KTT ASEAN

Top PDF KTT ASEAN:

Tinjauan tentang e commerce di KTT ASEAN AS 2016

Tinjauan tentang e commerce di KTT ASEAN AS 2016

Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN-AS (Special ASEAN-US Summit) di Sunnyland, Amerika Serikat, pada Februari 2016, menjadi suatu momentum bagi ASEAN guna menunjang proses integrasi kawasan. Jika ditinjau dari segi ekonomi, kerja sama ASEAN-AS membuka ruang bagi pengembangan daya saing kewirausahaan, khususnya bagi pelaku UMKM, melalui pemanfaatan ekonomi digital. Ada 3 hal yang menjadi alasan ASEAN perlu meningkatkan hubungan strategis tersebut. Pertama, kerja sama itu pada prinsipnya sejalan dengan tujuan dari implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 khususnya pilar keempat, yakni terintegrasi dengan perekonomian global.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BENTUK INTEGRASI ANTAR NEGARA kereta

BENTUK INTEGRASI ANTAR NEGARA kereta

APSC membayangkan ASEAN untuk menjadi komunitas aturan berbasis nilai-nilai dan norma-norma bersama; daerah kohesif, damai, stabil dan tangguh dengan tanggung jawab bersama untuk keamanan komprehensif; serta wilayah yang dinamis dan berorientasi ke luar di dunia yang semakin terintegrasi dan saling tergantung. APSC Blueprint dipandu oleh Piagam ASEAN dan prinsip-prinsip dan tujuan yang terkandung di dalamnya. Ini menyediakan peta jalan dan jadwal untuk membangun APSC pada tahun 2015. Hal ini juga menyisakan ruang untuk fleksibilitas untuk melanjutkan program / kegiatan di luar 2015 untuk mempertahankan maknanya dan memiliki kualitas yang abadi. The APSC Blueprint diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN ke-14 pada tanggal 1 Maret 2009 di Cha-am /Hua Hin, Thailand. 3
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PKN  UH Organisasi Internasional docx

PKN UH Organisasi Internasional docx

politik, social, dan kebudayaan 15.Berdasarkan hasil keputusan KTT ASEAN di bali 1976, dalam struktur organisasi ASEAN yang mempunyai kekuasaan tertinggi adalah….. Sekretaris Jenderal A[r]

4 Baca lebih lajut

MEA Masyarakat Ekonomi Asean Tantangan a

MEA Masyarakat Ekonomi Asean Tantangan a

Beberapa waktu kemudian tepatnya pada bulan Oktober 2003 ketika KTT ASEAN di Bali, Indonesia menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional dikawasan Asia Tenggara yang akan diberlakukan pada tahun 2020. Namun demikian nyatanya kita mengetahui bahwa tahun 2015 ini merupakan awal tahun diberlakukannya MEA. Hal tersebut sesuai dengan Deklarasi Cebu yang merupakan salah satu hasil dari KTT ASEAN yang ke-12 pada Januari 2007. Pada KTT tersebut para pemimpin ASEAN besepakat untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas baik barang maupunjasa, investasi, tenaga kerja profesional, dan juga aliran modal (dana
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

BAB II ASEAN Economic Community AEC II.1

BAB II ASEAN Economic Community AEC II.1

Pada KTT ASEAN Ke-13 di Singapura, bulan Nopember 2007, telah disepakati Blueprint for the ASEAN Economic Community (AEC Blueprint) yang akan digunakan sebagai peta kebijakan (roadmap) guna mentransformasikan ASEAN menjadi suatu pasar tunggal dan basis produksi, kawasan yang kompetitif dan terintegrasi dengan ekonomi global. AEC Blueprint juga akan mendukung ASEAN menjadi kawasan yang berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi yang makin berkurang. Sebagai upaya untuk memfasilitasi perdagangan di tingkat nasional dan ASEAN sebagaimana tertuang dalam AEC Blueprint 2015, Indonesia telah melakukan peluncuran National Single Window (NSW) dalam kerangka ASEAN Single Window (ASW) pada tanggal 17 Desember 2007. Menurut rencana ASW akan diimplementasikan pada tahun 2009.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Apa yang harus Anda ketahui tentang Masy (2)

