Kualitas Kehidupan

Top PDF Kualitas Kehidupan:

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI

Kualitas kehidupan kerja merupakan suatu tingkat dimana anggota dari suatu organisasi mampu memuaskan kebutuhan pribadi yang penting melalui pengalamannya dalam melakukan pekerjaan pada organisasi tersebut. Kualitas kehidupan kerja ditentukan dari persepsi karyawan terhadap keadaan, mental dan fisik pada saat bekerja. Peningkatan kualitas kehidupan kerja akan membawa pengaruh yang positif terhadap organisasi. Pengaruh positif secara langsung yang diperoleh adalah pertama, meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen terhadap organisasi/perusahaan diantara karyawan. Kedua, meningkatkan produktivitas. Ketiga, berkaitan dengan dua keuntungan sebelumnya, adalah meningkatkan efektivitas organisasi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Hubungan antara kualitas kehidupan kerja (QWL) dengan kepuasan kerja karyawan di rumah sakit

Hubungan antara kualitas kehidupan kerja (QWL) dengan kepuasan kerja karyawan di rumah sakit

signifikan terhadap komitmen organisasi. Penelitian Farley dan Allen (dalam Husnawati, 2006) menunjukkan bahwa kondisi kerja yang buruk, pendapatan yang tidak memadai dan kurangnya otonomi serta kurangnya stabilitas kerja berakibat pada rendahnya kepuasan kerja di kalangan pekerja Afrika-Amerika. Kepuasan kerja dapat bertindak sebagai umpan balik terhadap kualitas kehidupan kerja (Wether dan Davis, 1996). Kualitas kehidupan kerja adalah sejumlah keadaan dan praktek dari tujuan organisasi. Contohnya: supervisi yang demokratis, keterlibatan pekerja dan kondisi kerja yang aman (Cascio, 2006). Riggio (dalam Kaihatu dan Rini, 2007), mengungkapkan bahwa kualitas kehidupan kerja ditentukan oleh kompensasi yang diterima karyawan, kesempatan untuk berpartisipasi dalam organisasi, keamanan kerja, desain kerja dan kualitas interaksi antar anggota organisasi. Nuryati dan Haryati (2006) mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas kehidupan kerja akan mengurangi tingkat absensi dan turnover . Pendapat tersebut didukung oleh Greenberg dan Baron (dalam Botutihe, 2010), yang menyatakan selain meningkatkan produktivitas, kualitas kehidupan kerja dapat berpengaruh terhadap menurunnya tingkat turnover tenaga kerja. Peningkatan kualitas kehidupan kerja seseorang dapat memberikan positive feeling yang lebih besar, self esteem yang lebih tinggi, peningkatan job satisfaction, dan peningkatan komitmen terhadap organisasi.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Hubungan Kualitas Kehidupan Bekerja dengan Intensi Turnover dalam Organisasi.

Hubungan Kualitas Kehidupan Bekerja dengan Intensi Turnover dalam Organisasi.

Menurut Mobley (1986) perilaku turnover pada karyawan yang sangat tinggi merupakan salah satu akibat dari ketidakpuasan kerja dan apa yang diperoleh dari perusahaan seperti linkungan kerja yang tidak kondusif dan hubungan antara sesame karyawan yang kemudian akan memunculkan perilaku penarikan diri (turnover). Hasil kualitas kehidupan bekerja yang positif akan memperoleh beberapa hal seperti berkurangnya tingkat ketidakhadiran, rendahnya turnover dan meningkatnya tingkat kepuasan kerja (Lau & May, 1998). Jika karyawan menerima dan merasa puas dengan hasil evaluasi terhadap pekerjaannya maka keinginan untuk keluar dari organisasi akan semakin kecil. Demikian sebaliknya, jika karyawan tidak dapat menerima dan menyukai pekerjaannya maka keinginan untuk melakukan turnover akan semakin besar. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti ingin melihat apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja dengan intensi turnover dalam organisasi.
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Pengaruh Bullying di Tempat Kerja Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja

Pengaruh Bullying di Tempat Kerja Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja

Salah satu aspek kualitas kehidupan kerja yang secara langsung dipengaruhi oleh bullying adalah kesehatan dan kesejahteraan pekerja (Lehto & Parnanen, 2007). Penelitian yang mendukung dilakukan oleh Vergel & Munoz (2011) yang membuktikan bahwa bullying di tempat kerja memberi efek negatif secara langsung bagi kesehatan pekerja. Lalu, melalui hasil penelitian oleh Kaliath & Kaliath (2012) ditemukan bahwa bullying di tempat kerja merupakan salah satu aspek lingkungan kerja yang mempengaruhi kesejahteraan pekerja. Secara lebih spesifik bullying di tempat kerja berhubungan dengan stres kerja (Gholipour, Sanjari, Bod, & Kozekanan, 2011), dan dapat menyebabkan gangguan tidur pada pria maupun wanita (Lallukka, Rahkonen, & Lahelma, 2011). Pemaparan ini memberi gambaran bahwa dampak-dampak yang ditimbulkan oleh bullying di tempat kerja berkaitan dengan kualitas kehidupan kerja setiap pekerja di sebuah instansi/organisasi bisnis.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Hubungan antara kualitas kehidupan kerja (QWL) dengan kepuasan kerja karyawan di rumah sakit.

Hubungan antara kualitas kehidupan kerja (QWL) dengan kepuasan kerja karyawan di rumah sakit.

Suatu organisasi akan mencapai produktivitas yang tinggi jika organisasi tersebut dapat menciptakan suasana kerja yang dapat memotivasi individu-individu dalam organisasi, menumbuhkan suasana kerja sama antar individu dan kelompok, serta menumbuhkan kreativitas dan inisiatif. Suasana kerja tersebut akan menciptakan kualitas kehidupan kerja (Quality of Work Life) yang kondusif bagi tercapainya tujuan organisasi. Menurut Hackman dan Oldhams (dalam Widyastuti dan Purwana, 2012), kualitas kehidupan kerja berkaitan dengan adanya interaksi antara lingkungan kerja dengan kebutuhan hidup seseorang. Lingkungan kerja dapat memenuhi kebutuhan karyawan sehingga mendorong tercapainya kualitas kehidupan kerja yang baik. Dalam hal ini seorang karyawan merasa terpuaskan kebutuhannya pada saat karyawan mendapatkan penghargaan dari organisasinya seperti kompensasi, promosi, pengakuan dan pengembangan kompetensi.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KONFLIK KERJAKELUARGA DAN PENINGKATAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJAKELUARGA Studi pada PT Bank Perkreditan Rakyat Shita Daya di Yogyakarta.

LANDASAN TEORI PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KONFLIK KERJAKELUARGA DAN PENINGKATAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJAKELUARGA Studi pada PT Bank Perkreditan Rakyat Shita Daya di Yogyakarta.

memodifikasi atau mengubah persepsi individu pada kejadian tersebut dan oleh karena itu akan mengurangi potensi munculnya stres. Stres sendiri timbul salah satunya dikarenakan adanya konflik peran ganda yang disebut konflik kerja- keluarga. Sedangkan menurut Wadsworth dan Owens (2007:84) dukungan sosial berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas kehidupan kerja-keluarga, dimana dalam penelitiannya dikemukakan hubungan positif antara sumber kerja dan organisasi dari dukungan sosial memberi kesan dukungan yang diterima dari atasan dan teman kerja dapat berpengaruh positif terhadap interaksi kerja-keluarga seorang individu. Dukungan sosial berpotensi untuk mengurangi konflik di antara kehidupan kerja dan keluarga dan juga meningkatkan kehidupan individu di kedua area kehidupan tersebut.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

167674789 Iklim Organisasi Dan Kualitas Kehidupan Kerja Karyawan

167674789 Iklim Organisasi Dan Kualitas Kehidupan Kerja Karyawan

Oleh karena itu, peningkatan akan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu keharusan demi tercapainya tujuan perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zin (2004) menyebutkan bahwa ada tujuh dimensi di dalam kualitas kehidupan kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yaitu partisipasi dalam pemecahan masalah, sistem imbalan yang inovatif, lingkungan kerja yang kondusif, pengembangan diri, kepemimpinan, integrasi dan relevansi sosial. Penjelasan di atas menyiratkan bahwa kualitas kehidupan kerja adalah cara yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam perusahaan. Melalui proses-proses tersebut, sumber daya manusia (karyawan) diharapkan akan lebih memaksimalkan tanggung jawab atas pekerjaan mereka.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

GBPP PSI 411 GBPP Pengelolaan Kualitas Kehidupan Kerja

GBPP PSI 411 GBPP Pengelolaan Kualitas Kehidupan Kerja

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN GBPP Mata Kuliah : Pengelolaan Kualitas Kehidupan Kerja Kode / SKS : PSI-411 / 3 SKS Deskripsi Singkat : Mata kuliah ini memperkenalkan mahasiswa unt[r]

2 Baca lebih lajut

Hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja

Hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja

Sumber daya manusia pada suatu organisasi tidak cukup lagi hanya berorientasi dalam hal kompensasinya saja. Lebih dari itu diperlukan iklim kerja atau kehidupan kerja yang berkualitas dan kompetitif dengan organisasi sejenis lainnya sehingga dapat menarik karyawan untuk lebih kreatif, betah atau berkomitmen tinggi, dan bersedia mengerahkan segala potensi yang dimiliki untuk mengabdikan dirinya di lingkungan organisasi. Menurut Haryanto (1996) salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan meningkatkan kualitas kehidupan kerja para karyawan. Peningkatan quality of work life (kualitas kehidupan kerja) akan membawa pengaruh yang positif dan juga negatif terhadap organisasi. Pengaruh positif secara langsung yang diperoleh yaitu yang pertama, meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen. Kedua, meningkatkan produktivitas. Ketiga, berkaitan dengan dua keuntungan sebelumnya adalah meningkatkan efektivitas organisasi, sedangkan pengaruh yang negatif terletak pada tingkat pendidikan karyawan. Semakin tinggi tingkat pendidikan karyawan maka tuntutan terhadap organisasi juga semakin tinggi sehingga secara tidak langsung akan berkaitan dengan komitmen terhadap organisasi tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode survey untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja Terhadap Komitment Organisasi. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT Asuransi “X” di Suraba ya. Objek penelitian adalah Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi. Variabel penelitian yang akan diukur dalam penelitian ini berjumlah 5 (lima) variabel yang terdiri dari 1 (satu) variabel tergantung dan 4 (empat) variabel bebas. Variabel-variabel tersebut adalah : (1) Variabel tergantung (Y), yaitu komitmen organisasi. (2) Variabel bebas (X), yaitu faktor-faktor kualitas kehidupan kerja, meliputi : (a) Kompensasi (X 1 ). (b) Desain Pekerjaan
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Aspek kualitas kehidupan bekerja berikutnya adalah adanya pelayanan kesehatan yang disediakan oleh perusahaan agar karyawan dapat bekerja lebih efektif, efisien dan produktif. Menurut Seligman (2006) adanya umpan balik terhadap kesehatan yang diberikan kepada seorang individu akan menambah tingkat optimisme itu sendiri. Peterson (2000) menyatakan kondisi fisik yang sehat berkorelasi positif dengan optimisme. Aspek kualitas kehidupan bekerja berikutnya adalah komunikasi yang baik. Komunikasi yang lancar dipandang dapat menimbulkan rasa puas dan motivasi kerja. Menurut Seligman (2006) perasaan puas individu akan hidup merupakan suatu konstruk yang memiliki hubungan timbal balik dengan optimisme, dimana selain rasa puas akan meningkatkan optimisme, optimisme juga akan menimbulkan rasa puas itu sendiri. Hal ini juga diperkuat oleh Peterson (2000) yang menyebutkan bahwa individu yang optimis akan mudah puas terhadap suatu pencapaian yang Ia peroleh.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH BULLYING DI TEMPAT KERJA TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

PENGARUH BULLYING DI TEMPAT KERJA TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat hidayat serta ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Pengaruh Bullying di Tempat Kerja Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja” dengan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Bullying di Tempat Kerja Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja

Pengaruh Bullying di Tempat Kerja Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja

Saya adalah seorang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara yang sedang melengkapi tugas akhir sebagai persyaratan untuk menjadi sarjana Psikologi. Dalam tugas akhir ini, saya tertarik untuk meneliti tentang kualitas kehidupan kerja.

42 Baca lebih lajut

MODEL PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN MELALUI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

MODEL PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN MELALUI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA

Faktor-faktor motivator dalam kepuasan kerja secara tidak langsung merefleksikan praktek-praktek yang berhubungan dengan kualitas kehidupan kerja. Penemuan Field dan Thucker ( 1992 ) mengimplikasikan bahwa organisasi yang menginginkan pegawai yang puas dapat memilih pegawai dengan predisposisi memperoleh kepuasan atau menciptakan lingkungan kerja yang memfasilitasi kepuasan, atau semuanya dengan terlebih dahulu membangun kualitas kehidupan kerja. Penelitian oleh Farley dan Allen (1987) menunjukkan bahwa kondisi kerja yang buruk, pendapatan yang tidak memadai dan kurangnya otonomi serta kurangnya stabilitas kerja berakibat pada rendahnya kepuasan kerja di kalangan pekerja Afrika-Amerika. Secara jelas dapat dikatakan bahwa kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja sangat penting karena hal tersebut telah terlibat, berhubungan
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Kualitas kehidupan bekerja juga memiliki dampak lain bagi organisasi. Karyawan yang memiliki persepsi yang positif terhadap kualitas kehidupan bekerjanya akan meningkatkan sikap positif terhadap pekerjaannya dan terhadap perusahaan (Rhonen, 1998). Sikap positif tersebut merupakan dampak emosional yang dihasilkan oleh optimisme (Cheng & Furnham, 2003). Dengan demikian, persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja yang positif akan meningkatkan optimisme karyawan.

6 Baca lebih lajut

Hubungan Persepsi Kualitas Kehidupan Bekerja  Dengan Etos Kerja

Hubungan Persepsi Kualitas Kehidupan Bekerja Dengan Etos Kerja

Kualitas kehidupan bekerja didefinisikan oleh Lau & May (1998) sebagai strategi tempat kerja yang mendukung dan memelihara kepuasan karyawan dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi kerja karyawan dan organisasi serta keuntungan untuk pemberi kerja. Kualitas kehidupan bekerja juga telah dikenal sebagai suatu konstruk yang bersifat multi dimensi. Beberapa konsep dan perbincangan mengenai kualitas kehidupan bekerja meliputi keselamatan kerja, sistem penggajian yang baik, upah yang tinggi, kesempatan untuk berkembang, keterlibatan para pekerja, dan peningkatan produktivitas organisasi (Havlovic, Straw & Heckscher, Scobel, dalam Lau & May, 1998). Konsep-konsep di ataslah yang akan mempengaruhi etos kerja karyawan terhadap pekerjaan yang ia lakukan.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja pada optimisme karyawan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja dan skala optimisme yang disusun berdasarkan aspek persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja dan optimisme. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pabrik PT Pupuk Iskandar Muda. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling insidental dan melibatkan 186 karyawan. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja pada optimisme karyawan (R 2 = 0, 044, p<0,05). Hasil ini menyatakan bahwa persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja yang positif dapat meningkatkan optimisme, sehingga penelitian ini dapat memberi kontribusi bagi perusahan bahwa optimisme karyawan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas kehidupan bekerja.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja pada optimisme karyawan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja dan skala optimisme yang disusun berdasarkan aspek persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja dan optimisme. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pabrik PT Pupuk Iskandar Muda. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling insidental dan melibatkan 186 karyawan. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja pada optimisme karyawan (R 2 = 0, 044, p<0,05). Hasil ini menyatakan bahwa persepsi terhadap kualitas kehidupan bekerja yang positif dapat meningkatkan optimisme, sehingga penelitian ini dapat memberi kontribusi bagi perusahan bahwa optimisme karyawan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas kehidupan bekerja.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kualitas Kehidupan Kerja Dengan Komitmen Organisasi.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kualitas Kehidupan Kerja Dengan Komitmen Organisasi.

dipaksakan namun kesetian yang secara sukarela. Bila hal ini terus berlangsung maka akan menciptakan iklim kerja yang baik dan meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian yang dilakukan Sajjad, dkk, (2013) menyatakan bahwa kualitas mempengaruhi komitmen organissi sebanyak 58%. Namun hal itu berbanding terbalik dalam penelitian Aryansyah (2013) menyatakan bahwa kualitas kehidupan kerja yang buruk diakibatkan kondisi kerja yang buruk pendapatan yang kurang memadai, kurangnya otonomi dan stabilitas kerja. Dalam penelitian ini bila kondisi kerja yang buruk disebakan oleh komitemorganisasi yang buruk sehingga hal itu mempengaruhi kualitas kehidupan kerja seseorang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Angelina (2013) bahwa kualitas kehidupan kerja berpengaruh terhadap komitmen organisasi sebanyak 42,6%. Dinas Peternakan dan Perikanan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bekerja pada sektor peternakan dan perikanan di Kabupaten Magelang. SKPD adalahperangkat pemerintah pada kabupaten kota atau profinsi di Indonesia. SKPD adalah pelaksana fungsi eksekutif yang harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik. Pegawai pada dinas peternakan dan perikanan dituntut secara optimal dalam menjalankan tugasnya, sehingga diharapkan mempunyai komitmen organisasi yang tinggi dan menghasilkan pekerjaan yang maksimal.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Pengaruh Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Bekerja pada Optimisme Karyawan

Studi yang dilakukan oleh Mortazavi, Yazdi & Amini (2012) melaporkan bahwa kualitas kehidupan bekerja berhubungan dengan komponen-komponen psychological capital seperti resiliensi, harapan, optimisme dan self-efficacy. Peterson dan Steen (2002) menyatakan bahwa salah satu yang mempengaruhi optimistic explanatory stlyle individu adalah kondisi ditempat kerja. May & Lau menyatakan bahwa kualitas kehidupan bekerja yang baik akan menimbulkan perasaan berharga pada diri karyawan. Harga diri yang tinggi, berkorelasi positif dengan optimisme (Fry, 1995). Zulkarnain (2013) menyatakan bahwa kualitas kehidupan bekerja akan meningkatkan motivasi dan kesehatan karyawan, kondisi fisik yang sehat dan motivasi berkolerasi positif dengan optimisme (Scheier & Carver 1987).
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...