Limbah Serutan Kayu

Top PDF Limbah Serutan Kayu:

KUAT TEKAN SEMEN KOMPOSIT LIMBAH SERUTAN KAYU SENGON SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PAPAN SEMEN

KUAT TEKAN SEMEN KOMPOSIT LIMBAH SERUTAN KAYU SENGON SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PAPAN SEMEN

b. Mengetahui perilaku mekanika pemakaian papan semen komposit limbah serutan kayu pada panel struktur pracetak terhadap kualitas semen komposit, sehingga didapatkan komposisi campuran partikel kayu yang paling baik dan optimal (optimum) sebagai bahan penyusun balok semen komposit.

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perlakuan pendahuluan perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi larutan asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan dan membandingkan dengan standar JIS A 5908 (2003).

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Kayu yang telah mengalami proses asetilasi akan menyerap uap air lebih sedikit dibandingkan dengan kayu yang tidak diasetilasi. Perilaku penyerapan uap air pada kayu yang diasetilasi juga tergantung pada jenis kayu yang digunakan dalam pembuatan papan (Krisdianto, 2012). Dalam hal ini dilakukan penggunaan asam asetat sebagai pelapis partikel limbah serutan kayu sebagai pengganti gugus asetil yang memiliki karakteristik yang sama sebagai pelapis untuk meningkatkan stabilitas dimensi papan partikel.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pada umumnya kelemahan dari papan partikel yang menggunakan perekat urea formaldehida (UF) terletak pada stabilitas dimensinya yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan sistem perendaman partikel selama 24 jam untuk tiap jenis konsentrasi asam asetat yang dibuat. Konsentrasi asam asetat yang dibuat untuk merendam limbah serutan yaitu 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4%. Partikel yang telah direndam selanjutnya dikeringkan dengan menggunakan oven hingga KA 5%. Kadar perekat UF yang digunakan dalam penelitian yaitu 12%. Papan partikel dibuat dengan kerapatan target sebesar 0,75 g/cm 3 menggunakan kempa panas dengan suhu 130 0 C dan tekanan 30 kg/cm 2 selama 10 menit. Pengujian terhadap contoh uji papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908 (2003) untuk pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman partikel dalam beberapa konsentrasi asam asetat dapat menurunkan pengembangan tebal (PT) dan daya serap air (DSA) papan partikel. Peningkatan stabilitas dimensi yang terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi asam asetat 1%. Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan nilai internal bond (IB) dengan perlakuan perandaman asam asetat dan hampir secara keseluruhan memenuhi standar JIS A 5908 (2003). Pengujian terhadap modulus of elasticity (MOE) dan modulus of rupture (MOR) menunjukkan nilai yang terbaik pada perendaman konsentrasi asam asetat 1%, namun secara keseluruhan nilai MOE dan MOR papan partikel belum memenuhi standar JIS A 5908 (2003).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pada umumnya kelemahan dari papan partikel yang menggunakan perekat urea formaldehida (UF) terletak pada stabilitas dimensinya yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan sistem perendaman partikel selama 24 jam untuk tiap jenis konsentrasi asam asetat yang dibuat. Konsentrasi asam asetat yang dibuat untuk merendam limbah serutan yaitu 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4%. Partikel yang telah direndam selanjutnya dikeringkan dengan menggunakan oven hingga KA 5%. Kadar perekat UF yang digunakan dalam penelitian yaitu 12%. Papan partikel dibuat dengan kerapatan target sebesar 0,75 g/cm 3 menggunakan kempa panas dengan suhu 130 0 C dan tekanan 30 kg/cm 2 selama 10 menit. Pengujian terhadap contoh uji papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908 (2003) untuk pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman partikel dalam beberapa konsentrasi asam asetat dapat menurunkan pengembangan tebal (PT) dan daya serap air (DSA) papan partikel. Peningkatan stabilitas dimensi yang terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi asam asetat 1%. Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan nilai internal bond (IB) dengan perlakuan perandaman asam asetat dan hampir secara keseluruhan memenuhi standar JIS A 5908 (2003). Pengujian terhadap modulus of elasticity (MOE) dan modulus of rupture (MOR) menunjukkan nilai yang terbaik pada perendaman konsentrasi asam asetat 1%, namun secara keseluruhan nilai MOE dan MOR papan partikel belum memenuhi standar JIS A 5908 (2003).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pada umumnya kelemahan dari papan partikel yang menggunakan perekat urea formaldehida (UF) terletak pada stabilitas dimensinya yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan sistem perendaman partikel selama 24 jam untuk tiap jenis konsentrasi asam asetat yang dibuat. Konsentrasi asam asetat yang dibuat untuk merendam limbah serutan yaitu 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4%. Partikel yang telah direndam selanjutnya dikeringkan dengan menggunakan oven hingga KA 5%. Kadar perekat UF yang digunakan dalam penelitian yaitu 12%. Papan partikel dibuat dengan kerapatan target sebesar 0,75 g/cm 3 menggunakan kempa panas dengan suhu 130 0 C dan tekanan 30 kg/cm 2 selama 10 menit. Pengujian terhadap contoh uji papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908 (2003) untuk pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman partikel dalam beberapa konsentrasi asam asetat dapat menurunkan pengembangan tebal (PT) dan daya serap air (DSA) papan partikel. Peningkatan stabilitas dimensi yang terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi asam asetat 1%. Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan nilai internal bond (IB) dengan perlakuan perandaman asam asetat dan hampir secara keseluruhan memenuhi standar JIS A 5908 (2003). Pengujian terhadap modulus of elasticity (MOE) dan modulus of rupture (MOR) menunjukkan nilai yang terbaik pada perendaman konsentrasi asam asetat 1%, namun secara keseluruhan nilai MOE dan MOR papan partikel belum memenuhi standar JIS A 5908 (2003).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

digunakan adalah UF (urea formaldehida) dengan kadar perekat 10%, dengan target kerapatan 0,75 g/cm 3 . Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Hasil pengujian sifat fisis menunjukkan bahwa perlakuan perendaman serutan kayu dalam larutan asam asetat dan acetic anhydride dapat menurunkan pengembangan tebal (PT) dan dayaserap air (DSA) papan partikel. Peningkatan stabilitas dimensi yang terbaik ditunjukkan oleh perlakuan 70 / 30 . Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan nilai IB

11 Baca lebih lajut

Sifat Fisis-Mekanis Papan Partikel dari Serbuk Bulu Domba, Serbuk Gergaji, dan Serutan Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria)

Sifat Fisis-Mekanis Papan Partikel dari Serbuk Bulu Domba, Serbuk Gergaji, dan Serutan Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria)

Tahap berikutnya setelah persiapan partikel dan perekat ialah pencampuran partikel dengan perekat secara manual dengan menggunakan ember. Perekat dicampurkan ke permukaan partikel secara manual dengan menuangkan perekat ke dalam ember yang berisikan partikel-partikel, kemudian diaduk sampai rata dengan menggunakan kedua tangan sampai partikel dan perekat tercampur merata. Pembuatan papan partikel dilakukan dengan cara pembuatan tiga lapisan, yaitu kedua sisi lapisan terluar dibuat dengan menggunakan serutan kayu Sengon dengan cara membagi dua dari jumlah jumlah Serutan kayu yang digunakan dan lapisan tengah dibuat dengan campuran bubuk bulu domba dengan serbuk gergaji kayu Sengon. Setelah perlakuan perekatan, adonan dibentuk dengan cetakan datar yang berukuran 30 cm x 30 cm x 1cm dikempa panas dengan panas dengan suhu 130 o C dan tekanan spesifik kempa sebesar 30 kg/cm 2 selama 10 menit (Purnawulan, 2004). Mesin kempa deapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pada umumnya papan partikel memiliki kelemahan terhadap stabilitas dimensi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman asam asetat dan acetic anhydride terhadap sifatfisis dan mekanis papan partikel dari serutan kayu durian. Metode penelitian ini menggunakan perendaman serutan kayu durian dalam campuran larutan asam asetat dan acetic anhydride dengan konsentrasi larutan asam asetat 3% dan acetic anhydride 2% dengan perlakuan 100 / 0 , 80 / 20 , 70 / 30 , dan control selama 24 jam. Perekat yang

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kecepatan Udara Terhadap Performa Crassdraft Gasifier Dengan Bahan Bakar Serutan Kayu Jati.

PENDAHULUAN Pengaruh Kecepatan Udara Terhadap Performa Crassdraft Gasifier Dengan Bahan Bakar Serutan Kayu Jati.

Biomassa dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan menjadi bahan bakar atau untuk produksi industri, umumnya biomassa merujuk pada materi tumbuhan yang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel, tapi dapat juga mencakup materi tumbuhan atau hewan yang digunakan untuk produksi serat, bahan kimia atau panas, biomassa dapat juga meliputi limbah terbiodegradasi yang dapat dibakar sebagai bahan bakar, biomassa tidak mencakup materi organik yang telah tertrasformasi oleh proses biologis menjadi zat seperti batu bara atau minyak bumi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengelolaan limbah kayu dan plastik.pdf

Pengelolaan limbah kayu dan plastik.pdf

• • • Kerugian : merusak lansekap kota, mencemari udara, menimbulkan bau tidak sedap Potensi yang terabaikan, berpotensi menjadi sarang penyakit.. Yang termasuk plastik thermoplast an[r]

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Jenis urea formaldehyde (UF) dapat dikerjakan untuk proses perekatan panas (±100 0 C ) atau dingin (±30 0 C) . Proses panas lebih umum digunakan pada pemakian non structural seperti industri kayu lapis, proses dingin lebih sesuai untuk keperluan structural mengingat ketebalan atau dimensi elemen yang direkatan. Penggunaan perekat jenis ini perlu control keasaman dan harus ditambahkan bahan pengisi (filler) agar mengisi pori bahan yang direkat namun ketebalan garis perekatan harus dikontrol untuk tidak lebih dari 0,1 mm agar terhindar retak. Perekat UF juga mempunyai kelemahan terhadap air, suhu dan kelemahan ekstrim sehingga lebih cocok digunakan untuk struktur terlindung, (Prayitno, 1996).
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

PENGARUH BERBAGAI JENIS BAHAN LITTER TERHADAP KUALITAS LITTER BROILER FASE FINISHER DI CLOSED HOUSE

PENGARUH BERBAGAI JENIS BAHAN LITTER TERHADAP KUALITAS LITTER BROILER FASE FINISHER DI CLOSED HOUSE

Jerami padi merupakan salah satu limbah hasil pertanian yang berasal dari tanaman padi berupa batang padi yang sudah dikeringkan. Ketersediaan jerami padi ini bersifat musiman, sehingga akan melimpah pada saat musim panen. Jerami padi dapat digunakan sebagai alas kandang ( litter ) karena memiliki beberapa sifat dalam menunjang pemeliharaan broiler yaitu dapat mengurangi kemungkinan terjadinya lepuh dada sehingga broiler dapat tumbuh dengan maksimal serta pengelolaannya lebih mudah dilakukan (Rasyaf, 2004).

58 Baca lebih lajut

Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Litter Terhadap Kualitas Litter Broiler Fase Finisher Di Closed House

Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Litter Terhadap Kualitas Litter Broiler Fase Finisher Di Closed House

3 menghemat tenaga dan biaya, tatalaksana lebih mudah, dan suhu kandang dapat lebih merata. Litter berfungsi untuk memberikan rasa nyaman kepada ternak dan menyerap air yang berasal dari air minum maupun ekskreta. Selama ini bahan litter yang sering digunakan adalah sekam padi, jerami padi, dan serutan kayu. Bahan-bahan tersebut hendaknya mampu memenuhi beberapa persyaratan yaitu mudah menyerap air, kondisi dan kualitas baik, kering dan tidak berdebu, murah dan mudah didapat, tidak lengket, tidak berjamur, tidak mengandung pestisida atau kontaminan lain, dan tidak mengandung kotoran hewan.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

2. Iskandar Achmad (Pengaruh) . .

2. Iskandar Achmad (Pengaruh) . .

Nilai pengembangan tebal seluruh papan partikel serutan kayu yang dibuat memenuhi syarat Standar Indonesia, Standar Jepang dan Standar FAO karena nilai pengembangan tebalnya lebih kecil dari 12%. Seperti pada papan partikel serutan kayu yang direndam selama 2 jam, pada papan partikel serutan kayu yang direndam selama 24 jam juga menunjukkan makin tinggi tekanan kempa, makin kecil terjadinya pengembangan tebal pada papan partikel serutan kayu, walaupun hasil sidik ragam (Tabel 2) menunjukkan bahwa tekanan kempa tidak berpengaruh nyata terhadap pengembangan tebal papan partikel serutan kayu. Nilai pengembangan tebal papan partikel serutan kayu yang telah direndam selama 24 jam lebih tinggi dibandingkan dengan yang direndam selama 2 jam. Hal ini terjadi karena makin lama waktu perendaman makin banyak kemungkinan air terserap oleh papan partikel, sehingga terjadi pengembangan yang lebih tinggi pada papan partikel tersebut. Nilai pengembangan tebal papan partikel serutan kayu dalam penelitian ini lebih rendah dibandingkan nilai pengembangan tebal papan partikel dari serbuk gergajian menggunakan perekat yang sama yang berkisar antara 13,47 - 17,96% (Yusuf, 2003). Hal ini diduga karena serbuk gergajian lebih mudah menyerap air dibandingkan dengan serutan kayu, sehingga dihasilkan nilai pengembangan tebal yang lebih tinggi. Nilai pengembangan tebal papan partikel serutan kayu juga lebih rendah dibandingkan dengan papan partikel dari campuran kayu rimba dan pinus yaitu 12,62% (Kliwon dan Iskandar, 1994) dan papan partikel dari bambu betung yaitu 11,50% (Sulastiningsih ., 2006). Dengan demikian stabilitas dimensi papan partikel dari serutan kayu yang dibuat lebih tinggi dibanding papan partikel dari serbuk gergajian, campuran kayu rimba dan pinus serta dari bambu betung.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh  Rasio  Semen  dan  Partikel terhadap Kualitas Papan      	  Semen dari Limbah Partikel Industri Pensil

Pengaruh Rasio Semen dan Partikel terhadap Kualitas Papan Semen dari Limbah Partikel Industri Pensil

Rasiosemen dengan partikel kayu merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi sifat dan kualitas papan semen partikel yang dihasilkan (Prayitno, 1995). Rasio semen sebagai pengikat dalam papan semen sangat berpengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik papan yang dihasilkan (Kamil, 1970). Jika rasio semen yang digunakan terlalu banyak maka papan semen yang dihasilkan bersifat regas (mudah patah). Sebaliknya rasio semen yang terlalu sedikit dapat menghambat proses ikatan antara semen dan partikel. Krisnamutra (2012) menyatakan papan semen bambu dengan perbandingan semen:partikel 3:1 dan variasi partikel tertahan 1 cm sebagai core, merupakan rasio ideal dengan pertimbangan biaya yang lebih murah dan kemudahan dalam pembuatan. Penelitian Papadopoulos, dkk (2008) pada papan semen OSB menunjukkan semakin tinggi rasio semen-kayu (rasio semen 1, 2, dan 3) maka semakin tinggi untuk nilai MOE, keteguhan rekat, dan kestabilan dimensi, kecuali nilai MOR optimum pada ratio semen-kayu 2:1.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

FORDA - Jurnal

FORDA - Jurnal

tidak dikenakan pada kayu dari hutan tanaman. K ayu dari hutan tanaman hanya dikenakan pungutan PSDH. Namun menurut Soedomo (2012), produksi hutan tanaman yang diusahakan oleh swasta sebaiknya dibebaskan dari segala bentuk pungutan langsung di hulu, kecuali PBB yang dihitung berdasarkan soil expectation value dari kawasan yang digunakan. Besarnya PSDH dari kayu hutan tanaman adalah 6% dari harga patokan (PP12 tahun 2014). Besarnya harga patokan kayu hutan tanaman didasarkan pada areal kerja, jenis kayu dan kelas diamater. Berdasarkan areal kerjanya, harga patokan kayu hutan tanaman dibedakan ke dalam dua golongan: (1) kayu hutan tanaman industri (HTI), (2) kayu Perum Perhutani dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Termasuk ke dalam jenis- jenis kayu HTI adalah: (1) pinus/tusam, (2) akasia, (3) balsa, (4) ekaliptus, (5) gmelina, (6) karet, (7) sengon, dan (8) jenis kayu bulat lainnya. Termasuk ke dalam jenis-jenis kayu Perum Perhutani dan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah: (1) kayu bulat jati dan sonokeling, (2) kayu bulat rimba indah (sonobrit, mahoni), (3) kayu bulat jenis pinus, damar, sengon, balsa, ekaliptus, jabon, akasia, karet dan gmelina, (4) kayu bulat rimba campuran lain dan (5) rasamala ( A ltingia excelsa Naronha).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PEMANFAATAN TANAMAN UBI KAYU DAN LIMBAHNYA SECARA OPTIMAL ... 915 933 1 PB

TAP.COM - PEMANFAATAN TANAMAN UBI KAYU DAN LIMBAHNYA SECARA OPTIMAL ... 915 933 1 PB

(2009) dengan menggunakan umbi dan kulit ubi kayu pahit setelah perlakuan pencacahan dan pemanasan 37 – 40°C selama 7 jam telah terjadi penurunan kandungan sianida di dalam umbi maupun kulit ubi kayu masing-masing sebesar 33% (dari 234 menjadi 159 mg/kg) dan 23% (dari 777 menjadi 629 mg/kg). Menurut T WEYONGYERE dan K ATANGOLE (2002), proses pencacahan dapat memperbesar peluang kontak antara linamarin dan linamerase dan terjadi disintegrasi struktur sel umbi yang dapat mempercepat hidrolisis (pelepasan sianida). Pencacahan juga dapat memperluas permukaan sehingga memudahkan terjadinya penguapan (pelepasan sianida). Sedangkan, pemanasan akan mempercepat proses penguapan (penurunan sianida), mempercepat dehidrasi dan pemecahan struktur sel, sehingga terjadi degradasi glikosida linamarin dalam ubi kayu oleh enzim linamerase yang menghasilkan glukosa dan aseton sianohidrin untuk selanjutnya melepaskan hidrogen sianida.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

“SKIN LAPTOP SENI BAHAYU” PENGOLAHAN LIMBAH KAYU SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SKIN LAPTOP SENI BAHAYU.

“SKIN LAPTOP SENI BAHAYU” PENGOLAHAN LIMBAH KAYU SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SKIN LAPTOP SENI BAHAYU.

Selama ini potongan-potongan kayu belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal limbah padat kayu tersebut sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk pembuatan produk yang bernilai seni dan ekonomi. Pemanfaatan potongan- potongan kayu yang semula merupakan sampah atau limbah padat tersebut selain merupakan salah satu upaya pengelolaan limbah padat, juga untuk pengoptimalan limbah kayu sebagai salah satu sumber daya alam terbaharui.

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...