Krim Pelembab Wajah

Top PDF Krim Pelembab Wajah:

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Prior Experience dan Advertising terhadap Ketidakpuasaan Konsumen melakukan Brand Switching dalam pembelian produk krim pelembab wajah (studi Kasus Perumahan Permata Hijau). Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalah warga di perumahan Permata Hijau Jln. Orde Baru yang pernah melakukan brand switching produk krim pelembab wajah dengan sampel sebanyak 70 orang yang diperoleh dengan menggunakan data kategori. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan path analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel prior experience, advertising dan ketidakpuasaan konsumen berpengaruh dan signifikan terhadap brand switching. Melalui pengujian Determinasi yang disesuaikan (Adjested R Square) untuk uji Koefesien Determinan Prior Experience dan Andvertising Terhadap Ketidakpuasaan Konsumen diperoleh nilai sebesar 0,669 atau 66,9% ketidakpuasaan konsumen dapat dijelaskan oleh pengalaman sebelumnya dan iklan sedangkan sisanya 33,1% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Untuk uji Koefesien Determinan PengaruhPrior Experience, Advertising dan Ketidakpuasaan Konsumen terhadap Brand Switching diperoleh nilai sebesar 0,778 atau 77,8% perpindahan merek krim pelembab wajah dapat dijelaskan oleh pengalaman sebelumnya, iklan dan ketidakpuasaan konsumen sedangkan sisanya 22,2% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Saya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelasaikan tugas akhir di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Medan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengalaman sebelumnya (prior experience) dan iklan (advertising) terhadap ketidakpuasan konsumen melakukan perpindahan merek (brand switching) dalam pembelian produk krim pelembab wajah (studi kasus Perumahan

26 Baca lebih lajut

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Prior Experience dan Advertising terhadap Ketidakpuasaan Konsumen melakukan Brand Switching dalam pembelian produk krim pelembab wajah (studi Kasus Perumahan Permata Hijau). Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalah warga di perumahan Permata Hijau Jln. Orde Baru yang pernah melakukan brand switching produk krim pelembab wajah dengan sampel sebanyak 70 orang yang diperoleh dengan menggunakan data kategori. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan path analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel prior experience, advertising dan ketidakpuasaan konsumen berpengaruh dan signifikan terhadap brand switching. Melalui pengujian Determinasi yang disesuaikan (Adjested R Square) untuk uji Koefesien Determinan Prior Experience dan Andvertising Terhadap Ketidakpuasaan Konsumen diperoleh nilai sebesar 0,669 atau 66,9% ketidakpuasaan konsumen dapat dijelaskan oleh pengalaman sebelumnya dan iklan sedangkan sisanya 33,1% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Untuk uji Koefesien Determinan PengaruhPrior Experience, Advertising dan Ketidakpuasaan Konsumen terhadap Brand Switching diperoleh nilai sebesar 0,778 atau 77,8% perpindahan merek krim pelembab wajah dapat dijelaskan oleh pengalaman sebelumnya, iklan dan ketidakpuasaan konsumen sedangkan sisanya 22,2% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis minyak babi pada krim pelembab wajah yang mengandung minyak zaitun dengan menggunakan Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR)

