kualitas pelayanan perpajakan

Top PDF kualitas pelayanan perpajakan:

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (STUDI EMPIRIS PADA KOPERASI DI KOTA BANDA ACEH) | Syukriy Abdullah | Jurnal Administrasi Akuntansi : Program Pascasar

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (STUDI EMPIRIS PADA KOPERASI DI KOTA BANDA ACEH) | Syukriy Abdullah | Jurnal Administrasi Akuntansi : Program Pascasar

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan secara simultan maupun secara parsial bukti empiris tentang pengaruh pemahaman peraturan perpajakan yang menyeluruh, kesadaran membayar pajak diantara institusi-institusi yang memenuhi kategori perpajakan sebagai wajib pajak, dan kualitas pelayanan pajak. Sebanyak 161 koperasi yang dianggap sebagai wajib pajak badan dan berada di kota Banda Aceh dijadikan sample. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner ke responden. Kemudian, data tersebut dianalisa lebih jauh dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peraturan perpajakan, kesadaran membayar pajak, dan kualitas pelayanan perpajakan secara simultan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan. Secara parsial, pemahaman peraturan perpajakan dan kesadaran membayar pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan kualitas pelayanan pajak tidak berpengaruh.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (STUDI EMPIRIS PADA KOPERASI DI KOTA BANDA ACEH) | Mahfud1, Muhammad Arfan2, Syukriy Abdullah3 | Jurnal Administrasi A

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (STUDI EMPIRIS PADA KOPERASI DI KOTA BANDA ACEH) | Mahfud1, Muhammad Arfan2, Syukriy Abdullah3 | Jurnal Administrasi A

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh pemahaman peraturan perpajakan, kesadaran membayar pajak dan kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak badan baik secara simultan maupun secara parsial. Sampel yang dijadikan dalam penelitian ini sebanyak 161 koperasi yang ada di Kota Banda Aceh. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner ke responden penelitian. Metode yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman peraturan perpajakan, kesadaran membayar pajak dan kualitas pelayanan perpajakan secara simultan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Kesadaran membayar pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Kualitas pelayanan perpajakan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN , PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ATAS PENERAPAN SISTEM E-TAX SERVICES TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN , PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ATAS PENERAPAN SISTEM E-TAX SERVICES TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK

Kualitas pelayanan tentunya memiliki pengaruh yang sangat banyak terhadap kepatuhan seorang wajib pajak dalam membayarkan kewajiban pajaknya. Seorang konsumen atau pelanggan tentunya memberikan suatu penilaian terhadap sebuah layanan public khususnya sebuah kantor pajak dimana seorang wajib pajak memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Kualitas pelayanan dapat dilihat dari berbagai segi misalnya aparatur pajak sendiri mampu atau tidak dalam memberikan suatu pelayanan yang memuaskan, cepat dan tepat serta tidak berbelit-belit.Sikap dariaparatur pajak atau staf pajak yang ramah terhadap wajib pajak dan penjelasan yang mudah dimengerti dan dipahami oleh wajib pajak serta tempat pelayanan yang nyaman bagi penggunanya.Kualitas pelayanan juga dapat diartikan sebagai kualitas suatu tindakan yang dapat memberikan rasa nyaman dan puas terhadap penerimanya (Permatasari dkk, 2015).
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN , PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ATAS PENERAPAN SISTEM E-TAX SERVICES TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN , PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK DAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ATAS PENERAPAN SISTEM E-TAX SERVICES TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK

Pengetahuan perpajakan meliputi pengetahuan mengenai prosedur dan tata cara membayar pajak serta pengetahuan mengenai pajak apa saja yang harus dibayarakan dan sanksi apa yang akan diperoleh apabilah tidak meyampaikan kewajiban perpajakannya. Biasanya pengetahuan perpajakan diperoleh dari suatu sosialisasi dari pihak perpajakan namun hal itu masih jarang ditemui karna hanya instansi tertentu yang mengadakan sosialisasi tersebut.Biasanya wajib pajak memperoleh pengetahuan pajak dari media on-line atau langsung dari petugas pajak itu sendiri.Sehingga hal ini menjadikan pengetahuan perpajakan menajdi faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar pajak.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM HALAMAN JUDUL - PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJ

PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM HALAMAN JUDUL - PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJ

Menurut hasil penerimaan pajak yang belum bisa mencapai target pemerintah melakukan reformasi perpajakan yang diharapkan akan mampu untuk meningkatkan pendapatan Negara melalui pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak yaitu pemerintah mengganti sistem perpajakan yang semula Official Assessment System berganti menjadi Self Assessment System yang bertujuan untuk perpajakan yang lebih transparan . Kewenangan yang diberikan dalam self assessment system tersebut ternyata menimbulkan kelemahan atau hambatan yang muncul beberapa tahun terakhir yang dialami oleh Wajib Pajak yaitu masyarakat kesulitan dalam mengisi form-form pengisian yang dilakukan secara manual oleh Wajib Pajak itu sendiri . Peneliti Oktaviane Lidya Winerungan (2013) menjelaskan didalam penelitiannya pelayanan fiskus, dan sanksi perpajakan tidak memiliki pengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Manado dan KPP Bitung dikarenakan
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM - Perbanas Institutional Repository

Menghitung pajak penghasilan adalah menghitung besarnya pajak yang terutang dilakukan pada setiap akhir tahun pajak, dengan cara mengalikan tarif pajak dengan dasar pengenaan pajaknya, sedangkan memperhitungkan adalah mengurangi pajak yang terutang tesebut dengan jumlah pajak yang dilunasi dalam tahun berjalan yang dikenal sebagai kredit pajak (prepayment). Selisih antara pajak yang terutang dengan kredit pajak dapat berupa kurang bayar, lebih bayar atau nihil. Menurut Mohammad Zain (2008: 113) pun Wajib Pajak diwajibkan untuk menghitung, memperhitungkan, dan membayar sendiri jumlah pajak yang seharusnya terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan sehingga penentuan besarnya pajak yang terutang berada pada Wajib Pajak sendiri.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PERSEPSI SANKSI PAJAK DAN KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM - Perbanas Institutional Repository

Setiap orang yang mempunyai penghasilan wajib membayar pajak dan wajib mendaftarkan diri sebagai wajib pajak. pada kenyataanya pendapatan Indonesia dari pajak tidak selalu memenuhi target pendapatan. Indonesia melakukan reformasi dalam perpajakan yaitu penerapan self assessment system dimana bertujuan untuk sistem pajak yang lebih tansparan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman perpajakan, persepsi sanksi pajak dan kualitas pelayanan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak Populasi dalam penelitian ini wajib pajak yang berada dalam KPP lingkungan Jatim I dan II dan mendapat sampel sejumlah 125 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner manual dan kuesioner elektronik dan menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya persepsi sanksi pajak dan kualitas pelayanan pajak yang mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam penerapan self assessment system, sementara pemahaman perpajakan tidak bepengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam penerapan self assessment system.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH  PEMAHAMAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN, SANKSI PERPAJAKAN, DAN KONDISI LINGKUNGAN  Pengaruh Pemahaman Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan Perpajakan, Sanksi Perpajakan, Dan Kondisi Lingkungan Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Oran

PENGARUH PEMAHAMAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN, SANKSI PERPAJAKAN, DAN KONDISI LINGKUNGAN Pengaruh Pemahaman Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan Perpajakan, Sanksi Perpajakan, Dan Kondisi Lingkungan Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Oran

Penyelenggarakan pemerintah membutuhkan dana yang relative besar. Dana yang diperlukan tersebut semakin meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan pembangunan itu sendiri. Dalam upaya mengurangi ketergantungan sumber eksternal, pemerintah Indonesia secara terus menerus berusaha meningkatkan sumber pembiayaan pembangunan internal, salah satu sumber pembiayaan pembangunan internal tersebut adalah pajak. Pajak merupakan penerimaan Negara terbesar yang diperguanakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, pelayanan umum dan pembangunan nasional (Utami, Andi, Soerono:2012).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN  Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Perpajakan, Kualitas Pelayanan dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak ( Studi Kasus Pada Wajib Paja

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Perpajakan, Kualitas Pelayanan dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak ( Studi Kasus Pada Wajib Paja

Saat ini di Indonesia kesadaran wajib pajak masih rendah (Susilawati dan Ketut, 2013). Tinggi rendahnya wajib pajak dalam mematuhi kewajiban perpajakannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kesadaran wajib pajak. Apabila wajib pajak memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan serta pelayanan yang berkualitas terhadap wajib pajak maka akan timbul kesadaran akan membayar pajak.

