kreativitas belajar IPA

Top PDF kreativitas belajar IPA:

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI  Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Strategi Problem Based Lerning (PBL) Pada Siswa Kelas IV SDN Tluwah Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Strategi Problem Based Lerning (PBL) Pada Siswa Kelas IV SDN Tluwah Tahun Pelajaran 2012/2013.

1. Kreativitas belajar IPA pada pra siklus memperoleh skor rata-rata sebesar 3,09 dengan kriteria kurang, siklus I sebesar 9,52 dengan kriteria cukup dan diakhir siklus, yaitu pada siklus II sebesar 13,6 dengan kriteria baik. Sehingga dihasilkan Ketuntasan belajar (KK M ≥75) pada pra siklus sebesar 57,14% atau 12 siswa, pada siklus I sebesar 71,42% atau 15 siswa, dan di akhir siklus, yaitu pada siklus II sebesar 85,71% atau 18 siswa dari 21 siswa berperan kreatif dengan indikator rasa ingin tahu yang besar, sopan bertingkah laku, berani berpendapat, mengerjakan tugas tepat waktu, dan rasa percaya diri yang tinggi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI METODE  Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Lempong Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI METODE Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Lempong Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif mempunyai empat buah komponen pokok yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan kreativitas belajar IPA siswa melalui penerapan metode Problem Solving pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Lempong siklus I mencapai 69,4% dan meningkat serta mencapai hasil optimal pada siklus II 88,6%.

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Peningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Pada Siswa Kelas V SDN Dukuhmulyo 02 Tahun Pelajaran 2013/2014.

PENDAHULUAN Peningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Pada Siswa Kelas V SDN Dukuhmulyo 02 Tahun Pelajaran 2013/2014.

Dengen hal tersebut, dalam meningkatkan kreativitas belajar IPA perlu juga dilakukan dengan metode baru dalam pembelajarannya. Hasibuan , Ed dan Moedjiono (2006: 3) menyatakan bahwa metode merupakan alat untuk mencapai tujuan belajar. Dari penelitian diperoleh informasi bahwa guru yang hanya menguasai bahan bidang studi tanpa mengenal metode mengajar, akan kurang berhasil dan membosankan dalam mengajar. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan digunakan dalam pembelajaran IPA. Menurut Gatot Muhsetyo (2008 : 1.26) strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA yang konstruktif dan dianggap sesuai pada saat ini salah satunya adalah cooperative learning atau pembelajaraan kooperatif.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR IPA                   MELALUI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH              Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Index Card Match (Mencari Pasangan) Pada Siswa Kelas IV SDN Sumbers

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Index Card Match (Mencari Pasangan) Pada Siswa Kelas IV SDN Sumbers

2. Faktor Pendorong Kreativitas ................................................... 3. Indikator Kreativitas Belajar .................................................... 4. Unsur-Unsur Kreativitas Belajar .............................................. B. Mata Pelajaran IPA ........................................................................ 1. Pengertian IPA.......................................................................... 2. Tujuan Pembelajaran IPA ........................................................ 3. Aspek-Aspek Pembelajaran IPA............................................... 4. Langkah-Langkah Pembelajaran .............................................. C. Strategi Index Card Match ............................................................. 1. Pengertian Strategi Index Card Match ..................................... 2. Langkah-Langkah Penerapan Strategi Index Card Match ........ 3. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Index Card Match ............ 4. Solusi Pemecahan Kelemahan Strategi Index Card Match ..... D. Kajian Penelitian yang Relevan ..................................................... E. Kerangka Pemikiran ....................................................................... F. Hipotesis ........................................................................................ BAB III METODE PENELITIAN ................................................................
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Dengan Menggunakan Metode Diskusi Tipe Buzz Group Pada Siswa Kelas V Sdn 01 Paseban Jumapolo Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Dengan Menggunakan Metode Diskusi Tipe Buzz Group Pada Siswa Kelas V Sdn 01 Paseban Jumapolo Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013.

Diharapkan dengan menggunakan metode pembelajaran tertentu bisa menumbuhkan sikap kerja ilmiah pada siswa. Selain itu diharapkan bisa membantu siswa dalam memahami suatu materi pelajaran, sehingga output yang dihasilkan menjadi output yang berkualitas tinggi, baik dalam ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Melihat pembelajaran yang belum menunjukkan aktivitas belajar dan prestasi yang didapatkan siswa secara maksimal. Oleh karena itu muncul tuntutan agar prestasi belajar dan kreativitas siswa lebih ditingkatkan lagi. Untuk meningkatkan prestasi siswa dibutuhkan suatu pembelajaran yang efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang bisa memecahkan kesenjangan- kesenjangan tersebut.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Dengan Strategi Team Games Turnament (TGT) Pada Siswa Kelas III SDN Grogolsari Tahun 2014.

