Larva Anopheles aconitus

Top PDF Larva Anopheles aconitus:

EFEK GRANUL EKSTRAK BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

EFEK GRANUL EKSTRAK BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan the post test only control group design. Subyek penelitian adalah larva Anopheles aconitus yang dibagi menjadi 7 kelompok, masing-masing berisi 25 larva dan dilakukan pengulangan 4 kali. Kelompok kontrol negatif menggunakan 100 ml air. Enam kelompok lainnya diberi granul ekstrak Bawang Daun yang terdiri dari: 850 mg, 1000 mg, 1150 mg, 1300 mg, 1450 mg, dan 1600 mg. Pengamatan dilakukan dalam 24 jam kemudian dihitung berapa jumlah larva yang mati. Data yang didapat akan di uji dengan menggunakan uji Regresi Linier dan analisis Probit.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efikasi Bacillus sphaericus Strain 2362 terhadap Larva Anopheles aconitus di Laboratorium

Efikasi Bacillus sphaericus Strain 2362 terhadap Larva Anopheles aconitus di Laboratorium

Uji hayati B. sphaericus strain 2362 di laboratorium dilakukan menurut prosedur WHO, Bioalarvasida Bacillus sphaericus strain 2362 yang akan diuji ke dalam pendil dengan konsentrasi yaitu A, ¾A, ½A, 1¼A, serta kontrol (tanpa biolarvasida). Pendil di isi dengan air sumur yang jernih hingga 2/3 volume nya lalu didiamkan selama satu minggu. Kemudian 25 ekor larva uji instar II (akhir) atau instar III (awal) hasil koloni laboratorium dimasukan ke dalam pendil baik pada perlakuan maupun kontrol. Pada setiap konsentrasi (dosis) dilakukan pengujian sebanyak empat kali pengulangan dan sekali kontrol. Kesaman air dikondisikan normal (pH 6-7) dengan salinitas 0%. Adapun suhu ruangan uji adalah 25-28°C dan kelembaban 80-90%.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus.

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Efek ekstrak etanol daun pacar air ( Impatiens balsamina ) terhadap mortalitas larva Anopheles aconitus ”.

11 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Bintaro (Cerbera Manghas) Sebagai Larvasida Pada Larva Anopheles Aconitus COVER

Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Bintaro (Cerbera Manghas) Sebagai Larvasida Pada Larva Anopheles Aconitus COVER

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, hidayah, dan karunia-Nya penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul “ Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Bintaro ( Cerbera manghas ) sebagai Larvasida pada Larva Anopheles aconitus ”.

12 Baca lebih lajut

EFEK MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L ) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus

EFEK MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L ) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus

Dari larva akan tumbuh menjadi pupa yang merupakan tingkatan atau stadium istirahat dan tidak makan. Stadium ini memerlukan waktu 1-2 hari. Setelah cukup waktunya, dari pupa akan keluar nyamuk dewasa yang telah dapat dibedakan jenis kelaminnya (Hiswani, 2004). Pupa jantan menetas lebih dahulu, nyamuk jantan ini biasanya tidak pergi jauh dari tempat perindukannya, menunggu nyamuk betina untuk berkopulasi. Nyamuk betina kemudian menghisap darah yang diperlukan untuk pembentukan telur (Gandahusada dkk, 1998). Nyamuk betina kebanyakan hanya kawin satu kali selama hidupnya. Biasanya perkawinan terjadi setelah 24-48 jam dari saat keluarnya dari pupa (Hiswani, 2004). Nyamuk dewasa baik jantan maupun betina maksimal hidup sampai 25 hari di laboratorium (Barodji dkk, 1985).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

UJI BIOLARVASIDA FRAKSI ETANOLKULIT BATANGKARET INDIA (Ficus elastica Nois ex Blume)  Uji Biolarvasida Fraksi Etanol Kulit Batangkaret India (Ficus elastica Nois ex Blume) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Skrining Fitokimia

UJI BIOLARVASIDA FRAKSI ETANOLKULIT BATANGKARET INDIA (Ficus elastica Nois ex Blume) Uji Biolarvasida Fraksi Etanol Kulit Batangkaret India (Ficus elastica Nois ex Blume) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Skrining Fitokimia

Uji tabung yang dilakukan menghasilkan, fraksi etanol kulit batang Ficus elastica Nois ex Blume mengandung alkaloid, tannin dan saponin. Uji kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa fraksi etanol kulit batang Ficus elastica mengandung saponin dan flavonoid. Pengamatan uji biolarvasida dilakukan selama 24 jam terhadap larva Anopheles aconitus dan Aedes aegypti yang menghasilkan, fraksi etanol kulit batang Ficus elastica Nois ex Blume tidak berpotensi sebagai biolarvasida.

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Potensi Biolarvasida Ekstrak Etanol Kulit Batang Karet India (Ficus elastica Nois Ex Blume) Dan Uji Toksisitasnya Dengan Metode Brine Shrimps Lethality Test.

PENDAHULUAN Potensi Biolarvasida Ekstrak Etanol Kulit Batang Karet India (Ficus elastica Nois Ex Blume) Dan Uji Toksisitasnya Dengan Metode Brine Shrimps Lethality Test.

(Gandahusada et al., 1988). Nyamuk Anopheles mengalami metamorphosis sempurna. Telur yang diletakkan oleh nyamuk betina, menetas menjadi larva yang kemudian melakukan pengelupasan kulit sebanyak empat kali. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan sejak telur diletakkan sampai menjadi dewasa bervariasi antara 2-5 minggu, tergantung pada spesies, makanan yang tersedia, dan suhu udara. Tempat perindukan larva Anopheles aconitus berada di persawahan dengan saluran irigasi, tepi sungai pada musim kemarau, dan kolam ikan dengan tanaman rumput di tepinya.

9 Baca lebih lajut

PENGARUH SUSPENSI JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus

PENGARUH SUSPENSI JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus

Penghitungan jumlah volume suspensi jamur pada penelitian pendahuluan diberikan sesuai dengan penelitian Widiyanti dan Muyadihardja yang memberikan perlakuan suspensi jamur Metarhizium anisopliae pada Aedes aegypti . Waktu pengamatan dilakukan selama 7 hari yang merupakan waktu bagi spora Metarhizium anisopliae untuk tumbuh dalam tubuh larva Anopheles aconitus . Menurut penelitian yang sering dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi B2P2VRP, Anopheles aconitus mempunyai ketahanan 5 kali dibanding Aedes aegypti , maka sesuai dengan penelitian Widiyanti dan Muyadihardja, Anopheles aconitus kira-kira membutuhkan jumlah rata-rata 2x10 8 spora/ml (5 x 4x10 7 spora/ml). Pada penelitian didapati bahwa untuk membunuh 50% dari jumlah total larva Anopheles aconitus dibutuhkan jumlah rata-rata 1,87x10 8 spora/ml.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

AKTIVITAS BIOLARVASIDA FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL 96%  BUAH Piper retrofractum Vahl.  TERHADAP LARVA  Aktivitas Biolarvasida Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol 96% Buah Piper retrofractum Vahl. Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus DAN Aedes aegypti

AKTIVITAS BIOLARVASIDA FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL 96% BUAH Piper retrofractum Vahl. TERHADAP LARVA Aktivitas Biolarvasida Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol 96% Buah Piper retrofractum Vahl. Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus DAN Aedes aegypti

Alhamdulillah, segala puji syukur hanya kepada Allah SWT yang selalu memberikan petunjuk dan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ‘‘AKTIVITAS BIOLARVASIDA FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL 96% BUAH Piper retrofractum Vahl. TERHADAP LARVA NYAMUK Anopheles aconitus DAN Aedes aegypti SERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA’’. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus L.

EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles aconitus L.

