Laju Alir Saliva

Top PDF Laju Alir Saliva:

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Cokelat mengandungkombinasi kakao, lemak kakao dan gula. Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat paling kariogenik yang mampu dimetabolisme oleh bakteri sehingga menghasilkan asam dan menyebabkan demineralisasi permukaan enamel gigi. Keju cheddar merupakan salah satu produk susu yang mengandung kalsium, protein, lemak dan fosfat yang bermanfaat untuk mencegah demineralisasi gigi, mempercepat aliran dan meningkatkan pH saliva. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pH dan laju alir saliva sebelum dan sesudah mengunyah cokelat dan keju cheddar.Jenis penelitian adalah experimental, dengan rancangan pre and post test control group design pada 27 mahasiswa FKG USU bebas karies dan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET YANG MENGANDUNG ASAM SITRAT DENGAN YANG TIDAK MENGANDUNG ASAM SITRAT TERHADAP LAJU ALIR SALIVA.

PERBANDINGAN PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET YANG MENGANDUNG ASAM SITRAT DENGAN YANG TIDAK MENGANDUNG ASAM SITRAT TERHADAP LAJU ALIR SALIVA.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental klinis pre and post test desain. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2014 bertempat di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Sampel pada penelitian ini adalah 20 orang mahasiswi FKG Unand. Pemeriksaan laju alir saliva menggunakan metode spitting dan draining. Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan 0,05 sebagai derajat kepercayaannya.

9 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

ml/menit. Nilai rerata pH saliva sebelum dan sesudah mengunyah keju cheddar menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) yaitu 7,07±0,12 menjadi 7,04±0,36, terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) laju alir saliva 0,39±0,16 ml/menit menjadi 0,71±0,30 ml/menit. Nilai rerata pH saliva sebelum, sesudah 5 menit mengunyah cokelat dan keju cheddar menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) yaitu 7,17±0,18, 6,37±0,2 dan 7,36±0,2 serta laju alir saliva 0,41±0,14 ml/menit, 0,89±0,41 ml/menit dan 0,97±0,36. Kesimpulan penelitian ini adalah keju cheddar mampu meningkatkan pH dan laju alir saliva sesudah mengunyah cokelat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pH dan laju alir saliva sebelum dan sesudah mengunyah cokelat dan keju pada mahasiswa FKG USU. Pada penelitian ini Saudara/i akan menjalani prosedur penelitian. Pertama-tama Saudara/i akan diberikan kuesioner dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap keadaan gigi- geligi. Kemudian pada Saudara/i akan dilakukan pengambilan saliva dalam rongga mulut. Penelitian ini tidak menimbulkan efek samping. Semua tindakan tersebut membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Selama penelitian tidak akan terjadi masalah atau komplikasi yang serius.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar Chapter III VI

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar Chapter III VI

Salah satu pendekatan untuk memperkirakan potensial kariogenik suatu makanan adalah dengan cara mengevaluasi besarnya respon perubahan nilai pH (derajat keasaman) saliva setelah makan. 40 Derajat keasaman (pH)salivamerupakan salah satu faktor penting yang dapatmemengaruhi proses terjadinya demineralisasi pada permukaan gigi. Perubahan pH saliva dipengaruhi oleh susunan kuantitatif, kualitatif elektrolit dan kapasitasbufferdi dalam saliva. Dalam keadaan normal, pH saliva berkisar antara 6,8-7,2. 41 Laju alir saliva tanpa stimulasi bervariasi dengan rata- rata 0,3±0,22 ml per menit, sedangkan ketika distimulasi laju alir saliva meningkat dengan rata-rata 1,7±2,1 ml per menit. 24
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar Chapter III VI

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar Chapter III VI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi cokelat dan keju cheddar terhadap pH dan laju alir saliva pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi USU usia 19-25 tahun yang bebas karies. Penelitian ini dilakukan pada 27 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara yang terdiri atas 13 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Setiap subjek yang diteliti diberikan pertanyaan sesuai dengan isi kuesioner terlebih dahulu. Subjek yang terpilih harus memenuhi kriteria inklusi yaitu laki-laki dan perempuan berusia 19-25 tahun, bebas karies dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok I, II dan III masing-masing diberi perlakuan mengunyah cokelat, keju cheddar serta cokelat dan keju cheddar. Pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah 5 menit mengunyah kelompok perlakuan. Pengukuran pH dan laju alir saliva menggunakan alat pH meter dan timbangan digital. Hasil penelitian sebelum dan sesudah mengunyah cokelat menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05)rerata pH saliva 7,08±0,20 menjadi 6,38±0,19 dan laju alir saliva 0,50±0,13 ml/menit menjadi 1,02±0,27

2 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

9. Penelitian Tayab, Rai, Kumari dan Thomas (2012) membandingkan efek pengunyahan paneer dan keju olahan terhadap pH saliva. Derajat keasaman (pH) saliva setelah pengunyahan paneer dan keju mengalami penurunan signifkan setelah 5 menit, namun secara bertahap nilai pH saliva mencapai nilai pH saliva awal dalam waktu 15 menit dan pH saliva masih terus mengalami kenaikan hingga 30 menit.

