kulit coklat

Top PDF kulit coklat:

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kulit coklat sebagai alkali pada proses pembuatan sabun natural dan mengetahui sifat-sifat sabun natural yang dihasilkan dari minyak kelapa sebagai sumber asam lemak. Bahan – bahan yang digunakan, antara lain minyak kelapa, alkali dari kulit coklat dan aquadest. Variabel – variabel yang diamati, antara lain temperatur reaksi pembuatan sabun, waktu pengadukan dan waktu reaski penyabunan. Penelitian diawali dengan pembuatan alkali dari kulit coklat, dimana kulit coklat dikeringkan menggunakan oven pada temperatur 105 o C selama 24 jam dan dihaluskan menggunakan ball mill sampai ukuran 50 mesh. Bubuk kulit coklat tersebut dibakar menggunakan tanur pada temperatur 600 o C selama 6 jam dan diekstaksi 10 gram abu
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kulit coklat sebagai alkali pada proses pembuatan sabun natural dan mengetahui sifat-sifat sabun natural yang dihasilkan dari minyak kelapa sebagai sumber asam lemak. Bahan – bahan yang digunakan, antara lain minyak kelapa, alkali dari kulit coklat dan aquadest. Variabel – variabel yang diamati, antara lain temperatur reaksi pembuatan sabun, waktu pengadukan dan waktu reaski penyabunan. Penelitian diawali dengan pembuatan alkali dari kulit coklat, dimana kulit coklat dikeringkan menggunakan oven pada temperatur 105 o C selama 24 jam dan dihaluskan menggunakan ball mill sampai ukuran 50 mesh. Bubuk kulit coklat tersebut dibakar menggunakan tanur pada temperatur 600 o C selama 6 jam dan diekstaksi 10 gram abu
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Jurnal Teknologi Kimia Unimal http:ft.unimal.ic.idteknik_kimiajurnal Pengaruh pH dan Waktu Ekstraksi Terhadap Karakteristik Pektin dari Kulit Coklat

Jurnal Teknologi Kimia Unimal http:ft.unimal.ic.idteknik_kimiajurnal Pengaruh pH dan Waktu Ekstraksi Terhadap Karakteristik Pektin dari Kulit Coklat

Selama ini bagian buah coklat yang dianggap mempunyai nilai ekonomis adalah bijinya, sedangkan kulitnya kurang dimanfaatkan. Kulit coklat merupakan limbah pengolahan dari biji coklat. Kulit ini biasanya hanya dibuang sebagai sampah, padahal sebenarnya kulit buah coklat ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pektin, makanan ternak, dan produksi biogas sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

9 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat ( Theobroma cacao L. ) dengan Minyak Kelapa” berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di Departemen Teknik, Kimia Universtas Sumatera Utara. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Proses Amoniasi dengan Aras Urea yang Berbeda terhadap Komponen Proksimat Kulit Coklat - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pengaruh Proses Amoniasi dengan Aras Urea yang Berbeda terhadap Komponen Proksimat Kulit Coklat - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian tentang Pengaruh Proses Amoniasi Dengan Aras Urea Yang Berbeda Terhadap Komponen Proksimat Kulit Coklat telah dilaksanakan pada bulan Januari 2005 - April 2005 di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Ilmu Makanan Ternak Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan nilai gizi kulit coklat yang telah mendapatkan perlakuan amoniasi. Materi penelitian adalah kulit coklat dari Perkebunan Tanah Pemerintah (PTP) IX Karangjati Ungaran, urea dan aquades. Peralatan yang digunakan meliputi timbangan kapasitas 2 kg dengan ketelitian 10 g, timbangan analitik kapasitas 120 g dengan ketelitian 0,0001 g, blender, stoples, saringan, baskom, sprayer, pereaksi kimia serta peralatan laboratorium yang digunakan untuk analisis proksimat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian dilaksanakan 2 tahap, pertama adalah persiapan sampel yaitu persiapan kulit coklat dan amoniasi, kedua adalah analisis proksimat. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), dan BETN. Data diolah dengan analisis ragam dan apabila ada pengaruh nyata kemudian dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dan polinomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amoniasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) meningkatkan lemak kasar, kadar air, dan protein kasar. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perlakuan amoniasi dapat menurunkan serat kasar pada taraf signifikan (P<0,01). Kesimpulan yang diperoleh bahwa pemberian aras urea sebesar 6% menghasilkan kualitas amoniasi kulit coklat terbaik berdasarkan terjadinya peningkatan protein kasar sebesar 15,15%, penurunan serat kasar sebesar 27,48% dan lemak kasar sebesar 1,37%.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

