Larutan dan Koloid

Top PDF Larutan dan Koloid:

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INOVATIF DAN INTERAKTIF MELALUI PENDEKATAN SAINSTIFIK PADA PENGAJARAN LARUTAN DAN KOLOID.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INOVATIF DAN INTERAKTIF MELALUI PENDEKATAN SAINSTIFIK PADA PENGAJARAN LARUTAN DAN KOLOID.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah bahan ajar larutan pada diktat kimia umum II perlu adanya revisi, (2) Apakah bahan ajar larutan hasil pengembangan telah memenuhi standar kelayakan merujuk BSNP (3) Tanggapan dosen pengampu kimia umum terhadap bahan ajar larutan yang telah dikembangkan, (4) Tanggapan mahasiswa sebagai pengguna terhadap bahan ajar larutan yang telah dikembangkan. Jenis penelitian termasuk penelitian dan pengembangan (research and development). Subjek penelitian adalah diktat kimia umum II pada pokok bahasan larutan. Adapun, sampel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 20 orang mahasiswa semester IV Universitas negeri medan dan 3 orang dosen kimia umum Universitas Negeri Medan. Pemilihan sampel dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis manunjukkan (1) Analisis diktat kimia umum II merujuk BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 3,13 artinya layak dipergunakan, namun masih perlu adanya penambahan, (2) Analisis bahan ajar hasil pengembangan merujuk BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 3,88 artinya sangat layak dipergunakan, (3) Tanggapan dosen pengampu kimia umum terhadap bahan ajar hasil pengembangan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,84 artinya sangat baik dan sangat layak dipergunakan, (4) Tanggapan mahasiswa terhadap bahan ajar hasil pengembangan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,36 artinya sangat baik dan sangat layak dipergunakan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

RPP Kimia Kelas XI Kurikulum 2013

RPP Kimia Kelas XI Kurikulum 2013

1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif

5 Baca lebih lajut

Tugas Biokimum KOLOID BUFFER DAN TEKANAN

Tugas Biokimum KOLOID BUFFER DAN TEKANAN

Koloid, buffer, dan tekanan osmotik merupakan beberapa aspek biofisik lainnya yang terkait dengan proses kimia. Aspek biofisik tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama pada kegiatan di laboratorium. Campuran terdiri dari dua macam, yaitu campuran homogen (larutan sejati/molekuler) dan campuran heterogen (kasar/suspensi). Diantara kedua larutan ini, ada satu jenis campuran yang menyerupai larutan sejati tetapi sifatnya berbeda dengan larutan sejati maupun suspensi. Larutan ini disebut koloid. Koloid didefinisikan sebagai campuran dari dua atau lebih zat yang salah satu fasenya tersuspensi sebagai sejumlah partikel yang sangat kecil dalam fase kedua. Ukuran dispersi koloid mencapai 1 mµ sampai 0.1 µ. Fase terdispersi dan medium pendispersi dalam suatu koloid dapat saling berinterkasi satu sama lain, berdasarkan interaksi tersebut koloid sol dibagi menjadi liofil dan liofob (Oxtoby 2001).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

T IPA 1103987 Appendix17

T IPA 1103987 Appendix17

Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893) seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat ini disebut efek tyndall. Efek tyndall dapat digunakan untuk membedakan koloid dari larutan sejati, sebab atom, molekul atau ion yang membentuk larutan tidak dapat menghamburkan cahaya akibat ukurannya terlalu kecil. Efek tyndall (hamburan cahaya) oleh suatu campuran menunjukan bahwa campuran tersebut adalah suatu koloid, dimana ukuran partikel- partikelnya lebih besar dari ukuran partikel dalam larutan, sehingga dapat menghamburkan cahaya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan, koloid, senyawa karbon dan polimer sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

9 Baca lebih lajut

ARTIKEL SIFAT OPTIS KOLOID DAN APLIKASIN

ARTIKEL SIFAT OPTIS KOLOID DAN APLIKASIN

rumah kita, tampak sinar matahari dihamburkan oleh partikel-partikel debu. Partikel debu berukuran koloid, partikelnya sendiri tidak dapat dilihat oleh mata, yang tampak adalah cahaya yang dihamburkan oleh debu. Hamburan cahaya ini yang dinamakan efek Tyndall. Efek Tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893) seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat ini disebut efek Tyndall. Efek tyndall dapat digunakan untuk membedakan koloid dari larutan sejati, sebab atom, molekul atau ion yang membentuk larutan tidak dapat menghamburkan cahaya akibat ukurannya terlalu kecil. Efek Tyndall (hamburan cahaya) oleh suatu campuran menunjukan bahwa campuran tersebut adalah suatu koloid, dimana ukuran partikel-partikelnya lebih besar dari ukuran partikel dalam larutan, sehingga dapat menghamburkan cahaya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SISTEM KOLOID | Karya Tulis Ilmiah Yang Mou di print

SISTEM KOLOID | Karya Tulis Ilmiah Yang Mou di print

Kajian mengenai koloid bermula pada awal kurun ke 19 oleh Graham. Sistem koloid yang mula dikaji ialah jelatin dan gam. Perkataan koloid adalah berasal dari perkataan Greek yang bermaksud gam. Sistem koloid berada di antara sistem larutan benar dan ampaian. Larutan benar adalah larutan yang mengandungi molekul atau ion seperti larutan gula dan garam. Manakala ampaian adalah zarah-zarah yang terdiri lebih dari satu molekul dan cukup besar untuk dilihat dengan mata. Saiz zarah koloid lebih kurang 5nm hingga 200 nm dan hanya boleh dilihat menerusi mikroskop. Julat saiz ini hampir sama dengan jejari molekul kanji atau protein. Zarah koloid terdiri daripada agregat banyak molekul atau agregat satu molekul seperti AgCl, As 2 S 3 , Au, protein, kanji
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SISTEM KOLOID | Karya Tulis Ilmiah SISTEM KOLOID

SISTEM KOLOID | Karya Tulis Ilmiah SISTEM KOLOID

Kajian mengenai koloid bermula pada awal kurun ke 19 oleh Graham. Sistem koloid yang mula dikaji ialah jelatin dan gam. Perkataan koloid adalah berasal dari perkataan Greek yang bermaksud gam. Sistem koloid berada di antara sistem larutan benar dan ampaian. Larutan benar adalah larutan yang mengandungi molekul atau ion seperti larutan gula dan garam. Manakala ampaian adalah zarah-zarah yang terdiri lebih dari satu molekul dan cukup besar untuk dilihat dengan mata. Saiz zarah koloid lebih kurang 5nm hingga 200 nm dan hanya boleh dilihat menerusi mikroskop. Julat saiz ini hampir sama dengan jejari molekul kanji atau protein. Zarah koloid terdiri daripada agregat banyak molekul atau agregat satu molekul seperti AgCl, As2S3, Au, protein, kanji dan polimer. Sistem koloid merupakan sistem dua fasa kerana terdapat
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MAKALAH SISTEM KOLOID Sistem Koloid

MAKALAH SISTEM KOLOID Sistem Koloid

Cara peptisasi dilakukan dengan memecahkan suspensi kasar menjadi partikel terdispersi koloid kemudian menambahkan ion-ion yang dapat diadsorpsi oleh partikel-partikel koloid sehingga koloid tersebut stabil. Secara praktis cara ini dilakukan dengan menambahkan larutan ion sejenis kedalam suspensi suatu endapan kemudian dilakukan pengadukan. Adanya pengadukan ini menimbulkan agregat endapan terpecah menjadi agregat-agregat yang lebih kecil menuju ukuran koloid. Penggabungan kembali agregat yang berukuran koloid dicegah dengan adanya ion- ion yang teradsorpsi di permukaan koloid.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

rencana pelaksanaan pembelajaran kimia k

rencana pelaksanaan pembelajaran kimia k

Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid cahaya akan dihamburkan. Hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel- partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MODIFIKASI KIMIA DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL SEMIKONDUKTOR TITANIUM DIOKSIDA TERDADAH KROMIUM ATAU VANADIUM DENGAN METODE PENGENDAPAN BASA UNTUK MATERIAL ANTIBAKTERI DAN ANTIBURAM.

MODIFIKASI KIMIA DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL SEMIKONDUKTOR TITANIUM DIOKSIDA TERDADAH KROMIUM ATAU VANADIUM DENGAN METODE PENGENDAPAN BASA UNTUK MATERIAL ANTIBAKTERI DAN ANTIBURAM.

Dalam usaha untuk menghasilkan bahan antiburam. Mula-mula, sintesis nanopartikel terdadah Cr atau V dalam jumlah banatyak. Material nanopartikel terdadah Cr atau V disuspensikan kedalam surfaktan dan emulsifier untuk dibuat suatu larutan koloid. Larutan koloid inilah merupakan bahan antiburam. Larutan koloid tersebut diujikan diatas kaca preparat untuk mengetahui keefektivan antiburam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). semua larutan pembersih yang berisi TiO 2 terdoping Cr da V aktif sebagai antiburam dan 2). larutan pembersih
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

T IPA 1103987 Appendix7

T IPA 1103987 Appendix7

Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar), contohnya lem, kanji, santan, dan jeli. Analisis sistem koloid diawali oleh percobaan Thomas Graham. Thomas Graham menemukan bahwa berbagai larutan misalnya HCl dan NaCl mudah berdifusi, sedangkan zat-zat seperti kanji, gelatin dan putih telur sangat lambat atau sama sekali tidak berdifusi. Ia menemukan waktu difusi relatif untuk berbagai zat. Oleh karena zat yang mudah berdifusi biasanya berbentuk kristal dalam keadaan padat, Graham menyebutnya kristaloid. Sedangkan, zat-zat yang sukar berdifusi disebutnya koloid.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Biokimia Tegangan Perm

Laporan Praktikum Biokimia Tegangan Perm

Kelarutan pati dalam air adalah tidak larut, artinya pati sukar larut dalam air dingin, dan sangat larut dalam air panas. Larutan pati ini merupakan koloid karena pati 2% bersifat liofil (suka air) sehingga larutan cenderung berikatan dengan air dan tidak menghasilkan endapan.

Baca lebih lajut

Contoh Soal Dan Pembahasan Koloid

Contoh Soal Dan Pembahasan Koloid

Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid, cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel- partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. 2. a. Apa yang dimaksud dengan gerak brown ?
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

 BAB 8

BAB 8

Dalam bab berikut akan kita pelajari bab yang banyak berhubungan de- ngan kehidupan manusia. Bab yang dimaksud adalah koloid. Koloid berasal dari kata colla artinya zat lengket seperti lem. Untuk lebih jelasnya tentang apa- apa yang terdapat dalam pembahasan koloid terlebih dahulu pelajari dengan saksama peta konsep berikut ini.

Baca lebih lajut

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIM

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIM

Proses reduksi oksidasi adalah proses yang menyangkut perpindahan elektron dari suatu pereaksi ke pereaksi lain. Iodometri adalah analisa titrimetrik secara tidak langsung untuk zat yang bersifat oksidator seperti besi (III), tembaga (II), dimana zat ini akan mengoksidasi ioda yang ditambahkan menjadi iodin. Sedangkan iodimetri adalah analisa titrimetrik secara langsung yang digunakan untuk zat yang bersifat reduktor atau natrium tiosulfat dengan menggunakan iodin atau penambahan larutan baku berlebih. Amylum merupakan indikator yang kuat terhadap iodin. Alasan digunakannya amylum sebagai indikator karena harganya murah, mudah didapat, perubahan saat TAT jelas, reaksi spontan, dapat dipakai sekaligus dalam iodo – iodimetri. Kelemahan amylum yaitu tidak stabil, mudah rusak, dan sukar larut dalam air.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SKS Semester Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS)