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Dengan Strategi Team Games Turnament (TGT) Pada Siswa Kelas III SDN Grogolsari Tahun 2014.

Dari ulasan latar belakang tersebut, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Dengan Strategi Team Games Turnament (TGT) Pada Siswa Kelas III SDN Grogolsari Tahun 2014”. Peneliti berharap dengan strategi Team Games yang akan di terapkan di sekolah akan membawa peningkatan dalam proses belajar siswa. Sehingga materi yang akan disampikan akan lebih berfariatif dan tidak membuat siswa jenuh dalam kelas.

4 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR IPAMELALUI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH           Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Index Card Match (Mencari Pasangan) Pada Siswa Kelas IV SDN Sumbersari 01 Tahun Pelajaran

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR IPAMELALUI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Index Card Match (Mencari Pasangan) Pada Siswa Kelas IV SDN Sumbersari 01 Tahun Pelajaran

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV dan guru SDN Sumbersari 01 pada tanggal 27 Januari 2013. Tahapan penelitian terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tindakan dilaksanakan selama 2 siklus, siklus pertama dilakukan dua kali pertemuan sedangkan siklus kedua dilakukan satu kali pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sumbersari 01 dengan jumlah siswa 18 siswa terdiri dari 8 putra dan 10 putri dan guru mapel IPA kelas IV. Obyek penelitian ini adalah peningkatan kreativitas belajar siswa dan index card match.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan lembar observasi, wawancara, dokumentasi, dan bahan ajar. Indikator kreativitas belajar IPA adalah sebagai berikut: (1) Siswa hadir dalam pembelajaran; (2) rasa ingin tahu; (3) daya imajinasi kuat; (4) minat dan ulet dalam mengerjakan soal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI  Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Strategi Problem Based Lerning (PBL) Pada Siswa Kelas IV SDN Tluwah Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Strategi Problem Based Lerning (PBL) Pada Siswa Kelas IV SDN Tluwah Tahun Pelajaran 2012/2013.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kreativitas belajar IPA pada siswa melalui strategi Problem Based Learning (PBL), yaitu: memperoleh skor rata-rata pada kreativitas belajar di pra siklus sebesar 3,09 dengan kriteria kurang, pada siklus I sebesar 9,52 dengan kriteria cukup dan pada akhir siklus, yaitu siklus II sebesar 13,6 dengan kriteria baik. Peningkatan keterampilan guru ditunjukkan dengan perolehan skor rata-rata pada pra siklus sebesar 16 dengan kriteria kurang, siklus I sebesar 19 dengan kriteria kurang, dan di akhir siklus sebesar 63 berkriteria baik. Ketuntasan belajar (KKM ≥75) pada pra siklus sebesar 57,14% atau 12 siswa, pada siklus I sebesar 71,42% atau 15 siswa, dan diakhir siklus sebesar 85,71% atau 18 siswa. Untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa melalui strategi Problem Based Learning (PBL) digunakan indikator kreativitas belajar sebagai usaha siswa dalam pemecahan masalah ( problem solving ), yaitu: dengan dorongan rasa ingin tahu yang besar, sopan dalam bertingkah laku, berani mengeluarkan pendapat, melaksanakan pekerjaan tepat waktu, dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Index Card Match (Mencari Pasangan) Pada Siswa Kelas IV SDN Sumbersari 01 Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Index Card Match (Mencari Pasangan) Pada Siswa Kelas IV SDN Sumbersari 01 Tahun Pelajaran 2012/2013.

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri.Kompleksnya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia handal dan mampu berkompetensi. Selain itu pendidikan merupakan wadah yang dapat dipandang sebagai pembentuk sumber daya manusia yang bermutu tinggi.

6 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Kreativitas Belajar IPA Melalui Pendekatan Problem Based Learning Siswa Kelas 4 SD Negeri 02 Pilang

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Kreativitas Belajar IPA Melalui Pendekatan Problem Based Learning Siswa Kelas 4 SD Negeri 02 Pilang

Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian (Sugyono:2006). Dalam penelitian ini yang diuji validitaskan adalah Instrumen Kreativitas belajar IPA dapat disajikan pada lampiran 9 yang akan di ujikan pada ahli pakar IPA sebelum melakukan penelitian. Instrumen ini telah dinyatakan valid oleh ahli pakar IPA.