Analisis minyak babi pada krim pelembab wajah yang mengandung minyak zaitun dengan menggunakan Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan profil spektrum minyak babi dan minyak zaitun dalam formulasi krim pelembab wajah dengan menggunakan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR. Minyak babi yang digunakan dibuat dari jaringan lemak babi bagian abdomen lalu diproses menjadi minyak. Data hasil analisis FTIR dikombinasikan dengan kemometrik, Principal Component Analysis untuk klasifikasi dan kalibrasi multivariat jenis Partial Least Square (PLS) untuk analisis kuantitatif. Gabungan kedua metode ini cukup efektif dan akurat untuk menganalisis campuran minyak dalam sampel krim. Presentase kadar minyak babi dalam campuran minyak zaitun mempunyai korelasi yang dekat dengan nilai prediksi FTIR pada data absorban dari daerah 3008 cm -1 dan 1500-1000 cm -1 dengan R 2 sebesar 0,9774 untuk
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Saat ini, Periklanan (advertising) di Indonesia sudah sangat maju dan berkembang pesat. Ini bisa di lihat dari semakin banyaknya iklan yang menarik perhatian konsumen.Setiap hari siaran televisi dipenuhi oleh iklan krim pelembab wajah dengan berbagai merek. Hal tersebut menyebabkan persaingan di dalam dunia periklanan menjadi sangat ketat.Karena iklan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyampaikan informasi tentang produk yang akan dipasarkan dan membuat calon konsumen aware terhadap produk tersebut.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Misalnya orang yang sudah pernah membeli produk bedak wajah di suatu Toko untuk kedua kalinya atau lebih, maka orang tersebut memahami produk bedak wajah, karena ada proses mempelajari yang dilakukan oleh konsumen melalui iklan baik media iklan elektronik ataupun iklan media cetak, dan ketika berlangsungnya proses penyampaian informasi produk yang dilakukan oleh penjual, sehingga ada proses belajar secara terus menerus yang dilakukan setiap melakukan pembelian.

32 Baca lebih lajut

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Pengaruh Prior Experience Dan Advertising Terhadap Ketidakpuasan Konsumen Melakukan Brand Switching Dalam Pembelian Produk Krim Pelembab Wajah (Studi Kasus Perumahan Pertama Hijau)

Pengaruh Ketidakpuasaan Konsumen dan Kebutuhan Mencari Variasi Terhadap Perpindahan Merek Dunkin Donuts ke J.Co Donuts and Cafe Pada Mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Uta[r]

3 Baca lebih lajut

Analisis minyak babi pada krim pelembab yang mengandung minyak inti sawit dengan Menggunakan Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR)

Analisis minyak babi pada krim pelembab yang mengandung minyak inti sawit dengan Menggunakan Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR)

Hasil dari analisis PCA berupa score, loadings dan factor. Hasil score dari PCA dapat dilihat pada Gambar 4.8. Gambar tersebut menunjukkan adanya empat kuadran permisalan yang dapat membedakan minyak babi dan minyak inti sawit. Pada gambar 4.8 “MB” ii y r atkan untuk minyak babi. Sampel krim pelembab wajah dengan konsenterasi minyak babi 0% terletak pada kuadran I, sedangkan sampel krim pelembab wajah dengan konsenterasi minyak babi 20% terletak di daerah kuadran III dan sampel krim pelembab wajah lainnya yang telah dikombinasikan dengan beberapa konsentrasi minyak babi terletak jauh secara berkelompok di daerah kuadran IV.Gambar tersebut dapat membuktikan bahwa minyak inti sawit dan minyak babi dapat dibedakan secara berkelompok. Semakin tinggi konsentrasi minyak babi, maka akan semakin berkumpul pada satu titik di dalam suatu kuadran dan menandakan bahwa kelompok tersebut merupakan kelompok minyak dengan jenis yang sama.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Perbandingan Efektivitas Krim Metronidazol 1% dan Krim Ketokonazol 2% pada Dermatitis Seboroik di Wajah

Perbandingan Efektivitas Krim Metronidazol 1% dan Krim Ketokonazol 2% pada Dermatitis Seboroik di Wajah

Dermatitis seboroik (DS) merupakan penyakit inflamasi kronis, kambuhan dan superfisial, ditandai papul, eritem dan skuama pada scalp, alis mata, telinga, garis nasolabial, dada, punggung dan daerah fleksural yang banyak kelenjar sebaseus. 1,2 Perjalanan penyakit DS yang rekuren memerlukan pengobatan periodik untuk menjaga agar penyakit tetap pada fase remisi. Pengobatan DS dapat terjadi resisten dan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, terutama jika lesi DS ditemukan pada wajah. Tujuan utama terapi DS adalah mengontrol gejala, sehingga pengobatan DS cenderung fokus pada agen antiinflamasi. Ketokonazol merupakan pengobatan standar DS yang sudah banyak diteliti dan telah diketahui efikasi serta keamanannya untuk terapi topikal DS. Ketokonazol topikal memiliki efek antijamur terhadap Malassezia sp. namun efek antiinflamasi setara dengan krim hidrokortison 1% (antiinflamasi ringan). 4,5
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Usia dewasa, kulit mengalami beberapa perubahan, sesuai dengan bertambahnya usia, seperti usia 20-30 tahun. Pada usia ini kulit berada pada kondisi yang paling optimal, perkembangan pembuluh darah, kolagenmencapai puncaknya. Pergantian sel kulit mati dengan yang baru berjalan dengan baik. Perawatan kulit pada usia ini tidaklah rumit, hanya diperlukan perawatan standar berupa pembersih, sabun dan penyegar, jangan lupa menggunakan pelembab minimal 2 kali sehari. Sebaiknya dioleskan setiap setelah mandi (Muliyawan dan Suriana, 2013).

77 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

c. Humektan: Suatu zat yang berfungsi sebagai pelembab kulit. Berbagai macam humektan digunakan dalam kosmetik termasuk alkohol polihidrat seperti gliserin, propilen glikol, dan sorbitol. Humektan memainkan peran penting dalam kosmetik, yaitu untuk mempertahankan kadar air pada kulit dan mampu menarik air dari udara serta menahan air agar tidak menguap.

15 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Hasil: Hasil uji homogenitas menunjukkkan bahwa sediaan krim yang dihasilkan homogen, tipe emulsi minyak dalam air, memiliki pH 5,16-5,87, stabil dalam penyimpanan 12 minggu, tidak mengiritasi kulit, dan memiliki kemampuan meningkatkan kelembaban kulit dengan rata-rata persentasenya yaitu F0 (Blanko): 7,59%, F1 (minyak wijen 2,5%): 19,06%, F2 (minyak wijen 5%): 25,28%, F3 (minyak wijen 7,5%): 30,89%, F4 (minyak wijen 10%): 39,89%, F5 (gliserin 2%): 24,98%, dimana semakin tinggi konsentrasi minyak wijen yang ditambahkan pada sediaan krim, maka semakin tinggi pula kemampuannya meningkatkan kelembaban kulit.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

3.1 Formula sediaan krim yang dibuat ............................................. 22 4.1 Data hasil penentuan tipe emulsi sediaan ................................... 27 4.2 Data pengukuran pH sediaan krim pada saat selesai dibuat ........... 28 4.3 Data pengukuran pH sediaan krim setelah penyimpanan selama

13 Baca lebih lajut

Analisa Kandungan Merkuri (Hg) Pada Sediaan Krim Malam yang Ada di Klinik Kecantikan dan yang Dijual Bebas di Kota Medan Tahun 2015

Analisa Kandungan Merkuri (Hg) Pada Sediaan Krim Malam yang Ada di Klinik Kecantikan dan yang Dijual Bebas di Kota Medan Tahun 2015

Produk Kosmetik khususnya krim malam yang berfungsi sebagai krim pemutih wajah banyak beredar di Kota Medan, ada yang berasal dari Klinik Kecantikan maupun yang di jual bebas di pasaran. Hasil pengawasan Badan POM RI pada tahun 2014/2015 dibeberapa provinsi salah satunya di Kota Medan, ditemukan 27 merek kosmetik yang mengandung bahan yang di larang digunakan dalam kosmetik yaitu : Merkuri (Hg), Hidroquinon > 2%, zat warna Rhodamin B. Penggunaan merkuri dalam krim pemutih dikarenakan merkuri memiliki aktivitas untuk menghambat kerja enzim tirosinase yang berperan dalam proses pembentukan melanin. Adapun bahan alami dan aman bagi kulit wajah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemutih yang alami seperti : kafein, coenzyme Q10, dan vitamin C. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan merkuri (Hg) pada Sediaan Krim Malam yang ada di Klinik Kecantikan dan yang di jual bebas di Kota Medan Tahun 2015.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami)   Sebagai Pelembab Kulit Dalam   Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala limpahan berkat, rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini serta shalawat beriring salam untuk Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan. Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul “Penggunaan Minyak Wijen (Oleum sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim.

77 Baca lebih lajut

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan - Formulasi sediaan pelembab perasan buah jeruk bali (citrus maxima) dalam bentuk sediaan krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan - Formulasi sediaan pelembab perasan buah jeruk bali (citrus maxima) dalam bentuk sediaan krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Indah, M. D. H., 2014, „Formulasi krim tabir surya ekstrak jahe emprit (Zingiber officinale roxb ) dalam bentuk sediaan krim‟. Skripsi. Sarjana Farmasi. Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya. Iswari Tranggono. Retno, Latifah. Fatma, 2007, Buku Pegangan Ilmu

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KRIM MALAM TERHADAP PENIPISAN KULIT WAJAH.

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KRIM MALAM TERHADAP PENIPISAN KULIT WAJAH.

Penggunaan kosmetik perawatan dalam hal ini krim malam tidak selalu hanya mendatangkan manfaat tapi juga mendatangkan efek samping. Efek samping dan komplikasi yang terjadi dapat berupa rasa gatal, panas dan memerah dari kulit yang mengalami penipisan yang dapat terjadi dari beberapa hari sampai beberapa bulan.

8 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Menyatakan bersedia menjadi sukarelawan untuk uji kelembaban kulit yang dilakukan selama 1 bulan dan uji iritasi selama 2 hari dalam penelitian Gusmely Siregar dengan judul “Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum sesami ) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim”dan memenuhi kriteria sebagai sukarelawan uji sebagai berikut (Ditjen POM,1985).

26 Baca lebih lajut

Perbandingan Efektivitas Krim Metronidazol 1% dan Krim Ketokonazol 2% pada Dermatitis Seboroik di Wajah

Perbandingan Efektivitas Krim Metronidazol 1% dan Krim Ketokonazol 2% pada Dermatitis Seboroik di Wajah

wajah. Pengobatan dipakai selama 4 pekan kemudian dievaluasi menggunakan skor SASI- F. Subjek yang memenuhi kriteria dan menandatangani persetujuan (informed consent) setelah penjelasan diikutsertakan dalam penelitian ini. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah pasien usia kurang dari 12 tahun; pasien yang didiagnosis rosasea, sebopsoriasis, penyakit Parkinson, HIV/AIDS; hamil dan menyusui; pasien yangtelah mendapat terapi kortikosteroid atau antijamur; yang sedang mendapat terapi radioterapi, obat imunosupresan, asam retinoat topikal, isotretinoin oral dan kemoterapi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perbandingan Efektivitas Krim Metronidazol 1% dan Krim Ketokonazol 2% pada Dermatitis Seboroik di Wajah

Perbandingan Efektivitas Krim Metronidazol 1% dan Krim Ketokonazol 2% pada Dermatitis Seboroik di Wajah

Setiap subjek akan dilakukan anamnesis; penilaian skor SASI-F; mengukur kadar sebum untuk menentukan tipe kulit. Jumlah total sampel penelitian 64 orang, dibagi menjadi 2 kelompok untuk mendapatkan krim metronidazol 1% atau krim ketokonazol 2% berdasarkan hasil random alokasi Epicalc2000 ® . Tiap subjek diberikan penjelasan mengenai cara pemakaian obat, kemudian dilakukan evaluasi pengobatan dengan menilai skor SASI-F setelah 4 pekan. Penilaian SASI-F dijelaskan pada Tabel 1.

8 Baca lebih lajut

Show all 3247 documents...