DENGAN MINYAK KELAPA SKRIPSI Oleh AULIA BISMAR PADUANA 120405037 DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA APRIL 2017.[r]

1 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

4.5 PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP ANGKA PENYABUNAN SABUN CAIR Berikut grafik yang menunjukkan pengaruh variasi suhu dan waktu pengadukan terhadap kadar angka saponifikas[r]

8 Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

Pembuatan Sabun Cair Menggunakan Alkali Dari Kulit Coklat (Theobroma cacao L.) dengan Minyak Kelapa

37 4.4 PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP KADAR ALAKLI BEBAS SABUN CAIR Berikut grafik yang menunjukkan pengaruh variasi suhu dan waktu pengadukan terhadap kadar alkali beb[r]

6 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN KULIT LIMBAH COKLAT MENJADI PEKTIN DENGAN EKSTRAKSI SOXHLET.

PEMANFAATAN KULIT LIMBAH COKLAT MENJADI PEKTIN DENGAN EKSTRAKSI SOXHLET.

Tanaman coklat (Theobroma cacao) adalah tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia. Tanaman coklat ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu kulit, daging buah, dan biji. Namun selama ini dalam pemanfaatannya hanya daging buah dan bijinya saja yang di manfaatkan, sedangkan kulitnya hanya merupakan buangan yang banyak dan biasanya di gunakan sebagai pakan ternak. Dalam pemanfaatannya kulit coklat merupakan salah satu sumber pektin. Pektin adalah bahan pengental alami yang berasal dari buah dan beberapa macam tumbuhan. Adapun penggunaan pektin adalah sebagai bahan pengental, bahan tambahan pada pembuatan selai dan jelly.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI LIMBAH INDUSTRI TAPESEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOPELLET CHARACTERIZATION OF TAPE INDUSTRY WASTE AS BIO PELLET RAW MATERIAL

KARAKTERISASI LIMBAH INDUSTRI TAPESEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOPELLET CHARACTERIZATION OF TAPE INDUSTRY WASTE AS BIO PELLET RAW MATERIAL

Program konversi penggunaan bahan bakar rumah tangga dari minyak tanah ke bahan bakar gas membuat ketergantungan akan bahan bakar gas menjadi tinggi. Tidak stabilnya pengiriman gas ke daerah mengakibatkan banyak masyarakat di pedesaan yang beralih kembali pada pengunaan kayu bakar sebagai bahan bakar sehingga dapat mengancam kelestarian hutan. Fenomena ketergantungan akan satu jenis bahan bakar oleh masyarakat menimbulkan kebutuhan akan perlunya sumber bahan bakar alternatif selain gas. Sumber bahan bakar alternatif yang potensial untuk dikembangkan adalah biopellet yang berbahan bakulimbah agroindustri ubi kayu seperti kulit ubi kayu. Penelitian ini diarahkan untuk mengolah kulit ubi kayu menjadi biopellet untuk bahan bakar di pedesaan sehingga dapat menggantikan penggunaan kayu bakar. Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain mengetahui sifat fisikokimia dari kulit ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan biopellet. Komposisi limbah industry tape antara lain kulit ubi kayu dan bonggol dengan persentase masing-masing komponen antara lain 60,9% dan 39,3%. Jika kulit ubi kayu difraksinasi, maka kulit kayu terdiri dari dua komponen yaitu kulit putih dan kulit coklat dengan persentase sebesar 83,7% dan 14,2%.Limbah industri tape berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan biopellet karena nilai kalor yang cukup tinggi yaitu berkisar 15715.19 J/g dengan rendemen kulit kering 10,78% dari limbah yang muncul.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Mikosis Superfisial

Mikosis Superfisial

Kultur Malassezia furfur diambil dari kerokan atau hapusan kulit, yang kemudian ditanam pada Sabouraud’s agar atau Malt agar yang mengandung Kloramphenikol dan Cycloheximide. Kultur jamur ini lebih sulit dibanding jamur-berupa ragi lainnya, karena jamur ini tumbuh sangat lambat dan terkadang tidak menunjukkan pertumbuhan dengan media biasa tanpa penambahan minyak. Olehkarena itu pada permukaan medium biasanya diolesi dengan minyak zaitun dan dieramkan selama 1-2 minggu dengan suhu 37°C. Leeming dan Notman melakukan modifikasi dengan menambahkan susu sapi kental pada medium, dan memberikan hasil yang lebih baik dibanding menggunakan minyak zaitun.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN KULIT BUAH COKLAT DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Phanerochaeta chrysosporium Dan Monascus purpureus DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH.

PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN KULIT BUAH COKLAT DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Phanerochaeta chrysosporium Dan Monascus purpureus DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH.

Tanaman coklat (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang luas areal penanamannya terus mengalami peningkatan dan cukup potensial untuk dijadikan sebagai pakan ternak unggas. Di Sumatera Barat pada tahun 2009, luas areal perkebunan kakao mencapai 61.000 hektar dengan produksi buah kakao sebanyak 40.988 ton dan pada tahun 2012 sebanyak 63.000 ton (Dinas Perkebunan, 2012). Komposisi buah kakao terdiri dari 73-75% kulit buah, 2-3% plasenta dan 22-24% biji (Wawo, 2008) sehingga dapat diperkirakan pada tahun 2012 terdapat kulit buah coklat di Sumatera Barat sekitar 45.000 ton.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Lectures -

Lectures -

Bojong Genteng 676000 Andosol Coklat Kekuningan Asosiasi Latosol Coklat dan Regosol Kelabu Asosiasi Andosol Coklat dan Regosol Coklat Asosiasi Latosol Coklat Kemerahan dan Latosol Cok[r]

9 Baca lebih lajut

PENURUNAN KADAR LIGNIN DARI KULIT BUAH COKLAT MENGGUNAKAN ETANOL PADA PROSES PEMISAHAN SELULOSA.

PENURUNAN KADAR LIGNIN DARI KULIT BUAH COKLAT MENGGUNAKAN ETANOL PADA PROSES PEMISAHAN SELULOSA.

Kulit Buah kakao(Shell fod Husk) merupakan hasil samping (limbah) dari agrobisnis pemrosesan biji coklat yang sangat potensial untuk dijadikan salah satu Pulp. Kulit buah coklat adalah kulit bagian terluar yang menyelubungi biji coklat dengan tekstur kasar, tebal dan agak keras. Kulit buah memiliki 10 alur dengan ketebalan 1 – 2 cm. Pada waktu muda, biji menempel pada bagian dalam kulit buah, tetapi saat masak biji akan terlepas dari kulit buah. Buah yang masakakanberbunyibiladigoncang.Kulitbuahkakaomengandungserat-serat yang dapatdiolah. Buahcokelatterdiri atas 74 % kulitbuah, 2 % placenta dan 24 % biji. Adapunkandungangizikulitbuahkakaodapatdilihat pada Tabel.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Meningkatkan Minat Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Pengembangan Usaha Agar-agar “LINGGIS” Kulit Manggis.

Meningkatkan Minat Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Pengembangan Usaha Agar-agar “LINGGIS” Kulit Manggis.

Produk ini merupakan pengembangan dari pengolahan kulit manggis dengan agar – agar karena agar – agar memiliki rasa manis sehingga banyak masyarakat yang menikmatinya sebagai pencuci mulut. Kreasi agar – agar linggis ini tidak hanya menjadi makanan pencuci mulut, tetapi juga menjadi makanan yang berkhasiat untuk tubuh. Keunggulan dari produk ini adalah menggangkat kelebihan kulit manggis sebagai makanan berkhasiat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Agar – agar Linggis ini mempunyai dua varian, yaitu :

18 Baca lebih lajut

Resistance of Campylobacter jejuni Local Isolates Against Five Type of Antimicrobials In Vitro and In Vivo

Resistance of Campylobacter jejuni Local Isolates Against Five Type of Antimicrobials In Vitro and In Vivo

Tabel Pengamatan Gejala Klinis Ayam Coba yang digunakan dalam penelitian feses warna coklat, hijau coklat, hijau coklat, hijau coklat, hijau coklat, hijau coklat, hijau konsistensi pad[r]

190 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...