Kunjungan Neonatal

Top PDF Kunjungan Neonatal:

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PENGGUNAAN ALGORITMA MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA (MTBM) PADA KUNJUNGAN NEONATAL

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM PENGGUNAAN ALGORITMA MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA (MTBM) PADA KUNJUNGAN NEONATAL

Penyebab utama kematian neonatal di Kabupaten Cilacap tidak berbeda dengan penyebab kematian bayi di Indonesia pada umumnya yaitu bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) sebesar 38%, aspiksia (29%), kelainan kongenital (13%) dan infeksi seperti sepsis, meningitis dan lain-lain (20%) (Dinkes Cilacap, 2015b). Sebagian besar penyebab kematian tersebut merupakan kematian yang dapat dicegah dan diobati dengan biaya murah, mudah dan efektif. Penggunaan algoritma “M anajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM)” pada kunjungan neonatal dinilai cost effective serta berkontribusi menurunkan angka kematian neonatus sebesar 30-60% (Kemenkes, 2012:xviii).
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Abstract Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Abstract Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Latar Belakang: Setiap bayi baru lahir harus mendapatkan pemeriksaan sesuai standar lebih sering (minimal 2 kali) dalam minggu pertama. Terdapat perbedaan antara cakupan Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) dengan cakupan KN lengkap di Provinsi Sumatera Utara. Dengan target renstra 2013 sebesar 89%, cakupan KN1 di Provinsi Sumatera Utara sebesar 84,86%. Ini menunjukkan bahwa banyak ibu yang melakukan kunjungan neonatal hanya pada KN1, atau hanya pada umur bayi baru lahir 6 jam – 48 jam yaitu sesaat setelah persalinan dilakukan baik di rumah maupun di pelayanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Cover Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Cover Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berpengetahuan baik tentang masalah yang umum terjadi pada masa neonatal yaitu sebanyak 57 responden (59,4%) dan mayoritas responden patuh untuk melakukan kunjungan neonatal secara teratur yaitu sebanyak 66 responden (68,8%). Hasil uji continuity correctionmenunjukan bahwa secara statistik terdapat hubungan antara ibu yang mempunyai pengetahuan baik dengan kepatuhan melakukan kunjungan neonatal (p=0,001).

15 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Latar Belakang: Setiap bayi baru lahir harus mendapatkan pemeriksaan sesuai standar lebih sering (minimal 2 kali) dalam minggu pertama. Terdapat perbedaan antara cakupan Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) dengan cakupan KN lengkap di Provinsi Sumatera Utara. Dengan target renstra 2013 sebesar 89%, cakupan KN1 di Provinsi Sumatera Utara sebesar 84,86%. Ini menunjukkan bahwa banyak ibu yang melakukan kunjungan neonatal hanya pada KN1, atau hanya pada umur bayi baru lahir 6 jam – 48 jam yaitu sesaat setelah persalinan dilakukan baik di rumah maupun di pelayanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Appendix Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Appendix Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Nama Saya Khairulyati Mida Yamin, sedang menjalani pendidikan di program D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal Dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal Di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015”.

15 Baca lebih lajut

Chapter I Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Chapter I Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan antara pengetahuan ibu tentang masalah pada neonatal dengan kepatuhan melakukan kunjungan neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015”

5 Baca lebih lajut

Chapter II Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Chapter II Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Penyebab bayi dengan berat badan lahir rendah yang lahir kurang bulan NKB-KMK antara lain : a Berat badan ibu yang rendah b Ibu hamil yang masih remaja c Kehamilan kembar d Ibu pern[r]

19 Baca lebih lajut

Reference Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Reference Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Masalah Pada Neonatal dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Neonatal di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015

Buku Ajar Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi/Balita dan Anak Prasekolah Untuk Para Bidan, Yogyakarta : Deepublish.. Buku Ajar Bidan Myles.Edisi 14.Jakarta : EGC.[r]

2 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kolinieritas - PEMODELAN KASUS TETANUS NEONATORUM DENGAN PENDEKATAN ZERO-INFLATED POISSON (ZIP) REGRESSION DI PROVINSI JAWA TIMUR - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kolinieritas - PEMODELAN KASUS TETANUS NEONATORUM DENGAN PENDEKATAN ZERO-INFLATED POISSON (ZIP) REGRESSION DI PROVINSI JAWA TIMUR - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

d. Presentase cakupan kunjungan neonates lengkap terhadap jumlah bayi Kunjungan neonatal pertama (KN1) adalah cakupan pelayanan kesehatan bayi baru lahir (umur 6 jam-48 jam) di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Selain KN1, indikator yang menggambarkan pelayanan kesehatan bagi neonatal adalah Kunjungan Neonatal Lengkap (KN lengkap) yang mengharuskan agar setiap bayi baru lahir memperoleh pelayanan Kunjungan Neonatal minimal tiga kali sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS “M” UMUR 1 BULAN DENGAN IMUNISASI BCG DI BPM MINARTI, Amd. Keb DESA TRAWASAN KEC. SUMOBITO KAB. JOMBANG - Unipdu Jomb

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS “M” UMUR 1 BULAN DENGAN IMUNISASI BCG DI BPM MINARTI, Amd. Keb DESA TRAWASAN KEC. SUMOBITO KAB. JOMBANG - Unipdu Jomb

1. Konsep dasar neonatus, meliputi pengertian, klasifikasi, pertumbuhan, perkembangan, adaptasi fisiologis, tinjauan umum tentang kunjungan neonatal,faktor yang berhubungan dengan kunjungan neonatal dan konsep dasar imunisasi dari pengertian, tujuan, jenis, sasaran, jadwal, jenis – jenis vaksin dalam program imunisasi, faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi, serta konsep imunisasi BCG dari pengertian, fungsi, cara pemberian dan dosis, kontraindikasi, reaksi yang timbul, sampai efek samping.

9 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN TEORI - Rizky Amelia BAB II

BAB II TINJAUAN TEORI - Rizky Amelia BAB II

Kunjungan bayi baru lahir Menurut Kemenkes 2013 terdapat minimal 3 kali kunjungan ulang bayi baru lahir : 1 Pada usia 6-48 jam kunjungan neonatal 1 2 Pada usia 3-7 hari kunjungan neo[r]

81 Baca lebih lajut

Statistics authors titles recent submissions

Statistics authors titles recent submissions

The data-driven approach involves extraction of features from time, frequency and information theory domains to capture energy, frequency, temporal and structural information to form a generic description of the EEG signal [8]. This approach involves extraction of non-stationary and model-based features and uses a classifier as a back-end [9]. The choice of the features for EEG representation and decision-making is prompted by an understanding that during a seizure the EEG epoch will become more ordered, more deterministic and quasi-periodic in nature, compared to the background EEG. With both approaches (data-driven and mimicking the clinician) the prior knowledge of neonatal EEG is reflected in a set of hand-crafted characteristics.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Infeksi Neonatal Akibat Air Ketuban Keruh

Infeksi Neonatal Akibat Air Ketuban Keruh

Air ketuban keruh bercampur mekonium (AKK) dapat menyebabkan sindrom aspirasi mekonium (SAM) yang mengakibatkan asfiksia neonatorum yang selanjutnya dapat berkembang menjadi infeksi neonatal. Insidens air ketuban keruh terjadi pada 6%-25% kelahiran hidup, namun tidak semua neonatus yang mengalami AKK berkembang menjadi SAM. Neonatus dengan AKK 2%-36% menghirup mekonium sewaktu di dalam rahim atau saat napas pertama, sedangkan neonatus yang mempunyai AKK 11% berkembang menjadi SAM dengan berbagai derajat. 6

7 Baca lebih lajut

Sepsis Neonatal di NICU RSAB Harapan Kita Jakarta

Sepsis Neonatal di NICU RSAB Harapan Kita Jakarta

Latar belakang. Angka kejadian infeksi pada neonatus di negara berkembang sangat tinggi, terutama di Unit Pelayanan Intensif Neonatal (NICU). Pemberian antibiotik diharapkan dapat mengeradikasi infeksi neonatal. Namun di lain sisi pemakaian antibiotik spektrum luas dapat memicu munculnya bakteri yang lebih resisten dan berbahaya.

5 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Bakteremia Pada Neonatus : Pola Kuman Dan Kepekaannya Terhadap Antibiotika Di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2014.

DAFTAR PUSTAKA Bakteremia Pada Neonatus : Pola Kuman Dan Kepekaannya Terhadap Antibiotika Di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2014.

A., 2011, Retrospective Analysis of Neonatal Bacteremia and Antimicrobial Resistance Pattern in Neonatal Intensive Care Unit, Research Journal of Medicine and Medical Sciences, 6 2: 62[r]

4 Baca lebih lajut

Buku Saku Pelayanan kesehatan Neonatal

Buku Saku Pelayanan kesehatan Neonatal

Buku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial: Pedoman Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar ini merupakan bentuk revisi dari buku dengan judul yang sama yang disusun pada tahun 1999. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan kondisi sosial aktual, buku tersebut juga dituntut untuk diperbaharui, dan diharapkan digunakan sebagai acuan dalam memberikan pelayanan kesehatan bayi baru lahir di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Proses revisi ini dilakukan dengan mereview berbagai kepustakaan, pedoman dan modul pelatihan yang ada serta buku-buku pedoman yang diterbitkan oleh WHO, UNICEF, dan Save the Children dengan melibatkan tim beranggotakan Unit Kerja Koordinasi Perinatologi IDAI, tim penyusun buku Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir , Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah dan Manajemen Terpadu Balita Sakit serta berbagai pengelola program di Kementerian Kesehatan. Direktorat Bina Kesehatan Anak bekerja sama dengan WHO, UNICEF, Save the Children, dan GTZ Siskes menyelenggarakan proses revisi hingga pencetakannya. Buku ini dilengkapi dengan Algoritma Manajemen Terpadu Bayi Muda dan Algoritma Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Perkembangan Masa Bayi masa neonatal

Perkembangan Masa Bayi masa neonatal

Selain berat badan, pertumbuhan tinggi badan bayi selama satu tahun pertama juga lebih tinggi dibanding masa sesudahnya.. Penelitian Beach 1980 mengungkapkan bahwa rata-rata pertambahan [r]

4 Baca lebih lajut

Hubungan antara Hipokalsemia dan Prognosis Buruk pada Sepsis Neonatal

Hubungan antara Hipokalsemia dan Prognosis Buruk pada Sepsis Neonatal

Penelitian desain potong lintang dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2014 di ruang Perinatologi, ruang neonatal intensive care (NICU), dan instalasi gawat darurat (IGD) Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dan RSUD Kota Bandung. Kriteria inklusi meliputi bayi usia <28 hari yang memenuhi kriteria sepsis neonatal, yaitu terdapat dua atau lebih kriteria systemic inflammatory response syndrome (SIRS) disertai bukti tanda infeksi–berupa hasil kultur darah positif atau tersangka infeksi dapat berupa pneumonia, necrotizing enterocilitis (NEC), meningitis, atau chorioamnionitis. Gejala klinis tersangka infeksi pada sepsis yang paling sering ditemukan adalah respiratory distress. 6 Variabel perancu pada penelitian ini
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 2783 documents...