Lesson Study Berbasis Sekolah

Top PDF Lesson Study Berbasis Sekolah:

IMPLEMENTASI PROGRAM LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI PENDUKUNG KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP N 1 SEWON.

IMPLEMENTASI PROGRAM LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI PENDUKUNG KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP N 1 SEWON.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses perencanaan program Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) dilakukan oleh warga sekolah secara mandiri, yang dimulai dengan membuat skala prioritas kebutuhan program, kemudian dilanjutkan dengan membuat tim pelaksana program; (2) Implementasi program LSBS sebagai pendukung kebijakan peningkatan mutu pendidikan di SMP N 1 Sewon dimulai dengan tahap plan, yaitu merencanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kemudian dilanjutkan dengan tahap do, yaitu menerapakan rancangan pembelajaran yang secara langsung diamati oleh kepala sekolah dan guru serumpun. Hasil observasi tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi pada tahap see, yaitu mendiskusikan bagaimana aktivitas belajar siswa bukan pada bagaimana guru model dalam mengajar; dan (3) Faktor pendukung implementasi program LSBS di SMP N 1 Sewon, antara lain: kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak yang berpartisipasi, anggaran dana, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta komitmen dari semua pihak yang berpartisipasi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu yang miliki oleh masing-masing guru.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MELALUI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) - repository UPI T BK 1201272 Title

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MELALUI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) - repository UPI T BK 1201272 Title

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MELALUI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH LSBS Penelitian Single Subject Pada Guru BK SMP di Kecamatan Jatinangor Kabupa[r]

3 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan karakteristik lesson study pada tahap plan (perencanaan) pembelajaran, (2) mendeskripsikan karakteristik lesson study pada tahap do (pelaksanaan), (3) mendeskripsikan karakteristik lesson study pada tahap see (refleksi), (4) mendeskripsikan karakteristik implementasi lesson study berbasis sekolah di MAN Salatiga.

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

PENDAHULUAN Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

Setelah melakukan penjelajahan umum pada MAN Salatiga selama satu bulan, maka situasi sosial yang ditetapkan sebagai focus penelitian adalah “Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga”. Fokus Penelitian ini dijabarkan dalam subfokus sebagai berikut : 1. Bagaimanakah karakteristik lesson study pada tahap plan (perencanaan)

7 Baca lebih lajut

APLIKASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPADA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA MENGAJAR GURU.

APLIKASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPADA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA MENGAJAR GURU.

Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak dua SMP yang sudak melaksanakan program Lesson Studi Berbasis Sekolah lebih awal, yakni SMP negeri 1 Tomo, dan SMP Negeri 4 Sumedang. Berhubung populasi yang dijadikan subjek penelitian jumlahnya terbatas, maka dalam penelitian ini digunakan purvosive sampling. Menurut Riduan dan Akdon, (2006: 247), “Purposive sampling ialah teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk pertimbangan tertentu”. Penentuan sampling pada penelitian ini pun didasari dengan keterbatasan populasi, yakni sekolah yang sudah menerapkan Lesson Study Berbasis Sekolah di Kabupaten Sumedang, yakni hanya dua SMP. Jadi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DENGAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU : Studi Deskriptif Korelasional Pada Guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandung).

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DENGAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU : Studi Deskriptif Korelasional Pada Guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandung).

Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang adanya permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan mengajar guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandung. Keterampilan mengajar yang diangkat dalam penelitian ini adalah delapan keterampilan dasar mengajar yang diungkapkan oleh Turney, yaitu: keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar perseorangan. Salah satu alternatif solusi dari permasalahan keterampilan mengajar guru adalah melalui penerapan lesson study . Permasalahan umum penelitian ini yaitu “ bagaimana hubungan antara penerapan lesson study berbasis sekolah dengan keterampilan mengajar guru di SMA Negeri 9 Bandung?. ” Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif korelasional dan analisis data dilakukan melalui pendekatan kuantitatif. Hipotesis alternatif yang diaj ukan dalam penelitian ini yaitu “t erdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan lesson study berbasis sekolah dengan keterampilan mengajar guru .” Untuk pengujian hipotesisnya menggunakan rumus analisis korelasi Rank Spearman dan uji signifikansi dengan rumus uji-t. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di SMA Negeri 9 Bandung yang berjumlah 64 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket, pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan lesson study berbasis sekolah dengan keterampilan mengajar guru di SMA Negeri 9 Bandung dengan tingkat kolerasi sedang.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

PENGELOLAAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Khoirul Adib (2011) tentang lesson study dan implementasinya dalam peningkatan kompetensi guru bahasa arab di Madrasah Aliyah An-Nur Malang dihasilkan temuan, antara lain : (1) lesson study secara sistemik “mengajari” para guru menjadi pribadi yang lebih terbuka (adaptif) dengan berbagai kemajuan positif; (2) keterlibatan guru yang intens didalam setiap tahapan kegiatan lesson study mendorong guru menjadi tipe seorang “pembelajar yang cepat” sesuai dengan dinamika siswa di kelas; (3) mekanisme observasi oleh para guru pengamat terhadap aktivitas siswa pada hakekatnya memantul pada perbaikan kinerja guru secara terus-menerus dalam proses pembelajaran di kelas; (4) lesson study menjadi forum atau media pertanggungjawaban akuntabilitas dan transpsransi bagi guru terhadap khalayak atas seluruh sistem pembelajaran yang dilakukannya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

DAFTAR PUSTAKA Pengelolaan Lesson Study Berbasis Sekolah Di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga.

Abdul Karim, Muchtar, 2006. Tsukuba Journal of Educational Study in Mathematics. Vol.25, 2006, “Implementation of Lesson Study For Improving The Quality of Mathematics Intruction In Malang”. Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Diakses Pada Jam 16.00 WIB tanggal 21 Mei 2011.

4 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMPN I ATAP MALANG

IMPLEMENTASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMPN I ATAP MALANG

technique used observation, interview, and polling. Research instruments used was Assessment sheet of Ability to Arrange Learning Application Plan (RPP), assessment sheet of Teacher’s ability to teach, teacher’s respond to the Lesson Study Polling, and Lesson Study Observation Sheet.

1 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Chapter3

T BK 1201272 Chapter3

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif untuk memperoleh data numerical berupa presentase kompetensi professional guru BK SMP yang berada di Kabupaten Sumedang. Creswell (2012) menjelaskan pendekatan kuantitatif dipilih sebagai pendekatan ketika tujuan penelitian yaitu menguji teori, mengungkapkan fakta-fakta, menunjukkan hubungan antar variabel dan memberikan deskripsi. Hasil data yang diperoleh mengenai guru BK yang tidak kompeten. Guru BK yang termasuk kategori tidak kompeten dijadikan sampel untuk diberikan perlakuan ( treatment ) menggunakan lesson study berbasis sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi professional guru BK 3.2 Metode Penelitian
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

t adpend 0706169 chapter5

t adpend 0706169 chapter5

Secara keseluruhan lesson study berbasis sekolah berada pada klasifikasi sedang, sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan kegiatan lesson study berbasis sekolah tersebut. Untuk meningkatkan lesson study berbasis sekolah tersebut perlu dilakukan upaya-upaya yang ada kaitannya dengan lesson study berbasis sekolah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan lesson study tersebut adalah membuat perencanaan yang matang, mengoptimalkan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Abstract

T BK 1201272 Abstract

Hindasyah Suryadi (2016) Peningkatan Kompetensi Guru BK Dalam Layanan Bimbingan Klasikal Melalui Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) (Penelitian Single Subject Pada Guru BK SMP di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang) Program Pendidikan Bimbingan dan Konseling Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung.

2 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Chapter5

T BK 1201272 Chapter5

Hasil penelitian menunjukkan layanan bimbingan klasikal melalui lesson study berbasis sekolah efektif untuk meningkatkan kompetensi guru BK. Dengan demikian, guru BK dapat menerapkan lesson study berbasis sekolah pada program layanan bimbingan dan konseling dengan disertai pemahaman teori dan praktek agar bermanfaat kegunaannya di sekolah dan lesson study berbasis sekolah dapat menjadi pilihan untuk menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling.

3 Baca lebih lajut

T BK 1201272 Bibliography

T BK 1201272 Bibliography

106 Hindasyah Suryadi, 2016 PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MELALUI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH LSBS Universitas Pendidikan Indonesia | repository.[r]

4 Baca lebih lajut

Model Pembinaan Pendidik Profesional (Suatu Penelitian Dengan Pendekatan Lesson Study Pada Guru-Guru Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo)

Model Pembinaan Pendidik Profesional (Suatu Penelitian Dengan Pendekatan Lesson Study Pada Guru-Guru Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo)

Selain itu penelitian ini juga menghasilkan bahwa dalam pembelajaran selalu berusaha dan berorientasi pada semangat yang diamanatkan oleh kurikulum 2013, yaitu; pembelajaran berpusat pada siswa, menciptakan multi interaktif (interaksi siswa dengan guru, siswa dengan materi, siswa dengan siswa), siswa menciptakan lingkungan jejaring, siswa aktif menyelidiki, pembelajaran yang berorientasi pada konteks dunia nyata, pembelajaran berbasis tim, tercipta perilaku khas/ memberdayakan kaidah keterikatan, stimulasi ke segala penjuru (semua panca indera), alat multimedia (berbagai peralatan teknologi pendidikan), pembelajaran dengan model kooperatif, terpenuhinya kebutuhan pelanggan (siswa mendapat dokumen sesuai dengan ketertarikan sesuai potensinya), pembelajaran dengan prinsip jamak (keberagaman inisiatif individu siswa), pengetahuan disiplin jamak (pendekatan multidisiplin), pembelajaran yang otonomi dan kepercayaan (siswa diberi tanggungjawab), pembelajaran yang kritis (membutuhkan pemikiran kreatif bagi siswa).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Pendampingan Pembelajaran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (Suatu Penelitian dengan Pendekatan Lesson Study pada Guru-Guru Sekolah Swasta Kabupaten Klaten)

Pendampingan Pembelajaran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (Suatu Penelitian dengan Pendekatan Lesson Study pada Guru-Guru Sekolah Swasta Kabupaten Klaten)

Tujuan penelitian ini 1) mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru IPS dalam pengembangan model pendampingan pembelajaran berbasis lesson study di Sekolah Swasta Klaten, Jawa Tengah, Indonesia 2) mengkaji efektivitas pendampingan pembelajaran guru IPS yang profesional, 3) mengkaji validasi pendampingan pembelajaran sebagai model pembinaan guru profesinal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, subjek penelitiannya siswa, guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, dan anggota DPRD. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan first order understanding dan second order understanding. Kesimpulan penelitian ini: 1) terdapat empat masalah yang dihadapi guru IPS dalam pengembangan model pendampingan pembelajaran berbasis lesson study di Sekolah Swasta Klaten, yaitu; permasalahan internal, eksternal, dan komitmen guru 2) Efektivitas pendampingan pembelajaran guru IPS berbasis MGMP, berkolaborasi, dan totor sebaya 3) validasi pendampingan pembelajaran pembelajaran sebagai model pembinaan guru IPS yang professional adalah validasi pengembangan teaching plan dan teaching material, validasi pelaksanaan open lesson dan refleksi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PELATIHAN LESSON STUDY BERBASIS ASESMEN

PELATIHAN LESSON STUDY BERBASIS ASESMEN

Motivasi guru peserta pelatihan untuk mempraktikkan hasil dari pelatihan yang mereka dapat terlihat dari tingginya persentase kesediaan mereka dalam menjadi guru model dalam melaksanakan lesson study untuk kegiatan pembelajaran mereka. Para guru menyadari bahwa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan bagi siswa berkebutuhan khusus dibutuhkan kerja sama antar guru yang memiliki kualifikasi yang sama dalam memahami permasalah dan kebutuhan pembelajaran peserta didik dalam pembelajaran. Dengan mengacu pada pada program pembelajaran individu (PPI) yang dibuat oleh tim guru berdasarkan kurikulum 2013, akan terjadi hubungan yang saling asah, asih dan asuh baik antar guru, kepala sekolah, maupun pakar di bidang pendidikan luar biasa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Lesson Study Berbasis PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Lesson Study Berbasis PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Pertama; Permasalahan Guru dalam Pengembangan Model peningkatan kualitas melalui pelatihan lesson study adalah permasalahan internal dan Eksternal. Permasalahan internal (permasalahan berasal dari guru), antara lain: (1) Kemampuan guru dalam pengembangan kurikulum menjadi pembelajaran berkualitas. (2) Kemampuan guru dalam pengembangan instrumen penilaian hasil pembelajaran berkualitas, (3) Kemampuan guru dalam penguasaan micro teaching sebagai in service training dan pre service training bagi guru , (4) Kemampuan guru dalam penguasaan konsep keilmuan dan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran inovatif, dan (5) Kemampuan guru dalam penguasaan lesson study sebagai model untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sedangkan permasalahan eksternal (permasalahan berasal dari siswa, kepala sekolah, pengawas, lingkungan, kurikulum, sarana dan prasarana), antara lain: (1) Kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan guru, materi, media, dan sesawa teman dan pola pengembangannya. (2) Kemampuan siswa dalam penguasaan kompetensi yang diajarkan guru. (3) Rendahnya frekuensi supervisi dari Kepala Sekolah, Pengawas. (4) Potensi alam sekitar yang kurang mendukung kegiatan pembelajaran. (5) Sosialisasi pengembangan kurikulum yang kurang merata. (6) Terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Model Pelatihan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Muhammadiyah Simo Boyolali

Model Pelatihan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Muhammadiyah Simo Boyolali

Penelitian ini menemukan bahwa sistem pendampingan implementasi pembelajaran berbasis lesson study sebagai model pembinaan guru IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) di Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo dengan menggunakan 4 pendekatan tersebut secara signifikan dapat meningkatkan kualitas persiapan dan proses pembelajaran, indikatornya; a) Guru berkolaborasi dalam membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) lengkap dengan; lampiran 1 pengembangan materi dan LKS (Lembar Kerja Siswa), lampiran 2 Instrument sikap, lampiran 3 Instrument pengetahuan dan, lampiran 4 instrument ketrampilan). b) Guru berkolaborasi menggunakan multi media. c) Guru berkolaborasi menggunakan strategi pembelajaran yang tepat misalnya Prblem Based Learning. d) Guru berkolaborasi menggunakan pendekatan ilmiah (scientific appoach) yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan membuat jejaring. e) Guru berkolaborasi memberikan penilaian dengan pemperhatikan karakteristik belajar tuntas, autentik, berkesinambungan, berdasarkan acuan criteria, dan menggunakan teknik penilaian bervariasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Lesson Study Berbasis Soft Skill

Lesson Study Berbasis Soft Skill

Peningkatan mutu penyelenggaraan akademik di sekolah dititik beratkan pada penciptaan proses pembelajaran yang kondusif, efektif, dan efisien, agar dapat memberikan bekal kemampuan akademis dan profesional kepada para siswa, sehingga lulusan yang dihasilkan siap bersaing di pasar global. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional sesuai UU No.20/2003 Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, Tujuannya adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), mengatakan bahwa: “Kurikulum Pendidikan 2013 akan diimplementasikan secara bertahap dan terbatas
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...