korelasi silang

Top PDF korelasi silang:

Peningkatan Akurasi Lokasi Gempa Mikro Dengan Menggunakan Metoda Double-Difference Dan Korelasi Silang Master Waveform

Peningkatan Akurasi Lokasi Gempa Mikro Dengan Menggunakan Metoda Double-Difference Dan Korelasi Silang Master Waveform

Dua kejadian gempa mikro yang berdekatan, dengan propagasi gelombang seismik pada lintasan yang identik akan menghasilkan waveform yang mirip pula pada stasiun yang sama. Korelasi silang gelombang yang dihasilkan oleh gempa bumi yang berdekatan yang tercatat pada stasiun yang sama dapat digunakan untuk mendeterminasi keterkaitan antara master event terhadap kejadian yang kontinu (Mori, 2008). Prinsipnya, korelasi silang dapat memperbaiki selisih waktu tempuh pasangan gempa sehingga menghasilkan lokasi gempa yang lebih akurat. φ xy x(t)y(t)(τ) pada persamaan 1 adalah
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perbandingan Penerapan Model Generalized Space Time Autoregressive dengan Pembobot Invers Jarak dan Normalisasi Korelasi Silang pada Laju Inflasi Kota Surakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

Perbandingan Penerapan Model Generalized Space Time Autoregressive dengan Pembobot Invers Jarak dan Normalisasi Korelasi Silang pada Laju Inflasi Kota Surakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

4.1 Deskripsi Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19 4.2 Uji Stasioneritas Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 20 4.3 Vector Autoregressive(VAR) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 21 4.4 Konstruksi Model Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) 22 4.4.1 Pembobot Model dengan Invers Jarak . . . . . . . . . . . 23 4.4.2 Pembobot Model dengan Normalisasi Korelasi Silang . . . 25 4.5 Validasi Model . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 28

12 Baca lebih lajut

Model Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) dengan pembobot normalisasi korelasi silang pada penderita demam berdarah dengue (DBD) di lima kecamatan endemis kota semarang.

Model Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) dengan pembobot normalisasi korelasi silang pada penderita demam berdarah dengue (DBD) di lima kecamatan endemis kota semarang.

Intan Mustikaning Putri. 2015. MODEL GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE ( GSTAR ) DENGAN PEMBOBOT NORMALISASI KORELASI SILANG PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI LIMA KECAMATAN ENDEMIS KOTA SEMARANG . Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret.

7 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Telekoneksi antara Kejadian El-Niño dengan IOD dan Pengaruhnya Terhadap Fluktuasi Curah Hujan di Daerah Sentra Produksi Pangan (Studi Kasus : Sukamandi dan Padang Panjang).

Pengembangan Model Telekoneksi antara Kejadian El-Niño dengan IOD dan Pengaruhnya Terhadap Fluktuasi Curah Hujan di Daerah Sentra Produksi Pangan (Studi Kasus : Sukamandi dan Padang Panjang).

Simposium Asia Pasifik GEOSS (Global Earth Observation System to System) ke 4 merekomendasikan telekoneksi antara semua fenomena iklim global dan dampaknya terhadap variabilitas curah hujan di Indonesia, terutama antara SST Nino 3.4 and IOD ketika kedua fenomena tersebut terjadi secara simultan, sangat penting untuk diteliti secara seksama. Berdasarkan rekomendasi tersebut, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model yang dapat menjelaskan bagaimana telekoneksi antara El-Niño dan IOD mempengaruhi fluktuasi curah hujan di Indonesia. Penelitian ini mengambil contoh Sukamandi dan Padang Panjang, kedua daerah tersebut merupakan sentra produksi tanaman pangan di Indonesia. Poin pertama dalam penelitian ini adalah analisis jangak pendek. Metode yang digunakan adalah analisis spektral dan korelasi silang. Gagasannya adalah untuk memadukan anomali suhu permukaan laut Niño 3.4 dan IOD (Niño 3.4+IOD) untuk membentuk indeks baru yang mewakili telekoneksi kemudian memeriksa hubungannya dengan anomali curah hujan didua lokasi penelitian yang telah disebutkan di atas. Hasil dari korelasi silang adalah merupakan respon dari fluktuasi curah hujan di kedua kota tersebut terhadap kejadian telekoneksi. Respon tersebut berbeda untuk setiap kota terutama waktu tunda yang tercipta ketika telekoneksi akan berpengaruh terhadap curah hujan. Poin kedua dalam penelitian ini adalah analisis jangka panjang. Analisis ini bertujuan untuk membuat model dari Niño 3.4+IOD, model ini nantinya akan digunakan sebagai indikasi awal dari kejadian telekoneksi akan akan berdampak buruk bagi Indonesia. Metode yang digunakan untuk analisis ini adalah ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Hasil dari analisis ini adalah persamaan model ARIMA(p,d,q) yang dapat memprediksi beberapa bulan berikutnya, sehingga tindakan yang bertujuan untuk meminimalisasi dampak buruk dari musim kering panjang dan musim basah panjang dapat dilakukan.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Determination ofCoherenceandPhaseDifferencebetween Wind versus Current60 mand Current 60 mversusCurrent 100 mUsingCrossCorrelation in OmbaiStrait, East Nusa Tenggara | Sabhan | Gravitasi 4442 14263 1 PB

