Limbah Industri Batik

Top PDF Limbah Industri Batik:

KINERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DALAM MENANGGULANGI PENCEMARAN AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KELURAHAN LAWEYAN

KINERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DALAM MENANGGULANGI PENCEMARAN AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KELURAHAN LAWEYAN

timur, tengah dan barat kelurahan Laweyan. Ada 11UKM yang bergabung dengan IPAL komunal. Yang tidak tergabung dengan IPAL komunal beberapa memiliki IPAL sendiri, tapi beberapa memang tidak memiliki IPAL karena industri skala kecil tidak memiliki dana untuk membuat IPAL. Menurut Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Lembaga Swadaya Masyarakat di Surakarta, sepanjang tahun 2008 terdapat banyak limbah industri batik yang langsung dibuang tanpa diolah terlebih dahulu, kalaupun ada yang diolah, pengolahannya kurang maksimal. Bahan kimia batik selain mencemari sungai juga menurunkan kualitas air di sumur-sumur penduduk sekitar wilayah industri batik, sehingga air sumur tidak dapat dikonsumsi oleh penduduk(http://tempointeraktif.com diakses tanggal 13 Maret 2010).. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa usaha pemerintah untuk menanggulangi limbah industri batik masih harus ditingkatkan, permasalahan pencemaran ini merupakan permasalahan yang mendesak dan harus segera ditangani demi pelestarian lingkungan.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Adsorben Berbasis Limbah Padat Agar-Agar sebagai Penjerap Zat Warna Indigosol dan Zat Warna Limbah Industri Batik

Adsorben Berbasis Limbah Padat Agar-Agar sebagai Penjerap Zat Warna Indigosol dan Zat Warna Limbah Industri Batik

Tabel 3 menunjukkan bahwa kualitas air limbah industri batik berpotensi mencemari lingkungan perairan. Hal ini ditunjukkan dari besarnya konsentrasi warna, pH, daya hantar listrik, total padatan tersuspensi, dan kebutuhan oksigen kimiayang keseluruhannya berada di luar baku mutu yang ditetapakan oleh pemerintah.Hal tersebut disebabkan limbah industri batik mengandung berbagai macam zat, baik zat organik yang berasal dari proses menganji dan pelepasan lilin, maupun zat anorganik yang bersal dari zat pewarna kimia dan zat penguat (Indrayani 2004). Bila air limbah batik ini dialirkan melalui perairan di sekitar pemukiman, maka hal tersebut dapat mengurangi keindahan perairan dan menurunkan mutu lingkungan perairan tempat tinggal. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbahagar limbah ini aman bagi lingkungan.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PENUTUP  PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENUTUP PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

1. Pengelolaan limbah batik dalam mendukung usaha pengembangan pariwisata di Kota Yogyakarta belum berjalan dengan baik. Di dalam pengelolaan limbah batik, kenyataannya pola pendekatan produksi bersih belum dapat dilaksanakan secara maksimal karena sebagian besar industri batik di kota Yogya membuang limbah tanpa melalui proses pengolahan sesuai dengan peraturan ataupun perizinan yang mengatur mengenai hal tersebut serta belum adanya tindakan konkrit dari instansi terkait untuk melakukan penindakan terhadap industri batik yang telah melanggar baku mutu limbah industri khususnya limbah industri batik.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

LIMBAH INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM: AMANKAH BAGI LINGKUNGAN? - Eprints UPN "Veteran" Yogyakarta

LIMBAH INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM: AMANKAH BAGI LINGKUNGAN? - Eprints UPN "Veteran" Yogyakarta

Industri batik berkembang pesat karena tren pakaian batik sedang diminati oleh semua kalangan. Beberapa senyawa pewarna bersifat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga sering digunakan sebagai antibiotik alami. Kemampuan senyawa tersebut menghambat pertumbuhan mikrobia perlu diwaspadai karena ada kemungkinan bahwa paparannya dalam tanah dapat mengurangi populasi mikrobia. Selama pewarnaan dilakukan proses yang disebut dengan mordanting menggunakan senyawa mordan. Beberapa mordan yang efektif dan sering digunakan mengandung logam. Apabila tidak dilakukan dengan hati-hati, proses mordanting berpotensi menimbulkan efek karsinogenik. Pemaparan limbah di alam juga berdampak terhadap perubahan pH lingkungan. Di sentra industri batik dengan pewarna alam seperti di Wukirsari, pada umumnya limbah produksi batik langsung dibuang dalam sumur resapan tanpa diberi perlakuan tertentu. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui keamanan limbah di alam dengan mempelajari pengaruh limbah industri batik pewarna alami terhadap viabilitas bakteri tanah, serta mengetahui kemampuan mikrobia tanah dalam merombak senyawa pewarna alami batik tersebut. Tujuan jangka panjangnya adalah mendapatkan isolat bakteri yang mampu merombak senyawa pewarna alami serta menciptakan teknik bioremediasi yang tepat dengan menggunakan isolat bakteri unggul yang berhasil diisolasi. Dalam penelitian ini, limbah yang akan diuji dipilih berdasarkan warna dominan yang dihasilkan yaitu pewarnaan merah, biru, kuning dan warna gelap, diambil dari desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Masing-masing jenis limbah diuji pengaruhnya terhadap viabilitas bakteri alami tanah. Diuji pula kemampuan komunitas bakteri tanah dalam merombak senyawa dasar pewarna alam. Contoh tanah yang digunakan diambil di sekitar sentra
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

SKRIPSI PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkah dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum/sekripsi ini dengan judul “PENGENDALIAN PENCEMRAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA” sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta tepat pada waktunya. Disadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan hukum/sekripsi ini banyak mendapatkan uluran tangan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada:

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

Sektor pariwisata sebagai salah satu sektor andalan (leading sector) di samping industri kecil dan agroindustri, merupakan suatu instrumen untuk menghasilkan devisa dan sekaligus diharapkan akan memperluas dan meratakan kesempatan berusaha, lapangan kerja serta memupuk rasa cinta tanah air. Terkait dengan hal ini, perlu dilakukan pengembangan pariwisata. 1

8 Baca lebih lajut

PENURUNAN TSS DAN WARNA LIMBAH INDUSTRI BATIK SECARA ELEKTRO KOAGULASI.

PENURUNAN TSS DAN WARNA LIMBAH INDUSTRI BATIK SECARA ELEKTRO KOAGULASI.

Dalam penelitian ini dilakukan variasi kuat arus yaitu 0,5, 1, 1,5, 2 dan 2,5 Ampere dan variasi waktu kontak 20, 60, 100, 140 dan 180 menit dengan tegangan tetap 12 volt dan jarak antar elektroda 1 cm. Limbah yang digunakan dalam penelitian adalah limbah asli yang berasal dari bak penampung yang merupakan outlet dari proses industri batik. Parameter yang dianalisis adalah bahan organik dalam bentuk Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS) dan zat warna. Gambar 2 menunjukkan alat dari elektrokoagulasi :
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

PENDAHULUAN PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

Dijadikannya batik sebagai ikon Kota Surakarta, tentu saja sangat berdampak pada kehidupan masyarakat Kota Surakarta. Sektor kehidupan yang sangat terimbas dampak batik sebagi ikon Kota Surakarta adalah pada bidang perekonomian. Ini terlihat dari antusiasme warga Surakarta dalam menjual busana batik di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan butik-butik di Kota Surakarta. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan masyarakat Kota Surakarta dan pemerintah daerah Kota Surakarta. Penghasilan Asli Daerah (PAD) pemerintah juga mengalami kenaikan drastis, selain dari hasil penjualan batik, pemerintah juga mendapat penghasilan dari sektor wisata batik yang memang sengaja diselenggarakan oleh pemerintah daerah setiap tahunnya, seperti karnaval, festival, dan acara lain.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA  PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

Batik waste management in support of tourism development efforts in the city of Yogyakarta has not been going well. In the waste management batik, the fact pattern cleaner production approach has not been able to be implemented optimally because most of the batik industry in the city of Yogyakarta dispose of waste without going through the treatment process in accordance with the regulations or licensing requirements set about it and there is no concrete action from the relevant agencies to conduct action against the batik industry which has violated the quality standard industrial waste, especially waste batik industry. Obstacles encountered in waste management in the batik industry supports the efforts of tourism development in Yogyakarta City is the lack of efficiency in the processing of batik at the stage of industrial production processes, lack of training to employers to make batik batik production because the industry is mostly done by the community independently, batik industry and waste management are not in accordance with Standard Operating Procedures.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENUTUP  PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

PENUTUP PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

DAFTAR PUSTAKA BUKU/LITERATUR Adrian Sutedi, 2010, Hukum Perizinan Dalam Sektor Pelayanan Publik, Sinar Grafika, Jakarta Asmadi dan Suharno, 2012, Dasar-Dasar Teknologi Pengolahan [r]

14 Baca lebih lajut

TOKSISITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK TERHADAP MORFOLOGI SISIK IKAN NILA GIFT (Oreochomis nilotocus)

TOKSISITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK TERHADAP MORFOLOGI SISIK IKAN NILA GIFT (Oreochomis nilotocus)

Penyerapan logam oleh ikan akan terakumulasi pada organ tubuhnya terutama pada insang dan sisik.Sisik pada ikan berfungsi sebagai organ proteksi dari pengaruh luar (Soegianto dkk., 2005). Pengujian sisik pada benih ikan nila gift diharapkan dapat memberikan informasi mengenai besarnya pengaruh yang ditimbulkan akibat keberadaan limbah buangan industri batik terhadap kehidupan dalam badan air di sekitar lokasi pembuangan limbah (Darmono, 1991). Morfologi dapat digunakan sebagai biomarker dalam mengevaluasi kesehatan ikan atau biota lain yang terpapar kontaminan, yang dapat dilakukan baik dalam skala laboratorium maupun skala lapangan (Martinez dan Marina, 2007). Mengingat besarnya pengaruh dan akibat yang ditimbulkan oleh limbah industri batik yang ada di Kabupaten Tuban, maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk menguji toksisitas limbah cair industri batik terhadap organisme, khususnya terhadap organisme air.Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui konsentrasi limbah hasil industri batik yang menyebabkan kematian pada 50% (LC50) benih ikan nila gift melalui uji hayati (bioassay). Dengan demikian dapat diketahui dampak pemaparan limbah cair industri batik terhadap morfologi sisik benih ikan nila gift (Oreochromis niloticus).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISM-4) DALAM MENURUNKAN  Keefektifan Em-4 (Effective Microorganism-4) Dalam Menurunkan Chemical Oxygen Demand (Cod) Limbah Cair Industri Batik.

KEEFEKTIFAN EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISM-4) DALAM MENURUNKAN Keefektifan Em-4 (Effective Microorganism-4) Dalam Menurunkan Chemical Oxygen Demand (Cod) Limbah Cair Industri Batik.

Data hasil pengukuran kadar COD limbah cair batik di uji normalitas datanya dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk. Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikasi > 0,01 (p>0,01) yang artinya data berdistribusi normal, untuk memenuhi syarat uji selanjutnya, masih perlu mengetahui varian merupakan kelompok homogen atau tidak. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada dosis koagulan EM-4 yang paling efektif dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair batik yaitu sebesar 3 ml/l dengan persentase penurunan sebesar 72,5%; 280,2 mg/l dari kadar COD awal 482,5 mg/l. Hasil ini belum bisa memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan perda Provinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012 Tentang Baku Mutu Air Limbah khususnya persyaratan pada Baku Mutu Air Limbah Industri Batik dengan kadar maksimum COD dalam air limbah adalah 150 mg/l. Sehingga peneliti lain perlu dilakukan variasi dosis dan waktu tinggal yang tepat untuk menurunkan kadar COD di limbah cair industri batik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIJI JAYANTI (SESBANIA SESBAN) SEBAGAI BIOKOAGULAN DALAM MEMPERBAIKI SIFAT FISIK DAN KIMIAWI LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK.

EFEKTIVITAS BIJI JAYANTI (SESBANIA SESBAN) SEBAGAI BIOKOAGULAN DALAM MEMPERBAIKI SIFAT FISIK DAN KIMIAWI LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK.

Industri batik nasional semakin berkembang akibat semakin banyaknya permintaan terhadap batik, sejak dicanangkan hari batik nasional pada tanggal 2 Oktober 2009 omset pengusaha batik naik hingga 50% (Suhendra, 2009). Proses pembuatan batik pada industri batik banyak menggunakan bahan-bahan kimia dan air, bahan kimia ini biasanya digunakan pada proses pewarnaan atau pencelupan, pada umumnya polutan yang terkandung dalam limbah industri batik selain warna dapat berupa logam berat, padatan tersuspensi, atau zat organik. Proses pembuatan batik secara garis besar terdiri dari pemolaan, pembatikan tulis, pewarnaan/pencelupan, pelodoran/penghilangan lilin, dan penyempurnaan (Purwaningsih, 2008).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN KOAGUALAN  BIJI ASAM JAWA (Tamaryndus indica) DALAM MENURUNKAN KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID   Keefektifan Koagualan Biji Asam Jawa (Tamaryndus Indica) Dalam Menurunkan Kadar Total Suspended Solid Pada Limbah Cair Industri Batik.

KEEFEKTIFAN KOAGUALAN BIJI ASAM JAWA (Tamaryndus indica) DALAM MENURUNKAN KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID Keefektifan Koagualan Biji Asam Jawa (Tamaryndus Indica) Dalam Menurunkan Kadar Total Suspended Solid Pada Limbah Cair Industri Batik.

Penelitian penggunaan Biji Asam Jawa (Tamaryndus indica) sebagai koagulan alami dalam menurunkan kadar TSS (Total Suspended Solid) pada limbah cair batik telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penambahan serbuk biji asam jawa(Tamaryndus indica) menggunakan metode koagulasi dalam menurunkan kadar TSS (Total Suspended Solid) pada limbah cair batik dengan dosis 1 g/l, 2g/l, dan 3 g/l. penelitian ini bersifat eksperimen, menggunakan desain eksperimen sesungguhnya (True Experiment) dengan rancangan pretest and posttest whit control group. Jumlah total sampel penelitian ini sebanyak 12 liter limbah cair batik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Post Hoct Test LSD. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata kadar TSS (Total Suspended Solid) sebelum perlakuan sebesar 1660 mg/l dan sesudah perlakuan menggunakan koagulan biji asam jawa 0 g/l, 1 g/l, 2 g/l, dan 3 g/l sebesar 1360 mg/l, 900 mg/l, 620 mg/l dan 433,4 mg/l; (2) Dosis koagulan biji asam jawa yang paling efektif dalam menurunkan kadar TSS (Total Suspended Solid) limbah cair batik adalah dosis 3 g/l dengan tingkat efektivitas sebesar 73,89%.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Abstrak UI

Abstrak UI

Perkembangan industri di Indonesia memberikan dampak bagi kehidupan baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif salah satunya adalah pencemaran air akibat zat warna. Zat warna sering digunakan dalam industri pakaian, makanan, kosmetik, kertas dan plastik. Zat warna memiliki struktur kompleks aromatik yang membuat lebih stabil sehingga sulit untuk terurai oleh hayati. Penggunaan zat warna tersebut salah satunya pada industri batik di Jawa Tengah sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan air karena sisa olahan air batik tidak dinetralkan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat Electromediation limbah air batik di Jawa Tengah untuk menetralkan limbah air batik pada industri pembuatan batik supaya sisa olahan air tidak mencemari lingkungan. Metode penelitian yang digunakan meliputi 4 langkah yaitu: studi identifikasi, perancangan, pelaksanaan dan evaluasi. Desain alat p o w e r s u p p l y d a n t a b u n g r e a k t o r . Hasil penelitian didapat pada proses elektrolisis limbah air batik. Kandungan unsur Cu (cuprum) akan tertarik ke elektroda positif dan kandungan PbO 2 (plumbum dioksida) akan tertarik ke
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis dampak lingkungan dan id

Analisis dampak lingkungan dan id

Pengelolaan limbah cair limbah industri kelapa sawit Industri kealapa sawit merupakan industri yang sarat dengan residu hasil pengolahan.. Limbah yang dihasilkan dari industri pengol[r]

13 Baca lebih lajut

S PKK 1102409 Chapter 5

S PKK 1102409 Chapter 5

Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat dikemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan masukan dan bahan pertimbangan bagi beberapa pihak terkait yang berhubungan dengan rancangan program pelatihan batik berbasis kearifan lokal, antara lain:

2 Baca lebih lajut

EKOGENOTOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK DAN EFEK ANTIMUTAGENIK Lemna minor TERHADAP ERITROSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

EKOGENOTOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK DAN EFEK ANTIMUTAGENIK Lemna minor TERHADAP ERITROSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

Limbah cair batik memiliki efek ekogenotoksik terhadap eritrosit ikan nila karena mampu memicu pembentukan mikronukleus. Kandungan logam berat di dalam limbah cair batik sebagai salah satu pemicu munculnya efek genotoksik pada eritrosit ikan nila. Logam berat yang terkandung di dalam limbah cair batik adalah Cd, Cr, Fe, Mn dan Cu. Lemna minor berpotensi sebagai antimutagenik karena mampu meminimalisir pembentukan mikronukleus pada eritrosit ikan nila. Belum dapat ditentukan aktifitas antimutagenik yang utama pada Lemna minor, apakah sebagai desmutagen atau bioantimutagen.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

IBM Industri Batik Wijirejo sebagai Sentra Batik

IBM Industri Batik Wijirejo sebagai Sentra Batik

Batik industry economic potential sufficient to provide substantial revenues to the state, both in terms of employment and foreign exchange earnings and tax. The uniqueness and value of the art of batik become an attraction of its own market in terms of usability, style, appearance and design (design) batik itself, so that the necessary attention to the continuity of production with efforts to improve quality and production efficiency.Along the development era usability batik cloth which was originally used as traditional clothing and equipment for the sarong, jarik, shirts, women's clothing, bed linen, tablecloths and others. At present batik has more varied uses as a complement to modern fashion (such as bags, belts, shoes and slippers), also used for household and office interiors.To increase the economic value of the batik industry, especially in terms of waste handlers and appropriate marketing strategies necessary knowledge and expertise in managing the batik industry, especially the concept of cleaner production. In the service will be carried out several activities, namely: 1) The application of appropriate technology to increase the added value of production net production by providing equipment for producing batik and sewing machine to make the finished product, 2) Training to improve skills in recording financial transactions, 3 ) Making e-commerce applications to improve online marketing reach.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

314575032.doc 1.19MB 2015-10-12 00:17:42

314575032.doc 1.19MB 2015-10-12 00:17:42

iii dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain tersebut, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu. Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah penghasil batik terbesar di Indonesia terutama di pulau Jawa. Upaya pengelolaan limbah di Klaster UKM batik Kelurahan Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan dilakukan dengan sangat terbatas. Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh dampak perkembangan industri perlu dikaji lebih mendalam, karena apabila hal ini tidak diperhatikan akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan antara makhluk hidup dengan lingkungan. Sehingga perlu diadakannya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Menurut penelitian, sekam padi mampu menjadi adsorben dan dapat mereduksi warna limbah batik. Maka dari itu, sekam padi menjadi pilihan peneliti dalam pengelolaan limbah batik. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis rancangan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Dengan menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh air limbah batik di Kelurahan Simbang Kulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 393 liter limbah batik cair. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan grab sampling. Filter yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode slow sand filter.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...