Lesson Study Berbasis Sekolah

Top PDF Lesson Study Berbasis Sekolah:

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DENGAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU : Studi Deskriptif Korelasional Pada Guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandung).

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DENGAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU : Studi Deskriptif Korelasional Pada Guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandung).

Penerapan lesson study di SMAN 9 Bandung dilakukan karena adanya kesenjangan dalam kemampuan mengajar guru, terutama dalam inovasi mengajarnya. Dalam pelaksanaannya sampai saat ini masih banyak permasalahan yang muncul berkaitan dengan penerapan lesson study berbasis sekolah (LSBS) di SMAN 9 Bandung ini, salah satunya yaitu pandangan guru terhadap penerapan LSBS tersebut, ada guru yang memang mau menerima perubahan dan ada pula yang sulit untuk menerima perubahan. Selain itu juga, pembentukan komunitas belajar guru sulit dilakukan sehingga akhirnya menjadi penghambat dalam pelaksanaannya. Penerapan LSBS di SMAN 9 Bandung sengaja dilakukan agar aktivitas mengajar para guru dapat dievaluasi oleh guru lain yang ada di sekolah tersebut. Kegiatan LSBS ini diharapkan berdampak terhadap kompetensi guru khususnya dalam hal keterampilan mengajarnya.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

APLIKASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPADA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA MENGAJAR GURU.

APLIKASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPADA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA MENGAJAR GURU.

Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak dua SMP yang sudak melaksanakan program Lesson Studi Berbasis Sekolah lebih awal, yakni SMP negeri 1 Tomo, dan SMP Negeri 4 Sumedang. Berhubung populasi yang dijadikan subjek penelitian jumlahnya terbatas, maka dalam penelitian ini digunakan purvosive sampling. Menurut Riduan dan Akdon, (2006: 247), “Purposive sampling ialah teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk pertimbangan tertentu”. Penentuan sampling pada penelitian ini pun didasari dengan keterbatasan populasi, yakni sekolah yang sudah menerapkan Lesson Study Berbasis Sekolah di Kabupaten Sumedang, yakni hanya dua SMP. Jadi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Khoirul Adib (2011) tentang lesson study dan implementasinya dalam peningkatan kompetensi guru bahasa arab di Madrasah Aliyah An-Nur Malang dihasilkan temuan, antara lain : (1) lesson study secara sistemik “mengajari” para guru menjadi pribadi yang lebih terbuka (adaptif) dengan berbagai kemajuan positif; (2) keterlibatan guru yang intens didalam setiap tahapan kegiatan lesson study mendorong guru menjadi tipe seorang “pembelajar yang cepat” sesuai dengan dinamika siswa di kelas; (3) mekanisme observasi oleh para guru pengamat terhadap aktivitas siswa pada hakekatnya memantul pada perbaikan kinerja guru secara terus-menerus dalam proses pembelajaran di kelas; (4) lesson study menjadi forum atau media pertanggungjawaban akuntabilitas dan transpsransi bagi guru terhadap khalayak atas seluruh sistem pembelajaran yang dilakukannya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

PENDAHULUAN Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

Lesson study menyediakan suatu proses untuk berkolaborasi, merancang pembelajaran, dan mengevaluasi kesuksesan strategi-strategi mengajar yang telah diterapkan sebagai upaya meningkatkan proses dan perolehan belajar peserta didik. Dalam proses lesson study tersebut, guru bekerja sama untuk merencanakan, mengajar, dan mengamati suatu pembelajaran yang dikembangkannya secara kooperatif. Sementara itu, seorang guru mengimplementasikan pembelajaran dalam kelas, yang lain mengamati, dan mencatat pertanyaan dan pemahaman siswa. (Susilo, 2009).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PROGRAM LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI PENDUKUNG KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP N 1 SEWON.

IMPLEMENTASI PROGRAM LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI PENDUKUNG KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP N 1 SEWON.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses perencanaan program Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) dilakukan oleh warga sekolah secara mandiri, yang dimulai dengan membuat skala prioritas kebutuhan program, kemudian dilanjutkan dengan membuat tim pelaksana program; (2) Implementasi program LSBS sebagai pendukung kebijakan peningkatan mutu pendidikan di SMP N 1 Sewon dimulai dengan tahap plan, yaitu merencanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kemudian dilanjutkan dengan tahap do, yaitu menerapakan rancangan pembelajaran yang secara langsung diamati oleh kepala sekolah dan guru serumpun. Hasil observasi tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi pada tahap see, yaitu mendiskusikan bagaimana aktivitas belajar siswa bukan pada bagaimana guru model dalam mengajar; dan (3) Faktor pendukung implementasi program LSBS di SMP N 1 Sewon, antara lain: kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak yang berpartisipasi, anggaran dana, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta komitmen dari semua pihak yang berpartisipasi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu yang miliki oleh masing-masing guru.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

DAFTAR PUSTAKA Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

Abdul Karim, Muchtar, 2006. Tsukuba Journal of Educational Study in Mathematics. Vol.25, 2006, “Implementation of Lesson Study For Improving The Quality of Mathematics Intruction In Malang”. Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Diakses Pada Jam 16.00 WIB tanggal 21 Mei 2011.

4 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

The objective of this research was to: (1) describe the characteristic of lesson study at plan phase, (1) describe the characteristic of lesson study at do phase, (2) describe the characteristic of lesson study at see phase, (4) describe the characteristic of School Based Lesson Study in Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

13 Baca lebih lajut

t adpend 0706169 chapter5

t adpend 0706169 chapter5

Secara keseluruhan lesson study berbasis sekolah berada pada klasifikasi sedang, sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan kegiatan lesson study berbasis sekolah tersebut. Untuk meningkatkan lesson study berbasis sekolah tersebut perlu dilakukan upaya-upaya yang ada kaitannya dengan lesson study berbasis sekolah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan lesson study tersebut adalah membuat perencanaan yang matang, mengoptimalkan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Chapter5

T BK 1201272 Chapter5

Hasil penelitian menunjukkan layanan bimbingan klasikal melalui lesson study berbasis sekolah efektif untuk meningkatkan kompetensi guru BK. Dengan demikian, guru BK dapat menerapkan lesson study berbasis sekolah pada program layanan bimbingan dan konseling dengan disertai pemahaman teori dan praktek agar bermanfaat kegunaannya di sekolah dan lesson study berbasis sekolah dapat menjadi pilihan untuk menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling.

3 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Abstract

T BK 1201272 Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam layanan bimbingan klasikal melalui lesson study berbasis sekolah (LSBS) di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain subjek tunggal dengan pola AB. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan studi pendahuluan, pengukuran kondisi baseline sebanyak tiga kali, pemberian intervensi lesson study berbasis sekolah sebanyak empat sesi yang dilakukan sekali dalam seminggu sekaligus pengukuran kondisi intervensi, dan analisis data. Hasil studi pendahuluan tentang gambaran kompetensi guru BK dengan jumlah 101 guru BK menunjukkan sebanyak 77 orang termasuk dalam kategori kompeten, 24 orang guru BK tidak kompeten. Setelah itu di ukur secara baseline terdapat tiga guru BK yang memiliki kategori tidak kompeten. Hasil uji empirik menunjukkan bahwa lesson study berbasis sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru BK SMP di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. pelaksanaan layanan bimbingan klasikal melalui Lesson study berbasis sekolah dapat meningkatkan kompetensi ketiga guru BK pada aspek: (1) Menguasai kerangka teoritik dan praksis bimbingan dan konseling, (2) Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan dan masalah konseli, (3) Merancang program bimbingan dan konseling, (4) Menilai Proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Chapter3

T BK 1201272 Chapter3

LSBS atau Entire School Lesson Study (ESLS), yakni Lesson Study yang dilakukan di suatu sekolah dengan kegiatan utama berupa open lesson atau open class oleh setiap guru secara bergiliran pada hari tertentu. Pada saat salah seorang guru “membuka kelas” (open class) guru-guru yang lain di sekolah bertindak sebagai observer. Setelah itu semua guru, baik guru model atau observer melakukan diskusi refleksi untuk membahas berbagai hal yang terkait dengan fakta atau fenomena proses belajar peserta didik yang ditemukan dalam pembelajaran tersebut (Herawati, dkk. 2011, hlm. 36-37).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pendampingan Pembelajaran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (Suatu Penelitian dengan Pendekatan Lesson Study pada Guru-Guru Sekolah Swasta Kabupaten Klaten)

Pendampingan Pembelajaran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (Suatu Penelitian dengan Pendekatan Lesson Study pada Guru-Guru Sekolah Swasta Kabupaten Klaten)

