kualitas susu

Top PDF kualitas susu:

Pengaruh Imbangan Hijauan Daun Singkong (Manihot Utilisima) Dengan Konsentrat Terhadap Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah (PE)

Pengaruh Imbangan Hijauan Daun Singkong (Manihot Utilisima) Dengan Konsentrat Terhadap Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah (PE)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas susu kambing PE dengan pemberian pakan hijauan daun singkong dan konsentrat pada imbangan yang berbeda. Pendekatan ini diharapkan akan memberikan pengaruh positif terhadap kualitas susu kambing Peranakan Etawah (PE). Penelitian ini dilaksanakan di peternakan kambing perah Peranakan Etawah milik Bapak Yusuf yang berlokasi di Jalan Kapas Kec.Hamparan Perak Desa Klambir V, Medan. Analisis komposisi kimia susu dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dibulan Juni-Oktober 2014. Penelitian ini dimulai dengan pemberian perlakuan berbagai imbangan hijauan dengan konsentrat terhadap objek penelitian setelah itu susu pagi dan sore diperah dan dicampur dengan perbandingan yang sama dan selanjutnya di analisis terhadap komposisi kimia susu seperti protein, lemak, berat jenis, bahan kering dan bahan kering tanpa lemak (solid non fat).
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

“TMB” teh mineral block teknologi suplementasi ampas teh guna meningkatkan produksi dan kualitas susu sapi perah

“TMB” teh mineral block teknologi suplementasi ampas teh guna meningkatkan produksi dan kualitas susu sapi perah

Hasil menunjukan semakin tinggi porduksi susu maka kualitas susu akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya, hasil ini sesuai dengan literature. Ternak yang diberi suplementasi kualitas susunya lebih baik dari pada susu yang tidak diberi suplementasi, namun secara kuantitas produksinya lebih rendah. Hal ini dikarenakan nutrisi yang digunakan untuk sintesisi susu digunakan untuk meningkatkan kualitas susu. Produksi susus dipengaruhi oleh sintesis propionate di dalam rumen, sedangkan lemak susu dipengaruhi oleh asetat. Saat diberi suplementasi, kandungan propionate turun dan asetat naik sehingga lemak susu akan disintesis lebih banyak.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Produksi dan kualitas susu sapi perah ya

Produksi dan kualitas susu sapi perah ya

Konsumsi pakan diperoleh dari jumlah pakan yang diberikan dikurangi dengan jumlah pakan yang sisa dalam waktu 24 jam. Pengamatan produksi susu dilakukan setelah berlangsung tahap pembiasaan selama 7 hari. Pengukuran produksi susu dilakukan selama 10 hari, dimana produksi susu tersebut adalah hasi penambahan produksi susu pagi dan sore hari. Kualitas susu yang diukur meliputi, kadar protein, lemak, laktosa, kalsium, phosfor, pH dan berat jenis (BJ). Pengukuran kadar protein susu dilakukan dengan metode Makro Kjeldahl, lemak susu dianalisis dengan metode Babcock (AOAC, 2005), laktosa susu dianalisis dengan Metode Nelson (Sudarmadji, dkk., 1997), kalsium (Ca) susu dianalisis dengan Metode AAF (Sudarmadji dkk., 1997), phosfor (P) susu dianalisis dengan Metode Spektrofotometer (Sudarmadji dkk., 1997). Pengukuran pH dilakukan dengan metode potensiometri dan Berat Jenis (BJ) susu diukur dengan menggunakan Laktodensimeter.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efek Challenge Feeding terhadap Produksi dan Kualitas Susu Sapi Perah Friesian Holstein (FH) Akhir Laktasi Di KUNAK Cibungbulang-Bogor

Efek Challenge Feeding terhadap Produksi dan Kualitas Susu Sapi Perah Friesian Holstein (FH) Akhir Laktasi Di KUNAK Cibungbulang-Bogor

Efek Challenge feeding terhadap produksi dan kualitas susu, persistensi laktasi, pertambahan bobot badan (PBB), body condition score (BCS), efisiensi penggunaan pakan dan total plate count (TPC) sapi perah Friesian Holstein (FH) diamati dalam percobaan ini. Perlakuan terdiri atas: P0= Pemberian pakan peternak: hijauan (rumput gajah/rumput lapang/jerami padi)+ampas tahu/ampas tempe+konsentrat lokal (kontrol) dan P1= Pemberian pakan standar (TDN 68.26% dan PK 14.22%) yang ditingkatkan pemberiannya secara bertahap dari waktu ke waktu (challenge feeding): hijauan (hijauan fermentasi, Hi-fer  +rumput gajah/rumput lapang)+ampas tahu+konsentrat standar. Sapi perah FH (5 ekor per perlakuan) digunakan sebagai ulangan; data dianalisis secara deskriptif (rataan dan simpangan baku), dan diikuti uji T. Challenge feeding belum dapat meningkatkan produksi (4% FCM) dan kualitas susu, efisiensi penggunaan pakan, dan income over feed cost, tetapi dapat memperbaiki konversi TDN dan PK untuk produksi susu (P<0.05) dan persistensi laktasi, meningkatkan PBB dan BCS, dan menurunkan TPC susu pada sapi perah FH pada akhir laktasi.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Produksi dan kualitas susu kambing peranakan etawah (PE) pada kondisi tatalaksana yang berbeda

Produksi dan kualitas susu kambing peranakan etawah (PE) pada kondisi tatalaksana yang berbeda

utama dalam produksi susu kambing karena pada musim kering kandungan PK rumput mengalami penurunan yang drastis, yaitu dibawah 4%. Konsumsi PK yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis bahan pakan khususnya bahan penyusun konsentrat. Konsentrat merupakan pakan penguat dengan kadar serat kasar rendah dan banyak mengandung protein dan juga energi. Palatabilitas pakan dan jumlah pakan yang dimakan akan meningkatkan konsumsi protein yang lebih banyak dari kebutuhan minimalnya sehingga dapat berguna untuk meningkatkan bobot badan. Protein dalam tubuh diubah menjadi energi jika diperlukan. Protein dapat diperoleh dari bahan-bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan yang berasal dari biji-bijian. Menurut Atabany (2001), konsumsi PK kambing PE pada penelitiannya di peternakan Barokah adalah 215 gram/ekor/hari.
Baca lebih lanjut

210 Baca lebih lajut

Evaluasi Cemaran Bakteri pada Susu Sapi Segar dalam Distribusi Susu di Kabupaten Banyumas - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Evaluasi Cemaran Bakteri pada Susu Sapi Segar dalam Distribusi Susu di Kabupaten Banyumas - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Susu merupakan salah satu bahan pangan sumber protein hewani asal ternak yaitu ternak perah yang banyak dibutuhkan oleh manusia karena kandungan zat gizi susu yang dianggap baik, maka dari itu peternak merupakan pihak utama yang berkontribusi langsung terhadap kualitas dan kuantitas susu segar. Kegiatan peternak itu juga dilakukan agar susu yang diproduksi dapat diterima pihak-pihak lain seperti Milk Collection Center (MCC) dan juga koperasi yang nantinya akan dikirimkan ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Berpindahnya susu dari peternak ke MCC lalu ke koperasi dan selanjutnya ke IPS merupakan proses distribusi, yang mana hal itu dapat dikatakan sebagai rantai susu. Kualitas susu yang diterima IPS tidak hanya dilihat dari kandungan nutrisi susu yang dihasilkan peternak saja akan tetapi melihat kualitas lain dari susu yaitu jumlah total cemaran bakteri yang terdapat di dalam susu. Menurut Badan Standardisasi Nasional (2011) batas jumlah total bakteri yang diperbolehkan dalam susu sebanyak 10 6 CFU/ml. Jika susu yang dihasilkan memiliki total cemaran bakteri yang tinggi melebihi batas yang ditentukan IPS, maka susu tersebut akan ditolak oleh IPS.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SUSU MURNI Studi Kasus Pada Koperasi Susu “Warga Mulya” Yogyakarta

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SUSU MURNI Studi Kasus Pada Koperasi Susu “Warga Mulya” Yogyakarta

Secara umum pengendalian kualitas untuk jenis variabel Berat Jenis (BJ) susu murni tidak terkendali dengan baik. Hal ini tampak dengan adanya letak titik-titik sampel penelitian yang jatuh di luar batas kontrol atau tidak terkendali pada batas pengendali atas, yaitu terlihat pada bulan Februari, bulan Maret, dan bulan April. Sedangkan letak titik-titik sampel penelitian yang tidak terkendali pada batas pengendali bawah adalah pada bulan September dan bulan Oktober. Rentang dan pola titik-titik sampel penelitian tersebar tidak merata. Hal ini disebabkan kurang telitinya dalam pengujian sterilisasi kualitas susu pada saat peneriman awal susu dari para peternak, kebersihan tabung susu (milk can), kurangnya pengawasan oleh adanya campuran air tawar dengan susu murni.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN PROBIOTIK LIGNOCHLORITIK TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS SUSU SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH)

PENGARUH PENGGUNAAN PROBIOTIK LIGNOCHLORITIK TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS SUSU SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH)

Probiotik merupakan bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen pakan yang mempunyai pengaruh menguntungkan pada kesehatan. Keunggulan probiotik adalah meningkatkan nafsu makan, membantu mempercepat perkembangan rumen bagi ternak muda, meningkatkan kinerja pencernaan serat kasar, meningkatkan efisiensi pakan, dan meningkatkan produktifitas ternak. Penambahan probiotik diharapkan mampu meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan terutama kandungan lemak dan berat jenisnya.

16 Baca lebih lajut

Perbandingan Uji Mastitis IPB-1 dengan Metode Breed untuk Diagnosa Mastitis Subklinis pada Susu Kerbau dan Susu Kambing

Perbandingan Uji Mastitis IPB-1 dengan Metode Breed untuk Diagnosa Mastitis Subklinis pada Susu Kerbau dan Susu Kambing

Kejadian mastitis dapat didiagnosa dengan menghitung jumlah sel somatis yang terdapat dalam susu. Sel somatis merupakan kumpulan sel yang terdiri dari sel limfosit, neutrofil, monosit, makrofag, reruntuhan sel epitel, sel plasma, dan colostrum corpuscle. Sel somatis normal berada di dalam susu segar dalam jumlah tertentu. Peningkatan jumlah sel somatis dapat menandakan terjadinya infeksi pada ambing. Jumlah sel somatis yang tinggi mengakibatkan turunnya kualitas susu akibat aktifitas enzimatis, yaitu protease dan lipase. Aktifitas enzimatis menyebabkan penurunan kualitas produk keju, menurunnya daya tahan susu pasteurisasi, perubahan produksi asam pada produk-produk susu fermentasi, produk mentega menjadi tengik, dan adanya perubahan rasa pada sebagian produk olahan (Lukman et al. 2009). Hubungan antara jumlah sel somatis terhadap produksi dan kualitas susu sapi dapat dilihat pada Tabel 5 dan 6.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Kualitas Mikroba Pada Ruang Penampungan Susu Dan Pengaruhnya Terhadap Jumlah Bakteri Dalam Air Susu.

Kualitas Mikroba Pada Ruang Penampungan Susu Dan Pengaruhnya Terhadap Jumlah Bakteri Dalam Air Susu.

Kualitas suatu bahan pangan ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya factor kebersihan lingkungan, faktor ini baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Kualitas air susu merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam rangka penyediaan susu sehat untuk konsumen dan hasil olahannya. Oleh karena itu untuk menjamin konsumen mendapatkan susu berkualitas baik, maka diperlukan suatu peraturan yang mengatur syarat – syarat, tata cara pengawasan dan pemeriksaan kualitas susu produksi dalam negeri. Sampai saat ini di Indonesia peraturan tersebut mengacu kepada Standar Nasional Indonesia tahun 2000, dimana mengatur persyaratan jumlah total bakteri yang boleh ada dalam air susu segar adalah 10 6 CFU/g (Tabel 1). Disamping itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi berkenaan dengan pencemaran beberapa jenis bakteri patogen.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) yang Diberikan Pakan Legume Indigofera sp

Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) yang Diberikan Pakan Legume Indigofera sp

Adriani, A. Sudono, T. Sutardi, W. Manalu dan I-K. Sutama. 2004. The effect of superovulation and dietary zinc in does on the prepartum and postpartum growth of her kids . J. Pengembangan Peternakan Tropis. 29:177-183. Didalam Adriani, A.Latif, S. Fachri dan I. Sulaksana. 2014. Peningkatan Produksi dan Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah Sebagai Respon Perbaikan Kualitas Pakan. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 17 (1).

7 Baca lebih lajut

Peran Massage dan Pakan terhadap Produksi dan Lemak Susu Kambing Peranakan Ettawa - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Peran Massage dan Pakan terhadap Produksi dan Lemak Susu Kambing Peranakan Ettawa - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kualitas susu ditentukan oleh warna, bau, rasa, uji masak, uji penyaringan dan berat jenis, kadar lemak, bahan kering tanpa lemak dan kadar protein (Sudono, 1999). Perbandingan susu kambing, susu sapi dan Air Susu Ibu dapat dilihat pada Tabel 1., sebagai berikut :

7 Baca lebih lajut

EDUKASI PETERNAK SAPI PERAH KELOMPOK TANI TERNAK NGUDI MAKMUR MELALUI PROGRAM “KAMPOENG SUSU” GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT.

EDUKASI PETERNAK SAPI PERAH KELOMPOK TANI TERNAK NGUDI MAKMUR MELALUI PROGRAM “KAMPOENG SUSU” GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT.

Susu terbagi menjadi dua bagian besar yaitu 87,25% air dan 12,7% zat padat. Zat padat ini terbagi menjadi 3,80% protein, 4,8% laktosa dan 0,65% mineral. Faktor pakan dan kebersihan merupakan faktor yang sangat menentukan terhadap produktivitas sapi perah dalam menghasilkan susu, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Jenis pakan yang biasa diberikan adalah hijaun dan konsentrat. Hijaun berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kandungan lemak dalam susu sedang konsentrat berpengaruh terhadap produksi susu yang dihasilkan. Kualitas susu yang dihasilkan akan menentukan harga jual susu.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Efek Pakan terhadap Produksi dan Kualitas Air Susu

Efek Pakan terhadap Produksi dan Kualitas Air Susu

• Perlu dikembangkan standar ransum sapi perahPerlu dikembangkan standar ransum sapi perah • Peningkatan produksi dan kualitas susu melalui perbaikan pakan masih sangat terbuka • Evalu[r]

20 Baca lebih lajut

TAMPILAN PRODUKSI DAN KUALITAS FISIK SUSU SAPI PERAH PENDERITA MASTITIS PASCA PENGOBATAN ANTIBIOTIK DI KELOMPOK TANI TERNAK SUBUR MAKMUR BOYOLALI.

TAMPILAN PRODUKSI DAN KUALITAS FISIK SUSU SAPI PERAH PENDERITA MASTITIS PASCA PENGOBATAN ANTIBIOTIK DI KELOMPOK TANI TERNAK SUBUR MAKMUR BOYOLALI.

Sapi perah yang terserang mastitis pada umumnya akan menampakkan gejala penurunan produksi maupun kualitas fisik susu. Penurunan produksi dan kualitas susu terjadi akibat aktivitas mikrobia yang terakumulasi di dalam ambing dan mengganggu proses pembentukan susu serta merusak komposisi susu. Penurunan produksi dan kualitas fisik susu akibat serangan mastitis akan merugikan peternak dan konsumen.

3 Baca lebih lajut

STUDI TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN MUSLIM TENTANG KEHALALAN PRODUK SUSU BUBUK PADA MASYARAKAT KELAS MENENGAH (Studi Kasus pada Karyawan dan Dosen di Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang)

STUDI TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN MUSLIM TENTANG KEHALALAN PRODUK SUSU BUBUK PADA MASYARAKAT KELAS MENENGAH (Studi Kasus pada Karyawan dan Dosen di Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang)

STUDI TENTANG KUALITAS SUSU PASTEURISASI PADA BERBAGAI LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RENDAH Studi Kasus Susu Pasteurisasi KUD Turen Kecamatan Turen Kabupaten Malang Oleh: ANIK MUZDALIFA[r]

1 Baca lebih lajut

Pengendalian kualitas produk susu murni : studi kasus pada koperasi susu ``Warga Mulya`` Yogyakarta.

Pengendalian kualitas produk susu murni : studi kasus pada koperasi susu ``Warga Mulya`` Yogyakarta.

Berdasarkan pengamatan peneliti, tidak terkendalinya variabel Solid Non Fat (SNF) kualitas produk susu murni baik yang berada dalam batas pengendali atas maupun batas pengendali bawah tersebut dapat dianalisis, misalnya kurang telitinya dalam pengujian kualitas susu pada saat penerimaan awal susu dari para peternak, kebersihan tabung susu, kurangnya pengawasan oleh adanya campuran air tawar dengan susu murni, kurang terjaga kebersihan dalam penyaringan dan dalam pengolahan dalam mesin cooling unit, sanitasi ruangan, sanitasi karyawan. Dari hasil analisis kualitas susu murni selama 1 (satu) tahun pada variabel Berat Jenis (BJ), Kadar Lemak (FAT), dan Solid Non Fat (SNF), maka dapat digambarkan dalam diagram sebab-akibat ( diagram Fish Bone ) sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Jurnal TAHU SUSU cendekia

Jurnal TAHU SUSU cendekia

Tahu susu dapat dibuat dari susu segar maupun susu berkualitas rendah, sehingga dapat dijadikan alternatif bagi peternak apabila kualitas susu yang disetor ke KUD tidak memenuhi standar misalnya terkait berat jenis, kadar lemak atau uji alkohol akibat penanganan susu yang tidak tepat, tidak menjadi mubazir atau terbuang percuma. Selain itu penganekaragaman olahan susu merupakan hal yang penting sebagai usaha untuk perbaikan gizi masyarakat terutama bagi yang kurang suka maupun alergi mengkonsumsi dalam bentuk susu segar (Usmiati, dan Abubakar, 2009).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Jurnal alam hijau 2015

Jurnal alam hijau 2015

Tahu susu dapat dibuat dari susu segar maupun susu berkualitas rendah, sehingga dapat dijadikan alternatif bagi peternak apabila kualitas susu yang disetor ke KUD tidak memenuhi standar misalnya terkait berat jenis, kadar lemak atau uji alkohol akibat penanganan susu yang tidak tepat, tidak menjadi mubazir atau terbuang percuma. Selain itu penganekaragaman olahan susu merupakan hal yang penting sebagai usaha untuk perbaikan gizi masyarakat terutama bagi yang kurang suka maupun alergi mengkonsumsi dalam bentuk susu segar (Usmiati, dan Abubakar, 2009).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

jurnal ilmu peternakan brawijaya

jurnal ilmu peternakan brawijaya

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jagung deng/m ukuran partikel berbeda dan ransum sapi perah laktasi terhadap produksi dan kualiuu susu. Sebelas ekor sapi perah Friesian Holstein (FH) laktasi dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan pakan yaitu ; Konsentrat yang mengandung 30% jagung partikel kasar (R- 1), konsentrat yang mengandung 30% jagung partikel halus (R-2) dan konsentrat control /tanpa jagung (R-3). Konsetrat yang diberikan diformulasikan iso energi dan iso protein dengan 18% protein kasar dan 72-73% Total Digestable Nutrients. Hijauan yang eB berikan adalah rumput gajah dengan jumlah pemberian 40-45 kg/ekor/hari. Data yang diamati meliputi konsumsi pakan dan nutrient pakan, produksi susu, kualitas susu, (kadar lemak dan kadar protein susu). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Completely Randomized Design. Data yang diproleh variansi, apabila berbeda nyata dilanjutkan Uji DMRT. H asil penelitian menunjukan kadar lemak susu berbeda tidak nyata pada perlakuan pakan (R -l, R-2 dan R-3). Konsumsi pakan, produsi susu, kadar protein susu menujukan perbedan yang nyata (P<0,05) pada ketiga perlakuan pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan jagung dalam ransum sapi perah laktasi dengan ukuran partikel berbeda belum mampu meningkatkan produksi susu yang dihasilkan. Penggunaan jagung partikel kasar dalam ransum sapi perah cenderung memberikan respon produksi susu yang lebih baik (JIIPB 2009 Vol 19 No 3:200-209).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...