Determination ofCoherenceandPhaseDifferencebetween Wind versus Current60 mand Current 60 mversusCurrent 100 mUsingCrossCorrelation in OmbaiStrait, East Nusa Tenggara | Sabhan | Gravitasi 4442 14263 1 PB

Nilai koherensi yang rendah pada korelasi silang antara Angin Zonal dengan Arus Zonal pada kedalaman 60 m mengindikasikan bahwa fluktuasi antara Angin Zonal dengan Arus zonal kedalaman 60 m tidak mempunyai korelasi yang kuat, dengan nilai koherensi terbesar yaitu 0,55 dengan time leg 34 hari. Dengan fluktusi arus pada kedalaman 60 m mendahului fluktusi angin dengan beda fase 34 hari.

7 Baca lebih lajut

Realisasi Optical Orthogonal Codes (OOC) Dengan Korelasi Maksimum Satu Menggunakan Kode Prima Yang Dimodifikasi.

Realisasi Optical Orthogonal Codes (OOC) Dengan Korelasi Maksimum Satu Menggunakan Kode Prima Yang Dimodifikasi.

OOC yang digunakan adalah kode prima yang dimodifikasi dan unjuk kerjanya dinilai menggunakan perhitungan korelasi sendiri (auto-correlation) dan korelasi silang (cross-correlation) maksimum satu. Kode prima yang dimodifikasi harus memenuhi syarat kardinalitas (jumlah kode yang valid) pada pembangkitan OOC dengan kode prima original adalah sama dengan jumlah user maksimal atau jumlah bit “1” pada kode yang valid ( nilai bilangan prima yang dipilih).

65 Baca lebih lajut

Identifikasi Rangkaian Gempa Bumi Pendah

Identifikasi Rangkaian Gempa Bumi Pendah

Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pendekatan korelasi silang sinyal seismik dapat digunakan untuk mendeteksi kejadian seismik menggunakan waveform dari jaringan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Pendeteksian ini dilakukan untuk melengkapi kejadian gempa bumi yang belum tercatat pada katalog reguler BMKG karena berbagai keterbatasan. Adanya rangkaian kejadian gempa pendahuluan (foreshock sequence) sebelum kejadian gempa Karo M 5,6 tanggal 16 Januari 2017 berhasil teridentifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi kejadian gempa bumi pendahuluan (foreshocks) dengan memanfaatkan data sinyal template gempa bumi M 3,9 yang sebelumnya dianggap sebagai satu-satunya foreshock dalam rangkaian kejadian ini. Penelitian ini berhasil mendeteksi 12 kejadian gempa pendahuluan (foreshocks) setelah diterapkan metode deteksi berbasis korelasi silang. Foreshock mulai terdeteksi pada tanggal 14 Januari 2017 atau dua hari sebelum gempa utama. Magnitudo gempa pendahuluan semakin meningkat secara sistematis sampai kejadian gempa pendahuluan terbesar. Penelitian ini berimplikasi pada manfaat penerapan metode deteksi berbasis waveform untuk mendukung pemahaman fisis sumber gempa dan prediksi gempa bumi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Model ARIMA untuk Prediksi Anomali Curah Hujan Berdasarkan Indeks Monsun dan El Niño di Beberapa Kawasan di Indonesia.

Penerapan Model ARIMA untuk Prediksi Anomali Curah Hujan Berdasarkan Indeks Monsun dan El Niño di Beberapa Kawasan di Indonesia.

