logam Tembaga (Cu)

Top PDF logam Tembaga (Cu):

VALIDASI METODE PENGUJIAN LOGAM TEMBAGA

VALIDASI METODE PENGUJIAN LOGAM TEMBAGA

Laboratorium penguji Baristand Industri Pontianak menggunakan metode yang telah standar yaitu metode SNI 01-3554-2006 butir 2.22.2.1 di dalam melakukan pengujian logam Cu dalam Air Minum dalam kemasan. Alat yang digunakan adalah AAS flame dan bukan AAS tungku karbon seperti yang disebutkan dalam metode SNI sehingga laboratorium perlu melakukan validasi metode. Validasi metode pengujian kadar logam tembaga dalam produk Air Minum Dalam Kemasan ini bertujuan untuk mengevaluasi melalui studi laboratorium kesesuaian metode SNI 01-3554-2006 butir 2.22.2.1 yang telah dikembangkan sebagai metode pengujian standar di Laboratorium Penguji Aneka Komoditi Baristand Industri Pontianak. Parameter validasi yang dilakukan meliputi akurasi, presisi, recovery, liniaritas metoda, limit deteksi metoda, limit kuantisasi, sensitifitas dan ketidakpastian pengukuran.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN  PEMANFAATAN PEKTIN KULIT BUAH JERUK SIAM (Citrus nobilis var. microcarpa) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TEMBAGA (Cu).

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PEMANFAATAN PEKTIN KULIT BUAH JERUK SIAM (Citrus nobilis var. microcarpa) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TEMBAGA (Cu).

Hasil maksimum yang mampu diserap pektin terhadap logam Cu hanya sebesar 26,61 % bila dibandingkan dengan penelitian Wong (2008) yang mencapai 80,01 % dengan menggunakan pektin citrus, 54,94 % dengan menggunakan pektin durian dan Syah (2010) yang mencapai 48,38 % dengan menggunakan pektin kulit durian dalam menyerap logam tembaga. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan kandungan pektin pada bahan yang digunakan tidaklah sama. Proses ekstraksi dengan menggunakan waktu dan suhu yang berbedapun juga akan mempengaruhi kadar metoksil yang didapat sehingga persentase penyerapannya juga akan berbeda.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Biogeokimia logam tembaga Cu Phytoakumul (3)

Biogeokimia logam tembaga Cu Phytoakumul (3)

Gambar 3. Perbandingan Nilai TF dan untuk Sampel Kontrol dan Sebagaimana ditunjukkan oleh tabel TF logam tembaga untuk tanaman k nilainya masing-masing 0,18 dan menunjukkan bahwa mekanisme fitore baik pada tanaman pada kontrol mau mekanisme fitostabilisasi, karena ko tembaga yang terkonsentrasi di aka pada daun. Pada gambar 3, dapat d kontrol lebih kecil dari nilai EF pe masing-masing sebesar 0,94 dan 1, yang diperoleh, tanaman kedelai p dikategorikan sebagai tanaman hi logam tembaga karena memiliki nilai Kesimpulan

5 Baca lebih lajut

Sintesis Zeolit dari Abu Layang (Fly Ash) dengan Metode Hidrotermal dan uji Adsorbtivitas terhadap logam Tembaga (Cu) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Sintesis Zeolit dari Abu Layang (Fly Ash) dengan Metode Hidrotermal dan uji Adsorbtivitas terhadap logam Tembaga (Cu) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Limbah logam berat banyak terdapat didalam beberapa limbah industri kimia, misalnya pada industri elektroplating, metalurgi, smelting dan lain-lain. Logam- logam berat yang dihasilkan antara lain nikel, merkuri, tembaga, krom, timbal, seng, cadmium dll. Logam berat dalam limbah biasanya berada dalam berbagai kondisi seperti : tidak larut, terlarut, anorganik, tereduksi, teroksidasi, logam bebas, terpresipitasi, terserap. Penelitian ini menitik beratkan pada logam tembaga dan kromium yang banyak dihasilkan oleh industri elektroplating. Limbah-limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran apabila dibuang dan melebihi ambang batas yang diperbolehkan (Suprihatin, 2009: 250).
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

BURUNG HANTU SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN KARYA KRIYA LOGAM TEMBAGA.

BURUNG HANTU SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN KARYA KRIYA LOGAM TEMBAGA.

Dalam penciptaan karya seni logam ini penulis memilih konsep dengan menampilkan objek burung hantu dengan beberapa pendukung sesuai dengan keadaan alam sekitar burung hantu, yang diekspresikan melalui media logam tembaga dengan teknik sodetan. Objek utama yaitu burung hantu yang tersebar dibeberapa wilayah Indonesia yang dibuat mendekati figur aslinya (representasional). Burung hantu memiliki keunikan fisik tersendiri dibandingkan burung-burung pada umumnya. Jenis burung hantu yang dijadikan objek misalnya Tyto alba (Serak Jawa), Strix seloputo (Seloputo), Tyto longimembris (Serak Padang), Ninox ios ( Punggok Minahasa) dan Ninox burhani (Punggok Togian). Objek pendukung karya seni logam ini berupa pepohonan, dedaunan, ranting, bebatuan, serta rerumputan sesuai dengan keadaan alam kehidupan burung hantu. Tujuan menghadirkan objek utama dan pendukung ini adalah untuk menguatkan atau menegaskan maksud pesan yang ingin disampaikan penulis kepada publik.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT SEBAGAI ADSORBAN LOGAM TEMBAGA.

PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT SEBAGAI ADSORBAN LOGAM TEMBAGA.

Dengan demikian diharapkan kitosan dari cangkang bekicot bisa dimanfaatkan sebagai adsorban logam tembaga yang berbahaya bagi lingkungan. Kitosan juga mempunyai kemampuan yang cukup tinggi dalam mengikat ion logam dan kemungkinan pengambilan kembali relative mudah terhadap ion yang terikat terhadap kitosan dengan menggunakan pelarut tertentu sehingga bisa digunakan secara berulang-ulang (Rahkmawati, 2007).

7 Baca lebih lajut

MEMPELAJARI STRUKTUR DAN SIFAT NANO LOGAM TEMBAGA MENGGUNAKAN PROGRAM PM3.

MEMPELAJARI STRUKTUR DAN SIFAT NANO LOGAM TEMBAGA MENGGUNAKAN PROGRAM PM3.

Tabel 3 memperlihatkan adanya korelasi antara r, p dan n dengan BE/Atom. Sebagai contoh : dalam satu set (r tetap), dengan bertambahnya p, BE/Atom bertambah terus sampai suatu limit (Model No 1-6, No 7-11 dan No 12-16). Semakin besar r (nilai p tetap), nilai limit semakin besar (bandingkan Model No 4, dan No 10). Meskipun nilai BE/Atom model kluster tiga atom bertambah dengan p, tetapi nilainya tidak mungkin menyamai nilai energi kohesif logam Tembaga (Tabel 3, Model No 1- 6). Model yang potensial ialah model kluster empat atom (model No 7-11) dan kluster enam atom (No 12-16). Hal ini sangat beralasan karena atom-atom pada kristal fcc memang terletak pada titik sudut empat atom planar dengan jarak antar atom 2,55 Ǻ. Didapatkan adanya korelasi antara r, p dan n dengan E HOMO ,
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

REAKSI KIMIA PADA SIKLUS LOGAM TEMBAGA

REAKSI KIMIA PADA SIKLUS LOGAM TEMBAGA

menjadi putih kemudian timbul endapan Cu yang berwarna coklat kemerahan.Namun dalam percobaan kami menambahkan logam Fe seberat 0,2 gram,sehingga menyebabkan larutan teroksidasi dan logam Fe dalam larutan berkarat.Dampaknya logam Fe menempel pada diding gelas kimia dan larutan berwarna coklat karat.

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Logam Tembaga dalam Penyisihan Logam Nikel dari Larutannya menggunakan Metode Elektrodeposisi

Pengaruh Logam Tembaga dalam Penyisihan Logam Nikel dari Larutannya menggunakan Metode Elektrodeposisi

Persiapan yang dilakukan untuk melakukan penelitian ini meliputi persiapan alat dan bahan serta pembuatan sampel limbah artifisial. Reaktor yang digunakan adalah reaktor elektrodeposisi berbentuk tabung dengan diameter 14 cm dan tinggi 15 cm serta volume limbah yang digunakan sebesar 500 ml. Pada penelitian ini konsentrasi nikel yang digunakan adalah sebesar 1000 mg/ L. Kandungan nikel sebesar 1000 mg/ L dipilih karena industri elektroplating menghasilkan logam berat dengan konsentrasi sekitar 1000 mg/ L (Dermentzis, 2010), dengan asumsi bahwa nikel juga termasuk logam berat didalamnya. Pada saat pembuatan limbah artifisial nikel, setelah diukur dengan menggunakan AAS konsentrasi nikel pada limbah ini adalah 1104,3 mg/ L dan tidak tepat 1000 mg/ L. Hal ini dapat disebabkan karena faktor ketidaktelitian pada saat pembuatan limbah artifisial menggunakan labu ukur 1L. Bahan yang digunakan untuk pembuatan limbah adalah NiSO 4 .7H 2 O yang dilarutkan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kandungan Logam Berat Tembaga Cu Pada Si

Kandungan Logam Berat Tembaga Cu Pada Si

Perairan Pantai Dumai selain dimanfaatkan sebagai daerah pelabuhan, industri dan jalur pelayaran, juga merupakan tempat penangkapan ikan oleh penduduk yang tinggal di tepi pantai. Pelabuhan dan perairan tersebut digunakan oleh beberapa perusahaan yang beroperasi di Dumai, salah satunya PT. Patra Dock yang bergerak dalam pembuatan industri galangan kapal, dimana logam tembaga (Cu) ini digunakan sebagai campuran bahan pengawet. Pelabuhan penyeberangan penumpang juga menggunakan perairan Dumai untuk fasilitas bongkar muat. Kondisi tersebut menjadikan perairan ini sebagai jalur pelayaran antar pulau dan negara yang padat, sehingga dapat mengkontribusikan logam-logam berat diantaranya tembaga (Cu).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

View of ANALISIS CEMARAN LOGAM TIMBAL (PB) DAN TEMBAGA (CU) DALAM TEPUNG TERIGU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

View of ANALISIS CEMARAN LOGAM TIMBAL (PB) DAN TEMBAGA (CU) DALAM TEPUNG TERIGU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

Hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang, disimpulkan bahwa tepung terigu merek Gatot Kaca dengan yang beredar di pasar Oeba Kupang mengandung logam timbal (Pb) sebesar 2,2983 mg/kg. Kadar ini melebihi batas maksimal yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia nomor 01 – 3571 – 2006 tentang tepung terigu sebagai bahan makanan yaitu maksimal 1 mg/kg tepung terigu, sedangkan kadar logam tembaga (Cu) sebesar 2,7813 mg/kg berada di bawah syarat yaitu maksimal 10 mg/kg tepung terigu.

7 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI A. KAJIAN PUSTAKA 1. Tinjauan tentang Kriya - Kajian Tentang Seni Kriya Logam Kaligrafi di Perusahaan Tembaga “Muda Tama” Desa Tumang Cepogo Boyolali

BAB II LANDASAN TEORI A. KAJIAN PUSTAKA 1. Tinjauan tentang Kriya - Kajian Tentang Seni Kriya Logam Kaligrafi di Perusahaan Tembaga “Muda Tama” Desa Tumang Cepogo Boyolali

Menurut Hadi Sunaryo (1982:40). Pengertian Kuningan adalah sebagai berikut: Loyang/Kuningan adalah campuran dari logam tembaga dan zeng oleh karena warnanya kuning maka disebut kuningan. Loyang yang terdiri dari 67 bagian zeng, campuran demikian ini lebih besar dari pada tembaga sendiri. Loyang kebih sukar dikerjakan dari pada tembaga, setidak- tidaknya harus dipukul dan dicanai. Sebelum dapat menempanya dalam keadaan dingin. Lebih dahulu haruslah dilebutkan sedikit, yaitu dengan cara memanaskannya semakin lamanya. Hingga menjadi merah. Setelah dipukul dengan martil. Haruslah loyang itu menjadi amat kuat. Untuk melunakkan kuningan agar mudah diukir harus dibakar lagi dengan suhu ±275 derajat celcius ( Riyanto,2006:12).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Analysis of Metal Copper Concentration at Candy using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS)

Analysis of Metal Copper Concentration at Candy using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS)

Permen adalah salah satu jenis makanan yang disukai oleh semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa. Permen yang diperjualbelikan di pasaran diindikasikan mengandung logam berat seperti tembaga. Di Nigeria, kadar logam tembaga pada permen dan cokelat import di Nigeria berkisar dari 3,0 – 4,2 mg/g (Ochu, 2012). Sementara itu, di Turki, kadar logam tembaga pada chewing gums dan permen berkisar dari 0,219 – 2,455 μg/g (Duran, 2009). Sedangkan kadar logam tembaga yang dijual disekitaran Sekolah Dasar di Korea Selatan sebesar 0,7 mg/Kg (Ki- Choel, 2008).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Cemaran Timbal, Kadmium dan Tembaga pada Es Balok Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Analisis Cemaran Timbal, Kadmium dan Tembaga pada Es Balok Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Hasil penelitian kadar rata-rata cemaran logam timbal pada sampel A, yaitu 4,3385 ± 0,3194 x 10 -2 mg/L; sampel B, yaitu 4,7595 ± 0,2373 x 10 -2 mg/L; sampel C, yaitu 4,7251 ± 0,2191 x 10 -2 mg/L; dan sampel D, yaitu 3,6082 ± 0,2191 x 10 -2 mg/L.Kadar cemaran logam kadmium pada sampel A, yaitu 0,2862 ± 0,0405 x 10 -2 mg/L; sampel B, yaitu 0,5330 ± 0,0647 x 10 -2 mg/L; sampel C, yaitu 0,2495 ± 0,0578 x 10 -2 mg/L; dan sampel D, yaitu 0,2740 ± 0,0389 x 10 -2 mg/L. Kadar cemaran logam tembaga yang terdapat dalam sampel A, yaitu 9,6383 ± 0,7805 x 10 -2 mg/L; sampel B, yaitu 9,0511 ± 0,4851 x 10 -2 mg/L; sampel C, yaitu 9,1163 ± 0,8061 x 10 -2 mg/L; dan sampel D, yaitu 9,7688 ± 0,7804 x 10 -2 mg/L.Dari hasil tersebut diketahui bahwa es balok yang diperiksa tidak melebihi batas yang ditetapkan untuk tembaga, tetapi melebihi batas yang ditetapkan untuk timbal, dan pada sampel B melebihi batas yang ditetapkan untuk kadmium.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Gum Arab dengan Pektin Sebagai Penstabil Terhadap Mutu Selai Wortel Nenas

Pengaruh Perbandingan Gum Arab dengan Pektin Sebagai Penstabil Terhadap Mutu Selai Wortel Nenas

Daya serap pektin dari kulit buah durian terhadap logam tembaga dan seng.Skripsi.. Universitas Sumatera Utara.[r]

4 Baca lebih lajut

Komponen instalasi tenaga listrik

Komponen instalasi tenaga listrik

Konduktor atau penghantar, adalah material listrik yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik, biasanya terbuat dari logam tembaga, aluminium, dan lain-lain.. Tahanan, adalah material[r]

23 Baca lebih lajut

Pengaruh  Keasaman (pH), Waktu Terhadap Tebal Lapisan Dan Kecerahan Permukaan Pada  Pelapisan Emas Terhadap Tembaga

Pengaruh Keasaman (pH), Waktu Terhadap Tebal Lapisan Dan Kecerahan Permukaan Pada Pelapisan Emas Terhadap Tembaga

Elektroplating merupakan suatu proses pelapisan logam pada elektroda yang bertujuan membentuk permukaan yang memiliki sifat yang berbeda dengan sifat logam dasarnya, logam yang dilapisi adalah logam tembaga karena mudah dibentuk menjadi perhiasan, alat-alat untuk keperluan industri dan alat-alat dekoratif lainnya. Logam pelapis yang digunakan pada penelitian ini adalah emas. Dalam pelapisan ini digunakan tegangan dan arus konstan serta waktu yang tetap dengan perubahan pada pH larutan mulai dari pH 4,5 sampai dengan ph 6,5, karena pelapisan yang terjadi adalah pada suasana larutan asam moderat. Hasil penelitian menunjukkan hasil paling baik diperoleh pada keasaman larutan pH sekitar 5,6 dan pH 5,7, sementara pada nilai pH yang lainnya memberikan hasil yang tidak optimum.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

BURUNG SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN KARYA SENI LOGAM.

BURUNG SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN KARYA SENI LOGAM.

Visualisasi merupakan tahap akhir dalam metode penciptaan karya seni logam “burung sebagai objek penciptaan karya seni logam”. Pada tahapan ini dimulai dari memindahkan sketsa ke atas lembaran logam tembaga. Visualisasi merupakan tolak ukur tercapainya tema dan ide yang ingin disampaikan kepada penikmat seni sehingga muncul penilaian serta tanggapan estetis mengenai karya seni logam tersebut, tentunya penilaian tersebut pada akhirnya akan berbeda-beda. Jakob Sumardjo (2008: 45) menjelaskan nilai adalah apa yang disebut indah, baik, adil, sederhana, dan bahagia. Apa yang oleh seseorang disebut indah atau bagus dapat tidak indah atau bagus bagi orang lain, karena nilai bersifat subjektif, yaitu berupa tanggapan individu terhadap sesuatu (disini, benda seni atau objek seni) berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Show all 5821 documents...

Related subjects