Learning Cycle 7E Learning Model

Top PDF Learning Cycle 7E Learning Model:

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E PADA MATERI PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 24 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018 - UNS Institutional Repository

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E PADA MATERI PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 24 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018 - UNS Institutional Repository

The research aims to know (1) which learning model of learning cycle 7E and direct instructional model results better in the students achievement (2) what kind of student has better learning achievement: Students with visual, auditory learning style, or kinestethic learning style, (3) regarding to each learningmodel, which one can result better learning achievement: Students with visual, auditory learning style, or kinestethic learning style , (4) regarding to each students learning style, which one can result better learning achievement: Students with learning cycle 7E learning model or students with direct instructional model to the application of linear equality of one variable.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2015/2016 (Sub Pokok Bahasan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan).

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2015/2016 (Sub Pokok Bahasan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Mengetahui perbedaan hasil belajar Geografi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E, Learning Cycle 5E, dan Ekspositori. 2) Mengetahui perbedaan hasil belajar Geografi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan model pembelajaran Ekspositori. 3) Mengetahui perbedaan hasil belajar Geografi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan model pembelajaran Ekspositori. 4) Mengetahui perbedaan hasil belajar Geografi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada sub pokok bahasan "Pengelolaan Sumber Daya Alam berwawasan lingkungan" peserta didik kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI TEKANAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN ALAT PERAGA ARTIKEL PENELITIAN

REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI TEKANAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN ALAT PERAGA ARTIKEL PENELITIAN

This research was aimed to know the effectiveness of learning cycle 7E assisted props in reproducing students’ misconceptions of pressure in SMP Negeri 13 Pontianak. The method of this research was quasi experimental design with nonequivalent control group design. The sample consisted of class VIII H students as experiment group I and class VIII D as experiment group II. The instrument of data collection was using diagnostic like multiple choices without reasons. There were lowering students’ misconceptions on experiment group I from 61.90% to 6.67% and on experiment group II from 74.51% to 29.41%. There were significant alteration based on McNemar test on experiment group I (χ 2
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LEARNING CYCLE 7E BERBASIS KONSTRUKTIVISME TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN -

PENGARUH LEARNING CYCLE 7E BERBASIS KONSTRUKTIVISME TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN -

Berdasarkan observasi di SMP N 19 Tegal menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan soal-soal evaluasi yang diberikan belum berorientasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Siswa mengalami kesulitan menganalisis suatu permasalahan, menyimpulkan serta kesulitan mengaplikasikan konsep dalam situasi yang baru dan konkret. Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir ktitis siswa. Salah satu cara mengembangkan kemampuan berpikir kritis yaitu melalui learning cycle 7e berbasis konstruktivisme . Learning cycle 7e merupakan suatu model pembelajaran yang bertujuan untuk menekankan pentingnya memunculkan pemahaman awal siswa dan memperluas (transfer) konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh learning cycle 7e berbasis konstruktivisme terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

s mat 060035 chapter1

s mat 060035 chapter1

Adapun model Learning Cycle yang dimaksud dalam penulisan ini adalah Learning Cycle 7E. Dalam model Learning Cycle 7E dilakukan kegiatan-kegiatan yaitu berusaha untuk memunculkan pengalaman belajar yang telah lalu sebagai fondasi ( eliciting ), membangkitkan minat siswa pada pelajaran matematika ( engagement ), memberikan kesempatan kepada siswa untuk memanfaatkan panca indera mereka semaksimal mungkin dalam berinteraksi dengan lingkungan melalui kegiatan telaah literatur ( exploration ), memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk menyampaikan ide atau gagasan yang mereka miliki melalui kegiatan diskusi ( explanation ), mengajak siswa mengaplikasikan konsep-konsep yang mereka dapatkan dengan mengerjakan soal-soal pemecahan masalah ( elaboration ) dan terdapat suatu tes untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap konsep yang telah dipelajari ( evaluation ), terakhir hal penting yang harus digarisbawahi oleh guru pemberian soal atau tes bukanlah akhir dari proses pembelajaran, tetapi terjadinya proses transfer informasi atau konsep ( extend ).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA)

Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA)

Hasil uji Two Way ANACOVA menunjukkan bahwa interaksi antara model pembelajaran (Learning Cycle 7E – Kontrol) dan kelompok KBK (Tinggi – Rendah) berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Asumsi peneliti, nilai rata-rata siswa dari kelompok KBK tinggi pada pada kelas eksperimen meberikan pengaruh yang signifikan terhadap adanya pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahawa, model pembelajaran Learning Cycle 7E memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Demikian juga dengan pengaruh KBK terhadap hasil belajar, dimana siswa dengan kelompok KBK tinggi memiliki performa hasil belajar yang lebih baik disbanding siswa dengan kelompok KBK rendah. Analisis terhadap interaksi antara model pembelajaran dan kelompok KBK menyebabkan pengaruh terhadap hasil belajar. Hal ini disebabkan karena karaktersitik model pembelajaran Learning Cycle 7E dapat membantu siswa untuk aktif dalam mengidentifikasi masalah dan mengajukan masalah dan menjalin komunikasi dengan siswa lain melalui diskusi kelompok dalam rangka menyelesaikan masalah. Model pembelajaran Learning Cycle 7E memberikan perubahan positif terhadap tingkah laku siswa terutama dalam memahami materi yang dipelajari. Siswa dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi akan lebih dimudahkan dalam menyesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi dalam rangka menyelesaikannya. Sehinggga disaat siswa dengan kemampuan berpikir tinggi diberikan pengalaman model pembelajaran Learning Cycle 7E maka akan memiliki pengalaman yang berbeda
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS PEMINATAN XI MIA 3 SEMESTER 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014 2015 | Izzati | Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 10904

PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS PEMINATAN XI MIA 3 SEMESTER 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014 2015 | Izzati | Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 10904

Tahap Explain, Siswa berbagi pendapat/ide dengan teman sekelompoknya. Siswa bisa bertanya kepada guru/teman sekelompoknya berkaitan dengan LKS yang diberikan, mendengarkan pendapat dari teman sekelompoknya dan mencatat persamaan maupun perbedaan mengenai pendapat berkaitan dengan masalah yang terdapat dalam LKS, guru memantau jalannya diskusi. Siswa bersama teman sekelompoknya mendiskusikan penyelesaian yang terbaik berkaitan dengan masalah yang disajikan dalam LKS dan membuat suatu kesimpulan berkaitan dengan pengetahuan yang telah diperoleh. d) Tahap Elaborate, guru meminta siswa menyiapkan hasil dari diskusi dan perwakilan beberapa kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas, kelompok lain yang tidak maju mendengarkan, boleh mengajukan pertanyaan, berpendapat, ataupun berkomentar. Guru dapat bertanya dan memberikan komentar terhadap hasil diskusi kelompok dan memberikan saran. e) Tahap Evaluate, Guru memberikan kuis kepada siswa untuk dikerjakan secara individu. g) Tahap Extend, Guru memberi penguatan tentang konsep yang sudah benar dan meluruskan jika ada konsep yang kurang tepat, dapat dengan mengajak siswa untuk memberikan contoh permasalahan sehari-hari. 3) Penutup, yaitu: a) Guru bersama dengan siswa menyimpulkan mengenai pembelajaran yang berlangsung. b) Guru menyampaikan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. (2) Berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar pada siklus I dan siklus II setelah diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan pendekatan ilmiah (scientific approach), rata-rata aktivitas belajar siswa kelas peminatan XI MIA 3 SMA Negeri 5 Surakarta pada siklus I mencapai 67,94% dan pada siklus II mencapai 78,04%. Apabila dibandingkan dengan siklus I maka terjadi peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 11,9%. (3) Penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa berdampak positif terhadap ketuntasan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti hasil tes siklus I dan siklus II mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan. Persentase siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 66,67% dan siklus II sebesar 78,79%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, TRANSFERRING

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, TRANSFERRING

The research aims to know: (1) the differences in the influence of the application of Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT), Learning Cycle 7E, and Expository learning models toward students’ critical thinking ability, (2) the influence of the application of Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) and the Expository learning models toward stu dents’ critical thinking ability, (3) the influence of the application of Learning Cycle 7E and Expository learning models toward students’ critical thinking ability. (4) the influence of the application of Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) and Learning Cycle 7E learning models toward students’ critical thinking ability in sub subject "Distribution Natural Disaster Prone Areas" in class IIS X SMAN 4 Surakarta in academic year 2015/2016 ,
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS KELAS VIII E SMP NEGERI 1 KEMBARAN

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS KELAS VIII E SMP NEGERI 1 KEMBARAN

This study aimed to determine the effectiveness of the 7E cycle learning model to students’ mathematica connections ability in class VIII E SMP Negeri 1 Kembaran. The subjects of this study were the class consisting of 12 male students and 20 female students. It was a descriptive qualitative research conducted in two sessions. The learning effectiveness was based on three indicators: input, process and output. Input covered facilities and learning devices. Process covered the students’ and teachers’ activities in applying the learning model . Output was the test result of students’ mathematical connection ability. The observation results showed that the three indicators of success belonged to good criteria with the average score of 76. It can be concluded that the learning model is effective to students’ mathematical connection ability in the school.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIIA SMP NEGERI 2 KEDAWUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIIA SMP NEGERI 2 KEDAWUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

The aims of this class action research were to describe the learning process using Learning Cycle 7E model which can improve the student learning activities at VIIA of SMP Negeri 2 Kedawung, to determine the improving of students learning activities after participating in mathematics lesson using Learning Cycle 7E model and to know whether the implementation of Learning Cycle 7E model which can improve the student learning activities had a positive impact to the completeness of the students learning result.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTIONTERHADAP KETERAMPILAN BEREKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARILOCUS OF CONTROL INTERNAL(Studi Eksperimen Siswa Kelas V Se-Kecamatan Laweyan Tahun 2016/2017)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTIONTERHADAP KETERAMPILAN BEREKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARILOCUS OF CONTROL INTERNAL(Studi Eksperimen Siswa Kelas V Se-Kecamatan Laweyan Tahun 2016/2017)

Cos Ma'arif Hidayatul Laeli. K7113051. THE EFFECT OF LEARNING CYCLE 7E LEARNING’S MODEL AND EXPLICIT INSTRUCTION LEARNING’S MODEL IN EXPERIMENTING SKILL OF SCIENCE LEARNING BASED ON INTERNAL LOCUS OF CONTROL (Experimental Study of Student Class 5 th of Laweyan District Year 2016/2017). Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University Surakarta. July 2017

21 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURWANTORO.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURWANTORO.

Berdasarkan pembelajaran tersebut, indikator menyatakan ulang suatu konsep terjadi peningkatan sebesar 8,83%. Untuk indikator mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya) terjadi peningkatan sebesar 20,59%. Untuk indikator memberi contoh dan non-contoh suatu konsep, tidak terjadi peningkatan.Untuk menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representatif matematis terjadi peningkatan sebesar 17,66%. Untuk indikator mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep terjadi peningkatan sebesar 23,50%. Untuk indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu tidak terjadi peningkatan dari siklus I. sedangkan untuk indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah jika dibandingkan dengan kondisi awal meningkat sebesar 38,24%. Sedangkan persentase siswa yang aktif dalam pembelajaran pada prasiklus sebesar 36,96% pada siklus I persentase siswa yang aktif dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 22,34% menjadi 59,30%. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 18,60% menjadi 77,36%. Berdasarkan hasil observasi selama proses pembelajaran dan hasil tes siklus dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan Pendekatan Matematika Realistik dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Purwantoro tahun ajaran 2012/2013. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian indikator keberhasilan yaitu berdasarkan hasil tes pemahaman siswa setidaknya 75% siswa mencapai level skor lebih dari atau sama dengan 2 pada setiap indikator, dan 75% siswa aktif dalam pembelajaran atau aktivitas belajar dalam kategori tinggi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI DITINJAU DARI KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA KELAS X SMA N 1 COLOMADU

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI DITINJAU DARI KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA KELAS X SMA N 1 COLOMADU

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) ada atau tidak adanya perbedaan pengaruh antara penggunaan model Learning Cycle 7E melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif siswa pada materi Usaha dan Energi, (2) ada atau tidak adanya perbedaan pengaruh antara kemampuan kerjasama siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa pada materi Usaha dan Energi, (3) ada atau tidak adanya interaksi antara pengaruh penerapan model Learning Cycle 7E dan kemampuan kerjasama siswa terhadap kemampuan kognitif siswa pada materi Usaha dan Energi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA

Model pembelajaran Learning Cycle dilandasi oleh pandangan konstruktivisme dari Piaget yang beranggapan bahwa dalam belajar pengetahuan dibangun sendiri oleh anak dalam struktur kognitif melalui interaksi dengan lingungannya. Menurut Lorsbach (2012), model ini mudah dipelajari dan sangat bermanfaat dalam menciptakan kesempatan dalam belajar sains dan model pembelajaran yang didasarkan pada penyelidikan. Learning Cycle merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperanan aktif (Kulsum, 2011). Menurut Eisenkraft (2003), model pembelajaran Learning Cycle 7E terdiri dari beberapa fase yaitu Elicit (mendatangkan pengetahuan awal siswa), Engange (memberi ide), Explore (menyelidiki), Explain (menjelaskan), Elaborate (mengelaborasi), Evaluate (menilai), dan Extend (memperluas).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF LEARNING CYCLE 7E SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF LEARNING CYCLE 7E SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT, karena limpahan rahmat dan hidayah-Nya skripsi dengan judul “Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Tanggung Jawab Belajar IPA Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif Learning Cycle 7E Siswa Kelas V Sekolah Dasar” dapat terselesaikan meskipun

16 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

13 pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis yang pada mulanya terdiri atas tiga tahap, yaitu Eksplorasi (exploration), Pengenalan konsep (concept introduction), dan Penerapan konsep (concept application). Pada proses selanjutnya, Tiga siklus tersebut saat ini dikembangkan menjadi lima tahap yang sering disebut dengan Learning Cycle 5E. Tahapan dari Learning Cycle 5E yaitu engage, explore, explain, extend dan evaluate (Wena, 2011:171). Pada proses selanjutya Eisenkraft (2003:57) mengembangkan siklus belajar menjadi tujuh tahap. Tujuh tahap dari model Learning Cycle 7E adalah menekankan pada pentingnya memperoleh pemahaman konsep sebelumnya atau transfer konsep. Dalam model ini, guru tidak lagi mengabaikan pengetahuan awal siswa dalam proses pembelajaran. Perubahan model Learning Cycle 5E menjadi 7E ditunjukkan pada Gambar 2.1.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSIDI SMK NEGERI 1 SALATIGA

EFEKTIVITAS MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSIDI SMK NEGERI 1 SALATIGA

Tahap mengumpulkan data/informasi dilaksanakan pada tahap kedua Learning Cycle 7E yaitu engagement (mengikutsertakan). Pada tahap ini peserta didik diberikan lintingan kertas secara acak. Lintingan-lintingan kertas tersebut berisi kode-kode warna. Terdapat 8 kode warna yang masing-masing memiliki sebuah kata kunci yang menggambarkan materi pencatatan transaksi dalam jurnal umum. Peserta didik yang mendapatkan kata kunci tersebut wajib menjelaskan sesuai pengetahuannya, begitu juga dengan peserta didik yang memperoleh kode warna yang sama. Sementara peserta didik yang lain harus memperhatikan penjelasan dari temannya. Kemudian dilanjutkan tahap exploration (menyelidiki) Peserta didik diminta untuk mencari kebenaran jawabannya mengenai kata kunci yang mereka dapatkan dengan cara membaca mandiri. Referensi tidak hanya dari modul, tetapi juga dari buku dan internet. Pada tahap ini guru melayani peserta didik yang bertanya mengenai materi yang belum dipahami.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS X MIA SEMESTER II SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS X MIA SEMESTER II SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

Intan Monika Wulandari, K1310040, EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS X MIA SEMESTER II SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 20013/2014. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2014.

21 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DAN MENENTUKAN PROFIL KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA MADRASAH ALIYAH PADA MATERI LISTRIK DINAMIS.

PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DAN MENENTUKAN PROFIL KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA MADRASAH ALIYAH PADA MATERI LISTRIK DINAMIS.

Pada kenyataannya aspek pola pikir ini jarang sekali diperhatikan oleh guru karena faktor ketidaktahuan. Liliasari (2007) menyatakan bahwa pembelajaran sains di Indonesia umumnya masih menggunakan pendekatan tradisional, yaitu siswa dituntut lebih banyak untuk mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains secara verbalistis. Guru memandang bahwa model pembelajaran tradisional merupakan suatu prosedur yang efektif dalam mengajarkan materi sains. Padahal, model ini sesungguhnya hanya efektif dalam hal penggunaan waktu mengajar, tetapi pola pikir siswa yang inovatif dan kreatif dengan pola pikir tingkat tinggi serta kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara efektif tidak terkembangkan.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MEREMEDIASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI GAYA ARTIKEL PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MEREMEDIASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI GAYA ARTIKEL PENELITIAN

This pre-experimental research was aimed to investigate the use learning cycle 7E to reduce students’ misconceptions on subtopic force in SMP Negeri 20 Pontianak. Sample of this research was students from VIII E class (𝑁 = 35) who choosen by intact group random sampling technique. Diagnostic test which consist of 18 multiple choice question without open reasoning was used as research instrument to asses the number of students misconceptions. The results show that the number of students in understanding with percentage of 55,65% there was reduce. Students’ conceptions had changed statistically significant (𝜒 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 2 = 53,07; 𝑑𝑓 = 1; 𝛼 = 0,05) after the instruction. Learning cycle 7E model is effective to remediate the students' misconceptions in the force material with the average of the proportion is 0,56 (moderate). The Learning cycle 7E model is expected to be used as an alternative remediation activities to overcome the number of students in understanding especially in physics material.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects