Larva Anopheles aconitus

Top PDF Larva Anopheles aconitus:

Efek Granul Ekstrak Etanol Daun Salam [Syzygium polyanthum (Wight.) Walp] Terhadap Mortalitas Larva Anopheles aconitus.

Efek Granul Ekstrak Etanol Daun Salam [Syzygium polyanthum (Wight.) Walp] Terhadap Mortalitas Larva Anopheles aconitus.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian the post test only controlled group design . Pada penelitian ini menggunakan granul ekstrak etanol Daun Salam [ Syzygium polyanthum (Wight.) Walp] untuk diuji sebagai larvasida terhadap larva Anopheles aconitus . Larva dibagi ke dalam 9 kelompok dimana tiap kelompok berisikan 25 larva yakni 1 kelompok berisikan akuades murni, 1 kelompok berisikan dekstrin. 7 kelompok lainnya berisikan granul eksrak etanol Daun Salam dengan konsentrasi berbeda (1700 mg, 2100 mg, 2500 mg, 2900 mg, 3300 mg, 3700 mg, 4100 mg) dan dilakukan dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Observasi dilakukan 24 jam setelah pemberian, dan dihitung jumlah larva yang mati pada tiap kelompok. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis dengan menggunakan ANOVA, LSD serta uji Probit.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Bintaro (Cerbera Manghas) Sebagai Larvasida Pada Larva Anopheles Aconitus COVER

Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Bintaro (Cerbera Manghas) Sebagai Larvasida Pada Larva Anopheles Aconitus COVER

Latar Belakang: Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi, yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian malaria adalah dengan pengendalian dan pengontrolan vektor dengan menggunakan larvasida yang berasal dari tumbuhan. Biji bintaro ( Cerbera manghas ) diketahui mengandung senyawa cerberin, saponin, tanin, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak biji bintaro ( Cerbera manghas ) sebagai larvasida pada larva Anopheles aconitus.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Daun Ceremai (Phylanthus acidus [L] Skeels ) terhadap Kematian Larva Anopheles aconitus In vitro

Efek Ekstrak Daun Ceremai (Phylanthus acidus [L] Skeels ) terhadap Kematian Larva Anopheles aconitus In vitro

Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium menggunakan rancangan post test only with control group design. Subjek penelitian ini adalah larva Anopheles aconitus instar III yang diperoleh dari Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit (BPVRP) Salatiga. Sampel terbagi dalam 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif (abate), kontrol negatif, dan kelompok perlakuan dalam larutan ekstrak daun ceremai dalam empat konsentrasi, yaitu 0,45%; 0,60%; 0,75%; dan 0,90%. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam perlakuan dan dicatat jumlah larva yang mati. Hasil penelitian dianalisis dengan regresi linier menggunakan program SPSS 16.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

Metode: Jenis penelitian ini adalah eskperimental laboratorik dengan rancangan penelitian the post test only controlled group design . Objek penelitian adalah larva Anopheles aconitus . Objek penelitian dibagi menjadi 7 kelompok, masing-masing terdiri dari 25 ekor larva dan dilakukan pengulangan 4 kali. Kelompok kontrol negatif menggunakan 100 ml aquades. Enam kelompok lainnya mengandung 300 mg, 500 mg, 700 mg, 900 mg, 1100 mg, dan 1300 mg ekstrak dalam 100 ml aquades. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam, kemudian larva yang mati dihitung. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Regresi Linier dan analisis Probit.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EFEK GRANUL EKSTRAK BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

EFEK GRANUL EKSTRAK BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

Latar Belakang: Saat ini di Indonesia prevalensi malaria masih tinggi. Salah satu vektor penyakit malaria adalah Anopheles aconitus. Sejauh ini pembasmian nyamuk Anopheles aconitus dengan menggunakan insektisida yang menyebabkan resistensi pada nyamuk, oleh karena itu perlu digunakan cara alternatif yaitu dengan menggunakan larvasida. Bawang Daun (Allium fistulosum L.) mengandung zat-zat yang bersifat larvasida, sehingga peneliti ingin membuktikan apakah ada efek granul ekstrak Bawang Daun (Allium fistulosum L.) terhadap mortalitas larva Anopheles aconitus.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

efek ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam) terhadap mortalitas larva Anopheles aconitus L.

efek ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam) terhadap mortalitas larva Anopheles aconitus L.

Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah larva Anopheles aconitus L. instar III yang diperoleh dari hasil kolonisasi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, Jawa Tengah. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling . Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 725 ekor larva Anopheles conitus L. dimana 125 ekor digunakan untuk uji pendahuluan dan 600 ekor untuk melakukan uji penelitian. Pada uji pendahuluan, sampel dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan. Uji pendahuluan tidak dilakukan pengulangan. Uji penelitian dilakukan dengan cara membagi sampel dalam 6 kelompok, dimana 1 kelompok sebagai kelompok kontrol dan 5 kelompok lainnya sebagai kelompok perlakuan. Uji penelitian diulang sebanyak 4 kali.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EFEK MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L ) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus

EFEK MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L ) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus

Larva nyamuk terdiri atas kepala, thorax dan abdomen. Kepala dihubungkan dengan thorax oleh leher membran sehingga dapat berputar 180° agar bagian mulut di ventral dapat mengarah ke permukaan air untuk mencari makan. Thorax terdiri atas 3 segmen yang menyatu, yaitu pro-, meso-, dan meta-thorax (Dharmawan, 1993). Abdomen memiliki bulu-bulu palma pada bagian lateral dan lempeng punggung (tergal plate) pada bagian tengah sebelah dorsal abdomen. Pada bagian ujung posterior abdomen terdapat alat pernapasan berupa spiracle yang berbentuk bulat menyerupai cincin. Shipon pada larva anopheles pendek sekali atau mengalami rudimentair (Gandahusada dkk., 1998).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Efikasi Bacillus sphaericus Strain 2362 terhadap Larva Anopheles aconitus di Laboratorium

Efikasi Bacillus sphaericus Strain 2362 terhadap Larva Anopheles aconitus di Laboratorium

Pemanfaatan organisme bakteri secara terus menerus tidak meningkatkan risiko resistensi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan daya bunuh Bacillus sphaericus strain 2362 terhadap An.aconitus di laboratorium. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen dengan rancangan acak lengkap. Jumlah larva Bacillus sphaericus yang diujikan sebanyak 1000 larva An.aconitus yang dikembangbiakan di laboratorium dengan variasi dosis berbeda. Hasil penelitian menunjukan Bacillus sphaericusstrain 2362 efektif mematikan larva An.aconitus di permukaan air pada dosis 5 ml/m 2 maupun dosis 10 ml/
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

UJI BIOLARVASIDA FRAKSI ETANOLKULIT BATANGKARET INDIA (Ficus elastica Nois ex Blume)  Uji Biolarvasida Fraksi Etanol Kulit Batangkaret India (Ficus elastica Nois ex Blume) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Skrining Fitokimia

UJI BIOLARVASIDA FRAKSI ETANOLKULIT BATANGKARET INDIA (Ficus elastica Nois ex Blume) Uji Biolarvasida Fraksi Etanol Kulit Batangkaret India (Ficus elastica Nois ex Blume) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Skrining Fitokimia

Uji tabung yang dilakukan menghasilkan, fraksi etanol kulit batang Ficus elastica Nois ex Blume mengandung alkaloid, tannin dan saponin. Uji kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa fraksi etanol kulit batang Ficus elastica mengandung saponin dan flavonoid. Pengamatan uji biolarvasida dilakukan selama 24 jam terhadap larva Anopheles aconitus dan Aedes aegypti yang menghasilkan, fraksi etanol kulit batang Ficus elastica Nois ex Blume tidak berpotensi sebagai biolarvasida.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH SUSPENSI JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus

PENGARUH SUSPENSI JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus

Penghitungan jumlah volume suspensi jamur pada penelitian pendahuluan diberikan sesuai dengan penelitian Widiyanti dan Muyadihardja yang memberikan perlakuan suspensi jamur Metarhizium anisopliae pada Aedes aegypti . Waktu pengamatan dilakukan selama 7 hari yang merupakan waktu bagi spora Metarhizium anisopliae untuk tumbuh dalam tubuh larva Anopheles aconitus . Menurut penelitian yang sering dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi B2P2VRP, Anopheles aconitus mempunyai ketahanan 5 kali dibanding Aedes aegypti , maka sesuai dengan penelitian Widiyanti dan Muyadihardja, Anopheles aconitus kira-kira membutuhkan jumlah rata-rata 2x10 8 spora/ml (5 x 4x10 7 spora/ml). Pada penelitian didapati bahwa untuk membunuh 50% dari jumlah total larva Anopheles aconitus dibutuhkan jumlah rata-rata 1,87x10 8 spora/ml.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA   UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Anopheles aconitus Donitz.

UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Anopheles aconitus Donitz.

Insektisida rumah tangga yang dijual bebas di pasaran serta penggunaannya di masyarakat yang tidak terpantau akan lebih mempercepat terjadinya resistensi. Hal ini mendorong untuk dikembangkannya insektisida alternatif lain dengan menggunakan bahan alami. Daun lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung saponin dan polifenol yang bersifat sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun lidah buaya dalam membunuh larva nyamuk Anopheles aconitus Donitz. Jenis penelitian ini adalah ekperimental dengan rancangan penelitian posttest only with control group design, dimana objek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Sampel yang digunakan pada masing-masing kelompok sebanyak 25 larva dan diulang sebanyak empat kali. Jadi jumlah total sampel yang digunakan sebanyak 700 larva Anopheles aconitus Donitz. Berdasarkan hasil penelitian pada konsentrasi 0% (kontrol) diperoleh rata-rata kematian larva sebesar 0 larva (0%), konsentrasi 3% sebesar 17 larva (68%), konsentrasi 3,5% sebesar 20 larva (80%), konsentrasi 4% sebesar 22,75 larva (91%), konsentrasi 4,5% sebesar 24,25 larva (97%), konsentrasi 5% sebesar 25 larva (100%), dan konsentrasi 5,5% sebesar 25 larva (100%). Berdasarkan hasil uji Anova dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ekstrak daun lidah buaya terhadap kematian larva nyamuk Anopheles aconitus Donitz dengan nilai p 0,000 (p < 0,01). Konsentrasi ekstrak daun lidah buaya (Aloe vera L.) yang efektif dalam membunuh larva nyamuk Anopheles aconitus Donitz adalah konsentrasi 0,9% yang merupakan konsentrasi terkecil yang sudah dapat membunuh larva sebesar 100%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophyllum pictum [L.] Griff.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.].

Efek Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophyllum pictum [L.] Griff.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.].

Hasil penelitian: Uji Regresi Linear menunjukkan hubungan antara jumlah larva Anopheles aconitus [L.] yang mati dengan konsentrasi ekstrak etanol daun ungu ( Graptophyllum pictum [L.] Griff.) memiliki persamaan Y = 0,128 + 1,209 X. Nilai korelasi R sebesar 0,979 menunjukkan hubungan yang erat antara kedua variabel, karena nilai R yang mendekati angka 1 serta R 2 sebesar 0,958 yang berarti persentase pengaruh variabel ekstrak etanol daun ungu terhadap mortalitas larva sebesar 95,8% dan sisanya 4,2% dipengaruhi oleh variabel lain. Analisis Probit menunjukkan LC 50 pada 0,294% dan LC 99 pada 0,794%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Potensi Biolarvasida Ekstrak Etanol Kulit Batang Karet India (Ficus elastica Nois Ex Blume) Dan Uji Toksisitasnya Dengan Metode Brine Shrimps Lethality Test.

PENDAHULUAN Potensi Biolarvasida Ekstrak Etanol Kulit Batang Karet India (Ficus elastica Nois Ex Blume) Dan Uji Toksisitasnya Dengan Metode Brine Shrimps Lethality Test.

(Gandahusada et al., 1988). Nyamuk Anopheles mengalami metamorphosis sempurna. Telur yang diletakkan oleh nyamuk betina, menetas menjadi larva yang kemudian melakukan pengelupasan kulit sebanyak empat kali. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan sejak telur diletakkan sampai menjadi dewasa bervariasi antara 2-5 minggu, tergantung pada spesies, makanan yang tersedia, dan suhu udara. Tempat perindukan larva Anopheles aconitus berada di persawahan dengan saluran irigasi, tepi sungai pada musim kemarau, dan kolam ikan dengan tanaman rumput di tepinya.

9 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus L.

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus L.

