/pemko SUMUT, dan sisanya sebesar 20,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam model. Ketiga, dilihat dari rata-rata kontribusi retribusi daerah terhadap PAD di SUMUT untuk tahun 2004-2006 sebesar 31,7%. Maka ditinjau dari aspek kemampuan keuangan daerah, Propinsi SUMUT belum dapat menjalankan otonomi secara konsekuen karena masih tergantung dari penerimaan lain diluar penerimaan PAD. Keempat, penerimaan PAD untuk tahun 2007 secara umum diprediksikan akan mengalami kenaikan.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PAD DALAM MENDUKUNG OTONOMI  Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pad Dalam Mendukung Otonomi Daerah Kabupaten Klaten.

PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PAD DALAM MENDUKUNG OTONOMI Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pad Dalam Mendukung Otonomi Daerah Kabupaten Klaten.

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD dalam mendukung otonomi daerah Kabupaten Klaten, mengetahui seberapa besar kontribusi dari realisasi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD dalam mendukung otonomi daerah Kabupaten Klaten, dan mengetahui apakah pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten selama periode 2004-2011 sudah efektif dan efisien. Dari analisis yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pajak daerah dan retribusi daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PAD dalam mendukung otonomi daerah Kabupaten Klaten. Tingkat kontribusi pajak daerah terhadap PAD lebih besar daripada tingkat kontribusi retribusi daerah. Selama periode 2004-2011, rata-rata tingkat kontribusi pajak daerah sebesar 34,45% per tahun, sedangkan rata-rata tingkat kontribusi retribusi daerah sebesar 24,64% per tahun. Pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten periode 2004-2011 sudah efektif dan efisien, karena rata-rata tingkat efektivitas pajak daerah mencapai 104% per tahun dan rata-rata tingkat efektivitas retribusi daerah mencapai 92% per tahun. Tingkat efisiensi pajak daerah dan retribusi daerah mencapai rata-rata sebesar 4,87% per tahun dan 5,45% per tahun.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN  KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) SELAMA PERIODE 2005-2009 (Studi Ka

KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) SELAMA PERIODE 2005-2009 (Studi Ka

Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pertumbuhan pajak daerah rata-rata mencapai 31,55%. kontribusi pajak daerah terhadap APBD selama periode 2005- 2009 mencapai rata-rata sebesar 0,1548% per tahunnya. Kontribusi pajak daerah terhadap PAD selama periode 2005-2009 mencapai rata-rata sebesar 2,22% per tahunnya. Efektivitas pajak daerah rata-rata mencapai 140,01%, hal ini berarti Pemerintahan Dareh Kota Wonogiri sudah sangat efektif dalam melakukan pemungutan pajak daerah. Sedangkan, Tingkat pertumbuhan retribusi daerah rata- rata mencapai 3,90%. Kontribusi retribusi daerah terhadap APBD selama peride 2005-2009 mencapai rata-rata sebesar 2,7752% per tahunnya. Kontribusi retribusi daerah terhadap PAD selama periode 2005-2009 mencapai rata-rata sebesar 39,70%. Efektivitas retribusi daerah rata-rata mencapai 91,56%, hal ini berarti Pemerintahan Daerah Kota Wonogiri sudah cukup efektif dalam pemungutan retribusi daerah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Sendiri (PADS) di Kabupaten Pati.

Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Sendiri (PADS) di Kabupaten Pati.

Pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, dilaksanakan melalui otonomi daerah dan pengaturan sumber daya daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan. Sumber-sumber pendapatan otonomi daerah terdiri dari PADS dan lain-lain penerimaan yang sah. Adapun sumber-sumber PADS merupakan sumber keuangan daerah yang digali dari dalam wilayah daerah sendiri yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Pada dasarnya pajak dan retribusi daerah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap PADS Kabupaten Pati, jika dibandingkan dengan sumber PADS yang lain. Dengan meningkatnya jumlah PADS berarti akan meningkatkan penerimaan APBD. Dengan kata lain pajak dan retribusi daerah mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pelaksanaan otonomi daerah, realisasi PADS dan Realisasi APBD. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui seberapa besar kontribusi pajak daerah terhadap PADS Kabupaten Pati tahun 2001-2003, (2) Mengetahui seberapa besar kontribusi retribusi daerah terhadap PADS Kabupaten Pati tahun 2001- 2003, (3) Mengetahui seberapa besar kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PADS Kabupaten Pati tahun 2001-2003, (4) Mengetahui seberapa besar kontribusi PADS terhadap APBD Kabupaten Pati tahun 2001-2003.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN  Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten

KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten

2. Rata-rata tingkat pertumbuhan retribusi daerah Kabupaten Grobogan selama lima tahun mencapai 20,02%. Sedangkan kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) selama periode 2006 sampai dengan 2010 lebih besar daripada pajak daerah dengan kontribusi rata-rata mencapai 56,21% per tahunnya. Kontribusi retribusi daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama periode 2006 sampai dengan 2010 mencapai 4,20% per tahunnya. Efektivitas rata- rata retribusi daerah selama periode 2006 sampai dengan 2010 mencapai 110,27% per tahunnya. Dengan tingkat efektifitas yang melebihi 100% berarti bahwa pemerintah Kabupaten Grobogan sudah efektif dalam melakukan pemungutan retribusi daerah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS KONTRIBUSI RETRIBUSI PARKIR DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH

ANALISIS KONTRIBUSI RETRIBUSI PARKIR DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH

Tempat yang dipilih menjadi ibukota dan pusat pemerintahan ini ialah hutan yang disebut Beringin, dimana telah ada sebuah desa kecil bernama Pachetokan, sedang disana terdapat suatu pesanggrahan dinamai Garjitowati, yang dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II dulu dan namanya kemudian diubah menjadi Ayodya. Setelah penetapan tersebut diatas diumumkan, Sultan Hamengku Buwono segera memerintahkan kepada rakyat membabad hutan tadi untuk didirikan Kraton. Sebelum Kraton itu jadi, Sultan Hamengku Buwono I berkenan menempati pasanggrahan Ambarketawang daerah Gamping, yang tengah dikerjakan juga. Menempatinya pesanggrahan tersebut resminya pada tanggal 9 Oktober 1755. Dari tempat inilah beliau selalu mengawasi dan mengatur pembangunan kraton yang sedang dikerjakan. Setahun kemudian Sultan Hamengku Buwono I berkenan memasuki Istana Baru sebagai peresmiannya. Dengan demikian berdirilah Kota Yogyakarta atau dengan nama utuhnya ialah Negari Ngayogyakarta Hadiningrat yang diresmikan pada tanggal 7 Oktober 1756.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI   PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN.

LANDASAN TEORI PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN.

Pemungutan pajak dilakukan dengan sistem self assessment, wajib pajak menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri Pajak Daerah yang terutang. Dokumen yang digunakan oleh wajib pajak adalah Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD). SPTPD merupakan formulir untuk menghitung, membayar, dan melaporkan pajak yang terutang. SPTPD wajib disampaikan dalam jangka waktu 20 (dua puluh) hari setelah berakhirnya masa pajak. Setiap wajib pajak wajib mengisi SPTPD dengan jelas, benar dan lengkap serta ditandatangani oleh wajib pajak.

18 Baca lebih lajut

Analisis kinerja penerimaan retribusi persampahan pada dinas tata kota metro

Analisis kinerja penerimaan retribusi persampahan pada dinas tata kota metro

Kota Metro sebagai daerah pemekaran yang terbentuk pada tahun 1999 tentunya memerlukan biaya yang besar dalam melaksanakan pembangunan daerahnya, dan sebagai daerah otonom yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan Pemerintah Kota Metro berusaha menggali sumber-sumber keuangan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah. Retribusi daerah merupakan salah satu sumber keuangan yang cukup potensial untuk dijadikan sebagai sumber penerimaan daerah karena banyak sekali jenis retribusi yang dapat digali oleh daerah. Retribusi sampah termasuk dalam retribusi daerah yang memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dengan baik karena diharapkan dapat ditingkatkan guna menunjang pembiayaan pemerintahan dan pembangunan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kontribusi Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Belanja Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pada Pemerintahan Kabupaten Samosir

Kontribusi Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Belanja Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pada Pemerintahan Kabupaten Samosir

Retribusi dipungut dengan menggunakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lain yang dipersamakan. SKRD adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya pokok retribusi. Dokumen lain yang dipersamakan antara lain berupa karcis masuk, kupon, dan kartu langganan. Dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar retribusi tepat pada waktunya atau kurang membayar, maka kepadanya dikenakan sangsi administrasi berupa bunga sebesar dua persen setiap bulan dari retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan Surat Tagihan Retribusi Daerah (STRD). STRD merupakan surat untuk melakukan tagihan retribusi dan atau sanksi administrasi berupa bunga atau denda.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

EVALUASI RETRIBUSI PASAR PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BATANG PADA TAHUN 2010-2012  Evaluasi Retribusi Pasar Pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Batang Pada Tahun 2010-2012.