Baca lebih lajut

PENGARUH SOSIALISASI PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN FISKUS, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (STUDI EMPIRIS PADA SAMSAT DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

PENGARUH SOSIALISASI PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN FISKUS, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (STUDI EMPIRIS PADA SAMSAT DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

(Jatmika 2006:21) dalam Ilhamsyah et al (2016). Selain itu, pemungutan pajak kendaraan bermotor menggunakan sistem official assessment dimana besarnya pajak ditentukan oleh fiskus, sehingga fiskus berperan penting dalam memberikan keadilan bagi wajib pajak sesuai dengan teori keadilan. Oleh karena itu, kualitas pelayanan fiskus yang baik akan semakin meningkatkan kepatuhan WP dalam membayar PKB dan BBN-KB. Hal ini didukung oleh penelitian dari Putri dan Jati (2012), Dharma dan Suardana (2014) serta Hardiningsih (2011) yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan fiskus berpengaruh signifikan positif terhadap kepatuhan WP dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hui Xin et al (2015) yang dilakukan di Malaysia bahwa kehandalan petugas pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan membayar pajak. Dari uraian di atas dapat dikembangkan hipotesis penelitian yang ketiga yaitu:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, PELAYANAN APARAT PAJAK, SANKSI PERPAJAKAN dan KUALITAS LAYANAN KONSULTAN PAJAK TERHADAP MINAT PENGGUNAAN JASA KONSULTAN PAJAK (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Badan Hotel di Kota Yogyakarta)

PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, PELAYANAN APARAT PAJAK, SANKSI PERPAJAKAN dan KUALITAS LAYANAN KONSULTAN PAJAK TERHADAP MINAT PENGGUNAAN JASA KONSULTAN PAJAK (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Badan Hotel di Kota Yogyakarta)

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Que (2013) menunjukkan bahwa sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap minat wajib pajak menggunakan jasa konsultan pajak. Penelitian ini juga dilakukan oleh Selly (2010) menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi wajib pajak menggunakan jasa tenaga ahli pajak adalah untuk menghindari sanksi pajak.Untuk menghindari resiko dikenakannya sanksi perpajakan perusahaan menggunakan jasa konsultan pajak (Que, 2013). Penggunaan jasa konsultan pajak juga membantu perusahaan dalam meminimalisasi beban pajaknya tanpa melanggar peraturan yang ada.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Adrian, Noviandri P. 2017. “Pengaruh Kecerdasan Spiritual, Kinerja Pelayanan Perpajakan, Kualitas Pelayanan Fiskus, Ketegasan Sanksi Perpajakan, Penyelewengan Pajak, Dan Persepsi Kewajiban Pajak Terhadap Motivasi Wajib Pajak Dalam Mem enuhi Kewajiban Perpajakan”. JOM Fekon Vol. 4 No. 1. Pekanbaru : Universitas Riau

Baca lebih lajut

99 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

99 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh penerapan sistem E-filing, kualitas pelayanan perpajakan dan presepsi wajib pajak atas sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan surat pemberitahuan. Metode dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan sumber data primer. Peneliti menggunakan uji regresi linier berganda sehingga dalam pengumpulan datanya menggunakan kuisioner untuk menguji hipotesis.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Keadilan Pajak Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib pajak Dengan Kualitas Pelayanan Sebagai Variabel Moderating | Fadilah | MEDIA AKUNTANSI PERPAJAKAN 758 2358 1 SM

Pengaruh Keadilan Pajak Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib pajak Dengan Kualitas Pelayanan Sebagai Variabel Moderating | Fadilah | MEDIA AKUNTANSI PERPAJAKAN 758 2358 1 SM