Apa yang harus Anda ketahui tentang Masy (2)

Pada KTT Bali pada bulan Oktober 2003, para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2020, ASEAN Security Community dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN dua pilar yang tidak terpisahkan dari Komunitas ASEAN. Semua pihak diharapkan untuk bekerja secara yang kuat dalam membangun Komunitas ASEAN pada tahun 2020. Selanjutnya, Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia, sepakat untuk memajukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan target yang jelas dan jadwal untuk pelaksanaan. Pada KTT ASEAN ke-12 pada bulan Januari 2007, para Pemimpin menegaskan komitmen mereka yang kuat untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 yang diusulkan di ASEAN Visi 2020 dan ASEAN Concord II, dan menandatangani Deklarasi Cebu tentang Percepatan Pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 Secara khusus, para pemimpin sepakat untuk mempercepat pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dan untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

tesis peran dunia usaha dan industri ter

tesis peran dunia usaha dan industri ter

Secara bertahap ASEAN yang beranggotakan Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Vietnam, Burma, Laos dan Kamboja memastikan diri masuk dalam babak baru percaturan geoekonomi dan geopolitik global. Salah satu keputusan strategis tersebut yaitu pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand Desember 2008, semua negara-negara ASEAN telah meratifikasi Piagam ASEAN (ASEAN Charter) dan sepakat Piagam ASEAN memasuki tahap entry to force, sehingga tiga pilar ASEAN Community yang meliputi ASEAN Economic Community, ASEAN Security Community, dan ASEAN Socio-Cultural Community akan segera diimplementasikan dan ditargetkan terintegrasi penuh pada tahun 2020, dipercepat menjadi tahun 2015 sesuai hasil KTT di Cebu pada tahun 2007. Untuk menjalin keakraban antara negara ASEAN, diperlukan pilar ketiga yakni pilar sosial budaya. Ini melengkapi pilar ekonomi dan pilar politik kemanan yang sudah berjalan. Hal ini dikarenakan tiap negara ASEAN memiliki kesamaan kebudayaan yang dapat merekatkan negara anggota ASEAN.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ULANGAN TENGAH SEMESTER GENAB PKN KELAS VI

ULANGAN TENGAH SEMESTER GENAB PKN KELAS VI

Negara di Asia Tenggara yang masuk menjadi anggota ke-10 ASEAN adalah..... KTT ASEAN I dan IX berlangsung di negara....[r]

6 Baca lebih lajut

Soal UTS PKn Kelas 6 Semester 2

Soal UTS PKn Kelas 6 Semester 2

Negara di Asia Tenggara yang masuk menjadi anggota ke-10 ASEAN adalah..... KTT ASEAN I dan IX berlangsung di negara....[r]

5 Baca lebih lajut

Indonesia Ratifikasi Piagam Asean.

Indonesia Ratifikasi Piagam Asean.

Ketika Indonesia menjadi Ketua KTT ASEAN di Bali Tahun 2003, Indonesia telah mensponsori keseimbangan kerjasama ASEAN antara pilar ekonomi dengan menambahkan pilar politik-keamanan, dan sosial budaya. Pada KTT ASEAN tersebut disepakati untuk mentransformasi ASEAN dari suatu organisasi yang agak longgar menjadi sebuah komunitas (ASEAN Community) atas dasar political-security community, economic community dan socio-cultural community. Pada waktu itu ditargetkan untuk mencapai integrasi penuh ASEAN pada tahun 2020 secara utuh dalam tiga pilar tersebut. Pada KTT di Cebu pada tahun 2007, disepakati untuk memajukan target pencapaian ASEAN Community tersebut menjadi tahun 2015 dan Piagam ASEAN merupakan konstitusi yang menjadi landasan hukum bagi Komunitas ASEAN.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

TANTANGAN DAN PELUANG INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN ASEAN COMMUNITY 2015 DI BIDANG KEAMANAN.

TANTANGAN DAN PELUANG INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN ASEAN COMMUNITY 2015 DI BIDANG KEAMANAN.

Menjelang abad ke-21, ASEAN bersepakat untuk mengembangkan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk suatu komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka, damai, stabil dan sejahtera, saling peduli, dan diikat bersama delam kemitraan yang dinamis di tahun 2020. Harapan tersebut dituangkan dalam Visi ASEAN 2020yang ditetapkan oleh Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Kuala Lumpur tantnggal 15 Desember 1997. Selanjutnya, untuk merealisasikan harapan tersebut, ASEAN mengesahkan Bali Concord II pada KTT ASEAN ke-9 di Bali tahun 2003 yang menyepakati pembentukan Komunitas ASEAN (ASEAN Community).Komunitas ASEAN terdiri dari 3 (tiga) pilar, yaitu Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community/APSC), Komunitas Ekonomi
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SEJARAH KTT BUMI dan bpupki

SEJARAH KTT BUMI dan bpupki

KTT Bumi berupaya manyatukan perhatian dunia tentang masalah lingkungan yang terjadi. Masalah tersebut sangat berkaitan erat de3ngan kondisi ekonomi dan masalah keadilan sosial. Kon ferensi ini juga mendeklarasikan bahwa jika rakyat miskin dan ekonomi nasionalnya lemah, maka lingkungannya yang menderita. Jika lingkungan hidup disalah gunakan dan sumber daya - nya dikonsumsi secara berlebihan, akibatnya rakyat akan menderita dan perekonomian-pun akan morat-marit.

11 Baca lebih lajut

Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani Ternak Sapi Pedaging Di Kabupaten Sumbawa Barat.

Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani Ternak Sapi Pedaging Di Kabupaten Sumbawa Barat.

Empowerment of Livestock Farmers (KTT) beef cattle has been started in 2005 and is still ongoing. During that time the implementation of the program has not been shown to extend the number of beef cattle and livestock numbers are significant. The empowerment of programs giver and program receiver is an indicator of the success of the empowerment program. The general objective of this research is how the implementation of empowerment beef cattle farmer group in West Sumbawa regency. While the specific objectives are: 1) Assess the implementation of empowerment beef catle farmer group in West Sumbawa regency, 2) Assessing empowerment beef catle farmer group in West Sumbawa regency and determinants of empowerment (beneficiaries and donor programs), 3) Formulate a strategy of empowerment in the District West Sumbawa. This study used qualitative methods supported by quantitative, and used to case study of the empowerment beef cattle farmer groups. Informants in this study are; member, chairman of the group, the community leaders / religious, village staff, assistants, clerks districts, DKPP. The results showed: 1) Implementation of empowerment beef cattle farmer groups in KSB has not suitble with the appropriate SOP regent regulation number 16 of 2012 because there is no consistency in the implementation of government programs. Changes and SOP development with the involvement of all parties must be made; 2) The success of the program is determined by the empowerment of reciever programs and recipient programs. The deciding factor is the uniformity of the program, recipients program, the quality of cattle, cattle deposit system, assistants, funding infrastructure and maintenance, system maintenance and availability of land. while giving the program a decisive beef cattle farmer groups development program is leadership, infrastructure and support facilities assistants, assistants training, system maintenance, information and consultation programs, monitoring and evaluation; 3) The strategy to empowerment at KSB with based need oriented policies and the characteristics of the local culture. This study is expected to be a solution for beef cattle empowerment at KSB with need oriented policies and the characteristics of the local culture where the programs are implemented.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Perlindungan Terhadap Industri Dalam Negeri Dalam Kerangka Pasar Bebas AFTA

Perlindungan Terhadap Industri Dalam Negeri Dalam Kerangka Pasar Bebas AFTA

Pengaturan perdagangan regional (Regional Trading Arrangements) dimana satu kelompok negara sepakat untuk menghilangkan atau mengurangi rintangan-rintangan terhadap import dari sesama anggotanya dan telah berlangsung dibeberapa negara regional dunia, seperti European Union dengan pasar tunggalnya, ASEAN dengan AFTA-nya dan lain-lain GATT. Dalam Pasal XXIV GATT dijelaskan bahwa mengakui adanya integrasi yang erat dalam bidang ekonomi melalui perdagangan yang lebih bebas, yaitu mengakui pengelompokan-pengelompokan regional sebagai suatu pengecualian dan aturan umum klausul prinsip umum MFN, 49
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

BAB II KERANGKA HUKUM PERDAGANGAN BEBAS AFTA A. Tinjauan Umum tentang Perdagangan Bebas 1. Sejarah dan Pengertian Perdagangan Bebas - Perlindungan Terhadap Industri Dalam Negeri Dalam Kerangka Pasar Bebas AFTA

BAB II KERANGKA HUKUM PERDAGANGAN BEBAS AFTA A. Tinjauan Umum tentang Perdagangan Bebas 1. Sejarah dan Pengertian Perdagangan Bebas - Perlindungan Terhadap Industri Dalam Negeri Dalam Kerangka Pasar Bebas AFTA

Realisasi AFTA melalui CEPT merupakan jalur perdagangan bebas dalam bidang barang (trade in goods) dengan mekanisme penurunan tarif dan penghapusan hambatan non-tarif yang disepakati bersama oleh negara-negara ASEAN. Sedangkan dalam bidang jasa (trade in service) melalui kerangka perjanjian AFAS sebagai upaya melakukan liberalisasi dengan tingkat lebih tinggi. Dalam area jasa, deklarasi Konvensi Bangkok menyepakati untuk meningkatkan kerjasama dan kebebasan perdagangan dibidang jasa melalui perwujudan ASEAN Framework Agreement on Service (AFAS). Perjanjian ini khususnya berusaha meningkatkan efesiensi dan tingkat kompetitif dari anggota ASEAN sebagai penyedia jasa, khususnya mengeliminasi pembatasan perdagangan dibidang jasa antar anggota ASEAN, dan meliberalisasi perdagangan jasa dengan memperluas tingkatan dan lingkup dari liberalisasi melampaui yang
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Artikel Jurnal Agrisocionomics - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Artikel Jurnal Agrisocionomics - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, faktor – faktor yang mempengaruhi alokasi waktu, dan pendapatan peternak di Kecamatan Ungaran Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai April 2016. Penentuan sampel menggunakan metode sensus sebanyak 47 orang yang memelihara ternak sapi perah. Analisis data menggunakan regresi linear berganda, analisis one sample t test, rata-rata karakteristik peternak, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan kisaran umur 21-55 tahun sekitar 85%, pengalaman usaha responden sebagian besar memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun sekitar 57%, sedangkan pendapatan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Ungaran Barat rata-rata sebesar Rp.16.534.095/tahun. Alokasi waktu tenaga kerja dilakukan sebesar 368,37 HKP/tahun yang terdiri dari ayah ibu dan anak dalam melakukan pekerjaan membersihkan kandang, mencari rumput, memberi pakan, dan memerah susu. Faktor yang signifikan terhadap curahan tenaga kerja keluarga dalam pemeliharaan sapi perah adalah skala usaha, pendapatan, dan kedua KTT yaitu KTT Sumber Hasil, dan KTT Ngudi Makmur, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah pengalaman beternak, tanggungan keluarga, dan umur.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Undangan Pembuktian Sapi Potong KTT

Undangan Pembuktian Sapi Potong KTT

4 No.18 Tanjung Selor Kode Pos 77212 Tanjung Selor, 10 Agustus 2015 Sehubungan dengan penyampaian dokumen kualifikasi saudara pada Paket Pekerjaan Pengadaan Sapi Potong di Kabupaten Ta[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 2429 documents...