Loan to Deposits Ratio

Top PDF Loan to Deposits Ratio:

Non Performing Loans, Loan to Deposits Ratio, dan Return on Assets BPR di DIY Sebelum dan Sesudah Krisis Finansial Global Booming - USD Repository

Non Performing Loans, Loan to Deposits Ratio, dan Return on Assets BPR di DIY Sebelum dan Sesudah Krisis Finansial Global Booming - USD Repository

berkualitas pada gilirannya akan memberikan kontribusi bagi kinerja BPR. Kinerja BPR tercermin dari Non Performance Loans (NPL), Loan to Deposits Ratio (LDR), Return on Assets (ROA), dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut harus didukung oleh pemenuhan ketentuan moneter lainnya di bidang perbankan BPR misalnya BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit), kewajiban pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja BPR tersebut harus dikelola secara terus-menerus untuk menghasilkan kinerja yang diinginkan. Berangkat dari semangat untuk melakukan antisipasi terhadap dampak krisis keuangan global di atas, dan dalam rangka mengembangkan pasar, khususnya di DIY maka penelitian ini mengambil judul Non Performing Loans, Loan To Deposits Ratio, dan Return On Assets BPR di DIY Sebelum dan Sesudah Krisis Finansial Global Booming.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Faktor Yang Mempengaruhi Non-Performing Loan Pada Bank Pemerintah Dan Bank Asing Di Indonesia

Faktor Yang Mempengaruhi Non-Performing Loan Pada Bank Pemerintah Dan Bank Asing Di Indonesia

Kata Kunci: Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposits Ratio (LDR), Net Interest Margin (NIM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Bank Size, Return on Equity (ROE), Gross Domestic Product (GDP) dan Inflasi.

2 Baca lebih lajut

Faktor Yang Mempengaruhi Non-Performing Loan Pada Bank Pemerintah Dan Bank Asing Di Indonesia

Faktor Yang Mempengaruhi Non-Performing Loan Pada Bank Pemerintah Dan Bank Asing Di Indonesia

1. Apakah terdapat perbedaan pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposits Ratio (LDR), Net Interest Margin (NIM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Bank Size, dan Return on Equity (ROE) berpengaruh terhadap Non Performing Loan (NPL) pada bank pemerintah dan bank asing di Indonesia?

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peneliti Terdahulu - PENGARUH LDR, IPR, APB, NPL, PPAP, IRR TERHADAP TINGKAT EFISIENSI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA DENGAN MENGGUNAKAN STOCHASTIC FRONTIER - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peneliti Terdahulu - PENGARUH LDR, IPR, APB, NPL, PPAP, IRR TERHADAP TINGKAT EFISIENSI PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA DENGAN MENGGUNAKAN STOCHASTIC FRONTIER - Perbanas Institutional Repository

Hubungan LDR dengan Tingkat efisiensi Apabila LDR Loan to deposits Ratio meningkat, dimana jumlah kredit yang disalurkan lebih besar dari peningkatan jumlah dana pihak ketiga.. Kredit y[r]

26 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI FINANCIAL SUSTAINABILITY RATIO PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI FINANCIAL SUSTAINABILITY RATIO PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA.

Perusahaan perbankan sebagai salah satu pilar perekonomian harus dapat selalu meningkatkan kinerjanya baik secara finansial maupun operasionalnya. Kinerja perbankan dapat dilihat dari kemampuan perbankan dalam menjaga stbilitas keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposits Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), Ukuran Perusahaan (Size), dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Financial Sustainability Ratio (FSR) pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Periode penelitian ini adalah tahun 2012- 2015.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, KUALITAS AKTIVA, SENSITIFITAS, EFISIENSI, DAN SOLVABILITAS TERHADAP ROA PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, KUALITAS AKTIVA, SENSITIFITAS, EFISIENSI, DAN SOLVABILITAS TERHADAP ROA PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH - Perbanas Institutional Repository

Lampiran 1 : Perhitungan Loan to Deposits Ratio (LDR) Lampiran 2 : Perhitungan Inveting Policy Ratio (IPR) Lampiran 3 : Perhitungan Non Performing Loan (NPL) Lampiran 4 : Perhitungan Aktiva produktif Bermasalah (APB) Lampiran 5 : Perhitungan Interest Risk Raio (IRR)

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH FINANCING TO DEPOSITS RATIO Analisis Pengaruh Financing To Deposits Ratio (Fdr) Dan Loan To Assets Ratio (Lar) Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Periode 2009-2013).

ANALISIS PENGARUH FINANCING TO DEPOSITS RATIO Analisis Pengaruh Financing To Deposits Ratio (Fdr) Dan Loan To Assets Ratio (Lar) Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Periode 2009-2013).

Suatu lembaga keuangan khususnya perbankan Syariah, mempunyai peranan dalam mencapai profitabilitas diantaranya pengendalian dan pengawasan melalui pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris tentang pengaruh Financing to Deposits Ratio (FDR) dan Loan to Assets Ratio (LAR) terhadap Return on Assets (ROA) perbankan Syariah di Indonesia.

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Pengaruh Financing To Deposits Ratio (Fdr) Dan Loan To Assets Ratio (Lar) Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Periode 2009-2013).

PENDAHULUAN Analisis Pengaruh Financing To Deposits Ratio (Fdr) Dan Loan To Assets Ratio (Lar) Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Periode 2009-2013).

Namun, bila profitabilitas yang tinggi bersifat earning asset aset yang menghasilkan atas pendapatan yang besar, aset jangka panjang dan operasi bank ditopang dengan dana yang baru aka[r]

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH FINANCING TO DEPOSITS RATIO Analisis Pengaruh Financing To Deposits Ratio (Fdr) Dan Loan To Assets Ratio (Lar) Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Periode 2009-2013).

ANALISIS PENGARUH FINANCING TO DEPOSITS RATIO Analisis Pengaruh Financing To Deposits Ratio (Fdr) Dan Loan To Assets Ratio (Lar) Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Periode 2009-2013).

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Financing to Deposits Ratio (FDR) dan Loan To Assets Ratio (LAR) terhadap Return on Assets (ROA) perbankan Syariah di Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Serta menganalisis variabel independen yang paling dominan mempengaruhi Return on Assets (ROA) perbankan Syariah di Indonesia.

15 Baca lebih lajut

A CRITICAL ANALYSIS OF FINANCIAL PERFORM

A CRITICAL ANALYSIS OF FINANCIAL PERFORM

The bank fared well in almost all the profitability metrics applied in the analysis. This is consistent with Flamini et al (2009) who asserted that banks’ profitability is high in sub - Saharan Africa. The bank’s liquidity position however has be en tight since 2009 but eased a bit in 2012. The cash ratio declined in 2010 by 2.5% with a figure of 17.40% while dipping further in 2011 by 43%. The loans to deposit ratio worsened between 2008 and 2010 when the bank loan out over 100% of all deposits received which destabilizes is liquidity position given credence to the Ghana Banking Survey (2011) for citing it as one of the most illiquid banks in the country. The bank was aggressive in terms of lending and appeared to have higher risk appetite compared to peers in the industry. The research also confirms the inverse relationship that exists between profitability and liquidity and the assertion that a balancing act is needed seems to be far-fetched as in Michalski (2008).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL RGEC DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA BANK CAMPURAN DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

ANALISIS MODEL RGEC DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA BANK CAMPURAN DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

NPL (Non Performing Loan) merupakan kondisi dimana terjadinya kredit bermasalah seperti terjadinya kredit macet, kredit kurang lancar, dan kredit diragukan (Ali Machsum Harahap, 2014). Dengan kata lain, kredit bermasalah yang semakin tinggi akan membuat bank mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memenuhi penyediaan dana dan pencadangan aktiva produktif untuk membayar kewajiban kepada dana pihak

17 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMODALAN PADA SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE TAHUN 2011-2015 - Perbanas Institutional Repository

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMODALAN PADA SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE TAHUN 2011-2015 - Perbanas Institutional Repository

This study raises the topic "Effects of Loan To Deposit Ratio (LDR), Return on Assets (ROA) and Return On Equity (ROE) of the Capital Adequacy Ratio (CAR) On Banking Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) Period 2011- 2015 ". The population in this study is the conventional banking companies listed in Indonesia Stock Exchange (BEI). The sample in this study as many as 26 conventional banking companies listed in Indonesia Stock Exchange and publish the annual report of the year 2011 to 2015. The sampling technique used purposive sampling method, analysis of data using multiple linear regression analysis and hypothesis testing using the test F, R2, and t test. From the test results F significance value of 0.002 is less than 0.05, so the variable Return On Asset (ROA), Return on Equity (ROE) and the loan-deposit ratio (LDR) jointly significant effect on Capital Adequacy Ratio (CAR ). Rated R Square psebesar 0,157 or by 15.7%, which means that the ability of the independent variables ROA, ROE, and LDR in explaining the dependent variable CAR of 15.7%. Correlation value (R) amounted to 0,397, or by 39.7% shows the correlation or the relationship between the independent variables ROA, ROE, and LDR to variable CAR of 39.7%. ROA has a t value of 2.362 and a significance value of 0,020 is smaller than 0.05, it can be concluded that ROA affect the CAR. On the ROE has a t value of -0.890 and a significance value of 0.376 is greater than 0.05, it can be concluded that the ROE does not significantly influence the CAR. In LDR variable has a t value of 2.670 and 0.009 significance value less than 0.05, it can be concluded that LDR significant effect on the distribution of CAR.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Adi Rahmannur Ibnu Basel II Dalam Perspektif Hukum Islam

Adi Rahmannur Ibnu Basel II Dalam Perspektif Hukum Islam

Aspek permodalan (capital) digunakan rumus CAR sebagaimana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 8%. Aspek kualitas aset (assets) untuk menilai kualitas jenis-jenis aset yang dimiliki bank. Rasio yang digunakan adalah Bad Debt Ratio (BDR), yaitu perbandingan aktiva produktif yang diklasifikasikan (aktiva yang bermasalah) dengan total aktiva produktif. Aspek kualitas manajemen (management) dapat dilihat dari kualitas sumber daya yang dimiliki. Untuk menilai kualitas manajemen dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari 250 pertanyaan. Aspek rentabilitas (earnings) dapat dilihat dengan rasio ROA dan BOPO. ROA adalah perbandingan laba terhadap total aset sedangkan BOPO adalah perbandingan biaya operasi dengan pendapatan operasi. Aspek likuditas (liquidity) didasarkan pada penilaian kemampuan bank untuk membayar semua hutang-hutangnya dan untuk memenuhi semua permohonan- permohonan kredit yang layak disetujui. Rasio yang digunakan Loan to Deposit Ratio (LDR) dan perbandingan Net Call Money terhadap Current Assets (CA) 49 .
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Pengaruh Faktor Internal Terhadap Kemampulabaan Industri Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Faktor Internal Terhadap Kemampulabaan Industri Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Loan to Deposite Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Earning asset Ratio (EAR), Loan to Asset Ratio (LAR), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011- 2014. Dengan menggunakan metode purposive sampling, diambil sebanyak 11 bank. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh NPM, LAR, LDR, DAN NPL Terhadap Price Earning Ratio Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Analisis Pengaruh NPM, LAR, LDR, DAN NPL Terhadap Price Earning Ratio Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Penelitian tentang Price Earning Ratio (PER) sangatlah penting bagi para pelaku pasar modal khususnya investor. Price Earning Ratio (PER) menggambarkan besarnya perbandingan antara harga pasar saham per lembar dengan laba per lembar (earning per share). Jika nilai PER tinggi,berarti harga saham itu terlalu mahal atau dengan harga tertentu hanya memperoleh laba yang kecil. Dengan demikian, investor akan memperoleh keuntungan lebih besar jika pembeliannya pada saat nilai PER rendah karena saham cenderung akan mengalami kenaikan harga, sementara jika PER menunjukkan nilai yang tinggi maka hal ini menunjukkan saat yang tepat untuk menjual saham. Dengan kata lain, pengetahuan tentang PER bagi investor sangat berguna untuk mengetahui kapan harus membeli dan menjual sahamnya sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rencana Penelitian

36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rencana Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi Linier Berganda, dimana teknik analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel diantarannya yaitu; Loan Deposite Ratio (LDR), Investing Policy Ratio (IPR), Loan to Assets Ratio (LAR), Aktiva Produktif Bermasalah (APB), Non Performing Loan (NPL), Interest Rate Ratio (IRR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Fee Based Income Ratio (FBIR), dan Primary Ratio (PR) terhadap Return On Asset (ROA), maka dapat dilakukan analisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS CASH RATIO, LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) DAN LOAN TO ASSET RATIO (LAR) UNTUK MENGUKUR TINGKAT LIKUIDITAS PADA SEKTOR PERBANKAN YANG GO PUBLIC (Studi Empiris Pada Bank Persero Yang Go Public Tahun 2003-2007).

ANALISIS CASH RATIO, LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) DAN LOAN TO ASSET RATIO (LAR) UNTUK MENGUKUR TINGKAT LIKUIDITAS PADA SEKTOR PERBANKAN YANG GO PUBLIC (Studi Empiris Pada Bank Persero Yang Go Public Tahun 2003-2007).

Maka penulis tertarik untuk membuat suatu penelitian tentang “ANALISIS CASH RATIO, LOAN TO DEPOSIT RATIO LDR DAN LOAN TO ASSET RATIO LAR UNTUK MENGUKUR TINGKAT LIKUIDITAS PADA SEKTOR PE[r]

8 Baca lebih lajut

PENGUKURAN TINGKAT LIKUIDITAS PADA SEKTOR PERBANKAN YANG GO PUBLIC DENGAN ANALISIS CASH RATIO, LOAN TO  Pengukuran Tingkat Likuiditas Pada Sektor Perbankan Yang Go Public Dengan Analisis Cash Ratio, Loan To Deposit Ratio (Ldr) Dan Loan To Asset Ratio (LAR

PENGUKURAN TINGKAT LIKUIDITAS PADA SEKTOR PERBANKAN YANG GO PUBLIC DENGAN ANALISIS CASH RATIO, LOAN TO Pengukuran Tingkat Likuiditas Pada Sektor Perbankan Yang Go Public Dengan Analisis Cash Ratio, Loan To Deposit Ratio (Ldr) Dan Loan To Asset Ratio (LAR

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai Mean Cash ratio BRI periode tahun 2006 – 2012 sebesar 14,84%, nilai mean cash ratio BNI periode tahun 2006 – 2012 sebesar 10,61%, dan nilai mean cash ratio BTN periode tahun 2006 – 2012 sebesar 8,91%. Perbandingan nilai mean cash ratio dari ketiga bank tersebut, menunjukkan ketiga bank tersebut sehat, dan BRI memiliki rata-rata cash ratio tertinggi, sehingga BRI merupakan bank paling likuid dilihat dari cash rasio. (2) Nilai Mean LDR BRI periode tahun 2006 – 2012 sebesar 69,09%, nilai Mean LDR BNI periode tahun 2006 – 2012 sebesar 58,25%, nilai Mean LDR BTN periode tahun 2006 – 2012 sebesar 74,08%. Perbandingan nilai Mean LDR dari ketiga bank tersebut, menunjukkan ketiga bank tersebut sehat, dan menunjukkan BNI memiliki nilai mean LDR terendah, sehingga BNI merupakan bank paling likuid dilihat dari LDR. (3) Nilai Mean LAR BRI periode tahun 2006 – 2012 sebesar 57,77%, nilai Mean LAR BNI periode tahun 2006 – 2012 sebesar 51,11%, nilai Mean LAR BTN periode tahun 2006 – 2012 sebesar 64,83%. Perbandingan nilai Mean LAR dari ketiga bank tersebut, menunjukkan ketiga bank tersebut sehat, dan menunjukkan BNI memiliki nilai mean LAR terendah, sehingga BNI merupakan bank paling likuid dilihat dari LAR. (4) Hasil uji ANOVA terhadap rasio likuiditas ketiga bank persero Go Public, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan mean rasio likuiditas (Cash Ratio, Loan to Deposit Ratio, dan Loan to Asset Ratio) pada BRI, BNI, dan BTN periode tahun 2006 – 2012.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Secara konsep teori, Loan to Deposit Ratio(LDR) berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA), apabila LDR semakin besar maka ROA juga semakin besar. Namun LDR bergantung pada manajemen bank dan besarnya LDR bank tidak sama. Oleh karena itu, hubungan LDR dengan ROA bersifat bebas dan tidak autokorelasi. Semakin besar LDR semakin besar potensi mencapai ROA, sejauh NPL(Non Performing Loan) bisa ditekan. LDR menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya (Dendawijaya, 2003: 118).
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Rasio Camel Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Analisis Pengaruh Rasio Camel Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

menunjukkan trend yang mebaik, tercermin dari meningkatnya loan to deposite ratio (LDR) dan menurunnya non-performing loan (NPL). Kedua hal ini merupakan faktor penting dimana para investor tertarik untuk menanamkan modal dalam sektor perbankan dengan menganalisis kinerja saham melalui harga pasar saham bank-bank tersebut. Pertengahan tahun 2008, Indonesia kembali mengalami krisis ekonomi yang bersal dari permasalahan kegagalan pembayaran kredit perumahan (subprime morgage default) di Amerika Serikat (AS), krisis kemudian menggelembung merusak sistem perbankan bukan hanya di AS namun meluas hingga ke Eropa lalu ke asia. Secara beruntun menyebabkan effect domino terhadap solvabilitas dan likuiditas lembaga- lembaga keuangan di negara-negara tersebut, yang antara lain menyebabkan kebangkrutan ratusan bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Krisis kemudian merambat kebelahan Asia terutama negara-negara Asia seperti Jepang, Korea, China, Singapura, Hongkong, Malaysia, Thailand dan termasuk Indonesia yang kebetulan sudah lama memiliki surat-surat berharga perusahaan-perusahaan tersebut (sumber:www. Bekasijakarta.blogspot.com).
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...