Kulit Buah Manggis

Top PDF Kulit Buah Manggis:

PEMANFAATAN KULIT BUAH MANGGIS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN MIE.

PEMANFAATAN KULIT BUAH MANGGIS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN MIE.

Mie merupakan makanan yang disukai oleh semua kalangan masyarakat dan harga yang ditawarkannya pun ekonomis.Pengelolahan mie ini secara fisik banyak sekali macamnya dan mudah didapat bahan bakunya tidak hanya di pasar tradisional, namun di pasar swalayan supermaket juga tersedia. Mie Kulit Buah Manggis merupakan salah satu bentuk varian dari pengolahan buah. Hal tersebut juga merupakan bentuk kreatifitas dan inovasi, karena hasil olahan tersebut memiliki rasa khas. Selain itu juga memiliki nilai keunggulan tersendiri bahkan mungkin mampu bersaing dengan produk olahan mie yang lainnya. Nilai keunggulan dari Mie Kulit Buah Manggis berdasarkan penelitian antara lain adalah kandungan xanthone yang terkandung dalam kulit buah manggis Tujuan dari Program Kreativitas Kemahasiswaan dalam bidang kewirausahaan ini adalah intuk membuka sebuah wirausaha baru yang inovatif melalui usaha pembuatan Mie Kulit Buah Manggis sebagai makanan yang menyehatkan dan bergizi tinggi untuk pemberdayaan masyarakat yang berbasis home industry. selain itu juga agar Mie Kulit Buah Manggis ini juga dapat dikenal oleh masyarakat kota Semarang dan menunjukkan bahwa bisnis ini sangat layak untuk dijalankan, mengingat potensi dari bisnis ini. Mie merupakan makanan yang disukai oleh semua kalangan masyarakat dan harga yang ditawarkannya pun ekonomis. Pengelolahan mie ini secara fisik banyak sekali macamnya dan mudah didapat bahan bakunya tidak hanya di pasar tradisional, namun di pasar swalayan atau supermaket juga tersedia. Mie Kulit Buah Manggis merupakan salah satu bentuk varian dari pengolahan buah. Hal tersebut juga merupakan bentuk kreatifitas dan inovasi, karena hasil olahan tersebut memiliki rasa yang khas. Selain itu juga memiliki nilai keunggulan tersendiri bahkan mungkin mampu bersaing dengan produk produk olahan mie yang lainnya. Nilai keunggulan dari Mie Kulit Buah Manggis berdasarkan penelitian antara lain adalah kandungan xanthone yang terkandung dalam kulit buah manggis .
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Kata kunci : Teh kulit buah manggis (Garcinia mangostana L), Methicillin Resistant

Kata kunci : Teh kulit buah manggis (Garcinia mangostana L), Methicillin Resistant

Selain penggunaan pelarut air, tidak adanya daya hambat yang tebentuk bisa disebabkan karena berkurangnya konsentrasi xanthone dalam pembuatan teh kulit buah manggis. Konsentrasi xanthone yang terdapat dalam kulit buah manggis adalah 165,90 mg/100 ml. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pebriyanthi (2010) yang mengekstraksi kulit buah manggis dalam larutan etanol 70% dengan perbandingan atanol air 1:2, 1:3 dan 1:4. Hasil menunjukkan penggunaan pelarut ethanol dan air sebanyak 1:2 memiliki nilai kadar xanthone tertinggi sebesar 99.43 mg/100 ml contoh, kemudian penggunaan pelarut ethanol dan air sebanyak 1:3 memiliki nilai kadar xanthone sebesar 97.68 mg/100 ml contoh dan penggunaan pelarut ethanol dan air sebanyak 1:4 memiliki nilai kadar xanthone sebesar 56.50 mg/100 ml contoh, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pelarut etanol air dengan perbandingan yang berbeda-beda dapat menurunkan konsentrasi xanthone dalam kulit buah manggis 12 .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit Buah Manggis(Garcinia mangostana) Terhadap Bakteri Aeromonas  hydrophila, Streptococcus Agalactiae dan Jamur  Saprolegnia sp.

