limbah tembakau

Top PDF limbah tembakau:

Efektivitas Limbah Tembakau Untuk Pengendalian Wereng Coklat pada Padi dan Pengaruhnya Terhadap Predator

Efektivitas Limbah Tembakau Untuk Pengendalian Wereng Coklat pada Padi dan Pengaruhnya Terhadap Predator

Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas pertanian Universitas Sebelas Maret dimulai bulan April sampai dengan September 2013. Penelitian dilakukan dengan menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu jenis limbah tembakau dan konsentrasi dengan 3 ulangan. Jenis limbah tembakau yang digunakan adalah akar tembakau, kulit batang dan daun rusak. Untuk konsentrasi yang digunakan adalah 12,5%, 6,25%, 3,125% dan 1,56%. Adapun variabel yang diamati untuk mengetahui efektifitas limbah tembakau yaitu mortalitas dan lama kematian wereng coklat serta mortalitas dan kemampuan makan O. javanus pada perlakuan secara langsung dan tidak langsung.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UJI DAYA BUNUH GRANUL EKSTRAK LIMBAH TEMBAKAU (NICOTIANAE TABACUM L ) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI -

UJI DAYA BUNUH GRANUL EKSTRAK LIMBAH TEMBAKAU (NICOTIANAE TABACUM L ) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI -

konsentrasi yang tidak berbeda yaitu konsentrasi granul 10% dengan granul 15%, granul 20%, dan dextrin 10%, konsentrasi granul 15% dengan granul 20%, dan konsentrasi dextrin 10% dengan air. Berdasarkan hasil uji post hoc, nilai mean rank dan sum of ranks menunjukkan bahwa granul konsentrasi 20% memiliki nilai yang lebih besar, sehingga dapat dikatakan granul konsentrasi 20% lebih memiliki efek larvasida dibandingkan dengan granul konsentrasi 15% dan granul konsentrasi 10%. Nilai mean rank dan sum of ranks menunjukkan bahwa granul konsentrasi 15% memiliki nilai yang lebih besar, sehingga dapat dikatakan granul konsentrasi 15% lebih memiliki efek larvasida dibandingkan dengan granul konsentrasi 10%. Nilai mean rank dan sum of ranks pada dekstrin dan air menunjukkan bahwa dekstrin memiliki nilai yang lebih besar, sehingga dekstrin lebih memiliki efek larvasida dibandingkan dengan air. Pada kelompok perlakuan granul limbah tembakau berdasarkan hasil uji post hoc secara umum semakin tinggi konsentrasi, maka semakin tinggi efek larvasida yang dapat menyebabkan kematian larva uji. Hal ini dibuktikan dengan keunggulan granul konsentrasi 20% dibandingkan dengan granul konsentrasi 15% dan granul konsentrasi 10%. Pada konsentrasi granul limbah tembakau yang lebih tinggi terdapat kandungan zat aktif yang lebih banyak daripada konsentrasi yang lebih rendah.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

KAJIAN PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH TEMBAKAU SEBAGAI PELENGKAP PEMUPUKAN NITROGEN PADA BUDIDAYA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.)

KAJIAN PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH TEMBAKAU SEBAGAI PELENGKAP PEMUPUKAN NITROGEN PADA BUDIDAYA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.)

Berat segar seluruh tanaman merupakan hasil pertumbuhan vegetatif tanaman yang memanfaatkan energi cahaya matahari untuk proses fotosintesis secara maksimal. Dari hasil sidik ragam menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Perlakuan penambahan kompos limbah tembakau dapat meningkatkan kadar Nitrogen tersedia di dalam tanah, hal ini dimungkinkan karena kompos mampu menyediakan makanan untuk mikroorganisme di dalam tanah, selain itu proses konsumsi mikroorganisme tersebut mampu menghasilkan Nitrogen secara alami. Selain itu, dengan penambahan bahan organik maka sifat Nitrogen dalam pupuk Urea yang mudah tercuci di dalam tanah akan diperkecil karena pupuk organik mampu mengikat unsur hara dan menyediakan unsur hara sesuai kebutuhannya, sehingga dengan adanya pupuk organik efektifitas dan efisiensi pemupukan menjadi lebih tinggi. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Nugraha (2010) yang menyatakan bahwa, interaksi pemberian pupuk N dan pupuk organik berpengaruh nyata dengan terhadap kandungan bahan organik tanah karena pupuk N tersebut dapat digunakan mikrobia untuk proses metabolisme dan pertumbuhannya, yang akhirnya akan diubah menjadi humus, sehingga bahan organik akan meningkat.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Uji Pemberian Kascing Dan Limbah Tembakau (Pabrik Rokok) Terhadap Beberapa Sifat Kimia Ultisol Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.)

