Labuhan Maringgai, Lampung Timur

Top PDF Labuhan Maringgai, Lampung Timur:

STUDI KONDISI IKAN PADA KAWASAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

STUDI KONDISI IKAN PADA KAWASAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur merupakan desa yang memiliki hutan mangrove seluas 6,65% dari total hutan mangrove di Provinsi Lampung yaitu 10.533,676 hektar, yang difungsikan sebagai kawasan restorasi dan rehabilitasi. Penduduk di sekitar area mangrove umumnya bekerja dengan mengusahakan tambak dan mencari ikan yang terdapat pada ekosistem tersebut, sehingga kondisi ikan di area mangrove kemungkinan besar dipengaruhi oleh aktivitas tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015 di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur dan bertujuan untuk mengetahui status kondisi ikan berdasarkan nilai Liver Somatic Index (LSI), Gonad Somatic Index (GSI), dan analisis isi lambung pada spesies ikan serta kualitas air yang di temukan di teluk maupun laut terbuka ekosistem mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ikan pada teluk
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN PROFESIONALITAS GURU TERHADAP MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH SE-KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN PROFESIONALITAS GURU TERHADAP MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH SE-KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

Warga yang bertempat tinggal dekat dengan Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Labuhan Maringgai menuturkan bahwa, “saya lebih mempercayakan pendidikan anak saya di SMA 1 Sribawono dari pada di Madrasah Tsanawiyah se-kecamatan Labuhan Maringgai karena mutunya lebih bagus, hal ini terlihar dari SDM gurunya yang lebih mumpuni dalam proses pembelajaran, bangunan sekolahnya yang lebih permanen, sarana dan prasarananya yang lengkap, prestasi sekolah yang bagus, serta kebersihan dan keamanannya. Walaupun saya harus mengeluarkan biaya lebih untuk indekost, tapi yang terpenting adalah anak saya mendapat pendidikan yang terbaik”. (hasil wawancara tidak terstruktur dengan tokoh masyarakat Labuhan Maringgai, 23 Februari 2013 pukul 09.15 WIB)
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI PERSUASIF DA’I KEPADA MASYARAKAT YANG BERBEDA MAZHAB DI DUSUN PASAR LAMA LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR - Raden Intan Repository

KOMUNIKASI PERSUASIF DA’I KEPADA MASYARAKAT YANG BERBEDA MAZHAB DI DUSUN PASAR LAMA LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR - Raden Intan Repository

Dari hasil temuan dilapangan: Upaya Komunikasi Persuasif yang dilakukan Da’i adalah petama pendekatan dengan masyarakat, kedua mencari tahu alasan masyarakat enggan sholat di Masjid Dusun Pasar Lama Labuhan Maringgai Lampung Timur, ketiga memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat tentang perbedaan Mazhab, keempat setelah mengetahui alasan yang sesungguhnya Da’ipun mendekati beberapa masyarakat yang dianggap cukup berpengaruh dalam masalah ini, dan Da’i mengajak masyarakat untuk ikut kegiatan majelis Ta’lim untuk mengkaji dan mempelajari tentang perbedaan Mazhab yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Laju Eksploitasi Dan Keragaan Pertumbuhan Kerang Darah (Anadara granosa) Pada Perairan Kuala Penet, Labuhan Maringgai, Lampung Timur

Laju Eksploitasi Dan Keragaan Pertumbuhan Kerang Darah (Anadara granosa) Pada Perairan Kuala Penet, Labuhan Maringgai, Lampung Timur

Adapun biota uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang darah yang berasal dari perairan Kuala Penet yang terletak di timur perairan Lampung. Peralatan yang digunakan dalam menunjang keberhasilan dan kesuksesan dalam penelitian diantaranya kapal/perahu bermotor untuk mobilisasi pengambilan contoh, dan alat penangkap kerang (garok) coolbox untuk menyimpan contoh, jangka sorong dengan ketelitian 0,01 mm untuk mengukur proyeksi profil, timbangan O-Haus ketelitian 0,0001 gram untuk mengukur berat tubuh dan untuk mengukur berat gonad, perangkat alat bedah, stopwatch, botol contoh, GPS, floating drodge, kompas bidik, dan perangkat pengukur kualitas air yang meliputi thermometer air raksa, tongkat, secchi disc, tali, refraktometer, kertas indikator derajat keasaman, dan untuk parameter biologi adalah baki plastik, alat bedah, kantong plastik, mikroskop, kertas label, tissue, dan kamera digital. Bahan yang digunakan meliputi biota air berupa kerang darah (Anadara granosa), pengawet sampel, dan data-data sekunder
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Selama ini pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang merupakan salah satu potensi hutan mangrove kurang mempertimbangkan aneka produk dan jasa yang dapat dihasilkan. Konversi lahan untuk pemanfaatan lain dipandang lebih menguntungkan daripada menggali potensi yang ada. Tujuan penelitian yang dilaksanakan pada bulan April – Mei 2013 adalah menghitung nilai ekonomi total hutan mangrove Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Responden adalah 43 masyarakat sekitar hutan mangrove yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan pengamatan langsung di lapangan, wawancara dan dianalisis menggunakan formula nilai ekonomi total (Total Economic Value/TEV) secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi total hutan mangrove sebesar Rp 10.530.519.419,00 per tahun yang diperoleh dari (1) nilai guna langsung sebesar Rp 1.877.440.000,00 per tahun dari pemanfaatan rajungan, udang, kepiting, daun jeruju, buah pidada, kayu bakar dan ekowisata, (2) nilai guna tak langsung sebesar Rp 8.915.036.479,00pertahun dari penyedia pakan alami bagi biota laut, (3) nilai pilihan sebesar Rp 103.425.000,00 per tahun dari keanekaragaman hayati dan (4) nilai keberadaan Rp 1.580.000,00 per tahun dari kesediaan membayar masyarakat. Kata kunci: Hutan mangrove, nilai ekonomi total, nilai guna, nilai bukan guna.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Partisipasi Kelompok Masyarakat dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur

Partisipasi Kelompok Masyarakat dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur

Desa Margasari yang terletak di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur dapat dicapai dengan baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, Keadaan jalan khususnya jalan kecamatan kurang begitu baik karena masih terdapat banyak lubang di ruas jalan. Hingga saat ini, belum ada bis dan angkutan desa. Akan tetapi, hal ini teratasi dengan tersedianya jasa angkutan ojek yang siap mengantar ke Desa Margasari dengan biaya antara Rp.10.000,00 sampai Rp.15.000,00 dari depan kantor Kecamatan Labuhan Maringgai dan jasa travel dengan biaya Rp.25.000,00 sampai Rp.40.000,00 (Bandar Lampung-Margasari, Sukadana-Margasari). Terdapat beberapa alternatif jalur untuk mencapai lokasi, antara lain:
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

PERANAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE PADA IMUNITAS TERHADAP MALARIA: STUDI DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

PERANAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE PADA IMUNITAS TERHADAP MALARIA: STUDI DI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Transmigran yang datang ke daerah pesisir Labuhan Maringgai dimulai pada tahun 1960 dan pada tahun 1970 mereka membuka hutan mangrove menjadi lahan pertanian padi dan tambak tradisional. Konversi hutan mangrove tersebut awalnya dari pinggiran pantai kemudian dilanjutkan sampai ke arah daratan dan mengakibatkan air laut masuk ke arah daratan dengan cepat sehingga terjadi abrasi pantai (Pariwono, 1999 dikutip oleh Yuliasamaya dkk, 2014). Kerusakan lahan mangrove di kawasan pesisir di Kabupaten Lampung Timur membuat berbagai pihak (pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten, masyarakat desa, Lembaga Swadaya Masyarakat, perguruan tinggi dan lain-lain) ikut campur dalam berbagai upaya penanggulangan.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

PERALIHAN HIBAH HAK MILIK ATAS TANAH ( Studi Kasus di Desa Bandar Negeri,Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur)

PERALIHAN HIBAH HAK MILIK ATAS TANAH ( Studi Kasus di Desa Bandar Negeri,Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur)

tahun 1983, dia memiliki tanah seluas 15.000 meter dan tanah seluas 20.000 meter. Tanah tersebut ingin dia hibahkan kepada Desa Bandar Negeri untuk dijadikan lokasi pembangunan sebagai tempat pendidikan/masjid dan sebagai tempat pemakaman umum Desa Bandar Negeri. Pada tanggal 25 Juli 1983, Tumenggung Hasan (Kepala Desa) menyerahkan tanah seluas 15.000 meter dan tanah seluas 20.000 meter tersebut kepada pemerintah daerah Tk.II Lampung Tengah yang ketika itu surat penyerahan tanah di tanda tangani oleh Tumenggung Hasan (Kepala Desa) sebagai pemberi hibah dan Noto Diharjo (Ketua L.M.D), M.Nurjaya (Sekretaris L.M.D), A.Sutomo (Angg. L.M.D Pimpinan Agama) sebagai penerima hibah yang mewakili Desa Bandar Negeri. Namun pada surat penyerahan tanah tersebut, Camat Kecamatan Labuhan Maringgai tidak menandatangani surat tersebut, akan tetapi surat tersebut sudah disahkan oleh Pemerintah sebagai tanah milik Desa Bandar Negeri.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

STRATEGI NAFKAH RUMAHTANGGA PETANI MISKIN DI DESA SUKORAHAYU KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

STRATEGI NAFKAH RUMAHTANGGA PETANI MISKIN DI DESA SUKORAHAYU KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Penelitian ini bertujuan untuk memahami: 1) Aktivitas nafkah rumahtangga petani miskin di Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, 2) Bentuk-bentuk strategi nafkah rumahtangga petani miskin pada fase kehidupan normal, fase mengantisipasi krisis, fase terjadinya krisis dan fase pemulihan krisis di Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, 3) Dimensi-dimensi apa yang mempengaruhi bentuk-bentuk strategi nafkah rumahtangga petani miskin di Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

DAMPAK PROGRAM DANA BERGULIR PADA PENDAPATAN KELOMPOK NELAYAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR (Studi kasus kelompok nelayan Desa Sri Minosari Kec. Labuhan Maringgai)

DAMPAK PROGRAM DANA BERGULIR PADA PENDAPATAN KELOMPOK NELAYAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR (Studi kasus kelompok nelayan Desa Sri Minosari Kec. Labuhan Maringgai)

Bantuan dana bergulir Program PEMP yang disalurkan oleh DKP Lampung Timur ini digunakan sebagai kredit modal kerja bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas mereka. Dana yang telah diterima dari Pemerintah kepada bank pelaksana kemudian dicairkan atas nama rekening KPMM / Koperasi Perikanan Mina Mandiri, kemudian oleh Koperasi Perikanan dana tersebut diberikan kepada anggota penerima dana. Pemberian dana bergulir ini dirasakan cukup membantu usaha mereka karena bunga yang dikenakan kepada nelayan relatif kecil. Pengembalian dana dimulai enam bulan setelah mereka menerima dana selama batas maksimum lima tahun. Dengan demikian, dana ini seutuhnya dikelola oleh masyarakat dan Koperasi Perikanan Mina Mandiri (KPMM) / Koperasi Perikanan.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN SISWA SMK ISLAM NURUL IMAN TERHADAP TRADISI NADRAN DI DESA MUARA GADING MAS KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR - Raden Intan Repository

PEMAHAMAN SISWA SMK ISLAM NURUL IMAN TERHADAP TRADISI NADRAN DI DESA MUARA GADING MAS KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR - Raden Intan Repository

Pada awalnya desa ini dihuni hanya oleh masyarakat suku asli yakni suku Lampung, namun seiring dengan perjalanan waktu, banyak nelayan yang berasal dari pulau Jawa melalui program transmigrasi dan pendatang yang pindah secara sukarela dari pulau yang sama menuju desa ini sekitar tahun 1950-an. Hingga kini di desa ini tradisi yang populer adalah tradisi Nadran dibandingkan dengan tradisi masyarakat setempat. Sehingga setiap satu tahun atau dua tahun sekali masyarakat di desa ini selalu mengadakan tradisi Nadran. Sebelum adanya pelaksanaan tradisi Nadran, di desa Muara Gading Mas sering diadakan acara Baritan. Baritan merupakan suatu acara yang dilakukan oleh masyarakat nelayan desa Muara Gading Mas, dalam rangka menjalin silaturahmi antar warga. Acara ini dilakukan dengan kegiatan pengajian, dimana masing- masing warga membawa makanan dari rumah masing- masing untuk kemudian mereka saling tukar makanan dengan warga yang lain, yang kemudian dimakan bersama-sama. Acara ini dilaksanakan sekitar tahun 1970-an.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Penyuluhan Lampung Mangrove Center (LMC) kepada Kelompok Nelayan terhadap Peningkatan Pengetahuan Pelestarian Hutan Mangrove (Studi pada Kelompok Nelayan Desa Mergasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur)

Pengaruh Metode Penyuluhan Lampung Mangrove Center (LMC) kepada Kelompok Nelayan terhadap Peningkatan Pengetahuan Pelestarian Hutan Mangrove (Studi pada Kelompok Nelayan Desa Mergasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur)

Peran penyuluhan sebagai fasilitator, komunikator, dan motivator dam mitra sejati sangat diperlukan, dan disinilah Lampung Mangrove Center berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir akan pentingnya hutan mangrove , dalam penyuluhan tentang hutan mangrove tentunya diharapkan bisa mempengaruhi masyarakat pesisir dalam melestarikan hutan mangrove.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan metode penyuluhan apa yang dipakai oleh Lampung Mangrove Center dalam merubah aspek kognitif kelompok nelayan di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur agar melestarikan hutan mangrove.Metode penyuluhan dari Lampung Mangrove Center dalam kelompok nelayan berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan pelestarian hutan mangrove di desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur dengan nilai 68,5%. Hal ini bermakna bahwa semakin sering dan aktif Lampung Mangrove Center memberikan penyuluhan maka akan semakin tinggi pula peningkatan pengetahuan pelestarian hutan mangrove
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Factors Affecting Production Of Salted Anchovy Fish Preservation At Labuhan Maringgai Subdistrict East Lampung Regency

Factors Affecting Production Of Salted Anchovy Fish Preservation At Labuhan Maringgai Subdistrict East Lampung Regency

To inhibit the growth of microorganisms that cause decaying in fish can be done two ways, namely the preservation of traditional and modern fishing. One of traditionally fish preservation is done by salting or often called stockfish. This study aims to analyze the production process and the factors that influence the production of salted anchovies fish agro- industry in labuhan Maringgai subdistrict East Lampung regency. The number of samples in this study were 30 respondents. The study was conducted from June to November 2012. Data was analyzed by descriptive qualitative and quantitatively by using multiple regression statistical analysis approach of cobb-douglas production function. The results of this research showed the production of salted anchovies were done traditionally, with the production of agro-processing stages include salted anchovies; sorting of raw materials, washing, boiling, draining, drying, sorting, packaging, and marketing. Resulted average production anchovies agro- industry reached 593.33 kg per period, the annual production capacity reaches 170 times. The factors that significantly affect the production of salted fish agro- industry is raw fish , sinks, deep soaking tubs, and a dummy use of ice, while the factors that did not significantly affect the production of salted anchovies agro- industry is salt, labor, and drying place.Elasticity value of Agro-industry productionof salted anchovies fish preservation in the research area is 1.006 which means Elasticity Production (EP> 1), indicating that the scale of agro economy salted anchovy fish preservation in condition increasing return to scale, the addition of the factors of production will lead to increase a greater production .
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Rancang bangun unit pengolahan air limba

Rancang bangun unit pengolahan air limba

This waste water treatment plant (WWTP) was designed and built to treat the waste water coming from the sting rays leather tannery in Labuan Maringgai, Lampung Selatan. By treating this kind of waste water coming from the sting rays leather tannery, it will decrease the environmental pollution. The product capacity of this tannery was 400 pieces per month and the weight of it was 120 kg. Those skins were tanned into two steps, the number of skins in each process was 200 pieces or 60 kg during 2 weeks. The volume of waste water discharged varied from 1,5 to 5 m3 during 3 days in the beginning of beam house operation or 0.5 to 1 m3per day during the first step of process. The pollution content of such waste water was as follows: COD: 1205,66 - 1400 mg/l; BOD 550 – 950 mg/l; S : 28,9 – 213 mg/l, TSS: 55,16 – 775 mg/l; N-NH3 : 30,18 – 129,6 mg/l; fat/oil : 21 – 292. mg/l; total Cr: 0,47 – 0,76 mg/l; and pH: 9 – 12 respectively. The work hours in operating the WWTP was 5 hours per day, and the debit of it ranged from 0.5 to 1 m3 per hour. The WWTP was designed for the max COD of 1.500 mg/l and BOD 750 mg/l. The system of WWTP was pre treatment, homogenization, flocculation and coagulation, 1st anaerobic facultative and 2nd anaerobic facultative, sludge drying bed and final control tank. The efficiency of this WWTP ranged from 22,53 to 97%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN RIAP DIAMETER POHON BAKAU KURAP (Rhizophora mucronata) DI LAMPUNG MANGROVE CENTER

PERTUMBUHAN RIAP DIAMETER POHON BAKAU KURAP (Rhizophora mucronata) DI LAMPUNG MANGROVE CENTER

Sejak tahun 2003, Unila telah mulai menerapkan konsep kerjasama tiga pihak (Tripartit), yang terdiri dari perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat (terma- suk badan usaha/swasta). Tanggal 1 Februari 2005 diadakan suatu rapat perte- muan di Kabupaten Lampung Timur, Tim Tripartit Unila melakukan langkah- langkah pendekatan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yaitu dengan mengajukan proposal pegelolaan hutan mangrove sebagai hutan pendidikan. Jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melibatkan Dinas Kehutanan Kabupaten dan Badan Pertanahan Kabupaten Lampung Timur. Hasil pertemuan ini membuahkan rencana kerjasama dan rencana peninjauan lokasi hutan mang- rove yang akan ditetapkan menjadi hutan pendidikan.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos kotoran sapi, dosis pupuk berpengaruh terbaik dan ketinggian tempat tumbuh yang baik terhadap pertumbuhan jabon.Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni — Oktober 2012 di hutan tanaman rakyat Lampung Barat. Penelitian ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kelompok dan 6 perlakuan.

42 Baca lebih lajut

ESTIMASI KARBON TERSIMPAN PADA HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

ESTIMASI KARBON TERSIMPAN PADA HUTAN MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

11 yakni di Dunia Lama (Afro-Asia dan Australasia) dan Dunia Baru (Pasifik Timur dan Karibia). Akan tetapi khusus di Indonesia hanya umum dijumpai empat jenis. Kebanyakan jenisnya merupakan jenis pionir dan oportunistik , serta mudah tumbuh kembali. Pohon-pohon api-api yang tumbang atau rusak dapat segera tumbuh kembali, sehingga mempercepat pemulihan tegakan yang rusak. Akar napas api-api yang padat, rapat dan banyak sangat efektif untuk menangkap dan menahan lumpur serta berbagai sampah yang terhanyut di perairan. Jalinan perakaran ini juga menjadi tempat mencari makanan bagi aneka jenis kepiting bakau, siput dan teritip (Halidah, 2014).
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KANDIDAT BAKTERI PROBIOTIK DARI TERASI UDANG REBON (Mysis relicta)

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KANDIDAT BAKTERI PROBIOTIK DARI TERASI UDANG REBON (Mysis relicta)

Terasi (Indonesian shrimp paste) merupakan produk awetan ikan – ikan kecil atau rebon yang telah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi, penggilingan atau penumbukan, dan penjemuran (Sharif et al, 2008). Pembuatan terasi di Desa Margasari, Kecamatan Labuan Maringgai Kabupaten Lampung Timur masih dilakukan secara tradisional yaitu bahan mentah berupa rebon atau udang dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan air laut hingga bersih dengan menyeleksi ikan dan kotoran yang ada. Penggunaan air laut pada saat pencucian agar rebon tidak rusak karena jika diberi air tawar maka akan berbau busuk saat dilakukan pengolahan. Setelah bersih rebon diberikan garam dengan perbandingan udang rebon dan garam sebesar ± 10:1. Selanjutnya dilakukan penyimpanan selama semalam dalam keadaan tertutup rapat sehingga tidak terkontaminasi. Rebon yang sudah difermentasi dilakukan penjemuran di atas para-para hingga kering dan ditumbuk halus dengan menggunakan lesung. Setelah halus dibuat menjadi bongkahan – bongkahan dan dilakukan penjemuran hingga kering.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

ROLE OF BIRD SPECIES ON FOOD SECURE (STUDY CASE IN LAMPUNG MANGROVE CENTRE LAMPUNG PROVINCE INDONESIA)

ROLE OF BIRD SPECIES ON FOOD SECURE (STUDY CASE IN LAMPUNG MANGROVE CENTRE LAMPUNG PROVINCE INDONESIA)

The results of the observation site had been found 20 species of birds that affect the food secure of community around the Margasari village, Labuhan Maringgai Subdistrict, Lampung Timur District of Lampung Province Indonesia. Birds could act as bio-indicators of the environment, the ecological benefits to the environment among other birds as controlling insects (especially potential as a pest), helps pollination and seed dispersers. Birds also have high economic value that can be used as a food ingredient (meat, eggs, nests). Bird also traded and maintained by the community, a beautiful bird feathers models widely used by designers to clothing design or other accessories (Darmawan, 2006). Identification of the important role of birds in Lampung Mangrove Centre described on the role of matrix bird species resilience food secure presented in Table 1.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Full Paper Bainah Sari Dewi GDW RH DI FIX

Full Paper Bainah Sari Dewi GDW RH DI FIX

The results of the observation site had been found 20 species of birds that affect the food secure of community around the Margasari village, Labuhan Maringgai Subdistrict, Lampung Timur District of Lampung Province Indonesia. Birds could act as bio-indicators of the environment, the ecological benefits to the environment among other birds as controlling insects (especially potential as a pest), helps pollination and seed dispersers. Birds also have high economic value that can be used as a food ingredient (meat, eggs, nests). Bird also traded and maintained by the community, a beautiful bird feathers models widely used by designers to clothing design or other accessories (Darmawan, 2006). Identification of the important role of birds in Lampung Mangrove Centre described on the role of matrix bird species resilience food secure presented in Table 1.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...