Pembahasan hasil penelitian terkait dengan permasalahan yang dihadapi guru IPS dalam mengembangkan model peningkatan kualitasnya tidak jauh berbeda dengan penelitian Chokshi (2005) yang judul: Reaping the Systemic Benefits of Lesson Study, berkesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran perlu adanya motivator dan visi yang jelas maka, permasalahan yang bersumber dari siswa, dan guru yaitu kurangnya motivasi dalam pembelajaran harus segera dicarikan solusinya agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan. Permasalahan eksternal yang berbunyi terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah sejalan dengan hasil penelitiannya Chokshi (2004) yang berjudul: Challenges to Importing Japanese Lesson Study, bahwa pembelajaran dengan metode praktik lebih cepat bisa mendukung pemahaman anak terhadap suatu pelajaran, karena didukung dengan sarana dan prasarana. Oleh karena itu permasalahan sarana dan prasarana harus segera dicari solusinya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

lesson studypresentasikan pada workshop lessonstudy di p3ai uny14 juli 2010oleh marsigit

lesson studypresentasikan pada workshop lessonstudy di p3ai uny14 juli 2010oleh marsigit

indicated that there were improvements in teaching learning practice of primary and secondary mathematics together with the innovations in approaches and media of learning to bring good results for students. Starting in 2005 up to present, the extension of the project resulting Lesson Study activities through the schema of SISTTEM, stand for Strengthening In-Service Teacher Training of

Baca lebih lajut

MODEL PEMBINAAN PENDIDIK PROFESIONAL (Suatu Penelitian dengan Pendekatan Lesson Study pada Guru-Guru Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo) Tahun ke 3

MODEL PEMBINAAN PENDIDIK PROFESIONAL (Suatu Penelitian dengan Pendekatan Lesson Study pada Guru-Guru Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo) Tahun ke 3

Hal ini menunjukkan adanya kekurangan (rendahnya mutu) pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia, antara lain; 1) Proses pembelajaran yang dilakukan kebanyakan guru (di Indonesia) hanya terbatas pada memberikan pengetahuan hafalan, dan kurang menekankan pada aspek kognitif yang tinggi, seperti ketajaman daya analisis dan evaluasi, berkembangnya kreativitas, kemandirian belajar, dan berkembangnya aspek-aspek afektif. 2) Siswa pasif dan pengetahuan yang diperoleh seringkali kurang berguna dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. 3) Materi kurang berorientasi pada bidang ilmunya, penelitian lapangan, dan kebutuhan jangka panjang. 4) Guru menggunakan pola pembelajaran yang cenderung monoton dari tahun ke tahun. 5) Perubahan kurikulum tidak memberikan dampak positif pada perubahan pendekatan, materi ajar, metode, strategi, dan media pembelajaran. 6) Kompetensi pembelajaran kebanyakan masih terbatas pada ranah kognitif tingkat rendah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T BK 1201272 Chapter1

T BK 1201272 Chapter1

Berdasarkan permasalahan yang di hadapi guru BK tingkat SMP di Kabupaten Sumedang, Lesson Study dapat memberi solusi, terhadap problema yang dihadapi guru di kelas yang selama ini dirasakan. Karena Lesson Study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Para pendidik secara kolaboratif, pertama-tama menganalisis masalah pembelajaran baik dari aspek materi ajar maupun metode pembelajaran. Selanjutnya secara kolaboratif pula para pendidik mencari solusi dan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Langkah berikutnya adalah menerapkan pembelajaran di kelas oleh seorang guru, sementara yang lain sebagai pengamat aktivitas peserta didik yang dilanjutkan dengan diskusi pasca pembelajaran untuk merefleksikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Lesson Study Berbasis PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Lesson Study Berbasis PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Penjelasan lain PTK adalah merupakan penerapan aksi atau tindakan terkendali yang bersifat daur ulang (dilakukan dalam bentuk siklus) untuk mengatasi secara langsung masalah-masalah nyata dan spesifik yang muncul dalam pembelajaran. Dari penjelasan ini maka PTK mempunyai karakteristik sebagai berikut; (1) Adanya aksi (tindakan) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (di kelas atau luar kelas) (2) Aksi yang dipilih didasarkan pada masalah yang benar-benar dihadapi bersifat spesifik (3) Fokus penelitian pada proses maupun hasil tindakan (4) Tidak untuk generalisasi tidak ada sampling (5) Pengumpulan data: wawancara, observasi, kuesioner/ angket, tes (6) Dilakukan dalam bentuk siklus yang meliputi aktivitas: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. B. Road Map Penelitian dengan Pendekatan Lesson Study
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Table of content

T BK 1201272 Table of content

4.1 Base Line Kompetensi NS Sebelum Lesson Study ................................... 68 4.2 Base Line Kompetensi IR Sebelum Lesson Study .................................... 69 4.3 Base Line Kompetensi IF Sebelum Lesson Study ..................................... 70 4.4 Base Line Kompetensi Guru BK Subyek NS Setelah Mendapatkan

Baca lebih lajut

Model Pembinaan Pendidik Profesional (Suatu Penelitian Dengan Pendekatan Lesson Study Pada Guru-Guru Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo)

Model Pembinaan Pendidik Profesional (Suatu Penelitian Dengan Pendekatan Lesson Study Pada Guru-Guru Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo)

Selain itu penelitian ini juga menghasilkan bahwa dalam pembelajaran selalu berusaha dan berorientasi pada semangat yang diamanatkan oleh kurikulum 2013, yaitu; pembelajaran berpusat pada siswa, menciptakan multi interaktif (interaksi siswa dengan guru, siswa dengan materi, siswa dengan siswa), siswa menciptakan lingkungan jejaring, siswa aktif menyelidiki, pembelajaran yang berorientasi pada konteks dunia nyata, pembelajaran berbasis tim, tercipta perilaku khas/ memberdayakan kaidah keterikatan, stimulasi ke segala penjuru (semua panca indera), alat multimedia (berbagai peralatan teknologi pendidikan), pembelajaran dengan model kooperatif, terpenuhinya kebutuhan pelanggan (siswa mendapat dokumen sesuai dengan ketertarikan sesuai potensinya), pembelajaran dengan prinsip jamak (keberagaman inisiatif individu siswa), pengetahuan disiplin jamak (pendekatan multidisiplin), pembelajaran yang otonomi dan kepercayaan (siswa diberi tanggungjawab), pembelajaran yang kritis (membutuhkan pemikiran kreatif bagi siswa).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Dalam sejarah perkembangannya di Jepang, Lesson Study memiliki pergeseran makna dan tujuan. Pada awal pertumbuhannya, Lesson Study dimaksudkan sebagai ajang pengkajian dan pengujian atas praktik pembelajaran yang telah terselenggara oleh guru lain atau pengamat di sekolah-sekolah di Jepang. Melalui Lesson Study, dapat diketahui keefektifan dan keefisienan suatu tampilan pembelajaran yang telah terselenggara menurut strategi, pendekatan, atau model pembelajaran, penggunaan media, dan sebagainya yang telah direncanakan sebagai suatu inovasi. Pembelajaran yang dikaji tersebut merupakan pembelajaran riset (research lesson atau study lesson) atau merupakan pembelajaran berbasis riset oleh peneliti. Dengan kata lain, study lesson atau research lesson merupakan praktik pembelajaran yang menjadi objek penelitian/studi seseorang. Dalam pembelajaran riset ini diangkat dan diujicobakan suatu inovasi. Selanjutnya profil pembelajaran hasil inovasi ini dianalisis untuk dilihat positif negatifnya dari bagian ke bagian. Dengan demikian, pembelajaran berbasis riset ini untuk menemukan inovasi pembelajaran tertentu sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pada akhirnya dapat mengangkat prestasi siswa kelompok menengah dan bawah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

t adpend 0706169 chapter1

t adpend 0706169 chapter1

penyegaran pengetahuan guru, baik materi, subyek, maupun pedagogi. Sayangnya, tidak sedikit kepala sekolah yang tidak mengizinkan guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan seminar atau forum diskusi dalam kegiatan MGMP. Seharusnya kepala sekolah mendorong bahkan memfasilitasi guru agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti seminar untuk menambah wawasan guru. Selain itu, masih sedikit guru yang sudah memanfaatkan fasilitas ICT (Information Communication Technologi) di sekolah untuk meningkatkan pengetahuannya, padahal fasilitas itu sudah masuk ke sekolah, seperti komputer dan telepon. Sementara, sekolah mampu menyediakan dana untuk rekreasi ke tempat-tempat wisata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...