Methods: This is a laboratory experimental study with post test only group design approach. Subjects of this study were larvae of Anopheles aconitus L., divided into 7 groups, each contained 25 larvae with four done repetitions. As negative control group used 100 ml of aquadest, while the positive control group used 0.0025 mg of temephos within 100 ml of aquadest. The remaining five groups were given ceplukan leaves extract, consisted of 20 mg/ 100 ml, 35 mg/ 100 ml, 50 mg/ 100 ml, 65 mg/ 100 ml, and 80 mg/ 100 ml. Observation was done in 24 hours. Afterwards, the dead mosquito larvae were counted. The obtained data was then analyzed by using Kruskal-Wallis test and Probit Analysis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

AKTIVITAS BIOLARVASIDA EKSTRAK ETANOL BUAH  Aktivitas Biolarvasida Ekstrak Etanol Buah Piper retrofractum Vahl. Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya.

AKTIVITAS BIOLARVASIDA EKSTRAK ETANOL BUAH Aktivitas Biolarvasida Ekstrak Etanol Buah Piper retrofractum Vahl. Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya.

Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan beberapa kondisi faktor lingkungan yang mungkin dapat mempengaruhi hasil uji biolarvasida. Faktor lingkungan tersebut antara lain suhu ruangan, kelembaban udara dan pH air. Berdasarkan hasil pengamatan pada perlakuan kontrol (tanpa pemberian ekstrak) menunjukkan persen kematian 0% yang berarti bahwa tingkat kematian larva hanya dipengaruhi oleh pemberian ekstrak dan jumlah angka kematian pada kelompok yang diberi perlakuan tidak perlu dikoreksi dengan Abbot’s formula (Chaitong et al., 2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS LARVASIDA FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN INGGU (Ruta angustifolia L.) TERHADAP  Aktivitas Larvasida Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta Angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles Aconitus dan Anopheles Maculatus Beserta

AKTIVITAS LARVASIDA FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN INGGU (Ruta angustifolia L.) TERHADAP Aktivitas Larvasida Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta Angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles Aconitus dan Anopheles Maculatus Beserta

Inggu (Ruta angustifolia L.) memiliki aktivitas larvasida terhadap larva nyamuk Anopheles aconitus dan Anopheles maculatus yang merupakan vektor penyebab penyakit malaria di Pulau Jawa. Adanya fraksinasi diharapkan dapat meningkatkan aktivitas larvasida tanaman inggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida fraksi semipolar ekstrak etanol daun inggu terhadap larva nyamuk Anopheles aconitus dan Anopheles maculatus.

Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophyllum pictum [L.] Griff.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.].

Efek Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophyllum pictum [L.] Griff.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.].

Stefanus Erdana Putra, G0013221, 2016. Efek Ekstrak Etanol Daun Ungu ( Graptophyllum pictum [L.] Griff.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.]. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Anopheles aconitus [L.] merupakan vektor penyakit malaria. Pemberantasan nyamuk ini menggunakan insektisida kimiawi diketahui telah menyebabkan banyak kerugian dan resistensi, sehingga perlu digunakan bahan alternatif yaitu dengan menggunakan larvasida alami dari tanaman. Daun ungu ( Graptophyllum pictum [L.] Griff.) mengandung senyawa saponin, tanin, flavonoid, dan alkali fosfatase yang bersifat larvasida alami, sehingga peneliti ingin mengetahui efek ekstrak etanol daun ungu ( Graptophyllum pictum [L.] Griff.) terhadap mortalitas larva nyamuk Anopheles aconitus [L.].
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA   UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Anopheles aconitus Donitz.

UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA UJI LARVASIDA EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Anopheles aconitus Donitz.

Household insecticides were sold freely in the market and its use in society which wasn’ t observed to be more to accelerate the occurrence of resistance. This has led to the development of alternatives to use natural ingredients. Aloe leaf (Aloe vera L) leaves contain saponins and polyphenols that are as larvacide. The aim of this study was to examine the effectiveness of Aloe leaf (Aloe vera L) leaves extract to kill mosquito larvae of Anopheles aconitus Donitz. This research was an experimental research with posttest only control group design where the objects were divided into two groups: control group and treatment group. The samples were 25 larvae on each group, and it was repeated four times. So the total of samples were 700 Anopheles aconitus Donitz larvae. The results of this research showed that at 0% (control) concentration of Aloe leaf leave extract could kill 0 larvae of Anopheles aconitus Donitz, 3% concentration could kill 17 larvae (68%), 3.5% concentration could kill 20 larvae (80%), 4% concentration could kill 22,75 larvae (97 %), 4.5% concentration could kill 24,25 larvae (97%), 5% concentration could kill 25 larvae (100%), and 5,5% concentration could kill 25 larvae (100%). Based on anova test analysis, it could be concluded that there was an effect of Aloe leaf leave extract against Anopheles aconitus Donitz larvae mortality with a significant p value of 0.000 (p <0.01). Aloe leaf (Aloe vera L) leave extract at 5% concentration was the most effective concentration to kill mosquito larvae of Anopheles aconitus Donitz.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UJI DAYAGUNA Bacillus sphaericus TERHADAP MORTALITAS LARVA Culex quinquefasciatus, Aedes aegypti DAN Anopheles aconitus DI LABORATORIUM

UJI DAYAGUNA Bacillus sphaericus TERHADAP MORTALITAS LARVA Culex quinquefasciatus, Aedes aegypti DAN Anopheles aconitus DI LABORATORIUM

Setelah 2-4 hari telur menetas menjadi larva yang selalu hidup di dalam air. Tempat perindukan untuk masing-masing spesies berlainan. Tempat perindukan larva Anopheles adalah persawahan dengan saluran irigasi, tepi sungai pada musim kemarau, rawa dan empang. Pada larva Culex memiliki tempat perindukan di comberan dengan air keruh dan kotor dekat rumah. Larva Aedes tempat perindukannya terdapat di jambangan bunga, tempat penyimpanan air minum, bak mandi, ban mobil bekas yang terdapat di halaman rumah yang berisi air hujan, kelopak daun tanaman, dan lubang pohon yang berisi air hujan (Oscar, 1967) .
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

POTENSI BIOLARVASIDA EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KARET INDIA (Ficus elastica Nois Ex Blume) DAN   Potensi Biolarvasida Ekstrak Etanol Kulit Batang Karet India (Ficus elastica Nois Ex Blume) Dan Uji Toksisitasnya Dengan Metode Brine Shrimps Lethality Test.

POTENSI BIOLARVASIDA EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KARET INDIA (Ficus elastica Nois Ex Blume) DAN Potensi Biolarvasida Ekstrak Etanol Kulit Batang Karet India (Ficus elastica Nois Ex Blume) Dan Uji Toksisitasnya Dengan Metode Brine Shrimps Lethality Test.

Hasil pengamatan 24 jam pada uji biolarvasida terhadap larva nyamuk Anopheles aconitus dan Aedes aegypti menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit batang Ficus elastica tidak berpotensi sebagai agen biolarvasida. Pada pengujian toksisitas menggunakan metode BSLT ekstrak etanol kulit batang Ficus elastica bersifat toksik dengan LC 50 sebesar 277,24 ppm. Hasil pengujian fitokimia

Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.] - UNS Institutional Repository

Efek Ekstrak Etanol Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus [L.] - UNS Institutional Repository

Hasil penelitian: Uji Regresi Linear menunjukkan hubungan antara jumlah larva Anopheles aconitus [L.] yang mati dengan konsentrasi ekstrak etanol daun dadap serep (Erythrina lithosperma Miq.) memiliki persamaan Y = – 0,004 + 2,943 X. Nilai korelasi R sebesar 0,98 menunjukkan hubungan yang sangat erat antara kedua variabel, karena nilai R yang mendekati angka 1 serta R 2 sebesar 0,961

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Uji Biolarvasida Fraksi Etanol Kulit Batangkaret India (Ficus elastica Nois ex Blume) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Skrining Fitokimia.

PENDAHULUAN Uji Biolarvasida Fraksi Etanol Kulit Batangkaret India (Ficus elastica Nois ex Blume) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Skrining Fitokimia.

Larvasida atau insektisida sintesis yang digunakan juga dipandang mempunyai dampak negatif, oleh karena itu diperlukan adanya suatu biolarvasida atau bioinsektisida yang mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia (Moehammadi, 2005). Beberapa penelitian menunjukkan aktivitas anti larva dari bahan alam. Penelitian lanjutan dari tanaman obat keluarga Moraceae ini kemudian dilakukan untuk mengetahui adanya aktivitas bioinsektisida (Djakaria, 2000). Menurut Upadhyay (2011) tanaman karet (Ficus virgatalatex) dapat digunakan sebagai insektisida. Dalimartha (2008) menyebutkan bahwa dalam akar dan kulit kayu Ficus elastica mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Saponin dapat masuk ke dalam kutikula yang kemudian merusak susunan membran larva, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai antilarva (Morrisey and Ousborn, 1999). Seperti penelitian yang dilakukan oleh Paraakh (2008) bahwa Ficus racemosa Linn. mengandung gluanol asetat yang merupakan jenis senyawa dari saponin yang berpotensi
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS LARVASIDA FRAKSI NONPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN INGGU (Ruta angustifolia L.) TERHADAP  Aktivitas Larvasida Fraksi Nonpolar Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Anopheles maculatus Beserta Pr

AKTIVITAS LARVASIDA FRAKSI NONPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN INGGU (Ruta angustifolia L.) TERHADAP Aktivitas Larvasida Fraksi Nonpolar Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Anopheles maculatus Beserta Pr

transport elektron. Hal ini menyebabkan produksi ATP sel terhambat sehingga metabolisme sel terganggu (Rattan, 2010). Kedua, melalui racun kontak (contact poisoning) zat toksik akan masuk melalui kulit atau dinding tubuh larva dan menembus sistem syaraf larva. Dinding tubuh larva adalah bagian tubuh serangga yang dapat mengabsorbsi zat yang bersifat toksik dalam jumlah besar (Sastrodiharjo, 1979). Zat toksik lebih mudah masuk kutikula serangga, karena ukuran serangga relatif kecil, sehingga luas permukaan tubuh yang terkena efek lebih besar. Kutikula serangga memiliki sifat hidrofob dan lipofilik, sehingga senyawa aktif dapat mudah menembus, menyebabkan penghambatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva (Mutsumura, 1976). Ketiga, melalui racun perut yang masuk ke dalam tubuh larva lewat alat pencernaan. Jika racun masuk melalui alat pencernaan, akan menghambat reseptor perasa di daerah dinding mulut larva dan menghambat enzim pencernaan. Efeknya larva tidak mendapat rangsangan rasa dan tidak mampu mendeteksi makanannya (Gandahusada et al., 1992).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS LARVASIDA FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN INGGU (Ruta angustifolia L.) TERHADAP  Aktivitas Larvasida Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta Angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles Aconitus dan Anopheles Maculatus Beserta

AKTIVITAS LARVASIDA FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN INGGU (Ruta angustifolia L.) TERHADAP Aktivitas Larvasida Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol Daun Inggu (Ruta Angustifolia L.) Terhadap Larva Nyamuk Anopheles Aconitus dan Anopheles Maculatus Beserta

Aktivitas Larvasida Fraksi Semipolar Ekstrak Etanol Daun Inggu terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus dan Anopheles maculatus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas larvasida fraksi semipolar ekstrak etanol daun inggu terhadap larva nyamuk Anopheles aconitus dan Anopheles maculatus instar III. Kelompok kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol positif dan kontrol negatif. Kontrol positif merupakan kontrol yang menyebabkan 100% larva nyamuk mati. Kontrol positif yang dipakai dalam penelitian ini adalah abate® 1% sedangkan kontrol negatifnya adalah CMC-Na 1%. Kontrol negatif digunakan untuk mengetahui apakah CMC-Na akan mempengaruhi kematian pada larva. Pengamatan uji larvasida dilakukan 24 jam setelah perlakuan untuk mengetahui jumlah larva nyamuk yang mati dalam waktu 24 jam.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 1980 documents...