20 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Pembentukan biofilm pada gigi melibatkan kasein susu dan protein saliva, α-, β- dan ҡ-kasein menghambat perlekatan Streptococcus mutans (Sm) dan peptida yang dikeluarkan dari kasein dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme oral. CPP terikat dalam bentuk kompleks minor kalsium fosfat (amorph calcium phosphate/ACP) melalui proses enzimatis pada pH netral atau cenderung basa menjadi CPP-ACP. Peningkatan pH akan menambah ikatan CPP–ACP dan menstabilkan ion kalsium dan fosfat yang bebas sehingga tidak terbentuk pengendapan kalsium fosfat. Secara tidak langsung, CPP–ACP bertindak sebagai anti kalkulus. CPP-ACP juga bertindak sebagai buffer terhadap ion kalsium dan fosfat ketika larutan hidroksiapatit bertambah oleh karena penurunan pH. CPP-ACP melokalisasi ACP dari plak gigi dan meningkatkan level kalsium fosfat yang akan berubah menjadi reservoir untuk ion kalsium dan fosfat yang bebas. Akibatnya, plak dan saliva dipertahankan pada level jenuh untuk mempersiapkan enamel gigi dalam menerima ion kalsium dan fosfat sehingga menekan demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi. 14,36
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

3. Godoy-Garcia F, Hicks JM. Maintaining the intergrity of the enamel surface: the role of dental biofilm, saliva and preventive agents in enamel demineralization and remineralization. J Am Dent Assoc 2008: 139: 25-34. 4. Lingstrom P, Moynihan P. Nutrition, saliva, and oral health. Elsevier. 2003;

5 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Peran pH dan aliran saliva sebagai cairan fisiologis rongga mulut penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut untukself cleansing, mencegah proses terjadinya karies, mencegah infeksi di rongga mulut, lubrikasi, pembentukan bolus makanan dan memberikan sensasi rasa.

4 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Pembentukan biofilm pada gigi melibatkan kasein susu dan protein saliva, α -, β - dan ҡ -kasein menghambat perlekatan Streptococcus mutans (Sm) dan peptida yang dikeluarkan dari kasein dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme oral. CPP terikat dalam bentuk kompleks minor kalsium fosfat (amorph calcium phosphate/ACP) melalui proses enzimatis pada pH netral atau cenderung basa menjadi CPP-ACP.Peningkatan pH akan menambah ikatan CPP–ACP dan menstabilkan ion kalsium dan fosfat yang bebas sehingga tidak terbentuk pengendapan kalsium fosfat. Secara tidak langsung, CPP–ACP bertindak sebagai anti kalkulus. CPP-ACP juga bertindak sebagai buffer terhadap ion kalsium dan fosfat ketika larutan hidroksiapatit bertambah oleh karena penurunan pH. CPP-ACP melokalisasi ACP dari plak gigi dan meningkatkan level kalsium fosfat yang akan berubah menjadi reservoir untuk ion kalsium dan fosfat yang bebas. Akibatnya, plak dan saliva dipertahankan pada level jenuh untuk mempersiapkan enamel gigi dalammenerima ion kalsium dan fosfat sehingga menekan demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi. 14,36
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

49. Rodian M, Satari MH, Roletta E. Efek mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa, xylitol, probiotik terhadap volume, kecepatan aliran, viskositas, pH dan jumlah koloni Streptococcus mutans pada saliva. Jurnal Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran: 1-20.

5 Baca lebih lajut

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Perbedaan pH dan Laju Alir Saliva Sebelum dan Sesudah Mengunyah Cokelat dan Keju Cheddar

Mengunyah keju cheddar dapat mencegah demineralisasi enamel dengan mekanisme yang berbeda. Pertama, menstimulasi aliran saliva yang berguna untuk self cleansing dan menetralkan asam. Kedua, mampu menghalangi plak bakteri sehingga mengurangi produksi asam. Ketiga, dengan meningkatkan substansi alkalin, kalsium, inorganik fosfat dan kasein yang menurunkan demineralisasi serta meningkatkan remineralisasi. 7,20

4 Baca lebih lajut

STUDI LAJU ALIR MINYAK JARAK MENJADI BIO

STUDI LAJU ALIR MINYAK JARAK MENJADI BIO

Dari Gambar 4.3 dan Gambar 4.4 dapat dikatakan bahwa nilai yield yang tinggi tidak selalu diikuti oleh nilai konversi yang juga tinggi. Untuk minyak jarak dan methanol yang digunakan sebagai reaktan mempunyai yield maksimum pada laju alir 7,20 ml/menit. Hal ini dikarenakan, pengukuran nilai konversi menggunakan massa yang dapat diketahui dari hasil uji Gas Chromatography dibanding dengan pengukuran nilai yield yang menggunakan perbandingan massa akhir dan awal trigliserida pada saat pemisahan metil ester dan gliserol menggunakan corong pisang. Dengan adanya perbedaan metode pengukuran secara otomatis menggunakan GC dan secara pemisahan biasa, terdapat kekurangan dalam hal ketepatan atau keakuratan dalam menentukan komponen-komponen di dalamnya yang selanjutnya digunakan untuk mengukur nilai massa sehingga yield yang dihasilkan terdapat perbedaan nilai dengan konversi.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Pengaruh laju alir dan tekanan terhadap waktu retensi pada HPLC.

Pengaruh laju alir dan tekanan terhadap waktu retensi pada HPLC.

HPLC (High Pressure Liquid Chromatography) merupakan alat yang bekerja berdasarkan prinsip kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen –komponen zat yang terdapat di dalam suatu campuran. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami cara kerja HPLC dalam memisahkan molekul – molekul.Terjadinya suatu pemisahan ditandai dengan didapatkannya nilai waktu retensi yang berbeda. Proses pemisahan molekul – molekul menggunakan HPLC dipengaruhi oleh banyak faktor. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan percobaan mencari pengaruh laju alir dantekananterhadap waktu retensi.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM MENGGUNAKAN MEMBRAN REVERSE OSMOSIS (RO).

PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM MENGGUNAKAN MEMBRAN REVERSE OSMOSIS (RO).

ukuran pori yang masih besar. Sedangkan pada laju alir 400 ml/menit terjadi penurunan penyisihan zat padat terlarut yang sangat tajam jika dibandingkan dengan laju alir 450 ml/menit. Hal ini dikarenakan partikel zat padat terlarut yang menempel dipermukaan membran pada laju alir awal ikut lolos seiring dengan bertambahnya laju alir dan pembentukan cake yang belum optimal Pada grafik .1 terlihat bahwa kemampuan penyisihan zat padat terlarut yang terbaik diperoleh pada laju alir 500 ml/menit yaitu sebesar 96,5%. Hal ini dikarenakan laju alir awal yang mengandung zat padat terlarut membentuk suatu cake pada permukaan membran sehingga zat padat terlarut yang akan melewati pori membran akan tersangkut oleh cake akibatnya hanya beberapa persen saja partikel terlarut yang dapat lolos. Dari grafik terlihat bahwa dengan laju alir kurang dari 500 ml/menit
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SIMULTANEOUS DETERMINATION OF PARACETAMOL AND IBUPROFENE MIXTURES BY HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY | Damayanti | Indonesian Journal of Chemistry 21899 40986 1 PB

SIMULTANEOUS DETERMINATION OF PARACETAMOL AND IBUPROFENE MIXTURES BY HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY | Damayanti | Indonesian Journal of Chemistry 21899 40986 1 PB

Metode KCKT dapat digunakan untuk menentukan kadar parasetamol dan ibuprofen dengan fasa gerak asetonitril : dapar fosfat 0,05 M pH 4,5 dengan perbandingan 75 : 25 dengan penambahan natrium heksan sulfonat 0,075%, laju alir 0,5 mL/menit dan panjang gelombang deteksi 215 nm. Waktu retensi parasetamol 4,89 menit dan ibuprofen 7,11 menit.

5 Baca lebih lajut

Addendum Spesifikasi Alat Laboratorium BBPOM di Jayapura TA 2017 Lelang ulang

Addendum Spesifikasi Alat Laboratorium BBPOM di Jayapura TA 2017 Lelang ulang

14 1 Pompa : 1 unit 2 Tipe : Parallel atau Serial double plunger Rentang laju alir : 0.001-10 ml/menit atau lebih baik Akurasi laju alir : ± 1% atau lebih kecil Presisi laju alir : 0.1[r]

9 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan Karakteristik Saliva Pada Anak Usia 37-71 Bulan Dengan Severe Early Childhood Caries (S-ECC) dan Non S-ECC di Kecamatan Medan Selayang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan Karakteristik Saliva Pada Anak Usia 37-71 Bulan Dengan Severe Early Childhood Caries (S-ECC) dan Non S-ECC di Kecamatan Medan Selayang

Dengan diketahuinya adanya hubungan karakteristik saliva yaitu pH, laju aliran, volume, dan kapasitas buffer dengan terjadinya S-ECC pada anak usia 37-71 bulan di Kecamatan Medan Selayang, maka dapat direncanakan usaha pencegahan dan perawatan terhadap S-ECC.

6 Baca lebih lajut

Show all 7008 documents...