kualitas lingkungan permukiman

Top PDF kualitas lingkungan permukiman:

ANALISIS  KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN  DENGAN  MENGGUNAKAN APLIKASI CITRA  Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Dengan Menggunakan Aplikasi Citra Penginderaan Jauh Tahun 2006 Dan 2010 Di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI CITRA Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Dengan Menggunakan Aplikasi Citra Penginderaan Jauh Tahun 2006 Dan 2010 Di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kualitas lingkungan permukiman Tahun 2006 dan 2010 berdasar citra Quickbird dan mengetahui pesebaran dan pola keruangan kualitas lingkungan permukiman.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KOTAGEDE KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD.

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KOTAGEDE KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan antara teknik interpretasi citra dan kerja lapangan. Teknik interpretasi digunakan untuk menyadap informasi variabel kualitas lingkungan permukiman yang terdiri dari kepadatan bangunan, tata letak permukiman, lebar jalan masuk permukiman, kondisi permukaan jalan masuk permukiman, pohon pelindung, lokasi permukiman terhadap sumber polusi atau bahaya dan kualitas atap permukiman. Kerja lapangan diperlukan untuk mencocokkan hasil interpretasi dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Pengambilan sampel penelitian digunakan untuk kerja lapangan dengan menggunakan teknik (purposive sampling) berdasarkan jumlah blok permukiman yang terdiri dari Kelurahan Prenggan, Purbayan, dan Rejowinangun. Pengumpulan data dilakukan melalui interpretasi, cek lapangan dan dokumentasi. Interpretasi dilakukan untuk membatasi penggunaan lahan yang terdapat dalam penelitian, cek lapangan digunakan untuk mencocokkan kesesuaian hasil interpretasi dengan kondisi di lapangan, sedangkan dokumentasi untuk mengambil gambar kenampakkan objek sebenarnya. Metode yang digunakan untuk menentukan kualitas permukiman adalah intepretasi visual on screen untuk identifikasi parameter penentu kualitas permukiman dan pengharkatan tertimbang. Pengharkatan dilakukan dengan pemberian harkat pada setiap parameter dikalikan faktor penimbang berdasarkan besar kecilnya pengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

ANALISIS KONDISI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD  Analisis kondisi kualitas lingkungan permukiman menggunakan citra quickbird di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman.

ANALISIS KONDISI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD Analisis kondisi kualitas lingkungan permukiman menggunakan citra quickbird di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman.

Laju pertumbuhan penduduk yang meningkat dengan cepat menyebabkan kebutuhan atas lahan sebagai tempat hunian dan pembangunan fasilitas pendukungnya semakin meningkat. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan kualitas lingkungan permukiman. Salah satu cara untuk menilai kualitas lingkungan permukiman adalah dengan parameter kualitas lingkungan. Penentuan parameter kualitas lingkungan diantaranya dapat diperoleh melalui interpretasi citra. Keberadaan citra penginderaan jauh yaitu citra Quickbird sangat membantu dalam mengatasi permasalahan ini karena dapat memberikan informasi yang digunakan untuk identifikasi parameter penentu kualitas lingkungan permukiman. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui sebaran kondisi kualitas lingkungan permukiman berdasarkan parameter-parameter penentu yang diinterpretasi dari citra Quickbird dan mengetahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi sebaran kondisi kualitas lingkungan permukiman di daerah penelitian.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN KONSOLIDASI TANAH PERKOTAAN SECARA SWADAYA DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN

PELAKSANAAN KONSOLIDASI TANAH PERKOTAAN SECARA SWADAYA DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN

dan penggunaan tanah di masa mendatang serta kemungkinan dilibatkannya peran swasta dalam pelaksanaan konsolidasi tanah, kiranya lebih tepat jika peraturan tentang pengaturan konsolidasi tanah perkotaan secara lengkap, sistematis, dan komprehensif dimuat dalam suatu bentuk peraturan tersendiri yang mempunyai sanksi dan perlu meningkatkan bentuk hukum pengaturan konsolidasi tanah perkotaan dari sekedar peraturan yang sederajat dengan Peraturan Menteri menjadi bentuk hukum yang lebih tinggi agar peraturan mengenai konsolidasi tanah perkotaan tersebut berwibawa dan ditaati oleh semua pihak. Sehingga mekanisme pelaksanaan konsolidasi tanah perkotaan ini mempunyai landasan yang kuat, jelas, dan lebih lengkap. Dengan demikian, konsolidasi tanah perkotaan dapat dilaksanakan secara optimal oleh pihak-pihak yang terkait, sehingga dapat tercapai tujuan dari pelaksanaan konsolidasi tanah perkotaan, yaitu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang aman, tertib, lestari, dan sehat.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI DAERAH KARST GUNUNGKIDUL

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI DAERAH KARST GUNUNGKIDUL

Daerah karst di Gunungkidul merupakan daerah kering dan tandus yang berada pada ancaman bencana kesulitan air bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kualitas lingkungan permukiman di daerah karst Gunungkidul berdasarkan jarak terhadap sumber air, (2) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman di daerah karst Gunungkidul berdasarkan jarak sumber air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik wawancara. Pengambilan sampel sebanyak 90 responden dilakukan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan crosstabs (tabel silang) dan contingency coefficient .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN BALEENDAH.

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN BALEENDAH.

Kualitas perumahan yang layak huni dan terjangkau secara ideal perlu di dukung dengan kualitas lingkungan permukiman yang lebih luas sebagai satu kesatuan hunian yang tidak terpisahkan guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, baik perkotaan maupun perdesaan. Kualitas lingkungan permukiman di perkotaan dan di perdesaan diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat membantu mengatasi urbanisasi, mendorong pertumbuhan wilayah, mendukung saling keterkaitan kawasan perkotaan dan perdesaan secara baik, yang sekaligus dapat mewujudkan permukiman di perdesaan yang mendukung perwujudan kawasan perdesaan secara keseluruhan dan berkelanjutan. Pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan secara menyeluruh akan dapat berlangsung lebih efektif apabila terwadahi di dalam permukiman yang sehat secara fisik, emosional dan spiritual; yang aman dari segi keselamatan dan kepentingan publik; yang harmonis sebagai satuan permukiman yang utuh dan kualitas hubungannya dengan fungsi-fungsi kawasan lainnya; serta yang berkelanjutan dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara keseluruhan.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Menggunakan Citra Quickbird di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta

Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Menggunakan Citra Quickbird di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta

Penelitian kualitas lingkungan permukiman dilakukan di KecamatanKotagede Kota Yogyakarta yang bertujuan untuk mengetahui kualitas lingkungan permukiman dan persebaran kualitas lingkungan permukiman.Metode yang digunakan adalah merupakan integrasi antara penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Sistem penginderaan jauh berfungsi untuk ekstraksi obyek permukiman, sedangkan sistem informasi geografis digunakan untuk melakukan skoring parameter kualitas lingkungan permukiman. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah Citra Satelit Quickbird tahun 2010. Parameter kualitas lingkungan permukiman yang digunakan adalah kepadatanpermukiman, pola tata letak permukiman, pohonpelindung,lebarjalan masukpermukiman, kondisi permukaan jalanmasukpermukiman, danlokasipermukiman. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa blok kualitas lingkungan permukiman baik di Kecamatan Kotagede memiliki luas 62,74 ha dengan persentase 20,97%, blok kualitas lingkungan permukiman sedang memiliki luas 126,67 ha dengan persentase 42,32%, dan blok kualitas lingkungan permukiman buruk memiliki luas 59,87 ha dengan persentase 20,02%. Persebaran kualitas lingkungan buruk didominasi di Kelurahan Prenggan sedangkan kualitas lingkungan baik didominasi di Kelurahan Rejowinagun.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS  KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN  DENGAN  MENGGUNAKAN APLIKASI CITRA  Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Dengan Menggunakan Aplikasi Citra Penginderaan Jauh Tahun 2006 Dan 2010 Di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI CITRA Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Dengan Menggunakan Aplikasi Citra Penginderaan Jauh Tahun 2006 Dan 2010 Di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.

jalan yang jelek di Kecamatan Sewon, hanya saja keterbatasan dalam menginterpretasi visual on screen pada Citra Quickbird banyak mengalami hambatan. Sub blog D1 pada tahun 2006 menempati kelas kualitas lingkungan permukiman buruk, kini berubah menjadi kelas kualitas lingkungan permukiman sedang di tahun 2010. Faktor yang menyebabkan perubahan nya terletak pada kondisi masuk jalan dan pohon pelindung.

20 Baca lebih lajut

Perubahan Kualitas Lingkungan Permukiman Kampung Bratan di Surakarta tahun 2010 - 2015.

Perubahan Kualitas Lingkungan Permukiman Kampung Bratan di Surakarta tahun 2010 - 2015.

Kualitas lingkungan permukiman dapat dinilai dari lingkungan alamiah (nature) dan lingkungan buatannya (shell dan network). Penilaian kualitas lingkungan alamiah dapat ditinjau dari kualitas sungai sebagai bentang fisik, dan kualitas udara. Kualitas lingkungan buatan dapat dilihat dari elemen fisik hunian dan sarana prasarana lingkungannya. Semakin rendah kualitas dari tiap elemen tersebut mengindikasikan semakin buruknya kualitas lingkungan permukiman, sehingga tidak mampu menciptakan lingkungan permukiman yang berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Partisipasi Masyarakat Kampung Kota Dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman (Kasus: Permukiman Kampung Kota Di Bandung)

Partisipasi Masyarakat Kampung Kota Dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman (Kasus: Permukiman Kampung Kota Di Bandung)

Wy adalah seorang ketua RT di salah satu permukiman kampung kota yang dijadikan objek penelitian ini. Warga yang berada di lingkungan RT yang diketuainya mayoritas adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah dan bekerja di sektor informal seperti pedagang kecil, buruh dan pembantu rumah tangga. Di lokasi kampungnya pada saat ia menjabat sebagai ketua RT belum memiliki sarana peribadatan (mesjid/mushola) sehingga jika warga ingin shalat berjamaah baik itu untuk shalat lima waktu maupun shalat tarawih di bulan Ramadhan, harus pergi ke mesjid di wilayah RT lain meskipun masih dalam satu wilayah Rukun Warga (RW). Wy dengan bantuan warga mengumpulkan dana masyarakat di wilayah RT-nya secara swadaya murni tanpa bantuan pemerintah. Dengan partisipasi aktif masyarakat akhirnya mushola sederhana mampu didirikan di lahan kosong yang asalnya dijadikan “gudang” bagi warga untuk menitipkan berbagai benda yang tidak tertampung di rumahnya. Mushola tersebut dari hari ke hari semakin berkualitas dengan berbagai sumbangan warga untuk melengkapinya dengan menambahkan tempat untuk berwudhu beserta torn air bersih dengan fasilitas pompa khusus untuk mesjid. Mushola ini selain digunakan untuk kegiatan ibadah seperti shalat jamaah harian maupun jamaah tarawih di bulan Ramadhan, juga digunakan untuk tempat pertemuan warga jika mengadakan rapat-rapat untuk kegiatan bersama seperti rapat koperasi, rapat karang taruna dan sejenisnya.
Baca lebih lanjut

376 Baca lebih lajut

S GEO 1200242 Tabel of Content

S GEO 1200242 Tabel of Content

3.17 Klasifikasi Kelas Kualitas Lingkungan Permukiman Untuk Parameter (Kepadatan Bangunan,Ukuran Bangunan,Pola Bangunan,Lokasi Permukiman, Sanitasi,Persampahan, Fasilitas Umum, dan Ketersediaan Air Bersih .................................................................................................. 51

5 Baca lebih lajut

KAJIAN KUALITAS DAN KENYAMANAN TERMAL PERMUKIMAN UNTUK ARAHAN PENATAAN PERMUKIMAN BERBASIS ECO-SETTLEMENTS DI KELURAHAN PANDEYAN KOTA YOGYAKARTA Muhamad Nurhidayat nurhidayatnmgmail.com Djaka Marwasta jakamarugm.ac.id Abstract - KAJIAN KUALITAS DAN KENYAM