Uji Pemberian Kascing Dan Limbah Tembakau (Pabrik Rokok) Terhadap Beberapa Sifat Kimia Ultisol Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.)

Sumber bahan organik tanah dapat diperoleh baik dari tanaman secara langsung, limbah rumah tangga, limbah pertanian maupun limbah pabrik. Pada penelitian ini sumber bahan organik yang digunakan adalah berasal dari limbah pabrik yaitu limbah tembakau (pabrik rokok). Menurut Robets (1988) dalam Sitepoe (2000) terdapat lebih dari 3040 jenis bahan kimia dijumpai di dalam daun tembakau kering. Hasil analisis awal kandungan hara limbah tembakau dapat dilihat pada Tabel 3. Dari hasil analisis tersebut, kandungan hara yang terdapat di dalamnya diharapkan mampu memperbaiki sifat kimia Ultisol dan pertumbuhan tanaman. Penggunaan limbah ini didasarkan atas semakin pesatnya pertumbuhan industri pabrik rokok yang ada di Indonesia sehingga limbah yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan secara komersial untuk meningkatkan produktifitas pertanian tanpa harus terbuang sia-sia. Dari penelitian ini juga diharapkan adanya penningkatan bahan organik tanah yang kandungannya memang cukup rendah pada tanah Ultisol.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN ARANG BIO LIMBAH TEMBAKAU SE

PEMANFAATAN ARANG BIO LIMBAH TEMBAKAU SE

Tembakau   tidak   dapat   dipungkiri   masih   merupakan   komoditas primadona   dalam   pasar   ekspor   maupun   pasar   lokal   Indonesia. Diperkirakan Indonesia mengekspor sekitar 11.574,2 ton tembakau pada tahun  2015 atau  senilai  59 juta  dolar  Amerika. Di  pasar  lokal sendiri, kebutuhan tembakau dalam negeri diperkirakan mencapai 330 ribu ton per   tahun   (Kemenperin,   2017).   Disamping   kontroversi   terhadap komoditas tembakau karena penggunaannya sebagai bahan baku rokok yang   dinilai   merugikan   kesehatan,   produksi   limbah   hasil   pengolahan tembakau selama pra dan pasca panen menjadi masalah tersendiri yang harus diselesaikan.   
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Produksi Coating Antimikroba Berbasis Li

Produksi Coating Antimikroba Berbasis Li

Sifat fisikokimia limbah daun tembakau dapat dimanfaatkan sebagai bahan antimikroba pada formula coating antimikroba dengan rendemen bubuk 25,85 % dan rendemen ekstrak 10,54%. Sifat fisikokimia formula coating antimikroba terbaik adalah formula yang dibuat dari bahan pati yang ditambahkan ekstrak antimikroba limbah tembakau sebesar 6%. Sifat antimikroba formula coating terbaik dapat menghambat mikroba yang menyebabkan kerusakan pada buah dan sayur yaitu dapat menghambat Pseudomonas aeruginosa dengan rata-rata zona hambat 15,43 mm dan pada Rhizopus sp. dengan rata-rata zona hambat 15,65 mm. Aplikasi formula Coating dengan pati dan ekstrak limbah tembakau 6% pada buah dan sayur menghasilkan mutu produk yang lebih baik dibandingkan tanpa coating (kontrol). Coating dengan penambahan antimikroba limbah tembakau mampu menahan atau menekan terjadinya susut bobot, serta mempertahankan kadar air dan vitamin C produk.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Teknologi Pengolahan Limbah Cengkeh Menjadi Minyak Atsiri Dengan Destilator Taufiq Hidayat 1) Sugeng Slamet 2) 1) Fakultas Teknik Progdi Teknik Mesin- Universitas Muria Kudus 2) Fakultas Teknik Progdi Teknik Mesin – Universitas Muria Kudus Email : ophiqhd

Teknologi Pengolahan Limbah Cengkeh Menjadi Minyak Atsiri Dengan Destilator Taufiq Hidayat 1) Sugeng Slamet 2) 1) Fakultas Teknik Progdi Teknik Mesin- Universitas Muria Kudus 2) Fakultas Teknik Progdi Teknik Mesin – Universitas Muria Kudus Email : ophiqhd

Target program ini adalah mengatasi masalah limbah sisa tembakau dan cengkeh yang bisa dimanfaatkan serta ditingkatkan menjadi lebih bernilai ekonomis, membantu meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat dan kelompok usaha bersama dengan mengolah limbah cengkeh tersebut menjadi minyak atsiri, serta menjadikan program percontohan sebagai bentuk usaha produktif untuk dapat dikembangkan oleh masyarakat, mengingat suplai limbah tembakau dan cengkeh ini melimpah di Kabupaten Kudus.

11 Baca lebih lajut

this PDF file Prevalensi kasus green tobacco sickness pada pekerja petani tembakau di Bantul | Kau | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

this PDF file Prevalensi kasus green tobacco sickness pada pekerja petani tembakau di Bantul | Kau | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan           cross sectional     melibatkan 10 petani tembakau di desa             Selopamioro, kecamatan Imogiri, Bantul. Responden           yang dijadikan sampel adalah responden yang meme-               nuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang diambil dari                 populasi. Kriteria inklusi penelitian adalah petani yang               masih menanam tembakau, berusia di atas 20 tahun,                 saat penelitian tidak sedang menderita penyakit kronis               dan bersedia menjadi responden dalam penelitian.             Kriteria eksklusi adalah perokok pasif dan perokok               aktif, tidak menunjukkan gejala GTS berdasarkan             diagnosis dokter dan petani yang menggunakan             pestisida. Selama proses penelitian, peneliti dibantu             oleh seorang dokter yang melakukan pemeriksaan             mengenai gejala GTS pada petani tembakau.  
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TANSIM PEDUMTEK PENGEMBANGA TANAMAN TEMBAKAU (APBN P 2015)

TANSIM PEDUMTEK PENGEMBANGA TANAMAN TEMBAKAU (APBN P 2015)

Tembakau dan Industri Hasil Tembakau (IHT) di indonesia memiliki peranan strategis dalam perekonomian nasional dan regional karena perannya sebagai sumber pendapatan negara, dan pendapatan petani serta penyedia lapangan kerja di pedesaan dan perkotaan. Pada tahun 2009 penerimaan cukai sebesar Rp. 55,4 triliyun, tahun 2010 sebesar Rp. 63,3 triluin, tahun 2011 sebesar Rp. 66,01 triliyun, tahun 2012 sebesar Rp. 95 trilyun, tahun 2013 sebesar Rp. 104 trilyun dan tahun 2014 sebesar Rp. 116,28 trilyun.

37 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN (TEMBAKAU)

PENGUMUMAN (TEMBAKAU)

16  0265 771511, Ciamis 46211 PENGUMUMAN PELELANGAN SEDERHANA DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor: 602.2/1023/BRG/POKJA-ULP/DISHUTBUN Kelompok Kerja Pengadaan KKP Unit Layanan Pengadaan U[r]

1 Baca lebih lajut

Budidaya Tembakau Fakta dan Cara Info Pa (1)

Budidaya Tembakau Fakta dan Cara Info Pa (1)

merokok” merupakan cara berbagai lembaga untuk membatasi konsumsi tembakau.[7]  Menyuburkan tanaman. Manfaat tembakau bagi tanaman, antara lain membunuh serangga, mencegah serangan kutu tanaman dan mencegah penyakit daun menggulung, cegah hama pengerek serta membasmi kelabang. Manfaat lain, tembakau juga dapat membasmi Tikus Tanah dan menyingkirkan laba-laba.[8]

