KUPU-KUPU

Top PDF KUPU-KUPU:

VANDALISME DALAM KEGIATAN WISATA HUTAN DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA BANDAR LAMPUNG

VANDALISME DALAM KEGIATAN WISATA HUTAN DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA BANDAR LAMPUNG

Taman Kupu-Kupu Gita Persada melakukan konservasi kupu-kupu dari mulai telur, ulat, kepompong sampai menjadi kupu-kupu di dome penangkaran, menyediakan makanannya dan tempat yang layak bagi perkembangan metamorfosisnya. Kupu-kupu mengalami kepunahan seiring berjalannya waktu dan ketidakpedulian manusia terhadap makhluk hidup lainnya. Dengan adanya taman kupu-kupu ini pengembangbiakan kupu-kupu tetap terjaga dengan cara melakukan penangkaran pada habitat aslinya ataupun di luar habitat aslinya dengan membuat jaring penangkaran dan di dalamnya dipenuhi segala faktor- faktor lingkungan agar kupu-kupu mampu bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik sehingga informasi kupu-kupu itu sendiri dapat dilestarikan (Handayani, 2012).
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Perancangan Buku Bergambar Pengenalan Metamorfosis Kupu-Kupu Papilio Demoleus Untuk Anak

Perancangan Buku Bergambar Pengenalan Metamorfosis Kupu-Kupu Papilio Demoleus Untuk Anak

2 karakter anak itu sendiri. Karakter-karakter unik tersebut dapat digambarkan oleh hewan yang menjelma dan bertingkah laku seperti manusia. Anak-anak biasanya menyukai cerita tentang hewan atau yang disebut juga dengan fabel. Karena didalam fabel tersebut biasanya menggambarkan karakter hewan yang mempunyai sifat seperti manusia. Salah satu contoh adalah kancil yang mempunyai sifat cerdik atau rubah yang mempunyai sifat licik. Begitu pula dengan kupu-kupu yang mempunyai sifat yang bebas dan bentuk yang indah. Bentuk hewan-hewan yang ditampilkan pun dapat dibuat sedemikian rupa sehingga anak- anak dapat menyukainya. Begitu juga dengan tujuan penulis yang akan menceritakan tentang seekor kupu-kupu yang merupakan salah satu hewan yang mengalami daur hidup sempurna selain katak. Serangga kupu-kupu merupakan serangga yang menarik, karena didalam daur hidupnya kupu-kupu mengalami perubahan yang signifikan mulai dari ulat yang buruk rupa hingga menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Dalam fenomena metamorfosis serangga kupu-kupu ini dapat ditarik suatu pembelajaran tentang proses perubahan dari ulat hingga kupu-kupu yang menarik untuk pembelajaran anak yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan sehingga dapat memicu anak untuk berfikir kreatif dalam berimajinasi.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Jenis Kupu-Kupu Sub Ordo Rhopalocera di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Pusat Pengamatan Orangutan Sumatera (PPOS) Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Jenis Kupu-Kupu Sub Ordo Rhopalocera di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Pusat Pengamatan Orangutan Sumatera (PPOS) Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara

mengeringkan sayapnya sehingga kupu-kupu dapat melakukan aktivitasnya, sedangkan pada pukul 07.00 - 08.00 sedikit ditemukan. Hal ini diduga karena intensitas cahaya matahari pada pukul 07.00 - 08.00 belum terlalu tinggi sehingga hanya beberapa spesies yang keluar. Rahayuningsih et al., (2012) menyatakan bahwa cahaya matahari sangat diperlukan oleh kupu-kupu pada intensitas cahaya 230 Cd. Cahaya akan memberikan energi panas sehingga menaikkan suhu tubuh dan metabolisme menjadi lebih cepat. Menurut Efendi (2009), kupu-kupu umumnya memerlukan suhu tubuh antara 25 0 C – 41 0 C untuk melakukan aktivitasnya. Menurut Suwarno et al., (2012), kupu-kupu akan berjemur (basking) sebelum terbang untuk memperoleh suhu optimal. Kelembapan relatif yang dibutuhkan kupu-kupu berkisar antara 60% - 85%. Kondisi tersebut kemungkinan merupakan kondisi kupu-kupu yang optimum untuk melakukan aktivitasnya. Hal ini sesuai pada faktor fisik dapat dilihat pada (Lampiran 4).
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Jenis Kupu Kupu (Papilionoidea) Potensial Sebagai Biondikator Kondisi Lingkungan Hutan Kota

Jenis Kupu Kupu (Papilionoidea) Potensial Sebagai Biondikator Kondisi Lingkungan Hutan Kota

Meskipun hasil analisis konsentrasi polutan timbal (Pb) di keempat hutan kotapengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi polutan tersebut masih berada di bawah baku mutu, namun hal tersebut tetap berbahaya karena apabila suatu organisme terpapar dalam jangka waktu yang lama, maka polutan tersebut akan terakumulasi dalam tubuhnya dan dapat berdampak negatif terhadap keberlanjutan hidup dan perkembangbiakannya. Hal ini juga telah ditunjukkan oleh hasil penelitian Mulder et al. (2005)bahwa tumbuhan sumber nektar kupu-kupu sensitif terhadap logam berat sehingga mempengaruhi vigoritas (kemampuan untuk tumbuh normal) dari tumbuhan tersebut dan berdampak negatif pada kupu-kupu yang memanfaatkan nektar tersebut sebagai sumber pakannya. Hasil analisis kadarTotal Suspended Particulate (TSP) di hutan kota kawasan industri menunjukkan nilai yang berada pada ambang batas baku mutu, sehingga secara umum memiliki resiko bagi keberlanjutan hidup organisme.Hasil penelitian Corke (1999) menunjukkan bahwa polutan udara berupa partikulat dapat mempengaruhi kupu-kupu, hal ini ditunjukkan denganmenurunnya jenis kupu-kupu yang ditemukannya selama periode saat suatukawasan industri yang diamati mengeluarkan emisi asapmaksimum karenamempengaruhi kualitas daun yang menjadi tumbuhan pakan kupu-kupu di habitat tersebut.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

KUPU-KUPU GIOK NGARAI SIANOK

KUPU-KUPU GIOK NGARAI SIANOK

Manjulai yang berada dalam keadaan cidera. "Kalau kau sudah bisa menduga dimana letaknya dangau itu, segera pergi kesana. Jangan seorang diri. Bawa beberapa sahabat. Bukan mustahil pemuda asing yang kau lihat dalam gaib itu adalah pelindung puteri Pangeran Kerajaan Cina yang jadi kupu-kupu giok." Si Kamba Mancuang Tangan Manjulai meminta Duo Hantu Gunung Sago Si Kalam Langit pergi menemuinya. Karena Perwira Muda Teng Sien bersikeras minta ikut, maka si nenek terpaksa membawanya. Pada saat menjelang fajar

110 Baca lebih lajut

Keragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera: Ditrysia) Di Kawasan “Hutan Koridor” Taman Nasional Gunung Halimun-Salak Jawa Barat

Keragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera: Ditrysia) Di Kawasan “Hutan Koridor” Taman Nasional Gunung Halimun-Salak Jawa Barat

Pada penelitian ini diperoleh tujuh famili kupu-kupu dan famili Nymphalidae merupakan famili dengan jumlah individu yang paling banyak (Tabel 2 Gambar 11a-b). Famili Nymphalidae juga dilaporkan dominan di beberapa lokasi, seperti di Taman Nasional Ujung Kulon (New et al. 1987), di Cagar Alam Ton Nga-Chang, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan (Boonvanno et al. 2000); di Cagar Alam Sanctuary Aralam, India Selatan (Sreekumar & Balakhrisnani 2001); di TNGH-S (Amir et al. 2003), Hutan Gunung Slamet, Jawa Tengah (Widhiono 2004), Taman Nasional Itapua, Brasil (Marchiori & Romanowski 2006), di hutan lindung Himalaya Barat, India (Joshi & Arya 2007), di Minyambou, Cagar Alam Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat (Panjaitan 2008), dan di Kawasan Telaga Warna, Cisarua, Bogor (Sari 2008). Nymphalidae merupakan famili kupu-kupu yang mempunyai anggota yang paling besar dan penyebaran luas dibandingkan dengan lainnya (Rizal 2007). Nymphalidae ditemukan dalam jumlah besar dikarenakan pada lokasi penelitian terdapat tumbuhan yang mendukung kehidupannya, baik sebagai sumber pakan maupun tempat berlindung. Sumber pakan Nymphalidae adalah Annonaceae, Leguminoceae, dan Compositae (Peggy & Amir 2006). Perbedaan famili yang dominan yang ditemukan di beberapa daerah karena penyebaran kupu-kupu dipengaruhi oleh sebaran tumbuhan inang dan ekologi (Amir et al. 2003; Panjaitan 2008). Sedangkan di Hutan Ireng-Ireng Taman Nasional Bromo Tengger, Semeru didominasi oleh famili Papilionidae (Suharto et al. 2005).
Baca lebih lanjut

184 Baca lebih lajut

Identifikasi Kupu kupu di Lingkungan Fak

Identifikasi Kupu kupu di Lingkungan Fak

Eurema hecabe adalah kupu-kupu kecil dengan tanda marjinal hitam pada sayap, Sayap depan dan belakang bagian atasnya berwarna kuning. Permukaan atas sayap pada ujung sayap depan dan sayap belakang bagian tepinya berwarna hitam sedangkan pada permukaan bawah sayap terdapat sedikit bintik bintik hitam yang tidak jelas. Sayap bagian bawah juga berwarna kuning

31 Baca lebih lajut

 Post  6. kupu kupu 2

Post 6. kupu kupu 2

Lelaki baik dan penolong ini tidak mengerti bahwa kepompong yang menjerat maupun perjuangan yang dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk dapat lolos melewati lubang kecil, adalah car[r]

12 Baca lebih lajut

Analisis Kelembagaan Pemanfaatan Komersial Kupu Kupu di Daerah Penyangga Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan

Analisis Kelembagaan Pemanfaatan Komersial Kupu Kupu di Daerah Penyangga Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan

3. Substansi UU 5/1990 dan PP 8/1999 belum menyebutkan ketentuan sanksi pidana dan atau denda administrasi kepada para pelaku yang tidak memiliki izin dan memperdagangkan jenis-jenis SL yang tidak dilindungi. Substansi Kepmenhut 447/2003 terlalu umum, sementara kupu-kupu memiliki siklus hidup spesifik dan musim berkembang biak. Pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan pemanfaatan SL oleh aparatur Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Maros, serta para penangkap dan pengumpul pedagang tergolong rendah. Sementara Pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan pemanfaatan SL oleh aparatur Balai Besar KSDA Sulsel tergolong baik. Dukungan masyarakat dalam implementasi peraturan perundang-undangan pemanfaatan SL masih rendah, terbukti hanya 2 dari 13 poin kewajiban yang dilaksanakan. Tugas pokok dan fungsi instansi yang terkait dengan pemanfaatan komersial kupu-kupu di Kabupaten Maros belum dilaksanakan seluruhnya. Hal ini dibuktikan oleh: hanya 12 poin yang dilaksanakan dari 40 poin tugas dan fungsi Balai Besar KSDA Sulsel; 7 poin yang dilaksanakan dari 10 poin tugas dan fungsi Ditjen PHKA; 3 poin yang dilaksanakan dari 6 poin tugas dan fungsi LIPI; serta Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Maros belum melaksanakan seluruh kewenangannya terkait dengan pengawasan dan pemberian izin pemanfaatan SL yang tidak dilindungi dan non Appendix CITES.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

MORFOMETRI KUPU-KUPU BERDASARKAN KETINGGIAN TERBANG DI HUTAN KONSERVASI KUPU-KUPU GUNUNG BETUNG LAMPUNG

MORFOMETRI KUPU-KUPU BERDASARKAN KETINGGIAN TERBANG DI HUTAN KONSERVASI KUPU-KUPU GUNUNG BETUNG LAMPUNG

Morfometri merupakan pengukuran bentuk dan luas struktur suatu mahluk untuk pencirian dalam suatu analisis kuantitatif (Kusuma, 2006). Morfometri yang akan dijadikan variabel terkait penelitian ini adalah daya angkat ( wing loading). Wing loading merupakan rasio berat tubuh dan luas sayap kupu-kupu. Wing loading juga mempengaruhi kecepatan terbang kupu-kupu, semakin besar wing loading maka kecepatan terbang juga semakin cepat (Betts and Wootton , 1988) .

6 Baca lebih lajut

Pemeliharaan dan Pengembangbiakan Kupu-Kupu Papilio memnon Sebagai Upaya Persiapan Taman Kupu-Kupu di Plaza Institut Pertanian Bogor

Pemeliharaan dan Pengembangbiakan Kupu-Kupu Papilio memnon Sebagai Upaya Persiapan Taman Kupu-Kupu di Plaza Institut Pertanian Bogor

Dua kubah di plaza kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) berpotensi dijadikan taman kupu-kupu sehingga ekoeduturisme di dalam kampus menjadi lebih lengkap. Oleh karena itu kajian tentang cara pengelolaan dan pengaturan pelaksanaannya harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan memelihara dan mengembangbiakkan kupu-kupu jenis P. memnon dalam rangka persiapan dan pengelolaan taman kupu-kupu di plaza IPB. Parameter yang diamati meliputi waktu siklus hidup, harapan hidup, rasio seks, sinkronisasi kemunculan imago, dan faktor abiotik. Pemeliharaan berupa kombinasi pengembangbiakan di laboratorium dan kubah. Kisaran hidup F 1
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU NYMPHALIDAE DI PULAU PUHAWANG BESAR, TELUK LAMPUNG

KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU NYMPHALIDAE DI PULAU PUHAWANG BESAR, TELUK LAMPUNG

Kupu-kupu ini sebagian besar tedapat di daerah tropis. Heliconiinae merupakan subfamili yang terdapat di daerah tropis dan memiliki panjang rentang sayap 2,5-4,5 cm. Pada umumnya warna corak sayap hitam dengan garis kuning, juga berwarna coklat dan oranye (Mastrigt dan Rosariyanto, 2005). Heliconiinae merupakan subfamili yang mempunyai cairan tubuh yang tidak enak yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari predator (Borror et al., 1996).

66 Baca lebih lajut

Perangkat Visualisasi Metamorfosis Kupu-kupu Menggunakan Animated Augmented Reality Butterfly Metamorphosis Visualization Learning Tool Using Animated Augmented Reality

Perangkat Visualisasi Metamorfosis Kupu-kupu Menggunakan Animated Augmented Reality Butterfly Metamorphosis Visualization Learning Tool Using Animated Augmented Reality

Use Case Diagram digunakan untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh aplikasi dan mempresentasikan interaksi antara actor dan aplikasi. Dalam penelitian ini, pengguna menjadi actor utama yang berinteraksi dengan aplikasi. Untuk lebih jelas Use Case Diagram dari aplikasi pengenalan Metamorfosis Kupu-kupu menggunakan teknologi Augmented Rality berbasis Android ini dapat dilihat pada Gambar 1.

12 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - Inventarisasi keanekaragaman spesies kupu-Kupu di kawasan Hutan Dalit Desa Benao Hulu Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - Inventarisasi keanekaragaman spesies kupu-Kupu di kawasan Hutan Dalit Desa Benao Hulu Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara - Digital Library IAIN Palangka Raya

Pada penelitian ini tidak ditemukannya famili Hedylidea, Hesperioidea, Lycanidae, dan Riodinidae. Tidak ditemukannya famili tersebut bisa disebabkan vegetasi tumbuhan pada kawasan hutan dalit ini tidak menyediakan atau menghasilkan pakan untuk larvanya atau pakan untuk kupu-kupu dewasanya, seingga menyebabkan famili-famili tersebut tidak ditemukankan, selain itu famili-famili ini secara signifikan bersifat monofag, hal ini mengakibatkan keberhasilan mencapai fase imagonya semakin rendah. akan tetapi tidak memungkiri juga faktor lingkungan, karena pada penelitian cuaca sangat tidak stabil. Karena saat penelitian sudah memasuki perubahan musim.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Bunga Kupu-Kupu Rambat (Bauhinia kockiana Lour.)

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Bunga Kupu-Kupu Rambat (Bauhinia kockiana Lour.)

Isolation of flavonoid compounds from the leaves of bunga kupu-kupu rambat ( Bauhinia kockiana Lour.) has been done by maceration technique with methanol solvent. The concentrated methanol extract was evaporated and dissolved with ethyl acetate, filtered, concentrated and evaporated. Concentrated ethyl acetate extract was dissolved with methanol and partitioned with n-hexane solvent. Concentrated methanol extract was hydrolyzed with HCl 6% and then partitioned with chloroform solvent. Concentrated chloroform extract was separated by column chromatography with the eluent n-hexane: ethyl acetate (90:10; 80:20; 70:30; 60:40; 50:50 (v/v)) as mobile phase. The fraction from n-hexane : ethyl acetate (60:40 ) v/v was crystallized to get a pure compound, yielding a yellow crystalline amorphous with mass = 33.8 mg, melting point = 155 o C and Rf = 0.29. And then, the compounds were analyzed by UV-Visible, Infrared (FT-IR) and Proton Nuclear Magnetic Resonance Spectrometer ( 1 H-NMR). Based on spectrofotometer
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pembangunan Aplikasi Pengenalan Kupu-kupu Menggunakan Metode Markerless Augmented Reality Berbasis Mobile Studi Kasus Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu di Taman Mini Indonesia Indah

Pembangunan Aplikasi Pengenalan Kupu-kupu Menggunakan Metode Markerless Augmented Reality Berbasis Mobile Studi Kasus Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu di Taman Mini Indonesia Indah

Markerless Augmented Reality merupakan salah satu metode Augmented Reality tanpa menggunakan frame marker sebagai obyek yang dideteksi. Dengan adanya Markerless Augmented Reality dan di dukung teknik Pattern Recognition (Pengenalan Pola) , maka penggunaan marker sebagai tracking object yang selama ini menghabiskan ruang, akan digantikan dengan permukaan kupu-kupu yang sudah di awetkan sebagai tracking object (obyek yang dilacak) agar dapat langsung melibatkan obyek yang dilacak tersebut sehingga dapat terlihat hidup dan interaktif, juga tidak lagi mengurangi efisiensi ruang dengan adanya marker. Terdapat perbedaan antara pelacakan berbasis marker (marker based tracking) dan pelacakan markerless (markerless tracking). Pada pelacakan berbasis marker posisi kamera dan orientasi kamera dhitung dengan marker yang telah ditetapkan. Sementara pelacakan markerless, menghitung posisi antara kamera/pengguna dan dunia nyata tanpa referensi apapun, hanya menggunakan titik-titik fitur alami (edge, corner. garis atau model 3D). Metode Markerless memerlukan langkah priori manual, serta model atau gambar referensi untuk inisialisasi, maka keakuratan informasi yang didapat dari object yang di traking akan lebih baik [2].
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

TAMAN KUPU-KUPU DI BADUNG.

TAMAN KUPU-KUPU DI BADUNG.

D. Imago (kupu-kupu dewasa) setelah masa kepompong, kupu-kupu dewasa muncul dan sebelum keluar, warna sayap sudah keliahatan pada kepompong. Imago membuka bagian atas kepompong dan sambil memegang daun/ranting dengan kaki depan ia menarik diri keluar dari kempompong yang basah itu. Sayapnya masih tertutup seperti payung terjun. Setelah keluar, kupu-kupu dewasa mengeluarkan banyak cairan dan membuka dan menggerak-gerakkan sayap-sayapnya yang harus menjadi kering, sebelum dapat terbang untuk pertama kalinya. Seluruh proses ini biasanya berlangsung di pagi hari dengan cuaca cerah.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Proses Metamorfosis Kupu-Kupu

Proses Metamorfosis Kupu-Kupu

Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk. Gaya ilustrasi yang dimunculkan pada pemberian informasi metamorfosis kupu-kupu yaitu memunculkan gaya yang menarik lucu dan sederhana. Pembuatan layout menggunakan teknik ilustrasi yang digabungkan dengan teknik fotografi.

47 Baca lebih lajut

Manajemen Penangkaran Kupu-kupu dan Tingkat Keberhasilannya di Taman Kupu-kupu Cihanjuang Bandung

Manajemen Penangkaran Kupu-kupu dan Tingkat Keberhasilannya di Taman Kupu-kupu Cihanjuang Bandung

Kupu-kupu yang baru menetas membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam untuk pengeringan sayap dan selanjutnya dapat terbang. Kupu-kupu betina dapat langsung dikawini oleh jantan yang sudah siap, sedangkan jantan baru dapat melakukan perkawinan setelah satu sampai dua hari. Jika dibandingkan dengan penelitian Pasaribu (2012), ulat Troides helena mememerlukan 33 hari dengan lima instar. Ulat yang sudah memasuki pada instar akhir, beberapai hari akan memasuki fase prapupa. Fase prapupa merupakan persiapan ulat menjadi pupa, waktu yang dibutuhkan pada fase prapupa paling singkat rata-rata 2 hari. Hal ini sesuai dengan pernyataan Matsuka (2011) bahwa lama waktu pada fase prapupa dapat mencapai tiga kadang empat hari untuk jenis Troides helena helena. Dari pengamatan yang dilakukan, waktu masa inkubasi pupa 26 hari kemudian akan menetas menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu betina memiliki masa hidup 15 hari untuk jantan 14 hari. Matsuka (2001) menyatakan bawa Troides helena helena dapat bertahan hidup paling lama kurang lebih selama empat minggu.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Belajarlah Pada Kupu-kupu

Belajarlah Pada Kupu-kupu

Dengan penuh kesabaran, karena terkait dengan waktu yang secara alami ditetapkan oleh Allah sebagai takdir yang harus dijalani oleh dirinya, kepompong memperlihatkan kesabarannya untuk meraih sesuatu yang terindah pada saat yang tepat: “menjadi kupu- kupu” yang sangat memikat perhatian semua orang. Keindahan yang tercipta setelah sekian lama menunggu dalam kesepian dan keterasingan, ’berpuasa’ untuk meraih hasil akhir yang terindah.

2 Baca lebih lajut

Show all 377 documents...