korban KDRT sekaligus pelaku KDRT

Top PDF korban KDRT sekaligus pelaku KDRT:

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KDRT  Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Sebagai Korban KDRT (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Pengadilan Negeri Surakarta).

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KDRT Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Sebagai Korban KDRT (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Pengadilan Negeri Surakarta).

Keempat, pelayanan kesehatan penting sekali artinya terutama dalam upaya pemberian sanksi terhadap pelaku KDRT. Tenaga kesehatan sesuai profesinya wajib memberikan laporan tertulis hasil pemeriksaan medis dan membuat visum atas permintaan penyidik polisi atau membuat keterangan medis lainnya yang mempunyai kekuatan hukum sebagai alat bukti. Kelima, pelayanan sosial yang diberikan dalam bentuk konseling untuk memguatkan dan member rasa aman terhadap korban, memberi informasi tentang hak hak korban untuk mendapatkan perlindungan. Keenam, pelayanan relawan pendamping diberikan kepada korban mengenai hak hak korban untuk mendapatkan seeorang atau relawan pendamping,memdapingi seseorang untuk memaparkan secara objektif KDRT yang dialaminya dalam proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan, medegarkan dan memberikan pengutan secara psikologis dan fisik kepada korban. Ketujuh, pelayanan oleh pembimbing rohani diberikan untuk memberikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban,memberikan pengutan iman dan taqwa kepada korban.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUISGEWELD... DOMESTIC VIOLENCE... KEKER docx

HUISGEWELD... DOMESTIC VIOLENCE... KEKER docx

Seringkali negara-negara dan Pemerintah atau wakilnya di LN dengan bangga menyampaikan bahwa Negaranya telah memiliki UU tentang Anti KDRT. Namun demikian kebanggaan semacam itu bukanlah suatu jaminan untuk menanggulangi masalah KDRT di suatu negara secara tuntas. Contohnya di Belanda walaupun sistem penanggulang KDRT telah berjalan bertahun-tahun yaitu kewajiban melaporkan peristiwa KDRT yang terjadi di masyarakat kepada pihak berwenang (Polisi). Kewajiban ini ditujukan kepada para profesional seperti dokter kelurga (Family doctor) atau dan para tenaga kesehatan lainnya serta para pekerja sosial yang secara langsung berhubungan dengan para korban KDRT atau para pelaku KDRT, namun baru tahun ini diberlakukan UU Penangkapan Sementara Pelaku KDRT, seperti yang diterangkan diatas. Pemerintah Belanda berusaha untuk setiap tahun memperbaiki dan mengevaluasikan apakah metode-metode penerapan Peraturan Per Undang-undangan yang ada benar-benar mencapai hasil yang
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

GAMBARAN KONSEP DIRI DAN HARGA DIRI WANITA KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGA (KDRT)

GAMBARAN KONSEP DIRI DAN HARGA DIRI WANITA KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGA (KDRT)

Kata Kunci: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), konsep diri, harga diri Kekerasan dalam rumah tangga seringkali menggunakan paksaan yang kasar untuk menciptakan hubungan kekuasaan di dalam keluarga, di mana perempuan diajarkan dan dikondisikan untuk menerima status yang rendah terhadap dirinya sendiri. KDRT seakan-akan menunjukkan bahwa perempuan lebih baik hidup di bawah belas kasih pria. Hal ini juga membuat pria, dengan harga diri yang rendah, menghancurkan perasaan perempuan dan martabatnya karena mereka merasa tidak mampu untuk mengatasi seorang perempuan yang dapat berpikir dan bertindak sebagai manusia yang bebas dengan pemikiran dirinya sendiri. Sebagaimana pemerkosaan, pemukulan terhadap istri menjadi hal umum dan menjadi suatu keadaan yang serba sulit bagi perempuan di setiap bangsa, kasta, kelas, agama maupun wilayah. Institusi keluarga sebagai institusi terkecil dalam masyarakat, beberapa tahun terakhir ini dikatakan sebagai tempat paling rawan bagi munculnya tindak kekerasan terhadap perempuan. Banyak penyebab untuk ini diantaranya, menyebutkan bahwa laki-laki merupakan sumber konsep yang berbeda dengan perempuan. Laki-laki bersumber pada keberhasilan pekerjaan, persaingan dan kekuasaan, sementara perempuan bersumber pada keberhasilan tujuan pribadi citra fisik dan dalam hubungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran konsep diri dan harga diri pada wanita korban kekerasan dalam rumah tangga.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Potensi Kampung Sitisewu Sosromenduran Sebagai Kampung Wisata Di Kota Yogyakarta

Potensi Kampung Sitisewu Sosromenduran Sebagai Kampung Wisata Di Kota Yogyakarta

Dalam hal ini sesuai hasil wawancara dan membagikan kuisioner pada masyarakat , maka dapat disampaikan disini bahwa sebagian besar masyarakat dak keberatan dan sangat mendukung sekali apabila kampungnya di kembangkan menjadi kampung wisata. Dan sebagian besar berpendapat bahwa dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta mengurangi angka korban KDRT dan juga sebagian besar berpendapat bahwa apabila ada pengembangan kampung wisata dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

9 Baca lebih lajut

PENELITIAN HUKUM / SKRIPSI  IMPLEMENTASI UU No. 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KDRT DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN YANG MENJADI KORBAN KDRT.

PENELITIAN HUKUM / SKRIPSI IMPLEMENTASI UU No. 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KDRT DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN YANG MENJADI KORBAN KDRT.

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha esa, atas anugerah yang tidak terhingga sehingga Penulis dapat menyelesaikan Penulisan skripsi ini dengan judul “IMPLEMENTASI UU NO.23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KDRT DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN YANG MENJADI KORBAN KDRT” dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

13 Baca lebih lajut

Pembelajaran Sadar Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (Gender Awareness) Melalui Pendidikan di Universitas - Scientific Repository

Pembelajaran Sadar Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (Gender Awareness) Melalui Pendidikan di Universitas - Scientific Repository

seseorang adalah untuk dikasihi dan diperhatikan. Ketika seseorang tidak terpenuhi hal ini, akan membuatnya kehilangan harga diri dan rasa percaya diri dan terhambat untuk bertumbuh dewasa. Hal lain adalah terlalu diperhatikan sehingga tidak dapat menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Akibatnya orang tersebut akan menjadi pribadi yang tidak sehat, frustrasi terhadap kondisi dan menuntut sesuatu yang tidak mungkin. Kelima, stress. Penyebab stress bisa bermacam-macam, yaitu penyakit, kelelahan, masalah keuangan, kekhawatiran yang realistis maupun yang tidak realistis, kematian, perceraian, kehilangan pekerjaan. Salah satu penyebab stress adalah masalah keuangan. Menurut Ismanto (Kompas, 18 April 2009) keterbatasan ekonomi menjadi penyebab utama KDRT.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

martien herna susanti ssos msi 197303312005012001

martien herna susanti ssos msi 197303312005012001

Judul : 1. Sosialisasi UU No. 32 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Bagi PKK Kelurahan Sendangmulyo Semarang<br /> 2. Pelatihan Pendampingan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Bagi PKK Kecamatan Gunungpati Semarang<br /> 3. Penanggulangan Dampak Negatif Tayangan Televisi Terhadap Anak Bagi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Sendangmulyo Semarang

5 Baca lebih lajut

Gambaran pengetahuan dan sikap karyawan PT Wenang Cemerlang Press terhadap kekerasan dalam rumah tangga | Ruslani | JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK 14830 29723 1 SM

Gambaran pengetahuan dan sikap karyawan PT Wenang Cemerlang Press terhadap kekerasan dalam rumah tangga | Ruslani | JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK 14830 29723 1 SM

Hasil penelitian tentang dampak dari KDRT selain perceraian informan menjawab dapat berdampak ke psikologi anak seperti anak menjadi pesimis, salah pergaulan. Ini sejalan dengan penelitian Sianturi bahwa konsep diri remaja yang pernah mengalami KDRT memiliki kecenderungan berkembang ke arah negatif. 16

5 Baca lebih lajut

Fenomena Penghapusan Tindak Kekerasan.

Fenomena Penghapusan Tindak Kekerasan.

ABSTRAK. Kekerasaan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM, karenanya korban harus mendapat perlindungan dan perhatian yang serius dari negara dan atau masyarakat. Selama ini, perlindungan terhadap korban KDRT masih sangat kurang, meski setiap hari kita dapat menemui kasus – kasus KDRT. Korban KDRT umumnya berhadapan dengan berbagai persoalan, mulai dari kesulitan pembuktian, struktur hukum yang belum berperspektif gender, pandangan – pandangan agama, hingga budaya hukum yang menganggap bahwa mengungkap KDRT adalah aib. Korban juga umumnya merasa enggan melaporkan kasusnya ke polisi karena khawatir kasusnya tidak akan membawa penyelesaian, hanya membuang waktu saja, memikirkan masalah ekonomi keluarga, atau bahkan ada rasa takut jika pelaku akan dimasukkan ke penjara. Masyarakat sendiri juga selama ini terkesan tidak memberikan perlindungan kepada korban karena menganggap masalah rumah tangga orang lain dan tidak berhak untuk turut campur lebih jauh padahal secara hukum internasional tindak kekerasaan dalam rumah tangga terhadap wanita adalah masalah publik. Sejumlah harapan kini tertuju pada UU No. 23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT yang disahkan sejak tanggal 14 September lalu. Sebagai payung hukum diharapkan undang – undang ini dapat memberikan perlindungan dan penegakan hak – hak wanita. Tetapi dibalik optimisisme itu, banyak faktor – faktor kendala lainnya yang tampaknya sulit untuk dapat merealisasikan undang – undang ini secara sempurna.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  KEPRIBADIAN PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT).

DAFTAR PUSTAKA KEPRIBADIAN PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT).

Dinamika Kekerasan Pada Istri Sebuah Studi Kualitatif Pada Perempuan Korban KDRT Yang Bertahan Dalam Perkawinannya.. Friedman, H.S & Schustack, M.W.[r]

4 Baca lebih lajut

KEBERMAKNAAN HIDUP MANTAN PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT).

KEBERMAKNAAN HIDUP MANTAN PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT).

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa bentuk-bentuk KDRT oleh pelaku adalah kekerasan bentuk verbal dan fisik. Hanya saja subjek berasumsi kekerasan verbal tidak termasuk sebagai bagian dari KDRT. Kebermaknaan hidup yang dialami pelaku KDRT sehingga akhirnya insaf diperoleh dengan melakukan berbagai metode. Seperti, metode pemahaman diri (kesadaran subjek akan perilaku kekerasan yang dilakukan sebagai perilaku salah); metode bertindak positif (dari kesadaran diri subjek hanya mengisi aktivitas sehari-hari dengan kegiatan positif yang bermanfaat); metode pengakraban hubungan (subjek menjadikan orang tua sebagai figur modeling dan mengikuti nasehat orang tua serta bergaul secara luas dalam kegiatan sosial yang beroreantasi kepada orang lain); metode pendalaman nilai (memiliki falsafah hidup); dan metode ibadah (mengerjakan ibadah secara terus menerus, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan agama). Sehingga makna hidup memberikan manfaat kepada subjek seperti hidup menjadi lebih bernilai dan lebih bahagia.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

KEMATANGAN SOSIAL PADA ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

KEMATANGAN SOSIAL PADA ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

Peningkatan masuknya laporan itu cukup melegakan, karena sudah banyak keluarga yang berani untuk melaporkan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi selama ini. Masyarakat tidak hanya mulai memiliki keberanian untuk melapor. Akan tetapi, tumbuhnya kesadaran dari masyarakat terhadap persoalan hukum. Tumbuhnya kesadaran tersebut, merupakan awal yang baik untuk meminimalisir terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah Kabupaten Malang.

20 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERANAN LEMBAGA SOSIAL RIFKA ANNISA DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN BAGI ISTRI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA.

PENDAHULUAN PERANAN LEMBAGA SOSIAL RIFKA ANNISA DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN BAGI ISTRI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA.

Adanya Undang – Undang, Peraturan Pemerintah maupun Walikota dan keberadaan lembaga sosial serta aparat penegak hukum tersebut seharusnya kaum wanita khususnya istri semakin terlindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh suami di dalam rumah tangga. Selain itu, diharapkan para korban tidak perlu takut untuk melaporkan kasus KDRT ini kepada aparat penegak hukum ataupun lembaga sosial yang terkait, sehingga aparat hukum dan lembaga sosial dapat memaksimalkan kinerjanya dalam menangani korban KDRT tersebut agar dapat lebih efisien dan efektif, sekalipun dalam pelaksanaannya, masih banyak terjadi kasus KDRT di Indonesia.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Dampak Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT) Kabupaten Situbondo); Ratna Dewi Anggraeni; 080910301020

Dampak Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT) Kabupaten Situbondo); Ratna Dewi Anggraeni; 080910301020

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, penulis mengetahui bentuk- bentuk kekerasan yang terjadi terhadap anak dalam rumah tangga, kekerasan fisik, kekerasan psikis maupun kekerasan anak secara sosial. Kedua, dampak kekerasan yang dialami anak berupa luka, memar, benjolan, rasa malu bertemu orang lain, mengasingkan diri dari lingkungan keluarga, dan renggannya hubungan antara pelaku kekerasan dengan anak yang menjadi korban kekerasan.

18 Baca lebih lajut

ISU ISU PEREMPUAN DALAM AGAMA AGAMA

ISU ISU PEREMPUAN DALAM AGAMA AGAMA

kebanyakan yang menjadi korban KDRT adalah kaum wanita, hal ini terjadi Karena adanya anggapan bahwa kaum wanita adalah kaum yang lemah, inilah anggapan yang telah salah ditanamkan dal[r]

25 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PROGRAM PENDAMPINGAN TERHADAP KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (BKBPP)KABUPATEN SEMARANG.

PELAKSANAAN PROGRAM PENDAMPINGAN TERHADAP KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (BKBPP)KABUPATEN SEMARANG.

Tujuan dari program pendampingan terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah untuk mendorong terciptanya partisipasi, kesetaraan dan keadilan gender dalam rangka peningkatan pemberdayaan perempuan. Bahwa, perempuan sebagai mayoritas korban tidak sepantasnya diperlakukan semena-mena karena pada dasarnya perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang sama. Hal tersebut sesuai dengan apa yang menjadi Misi pada bidang Pemberdayaan Perempuan yaitu mendorong terciptanya persiapan dan kemandirian masyarakat, kesetaraan dan keadilan gender serta perlindungan anak di semua bidang pembangunan. Dengan semakin berdayanya perempuan maka akan mendorong semakin meningkatnya kualitas anak-anak.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Show all 8564 documents...