EVALUASI RETRIBUSI PASAR PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BATANG PADA TAHUN 2010-2012 Evaluasi Retribusi Pasar Pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Batang Pada Tahun 2010-2012.

Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi (DISPERINDAGKOP) Kabupaten Batang. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai dengan selesai. Sumber data yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah data penerimaan retribusi pasar dan pendapatan asli daerah Kabupaten Batang dari tahun 2010-2012. Dalam penelitian kualitatif jumlah sample bukan merupakan kriteria utama, akan tetapi lebih ditekankan kepada sumber data yang dapat memberikan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DIBANDINGKAN DENGAN RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SURAKARTA

KONTRIBUSI RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DIBANDINGKAN DENGAN RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SURAKARTA

Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Kepala Daerah Kotamadya Surakarta tanggal 30 Juni 1972 No. 162/ Kep/ Kdh. IV/ Kp. 72 tentang Penghapusan Bagian Pajak dari Dinas Pemerintahan Umum karena bertalian dengan pembentukan dinas baru. Dinas baru tersebut adalah Dinas Pendapatan Daerah yang kemudian sering disingkat DIPENDA. Dinas Pendapatan Daerah dipimpin oleh kepala dinas yang berkedudukan langsung dan bertanggung jawab kepada Walikota. Pada saat itu Dinas Pendapatan Daerah dibagi menjadi 4 seksi, yaitu Seksi Umum, Seksi Pajak Daerah, Seksi Pajak Pusat atau Propinsi yang diserahkan kepada Daerah dan Seksi Doleansi/ P3 serta Retribusi dan Leges. Masing-masing sekssi dipimpin oleh Kepala Seksi yang dalam menjalankan tugasnya langsung di bawah pimpinan dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  Analisis Efektifitas Pemungutan Pajak Reklame di Kabupaten Boyolali Tahun 2006 - 2010.

LANDASAN TEORI Analisis Efektifitas Pemungutan Pajak Reklame di Kabupaten Boyolali Tahun 2006 - 2010.

Menurut Sondang P. Siagian (2001:20), efektifitas adalah pemanfaatan sumber daya, dana, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atau jasa dengan mutu tertentu tepat pada waktunya. Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali No. 4 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 4 ayat 1, yang dimaksud efektif adalah pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan, yaitu dengan cara membandingkan keluaran dan hasil.

23 Baca lebih lajut

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

Undang-Undang No 34 Tahun 2000 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, mengatur tentang peranan pemerintah yang lebih besar dalam pengelolaan anggaran pembangunan, maka dapat dikatakan menjadi transfer fiskal dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Undang-Undang No 34 Tahun 2000 akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan daerah, selain itu juga akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan daerah. Menurut Undang-Undang No 34 Tahun 2004, Pendapatan Daerah adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber- sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumber-sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah menurut Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 adalah Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Pinjaman Daerah, dan Lain-lain penerimaan Daerah yang sah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK REKLAME DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2000 - 2013.

TINJAUAN PUSTAKA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK REKLAME DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2000 - 2013.

Menurut Kesit Bambang Prakosa (2005) Pajak Daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pad Dalam Mendukung Otonomi Daerah Kabupaten Klaten.

PENDAHULUAN Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pad Dalam Mendukung Otonomi Daerah Kabupaten Klaten.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Noordin (2004), menunjukkan bahwa pajak daerah belum dapat memberikan kontribusi yang cukup banyak terhadap pendapatan daerah, sehingga ketergantungan keuangan pada pemerintah pusat masih cukup tinggi. Hal tersebut berarti bahwa pelaksanaan otonomi daerah melalui pajak daerah belum terlaksana dengan baik.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA KABUPATENKOTA PROVINSI SUMATERA SELATAN

PENGARUH DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA KABUPATENKOTA PROVINSI SUMATERA SELATAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebara besar Pengaruh dan Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari tahun 2008-2014 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, dengan jumlah 5 Kabupaten/Kota. Metode analisis yang digunakan adalah dengan analisis regresi linear berganda dengan pengujian asumsi klasik.

15 Baca lebih lajut

Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Air Tanah dan Kontribusinya Terhadap PAD Kabupaten Deli Serdang

Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Air Tanah dan Kontribusinya Terhadap PAD Kabupaten Deli Serdang

Riduansyah, Mohammad. 2003. Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Guna Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi Kasus Pemerintah Daerah Kota Bogor). Makara, Sosial Humaniora, vol. 7, no. 2, Desember 2003.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...