Lembaga Sosial

Top PDF Lembaga Sosial:

INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL

INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL

Di dalam kehidupan masyarakat akan terlihat berbagai macam lembaga sosial yang ada, seperti halnya lembaga pendidikan, keluarga, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Hubungan antara lembaga sosial dalam masyarakat tidak selalu sejalan dan serasi. Ketidakcocokan antara berbagai lembaga sosial dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat. Misalnya kebiasaan merokok, norma dalam lembaga kesehatan menekankan untuk menghindari kebiasaan merokok tersebut karena berdampak pada masalah kesehatan. Berbeda dengan lembaga ekonomi yang justru menekankan norma yang berbeda. Berkembangnya industri rokok, berarti akan berdampak pada peluasan lapangan kerja, peningkatan penerimaan pajak oleh negara, dan pembangunan sekolah serta rumah sakit oleh pemerintah sebagai konsekuensi dari pajak yang diterima. Hal itu terjadi karena, lembaga sosial bukanlah suatu hal yang tetap atau langgeng, melainkan akan berubah sesuai dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat.

40 Baca lebih lajut

Lembaga sosial Lembaga agama. docx

Lembaga sosial Lembaga agama. docx

Norma-norma dalam masryarakat kemudian membentuk sistem norma yang kemudian di sebut dengan lembaga sosial. proses sejumlah norma menjadi lembaga sosial di sebut pelembagaan atau institusionalisasi. Proses ini pun memekan yang lama dan juga melalui internalisasi (penyetapan) dalam kebiasaan warga masyarakat. Secara garis besar, timbulnya lembaga sosial dapat di klasifikasikan kedalam dua cara berikut:

15 Baca lebih lajut

Interaksi sosial  dan lembaga sosial (14)

Interaksi sosial dan lembaga sosial (14)

Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan - aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik.

17 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  dan lembaga sosial (4)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (4)

Sifat kontak primer, yaitu kontak terjadi langsung berhadapan muka. Pada umumnya kontak primer sering terjadi dilingkungan kecil, didalamnya saling mengenal secara erat dalam pergaulan sehari-hari, dalam kontak primer pembicaraan berkaitan erat dengan hubungan kekeluargaan atau tetangga dekat, misalnya kehidupan di pedesaan. Sifat kontak sekunder yaitu sepintas lalu, bukan dalam rangka hubungan pribadi dan kurang kuat, terjadi dilingkungan yang lebih besar dan tersebar luas, misalnya diperkotaan. Di kota-kota, ada organisasiorganisasi besar dan khusus berfungsi untuk mempersatukan orang-orang yang bertempat tinggal tersebar, sehingga dapat menyalurkan kontakkontak sosial diantara mereka.

8 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  dan lembaga sosial (2)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (2)

Sugesti, seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain di luarnya. Sugesti dalam ilmu jiwa sosial dapat dirumuskan sebagai suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.

14 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial  (2)

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial (2)

struktur dari masyarakatnya yang dimana hubungan antar manusia dengan relasi tersebut berdasarkan atas suatu komunikasi yang dapat terjadi di antara keduanya. Hubungan antar manusia atau relasi – relasi sosial,suatu individu dengan sekumpulan kelompok masyrakat,baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok – kelompok dan antar kelompok masyarakat itu sendiri, menciptakan segi dinamika dari sisi perubahan dan perkembangan masyarakat. Sebelum terbentuk sebagai suatu bentuk konkrit,komunikasi atau hubungan yang sesuai dengan nilai – nilai sosial di dalam suatu masyarakat,telah mengalami suatu proses terlebih dahulu yang dimana proses – proses ini merupakan suatu bentuk dari proses sosial itu sendiri.

6 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial  (1)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (1)

◦ Misalnya : Tato di Amerika dianggap sebagian besar orang sebagai keanehan dan eksentrik, roker punk, geng motor, skinhead. Bagi sebagian besar orang, responnya negatif. Tapi kini ada artis, olahragawan atau tokoh terkenal juga memiliki tato. Hal ini terjadi karena meningkatnya interaksi sosial dengan orang bertato.

13 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL  dan lembaga sosial (1)

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial (1)

sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan bergotong royong. Di sisi lain, manusia berinteraksi dalam bentuk pertikaian, peperangan, tidak adanya rasa saling memiliki, dan lain-lain. Dengan demikian interaksi sosial mempunyai dua bentuk, yakni interaksi sosial yang mengarah pada bentuk penyatuan (proses asosiatif) dan mengarah pada bentuk pemisahan (proses disosiatif).

14 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL  dan lembaga sosial (5)

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial (5)

e. Persaingan, merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antar individu maupun kelompok dalam mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka tanpa menggunakan ancaman dan kekerasan.

5 Baca lebih lajut

Interaksi sosial  dan lembaga sosial (6)

Interaksi sosial dan lembaga sosial (6)

3. Akulturasi adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Secara singkat, akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya pada Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.

3 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  dan lembaga sosial (13)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (13)

Sebelum memasuki analisis kasus, terdapat satu teori dalam bahasan interaksi sosial yang perlu kita ketahui untuk menganalisis kasus AN. Teori ini berasal dari seorang psikolog bernama Leon Festinger. Teori yang disebut sebagai Teori Perbandingan Sosial ini berbicara tentang proses pembandingan diri dengan diri orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia hidup bersama dengan manusia lain, dan dalam proses kehidupannya itu muncul keinginan manusia untuk dapat mengevaluasi atau melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri. Untuk dapat memenuhi keinginan tersebut, manusia akan membandingkan dirinya dengan orang lain. Hal-hal yang dibandingkan adalah hampir semuanya merupakan hal-hal yang dimiliki semua umat manusia, contohnya seperti status sosial, status ekonomi, kecantikan, karakter kepribadian, dan lainnya. Konsekuensi yang timbul dari proses perbandingan tersebut adalah penilaian yang lebih baik atau bahkan penilaian yang lebih buruk terhadap diri kita dan orang lain.

20 Baca lebih lajut

Interaksi sosial  dan lembaga sosial (9)

Interaksi sosial dan lembaga sosial (9)

Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Untuk tahapan proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan memulai (initiating), menjajaki (experimenting), meningkatkan

6 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  dan lembaga sosial (12)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (12)

Pada saat kita bertemu pertama kali dengan seseorang terutama belum pernah kita kenal, kita cenderung memberikan penilaian baik itu baik atau buruk. Selain itu, kita pasti penasaran bagaimana sebenarnya pemikiran orang itu, apakah akan sesuai dengan apa yang kita pikirkan, bagaiman ia akan menilai kita. Terkadang pula kita juga mengharapkan orang yang belum kita kenal, akan memiliki perilaku-perilaku yang sesuai dengan apa yang kita inginkan atau pikirkan. Misalnya, saat kita mengetahui bahwa orang yang akan berkenalan dengan kita adalah orang yang menyenangkan maka pikiran kita akan menyimpulkan kalau dia adalah orang yang bersahabat, baik, mudah bergaul, mudah beradaptasi dan sifat-sifat menyenangkan lainnya, begitu pula sebaliknya. Memang, pikiran-pikiran semacam itu belum tentu benar bahkan kebanyakan tidak tepat. Namun, terlepas dari segala penilaian dan akurasinya, secara tidak langsung pikiran kita telah melakukan proses kognisi sosial atau lebih detailnya termasuk ke dalam proses persepsi sosial. Persepsi sendiri meliputi semua sinyal dalam sistem saraf yang berasal dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindra.

8 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL  dan lembaga sosial (10)

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial (10)

Sedangkan menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.

8 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Fakta di lapangan berdasarkan observasi, wawancara, sosiometri, hasil pengolahan AUM UMUM dan konseling individual selama peneliti melakukan Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling di Sekolah (PLBK-S) di MTsN Lubuk Buaya Kota Padang dari tanggal 8 Februari 2012 sampai 8 Juni 2012, banyak ditemui siswa yang berprestasi dalam belajar mengalami masalah berinteraksi sosial. Berdasarkan hasil observasi dan hasil pengolahan sosiometri, diketahui ada siswa yang berprestasi dikucilkan dalam bermain ataupun belajar oleh siswa tertentu ataupun kelompok tertentu. Sejalan dengan itu, dari hasil konseling individual dengan tiga orang siswa berprestasi diketahui siswa berprestasi cenderung kurang pandai dalam bergaul, kurang memiliki keterampilan dalam berhubungan sosial seperti kurang pandai dalam berkomunikasi dengan teman atau orang lain.

10 Baca lebih lajut

Sosial dan lembaga sosial asosiatif

Sosial dan lembaga sosial asosiatif

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu terdapat setidaknya 74.107 jiwa penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dengan beragam jenisnya. Masalah Kesejahteraan sosial yang terbanyak ditemukan adalah Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana dan keluarga fakir/miskin.

58 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Manusia juga melakukan interaksi sosial atas dasar dorongan eksternal yang berasal dari luar dirinya. Sesuatu yang menarik perhatian, dapat berupa orang, benda atau keadaan yang menjadi suatu rangsangan untuk melakukan komunikasi dengan orang lain. antara lain:

23 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Soerjono Soekanto mendefinisikan nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contoh, orang menganggap menolong bernilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Dengan demikian, nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lainnya terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara pada masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan

26 Baca lebih lajut

Struktur Sosial Teknologi Lembaga Sosial

Struktur Sosial Teknologi Lembaga Sosial

Media komunikasi massa yang meskipun tetap hadir (prevalen) namun peranannya tidak pernah runtut tetapi selalu terputus-putus (intermittent) dan tidak pernah ada (dan tidak perlu) tuntas (exhaustive). Memang fungsi pokok media massa hanyalah memberikan penyadaran (awareness) dan pengetahuan awal. Bimbingan dan tuntutan para pemimpin formal dan informal secara demokratis, kekeluargaan dan terbuka, akan menciptakan jaringan komunikasi melalui jalur-jalur suprastruktur dan infrastruktur sosial dalam masyarakat kita yang berfungsi dengan baik dan efektif demi perubahan perilaku masyarakat yang kita inginkan. Komunikasi sosial yang tercipta karenanya, benar-benar akan merupakan komunikasi sosial yang

11 Baca lebih lajut

LEMBAGA KEMASYARAKATAN LEMBAGA SOSIAL. docx

LEMBAGA KEMASYARAKATAN LEMBAGA SOSIAL. docx

merupakan tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Norma-norma tersebut mengalami proses yang pada akhirnya menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan. Proses tersebut dinamakan proses pelembagaan (institutionalization) apabila diketahui, dipahami, ditaati dan dihargai oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Proses pelembagaan norma dalam masyarakat tidak hanya institutionalized dalam masyarakat tetapi juga internalized, yaitu para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperilaku demikian (norma tersebut telah mendarah daging dalam diri anggota masyarakat).

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...