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit Buah Manggis(Garcinia mangostana) Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila, Streptococcus Agalactiae dan Jamur Saprolegnia sp.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antimikroba dari ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana) terhadap bakteri Aeromonas hydrophila, Edwardsiella tarda dan Jamur Saprolegnia sp., serta megetahui toksisitasnya terhadap Artemia salina Leach. Kulit buah manggis diekstrak dengan pelarut yang berbeda yaitu metanol, etil asetat dan n-heksana. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram, untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam ekstrak dilakukan uji fitokimia. Untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test. Analisis senyawa kimia menunjukkan dalam ekstrak kulit buah manggis mengandung fenolik, terpen/steroid dan alkaloid. Ekstrak kulit buah manggis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila, Edwardsiella tarda dan jamur Saprolegnia sp. dengan besar zona hambat yang berbeda. Zona hambat pertumbuhan mikroba terbesar terdapat pada bakteri E. tarda sebesar 12 mm. Ekstrak yang memiliki aktivitas antimikroba optimal dihasilkan dengan menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak kulit buah manggis memiliki toksisitas dengan nilai LC 50 <1 000 μg/ml.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Besi (Fe),Mangan (Mn), dan Tembaga (Cu) Pada Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Dikabupaten Stabat dan Kecamatan Namorambe

Penentuan Kadar Besi (Fe),Mangan (Mn), dan Tembaga (Cu) Pada Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Dikabupaten Stabat dan Kecamatan Namorambe

Perbedaan kandungan logam besi ( Fe), mangan (Mn ) dan tembaga ( Cu) dalam kulit buah manggis ( Garcinia mangostana L) yang berasal dari Kecamatan Namorambe dan Kabupaten Stabat dapat disebabkan karena adanya perbedaan ketinggian tempat tumbuh dari pohon manggis tersebut dapat diukur dari permukaan laut. Berdasarkan letak geografisnya Kecamatan Namorambe terletak ketinggian lebih dari 1000m dpl dan Kabupaten Stabat 350- 500 m dpl. Semakin tinggi letak suatu daerah maka semakin tinggi pula kelembapannya. Banyak sedikitnya unsure hara yang diserap oleh tanaman dipengaruhi oleh kelembapan tempat tumbuhnya. Semakin lembab tempat tumbuhnya maka penguapan pun berkurang, akibatnya pengambilan unsur hara tanah juga berkurang. Adanya proses alam seperti erosi, sedimentasi batuan dan aktivitas mikroorganisme juga mempengaruhi perbedaan konsentrasi logam dalam tanah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi letak suatu tanaman tumbuh maja kandungan logam yang terdapat pada tanaman tersebut akan lebih sedikit dibandingkan tanaman yang tumbuh di tempat dengan ketinggian yang lebih rendah.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Pembuatan Konsentrat Kulit Buah Manggis

Pembuatan Konsentrat Kulit Buah Manggis

Diabetes mellitus merupakan sindrom metabolik paling umum di seluruh dunia. Penyakit ini muncul ketika insulin tidak cukup diproduksi atau insulin tidak dapat berfungsi dengan baik. Salah satu obat alternatif yang berefek sebagai antidiabetes adalah kulit buah manggis. Kulit buah manggis ini dimanfaatkan menjadi suatu sediaan salah satunya dalam bentuk sirup konsentrat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antidiabetes dari sirup konsentrat kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dan mengetahui dosis efektif dari sirup konsentrat kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Penelitian dilakukan secara in-vivo pada hewan uji mencit galur Swiss webster dengan menggunakan metode test toleransi glukosa. Sejumlah 30 ekor mencit dikelompokkan secara acak menjadi 6 kelompok. Sirup konsentrat kulit buah manggis diberikan secara oral dengan dosis 100, 200, 400 mg/kgbb dan obat pembanding yang digunakan adalah glibenklamid 0,65 mg/kgbb. Parameter yang diukur adalah penurunan kadar glukosa dalam darah pada menit ke 0, 60, 90, 120, 150. Data hasil pengujian kadar glukosa darah dengan dosis 100, 200, 400 mg/kg BB memberikan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sirup konsentrat kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) diduga memiliki aktivitas antidiabetes dengan dosis efektif adalah dosis 100 mg/kgbb.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

kulit buah manggis sebagai biolarvasida

kulit buah manggis sebagai biolarvasida

Kulit buah Manggis juga dikenal memiliki daya anti-mikroba terhadap beberapa bakteri seperti Staphylococcus aureus. Bakteri ini sangat resisten terhadap anti-biotik metisilin. Selain manfaat diatas, ternyata masih banyak manfaat lainnya dari kulit buah Manggis seperti keampuhannya dalam mengatasi TBC, Asma, Jantung koroner, dan kemampuannya meningkatkan daya tahan tubuh terutama bagi orang yang sedang mengidap HIV/AIDS yang tak bisa disembuhkan. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa kulit buah Manggis sangat mujarab untuk melawan sel kanker payudara, lever, dan leukemia (Syarief, 2005).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MANFAAT KULIT BUAH MANGGIS Dari sejumlah

MANFAAT KULIT BUAH MANGGIS Dari sejumlah

Untuk penyakit disentri: Kulit buah manggis dicuci, lalu dipotong-potongdan direbus dalam empat gelas air. Setelah mendidih dan air rebusan tersisa setengahnya, angkat dan dinginkan. Setelah dingin, air rebusan disaring. Jika ada bisa ditmbahkan madu. Minum aur ramuan ini 2 kali sehari dan lihat perkembangannya.

3 Baca lebih lajut

Kajian karakter biomassa, kadar dan profil derivat xanthone serta potensi antioksidan kulit buah manggis pada berbagai aspek agronomi

Kajian karakter biomassa, kadar dan profil derivat xanthone serta potensi antioksidan kulit buah manggis pada berbagai aspek agronomi

Pengembangan kulit manggis sebagai sumber antioksidan alami didukung oleh kecenderungan masyarakat saat ini yang memberikan penghargaan lebih baik terhadap produk alami sehingga pencarian sumber antioksidan alami cenderung intensif dilakukan sedangkan pemakaian antioksidan sintetis cenderung dikurangi. Pemanfaatan antioksidan dalam kehidupan diantaranya adalah penambahan antioksidan pada formulasi pangan, langkah ini merupakan cara efektif untuk mengurangi kejadian oksidasi lipid dalam industri pangan (Zahra, 2007). Antioksidan juga berperan penting dalam penghambatan dan penangkapan radikal (scavenging radicals) sehingga dapat menghambat penyakit infeksi pada manusia dan berasosiasi dengan penurunan resiko penyakit degeneratif (Ebrahimzadeh et al., 2008). Pemanfaatan manggis sebagai suplemen kesehatan telah banyak dilaporkan dan Indonesia sebagai negara produsen belum memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Upaya memanfaatkan peluang ini memerlukan informasi diantaranya tentang karakter kulit buah manggis di Indonesia dan kadar bioaktif xanthone. Informasi ini akan membantu menentukan jenis manggis dan umur buah yang potensial untuk dimanfaatkan serta berguna pula dalam program pemuliaan manggis untuk meningkatkan kadar senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

Kajian karakter biomassa, kadar dan profil derivat xanthone serta potensi antioksidan kulit buah manggis pada berbagai aspek agronomi

Kajian karakter biomassa, kadar dan profil derivat xanthone serta potensi antioksidan kulit buah manggis pada berbagai aspek agronomi

Pengembangan kulit manggis sebagai sumber antioksidan alami didukung oleh kecenderungan masyarakat saat ini yang memberikan penghargaan lebih baik terhadap produk alami sehingga pencarian sumber antioksidan alami cenderung intensif dilakukan sedangkan pemakaian antioksidan sintetis cenderung dikurangi. Pemanfaatan antioksidan dalam kehidupan diantaranya adalah penambahan antioksidan pada formulasi pangan, langkah ini merupakan cara efektif untuk mengurangi kejadian oksidasi lipid dalam industri pangan (Zahra, 2007). Antioksidan juga berperan penting dalam penghambatan dan penangkapan radikal (scavenging radicals) sehingga dapat menghambat penyakit infeksi pada manusia dan berasosiasi dengan penurunan resiko penyakit degeneratif (Ebrahimzadeh et al., 2008). Pemanfaatan manggis sebagai suplemen kesehatan telah banyak dilaporkan dan Indonesia sebagai negara produsen belum memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Upaya memanfaatkan peluang ini memerlukan informasi diantaranya tentang karakter kulit buah manggis di Indonesia dan kadar bioaktif xanthone. Informasi ini akan membantu menentukan jenis manggis dan umur buah yang potensial untuk dimanfaatkan serta berguna pula dalam program pemuliaan manggis untuk meningkatkan kadar senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan.
Baca lebih lanjut

365 Baca lebih lajut

Studi Keterkaitan antara Kualitas Buah terhadap Kadar Xanton pada Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)

Studi Keterkaitan antara Kualitas Buah terhadap Kadar Xanton pada Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)