4.5 Analisis Korelasi Silang Asumsi mendasar interaksi antara monsun dan Nino 3.4 ialah curah hujan yang terjadi atau turun di suatu wilayah dipengaruhi oleh iklim global, maka curah h[r]

50 Baca lebih lajut

Sistem Pencari Lokasi Sumber Manusia Menggunakan Metode ITD

Sistem Pencari Lokasi Sumber Manusia Menggunakan Metode ITD

Penelitian ini memaparkan sistem pencari lokasi sumber suara. Lokasi sumber suara sangat penting didalam kehidupan sehari-hari maupun di industri seperti sebagai service robot dan sebagainya. Deteksi lokasi sumber suara dapat menggunakan metode perbedaan waktu (Interaural Time Difference - ITD) yang diterima oleh sepasang mikrofon. Sinyal suara yang diterima oleh mikrofon di korelasi silang (Cross Corelation), dimana hasil puncak tertinggi dari cross correlation akan menunjukan nilai ITD. Pada penelitian ini, sistem mampu mengidentifikasi lokasi sumber suara manusia dalam bidang setengah lingkaran ( ), dengan sudut resolusi terbaik berkisar .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ssoesetijo Analisis Spasial 2011

ssoesetijo Analisis Spasial 2011

Analisis spasial trafik internet ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan kausalitas (sebab- akibat) antara trafik dari satu lokasi dengan lokasi trafik yang lain. Pengukuran trafik internet spasial dilakukan secara agregat selama satu tahun dari bulan September 2009 – September 2010 dengan mengambil 4 lokasi pengukuran trafik internet di kampus Universitas Surabaya yaitu trafik internet pada Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Fakultas Teknik, Perpustakaan dan Kampus Ubaya Ngagel. Analisis spasial trafik internet pada makalah ini menggunakan metode Granger Causality dan korelasi silang. Hasil analisis spasial trafik menggunakan Granger Causality menunjukkan bahwa trafik internet di Perpustakaan (S) dipengaruhi oleh trafik internet dari Fakultas Teknik (E), Fakultas Bisnis dan Ekonomika (M) dan Kampus Ubaya Ngagel (N). Sedangkan trafik internet di kampus Ubaya Ngagel (N) mempengaruhi trafik di Fakultas Bisnis dan Ekonomika (M). Pengaruh terkuat berasal dari trafik Fakultas Teknik (E). Analisis Granger causality dan korelasi silang membuktikan bahwa hanya nilai koefisien korelasi yang di atas 0,25 saja yang memiliki hubungan kausalitas.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN POLA SINYAL ALFA DAN BETA EEG UNTUK KLASIFIKASI KONDISI RILEKS PADA PEROKOK AKTIF DENGAN MENGGUNAKAN K-NEAREST NEIGHBOR PATTERN COMPARISON ANALYSIS BETWEEN ALPHA AND BETA EEG SIGNAL FOR RELAXED CONDITION CLASSIFICATION ON ACTIVE SMOK

ANALISIS PERBANDINGAN POLA SINYAL ALFA DAN BETA EEG UNTUK KLASIFIKASI KONDISI RILEKS PADA PEROKOK AKTIF DENGAN MENGGUNAKAN K-NEAREST NEIGHBOR PATTERN COMPARISON ANALYSIS BETWEEN ALPHA AND BETA EEG SIGNAL FOR RELAXED CONDITION CLASSIFICATION ON ACTIVE SMOK

Dilihat hasil korelasi silang antara sinyal subyek saat rileks dan subyek saat merokok, bentuk sinyal beta terlihat lebih simetris kiri dan kanannya yang berarti sinyal beta mempunyai banyak kesamaan antara database dengan data ujinya daripada sinyal alfa. Dari tabel hasil korelasi antara data uji dan data latih rileks kondisi rileks terlihat bahwa sebagian besar nilai amplitude maksimum bergeser masih dibawah rentang 5% dari lag=0, hal ini mendukung hasil klasifikasi yang menunjukkan bahwa kedua sinyal memiliki kemiripan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S FIS 0902073 Chapter3

S FIS 0902073 Chapter3

Metode Analisis Korelasi Silang Metode korelasi silang digunakan untuk menunjukkan kekuatan hubungan antara dua variabel, dalam penelitian ini adalah antara data reversal wind dengan [r]

6 Baca lebih lajut

Pengaruh El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap Produktivitas Kelapa Sawit

Pengaruh El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap Produktivitas Kelapa Sawit

Kebun Kertajaya dan Kebun Talo Pino secara temporal dan spasial mempunyai korelasi negatif dan positif yang kuat dengan aSML di sekitar Samudera Hindia (DMI) dan Niño 3.4. Korelasi silang dan korelasi Pearson menunjukkan fenomena ENSO dan IOD dapat mempengaruhi fluktuasi produktivitas kelapa sawit, khususnya terkait dengan fase perkembangan bunga yang mulai terbentuk sejak 44 bulan sebelum panen. Jika pada fase tersebut kebutuhan air tidak tercukupi dalam waktu yang lama maka jumlah dan berat tandan yang dihasilkan akan berkurang. Hal ini disebabkan jumlah tandan berhubungan dengan proses pembentukan perhiasan bunga dan aborsi bunga, sedangkan berat tandan berhubungan dengan perkembangan tandan. Oleh karena itu, terjadinya ENSO dan IOD pada saat tanaman kelapa sawit membutuhkan air akan menyebabkan pembentukan bunga betina menjadi rendah, aborsi bunga betina meningkat, dan tingginya kegagalan tandan.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

t mtk 0706726 chapter3

t mtk 0706726 chapter3

Salah satu permasalahan pada model GSTAR adalah pemilihan dan penentuan bobot lokasi. Beberapa cara penentuan bobot lokasi yang telah digunakan dalam aplikasi model GSTAR adalah (Borovkova dkk.,2002; dalam Ruchjana, 2002) yaitu bobot seragam, bobot biner, bobot inverse jarak, dan bobot normalisasi korelasi silang. Pada Tugas akhir ini hanya akan digunakan dua buah bobot yaitu:

13 Baca lebih lajut

Perbandingan Pemodelan Dan Peramalan Harga Gula Berdasarkan Model Space Time Arima Dan Generalized Space Time Arima.

Perbandingan Pemodelan Dan Peramalan Harga Gula Berdasarkan Model Space Time Arima Dan Generalized Space Time Arima.

Pada penelitian perbandingan ketepatan peramalan antara STIMA dan GSTIMA ini akan dilihat pula pengaruh aplikasi pembobot kebalikan jarak dan pembobot normalisasi korelasi silang. Alasan memilih pembobot kebalikan jarak adalah informasi bahwa harga gula tidak lepas dari biaya tataniaga sebagai konsekuensi logis dari fungsi-fungsi tataniaga meliputi: pembelian, penjualan, transportasi, penyimpanan, pembiayaan, penanggungan resiko, standarisasi, dan informasi pasar. Besaran biaya tataniaga ini sangat bergantung pada jenis komoditas, panjang rantai tataniaga serta lokasi/daerah produsen (Manik 2007 mengacu Daniel 2002). Rantai tataniaga ini tidak dapat diidentifikasi dengan akurat, sehingga dengan memperhatikan jarak sesungguhanya antar ibukota diharapkan mampu mengakomodir informasi tentang rantai tataniaga ini. Selain itu mengapa pembandingnya menggunakan pembobot normalisasi korelasi silang adalah karena fleksibilitas pembobot yang tidak bergantung pada jarak antar lokasi, namun hanya mengandalkan pada hubungan korelasi antar lokasi pada lag waktu tertentu. Pembobot ini cukup bermanfaat digunakan saat berhadapan dengan kasus yang tidak secara langsung secara geografis dapat dilihat pengaruh spasialnya namun sesungguhnya terdapat interaksi spasial secara implisit.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Cokriging Pada Interpolasi Konsentrasi Sulfur Dioksida (So2) Dan Nitrogen Dioksida (No2) Di Dki Jakarta - ITS Repository

Cokriging Pada Interpolasi Konsentrasi Sulfur Dioksida (So2) Dan Nitrogen Dioksida (No2) Di Dki Jakarta - ITS Repository

xiii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Contoh Perhitungan Semivariogram Eksperimental 125 Lampiran 2 Contoh Perhitungan Sederhana Kovarians Silang, Korelasi Silang, dan Semivariogram Si[r]

187 Baca lebih lajut

Analisis Variasi Muka Laut di Perairan Sabang, Sibolga, Padang, Cilacap dan Benoa Menggunakan Metode Wavelet.

Analisis Variasi Muka Laut di Perairan Sabang, Sibolga, Padang, Cilacap dan Benoa Menggunakan Metode Wavelet.

Variasi musiman (seasonal) terjadi juga pada spektrum korelasi silang muka laut antara stasiun Sabang dan Padang (Gambar 22), Periode fluktuasi yang dominan terjadi pada periode 6 bulan dan 4 bulan. Dimana nilai spektrum korelasi silangnya telah disajikan pada Tabel 5. Hubungan keeratan muka laut antara stasiun Sabang dan Padang tinggi, dapat dilihat dari nilai koherensi yang tertera pada Tabel 5 yaitu masing-masing memiliki nilai koherensi sebesar 0,86 untuk periode 6 bulan dan 0,94 untuk periode 4 bulan. Dari nilai sela fase yang ada dapat diketahui bahwa perubahan muka laut terjadi terlebih dahulu di Padang yang kemudian akan diikuti perubahan muka laut di Sabang dengan kelambatan waktu selama 8 hari untuk periode 6 bulan dan 3 hari pada periode 4 bulan. Tabel 5. Spektrum korelasi silang muka laut antar stasiun dalam periode musiman
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Estimasi Produksi Minyak dan Gas Bumi di Kalimantan Utara Menggunakan Metode Cokriging

Estimasi Produksi Minyak dan Gas Bumi di Kalimantan Utara Menggunakan Metode Cokriging

Abstrak — Kegiatan manusia sangat bergantung pada minyak bumi dan gas alam. Seiring dengan terus meningkatnya konsumsi minyak dan gas bumi per tahun, maka perusahan yang bergerak di bidang migas dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan migas tersebut dengan biaya produksi yang seminimal mungkin. Jika eksplorasi di lakukan di medan yang sangat sulit, karena cadangan migas di permukaan bumi sudah habis, maka pada tahapan ini memerlukan biaya yang relatif besar. Oleh karena itu diperlukan metode untuk mengetahui titik persebaran minyak dan gas bumi tanpa melalui tahap ekplorasi. Salah satu metode geostatistika yang dapat digunakan adalah metode cokriging. Cokriging merupakan metode untuk mengestimasi titik yang meminimalkan kesalahan estimasi dengan menggunakan korelasi silang antara dua variabel yakni variabel utama (primer) dan variabel tambahan (sekunder) serta memperhatikan aspek spasial. Untuk melihat keakuratan interpolasi dengan cokriging dapat dilihat niai dari R 2 pada cross validation. Nilai R 2 yang
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Sistem Pengukuran Kanal MIMO 2x2 Pada Domain Waktu Menggunakan USRP NI2922

Sistem Pengukuran Kanal MIMO 2x2 Pada Domain Waktu Menggunakan USRP NI2922

Pengetahuan yang tepat mengenai kondisi kanal MIMO sangat penting untuk mengevaluasi kinerja sistem komunikasi MIMO. Untuk mengetahui kondisi kanal MIMO di lingkungan yang realistis diperlukan pengukuran respon impuls. Salah satu teknik pengukuran respon impuls propagasi kanal radio menggunakan PN (pseudorandom noise) sequence yang bekerja pada domain waktu. Dengan bekerja pada domain waktu maka kerumitan perhitungan matematis yang dibutuhkan dalam menganalisa suatu sistem dapat berkurang. Pada penelitian ini diulas sistem pengukuran kanal MIMO 2x2 pada domain waktu menggunakan USRP NI2922 pada frekuensi 2,4 GHz. Respon impuls kanal MIMO diperoleh melalui korelasi silang data Inphase dan Quadrature hasil pengukuran dengan sinyal yang telah dibangkitkan di transmitter. Proses eliminasi efek noise untuk mendapatkan sinyal asli dilakukan dengan metode Sousa meliputi thresholding, cek konsistensi dan cek impuls tetangga. Hasil pengukuran kanal MIMO dengan satu dinding sebagai penghambur menunjukkan bahwa dengan sampling rate alat sebesar 33,33 MHz, perangkat mampu memisahkan dua komponen sinyal yang memiliki interval delay ≥ resolusi delay (60 ns).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Stres Kerja Perawat terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiya

HUBUNGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Stres Kerja Perawat terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiya

Hasil Uji Korelasi Tingkat Stress Kerja Perawat dan Mutu Layanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tabel 4.4 Hasil Tabulasi Silang Mutu Pelayanan Keperaw[r]

13 Baca lebih lajut

Show all 7911 documents...