Limbah Industri Batik

Top PDF Limbah Industri Batik:

Adsorben Berbasis Limbah Padat Agar-Agar sebagai Penjerap Zat Warna Indigosol dan Zat Warna Limbah Industri Batik

Adsorben Berbasis Limbah Padat Agar-Agar sebagai Penjerap Zat Warna Indigosol dan Zat Warna Limbah Industri Batik

Penurunan warna dan KOK yang lebih besar dihasilkan oleh adsorben LPAK dibanding LPATK, berturut-turut sebesar 59.81% dan 22.19%. Secara visual, warna limbah setelah adsorpsimengalami perubahan yaitumenjadi lebih cerah (Gambar 10). Tabel 5 menunjukkan bahwa pengolahan limbah industri batik dengan kedua adsorben masih berada di luar baku mutu. Hal tersebut dapat disebabkan kurangnya kemampuan adsorben,karena adsorben yang diberikan pada percobaan kapasitasnya dilampaui, sehingga perlu jumlah adsorben yang lebih banyak. Selan itu, solusi lain untuk hal tersebut adalah terlebih dahulu melakukan tahap pengolahan primer (netralisasi) dan sekunder (koagulasi- flokulasi) sebelum tersier (adsorpsi).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PENUTUP  PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENUTUP PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

1. Pengelolaan limbah batik dalam mendukung usaha pengembangan pariwisata di Kota Yogyakarta belum berjalan dengan baik. Di dalam pengelolaan limbah batik, kenyataannya pola pendekatan produksi bersih belum dapat dilaksanakan secara maksimal karena sebagian besar industri batik di kota Yogya membuang limbah tanpa melalui proses pengolahan sesuai dengan peraturan ataupun perizinan yang mengatur mengenai hal tersebut serta belum adanya tindakan konkrit dari instansi terkait untuk melakukan penindakan terhadap industri batik yang telah melanggar baku mutu limbah industri khususnya limbah industri batik.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

KINERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DALAM MENANGGULANGI PENCEMARAN AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KELURAHAN LAWEYAN

KINERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DALAM MENANGGULANGI PENCEMARAN AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KELURAHAN LAWEYAN

Surakarta terkenal akan industri batik, bahkan terdapat wisata kampung batik salah satunya di Kelurahan Laweyan yang sering disebut Kampung Batik Laweyan, di Kelurahan Laweyan pewarna batik yang digunakan adalah pewarna kimia, pewarna inilah yang sisa limbahnya mencemari lingkungan terutama sungai jika tidak diolah terlebih dahulu. Terhadap permasalahan ini Pemerintah kota Surakarta melalui Badan Lingkungan Hidup melakukan berbagai usaha untuk menanggulangi pencemaran air limbah industri batik di Kelurahan Laweyan. Untuk dapat mengetahi seberapa besar kinerja kegiatan penanggulangan pencemaran air limbah industri batik di Kelurahan Laweyan oleh Badan Lingkungan Hidup kota Surakarta yang telah dicapai selama ini, berikut dijelaskan dalam bab ini dengan menggunakan indikator-indikator produktivitas, responsivitas dan akuntabilitas. Selain itu juga akan dibahas faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penanggulangan air limbah industri batik di Kelurahan Laweyan.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

SKRIPSI PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkah dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum/sekripsi ini dengan judul “PENGENDALIAN PENCEMRAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA” sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta tepat pada waktunya. Disadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan hukum/sekripsi ini banyak mendapatkan uluran tangan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada:

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

PENDAHULUAN PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH INDUSTRI BATIK DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DAN KAMPUNG BATIK KAUMAN).

Hasil penelitian : bahwa pelaksanaan kewajiban pengelolaan limbah sebagai upaya pengendalian pencemaran di Kota Bantul belum berjalan sebagaiman dalam UU No 5 Tahun 1984 Tentang Perindustrian. Pembangunan industri bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat secara adil dan merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan hasil budi daya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup belum dilaksanakan secara penuh. Hal ini disebabkan karena adanya dilema antara mengutamkan kepentingan sosial atau kepentingan terlebih dahulu. pemerintah ragu untuk melakukan tindakan hukum atas pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pelaku industri kecil dengan alasan takut menciderai kesejahteraan rakyat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

Sektor pariwisata sebagai salah satu sektor andalan (leading sector) di samping industri kecil dan agroindustri, merupakan suatu instrumen untuk menghasilkan devisa dan sekaligus diharapkan akan memperluas dan meratakan kesempatan berusaha, lapangan kerja serta memupuk rasa cinta tanah air. Terkait dengan hal ini, perlu dilakukan pengembangan pariwisata. 1

8 Baca lebih lajut

PENURUNAN TSS DAN WARNA LIMBAH INDUSTRI BATIK SECARA ELEKTRO KOAGULASI.

PENURUNAN TSS DAN WARNA LIMBAH INDUSTRI BATIK SECARA ELEKTRO KOAGULASI.

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa semakin lama waktu kontak dan semakin besar kuat arus maka penurunan COD juga semakin besar. Hal ini disebabkan proses oksidasi dan reduksi didalam reaktor elektrokoagulasi. Pada elektroda- elektroda terbentuk gas oksigen dan hidrogen yang akan mempengaruhi reduksi COD. Berdasarkan teori double layer , penurunan COD disebabkan flok yang terbentuk oleh ion senyawa organik berikatan dengan ion koagulan yang bersifat positif. Molekul-molekul pada limbah batik terbentuk menjadi flok, partikel koloid pada limbah bersifat mengikat partikel. Pada proses elektrokoagulasi dapat dijabarkan dengan reaksi dibawah ini :
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA  PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI BATIK DALAM MENDUKUNG USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA YOGYAKARTA.

The purpose of this study was to determine the batik waste management in order to support tourism development efforts in the city of Yogyakarta and to identify obstacles encountered in waste management batik to support tourism development efforts in the city of Yogyakarta.

8 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIJI JAYANTI (SESBANIA SESBAN) SEBAGAI BIOKOAGULAN DALAM MEMPERBAIKI SIFAT FISIK DAN KIMIAWI LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK.

EFEKTIVITAS BIJI JAYANTI (SESBANIA SESBAN) SEBAGAI BIOKOAGULAN DALAM MEMPERBAIKI SIFAT FISIK DAN KIMIAWI LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK.

Industri batik nasional semakin berkembang akibat semakin banyaknya permintaan terhadap batik, sejak dicanangkan hari batik nasional pada tanggal 2 Oktober 2009 omset pengusaha batik naik hingga 50% (Suhendra, 2009). Proses pembuatan batik pada industri batik banyak menggunakan bahan-bahan kimia dan air, bahan kimia ini biasanya digunakan pada proses pewarnaan atau pencelupan, pada umumnya polutan yang terkandung dalam limbah industri batik selain warna dapat berupa logam berat, padatan tersuspensi, atau zat organik. Proses pembuatan batik secara garis besar terdiri dari pemolaan, pembatikan tulis, pewarnaan/pencelupan, pelodoran/penghilangan lilin, dan penyempurnaan (Purwaningsih, 2008).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbandingan Antara Muscle Energy Technique Dengan Static Stretching Terhadap Nyeri Myofascial Pain Syndrome Musculus Upper Trapezius Pada Pekerja Batik Tulis Di Industri Batik Danar Hadi Surakarta.

PENDAHULUAN Perbandingan Antara Muscle Energy Technique Dengan Static Stretching Terhadap Nyeri Myofascial Pain Syndrome Musculus Upper Trapezius Pada Pekerja Batik Tulis Di Industri Batik Danar Hadi Surakarta.

Pada umumnya, pekerja batik tulis yang mengalami keluhan myofascial pain syndrome m. upper trapezius hanya melakukan pengobatan yang bersifat tradisional seperti memberikan minyak urut, balsam, koyo dan lain-lain. Namun, tindakan tersebut hanya mampu mengurangi nyeri sementara waktu dan nyeri tersebut akan muncul kembali ketika melakukan aktivitas pekerjaannya. Fisioterapi memiliki bermacam-macam modalitas yang dapat diaplikasikan untuk mengurangi nyeri pada kondisi myofascial pain syndrome m. upper trapezius , misalnya muscle energy technique (MET) dan static stretching .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kinerja Unit Pengolahan Air Limbah Reaktor Elektrokimia untuk Pengolahan Air Limbah Home Industri Batik di Kelurahan Sondakan.

Kinerja Unit Pengolahan Air Limbah Reaktor Elektrokimia untuk Pengolahan Air Limbah Home Industri Batik di Kelurahan Sondakan.

4. TEMAN – TEMAN LIMBAH SEPERJUANGAN , Riyan Rahma Indika, Arif Roh Emat, Angga Pradhika, Bondan Puji Leksana, Handry Anom, Nur Hanu Kusuma, Doni Setyawan, Ayu Setyaningrum, Elsa Septia Miranda, Ratna, terima kasih untuk semuanya.

Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK AIR SUMUR DI SEKITAR ALIRAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAJINAN BATIK  Karakteristik Air Sumur Di Sekitar Aliran Limbah Cair Industri Kerajinan Batik Di Desa Kliwonan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.

KARAKTERISTIK AIR SUMUR DI SEKITAR ALIRAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAJINAN BATIK Karakteristik Air Sumur Di Sekitar Aliran Limbah Cair Industri Kerajinan Batik Di Desa Kliwonan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ Karakteristik Air Sumur Di Sekitar Aliran Limbah Cair Industri Kerajinan Batik Di Desa Kliwonan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen ”.

Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK AIR SUMUR DI SEKITAR ALIRAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAJINAN BATIK DI DESA PILANG KECAMATAN  Karakteristik Air Sumur Di Sekitar Aliran Limbah Cair Industri Kerajinan Batik Di Desa Pilang Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.

KARAKTERISTIK AIR SUMUR DI SEKITAR ALIRAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAJINAN BATIK DI DESA PILANG KECAMATAN Karakteristik Air Sumur Di Sekitar Aliran Limbah Cair Industri Kerajinan Batik Di Desa Pilang Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.

Penulis mengucapkan puji dan syukur atas ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan kasih sayangnya. Sholawat dan salam teruntuk manusia pilihan Ilahi, Muhammad SAW sehinggga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi berjudul “ Karakteristik Air Sumur di Sekitar Aliran Limbah Cair Batik di Desa Pilang Kecamata Masaran Kabupaten Sragen”.

Baca lebih lajut

695056742.doc 541.50KB 2015-10-12 00:18:08

695056742.doc 541.50KB 2015-10-12 00:18:08

Batik merupakan kerajinan yang bernilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya indonesia dan merupakan warisan nenek moyang indonesia yang hingga saat ini masih ada. Industri batik semakin berkembang pesat terutama sejak dicanangkan hati batik nasional tanggal 2 oktober 2009. Tanggal tersebut bukan hanya diperingati sebagai hari batik nasional, UNESCO menetapkan sebagai hari batik sedunia. Industri batik merupakan salah satu penghasil limbah cair yang berasal dari perwanaan batik. Limbah ini mengandung zat warna yang tinggi juga bahan-bahan sintetik yang sukar larut dan nonbiodegradable. Jika industri membuang limbah buangan, aliran air limbah akan melalui perairan sekitar pemukiman. Limbah tersebut dapat menaikan kandungan organik seperti BOD,COD, TTS, dan Ph ( Suprihatin, 2014).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PKK 1206393 Chapter5

S PKK 1206393 Chapter5

5. Tahap penerapan prinsip K3 yang dilaksanakan pada tahap persiapan, pelaksanaan, penyelesaian, dan pengawasan, sebagian besar kompetensi yang dikembangkan oleh industri batik menunjukkan sesuai dengan SKKNI Industri Batik.

Baca lebih lajut

TOKSISITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK TERHADAP MORFOLOGI SISIK IKAN NILA GIFT (Oreochomis nilotocus)

TOKSISITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK TERHADAP MORFOLOGI SISIK IKAN NILA GIFT (Oreochomis nilotocus)

84 merupakan organisme perairan yang paling mudah terpengaruh oleh kondisi perairan yang terdampak akibat buangan limbah atau polutan baik yang berasal dari industri maupun rumah tangga. Pada ikan yang hidup dalam habitat terbatas (seperti sungai, danau, dan teluk), ikan sulit menghindar dari pengaruh pencemaran, sehingga unsur-unsur pencemaranmasuk ke dalam tubuhnya. Ikan nila gift (Oreochromis niloticus)sebagai organisme ikan tawar yang hidup di sungai tersebut terancam keberadaannya. Tidak menutup kemungkinan bahwa kadar limbah batik di perairan dapat melebihi baku mutu yang ditentukan, sehingga menimbulkan efek negatif berupa kematian biota. Untuk mengetahui unsur pencemar penyebab terganggunya kehidupan biota dan pengaruh yang ditimbulkannya terhadap biota yang ada, dapat diketahui dari hasiluji toksisitas dengan menggunakan hewan uji (Mangkoedihardjo, 2005). Masuknya bahan pencemar berupa kandungan logam berat industri batik tersebut sangat merugikan bagi kehidupan terutama bagi biota perairan tempat pembuangan limbah cair tersebut seperti ikan nila gift.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Abstrak UI

Abstrak UI

Perkembangan industri di Indonesia memberikan dampak bagi kehidupan baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif salah satunya adalah pencemaran air akibat zat warna. Zat warna sering digunakan dalam industri pakaian, makanan, kosmetik, kertas dan plastik. Zat warna memiliki struktur kompleks aromatik yang membuat lebih stabil sehingga sulit untuk terurai oleh hayati. Penggunaan zat warna tersebut salah satunya pada industri batik di Jawa Tengah sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan air karena sisa olahan air batik tidak dinetralkan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat Electromediation limbah air batik di Jawa Tengah untuk menetralkan limbah air batik pada industri pembuatan batik supaya sisa olahan air tidak mencemari lingkungan. Metode penelitian yang digunakan meliputi 4 langkah yaitu: studi identifikasi, perancangan, pelaksanaan dan evaluasi. Desain alat p o w e r s u p p l y d a n t a b u n g r e a k t o r . Hasil penelitian didapat pada proses elektrolisis limbah air batik. Kandungan unsur Cu (cuprum) akan tertarik ke elektroda positif dan kandungan PbO 2 (plumbum dioksida) akan tertarik ke
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PARTISIPASI PENGRAJIN BATIK DALAM PENGELOLAAN LIMBAH DI WILAYAH INDUSTRI BATIK KELURAHAN JENGGOT KECAMATAN PEKALONGAN SELATAN -

PARTISIPASI PENGRAJIN BATIK DALAM PENGELOLAAN LIMBAH DI WILAYAH INDUSTRI BATIK KELURAHAN JENGGOT KECAMATAN PEKALONGAN SELATAN -

3. Tingkat keberhasilan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah kurang berhasil terbukti dengan kondisi sungai yang keruh dan berbau serta selokan- selokan warga yang macet sehingga terjadi pencemaran lingkungan.dari hasil penelitian tingkat keberhasilkan dapat disimpulkan antara lain megatakan kurang berhasil 47orang (48,5%),cukup berhasil 8 orang(8,2%),berhasil 3 orang(3,1%) dan lainya mengatakan tidak ada sangat berhasil .Rendahnya keberhasilan pengelolaan limbah tersebut karena dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu (a) daya tampung limbah pada IPAL yang dikelola oleh pemerintah masih kurang sehingga banyak limbah langsung dibuang ke sungai, (b) tidak adanya partisipasi warga dan pengrajin batik dalam pengelolaan IPAL sehingga bergantung sepenuhnya terhadap pengelolaan lmbah melalui IPAL kepada pemerintah/pengelola IPAL.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PKK 1102409 Chapter 5

S PKK 1102409 Chapter 5

1. Hasil analisis program pelatihan di tiga industri batik Cimahi yaitu bahwa ketiga industri batik yang menyelenggarakan pelatihan batik telah memiliki identitas program pelatihan yang terdiri dari tempat pelatihan, bentuk kegiatan, pokok bahasan, sasaran dan waktu. Selain identitas program, ketiga industri batik di Cimahi juga telah memiliki tujuan pelatihan membatik. Metode dan media pelatihan pun telah dimiliki dan diterapkan dalam setiap proses pelatihan batik. Satu dari tiga industri batik di Cimahi telah memiliki modul pelatihan, sedangkan dua industri batik lainnya belum memiliki modul pelatihan batik. Biaya pelatihan yang dirumuskan untuk kegiatan pelatihan batik berbeda-beda pada setiap industri batik. Hasil analisis kebutuhan program pelatihan batik yang belum dimiliki ketiga industri batik di Cimahi pada umumnya yaitu skenario kegiatan pelatihan yang berisikan tentang langkah-langkah awal hingga akhir dalam kegiatan pelatihan batik dan materi pelatihan batik berbasis kearifan lokal Cimahi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ADSORPSI Pb2+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH PADAT AGAR-AGAR Repository - UNAIR REPOSITORY

ADSORPSI Pb2+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH PADAT AGAR-AGAR Repository - UNAIR REPOSITORY

pada limbah cair industri batik menggunakan adsorben limbah padat agar-agar berdasarkan variasi pH, massa adsorben, dan waktu kontak, serta karakteristik gugus fungsi, morfologi, dan kandungan unsur adsorben sebelum dan setelah adsorpsi. Percobaan dilakukan skala laboratorium pada variasi pH (3, 4, 5, 6, 7, dan pH asli limbah cair batik (4,5)), massa adsorben (0,2, 0,5, 0,75, 1, 2,5, dan 3 g), dan waktu kontak (5, 10, 15, 30, 60, 90, dan 120 menit). Data efisiensi adsorpsi diuji dengan Anova-One Way (α = 0,05), lalu jika ada beda signifikan dilanjutkan dengan uji Duncan (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan ada beda signifikan dari efisiensi adsorpsi berdasarkan variasi pH, massa adsorben, dan waktu kontak. pH optimum pada pH 5, massa adsorben efisien adalah 1 g, dan waktu kontak efisien adalah 60 menit, efisiensi adsorpsi sebesar 91,69%. Hasil pengujian FTIR menunjukkan bahwa adsorben limbah padat agar-agar mengandung gugus hidroksil, karboksil, alkana, alkena, dan nitro aromatik. Hasil pengujian SEM memperlihatkan bentuk serpihan tidak teratur dari morfologi permukaan adsorben. Kandungan unsur adsorben terdiri dari C, O, K, Na, Al, dan Si. Perbedaan kandungan adsorben sebelum dan setelah adsorpsi, yaitu dengan tergantinya unsur Na dengan Pb.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...