kromosom Y

Top PDF kromosom Y:

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Amplifikasi PCR Kromosom Y dari Beberapa Suku di Papua dengan Penanda Molekuler Primer M9G T2 422009013 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Amplifikasi PCR Kromosom Y dari Beberapa Suku di Papua dengan Penanda Molekuler Primer M9G T2 422009013 BAB II

Thomas Hunt Morgan (1910) menunjukkan bahwa gen terletak di kromosom. Asam nukleat merupakan sebuah polimer nukleotida yang berperan dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik (polinukleotida). Asam nukleat terdapat dalam 2 bentuk yaitu: Asam Deoksiribosa (DNA) dan Asam Ribosa (RNA). Keduanya merupakan polimer linier, tidak bercabang dan tersusun dari subunit-subunit yang disebut nukleotida. Nukloetida merupakan dasar penyusun asam nkleat, RNA dan DNA dimana strukturnya terdiri dari Basa, Gula dan Phospat.

8 Baca lebih lajut

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kontrol tanpa batasan umur diambil dari populasi laki-laki normal yang datang ke Pusat Riset Biomedik. Laki-laki normal yang dimaksud adalah laki-laki dewasa yang telah berkeluarga dan mempunyai anak. Dasar pemikiran pengambilan populasi ini sebagai kontrol adalah bahwa pada kromosom Y terdapat faktor penentu fertilitas (gen AZFa, AZFb, dan AZFc), maka berarti bahwa laki-laki dewasa yang telah berkeluarga dan mempunyai anak tidak mengalami kelainan pada gen ini sehingga memiliki kromosom Y yang normal secara struktural. Kontrol juga tidak dibatasi berdasarkan umur oleh karena dalam literatur tidak disebutkan bahwa panjang kromosom Y berbeda berdasarkan umur seorang laki-laki. Data hasil pengukuran panjang kromosom Y pada kontrol ini akan digunakan untuk perbandingan dengan panjang kromosom Y penderita ambigus genitalia.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

KLASIFIKASI SPERMATOZOA SAPI PEMBAWA KROMOSOM X ATAU Y DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE

KLASIFIKASI SPERMATOZOA SAPI PEMBAWA KROMOSOM X ATAU Y DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE

yang digunakan untuk mewarnai sel spermatozoa. Persiapan yang dilakukan sebelum penelitian adalah penyediaan alat, persiapan vagina buatan, pembuatan dan pengujian larutan NaCl dan formalin, dan pemeriksaan baku. Pengambilan semen sapi dilakukan dengan menggunakan vagina buatan. Alat-alat pemeriksaan semen disiapkan dalam kondisi bersih dan siap untuk digunakan. Penelitian yang peneliti lakukan pada saat ini adalah mengklasifikasikan mana yang termasuk spermatozoa pembawa kromosom x, dan mana spermatozoa pembawa kromosom y untuk memberikan informasi tentang perbedaan spermatozoa pembawa kromosom x dan y, sehingga dapat mempercepat dalam penentuan kolom albumen pada proses sexing. Dalam penelitian ini peneliti membuat larutan formalin dan NaCl dengan konsentrasi perbandingan 3:2 pada tabung reaksi 1, tabung reaksi 2 (2:1), tabung reaksi 3 (3:1), tabung reaksi 4 (6:5) kemudian dilakukan pengujian larutan dengan perbandingan yang mana yang dapat memperoleh hasil sel spermatozoa dengan posisi, bentuk yang utuh dan sempurna. Pada penelitian ini diperoleh larutan formalin dan NaCl dengan perbandingan 6:5 sebagai pengencer yang dapat menghasilkan sampel sesuai harapan. Dari perbandingan pengencer tesebut di atas mengadung 1% formalin. Pembuatan preparat ulas diusahakan setipis mungkin. Dilakukan fiksasi di atas api bunsen, setelah itu dilakukan pemeriksaan di mikroskop dengan perbesaran 1000X. dilakukan pengambilan gambar sebanyak 30 sel spermatozoa pada mikroskop camera flea3 tipe FL3-U3-13S2C-CS, Point Grey.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI GENETIK KETURUNAN SOROH PANDE DI KECAMATAN SERIRIT, BULELENG BERDASARKAN DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y.

IDENTIFIKASI GENETIK KETURUNAN SOROH PANDE DI KECAMATAN SERIRIT, BULELENG BERDASARKAN DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y.

