Lates calcarifer

Top PDF Lates calcarifer:

Pengembangan Perikanan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kabupaten Mimika

Pengembangan Perikanan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kabupaten Mimika

Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di bagian selatan Provinsi Papua yang mempunyai potensi sumberdaya ikan kakap putih (Lates calcarifer) yang cukup potensial. Data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mimika menunjukkan bahwa pemanfaatan kakap putih sampai dengan tahun 2005 masih belum optimal. Penelitian ini mengkaji pengembangan perikanan kakap putih (Lates calcarifer) di Kabupaten Mimika berdasarkan aspek biologi, teknis, sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian adalah (1) menentukan peluang pengembangan perikanan kakap putih (Lates calcarifer) di Kabupaten Mimika (2) menentukan teknologi tepat guna dan berwawasan lingkungan untuk penangkapan kakap putih dan (3) menentukan strategi pengembangan perikanan kakap putih di Kabupaten Mimika. Metode analisis menggunakan model surplus produksi Schaefer dan model bioekonomi Gordon–Schaefer, analisis kelayakan usaha, determinasi unit penangkapan dan AHP. Hasil analisis menunjukkan bahwa dugaan potensi maksimum lestari (MSY) kakap putih sebesar 8.348 ton/tahun. Peluang pengembangan pada kondisi pengelolaan MSY adalah sebesar 6.807 ton/tahun dan pada kondisi pengelolaan MEY adalah sebesar 6.553 ton/tahun. Perikanan jaring insang (gillnet) lebih layak dan menguntungkan dibandingkan dengan usaha perikanan pancing ulur (handline). Jaring insang menjadi prioritas pertama untuk dikembangkan dengan melakukan strategi pembinaan nelayan dan kerjasama antar pelaku untuk meningkatkan produksi hasil tangkapan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

PENGARUH JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP HISTOPATOLOGI ORGAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG TERINFEKSI VIRAL NERVOUS NECROSIS SECARA BUATAN

PENGARUH JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP HISTOPATOLOGI ORGAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG TERINFEKSI VIRAL NERVOUS NECROSIS SECARA BUATAN

Gambar 1. Preparat histopatologi otak kakap putih (Lates calcarifer). Preparat organ otak yang diinjeksi VNN perlakuan A (kiri), preparat organ otak normal (kanan). A (inclusion body); B (nekrosis); C (vakuola); D (hipertropi). Perbesaran mikroskop 400X. Pewarnaan HE.

6 Baca lebih lajut

Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Juvenil Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Dipelihara pada Media Air Hijau, Wadah Gelap dan Transparan

Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Juvenil Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Dipelihara pada Media Air Hijau, Wadah Gelap dan Transparan

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan salah satu jenis ikan air laut yang banyak diminati masyarakat dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Permintaan ikan kakap putih terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pasar ikan kakap putih cukup luas, mulai dari pasar tradisional, rumah makan, restoran, hotel, pasar swalayan, hingga ekspor. Jakarta setiap bulan membutuhkan sekitar 70 ton ikan kakap (ikan kakap putih dan ikan kakap merah) dan Bali membutuhkan sekitar 30 ton per bulan. Di luar negeri, Singapura membutuhkan ikan kakap hidup dan segar sekitar 60 ribu ton/tahun, sedangkan Hongkong membutuhkan sekitar 250 ribu ton/tahun. Ekspor ikan kakap Indonesia ke Singapura baru mencapai 3000 ton/tahun ikan kakap segar dan 80 ton/tahun ikan kakap hidup (KKP 2012). Usaha budidaya ikan kakap putih masih terkendala dengan ketersediaan benih yang belum mencukupi kebutuhan produksi budidaya ikan kakap putih (Tragistina 2011).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

TEKNIK PEMBESARAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DI TAMBAK SECARA SEMI INTENSIF DI BALAI LAYANAN USAHA PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA (BLUPPB) KARAWANG, JAWA BARAT PRAKTEK KERJA LAPANG PROGRAM STUDI S-1 BUDIDAYA PERAIRAN

TEKNIK PEMBESARAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DI TAMBAK SECARA SEMI INTENSIF DI BALAI LAYANAN USAHA PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA (BLUPPB) KARAWANG, JAWA BARAT PRAKTEK KERJA LAPANG PROGRAM STUDI S-1 BUDIDAYA PERAIRAN

BERRYTYA SANTOSO. The Rearing Techniques of Barramundi (Lates calcarifer) in Pond by Semi Intensive in Central of Aquaculture Production Business Services Karawang, West Java. Academic Advisor Dr. Kismiyati, Ir., M.Si.

14 Baca lebih lajut

STUDI KUALITAS KIMIA NUGGET IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) PRODUKSI FRISKY MANDIRI COORPORATION

STUDI KUALITAS KIMIA NUGGET IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) PRODUKSI FRISKY MANDIRI COORPORATION

Rasa syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah berupa laporan Penelitian berjudul Studi Kualitas Kimia Nugget Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Produksi Frisky Mandiri Coorporation.

15 Baca lebih lajut

KERAGAAN KERANG HIJAU (Parma vitrifies) PADA SISTEM MONOKULTUR DAN POLIKULTUR BERSAMA IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer)

KERAGAAN KERANG HIJAU (Parma vitrifies) PADA SISTEM MONOKULTUR DAN POLIKULTUR BERSAMA IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer)

Green mussel (Perna viridis) is oyster has high potential to be developed. A huge market demand is an important factor to optimized green mussel cultivation, there are to system that could be applied for cultivation green mussel is polyculture and monoculture. The purposed of this study is to determined growth performance of green mussel which culture in monoculture and polyculture system. Green mussel is culture in floating cage bath of monoculture and polyculture system. In polyculture system green mussel placed within seabass (Lates calcarifer). Growth performance of green mussel determined by comparizing growth in wide and body lenght using T-test to analyzed factor that assigned to growth performance used principle component analysis (PCA) to environment factor such as Total Amonia Nitrogen (TAN), Total Organic Matters (TOM), Total Suspended Solid (TSS) and phytoplankton both in polycultured and monocultured system. The result of this research was shown that growth in this significant shown from third place where sample collected at 0-100 in depth The results showed that this significant growth was shown from the third place where the samples were collected at 0-100 in depth and the second place where the samples were collected at 100-150 in depth. This is caused by availability of feed source such as TOM and phytoplankton thy driven by sea current. The significant value shown by growth in wide of mussel shell at 100-150 cm in depth.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS JINTAN HITAM (Nigella sativa) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) TERHADAP BAKTERI Vibrio alginolyticus MELALUI PROFIL HISTOPATOLOGI

EFEKTIFITAS JINTAN HITAM (Nigella sativa) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) TERHADAP BAKTERI Vibrio alginolyticus MELALUI PROFIL HISTOPATOLOGI

Efektifitas jintan hitam (Nigella sativa) sebagai immunostimulan kakap putih (Lates calcarifer) terhadap bakteri Vibrio alginolyticus dapat diamati melalui profil histopatologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jintan hitam terhadap imunitas kakap putih yang diuji tantang dengan bakteri V. alginolyticus melalui pengamatan profil histopatologi. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan (0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% jintan hitam/kg pakan) dan 3 ulangan. Tingkat kerusakan jaringan dinilai berdasarkan jumlah kerusakan yang ditemukan pada jaringan tersebut, dengan kisaran nilai 0 hingga 5. Skoring pada tiap perlakuan diperoleh dari nilai rata-rata tingkat kerusakan jaringan. Berdasarkan perbandingan tingkat kerusakan jaringan pada profil histopatologi menunjukkan hasi yang berbeda nyata. Tingkat kerusakan jaringan pada penambahan 7,5%, 5%, dan 2,5% jintan hitampada pakan secara berturut-turut adalah 0,333, 0,733, dan 1,267. Penambahan 0% jintan hitam dalampakan menunjukkan tingkat kerusakan jaringan tertinggi dengan nilai1,867. Penambahan 7,5% jintan hitam dalam pakan tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan ikan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa jintan hitam efektif sebagai immunostimulan kakap putih dalam mencegah infeksi bakteri Vibrio alginolyticus berdasarkan pengamatan profil histopatologi.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

UJI COLIFORM FECAL PADA IKAN LELE (Clarias batracus) DAN IKAN KAKAP (Lates calcarifer) DI WARUNG TENDA SEA FOOD SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

UJI COLIFORM FECAL PADA IKAN LELE (Clarias batracus) DAN IKAN KAKAP (Lates calcarifer) DI WARUNG TENDA SEA FOOD SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

Mengetahui kualitas mikrobiologis (jumlah Coliform fecal) dalam ikan lele (Clarias batracus) dan ikan kakap (Lates calcarifer) dari warung tenda sea food di sekitar kampus UMS berdasarkan Standart The Most Probable Number (MPN).

6 Baca lebih lajut

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

DEWI SUSANTY . Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Dibimbing oleh PINDI PATANA dan FEBRINA ARLI .

2 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP RESPON IMUN NON-SPESIFIK KAKAP PUTIH (Lates calcarifer B.) YANG DIINFEKSI VIRAL NERVOUS NECROSIS (VNN)

PENGARUH PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP RESPON IMUN NON-SPESIFIK KAKAP PUTIH (Lates calcarifer B.) YANG DIINFEKSI VIRAL NERVOUS NECROSIS (VNN)

Kakap putih (Lates calcarifer) adalah salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi sehingga banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, produksi kakap putih tidak terlepas dari serangan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Viral Nervous Necrosis (VNN). Imunostimulan merupakan metode pencegahan penyakit yang lebih aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis terbaik dari pemberian jintan hitam untuk meningkatkan sistem imun non spesifik kakap putih yang diuji tantang dengan VNN. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan September sampai Oktober 2013 di Laboratorium Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung dan di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan (0 % jintan hitam/kg pakan, 2,5 % jintan hitam/kg pakan, 5 % jintan hitam/kg pakan dan 7,5 % jintan hitam/kg pakan). Data hasil perhitungan total leukosit dan differensial leukosit dianalisis secara deskripsi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dosis 7,5 % jintan hitam/kg pakan adalah dosis terbaik untuk meningkatkan sistem imun non spesifik kakap putih yang terlihat dari peningkatan total leukosit tertinggi dan uji fagositosis.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

APLIKASI MINYAK CENGKEH SEBAGAI OBAT BIUS PADA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch) | Hanggono | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 157 92 1 PB

APLIKASI MINYAK CENGKEH SEBAGAI OBAT BIUS PADA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch) | Hanggono | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 157 92 1 PB

Oncorhynchus mykiss Walbaum (Keene et al., 1998), mullet Valamugil cunnesis (Durville & Collet, 2001), gilthead sea bream, Sparus aurata (Tort et al., 2002) and longfinned eel, Anguilla reinhardtii Steindachner (Walsh & Pease, 2002). In addition to, Erdmann (1999) suggested that clove oil can act as an alternative to cyanide use in the live reef fish industry. Clove oil is also considered less expensive compare to the other fish anesthetics such as tricaine methane- sulfonate and it can be purchased effortlessly throughout Southeast Asia countries. However, there are no study of clove oil for sea bass (Lates calcarifer Bloch) either its toxicity or as an aid in live fish transportation.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Perikanan budidaya di Kelurahan Sicanang sangat potensial untuk dikembangkan dan dapat mendukung kesejahteraan pembudidaya, serta mampu meningkatkan nilai taraf hidup masyarakat pembudidaya Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai finansial yang diperoleh usaha budidaya kepiting bakau dan ikan kakap putih di Kelurahan Sicanang. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan Maret sampai April 2016 di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Jenis penelitian ini merupakan metode survey. Metode Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan slovin dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Rata- rata pendapatan yang di peroleh pembudidaya kepiting bakau per tiga kali budidaya adalah sebesar Rp 93.110.000. Sedangkan pendapatan ikan kakap putih adalah sebesar Rp -1.389.131. Hal ini disebabkan oleh beberapa aspek yaitu harga dan keberadaan benih, kondisi alam dan harga jual ikan. Secara finansial usaha budidaya kepiting bakau lebih menguntungkan dan layak untuk dijalankan dibandingkan dengan ikan kakap putih yang memiliki berbagai masalah serta dianggap kurang layak untuk dijalankan ini terbukti dengan perolehan B/C ratio kepiting bakau yaitu 2,46 sedangkan ikan kakap putih memiliki B/C ratio sebesar 0,93. Namun, dalam hal pembudidayaan kepiting bakau dianggap sama memiliki kelebihan dengan ikan kakap putih. Seperti selera, harga, dan subsitusi.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan terletak pada titik koordinat 3 o 44' 55,5" LU dan 98 o 38' 19" BT merupakan salah satu lokasi usaha tambak yang memiliki luas 600 ha dengan berbagai jenis komoditi yaitu kepiting bakau (Scylla serrata), udang windu (Penaeus monodon), ikan kakap putih (Lates calcarifer), bandeng (Chanos chanos), dan nila (Oreochromis niloticus). Jenis komoditi yang menjadi mayoritas dibudidayakan adalah kepiting bakau dan yang paling sedikit dibudidayakan adalah kakap putih yang memiliki prospek yang bagus di masa mendatang.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

JUDUL INDONESIA : EFEKTIFITAS JINTAN HITAM (Nigella sativa) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) TERHADAP BAKTERI Vibrio alginolyticus MELALUI PROFIL HISTOPATOLOGI JUDUL INGGRIS : EFFECTIVITY OF BLACK CUMIN (Nigella sativa) AS IMUNOST

JUDUL INDONESIA : EFEKTIFITAS JINTAN HITAM (Nigella sativa) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) TERHADAP BAKTERI Vibrio alginolyticus MELALUI PROFIL HISTOPATOLOGI JUDUL INGGRIS : EFFECTIVITY OF BLACK CUMIN (Nigella sativa) AS IMUNOST

Efektifitas jintan hitam (Nigella sativa) sebagai immunostimulan kakap putih (Lates calcarifer) terhadap bakteri Vibrio alginolyticus dapat diamati melalui profil histopatologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jintan hitam terhadap imunitas kakap putih yang diuji tantang dengan bakteri V. alginolyticus melalui pengamatan profil histopatologi. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan (0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% jintan hitam/kg pakan) dan 3 ulangan. Tingkat kerusakan jaringan dinilai berdasarkan jumlah kerusakan yang ditemukan pada jaringan tersebut, dengan kisaran nilai 0 hingga 5. Skoring pada tiap perlakuan diperoleh dari nilai rata-rata tingkat kerusakan jaringan. Berdasarkan perbandingan tingkat kerusakan jaringan pada profil histopatologi menunjukkan hasi yang berbeda nyata. Tingkat kerusakan jaringan pada penambahan 7,5%, 5%, dan 2,5% jintan hitampada pakan secara berturut-turut adalah 0,333, 0,733, dan 1,267. Penambahan 0% jintan hitam dalampakan menunjukkan tingkat kerusakan jaringan tertinggi dengan nilai1,867. Penambahan 7,5% jintan hitam dalam pakan tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan ikan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa jintan hitam efektif sebagai immunostimulan kakap putih dalam mencegah infeksi bakteri Vibrio alginolyticus berdasarkan pengamatan profil histopatologi.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS WAKTU PERENDAMAN MENGGUNAKAN ELECTROLYZED ACIDIFYING WATER SEBAGAI DISINFEKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FILET IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) THE EFFECT OF IMMERSION TIME USING ELECTROLYZED ACIDIFYING WATER AS A DISINFECTANT ON THE CHARACTER

EFEKTIVITAS WAKTU PERENDAMAN MENGGUNAKAN ELECTROLYZED ACIDIFYING WATER SEBAGAI DISINFEKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FILET IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) THE EFFECT OF IMMERSION TIME USING ELECTROLYZED ACIDIFYING WATER AS A DISINFECTANT ON THE CHARACTER

DISINFEKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FILET IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) ” merupakan karya saya dan tidak pernah terdapat karya serupa yang diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

11 Baca lebih lajut

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan usulan penelitian yang berjudul Analisis Finansial Usaha Tambak Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Skripsi ini

16 Baca lebih lajut

Effect of Gamma Irradiation on Mechanical and Thermal Properties of Fish Gelatin Film Isolated from Lates Calcarifer Scales | Perkasa | Indonesian Journal of Chemistry 21322 40408 1 PB

Effect of Gamma Irradiation on Mechanical and Thermal Properties of Fish Gelatin Film Isolated from Lates Calcarifer Scales | Perkasa | Indonesian Journal of Chemistry 21322 40408 1 PB

The objective of this research was to investigate the effect of gamma irradiation on mechanical and thermal properties of fish gelatin films prepared from scales of Lates calcarifer. The films were irradiated by gamma rays at varied doses (0–50 kGy). The mechanical and thermal properties of irradiated gelatin films were measured by using colorimeter, Universal Testing Machine, Differential Scanning Calorimetry (DSC), and Fourier Transform Infrared (FTIR) spectrophotometer. The results showed that increasing of irradiation dose up to 50 kGy, the color of irradiated film did not change significantly (p < 0.05). The tensile strength of irradiated film was increased with no differences among dose variation but there was no change on elongation at break value (p < 0.05). The DSC spectra of irradiated gelatin films showed that irradiation did not affect melting temperature (Tm). In contrast, the glass transition temperature (Tg) of irradiated film has slight tendency to increase with increasing of radiation doses. In general, the FTIR spectra confirmed that gamma irradiation up to 50 kGy affected the mechanical properties of gelatin films.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP HISTOPATOLOGI IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DENGAN UJI TANTANG VIRAL NERVOUS NECROSIS (VNN)

PENGARUH JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP HISTOPATOLOGI IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DENGAN UJI TANTANG VIRAL NERVOUS NECROSIS (VNN)

Nervous Viral Infection Virus (VNN) in barramundi (Lates calcarifer) can lead to death. One of the treatments against the disease is done by boosting the immune system of fish. Black cumin (Nigella sativa) is a plant that can be used as an immunostimulant. This study to determine the effect of black cumin against histopathology barramundi challenged by VNN aimed. A total of 60 white tail snappers were maintained 4 with 4 treatments addition of black cumin is 0g/Kg of feed, 25 g/Kg of feed, 50 g/Kg of feed and 75g/Kg of feed. The treatments is applied for 44 days, on the 37th day, it was performed challenge test by injecting of VNN isolates into the body of the fish intra peritoneal dose of 0.1 ml/individual. histopathological analysis of organs brain, eyes, liver and kidney proves that with the addition of black cumin (treatments B, C and D) can prevent organ damage due to infection VNN. Treatment B is the optimal dose of cumin to prevent tissue damage caused by VNN infection. These results demonstrated that the addition of black cumin in a feed can prevent tissue damage caused by infection of VNN.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia | Husen | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14394 28776 1 SM

Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia | Husen | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14394 28776 1 SM

Hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat sekitar sungai Tabobo dusun Beringin dan desa Dum-dum di Teluk Kao, menyebutkan bahwa hampir kurang lebih 5 tahun terakhir sebagian besar masyarakat sudah tidak lagi menkonsumsi air dari sungai Kobok tersebut karena sudah tercemar merkuri (Hg). Berdasarkan latar belakang diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak pencemaran merkuri (Hg). Menginformasikan tentang keamanan konsumsi ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di perairan Teluk Kao Halmahera Utara.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Produksi dan Karakterisasi Hidrolisat Jeroan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)

Produksi dan Karakterisasi Hidrolisat Jeroan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)

Viscera of Barramudi are low quality raw materials or waste, which might environmental and health problems if it’s not utilized. Barramudi viscera have high protein value (31.20%±0.33 bk) and fat (61.44%±1.22 bk). The fat content effects the process hydrolysis, so it requires process of disposal fat (deffating). Process deffating can reduce fat content from 61.44%±1.22 (bk) into 58.71%±0.65 (bk). Hydrolysis barramudi viscera using enzyme papain with activity 30 usp/mL. Optimal concentration of papain used for hydrolisis of barramudi viscera protein is 0.15% with hydrolisis time for 4 hours, temperature 55°C and pH 8. Characteristic products hydrolysates barramudi viscera (Lates calcarifer) has the water content (10.82%±0.84); ash content (7.30%±0.03); protein content (62.85%±0.72); fat content (0.84%±0.28); and carbohydrate (18.19%±1.32); protein digestibility (87.03%). Hydrolysates protein viscera barramundi has 15 content of amino acid, the highest and lowest amino acid, respectively, glutamic acid (10.75%) and histidine (1.38%). Hidrolisat protein can be applied as a source of protein in fish feed.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 48 documents...