Metode penelitian: Jenis penelitian adalah ekperimental laboratorium dengan rancangan post test only group design. Subyek penelitian adalah larva Anopheles aconitus L. yang dibagi menjadi 7 kelompok, masing-masing berisi 25 larva nyamuk dan dilakukan pengulangan 4 kali. Kelompok kontrol negatif menggunakan 100 ml akuades. Kelompok kontrol positif menggunakan 0,0025 mg temephos dalam 100 ml akuades. Lima kelompok lainnya diberi ekstrak daun ceplukan yang terdiri dari 20 mg/ 100 ml, 35 mg/ 100 ml, 50 mg/ 100 ml, 65 mg/ 100 ml, dan 80 mg/ 100 ml. Pengamatan dilakukan dalam 24 jam kemudian dihitung jumlah larva nyamuk yang mati. Data yang didapat diuji menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Analisis Probit.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.] - UNS Institutional Repository

Efek Ekstrak Etanol Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.] - UNS Institutional Repository

Hasil penelitian: Uji Regresi Linear menunjukkan hubungan antara jumlah larva Anopheles aconitus [L.] yang mati dengan konsentrasi ekstrak etanol daun dadap serep (Erythrina lithosperma Miq.) memiliki persamaan Y = – 0,004 + 2,943 X. Nilai korelasi R sebesar 0,98 menunjukkan hubungan yang sangat erat antara kedua variabel, karena nilai R yang mendekati angka 1 serta R 2 sebesar 0,961

11 Baca lebih lajut

UJI DAYAGUNA Bacillus sphaericus TERHADAP MORTALITAS LARVA Culex quinquefasciatus, Aedes aegypti DAN Anopheles aconitus DI LABORATORIUM

UJI DAYAGUNA Bacillus sphaericus TERHADAP MORTALITAS LARVA Culex quinquefasciatus, Aedes aegypti DAN Anopheles aconitus DI LABORATORIUM

Waktu kematian larva sampai 70% yang diperlukan larva Anopheles aconitus lebih lama bila dibandingkan dengan kedua larva sebelumnya karena perilaku makan dari Anopheles aconitus berbeda terhadap dua spesies uji sebelumnya. Perilaku makan Anopheles aconitus berada di atas permukaan air (service feeder) sedangkan pada Aedes aegypti dan Culex quinquefasciatus berada di bawah permukaan air (bottom feeder). Hal ini menyebabkan Anopheles aconitus memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai kematian hingga 70%. Pengamatan uji residu pada Anopheles aconitus mencapai kematian 70% terjadi di hari ke-28.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Aktivitas Larvasida Ekstrak Etil Asetat Batang Inggu (Ruta angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Anopheles maculates Beserta Profil Kromatografinya.

PENDAHULUAN Aktivitas Larvasida Ekstrak Etil Asetat Batang Inggu (Ruta angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Anopheles maculates Beserta Profil Kromatografinya.

Tanaman inggu telah dilaporkan memiliki aktivitas farmakologis sebagai insect repellent, antelmintik, larvasida, antibakteri, abortive agent, antiinflamasi, antijamur, dan antitumor (Pollio et al., 2007). Salah satu senyawa yang bertanggung jawab sebagai agen pembunuh larva nyamuk adalah 4- hidroksikumarin yang terkandung di dalam Ruta angustifolia. Aktivitas larvasida dari ekstrak minyak esensial famili rutaceae dapat membunuh tiga jenis vektor nyamuk yaitu: Ae. aegypti, An. stephensi dan Cx. quinquefasciatus (Tiwary et al., 2007). Dalam percobaan yang telah ada, dibuat dari beberapa ekstrak dengan bermacam-macam pelarut, hasil yang didapatkan bahwa ekstrak etil asetat daun kari (Murraya koenigii) famili Rutaceae yang memiliki aktivitas larvasida pada Anopheles stephensi dengan LC 50 647,55 ppm, namun efektifitasnya dibawah
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Aktivitas Larvasida Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Anopheles maculatus Beserta Profil Kromatografinya.

DAFTAR PUSTAKA Aktivitas Larvasida Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Anopheles maculatus Beserta Profil Kromatografinya.

Aivazi, AA. & Vijayan, VA., 2010, Efficacy Of Ruta greveolens Extract and its Synergistic Effect with Cypermethrin againts Anopheles stephensi Liston larvae, Toxicological and Environmental Chemistry, 9, 893-901 Ansel, HC., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi Keempat,

5 Baca lebih lajut

Show all 1980 documents...