Untuk meningkatkan nilai tambah, dan antipasi anjloknya permintaan terhadap buah manggis, perlu dilakukan upaya pengolahan buah manggis sehingga nilai tambah buah manggis dapat ditingkatkan dan tidak terbuang percuma menjadi limbah. Akhir-akhir ini sudah diketahui kulit buah manggis mengandung senyawa xanton. Hartati (2001), mengatakan bahwa kandungan senyawa utama manggis adalah senyawa turunan xanton yang mempunyai aktivitas biologi sebagai antibakteri, antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, anti HIV serta dapat menghambat pertumbuhan sel kanker usus. Departemen farmasi Universitas Tohoku jepang melaporkan hasil penelitiannya bahwa α -mangostin dan -mangostin mampu menghentikan inflamasi (radang) dengan cara menghambat produksi enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) yang menyebabkan inflamasi. Dengan demikian dapat menghindarkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh inflamasi, seperti arthiritis dan Alzhemer. Institut Internasional Bioteknologi Gifu Jepang melaporkan bahwa 10 mikron/ml α-mangostin yang diisolasi dari kulit buah manggis mampu menghambat sel leukemia. Iswari dan Sudaryono (2007) menyebutkan bahwa xanton telah digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat diare, disentri, pendarahan, serta sebagai anti diabetes dan anti inflamsi. Sifat antioksidan xanton melebihi vitamin E dan vitamin C. Menurut Suksamran et al., (2003), xanton diduga sebagai suatu senyawa yang terkandung dalam getah kuning.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Uji Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah The Test of Ethanol Extract of Mangosteen Rind (Garcinia mangostana L.) to Decrease Blood Glucose Level

Uji Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah The Test of Ethanol Extract of Mangosteen Rind (Garcinia mangostana L.) to Decrease Blood Glucose Level

Hasil: Hasil karakteristik simplisia kulit buah manggis adalah kadar air 7,96%, kadar sari larut air 12,98%, kadar sari larut etanol 20,14%, kadar abu total 9,40%, dan kadar abu tidak larut asam 0,42%. Hasil skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol kulit buah manggis adalah alkaloida, flavonoida, glikosida, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Data hasil pengujian KGD dengan dosis 50, 100 dan 200 mg/kg BB memberikan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan dan berbeda bermakna dibandingkan kelompok kontrol (CMC 0,5%) dan tidak memberikan perbedaan yang nyata dengan glibenklamid dosis 0,65 mg/kg BB (p > 0,05). Pemberian ekstrak etanol kulit buah manggis dengan dosis 100 mg/kg BB memberikan hasil yang lebih baik terhadap penurunan kadar glukosa darah dibandingkan dengan dosis 50 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Aplikasi Teknik Spherification pada Ekstrak Kulit Buah Manggis

Aplikasi Teknik Spherification pada Ekstrak Kulit Buah Manggis

Kulit buah manggis memiliki persentase bagian sebesar 66.67% dari bobot total buah manggis. Potensi kulit buah manggis yang terdapat di Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan sekitar 75 185 ton dari luas panen sebesar 11 964 ha. Kulit buah manggis memiliki banyak senyawa aktif seperti xanthone, tanin, dan senyawa fenolat lain. Salah satu senyawa aktif yang paling banyak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh adalah senyawa xanthone. Manfaat terbesar senyawa aktif xanthone adalah dapat bertindak sebagai antioksidan bagi tubuh. Komponen yang terdapat pada xanthone terdiri dari tiga komponen penyusun terbesar yaitu α -mangostin, β -mangostin, dan -mangostin. Adapun Komponen xanthone yang terbesar dari ketiga komponen penyusun senyawa xanthone adalah α- mangostin. Komponen α -mangostin merupakan salah satu komponen dari senyawa aktif xanthone yang efektif bertindak sebagai antioksidan, antiproliferatif (penghambat pertumbuhan kanker), anti inflamasi (anti peradangan), dan anti mikroba. Melihat banyaknya manfaat senyawa aktif xanthone di dalam kulit buah manggis, mendorong peluang bisnis produk olahan dari kulit buah manggis yang prospektif untuk dikembangkan. Kini telah berkembang teknik pangan yang cukup baru yaitu teknik spherification. Teknik ini diharapkan dapat menambah jenis produk olahan kulit buah manggis. Produk yang dihasilkan dari teknik ini adalah kaviar ekstrak kulit buah manggis. kaviar ekstrak kulit buah manggis merupakan produk olahan dari kulit buah manggis yang dibuat dengan cara menambahkan bahan pembentuk gel ke dalam ekstrak kulit buah manggis, hingga membentuk tekstur gel yang semi solid.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kadar Antioksidan Dan Uji Organoleptik Puding Kulit Buah Manggis Dengan Penambahan Buah Kurma Sebagai Perasa Manis Alami.

PENDAHULUAN Kadar Antioksidan Dan Uji Organoleptik Puding Kulit Buah Manggis Dengan Penambahan Buah Kurma Sebagai Perasa Manis Alami.

Berdasarkan pra penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan semakin banyak penggunaan kulit buah manggis maka mempengaruhi rasa pahit dan pemanasan saat pembuatan pubing mempengaruhi tingkat kepadatan pudding ditunjukkan dengan saat poses pemasakan dengan menggunakan api dapat mempengaruhi tingkat pemadatan pudding. Banyaknya buah kurma juga mempengaruhi rasa pada pudding dikarnakan banyaknya kandungan gula pada kurma sehingga mempengaruhi tingkat kepadatan pudding. Semakin sedikit penggunaan kulit manggis dapat mengurangi rasa pahit pada pudding, semakin banyak penambahan kurma maka akan memberikan rasa yang lebih manis pada puding. Pemasukan bubuk agar-agar lebih efektif saat sebelum melakukan perebusan dikarnakan mempermudah bahan untuk tercampur menjadi satu. Berbeda dengan agar-agar yang dimasukkan saat kondisi air perebusan sudah mendidih dikarenakan bahan tidak dapat tercampur dengan merata.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella dysentriae dan Escherichia coli

Efek Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella dysentriae dan Escherichia coli

dari bakteri ini yang membedakan dengan bakteri lainnya adalah susunan dinding selnya. Dinding sel bakteri pada bakteri Gram negatif dinding selnya berlapis tiga yang terdiri dari lipoprotein, membran luar fosfolipid dan lipopolisakarida, dan kandungan lipid pada dinding sel berkisar antara 11-22%. Pada membran luar fosoflipid terkandung molekul protein yang disebut porin, porin ini sifatnya hidrofilik. Kemungkinan porin yang terkandung dalam membran terluar ini yang menyebabkan molekul-molekul komponen ekstrak sulit untuk masuk ke dalam sel bakteri, hal ini disebabkan karena perbedaan ekstrak kulit buah manggis dan porin, porin bersifat hidrofilik sedangkan ekstrak kulit buah manggis hidrofobik. Selain itu, susunan dinding sel bakteri S. dysentriae tidak diselubungi oleh kapsul dan bakteri ini tidak mengeluarkan gas yang patogen, sedangkan pada bakteri E. coli susunan dinding sel bakteri diselubungi oleh kapsul yang tebal dan bakteri ini mengeluarkan gas patoge serta menghasilkan asam dari sintesis tubuhnya. Oleh karena itulah tidak didapatkan hambatan pertumbuhan pada bakteri E. coli. 12
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH MANGGIS SE

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH MANGGIS SE

Pewarna alami dari kulit manggis dimulai dengan penyortiran kulit buah, hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas yang baik. Kulit buah dipilih dengan keadaan yang bagus dan tidak ada cacat seperti busuk atau berwarna hitam. Kemudian diambil kulit bagian dalam sebanyak 1 gram dan dicuci hingga bersih. Langkah berikutnya diblender, setelah hasil dari blender tersebut halus kemudian disaring dan ditambahkan 500 ml air dengan diaduk sampai rata. Pewarna kulit manggis yang telah jadi menghasilkan warna kecoklatan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

253158554 Buku Obat Kulit Buah Manggis

253158554 Buku Obat Kulit Buah Manggis

Saat ini manggis merupakan salah satu primadona ekspor yang menjadi andalan Indonesia untuk meningkatkan penerimaan devisa negara, karena manggis digemari di luar negeri. Namun jumlah manggis yang dapat diekspor hanya 10% dari total produksi (60.000 ton). Bagian yang biasanya dikonsumsi dari buah manggis adalah daging buah, yang mempunyai rasa asam-manis lezat, yang membuat manggis dijuluki sebagai Ratu Buah (Queen of Fruits). Namun ternyata bagian yang paling berkhasiat bagi kesehatan tubuh adalah kulit buah manggis. Dalam kulit terdapat super antioksidan alami yang dikenal dengan nama XAMthone Plus.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Kulit Buah Manggis dalam Proses Pembuatan Sirup Kulit Manggis yang Mengandung Antioksidan nur

Pemanfaatan Kulit Buah Manggis dalam Proses Pembuatan Sirup Kulit Manggis yang Mengandung Antioksidan nur

Dalam pembuatan sirup kulit manggis bahan yang digunakan adalah kulit manggis, Gula pasir, air, dan sumber asam. Proses pembuatan sirup kulit manggis meliputi pembuatan ekstrak kulit manggis, penyaringan, pemasakan sirup, dan pengemasan. Sirup kulit manggis yang paling disukai adalah sirup kulit manggis dengan formula kulit manggis 800gram, air 1000 ml, gula pasir 300 gram, sumber asam sitrat 1 gram dengan nilai rata-rata uji scoring 4,40 dan uji ranking 1,53 yang berarti sirup kulit manggis enak, warna menarik, aroma tidak terlalu menyengat dan disukai. Untuk analisis kimia yang diuji pada produk sirup kulit manggis ini adalah uji aktifitas antioksidan, yaitu sebesar 76,74%. Analisis ekonomi menunjukan bahwa dengan kapasitas produksi 1000 kemasan/bulan dengan harga jual Rp. 10.500,-/ kemasan maka diperoleh laba bersih Rp2.262.579,-/ bulan, BEP 541,6 kemasan dan didapatkan nilai B/C 2,09 IRR 7,60% yang artinya usaha ini layak untuk dikembangkan.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP KUALITAS PRODUK BOLU KUKUS EFFECT OF MANGOSTEEN FRUIT RIND FLOUR (Garcinia mangostana L.) SUBSTITUTION AND ADDITION OF GUAR GUM ON STEAM CAKE QUALITY

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP KUALITAS PRODUK BOLU KUKUS EFFECT OF MANGOSTEEN FRUIT RIND FLOUR (Garcinia mangostana L.) SUBSTITUTION AND ADDITION OF GUAR GUM ON STEAM CAKE QUALITY

Kulit Manggis ............................................................................................ 73 Lampiran 2. Uji Fisik (Tekstur, Volume Pengembangan, dan Warna) .......................... 74 Lampiran 3. Aktivitas Antioksidan ................................................................................ 82 Lampiran 4. Kadar Air, Kadar Protein, Kadar Lemak, Kadar Abu, dan

Baca lebih lajut

ABSTRACT The Effect of Drying on The Outer and Inner Skin of Mangosteen (Gracinia mangostana, L.) for the Content of Proximate Analysis, Alkaloid and Flavanoid

ABSTRACT The Effect of Drying on The Outer and Inner Skin of Mangosteen (Gracinia mangostana, L.) for the Content of Proximate Analysis, Alkaloid and Flavanoid

Manggis (Garcinia mangostana,L.), merupakan salah satu primadona ekspor yang menjadi andalan Indonesia Komponen terbesar dari buah manggis adalah kulit buah (60,82% dari berat buah utuh),daging buah merupakan komponen yang kedua (35,51% ), sisanya adalah komponen daun kelopak (3,67 % ). Kulit buah manggis, kaya akan senyawa antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia dan potensi ini belum dimanfaatkan secara luas.Pemanfaatan kulit buah manggis perlu dikaji lebih lanjut.Penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui suhu pengeringan optimal padakulit bagian luar dan kulit bagian dalam manggis terhadap kandunganproksimat, alkaloid dan flavonoid. Hasil uji proksimat diperoleh bahwa kadar air untuk kulit bagian luar masing-masing dengan suhu pengeringan 70 o C ;80 o C; 90 o C ;100 o C
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS  EKSTRAK  ETANOL  KULIT MANGGIS (Garcinimangostana  L.)   BERBAGAI   KONSENTRASI  Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Berbagai Konsentrasi (10%, 20% Dan 30%) Terhadap Pengobatan Ulkus Traumatik Pada Mencit.

EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT MANGGIS (Garcinimangostana L.) BERBAGAI KONSENTRASI Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Berbagai Konsentrasi (10%, 20% Dan 30%) Terhadap Pengobatan Ulkus Traumatik Pada Mencit.

Pemanfaatan tanaman obat tradisional olehmasyarakat Indonesia untuk menanggulangibeberapa penyakit, secara luas telah dirasakanoleh masyarakat. Hal ini tercermindengan semakin meningkatnya konsumen obat tradisional dan meningkatnya produksiobat dari industri-industri obat tradisional. Krisis ekonomi yang berkepanjanganmengakibatkanpenurunana daya beli masyarakatterutama masyarakat golongan menengah kebawah, memilih menggunakan obat tradisional dibandingkan obat kimia. Pengetahuan tentang tumbuhan obat didapatkanmelalui warisan budaya bangsa secara turun temurun. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan obat tradisional adalah buah manggis (Garcinia mangostana L) dengan cara mengisolasi kulit buah manggis tersebut. 4
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...