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI   Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Strategi Thinkpair share (TPS) Pada Siswa Kelas V SD Muhammadiyah 10 Tipes Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Strategi Thinkpair share (TPS) Pada Siswa Kelas V SD Muhammadiyah 10 Tipes Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

Dyah Sri Sukamti/ A510120085. PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH 10 TIPES SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. February, 2016

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Kreativitas Belajar IPA Pokok Bahasan Gaya Dengan Menggunakan Metode Group Resume Pada Siswa Kelas IV SDN 01 Paseban Jumapolo Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Peningkatan Kreativitas Belajar IPA Pokok Bahasan Gaya Dengan Menggunakan Metode Group Resume Pada Siswa Kelas IV SDN 01 Paseban Jumapolo Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013.

salah satu faktor kesulitan belajar siswa yang muncul dari guru adalah ketidak tepatan penggunaan pendekatan mengajar yang dilakukan oleh guru. Kebanyakan guru mengajar masih menggunakan pendekatan konvensional. Siswa hanya menerima materi sebatas yang disampaikan oleh guru sehingga siswa cenderung pasif dan keaktifan siswa kurang diperhatikan. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya kreativitas siswa dalam belajar IPA karena mereka tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Pendidikan di Indonesia kebanyakan hanya ditekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban yang benar terhadap soal-soal yang diberikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI METODE  Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Lempong Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR IPA MELALUI METODE Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Lempong Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif mempunyai empat buah komponen pokok yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan kreativitas belajar IPA siswa melalui penerapan metode Problem Solving pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Lempong siklus I mencapai 69,4% dan meningkat serta mencapai hasil optimal pada siklus II 88,6%.

14 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA POKOK BAHASAN ASAM-BASA DAN GARAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERPIMPIN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.

PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA POKOK BAHASAN ASAM-BASA DAN GARAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERPIMPIN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.

Selain lemahnya proses pembelajaran, permasalahan lain adalah rendahnya hasil belajar siswa. Secara operasional terdapat lima variabel utama dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) tujuan pembelajaran, (2) materi pelajaran, (3) metode dan teknik mengajar, (4) guru, dan (5) logistik, (Hamalik, 1990). Semua variabel tersebut saling ketergantungan untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat.

28 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Konsentrasi Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS Di SMA Muhammadiyah 1 Sragen Tahun Ajaran 2013/1014.

PENDAHULUAN Pengaruh Konsentrasi Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS Di SMA Muhammadiyah 1 Sragen Tahun Ajaran 2013/1014.

Kreativitas mencerminkan pemikir yang divergen yaitu kemampuan yang dapat memberikan bermacam-macam alternative jawaban. Kreativitas dapat digunakan untuk memprediksi keberhasilan belajar. Namun sebenarnya setiap orang adalah kreatif. Untuk mendapatkan orang yang demikian perlu adanya latihan dan bimbingan dari orang tua atau pun guru. Menurut Suharman (2005:375) :

Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS), NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT), DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI LINGKARAN DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI DI KABUPATEN SUKOHARJO | Kusumaningr

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS), NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT), DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI LINGKARAN DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI DI KABUPATEN SUKOHARJO | Kusumaningr

Berdasarkan Tabel 1 dan Tabel 5, diperoleh simpulan bahwa Model pembelajaran TSTS menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran NHT dan TPS. Hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian Suparlan (2013) yang menyatakan bahwa model pembelajaran TSTS lebih baik daripada model pembelajaran NHT. Sedangkan model pembelajaran NHT dan TPS menghasilkan prestasi belajar matematika sama baiknya. Ketidaksesuaian hipotesis kedua bahwa model pembelajaran NHT menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model pembelajaran TPS, dengan hasil penelitian bahwa model pembelajaran NHT dan TPS menghasilkan prestasi belajar matematika sama baiknya disebabkan kenyataan di lapangan. Pada penerapan model NHT, saat pembagian kelompok siswa susah diatur untuk membentuk kelompok secara heterogen, saling berebut untuk mendapatkan nomor kepala yang diinginkan, dan kurang siap saat guru akan memanggil salah satu nomor untuk presentasi sehingga proses pembelajaran kurang maksimal. Ketika siswa berdiskusi, tidak semua siswa aktif dalam diskusi kelompok, dan kurangnya komunikasi antara siswa yang lemah dan siswa pintar dalam memecahkan masalah sehingga diskusi kelompok dalam menyelesaikan LKS kurang maksimal, sedangkan pada model pembelajaran TPS cenderung lebih efektif karena tidak ada pembagian kelompok hanya pembagian siswa secara berpasangan sehingga kondisi bisa diatur saat siswa berpasangan dan siswa dapat berkomunikasi dengan baik karena hanya melibatkan dua orang dalam berdiskusi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN

PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN

Dari pengertian para ahli bisa diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki setiap siswa diperoleh dan dicapai berkat adanya usaha dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti atau fikiran yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan dan hasil belajar dapat dilihat melaui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran SAVI pada Siswa Kelas IV SD Negeri Sanggang 02, Bulu, Sukoharjo Tahun 2015/2016.

NASKAH PUBLIKASI Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran SAVI pada Siswa Kelas IV SD Negeri Sanggang 02, Bulu, Sukoharjo Tahun 2015/2016.

Pelaksanaan tindakan pada siklus II pertemuan II dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Pertemuan pertama dilaksanakan pada Kamis, 3 Desember 2015. Kegiatan pembelajaran dimulai pukul 07.00-08.30 WIB, yang diikuti oleh 19 siswa. Pada pertemuan ini diperoleh data mengenai kreativitas belajar siswa yang hasilnya meningkat dari siklus II pertemuan I, yaitu sebagai berikut: 1) Rasa percaya percaya diri yang tinggi sebanyak 18 siswa dengan prosentase 94,73%, 2) Berani mengeluarkan pendapat sebanyak 18 siswa dengan prosentase 94,73%, 3) Melaksanakan pekerjaan tepat waktu sebanyak 17 siswa dengan prosentase 89,47%, 4) Lincah, ulet, dan tidak berputus asa sebanyak 17 siswa dengan prosentase 89,47%, 5) Tidak tergantung pada orang lain (mandiri) sebanyak 17 siswa dengan prosentase 89,47%, 6) Senang dalam kegiatan pembelajaran sebanyak 16 dengan prosentase 84,21%. Hasil belajar IPA siswa yang tuntas sesuai KKM sebanyak 17 siswa atau 89,47% dari jumlah siswa yang ada. Nilai rata-rata kelas 80,94 dengan nilai tertinggi 89 dan nilai terendah 69. Hal ini diperoleh berdasarkan jumlah siswa yang mendapat nilai tinggi dari 70 dalam tes evaluasi yang dilaksanakan diakhir proses pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sudah mencapai indikator pencapaian yaitu ≥75%.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KARANGRAYUNG PURWODADI TAHUN AJARAN 2015 2016

PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KARANGRAYUNG PURWODADI TAHUN AJARAN 2015 2016

Menurut Slameto (2010:176-179), ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah, yaitu: 1) Pemberian angka, pada umumnya setiap siswa ingin mengetahui hasil pekerjaanya, yaitu berupa angka yang diberikan oleh guru. Siswa yang mendapat nilai atau angkanya baik, akan mendorong motivasi belajarnya menjadi lebih besar. Sebaliknya siswa yang mendapat nilai atau angka kurang, akan menimbulkan frustasi atau dapat juga menjadi pendorong agar belajar lebih baik; 2) Pujian, pemberian pujian pada siswa atas hal-hal yang telah dilakukan dengan berhasil sangat besar manfaatnya sebagai pendorong dalam belajar. Dengan pujian ini merupakan suatu bentuk penguatan yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Dengan pujian yang tepat akan menumbuhkan suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar pada diri siswa.Selanjutnya 3) Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Dengan adanya persaingan, baik persaingan individual maupunkelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, karena dengan persaingan akan tertanam dalam diri siswa untuk menjadi yang terbaik dan pertama; 4) Tujuan yang diakui. Rumusan tujuan yang baik dan diakui oleh siswa, merupakan alat motivasi yang penting. Sebab, dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan bagi siswa, maka akan timbul keinginan yang kuat pada diri siswa untuk terus belajar. Dalam suatu proses belajar mengajar, guru menghadapi banyak siswa. Masing-masing siswa memiliki karakteristik dan motivasi belajar yang berbeda-beda.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran SAVI pada Siswa Kelas IV SD Negeri Sanggang 02, Bulu, Sukoharjo Tahun 2015/2016.

PENDAHULUAN Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran SAVI pada Siswa Kelas IV SD Negeri Sanggang 02, Bulu, Sukoharjo Tahun 2015/2016.

Pendidikan pada hakekatnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap manusia karena dengan pendidikan manusia dapat berdaya guna dan mandiri. Selain itu, pendidikan sangat penting dalam pembangunan maka tidak salah jika pemerintah senantiasa mengusahakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Menur ut Mu’arif (2009: 17), menyatakan bahwa “P endidikan adalah usaha yang dijalankan dengan sengaja, teratur, dan berencana dengan maksud mengubah tingkah laku manusia ke arah yang diinginkan sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan sengaja, teratur, dan berencana ” . Mutu pendidikan dapat meningkat dilihat dari keberhasilan dalam pendidikan. Keberhasilan tersebut salah satunya tergantung dari kreativitas dan meningkatnya hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...