KAJIAN KUALITAS DAN KENYAMANAN TERMAL PERMUKIMAN UNTUK ARAHAN PENATAAN PERMUKIMAN BERBASIS ECO-SETTLEMENTS DI KELURAHAN PANDEYAN KOTA YOGYAKARTA Muhamad Nurhidayat nurhidayatnmgmail.com Djaka Marwasta jakamarugm.ac.id Abstract - KAJIAN KUALITAS DAN KENYAM

Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengetahui kualitas dan kenyamanan termal permukiman serta untuk mengetahui arahan penataan permukiman berbasis eco-settlements. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan data secara wawancara terstruktur, survei lapangan dan analisis data sekunder. Kualitas lingkungan permukiman didapat melalui pengolahan citra penginderaan jauh dan wawancara secara terstruktur dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Kenyamanan termal permukiman didapat melalui analisis temperature humidity index (THI) dengan pengambilan data pada suhu dan kelembaban relatif secara systematic random sampling (grid). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melihat aspek keruangan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

POLA KERUANGAN PENYAKIT MENULAR (DBD) KOTA SEMARANG ipi299775

POLA KERUANGAN PENYAKIT MENULAR (DBD) KOTA SEMARANG ipi299775

Berkaca dari fenomena kejadian penyakit dan kondisi fisik lingkungan permukiman di Kota Semarang mengindikasikan bahwa tidak ada satu pengaruh signifikan antara kualitas lingkungan permukiman terhadap kejadian penyakit Demam Berdarah. Fakta ini diperkuat dengan hasil analisis regresi keruangan yang menghasilkan temuan bahwa meskipun ada hubungan keruangan kejadian penyakit demam berdarah dengan kualitas lingkungan, tetapi hubungannya tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pola distribusi data pengamatan yang memiliki pola linier (lihat gambar) dan residual data cenderung random dan tidak memiliki nilai autokorelasi secara keruangan. Nilai indeks moran untuk residual data adalah sebesar 0.01 dan Z Score = -0.23.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

02. PKP Sosnas NSUP.ppt 02. PKP Sosnas NSUP

02. PKP Sosnas NSUP.ppt 02. PKP Sosnas NSUP

• Menciptakan lingkungan yang memampukan enabling environment • Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman kumuh • Mencegah pembentukan kumuh baru atau kembali kumuh • Mengal[r]

17 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN FISIK PERMUKIMAN KECAMATAN PAKUALAMAN  Analisis Kualitas Lingkungan Fisik Permukiman Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta.

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN FISIK PERMUKIMAN KECAMATAN PAKUALAMAN Analisis Kualitas Lingkungan Fisik Permukiman Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta.

Perencanaan dan penataan kota merupakan salah satu jalan keluar yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas suatu lingkungan permukiman, sehingga diperlukan penilaian kualitas lingkungan permukiman. Tujuan dari penelitian ini yaitu, 1) Mengetahui persebaran kualitas lingkungan fisik permukiman di Kecamatan Pakualaman 2) Mengetahui faktor dominan yang paling mempengaruhi kualitas lingkungan fisik permukiman yang ada di Kecamatan Pakualaman.

17 Baca lebih lajut

Arahan Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Kecamatan Kenjeran dengan Pendekatan Eco-Settlements

Arahan Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Kecamatan Kenjeran dengan Pendekatan Eco-Settlements

berdasarkan tingkat kekumuhannya dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu kumuh berat, sedang, dan ringan. Kecamatan Kenjeran merupakan salah satu kecamatan yang memiliki permukiman kumuh di Surabaya . Kecamatan Kenjeran memiliki luas wilayah kumuh sebesar 16,75 Ha Permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran. memiliki tipe permukiman kampung dan memiliki kualitas lingkungan permukiman yang rendah dengan karakteristik permukiman padat,bentuk permukiman tidak teratur (squatter), lebar jalan kecil,pengolahan limbah yang belum maksimal, prasarana air bersih yang lingkup pelayanannya belum merata, kondisi drainase yang sempit dan terhambat di beberapa titik, serta ruang terbuka hijau yang belum memadai [3]
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB II. PROFIL KABUPATEN EMPAT LAWANG - DOCRPIJM 1503115172BAB II PROFIL EMPAT LAWANG

