kunci determinasi

Top PDF kunci determinasi:

PENGEMBANGAN KUNCI DETERMINASI ELEKTRONIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI KLASIFIKASI TUMBUHAN KELAS X SMA/MA - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN KUNCI DETERMINASI ELEKTRONIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI KLASIFIKASI TUMBUHAN KELAS X SMA/MA - Raden Intan Repository

Menyadari pentingnya kunci determinasi dalam pengelompokan makhluk hidup pada materi klasifikasi tumbuhan seharusnya penggunaan kunci determinasi merupakan materi yang harus dikuasai oleh siswa. Agar peserta didik tertarik mengikuti materi klasifikasi tumbuhan, maka seharusnya pembelajaran biologi dilaksanakan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan melibatkan peserta didik secara aktif. Dalam penelitian Heni Purnamasari tentang penggunaan kunci determinasi dan flashcard, pembelajaran menggunakan kunci determinasi dan flashcard dapat meningkatkan aktivias dan hasil belajar siswa. Persentase aktivitas belajar siswa lebih dari 90%, sedangkan hasil analisis belajar siswa yang menunjukan ketuntasan klasikal hingga 91% lebih. Penelitian selanjutnya yang dilakkukan oleh Oktorina Prasniwi mengenai pengembangan kunci determinasi berbasis android juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Tri Siska Akmalia juga melakukan pengujian terhadap media kunci determinasi berbasis flash kepada siswa untuk memberikan respon, dan hasilnya adalah 85,75% yang artinya para siswa sangat setuju. Berdasarkan rujukan dari beberapa penelitian tersebut

136 Baca lebih lajut

MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN KUNCI DETERMINASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TUMBUHAN BIJI DI KELAS X SMA NEGERI 8 PONTIANAK SKRIPSI

MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN KUNCI DETERMINASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TUMBUHAN BIJI DI KELAS X SMA NEGERI 8 PONTIANAK SKRIPSI

Materi dunia tumbuhan merupakan materi yang memiliki sub materi yaitu salah satunya adalah tumbuhan biji. Tumbuhan biji ini banyak memiliki konsep yang harus dipahami terutama pada saat pengklasifikasian. Materi ini dapat dipelajari dengan mudah jika materi ini disajikan dengan menggunakan media yang tepat. Salah satu media yang digunakan yaitu kunci determinasi. Kunci determinasi menyediakan berbagai konsep-konsep ciri-ciri dari tumbuhan karena di dunia ini tidak akan ada benda yang identik kemiripanya. Hal ini sesuai dengan pendapat Purnamasari, dkk (2012: 104) yang menyatakan kunci determinasi merupakan media yang digunakan dalam proses identifikasi suatu makhluk hidup yang beraneka ragam.

29 Baca lebih lajut

Efektifitas Penggunaan Kunci Determinasi Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Pada Pembelajaran Klasifikasi Tumbuhan Di SMP Negeri 4 Temanggung

Efektifitas Penggunaan Kunci Determinasi Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Pada Pembelajaran Klasifikasi Tumbuhan Di SMP Negeri 4 Temanggung

Sebagian siswa kelas VII B merasa kesulitan mengikuti pembelajaran penggunaan kunci determinasi dengan pendekatan JAS. Siswa sulit beradaptasi dengan pembelajaran yang dilakukan dan masih asing dengan proses pembelajaran yang masih baru. Setiap hari siswa dihadapkan dengan proses belajar yang hampir sama, yaitu duduk, mencatat apa yang ditulis guru dipapan tulis, tugas untuk mengerjakan LKS diberikan guru saat guru berhalangan hadir, atau ada waktu yang tersisa, seperti halnya dengan praktikum yang dilakukan sesekali. Hal ini mengakibatkan siswa kesulitan dalam kegiatan pembelajaran, yang berimbas pada nilai yang didapat siswa menjadi rendah. Menurut Mariana (2007) siswa yang belum terbiasa dengan pembelajaran yang berlangsung akan enggan untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Sehingga perlu diadakan pengenalan dan sosialisasi metode baru yang akan digunakan, agar penerapanya lebih optimal (Hasanah 2007)

133 Baca lebih lajut

S KIM 1100346 Chapter3

S KIM 1100346 Chapter3

Untuk memudahkan pengidentifikasian miskonsepsi siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit, butir soal yang telah memenuhi kriteria baik dari segi validitas isi maupun reliabilitasnya kemudian disusun menjadi suatu kunci determinasi berdasarkan pola respon siswa.

7 Baca lebih lajut

Ardianti   Kritis   Determinasi

Ardianti Kritis Determinasi

Masalah pokok yang di analisis dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) berbantuan kunci determinasi dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA, metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan masing-masing siklus terdapat dua pertemuan. Dari PTK tersebut di dapat hasil yang menunjukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata berpikir kritis yaitu dari 62,89 (siklus I) menjadi 73,42 (siklus II), begitupun dengan setiap indikator pada berpikir kritis terjadi kenaikan, yaitu: indikator memberikan penjelasan dasar mengalami peningkatan sebesar 0,06 (kategori rendah), indikator membangunketerampilan dasar mengalami peningkatan sebesar 0,9 (kategori tinggi) dan indikator menyimpulkan mengalami peningkatan sebesar 0,4 (kategori sedang). Peningkatan ini di hitung berdasarkan rumus gain. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah berbantuan kunci determinasi dapat meningkatkan berpikir kritis siswa SMA.

10 Baca lebih lajut

791191620.doc 1.78MB 2015-10-12 00:18:15

791191620.doc 1.78MB 2015-10-12 00:18:15

Dalam taraf sekolah menengah atas, kunci determinasi merupakan salah satu materi yang diajarkan di tingkat kelas X yang bersarana kunci determinasi. Buku yang menjadi pedoman adalah buku Flora untuk Sekolah di Indonesia. Namun buku terbitan tahun 1975 tersebut sulit dijumpai di perpustakaan di sekolah-sekolah menengah atas, sehingga perlu adanya inovasi– khususnya, di era digitalisasi– agar pembelajaran mengenai klasifikasi tumbuhan dengan kunci determinasi tidak terhambat dengan kerterbatasan tersebut. Inovasi yang dapat dilakukan adalah digitalisasi kunci determinasi.

23 Baca lebih lajut

Determinasi Kualitas Perekat

Determinasi Kualitas Perekat

Karya tulis ini berisi tentang gambaran umum mengenai metode determinasi kualitas perekat sebagai dasar memahami perekat sebagai tulang punggung dalam penmbuatan kayu komposit. Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat memperkaya khasanah wawasan dan pengetahuan di bidang ilmu dan teknologi kayu.

11 Baca lebih lajut

DETERMINASI EKSPOR INVESTASI DAN PRODUKT

DETERMINASI EKSPOR INVESTASI DAN PRODUKT

merupakan kunci suatu pertumbuhan ekonomi. Model Solow-Swan memusatkan perhatiannya pada bagaimana pertumbuhan penduduk, akumulasi kapital, kemajuan teknologi dan output saling berinteraksi dalam proses pertumbuhan ekonomi (Boediono, 1982: 87). Fungsi produksi dari model Solow tersebut yaitu Y = F (K,L), sedangkan fungsi produksi dari model pertumbuhan endogen (endogeneous growth theory) menolak asumsi model Solow tentang perubahan teknologi yang berasal dari luar atau ekspogen (Mankiw, 2007: 230). Model pertumbuhan endogen merumuskan fungsi produksi sebagai Y = F (K,L,A). Persamaan tersebut menyatakan bahwa tingkat output bergantung pada tingkat stok kapital (K), jumlah tenaga kerja (L), dan juga pada tingkat teknologi atau tingkat produktivitas (A). Dalam model ini tingkat kemajuan teknologi atau produktivitas tidak lagi sebagai faktor yang bersifat eksogen, akan tetapi diasumsikan sebagai faktor yang bersifat endogen yaitu bergantung pada pertumbuhan kapital (Rohmana, 2012).

12 Baca lebih lajut

Penyiapan Bahan dan Determinasi Tanaman

Penyiapan Bahan dan Determinasi Tanaman

Hipertrigliseridemia merupakan salah satu faktor resiko penyakit kardiovaskular. Hipertrigliseridemia terjadi karena meningkatnya kadar trigliserida yang dapat memicu akumulasi lipid di dinding pembuluh arteri yang dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihipertrigliseridemia dari ekstrak kunyit, ekstrak bangle dan kombinasinya menggunakan metode tes toleransi lipid. Metode : Dua puluh delapan ekor tikus Wistar jantan yang dibagi ke dalam 7 kelompok secara acak. Kelompok 1 (suspensi pembawa obat), kelompok 2 (gemfibrozil (Hypofil®) 27 mg/kg bb), kelompok 3 (suspensi pembawa obat), kelompok 4 (ekstrak kunyit 100 mg/kg bb), kelompok 5 (ekstrak bangle 100 mg/kg bb), kelompok 6 (ekstrak kunyit dan bangle 50 : 50 mg/kg bb), kelompok 7 (ekstrak kunyit dan bangle 100 : 100 mg/kg bb). Semua kelompok kecuali kelompok 1 diberi propiltiourasil (10 mg/kg bb) secara oral selama 5 hari. Pada hari ke-5, dua jam setelah pemberian obat uji dan PTU, hewan diinduksi dengan emulsi lipid secara intravena. Trigliserida serum diukur pada menit ke 0, 10, 20, 30, 40. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kunyit, ekstrak bangle, dan kombinasinya serta gemfibrozil (Hypofil®) dapat menurunkan kadar trigliserida selama 40 menit (p<0,05) bila dibandingkan dengan kelompok positif (induksi). Persentase penurunan kadar trigliserida pada menit ke-40 yaitu gemfibrozil (65,01%), ekstrak kunyit (60,21%), ekstrak bangle (61,19%), kombinasi 1 (57,1%), dan kombinasi 2 (64,97%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kunyit, ekstrak bangle dan kombinasinya memiliki aktivitas antihipertrigliseridemia. Kata Kunci : ekstrak kunyit, ekstrak bangle, hipertrigliseridemia, metode tes toleransi lipid

7 Baca lebih lajut

DETERMINASI KOMPETENSI PROFESIONAL MOTIV. pdf

DETERMINASI KOMPETENSI PROFESIONAL MOTIV. pdf

antara kompetensi profesional guru dengan kinerja guru sebesar 0,598 dengan p<0,05. Hal ini berarti makin tinggi kompetensi profesional guru makin baik kinerja guru. Variabel kompetensi profesional guru dapat juga menjelaskan makin tingginya kinerja guru sebesar 35,80%. Ini dapat dijadikan suatu indikasi bahwa kompetensi profesional guru dapat dipakai sebagai prediktor kinerja guru pada SMA Negeri di Kecamatan Karangasem, jadi kompetensi profesional guru merupakan determinan terhadap kinerja guru pada SMA Negeri di Kecamatan Karangasem. Bila dilihat dari determinasi murni, setelah dikendalikan oleh variabel motivasi kerja guru dan konsep diri akademik maka determinasi kompetensi professional sebesar 35,80% terhadap kinerja guru. Bila dikaitkan dengan sumbangan efektif, maka kompetensi professional guru pada SMA Negeri di Kecamatan Karangasem memberikan sumbangan efektif sebesar 16,91%. Temuan emperic ini sesuai dengan kajian teoritik seperti yang dikemukakan oleh Umar Hamalik (2003), menjelaskan bahwa guru yang dinilai kompeten secara profesional, apabila : (1) mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik – baiknya; (2) guru tersebut mampu melaksanakan peran – peranannya secara berhasil; (3) guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan ( tujuan instruksional ) sekolah; dan (4) guru tersebut mampu melaksanakan perannya dalam proses pembelajaran dalam kelas. Lebih dalam, Kunandar (2007 : 56) menjelaskan bahwa guru yang memiliki kinerja yang baik adalah guru yang profesional dan memiliki ciri-ciri : 1) Memiliki komitmen yang tinggi terhadap siswa dalam proses pembelajaran; 2) Guru menguasai dengan baik bidang pelajaran yang diajarkannya; 3) Bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa dan menguasai berbagai teknik evaluasi; 4) Selalu melakukan refleksi dan koreksi diri dan mampu berpikir secara sistimatis tentang apa yang dilakukannya, dan bisa belajar dari pengalamannya; 5) Guru merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan kerjanya.

16 Baca lebih lajut

DETERMINASI PENYEBAB KERUSAKAN HUTAN NIP

DETERMINASI PENYEBAB KERUSAKAN HUTAN NIP

Berdasarkan penemuan larva pada daun yang menunjukkan gejala kerusakan (Gambar 1C) dan kumbang (Gambar 2B), baik pada daun kelapa maupun nipah, maka fokus determinasi penyebab kerusakan nipah ditujukan pada identifikasi kumbang tersebut. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi, gejala kerusakan dan penyebaran secara geografis. Identifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan spesimen kumbang dan larva yang diperoleh di wilayah observasi. Berdasarkan spesimen kumbang yang ditemukan diketahui mempunyai kemiripan dengan genus kumbang Brontispa, Plesispa atau Promecotheca (Kalshoven, 1981; Soetedjo, 1989) yang memang dikenal sebagai hama pada keluarga Palmae, termasuk kelapa (Coccos nucifera) dan nipah (Nypa fruticans).

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects