Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok

Top PDF Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok:

Pemanfaatan Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok Sebagai Pengisi Bahan Papan Gipsum Partisi  Dengan Perekat Tepung Tapioka

Pemanfaatan Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok Sebagai Pengisi Bahan Papan Gipsum Partisi Dengan Perekat Tepung Tapioka

Pada bab ini akan diketengahkan hasil pengujian specimen yang dibuat dari limbah padat kertas rokok dengan bahan perekat tepung tapioka. Dosis bahan perekat dibuat 10 % dari limbah yang digunakan sebagai pengisi. Variasi Komposisi dilakukan untuk mengetahui apakah sifat fisik limbah padat pabrik kertas rokok sebagai pengisi bahan papan gypsum partisi berubah secara signifikan bila terjadi perubahan komposisi pengisi dan perekat sehingga dapat diketahui jumlah bahan perekatt dan pengisi yang paling optimum. Dari hasil pengujian akan diperoleh kondisi optimum dalam pemanfaatan limbah padat pabrik kertas rokok sebagai pengisi bahan papan gypsum partisi dengan perekat tepung tapioka. Kelayakan akan ditentukan dengan membandingkan hasil pengujian dengan spesifikasi papan gypsum Jayaboard .
Show more

65 Read more

Pembuatan Papan Gipsum Plafon Dengan Bahan Pengisi Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok Dan Perekat Polivinil Alkohol

Pembuatan Papan Gipsum Plafon Dengan Bahan Pengisi Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok Dan Perekat Polivinil Alkohol

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah padat pabrik kertas rokok dan perekat PVA yang digunakan sebagai bahan pengisi papan gipsum plafon. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengujian sesuai ASTM C473 untuk memperoleh nilai optimum dan karakteristik dari bahan pengisi dan perekat PVA. Dari pengujian didapat prosedur optimum dengan menambahkan 125 gram limbah padat pabrik kertas rokok dan 12,5 gram PVA cukup memadai untuk dijadikan papan gipsum plafon. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekakuan dan kekuatan fleksural yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan papan gipsum komersial. Demikian juga hasil penyerapan air dan defleksi untuk penambahan bahan limbah padat kertas rokok dan perekat PVA mengalami penurunan yang signifikan, menunjukkan bahwa bahan dapat digunakan pada ruangan yang lembab dan tahan terhadap serangan jamur. Dari hasil pegujian menunjukkan bahwa limbah padat pabrik kertas rokok dan perekat PVA layak digunakan sebagai pengisi papan gipsum plafon.
Show more

75 Read more

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan limbah padat pabrik kertas rokok, sebagai bahan kapur untuk mengatasi kemasaman tanah Ultisol serta peningkatan unsur hara akibat pemberian pupuk kandang ayam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai dengan Februari 2017, menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dimana faktor 1 (limbah padat pabrik kertas rokok) terdiri dari 4 taraf dan faktor 2 (pupuk kandang ayam) terdiri dari 3 taraf dengan 3 ulangan yang kemudian diuji dengan uji T. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian USU, parameter yang diamati meliputi pH tanah, Al-dd, P-tersedia, tinggi tanaman, serta berat kering tajuk dan akar.
Show more

2 Read more

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol Chapter III VI

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol Chapter III VI

Bobot kering akar tidak dipengaruhi oleh aplikasi limbah pabrik kertas rokok dan pupuk kandang ayam.Dari hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian limbah padat pabrik kertas rokok tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan bobot kering akar, dimana bobot kering akar tertinggi pada taraf L4 (22,39 g) dan terendah pada taraf L0 (9,40 g). Kemungkinan dikarenakan ketersediaan hara yang tidak cukup untuk perkembangan akar tanaman seperti unsur P yang didukung dari hasil analisis P tersedia yang tidak berpengaruh nyata meskipun ada peningkatan. P dapat pula dikatakan menstimulir pertumbuhan dan perkembanganperakaran tanaman. Unsur hara yang akan diserap oleh akar ditentukan olehsemua faktor yang mempengaruhi ketersediaan unsur hara sampai unsur haratersebut berada di permukaan akar sehingga mempengaruhi pertumbuhan danperkembangan serta hasil tanaman.
Show more

19 Read more

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol

Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat pabrik kertas rokok mampu menurunkan pH tanah Ultisol, mempengaruhi tinggi tanaman dan berat kering tajuk, serta berpotensi dalam menurunkan Al-dd dan berpotensi memenuhi ketersediaan P dalam tanah. Pupuk kandang ayam mampu menurunkan pH tanah Ultisol dan meningkatkan kandungan P tanah Ultisol serta berpotensi dalam menurunkan Al-dd tanah.

10 Read more

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Limbah Padat dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dengan Kapasitas Produksi 15.000 Ton/Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Limbah Padat dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dengan Kapasitas Produksi 15.000 Ton/Tahun

Instrumentasi adalah suatu alat yang dipakai di dalam suatu proses kontrol untuk mengatur jalannya proses agar diperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Dalam suatu pabrik kimia, pemakaian instrumen merupakan suatu hal yang sangat penting karena dengan adanya rangkaian instrumen tersebut maka operasi semua peralatan yang ada di dalam pabrik dapat dimonitor dan dikontrol dengan cermat, mudah dan efisien, sehingga kondisi operasi selalu berada dalam kondisi yang diharapkan. Namun pada dasarnya, tujuan pengendalian tersebut adalah agar kondisi proses di pabrik mencapai tingkat kesalahan (error) yang paling minimum sehingga produk dapat dihasilkan secara optimal (Perry, 1999).
Show more

Read more

I. PENDAHULUAN  KUALITAS VERMIKOMPOS LIMBAH SLUDGE INDUSTRI KECAP DAN SERESAH DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) DENGAN VARIASI CACING TANAH Lumbricus rubellus Hoffmeister DAN Eisenia foetida Savigny.

I. PENDAHULUAN KUALITAS VERMIKOMPOS LIMBAH SLUDGE INDUSTRI KECAP DAN SERESAH DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) DENGAN VARIASI CACING TANAH Lumbricus rubellus Hoffmeister DAN Eisenia foetida Savigny.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair organik adalah dengan menggunakan lumpur aktif. Lumpur aktif mengandung bakteri pengurai sehingga limbah organik dapat terurai secara aerobik. Menurut Asmadi dan Suharno (2012), hampir semua jenis limbah cair industri pangan dapat diolah dengan sistem lumpur aktif seperti limbah cair industri tapioka, industri nata de coco, industri kecap, dan industri tahu. PT. Lombok Gandaria sebagai salah satu produsen kecap juga menggunakan sistem lumpur aktif untuk mengolah limbah proses produksinya.
Show more

Read more

Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Limbah Padat Dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Kapasitas 16.000 Ton/Tahun

Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Limbah Padat Dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Kapasitas 16.000 Ton/Tahun

Biodiesel merupakan jenis bahan bakar yang dapat menggantikan solar yang jumlahnya semakin hari semakin menipis. Limbah padat dan limbah cair dari pabrik kelapa sawit sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Hal ini karena jumlah limbah padat dan limbah cair dari pabrik kelapa sawit yang dihasilkan tiap tahunnya cukup besar dan jika tidak diolah dapat merusak lingkungan. Selain itu, harga limbah padat dan limbah cair dari pabrik kelapa sawit relatif murah sehingga harga biodiesel dari bahan baku limbah limbah padat dan limbah cair dari pabrik kelapa sawit mampu bersaing dengan harga minyak solar. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai pembuatan biodiesel dari limbah padat dan limbah cair dari pabrik kelapa sawit skala pabrik.
Show more

Read more

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS SEBAGAI PAPAN PARTISI.

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS SEBAGAI PAPAN PARTISI.

Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat bahwa papan partisi berperekat lem kayu lebih banyak memenuhi standar SNI 1996 dibanding papan partisi berperekat semen. Hal tersebut menginformasikan bahwa dalam penelitian ini, lem kayu lebih cocok digunakan sebagai campuran perekat untuk papan partisi berbahan baku limbah padat (sludge) industri kertas dibandingkan dengan semen. Papan partisi berperekat lem ¾ dengan rasio limbah padat 85 dan 80%, yang terbaik dibandingkan dengan rasio yang lain berdasarkan standar SNI 1996, Namun melihat kelenturan yang dihasilkan oleh papan, yang paling mendekati standar adalah rasio papan partisi yang terbaik, yaitu papan partisi berperekat lem ¾ dengan rasio limbah padat 80%. Rasio papan berperekat lem ¾ dengan limbah padat 80% memiliki pengembangan tebal yang rendah dan kelnturan yang tinggi, mendekati standar SNI 1996.
Show more

Read more

Teknologi Pengelolaan Limbah Industri Pe

Teknologi Pengelolaan Limbah Industri Pe

Tinta cetak pertama kali digunakan oleh orang China yang menemukan kertas pada tahun 100 – 200 M. Unsur-unsur dasar adalah serbuk karbon yang dilarutkan dalam lem dan minyak, dipakai dengan sebatang tabung bamboo dan kemudian hari dengan kuas. Tinta Gutenberg (1440) sedikit berbeda dalam unsur utamanya, terdiri dari minyak biji rami (70%), vernis lithografi, karbon dari minyak, serbuk tulang dan unsur tumbuh- tumbuhan (30%). Tinta cetak modern yang unsur-unsurnya terdiri dari zat warna (pigment), bahan pengikat (vehicle), bahan pencair (thinner), bahan pengering (drier) dan pengubah (modifier).
Show more

16 Read more

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PERILAKU PENANGANAN AWAL LIMBAH MEDIS BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT (Studi di RSUD Kardinah Kota Tegal) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PERILAKU PENANGANAN AWAL LIMBAH MEDIS BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT (Studi di RSUD Kardinah Kota Tegal) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Pemilahan dilakukan mulai dari sumber penghasil limbah dengan maksud untuk memisahkan limbah berdasarkan jenis, kelompok, dan/atau karakteristik limbah. 30 Limbah yang akan dimanfaatkan kembali agar dipisahkan dengan wadah tersendiri agar tidak bercampur dengan yang tidak dimanfaatkan kembali. 20 Pemilahan untuk limbah medis sesuai dengan kelompok ini menggunakan wadah yang dilapisi plastik berwarna kuning, dimana persyaratan wadah limbah di ruangan adalah 25 :

20 Read more

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Kajian manajemen teknologi dan investarisasi penerapan koefisiensi pada pabrik kelapa sawit pinang tinggi - Repository Sekolah Bisnis IPB

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Kajian manajemen teknologi dan investarisasi penerapan koefisiensi pada pabrik kelapa sawit pinang tinggi - Repository Sekolah Bisnis IPB

Hasil utama yang diperoleh dari pengolahan tandan buah sawit adalah minyak sawit (CPO) dan inti sawit. Hasil sampingan yang diperoleh ialah tandan kosong, serat, tempurung dan limbah cair. Limbah padat yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit bersumber dari tandan buah sawit, sedangkan limbah cair disebabkan perlakuan pada proses pengolahan yaitu penambahan air yang digunakan pada proses pengenceran, pemisahan inti dengan tempurung, pada hidrosiklon, air pencucian pada pabrik dan hasil pemurnian air pada waktu pengolahan air. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan selain limbah padat dan limbah cair adalah gas yang berasal dari insenerator (Nainggolan,1997)
Show more

9 Read more

Pengomposan limbah lumpur dan serat buah kelapa sawit pada kondisi steril dan tidak steril menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL)

Pengomposan limbah lumpur dan serat buah kelapa sawit pada kondisi steril dan tidak steril menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL)

Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter atau aktivator dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Bahan utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga.

11 Read more

PENYELESAIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PENDEKATAN BUDAYA HUKUM DAN HUBUNGAN KEMITRAAN ( SUATU STUDI KASUS )

PENYELESAIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PENDEKATAN BUDAYA HUKUM DAN HUBUNGAN KEMITRAAN ( SUATU STUDI KASUS )

Pihak Pabrik Gula (PG) Tasikmadu yang diwakili oleh Bayu Prayitno selaku Koordinator Tim Penanganan Limbah PG Tasikmadu menyatakan bahwa kasus pembuangan limbah PG Tasikmadu di desa Triyagan diluar sepengetahuan PG Tasikmadu dan bukan berada dibawah tanggung jawab PG Tasikmadu melainkan melalui rekanan. Ditambahkan oleh Bayu Prayitno bahwa limbah berupa blotongan dan abu ketel tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti yang dikhawatirkan masyarakat selama ini. Berdasarkan kasus tersebut maka PG Tasikmadu akan lebih berhati-hati kalau ada permintaan limbah untuk keperluan apapun. PG Tasikmadu akan mensyaratkan bagi pihak ketiga yang hendak meminta limbah dari PG Tasikmadu untuk melampirkan persetujuan dari lingkungan atau aparat desa yang dituju. Pihak Pg Tasikmadu juga akan menanyakan kepada pihak ketiga yang meminta limbah dari PG Tasikmadu mengenai kemana tujuan limbah akan dibawa atau diangkut. Sebenarnya PG Tasikmadu sudah memiliki prasarana IPAL untuk menampung dan mengolah limbah,namun saat ini IPAL sedang mengalami perbaikan desain dengan tujuan agar limbah yang dihasilkan oleh PG Tasikmadu berstandar dibawah baku mutu lingkungan sehingga limbah yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan oleh warga masyarakat sekitar.
Show more

12 Read more

Efek Residu Pemberian Limbah Padat Pabrik Rokok Dan Pupuk Fosfat Pada Ultisol Terhadap Ketersediaan Serta Serapan Fosfat Dan Kalium Pada Tanah Serta Tanaman Padi (Oryza Sativa L.)

Efek Residu Pemberian Limbah Padat Pabrik Rokok Dan Pupuk Fosfat Pada Ultisol Terhadap Ketersediaan Serta Serapan Fosfat Dan Kalium Pada Tanah Serta Tanaman Padi (Oryza Sativa L.)

Pemberian limbah pabrik rokok dan pupuk fosfat juga dapat meningkatkan pH tanah dan menurunkan kejenuhan Al. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Henman (2007) menunjukkan bahwa pemberian limbah pabrik rokok yang diinkubasi selama 4 minggu pada inceptisol dapat meningkatkan pH tanah, P-tersedia tanah, serapan N, P dan K tanaman serta pertumbuhan tanaman. Dimana penambahan pupuk fosfat pada tanah masam selain menambah kandungan fosfat tanah, jika pupuk fosfat diberikan dengan dosis yang tinggi. Dapat mengikat ion-ion Fe dan Al yang terlarut. Penambahan bahan organik dapat mengurangi pengaruh racun dari ion-ion Al, Fe dan Mn. Karena bahan organik dapat mengkhelate ion-ion tersebut sehingga kelarutannya di dalam tanah berkurang. Bahan organik juga dapat mengurangi penguapan air tanah.
Show more

Read more

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol

Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea maysL.) Akibat Pemberian Limbah Kertas Rokok Dan Pupuk Kandang Ayam Di Tanah Ultisol

Limbah padat pabrik kertas pembungkus rokok diketahui memiliki kadar bahan organik dan kalsium karbonat cukup tinggi. Bahan limbah ini berpotensi digunakan kembali ( reuse ) sebagai bahan kapur.Oleh sebab itu perlu dikaji potensi limbah pabrik kertas rokok, dalam hal ini dari PT.Pusaka Prima Mandirisebagai bahan kapur.

3 Read more

PENGARUH LIMBAH PADAT PABRIK KERTAS TERHADAP HASIL TANAMAN BAWANG MERAH

PENGARUH LIMBAH PADAT PABRIK KERTAS TERHADAP HASIL TANAMAN BAWANG MERAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam limbah padat pabrik kertas pada berbagai dosis pemberian terhadap hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu,Kabupaten Karanganyar pada bulan Desember 2004 sampai dengan Februari 2005 dengan jenis tanah regosol pada ketinggian tempat 110 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dengan 12 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali. Faktor pertama macam limbah padat pabrik kertas yang terdiri 3 taraf yaitu sludge, biosludge dan pith. Faktor kedua : dosis limbah padat pabrik kertas yang terdiri 4 taraf yaitu 0 ton/ha (kontrol), 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan macam dan dosis limbah padat pabrik kertas berpengaruh sangat nyata terhadap semua komponen hasil. Ada interaksi antara macam limbah padat pabrik kertas dengan dosis limbah padat pabrik kertas pada semua paramter yang diamati. Berat umbi kering konsumsi tertinggi dicapai pada kombinasi limbah sludge dengan dosis 20 ton/ha sebesar 26,67 gram per tanaman.
Show more

Read more

PENGARUH LIMBAH PADAT PABRIK KERTAS TERHADAP HASIL TANAMAN BAWANG MERAH

PENGARUH LIMBAH PADAT PABRIK KERTAS TERHADAP HASIL TANAMAN BAWANG MERAH

Meningkatnya jumlah umbi yang terbentuk ini karena terkait dengan ketersediaan unsur hara yang semakin meningkat. Dengan penambahan dosis limbah berarti akan menambah unsur hara yang disediakan termasuk unsur kalium. Menurut Supardi (1993) untuk pembentukan umbi yang baik diperlukan banyak unsur kalium. Hal ini karena kalium mempunyai fungsi untuk katalisator translokasi fotosintat dari daun ke umbi. Semakin banyak unsur kalium yang tersedia bagi tanaman maka proses translokasi fotosintat akan semakin lancar dan cepat sampai pada batas dosis kalium tertentu.
Show more

Read more

STABILITAS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN LIMBAH PADAT PABRIK KERTAS TERHADAP KUAT GESER TANAH

STABILITAS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN LIMBAH PADAT PABRIK KERTAS TERHADAP KUAT GESER TANAH

Penelitian ini dilakukan dengan cara stabilisasi tanah lempung. Pengujian menggunakan tanah lempung diambil dari Penawangan Kabupaten Grobogan dengan bahan stabilisasi limbah padat pabrik kertas yang diambil dari PT. PAPERTECH Magelang Jawa Tengah. Penelitian dengan perbandingan campuran bahan stabilisasi limbah padat pabrik kertas 0%, 5%, 10%, dan 15% serta dengan masa pemeraman 0 hari, 3 hari, dan 7 hari. Penelitian ini meliputi sifat fisik dan mekanik tanah lempung ditinjau dari uji geser langsung (Direct Shear). Data yang diperoleh dari kegiatan penelitian dianalisis secara deskriptif yang dituangkan dalam bentuk tabel dan grafik-grafik hubungan.
Show more

Read more

PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH PADAT SLUDGE

PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH PADAT SLUDGE

Peningkatan hasil budidaya cacing sutra terbanyak pada media 6. Hasil pemanenan menunjukkan bahwa cacing sutra. yang dibudidayakan selama 15 hari kurang maksimum meningkat hanya 9,667%. Hal itu dikarenakan. Cacing sutra kekurang nutrisi sehingga tidak bisa berkembang dengan baik, selain itu juga dikarenakan aliran air, intensitas cahaya, tembat media budidaya, jarak antara permukaan air dengan permukaan media, kandungan senyawa dalam limbah padat pabrik kertas

Read more

Show all 10000 documents...