BAB II. PROFIL KABUPATEN EMPAT LAWANG - DOCRPIJM 1503115172BAB II PROFIL EMPAT LAWANG

kondisional yang m endukung strategi pembangunannya. Hal ini mencakup : laju pertumbuhan penduduk, supply perumahan, keterjangkauan, ketersediaan lahan, supply infrastruktur dan kualitas lingkungan permukiman, manajemen kelembagaan, sistem pembiayaan, serta kerusakan lingkun gan. Upaya menciptakan lingkungan permukiman berkualitas belum terpenuhi terutama pada kawasan permukiman perkampungan kota, kawasan permukiman di sekitar pasar, di sempadan sungai dan sempadan kereta api. Kepadatan penduduk di perkampungan kota (Pajar Bak ti – Pasar Tebing Tinggi – Tanjung Kupang – Mekar Jaya – Lampar Baru, Pendopo – Beruge Ilir – Pagar Tengah – Muara Lintang Lama, Padang Tepong – Muara Belitung – Muara Kalangan – Batu Lintang) memperlihatkan kekumuhan kawasan. Sedangkan perkembangan permukiman pusat kota (Kelumpang Jaya – Jaya Loka – Pasar Tebing Tinggi – Tanjung Makmur – Kupang – Kemang Manis), di sempadan sungai maupun sempadan kereta api (Tanjung Makmur – Pasar Tebing Tinggi – Tanjung Kupang – Lampar Baru) memperlihatkan kesemrawutan tata ruang.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Kualitas Lingkungan Fisik Permukiman Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta.

PENDAHULUAN Analisis Kualitas Lingkungan Fisik Permukiman Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta.

Studi permukiman dibagi atas tiga skala, yang peblokama skala permukiman skala permukiman makro, skala permukiman meso dan skala permukiman mikro. Skala permukiman makro menggambarkan ekspresi keruangan dari pada permukimannya berujud sebagai kenampakan kota-kota secara individual ataupun gabungan dari beberapa permukiman kota yang telah membentuk sutau built up areas yang sangat besar. Skala permukiman mesomeneliti bagian teblokentu dari kota-kota secara individual yang betul-betul dipergunakan untuk tempat tinggal penduduk.Skala permukiman yang lebih kecil yaitu skala permukiman mikro memusatkan pada bangunan-bangunan yang digunakan penduduk untuk tempat tinggal sehari-hari atau rumah-rumah penduduk.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

STUDI DAN ANALISA KUALITAS PERMUKIMAN DI

STUDI DAN ANALISA KUALITAS PERMUKIMAN DI

Permukiman atau tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan primer manusia sehingga semakin banyak jumlah penduduk maka semakin tinggi kebutuhan akan permukiman. Permasalahan permukiman biasanya terjadi di kawasan perkotaan karena kawasan perkotaan cenderung memiliki jumlah penduduk yang tinggi sehingga analisis kualitas permukiman penting untuk dilakukan. Parameter yang digunakan dalam melakukan analisis kualitas permukiman adalah kepadatan rumah, pola permukiman, luas blok, lokasi permukiman, air bersih, sanitasi, lebar jalan dan kondisi jalan. Metode yang digunakan adalah skoring dan overlay parameter penentu kualitas permukiman dengan interpretasi Citra Quickbird dan software ArcMap 10.1. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang yaitu dengan memberikan bobot pada masing-masing parameter sesuai dengan pengaruh dari parameter tersebut terhadap kualitas permukiman. Hasil dari penelitian ini adalah Peta Kualitas Permukiman Daerah Maguwoharjo dan Sekitarnya. Kualitas permukiman di Daerah Maguwoharjo termasuk kedalam kategori baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...