SKS Semester Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS)

Perkembangan ilmu biokimia tanah. Tanah dan kehidupan dalam tanah (Tanah sebagai tempat hidup organisme, aerasi dan redox potensial, jenis-jenis mahluk hidup dalam tanah, aktivitas organisme dalam tanah, metode-metode penetapan biomassa dalam tanah, dll). Biomolekul dan sel (Kecocokan secara biologis dari senyawa-senyawa organik untuk kehidupan, biomolekul primordial, asal-usul biomolekul, biomolekul dalam hubungannya dengan struktur sel, dll). Air (sifat fisik, struktur, sifat pelarutan, larutan tanah, dll). Dekomposisi dan transformasi dari komponen utama sisa-sisa tanaman (Struktur selulosa, hemiselulosa, dan lignin, dekomposisi selulosa, polisakarida dalam tanah, reaksi- reaksi enzimatik dekomposisi bahan-bahan organik utama dalam tanah, dll). Arti, jumlah, pembentukan dan struktur dari bahan humus. Ion-ion metal yang bersifat toksik di dalam tanah, pengaruhnya pada organisme tanah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

 “Kumpulan Soal Latihan Kimia SMA Kelas 11” Kumpulan-Soal-Latihan-Kimia-Kelas-11-soalujian.net.zip – ed 289 times – 2 MB

“Kumpulan Soal Latihan Kimia SMA Kelas 11” Kumpulan-Soal-Latihan-Kimia-Kelas-11-soalujian.net.zip – ed 289 times – 2 MB

12. Partikel koloid bermuatan listrik karena …. (A) Adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid (B) Adsorpsi elektron oleh partikel koloid (C) Partikel koloid mengalami ionisasi (D) Pelepasan elektron oleh paartikel koloid (E) Reaksi partikel koloid dengan medium-

Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KONSENTRASI LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KONSENTRASI LARUTAN

Dengan melarutkan 8,3 mL HCl pekat dengan akuades ke dalam labu takar 100mL sampai pada titik batas, kemudian mengocoknya hingga homogen, maka terbentuklah larutan HCl atau larutan A dengan konsentrasinya 1 M. Setelah itu jika dilakukan pengenceran dengan memindahkan Larutan A ke dalam labu takar 100mL baru dan menambahkan akuades hingga tanda batas, lalu mengocoknya hingga homogen, maka akan terbentuk larutan 0,1 M HCl encer. Melarutkan HCL pekat 8,3mL tidak lepas dari perhitungan jadi pmbuatan dan pengenceran larutan ini berdasarkan perhitungan.

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Koloid - Pengolahan Data Optik Hasil Pengukuran Laser Induced Breakdown Detection Menggunakan Bahasa Pemrograman Digital

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Koloid - Pengolahan Data Optik Hasil Pengukuran Laser Induced Breakdown Detection Menggunakan Bahasa Pemrograman Digital

Energi sinar laser terfokus ke dalam sampel air diatur sedemikian rupa sehingga hanya ada kerusakan disebabkan air ultra-murni sebagai dispersi agen, sedangkan pembentukan plasma dapat berlangsung pada partikel padat. Dengan demikian, plasma dihasilkan secara selektif pada partikel koloid; emisi cahaya terkait terdeteksi dengan menggunakan mikroskop / kamera Sistem. Informasi tentang ukuran partikel dapat diperoleh dari distribusi spasial breakdown peristiwa di daerah fokus. Distribusi ini tidak tergantung konsentrasi partikel dan dengan meningkatnya diameter partikel. (Bundschuh, 2005).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...