Pembuktian hipotesis ketiga secara simultan dapat dilihat pada tabel uji regresi berganda pada kolom Sig. 0,000 < 0,05, yang berarti bahwa variabel Keadilan Pajak dan Sanksi Perpajakan secara bersama sama berpengaruh secara signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Cara yang kedua adalah dengan membandingkan antara F hitung dengan F tabel. Kolom F hitung sebesar 44,772 > F tabel 3,10 yang berarti bahwa variabel Keadilan Pajak dan Sanksi Perpajakan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Berdasarkan pembuktian ini maka dapat disimpulkan Hipotesis alternatif Ketiga (H3) diterima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH SOSIALISASI PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN, PEMERIKSAAN PAJAK DAN PENERAPAN SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN MODERN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survei Pada WPOP di KPP Pratama Purbalingga)

PENGARUH SOSIALISASI PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN, PEMERIKSAAN PAJAK DAN PENERAPAN SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN MODERN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survei Pada WPOP di KPP Pratama Purbalingga)

Kualitas Pelayanan, Pemeriksaan Pajak dan Penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Survei Pada WPOP di KPP Pratama Purbalingga) ”. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian dari persyaratan untuk menyelesaikan studi sarjana S-1 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi S-1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

17 Baca lebih lajut

1.1 Latar Belakang - BAB I  Pendahuluan

1.1 Latar Belakang - BAB I Pendahuluan

Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan sektor UMKM secara serius. Peranan UMKM dalam perekonomian harus ikut diperhitungkan dalam proses merencanakan suatu kebijakan di bidang perpajakan, karena kontribusi UMKM dalam perekonomian sangat besar sedangkan kontribusi UMKM dalam penerimaan pajak masih sangat kecil. Banyaknya pelaku usaha UMKM bila diperhatikan secara seksama merupakan potensi yang akan berdampak pada peningkatan perilaku kepatuhan pajak.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DENPASAR TIMUR.

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DENPASAR TIMUR.

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting, karena merupakan sumber penerimaan utama negara untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, pengetahuan dan pemahaman peraturan perpajakan, kualitas pelayanan dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Timur.

Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK - Perbanas Institutional Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pemahaman Peraturan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling, yang menggunakan data primer melalui sebuah kuesioner. Kuasioner yang disebarkan sebanyak 100 buah kepada wajib pajak kendaraan bermotor di area Kantor SAMSAT Ketintang Surabaya, SAMSAT Drive Thru, SAMSAT Corner, dan SAMSAT Keliling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peraturan perpajakan, kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan dan sanksi perpajakan secara bersama-sama mempengaruhi kepatuhan wajib pajak, uji t (uji parsial) menunjukkan bahwa variabel pemahaman pearturan perpajakan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan variabel kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan dan sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa pemahaman peraturan perpajakan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan dan sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Motivasi Wajib Pajak Memenuhi Kewajiban Perpajakan

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Motivasi Wajib Pajak Memenuhi Kewajiban Perpajakan

Tantangan terbesar dari para petugas pajak adalah memberikan pelayanan yang terbaik. Program yang sudah dijalankan di kantor-kantor pelayanan pajak seolah tak mendapat dukungan yang memadai. Sejatinya tujuan dari sebuah pelayanan hanyalah satu kata, kepuasan. Namun yang terlihat banyak terjadi di lapangan, meskipun secara fisik kantor tersebut sudah menarik tetapi pelayanan yang diberikan oleh petugasnya masih belum bisa disandingkan dengan pelayanan di bank misalnya. Menghubungi kantor pajak melalui telepon pun susahnya bukan main. Coba bandingkan dengan menghubungi informasi Telkom. Sumber daya yang ada seolah tak pernah memadai karena masih banyak kantor pelayanan yang kekurangan pegawai. Tahun 2010 Ditjen Pajak telah memrogramkan menambah jenis pelayanan unggulan dari tahun lalu yang berjumlah 8 jenis (Albert Aruan, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Restoran Di Kota Tebing Tinggi Dengan Kesadaran Wajib Pajak Sebagai Variabel Intervening

Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Restoran Di Kota Tebing Tinggi Dengan Kesadaran Wajib Pajak Sebagai Variabel Intervening

I G. A. M. Agung Mas Andriani Pratiwi, Putu Ery Setiawan. 2014. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Kondisi Keuangan Perusahaan, Dan Persepsi Tentang Sanksi Perpajakan Pada Kepatuhan Wajib Pajak Reklame Di Dinas Pendapatan Kota Denpasar. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.1 (2014):1 39-153. Denpasar: Fakultas Ekonomi UNUD

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...