KUAT TARIK BELAH TANAH

Top PDF KUAT TARIK BELAH TANAH:

Kajian Efektifitas Penggunaan Semen dan Limbah Karbit Terhadap Stabilitas Tanah Lempung Dengan Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)

Kajian Efektifitas Penggunaan Semen dan Limbah Karbit Terhadap Stabilitas Tanah Lempung Dengan Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)

2013.Kuat Geser Dan Kuat Tarik Belah Tanah Lempung Yang Distabilisasi Dengan Limbah Karbit Dan Abu Sekam Padi.Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Tenik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta[r]

2 Baca lebih lajut

Kajian Efektifitas Penggunaan Semen Portland dan Limbah Karbit terhadap Stabilitas Tanah Lempung Ditinjau Dari Nilai CBR

Kajian Efektifitas Penggunaan Semen Portland dan Limbah Karbit terhadap Stabilitas Tanah Lempung Ditinjau Dari Nilai CBR

Kuat Geser Dan Kuat Tarik Belah Tanah Lempung Yang Distabilisasi Dengan Limbah Karbit Dan Abu Sekam Padi.. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Tenik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.[r]

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Tinjauan Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Dengan Sebagian Semen Diganti Tanah Pozolan Dari Kecamatan Tulakan.

PENDAHULUAN Tinjauan Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Dengan Sebagian Semen Diganti Tanah Pozolan Dari Kecamatan Tulakan.

Penelitian Iswanto (2009) menyatakan, bahwa dengan adanya penambahan kapur dan tanah pozolan Tulakan, kekuatan selalu meningkat meski direndam air limbah. Penambahan kapur dan tanah pozolan Tulakan dapat meningkatkan kuat tekan beton hingga 17,391%, yaitu dari 26,031MPa manjadi 30,558 MPa. Peningkatan tertinggi ini diperoleh dari kadar penambahan kapur 10% dan tanah pozolan Tulakan sebesar 15%. Tanah pozolan Tulakan ini dahulu sudah banyak digunakan oleh warga di sekitar Desa Bungur Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan untuk menjadi bahan pengganti semen dan terbukti kuat diaplikasikan untuk bahan bangunan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  PENGARUH SERAT BENDRAT TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN.

LANDASAN TEORI PENGARUH SERAT BENDRAT TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN.

a) Dengan membuat gelembung gelembung gas/udara dalam adukan semen. Dengan demikian akan terjadi banyak pori-pori udara di dalam betonnya. Bahan tambah khusus (pembentuk udara dalam beton) yaitu air entrance ditambahkan ke dalam semen akan timbul gelembung-gelembung udara. b) Dengan menggunakan aggrerat ringan, misalnya tanah liat bakar, dan batu

13 Baca lebih lajut

TINJAUAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH  DAN KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN TRAS JATIYOSO SEBAGAI PENGGANTI PASIR   Tinjauan Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Dan Kuat Lentur Beton Menggunakan Tras Jatiyoso Sebagai Pengganti Pasir Untuk Perkerasan Kaku (Rigid Pav

TINJAUAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN TRAS JATIYOSO SEBAGAI PENGGANTI PASIR Tinjauan Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Dan Kuat Lentur Beton Menggunakan Tras Jatiyoso Sebagai Pengganti Pasir Untuk Perkerasan Kaku (Rigid Pav