Soroh Pande merupakan salah satu dari soroh/klan di dalam masyarakat Bali yang tersebar di seluruh pulau Bali termasuk di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Penelitian soroh Pande ini bertujuan untuk mengetahui variasi ragam alel yang ada pada masyarakat Pande di Seririt dan luar Seririt menggunakan analisis DNA mikrosatelit kromosom Y diantaranya DYS19, DYS390, DYS393, DYS 395. Penelitian ini juga untuk menambah genetic data base DNA masyarakat Bali guna kepentingan penelusuran forensik ke depannya. Dalam penelitian ini didapatkan 21 variasi ragam alel dan 25 haplotipe dengan nilai heterozigositas tertinggi pada lokus DYS19 sebesar 0,75 ± 0,03 dengan rata-rata keempat lokus sebesar 0,72 ± 0,03. Kekerabatan yang diperoleh antar masyarakar soroh Pande di Kecamatan Seririt tidak mengelompok berdasarkan hubungan dadianya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

POLIMORFISME ALEL DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y PADA POPULASI SAPI MADURA (Bos javanicus)

POLIMORFISME ALEL DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y PADA POPULASI SAPI MADURA (Bos javanicus)

Keywords: Pola Alel, DNA Mikrosatelit, Kromosom Y, dan Sapi Madura Cow livestock was one of the livestock which was given large contribution in national meat preparation to fulfill peop[r]

1 Baca lebih lajut

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Berdasarkan penelitian terdahulu, telah diketahui bahwa ukuran panjang kromosom Y berbeda di antara berbagai populasi, sedangkan sampel dalam penelitian ini tidak ditentukan secara khusus berdasarkan suku atau populasinya, hanya mewakili populasi dengan ambigus genitalia. Ukuran panjang kromosom Y antara sampel dengan kontrol orang normal yang tidak berbeda bermakna ini tidak menyingkirkan kemungkinan adanya mutasi genetik yang menyebabkan terjadinya fenotip yang berbeda. Hal ini sekaligus menekankan pentingnya pemeriksaan molekuler untuk mengetahui adanya mutasi genetik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KERAGAMAN GENETIK DNA Y-KROMOSOM PADA ENAM RUMPUN KAMBING LOKAL INDONESIA

KERAGAMAN GENETIK DNA Y-KROMOSOM PADA ENAM RUMPUN KAMBING LOKAL INDONESIA

Kromosom Y pada bagian sekuen SRY telah diteliti hubungan dan keragaman genetik enam rumpun kambing lokal Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi keragaman koromosom Y. Sebanyak 18 sampel dipilih dari 77 sampel darah kambing jantan yang dikoleksi yang terdiri masing- masing 3 sampel per kelompok 6 sub populasi kambing (rumpun). Sebanyak 14 sampel dipilih dari 36 sampel darah yang dikoleksi yang terdiri masing-masing 3 sampel per kelompok kambing yaitu kambing rumpun Kacang dari Kabupaten Deli Serdang, kambing rumpun Muara dari Kabupaten Tapanuli Utara, kambing rumpun Samosir dari Kabupaten Samosir di Propinsi Sumatera Utara; kambing rumpun Marica dari Kabupaten Maros, Kota Makassar, Kabupaten Jeneponto di Propinsi Sulawesi Selatan; kambing rumpun Jawarandu dari Kabupaten Blora di Propinsi Jawa Tengah; dan kambing rumpun Benggala dari Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 13 situs nukleotida yang terdiri dari 499 bp nukleotida yang dianalisis. Dijumpai 4 situs haplotip dari 6 situs yang plimorfis dari SRY nukleotida. Nilai keragaman Y-kromosom adalah 0,004±0,002. Asal usul keturunan menurut garis bapak (pejantan) 6 rumpun kambing lokal Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu: kekerabatan kambing Kacang lebih dekat dengan Kambing Jawarandu, Kambing Marica lebih dekat dengan Kambing Samosir, kambing Benggala lebih dekat dengan Kambing Muara
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ABNORMALITAS KROMOSOM Y PADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA Tesis Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat[r]

1 Baca lebih lajut

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

kromosom Y diduga mempunyai pengaruh terhadap fenotip seks secara tidak langsung. 8 Hal ini dapat dipahami oleh karena kromosom Y mengandung lokus krusial untuk diferensiasi seksual. 6 Mutasi pada regio determinasi seksual (SRY) pada lengan pendek kromosom Y (Yp) dapat menyebabkan seorang individu XY menjadi seorang wanita dan sebaliknya seorang dengan kariotip 45,X yang disertai insersi SRY akan berfenotip seperti seorang laki-laki. 9 Kromosom Y juga diperlukan dalam proses spermatogenesis pada laki-laki 10 dan hilangnya suatu sekuen dari regio eukromatin pada lengan panjang kromosom Y, diduga sebagai penyebab utama infertilitas pada laki-laki. 11
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Amplifikasi PCR Kromosom Y dari Beberapa Suku di Papua dengan Penanda Molekuler Primer M9G

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Amplifikasi PCR Kromosom Y dari Beberapa Suku di Papua dengan Penanda Molekuler Primer M9G

Papua merupakan salah satu pulau yang terbesar di Indonesia dengan berbagai keragaman suku, bahasa dan budaya. Akan sangat menarik untuk mengkaji kembali mengenai keanekaragaman itu semua dengan penanda molekuler yang ada berupa DNA kromosom Y. Metode yang digunakan adalah dengan amplifikasi PCR untuk melihat target fragment yang diinginkan dengan menggunakan penanda (marker) M9 yang merupakan marker umum yang hampir ada di seluruh dunia termasuk di Papua, yang termasuk dalam golongan ras Melanesia. DNA kromosom Y dari beberapa suku besar yang ada di Papua bersifat polimorfik dengan hasil panjang fragment target yang sama, walaupun adanya perbedaan suhu dalam mencapai target yang diinginkan sesuai dengan primer yang digunakan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik untuk mengetahui adanya abnormalitas kromosom Y pada penderita ambigus genitalia. Abnormalitas kromosom Y dideskripsikan berdasarkan ada atau tidaknya aberasi struktur kromosom Y dan dilakukan analisis terhadap perbedaan panjang kromosom Y antara penderita ambigus genitalia dengan laki-laki normal yang datang ke Pusat Riset Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian dilakukan dari bulan September 2007 sampai dengan Agustus 2008.

11 Baca lebih lajut

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ABNORMALITAS KROMOSOM YPADA PENDERITA AMBIGUS GENITALIA Y CHROMOSOME ABNORMALITY IN PATIENTS WITH AMBIGUOUS GENITALIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Peran krusial kromosom Y juga dapat dijelaskan antara lain dari sejumlah penelitian yang menunjukkan kelainan kromosom Y pada laki-laki dengan infertilitas. 8 Berdasarkan penelitian tersebut tampak bahwa kromosom Y juga diperlukan dalam proses spermatogenesis pada laki-laki. 27 Hilangnya suatu sekuen dari regio eukromatin pada lengan panjang kromosom Y, diduga sebagai penyebab utama infertilitas pada laki-laki. 12 Pada 10-20% laki-laki berfenotip normal yang mengalami infertilitas idiopatik, terdapat mikrodelesi pada regio eukromatik kromosom Y lengan panjang (Yq11) yang menyebabkan hilangnya gen yang penting untuk fertilitas yaitu azoospermia factor (AZF). 10,12
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

laporan praktikum kromosom politen Indonesia

laporan praktikum kromosom politen Indonesia

Kromosom politen merupakan gabungan dari beberapa kromosom yang saling bersinapsis menjadi satu kromosom, bentuknya seperti kromosom normal namun memiliki banyak lengan panjang yang berukuran besar . Terjadi akibat peristiwa endoreduplikasi, yaitu replikasi berulang tanpa diiringi pembelahan sel atau pembelahan mitotik. Struktur pada kromosom politen terdiri atas lengan-lengan kromosom yang saling bersinapsis dan berpusat pada kromosenter, pola pita gelap-terang yaitu band (gelap) dan interband (terang), serta puff, yaitu bagian kromosom yang menggembung sehingga DNA terekspos dan aktif melakukan proses transkripsi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI KROMOSOM SIDAT BICOLOR, Anguilla bicolor bicolor McClelland, 1844 DI WAY SEMANGKA, LAMPUNG | Genisa | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 2941 5150 1 PB

KARAKTERISASI KROMOSOM SIDAT BICOLOR, Anguilla bicolor bicolor McClelland, 1844 DI WAY SEMANGKA, LAMPUNG | Genisa | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 2941 5150 1 PB

Sepuluh ekor sidat bicolor ( Anguilla bicolor bicolor) dewasa yang panjang tubuhnya 31-33 cm diperoleh dari Way Semangka Lampung. Preparasi kromosom dilakukan dengan metode splash menggunakan kultur sel darah mengacu pada Amemiya et al. (1984) dan Session (1996) dengan dimodi fi kasi. Darah sidat bicolor diambil sebanyak 0,5 ml dimasukkan ke dalam flask kultur steril yang berisi 7 ml medium kultur (10 ml Fetal Bouvine Serum (FBS), 2 ml penicilin streptomicin, 0,5 ml fungizon dan ditambahkan dalam phytohemaglutinin (PHA) sebanyak 87,5 ml media Dulbecco’s Moddifi ed Eagle Medium (DMEM), pH 7,2- 7,4. Medium 0,1 ml ditambahkan pada kultur darah dalam fl ask. Darah yang dikultur diinkubasi pada suhu 37 ± 0,5 o C dengan kadar CO
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Peran Kromosom dan Gen kromosom

Peran Kromosom dan Gen kromosom

Peran Kromosom dalam Membawa Sifat Individu DNA merupakan molekul panjang yang menyimpan informasi genetik.Total informasi genetis yang di dalam DNA suatu sel disebut genom.Genom DNA[r]

4 Baca lebih lajut

VARIASI ALEL DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y PADA POPULASI SAPI PERANAKAN ONGOLE (Bos indicus)

VARIASI ALEL DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y PADA POPULASI SAPI PERANAKAN ONGOLE (Bos indicus)

characteristics of the microsatelite of its Y chromosom on the Ongole (P.O) cows breeding. This i a descriptive study using the complete blod cell as DNA source a genus of 18 P.O individuals. The data of this study are the DNA alel microsatellite which are then analyzed by using an alel frequency , heterogenity, Hardy- Weinberg (HWE) balance testing and polymorphic information content locus (PIC).

1 Baca lebih lajut

dr. Triwani   Faktor Genetik sebagai salah satu penyebab infertilitas pria

dr. Triwani Faktor Genetik sebagai salah satu penyebab infertilitas pria

Sindrom XYY mempunyai insiden 1:1000 dari kelahiran hidup. Kurang dari 2% pria dengan kariotp 47,XYY kemungkinan infertil. Adanya ekstra kromosom Y (86%) paternal meiotic II nondisjunction, kasus lainnya ada hubungan dengan masalah postzygotic. Fenotip terdiri dari tubuh yang tinggi, perilaku yang agresif dan antisosial dan berisiko tinggi untuk menderita leukemia. Penelitian yang terpusat pada komplemen kromosom pada sperma yang matang dari pria XYY memperlihatkan bahwa sangat sedikit sperma (<1%) yang mengandung sex chromosomal disomy (YY, XX, XY). Penemuan ini mendukung hipotesis bahwa ekstra kromosom-Y bisa disingkirkan pada saat meiosis, selama pembentukan spermatogenesis, dan memperlihatkan bahwa pria dengan sindrom 47,XYY bisa mempunyai ayah dengan kariotip normal 28 .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Gender Dan Stereotype.

Gender Dan Stereotype.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa yang menjadi perbedaan di antara perempuan dan laki-laki adalah kromosom XX dan XY, walaupun ukuran kromosom Y lebih kecil namun ternyata mampu menjadi faktor pembeda yang signifikan di dalam fisik manusia. Untuk itu menurut studi Hamer (Hamer, Hu, Magnuson, Hu, & Pattatucci, 1993), jika terdapat gangguan pada kromosom Y pada pria maka akan mempengaruhi perilaku seksualnya, hal ini merujuk pada pernyataan : the presence of an X-linked gene contributing to homosexuality in males 14 .
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

MODUL PEMBELAJARAN MATERI GENETIK

MODUL PEMBELAJARAN MATERI GENETIK

Menurut campbell and reece (2008:271) perempuan memiliki sepasang kromosom X homolog (XX), sedangkan pada laki-laki memiliki satu kromosom X dan datu kromosom Y (XY). Hanya sebagian kecil X dan Y yang homolog. Sebagian besar kromosom X tidak memiliki pasangan di Y yang mungil, dan kromosom Y mengandung beberapa gen yang tidak ada di X. Karena itu kromosom seks dapat menentukan jenis kelamin seseorang.

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...