7 Baca lebih lajut

DAMPAK TMV (Tobacco Mozaic Virus) SEBAGAI INOVASI DALAM PENGOBATAN HIVAIDS

DAMPAK TMV (Tobacco Mozaic Virus) SEBAGAI INOVASI DALAM PENGOBATAN HIVAIDS

Sementara itu bagi badan usaha yang menaungi tanaman tembakau seperti PTPN X yang bergerak di bidang tembakau, gula dan memiliki anak perusahaan di bidang edamame ini dapat memiliki pilihan lain untuk menjual tanaman tembakau yang mereka tanam, selama ini penjualan tembakau sudah memasuki wilayah internasional namun hanya sebagai bahan baku untuk cerutu saja dan dengan adanya inovasi baru ini maka patutlah berbahagia karena dengan begitu tembakau dapat memasuki wilayah internasional dengan jangkauan yang lebih luas yaitu dengan mengekspor bahan baku obat HIV/AIDS.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN OTOMATISASI PEMILAH TEMBAKAU BERDASARKAN KELEMBABAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

RANCANG BANGUN OTOMATISASI PEMILAH TEMBAKAU BERDASARKAN KELEMBABAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

cepat dan efisien, sehingga dapat mempercepat proses dalam industri rokok tersebut. Salah satu sistem yang penulis kenalkan ialah mikrokontroler Atmega16. Atmega merupakan sistem kontroler yang dapat mengeksekusi, memanipulasi dan memonitor proses sistem kerja alat. Keuntungan dari mikrokontroler Atmega16 itu sendiri selain harganya yang murah juga mampu mengontrol alat secara cepat dalam skala kecil. Manfaatnya dalam pembuatan penyortir tembakau berdasarkan kelembaban otomatis ialah mampu menyeleksi kelembaban otomatis dan dengan cepat.

7 Baca lebih lajut

tembakau eka

tembakau eka

Dari hasil analisis KLT menggunakan larutan pengembang metanol didapatkan harga Rf = 0,725. Hasil analisis spektra IR menunjukkan adanya gugus amina tersier aromatis, gugus metil, gugus amina tersier alifatis, dan ikatan C-H aromatis. Hasil kromatogram GC-MS menunjukkan senyawa nikotin muncul pada puncak dengan waktu retensi = 9,245 s dan indeks kemiripan 63 %, hal ini menunjukkan bahwa dalam daun tembakau terdapat alkaloid nikotin. Hasil dari spektrofotometer UV menghasilkan panjang gelombang maksimum 206 nm yang menunjukkan adanya kearomatisan dari cincin piridin dalam nikotin. Ekstrak tembakau yang lain digunakan untuk uji efektivitas terhadap hama penggerek batang padi, dengan cara disemprotkan tanaman padi yang di dalamnya terdapat penggerek batang padi, didapatkan F hitung = 19.061 dan F tabel = 3.48. Karena F tabel < F hitung maka Ho ditolak dan
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

7. Daftar Pustaka

7. Daftar Pustaka

Mamat H.S., S.R.P. Sitorus , H. Hardjomidjojo, dan A.K. Seta. 2006. Analisis mutu, produktivitas, keberlanjutan dan arahan pengembangan usahatani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. J . Littri 12 (4): 146 - 153.

3 Baca lebih lajut

Pengembangan Minyak Atsiri Tembakau sebagai Komoditi Ekspor Penunjang Perekonomian Nasional

Pengembangan Minyak Atsiri Tembakau sebagai Komoditi Ekspor Penunjang Perekonomian Nasional

Neofitadiena adalah komponen utama pada minyak atsiri tembakau, yaitu sebanyak 20% (Stojanovic et al. et al. 2000). Senyawa ini merupakan senyawa yang turut juga teridentifikasi pada daun tanaman Angelica keiskei (Saksono 2007) dan daun benalu Dendrophthoe pentandra L. (Fajriah et al. 2006). Neofitadiena diduga berperan sebagai komponen antioksidan yang umumnya terdapat dalam tanaman-tanaman herbal tersebut. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Wang et al. (2007), antioksidan tersebut memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan vitamin E dan C.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Petani dan Tembakau Gupernemen Tri Handayani

Petani dan Tembakau Gupernemen Tri Handayani

Tembakau dalam ilmu botani atau tumbuh-tumbuhan termasuk famili atau keluarga solanaceae. Tanaman tembakau merupakan tanaman perdagangan. Apabila hasil panen berhasil baik dan berhasil pula dalam pengolahan, maka tembakau itu mempunyai nilai jual yang tinggi. Tanaman ini tumbuh di daerah beriklim sedang dan daerah yang beriklim panas. Di Hindia Belanda, tembakau banyak ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi yang tidak dihuni orang. Tembakau local ditanam penduduk untuk dikonsumsi dikalangan mereka sendiri. 34 34 ENI, 1921, hal. 230. Tembakau merupakan tanaman yang sangat memerlukan perhatian dan menguras mutu tanah. Cuaca merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan dari proses penanaman tambakau. Disamping itu, perawatan yang intensif, pengairan yang teratur serta proses pengolahan juga mempengaruhi tembakau. 35 35 William J.O’Malley, “ Perkebunan 1830-1840 “ , didalam Anne Booth, et. al. , 1988. Sejarah Ekonomi Indonesia. Jakarta : LP3ES, hal. 219.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Pengembangan usahatani lahan kering berkelanjutan berbasis tembakau di sub DAS Progo Hulu (kabupaten Temanggung propinsi Jawa Tengah)

Pengembangan usahatani lahan kering berkelanjutan berbasis tembakau di sub DAS Progo Hulu (kabupaten Temanggung propinsi Jawa Tengah)

Pengembangan usahatani lahan kering berkelanjutan berbasis tembakau di dalam penelitian ini diwujudkan dengan cara perumusan perencanaan Sistem Pertanian Konservasi (SPK) pada sistem UTLKBT yang sedang berjalan. SPK adalah merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan tindakan/teknik konservasi tanah dan air ke dalam sistem pertanian yang telah ada dengan tujuan untuk menekan erosi atau mengendalikan degradasi lahan (erosi ≤ nilai ETol ), meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani (pendapatan ≥ nilai KHL) dengan menggunakan agroteknologi yang sesuai dan memadai serta bersifat ”site specifik” (Sinukaban 2007). Agroteknologi adalah suatu teknologi inovatif yang dirancang untuk mencapai produksi pertanian yang lebih efisien dan menguntungkan (Parker 2002). Pengertian tersebut menunjukkan bahwa agroteknologi meliputi semua teknologi yang diterapkan dalam budidaya pertanian seperti sistem tanam/pola tanam, teknologi konservasi tanah dan air (KTA), pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit. Di dalam perencanaan SPK ini, perbaikan/penyempurnaan agroteknologi terutama untuk teknologi KTA dengan tujuan untuk menekan erosi ≤ nilai ETol , dan pemilihan pola tanam dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan usahatani ≥ nilai KHL. Untuk menunjukkan agroteknologi yang sesuai dan memadai, di dalam pengembangan usahatani lahan kering berkelanjutan berbasis tembakau di Sub-DAS Progo Hulu ini digunakan simulasi agroteknologi.
Baca lebih lanjut

293 Baca lebih lajut

RESISTENSI ATAS PENGENDALIAN TEMBAKAU TERHADAP HAKHAK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KALANGAN PETANI SRINTHIL | Khanifa | Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial 1 SM

RESISTENSI ATAS PENGENDALIAN TEMBAKAU TERHADAP HAKHAK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KALANGAN PETANI SRINTHIL | Khanifa | Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial 1 SM

Menurunnya jumlah industri rokok diyakini akan berdampak terhadap permintaan tembakau di pasar. Ketidakseimbangan antara permintaan dengan jumlah produksi tembakau ditingkat petani diyakini dapat berpengaruh terhadap harga tembakau. Sehingga dampak inilah yang menjadi pemicu ketidakstabilan harga ditingkat petani. Struktur pasar tembakau berbentuk oligopsoni, dimana penentuan harga sepenuhnya dikuasai oleh pedagang pengumpul. Sementara itu pedagang besar yang menguasai pembelian dari pedagang pengepul dan menjualnya ke pihak pabrikan rokok. kondisi ini juga dinilai sebagai pemicu ketidakstabilan harga tembakau ditingkat petani. Tidak jarang pihak pengepul atau juragan memainkan harga tembakau guna memaksimalkan keuntungan sendiri tanpa memperhitungkan kerugian yang harus ditanggung oleh petani. Besaran biaya yang harus dikeluarkan petani saat proses produksi sampai panen cukup tinggi, kondisi tersebut tidak diimbangi dengan total penerimaan petani saat musim panen. Kondisi tersebut mengakibatkan pendapatan diterima petani setiap tahunnya menjadi semakin tidak stabil. 35
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects