lompat dan loncat

Top PDF lompat dan loncat:

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN LOMPAT DAN LONCAT DENGAN MODIFIKASI ALAT BANTU PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SOKAWERA KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN LOMPAT DAN LONCAT DENGAN MODIFIKASI ALAT BANTU PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SOKAWERA KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tindakan dengan modifikasi alat bantu berupa kardus dan ban bekas yang dilakukan dalam 2 siklus dengan keseluruhan 4 kali pertemuan, ternyata mampu meningkatkan pembelajaran gerak dasar lompat dan loncat siswa kelas IV SD Negeri 1 Sokawera Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti yang dibandingkan dengan kolaborator pada saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut data hasil penelitian di atas pada pembelajaran penjas dengan kompetensi dasar melompat dan meloncat sebelum melakukan tindakan dan sesudah melakukan tindakan ternyata siswa mengalami peningkatan nilai belajar tes unjuk kerja gerak dasar lompat dari siklus satu 57,89% dan siklus dua menjadi 89,47% atau sebesar 31,58% dan peningkatan nilai belajar tes unjuk kerja gerak dasar loncat dari siklus satu 57,89% dan siklus dua menjadi 84,21% atau sebesar 26,32%. Peningkatan tersebut juga diikuti dengan peningkatan tanggapan siswa terhadap pembelajaran, dan peningkatan hasil observasi keterampilan dalam proses pembelajaran oleh kolaborator.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN BERMAIN LOMPAT DAN LONCAT PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SIGENUK KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO.

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN BERMAIN LOMPAT DAN LONCAT PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SIGENUK KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO.

Hasil dari siklus kedua pertemuan kedua, ternyata sangat menggembirakan. Hasil observasi kolaborator menunjukkan bahwa keaktifan anak sangat baik, awalan hampir semuanya baik walaupun masih ada 1 anak dengan kategori cukup, tolakan sudah baik namun masih ada 1 anak dengan kategori cukup sedangkan mendarat juga sudah baik walaupun masih ada 2 anak dengan kategori cukup . Hal ini dikarenakan kondisi fisik anak tersebut yang tidak memungkinkan. Selain postur tubuh yang pendek, juga badan yang kecil dan kurus, ada juga anak yang manja. Hal inilah yang menjadi kendala bagi si anak untuk melakukan aktivitas. Sedangkan hasil dari angket tanggapan siswa sangat bagus, karena dari semua aspek yang diajukan peneliti, 100 % dijawab ya. Kecuali untuk waktu pembelajaranpenjas terlalu pendek masih ada 1 anak yang menyatakan “tidak “ namun demikia melihat dari hasil tersebut, peneliti merasa telah berhasil meningkatkan pembelajaran lompat jauh dengan pendekatan bermain lompat dan loncat.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Perbedaan Latihan Plyometrik Loncat Naik Turun Bangku dan Knee-tuck jumps Terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok pada Siswa Putra Kelas V SD N Tawang Mas 01 Kota Semarang Tahun 2011/2012.

Perbedaan Latihan Plyometrik Loncat Naik Turun Bangku dan Knee-tuck jumps Terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok pada Siswa Putra Kelas V SD N Tawang Mas 01 Kota Semarang Tahun 2011/2012.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pola M – G. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Tawang Mas 01 yang berjumlah 32 siswa. Pengambilan sample menggunakan tehnik total sampling. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu latihan loncat naik turun bangku dan knee-tuck jumps , serta variabel terikat yaitu kemampuan lompat jauh gaya jongkok. Instrumen penelitian tes lompat jauh gaya jongkok.

1 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH MELALUI PENDEKATAN PERMAINAN LONCAT KATAK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI JENGGOT KOTA PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2012 2013

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH MELALUI PENDEKATAN PERMAINAN LONCAT KATAK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI JENGGOT KOTA PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2012 2013

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Melalui Pendekatan Permainan Loncat Katak pada Siswa Kelas V SD Negeri Jenggot Kota Pekalongan Tahun Pelajaran 2012/2013”, beserta seluruh isinya adalah sepenuhnya karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menanggung konsekuensi atau sangsi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian skripsi ini.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

PERBEDAAN LATIHAN LONCAT NAIK TURUN BANGKU DAN LATIHAN LONCAT MELEWATI KOTAK TERHADAP HASIL KEMAMPUAN LOMPAT JAUH PADA SISWA PUTRA KELAS IV DAN V SD NEGERI SIDAKATON 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

PERBEDAAN LATIHAN LONCAT NAIK TURUN BANGKU DAN LATIHAN LONCAT MELEWATI KOTAK TERHADAP HASIL KEMAMPUAN LOMPAT JAUH PADA SISWA PUTRA KELAS IV DAN V SD NEGERI SIDAKATON 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

Jenis penelitian ini adalah peneitian eksperimen, populasi yang digunakan adalah siswa putra kelas IV dan V SD Negeri Sidakaton 01 Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 40 siswa. Penentuan sampel dengan menggunakan total sampling atau menggunakan keseluruhan jumlah populasi yaitu sejumlah 40 siswa. Pembagian kelompok ditentukan dengan jalan macthed by subjek, yang dalam pelaksanaan latihan-latihan kelompok eksperimen 1 melakukan latihan loncat naik turun bangku dan kelompok eksperimen 2 melakukan latihan loncat melewati kotak dan variabel terikatnya adalah lompat jauh. Data penelitian dianalisa dengan uji statistik t-tes dengan taraf signifikasi sebesar 5% dan derajat kebebasan sebesar 19. Diperoleh hasil t-hit = 2.580 > t-tab = 2.093. Selanjutnya berdasarkan perbedaan tes lompat jauh diperoleh hasil mean kelompok eksperimen 2 sebesar 309,85 dari mean yang diperoleh oleh kelompok eksperimen 1 sebesar 301,3.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN LONCAT KATAK DAN LONCAT NAIK TURUN BANGKU TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V SDN SIBALAYA SELATAN | fauzan | Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education 1351 4161 1 PB

PENGARUH LATIHAN LONCAT KATAK DAN LONCAT NAIK TURUN BANGKU TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V SDN SIBALAYA SELATAN | fauzan | Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education 1351 4161 1 PB

Dibutuhkan latihan untuk menunjang kemampuan lompat jauh gaya jongkok. Pada nomor lompat jauh dibutuhkan latihan kekuatan, di mana latihan tersebut akan dapat meningkatkan kemampuan lompatan. Salah satu latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh misalnya latihan loncat katak dan loncat naik turun bangku ini bila di programkan dengan baik, maka dapat mencapai hasil yang mengandung peningkatan jauhnya lompatan pada atletik lompat jauh.Seperti kita ketahui bahwa dalam lompat jauh, kekuatan tungkai adalah kunci keberhasilan seorang atlet untuk melakukan lompatan secara benar dan terarah, ini berarti latihan loncat katak dan loncat naik turun bangku yang di laksanakan secara sistematis dan terprogram dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai untuk mencapai kemampuan lompat jauh.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PERBEDAAN LATIHAN LONCAT NAIK TURUN BANGKU DAN LATIHAN LONCAT MELEWATI KOTAK TERHADAP HASIL KEMAMPUAN LOMPAT JAUH PADA SISWA PUTRA KELAS IV DAN V SD NEGERI SIDAKATON 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

(ABSTRAK) PERBEDAAN LATIHAN LONCAT NAIK TURUN BANGKU DAN LATIHAN LONCAT MELEWATI KOTAK TERHADAP HASIL KEMAMPUAN LOMPAT JAUH PADA SISWA PUTRA KELAS IV DAN V SD NEGERI SIDAKATON 01 KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

Skripsi ini berjudul Perbedaan Latihan Loncat Naik Turun Bangku Dengan Latihan Loncat Melewati Kotak terhadap Hasil Kemampuan Lompat Jauh pada Siswa Putra Kelas IV dan V SD Negeri Sidakaton 01 Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009.

1 Baca lebih lajut

Bab VI - Bab 6 Menganalisis Keterampilan Gerak Aktivitas Spesifik Senam Lantai

Bab VI - Bab 6 Menganalisis Keterampilan Gerak Aktivitas Spesifik Senam Lantai

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan dalam keterampilan gerak loncat kangkang tumpuan ujung peti lompat, yaitu: awalan lari kurang cepat, tolakan kedua kaki tidak bersamaan, peti lompat tidak tercapai dengan baik, tahanan tangan di peti lompat kurang kuat, kedua tungkai tidak ditarik mendekati dada saat tangan menolak, pendaratan kedua kaki kurang bersamaan dan tidak berurutan, dan pandangan tidak ke depan.

8 Baca lebih lajut

Pelajaran 16 Menganalisis Kategori Gerak Senam Ketangkasan

Pelajaran 16 Menganalisis Kategori Gerak Senam Ketangkasan

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan dalam keterampilan gerak loncat kangkang tumpuan ujung peti lompat, yaitu: awalan lari kurang cepat, tolakan kedua kaki tidak bersamaan, peti lompat tidak tercapai dengan baik, tahanan tangan di peti lompat kurang kuat, kedua tungkai tidak ditarik mendekati dada saat tangan menolak, pendaratan kedua kaki kurang bersamaan dan tidak berurutan, dan pandangan tidak ke depan.

3 Baca lebih lajut

s pgsd penjas 1207235 chapter5

s pgsd penjas 1207235 chapter5

Perencanaan kinerja guru yang dilakukan dalam pembelajaran gerak dasar lompat tinggi melalui permainan loncat tali karet, meliputi penyususnan rencana tindakan untuk memecahkan masalah lama peningkatan hasil belajar dalam upaya perbaikan gerak dasar lompat tinggi gaya guling perut. Hasil persentase perencanaan pembelajaran yaitu dari data awal 46%, siklus 59%, silus II 73% dan pada siklus III 96% sudah mencapai target yang ditentukan maka perencanaan dikatakan berhasil.

4 Baca lebih lajut

Pelajaran 6 Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan

Pelajaran 6 Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan

Loncat kangkang merupakan loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan membuka kedua kakinya (kangkang) pada saat melewati peti lompat. Loncat kangkang dapat dilakukan pada tumpuan pangkal dan ujung peti lompat. Agar dapat melakukan loncat kangkang kalian dapat melakukan aktivitas belajar meloncati susunan kardus, meloncati teman yang membungkuk, dan meloncati peti lompat dengan ketinggian secara bertahap.

4 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN GERAK DASAR LONCAT MELALUI PERMAINAN LONCAT KATAK BAGI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KADENGAN 02 KECAMATAN RANDUBLATUNG KABUPATEN BLORA TAHUN 2013

MODEL PEMBELAJARAN GERAK DASAR LONCAT MELALUI PERMAINAN LONCAT KATAK BAGI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KADENGAN 02 KECAMATAN RANDUBLATUNG KABUPATEN BLORA TAHUN 2013

Produk pembelajaran gerak dasar loncat selain memiliki kelebihan juga memliki kekurangan, diantaranya: (1) model pembelajaran gerak dasar loncat menggunakan bahan bekas yang diambil dari tempat pembuangan yang kotor, tapi sebelum digunakan dicuci terlebih dahulu, selain itu bahan juga mudah rusak, (2) model pembelajaran gerak dasar loncat memerlukan tinggi siswa yang rata-rata tinggi siswa sama, sedangkan ada beberapa anak yang tinggi badannya tidak sesuai dengan siswa lain atau kurang tinggi, sehingga bagi siswa tersebut mengalami kesulitan pada saat melakukan loncatan, (3) memerlukan lapangan yang cukup luas dan kering, (4) karena permainannya dilakukan dengan cara beradu cepat antar tim maka banyak anak yang melakukan gerakan dengan asal- asalan dan akhirnya banyak siswa yang mengabaikan peraturan.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Pengaruh Pelimpah Bertangga Tipe Akar Terpotong Terhadap Panjang Loncat Air dan Kehilangan Energi pada Kolam Olak

Pengaruh Pelimpah Bertangga Tipe Akar Terpotong Terhadap Panjang Loncat Air dan Kehilangan Energi pada Kolam Olak

Dari grafik di atas terlihat bahwa anak tangga model akar sangat efektif meredam energi kinetik aliran sehingga menghasilkan panjang loncatan yang relatif pendek. Penggunaan anak tangga yang diletakan pada tubuh bendung secara bersilangan, sebagian air akan membentur anak tangga bagian depan sedangkan sebagian lagi akan membentur anak tangga bagian belakang, dengan susunan ini semua aliran akan terbentur anak tangga. Dengan penataan bersilangan, energi aliran menjadi lemah, dan panjang loncat air yang terjadi menjadi lebih pendek dibandingkan pada loncat air pada bendung polos. Dari grafik diatas ternyata bendung dengan sudut kemiringan tubuh bendung 60 o yang mempunyai daya mereduksi energi aliran yang terbesar, disusul bendung bertangga dengan sudut 55 o , 50 o dan 45 o .
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KELAS XI PJOK BS revisi 2017 ilovepdf compressed

KELAS XI PJOK BS revisi 2017 ilovepdf compressed

Tujuan lompat tinggi adalah melompat setinggi-tingginya dengan menggunakan cara yang benar. Alat dan perlengkapan yang berhubungan dengan nomor lompat tinggi adalah lintasan awalan, mistar, tiang lompat, dan tempat mendarat/matras/kasur tebal/spon. Lintasan awalan lari panjangnya minimal 15 m, harus rata dan tidak licin. Mistar dapat dibuat dari kayu, metal atau fiber yang berbentuk bulat atau segitiga dan berdiameter minimal 25 mm - 30 mm dengan permukaan datar atau rata. Kedua ujung berguna untuk meletakkan pada tiang penopang. Panjang mistar minimal 3,64 m dan maksimal 10 m. Beratnya minimal 2,2 kg. Kedua tiang yang digunakan untuk penopang mistar harus kuat dan kukuh serta cukup tinggi dan dapat digunakan untuk mistar dengan jarak 5-10 cm. Tempat mendarat berukuran 4 x 5 m dan dapat ditutup dengan matras atau karet busa sebagai alas pendaratan.
Baca lebih lanjut

304 Baca lebih lajut

Bab 17 Pelajaran Ketangkasan Bagian Dua

Bab 17 Pelajaran Ketangkasan Bagian Dua

Balok keseimbangan bisanya digunakan khusus bagi wanita, semula hanya untuk keseimbangan. Namun sekarang sebagian besar keterampilan senam lantai dilakukan pada alat tersebut. Rangkaian gerak senam ketangkasan pada balok keseimbangan terdiri atas memutar, meliuk, keseimbangan, latihan-latihan sambil duduk dan telungkup, langkah lompat, dan pembalikan. Semua gerakan tersebut dalam pola berirama. Balok berukuran panjang 5 meter, lebar 10 cm tebal balok 16 cm dan dipasang pada kaki dengan ketinggian 1,2 meter.

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...