Pembangunan jalan raya di Indonesia selalu meningkat dari waktu ke waktu, sesuai dengan tuntutan jaman dan permasalahannya. Terjadinya krisis bahan baku yang berkepanjangan terutama bahan baku utama pembuat beton jalan yaitu pasir mengakibatkan harga pasir meningkat dan ketersediaanya semakin menipis. Maka perlu dicari bahan baku alternatif pengganti pasir yang lebih ekonomis. Tras memiliki peluang yang besar sebagai pengganti pasir dan mudah untuk dikembangkan secara luas penggunaannya. Tras merupakan batuan gunung berapi yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang disebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Berdasar hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton maksimum, kuat lentur balok beton maksimum, dan kuat tarik belah beton maksimum yang menggunakan campuran tras sebagai pengganti pasir pada umur 28 hari. Persentase tras adalah 0%, 15%, 30%, 45%, dan 100% dari total agregat halus terhadap pasir. Tinjauan analisis penelitian ini adalah kuat tekan dan kuat tarik belah, dengan benda uji silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan untuk kuat lentur menggunakan benda uji balok beton dengan ukuran lebar 15 cm, tebal 15 cm, dan panjang 53 cm. Metode perencanaan campuran beton menggunakan metode American Concrete Institute. Setelah dilakukan pengujian dan penelitian, maka didapat hasil bahwa hasil pengujian kuat tekan silinder beton pada beton normal menghasilkan kuat tekan sebesar 27,304 MPa. Kuat tekan beton maksimal tercapai pada variasi penambahan tras 15% sebesar 28,577 MPa atau mengalami peningkatan sebesar 4,45% dari beton normal. Dan hasil pengujian kuat tarik belah silinder beton pada beton normal menghasilkan kuat tarik belah sebesar 6,500 MPa. Kuat tarik belah beton maksimum tercapai pada variasi penambahan tras 15% sebesar 7,444 MPa atau mengalami peningkatan sebesar 15,7% dari beton normal. Hasil pengujian kuat lentur balok beton pada beton normal menghasilkan kuat lentur sebesar 3,983 MPa. Kuat lentur balok beton maksimum tercapai pada variasi penambahan tras 15% sebesar 4,567 MPa atau mengalami peningkatan sebesar 12,7% dari beton normal.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TINJAUAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH  DAN KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN TRAS JATIYOSO SEBAGAI PENGGANTI PASIR   Tinjauan Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Dan Kuat Lentur Beton Menggunakan Tras Jatiyoso Sebagai Pengganti Pasir Untuk Perkerasan Kaku (Rigid Pav

TINJAUAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN TRAS JATIYOSO SEBAGAI PENGGANTI PASIR Tinjauan Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Dan Kuat Lentur Beton Menggunakan Tras Jatiyoso Sebagai Pengganti Pasir Untuk Perkerasan Kaku (Rigid Pav

Pembangunan jalan raya di Indonesia selalu meningkat dari waktu ke waktu, sesuai dengan tuntutan jaman dan permasalahannya. Terjadinya krisis bahan baku yang berkepanjangan terutama bahan baku utama pembuat beton jalan yaitu pasir mengakibatkan harga pasir meningkat dan ketersediaanya semakin menipis. Maka perlu dicari bahan baku alternatif pengganti pasir yang lebih ekonomis. Tras memiliki peluang yang besar sebagai pengganti pasir dan mudah untuk dikembangkan secara luas penggunaannya. Tras merupakan batuan gunung berapi yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang disebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Berdasar hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton maksimum, kuat lentur balok beton maksimum, dan kuat tarik belah beton maksimum yang menggunakan campuran tras sebagai pengganti pasir pada umur 28 hari. Persentase tras adalah 0%, 15%, 30%, 45%, dan 100% dari total agregat halus terhadap pasir. Tinjauan analisis penelitian ini adalah kuat tekan dan kuat tarik belah, dengan benda uji silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan untuk kuat lentur menggunakan benda uji balok beton dengan ukuran lebar 15 cm, tebal 15 cm, dan panjang 53 cm. Metode perencanaan campuran beton menggunakan metode American Concrete Institute. Setelah dilakukan pengujian dan penelitian, maka didapat hasil bahwa hasil pengujian kuat tekan silinder beton pada beton normal menghasilkan kuat tekan sebesar 27,304 MPa. Kuat tekan beton maksimal tercapai pada variasi penambahan tras 15% sebesar 28,577 MPa atau mengalami peningkatan sebesar 4,45% dari beton normal. Dan hasil pengujian kuat tarik belah silinder beton pada beton normal menghasilkan kuat tarik belah sebesar 6,500 MPa. Kuat tarik belah beton maksimum tercapai pada variasi penambahan tras 15% sebesar 7,444 MPa atau mengalami peningkatan sebesar 15,7% dari beton normal. Hasil pengujian kuat lentur balok beton pada beton normal menghasilkan kuat lentur sebesar 3,983 MPa. Kuat lentur balok beton maksimum tercapai pada variasi penambahan tras 15% sebesar 4,567 MPa atau mengalami peningkatan sebesar 12,7% dari beton normal.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SEBAGIAN SEMEN DIGANTI TANAH POZOLAN DARI KECAMATAN  Tinjauan Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Dengan Sebagian Semen Diganti Tanah Pozolan Dari Kecamatan Tulakan.

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SEBAGIAN SEMEN DIGANTI TANAH POZOLAN DARI KECAMATAN Tinjauan Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Dengan Sebagian Semen Diganti Tanah Pozolan Dari Kecamatan Tulakan.

Dari data yang diperoleh pada Tabel .2 besar kuat tekan beton rata-rata normal sebesar 28,577 MPa. Pada penggantian berat semen dengan tanah Tulakan 20% nilai kuat tekan beton rata- ratanya sebesar 28,747 MPa dan pada penggantian berat semen dengan tanah Tulakan 40% nilai kuat tekan beton rata-ratanya sebesar 24,390 MPa. Perbandingan kuat tekan rata-rata beton pada tiap variasi penambahan campuran tanah Tulakan, dengan tanah Tulakan 20% meningkat 0,170 MPa dan 40 % berkurang 4,357 MPa. Dapat dilihat, bahwa penggantian berat semen dengan tanah Tulakan meningkat pada 20% sebesar 0,591% dan 40% mengalami penurunan sebesar 15,156%, pada tiap variasi penambahan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SEBAGIAN SEMEN DIGANTI TANAH POZOLAN DARI  Tinjauan Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Dengan Sebagian Semen Diganti Tanah Pozolan Dari Kecamatan Tulakan.

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SEBAGIAN SEMEN DIGANTI TANAH POZOLAN DARI Tinjauan Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Dengan Sebagian Semen Diganti Tanah Pozolan Dari Kecamatan Tulakan.

Beton merupakan salah satu pilihan sebagai bahan struktur dalam konstruksi bangunan selain kayu dan logam. Beton diminati karena banyak memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan lainnya, dan dari keragaman material pembentuk beton yaitu bahan yang terbuat dari berbagai macam type semen, agregat dan juga bahan pozolan , abu terbang, terak tanur tinggi, serat dan lain-lain. Tanah pozolan Tulakan adalah sejenis tanah yang berasal dari Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, dan mempunyai warna keabu-abuan mirip dengan warna semen. Tanah ini dapat digunakan sebagai bahan pengganti beton. Tanah pozolan Tulakan dan kapur sebagai alternatif pengganti semen terbukti dapat meningkatkan kuat tekan beton. Bahan Pengganti sebagian semen yang dipakai dalam penelitian ini adalah tanah Tulakan + Kapur dengan kadar pencampuran (0% Kapur + 0% Tanah Tulakan; 10% Kapur + 20% Tanah Tulakan; 10% Kapur + 40% Tanah Tulakan) dari berat semen yang digunakan. Penelitian ini benda uji yang diteliti dan diuji kekuatannya melalui pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah silinder beton berukuran diameter 15cm dengan tinggi 30cm. Rencana campuran menggunakan metode SNI-T-15-1990-03. Penelitian tentang pengaruh penggantian semen dengan tanah Tulakan terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah yang dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadyah Surakarta. Hasi dari penelitan didapat, kuat tekan beton rata-rata normal sebesar 28,577 MPa. Pada penggantian berat semen dengan 20% tanah Tulakan+ 10% kapur nilai kuat tekan beton rata-ratanya sebesar 28,747 MPa dan pada penggantian berat semen dengan 40% tanah Tulakan + 10% kapur nilai kuat tekan beton rata-ratanya sebesar 24,390 MPa. Perbandingan kuat tekan rata-rata beton campuran terhadap kuat tekan rata-rata beton normal dengan penggantian berat semen dengan 20% tanah Tulakan + 10
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SERAT KAWAT BENDRAT BERBENTUK “W”  Tinjauan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Serat Kawat Bendrat Berbentuk “W” Sebagai Bahan Tambah.

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SERAT KAWAT BENDRAT BERBENTUK “W” Tinjauan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Serat Kawat Bendrat Berbentuk “W” Sebagai Bahan Tambah.

Beton adalah bagian terpenting dari suatu konstruksi. Beton dapat digunakan untuk berbagai bangunan, misalnya pada bangunan gedung, bangunan air, jalan raya, dan lain lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan serat kawat berbentuk “W” terhadap kuat tekan dan kuat tarik beton pada umur 28 hari dengan fas 0,55, metode perancangan menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI T-15-1990-03). Persentase penambahan kawat bendrat berbentuk “W” : 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1,0%, dari berat total benda uji beton silinder dengan variasi panjang serat kawat adalah 4 cm, 6 cm, dan 8 cm, dimensi benda uji berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil pengujian pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 4 cm (BF 1) nilai kuat tekan maksimum terjadi pada persentase 0,5 %, sebesar 21,62 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 6 cm ( BF 2 ) nilai kuat tekan maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 23,14 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 8 cm ( BF 3 ) nilai kuat tekan maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 26,03 MPa. Dari semua variasi, kuat tekan maksimum beton terjadi pada variasi panjang kawat 8 cm (BF 3) dengan persentase 0,75 %, mengalami penambahan kuat tekan sebesar 26,03 MPa. Ditinjau dari beton normal, kuat tekan maksimum mengalami penambahan kuat tekan sebesar 36,37 %. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 4 cm (BF 1) nilai kuat Tarik belah maksimum terjadi pada persentase 0,5 %, sebesar 7,037 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 6 cm (BF 2) nilai kuat Tarik belah maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 7,556 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 8 cm (BF 3) nilai kuat Tarik belah maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 8,252 MPa. Dari semua variasi, kuat tarik belah maksimum beton terjadi pada variasi panjang kawat 8 cm (BF 3) dengan persentase 0,75 %, mengalami penambahan kuat tarik belah sebesar 8,252 MPa. Ditinjau dari beton normal, kuat tarik belah maksimum, mengalami penambahan kuat terik belah sebesar 65,282%. Dengan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kawat bendrat berbentuk W pada campuran beton, dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SERAT KAWAT BENDRAT BERBENTUK “W”             Tinjauan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Serat Kawat Bendrat Berbentuk “W” Sebagai Bahan Tambah.

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SERAT KAWAT BENDRAT BERBENTUK “W” Tinjauan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Serat Kawat Bendrat Berbentuk “W” Sebagai Bahan Tambah.

Beton adalah bagian terpenting dari suatu konstruksi. Beton dapat digunakan untuk berbagai bangunan, misalnya pada bangunan gedung, bangunan air, jalan raya, dan lain lain. Untuk bangunan gedung, beton digunakan sebagai struktur pondasi, balok, kolom, dan plat lantai. Sedangkan untuk bangunan air beton digunakan untuk saluran drainase, gorong-gorong, bendungan, dan bendung. Beton mempunyai kuat tekan yang sangat tinggi tetapi mempunyai kuat tarik yang rendah. (Tjokrodimuljo, 1996). Mengingat harga tulangan yang selalu meningkat, membuat komponen beton menjadi mahal, sehingga perlu adanya bahan tambah yang relative lebih murah dan mudah diperoleh untuk mendapatkan struktur beton yang efisien dan mempunyai kekuatan yang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton adalah dengan penambahan serat-serat pada adukan beton agar retak-retak yang mungkin terjadi akibat tegangan tarik pada daerah beton tarik dapat ditahan oleh serat-serat tambahan ini, sehingga kuat tarik beton serat dapat lebih tinggi dibanding kuat tarik beton biasa. Sehingga pada penelitian ini, serat kawat bendrat akan dibentuk “W” untuk bahan tambah beton yang diharapkan agar dapat menambah kekuatan tekan dan tarik pada beton tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM UNTUK BAHAN BATA RINGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH

PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM UNTUK BAHAN BATA RINGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH

Perkembangam teknologi telah memunculkan banyak inovasi untuk mengurangi bobot bata beton yang digunakan pada bangunan gedung. Bata ringan memiliki berat jenis lebih ringan dari pada bata beton pada umumnya, yaitu berkisar 600-1600 kg/m3 sesuai SNI 03-2461-2002. Hal ini dapat juga ditemukan pada bata ringan dengan campuran styrofoam, dimana limbah styrofoam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian menganalisa pengaruh komposisi Styrofoam dan untuk mendapatkan komposisi optimum kuat tekan dan kuat tarik belah maksimum. Metode penelitian eksperimen di laboratorium dengan bahan campuran pasir silika, semen, foam agent dan limbah styrofoam. Dalam pembuatan benda uji ada beberapa variasi komposisi styrofoam sebagai berikut STR- 0%; STR-10% ; STR-20%; STR-30% ; STR-40% dengan campuran semen : pasir sebesar 1 : 4,. Simpulan dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan optimum pada campuran styrofoam komposisi STR-20%. sebesar 2,358 Mpa. Ini membuktikan bahwa tambahan styrofoam pada komposisi STR-20% sangat berpengaruh terhadap lingkungan agar dapat mengurangi limbah, dan hasil kuat tarik belah optimum terjadi pada presentase STR-10% pada umur 28 hari, dengan kuat tarik belah sebesar 0,259 Mpa
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  PENGARUH SERAT BENDRAT TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN.

TINJAUAN PUSTAKA PENGARUH SERAT BENDRAT TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN.

Tjokrodimulyo (1996) mengatakan, maksud utama penambahan serat dalam beton adalah untuk menambah kuat tarik beton, seperti yang diketahui kuat tarik beton sangat rendah, karena kuat tarik beton yang rendah berakibat beton mudah retak yang pada akhirnya mengurangi keawetan beton. Dengan adanya serat, beton menjadi lebih tahan retak. Namun penambahan serat tidak banyak memberikan kekuatan kuat tekan beton, namun hanya menambah kuat daktilitas.

5 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN SERAT POLYPROPYLENE UNTUK MENINGKATKAN KUAT TARIK BELAH BETON.

PENGGUNAAN SERAT POLYPROPYLENE UNTUK MENINGKATKAN KUAT TARIK BELAH BETON.

Kuat tarik beton merupakan suatu bagian yang penting dalam menahan retak akibat perubahan kadar air, suhu dan pembebanan. Kuat tarik beton sangat dipengaruhi oleh lekatan antara pasta semen dengan agregat kasar. Penambahan serat pada adukan beton ternyata dapat memberikan pengaruh yang besar pada kuat tarik beton ( Edhi Wahjuni : 1996 ). Hal ini disebabkan bertambahnya ikatan pada beton karena lekatan antara pasta semen dengan serat cukup besar (Safrin Z : 2002 )

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PERBEDAAN SUMBER FLY ASH TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK HIGH VOLUME FLY ASH  Pengaruh Perbedaan Sumber Fly Ash Terhadap Karakteristik Mekanik High Volume Fly Ash Concrete.

PENGARUH PERBEDAAN SUMBER FLY ASH TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK HIGH VOLUME FLY ASH Pengaruh Perbedaan Sumber Fly Ash Terhadap Karakteristik Mekanik High Volume Fly Ash Concrete.

Mengingat bahwa agregat menempati 70-75% dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. Dengan agregat yang baik, beton dapat dikerjakan ( workable ), kuat, tahan lama ( durable ) dan ekonomis. Agregat itu dibedakan menjadi 2 macam yaitu agregat halus dan agregat kasar (ASTM C33-86 dalam Subakti,1995)

10 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TARI

PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TARI

Beton ringan merupakan beton yang berbobot ringan, dimana penggunaan beton ringan untuk bangunan semakin berkembang pesat. Hal ini disebabkan oleh kuat tekan beton ringan yang cukup tinggi namun mempunyai berat isi yang rendah. Unsur pokok dari beton ringa n adalah agregat yang berupa agregat ringan. Pada penelitian ini digunkan batu apung dari koka teling sebagai agregat kasar pada campuran beton dan Abu Sekam Padi sebagai substitusi parsial semen yang bertujuan menaikkan kekuatan beton. Pembahasan berdasarkan data pengujian benda uji di laboratorium.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN SERAT POLYPROPHYLENE DARI LIMBAH STRAPPING BAND TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON RINGAN

PENGGUNAAN SERAT POLYPROPHYLENE DARI LIMBAH STRAPPING BAND TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON RINGAN

1. Beton yang menggunakan limbah serat polyprophylene dari bahan strapping band ini dapat digunakan dalam struktur yang memikul beban tarik seperti pada selimut balok bagian bawah untuk balok yang terletak pada dua tumpuan dan pada pelat lantai atap yang mengalami rangkak dan susut yang cukup tinggi akibat ber singgungan langsung dengan mata hari. 2. Untuk pemakain agregat halus (pasir) bisa

20 Baca lebih lajut

STUDI KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN MENGGUNAKAN POTONGAN LIMBAH SPANDUK SEBAGAI BAHAN TAMBAH

STUDI KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN MENGGUNAKAN POTONGAN LIMBAH SPANDUK SEBAGAI BAHAN TAMBAH

Bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Indonesia, bertambah juga kebutuhan manusia akan struktur bangunan, terutama beton. Beton, selain baja dan kayu, juga sangat banyak dipakai secara luas sebagai salah satu bahan bangunan, seperti bangunan gedung perkantoran, perhotelan, rumah sakit, dan lain sebagainya. Jadi, hampir setiap pembangunan memanfaatkan beton sebagai bahan utama dalam pembangunan tersebut. Adapun salah satu alasan penggunaan beton adalah beton termasuk bahan yang awet, tahan aus, tahan kebakaran, tahan terhadap pengkaratan atau pembusukan oleh lingkungan, dan juga biaya perawatan murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan menggunakan potongan limbah spanduk sebagai bahan tambah. Serat spanduk yang dipakai pada penelitian ini adalah serat spanduk yang berbahan dasar polyvinylclorida dan terdapat serat nylon didalam spanduk. Serat spanduk berukuran persegi panjang dengan panjang 35 mm dan lebar 10 mm. Mutu beton yang direncanakan sebesar f’c 20 MPa. Persentase penambahan spanduk sebesar 0%, 0,15% dan 0,45% dari perbandingan berat rencana beton. Umur beton yang digunakan yaitu 7 dan 28 hari untuk kuat tekan, sedangkan kuat tarik belah beton umur 28 hari. Hasil penelitian kuat tekan beton umur 7 berturut-turut sebesar 19,355 MPa, 15,114 MPa, dan 13,141 MPa, umur 28 hari berturut-turut sebesar 20,413 MPa, 17,985 MPa dan 12,942. Nilai kuat tarik belah beton umur 28 hari berturut-turut sebesar 2,467 MPa, 2,161 MPa dan 2,220 MPa. Penambahan serat spanduk untuk bahan tambah beton tidak baik untuk pembuatan beton karena kuat tekan dan kuat tarik belah beton selalu menurun.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...