Majelis Ulama Indonesia

Top PDF Majelis Ulama Indonesia:

Strategi komunikasi Majelis Ulama Indonesia dalam mensosialisasikan Fatwa haram Korupsi kepada Ummat Islam

Strategi komunikasi Majelis Ulama Indonesia dalam mensosialisasikan Fatwa haram Korupsi kepada Ummat Islam

Hingga kini, bangsa Indonesia dihadapkan pada sekian banyak permasalahan dalam segala bidang, baik dari sisi politik, sosial dan budaya, sehingga bangsa Indonesia harus bersama-sama membenahinya. Dari sisi sosial, seluruh lapisan masyarakat harus bersama-sama memberantas korupsi yang sudah mengakar sejak masa Orde Baru. Dalam hal ini Ulama tentunya ikut bertanggung jawab untuk menanggulangi tindak pidana korupsi sesuai dengan kapasitasnya sebagai ahli agama. Dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah para ulama turut andil dalam mencegah praktek korupsi, pada Musyawarah Nasional (MUNAS) VI, MUI mengadakan sidang fatwa yang membahas tentang suap (risywah), korupsi (ghulul), dan hadiah kepada para pejabat. Hasilnya pada tanggal 29 Juli 2000 ditetapkan bahwa hukum korupsi adalah haram. Fatwa yang dihasilkan dari ijtihad ulama tentunya menjadi acuan aktivitas ummat Islam. Judul skripsi ini dipilih sebagai upaya untuk mengetahui strategi komunikasi MUI dalam mensosialisasikan fatwa korupsi.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

SERTIFIKASI HALAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (STUDY FUNGSI PENGAWASAN LEMBAGA PENGKAJIAN PANGAN, OBAT-OBATAN DAN KOSMETIKA MAJELIS ULAMA INDONESIA (LPPOM)) PROVINSI LAMPUNG - Raden Intan Repository

SERTIFIKASI HALAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (STUDY FUNGSI PENGAWASAN LEMBAGA PENGKAJIAN PANGAN, OBAT-OBATAN DAN KOSMETIKA MAJELIS ULAMA INDONESIA (LPPOM)) PROVINSI LAMPUNG - Raden Intan Repository

Setiap pelaku usaha yang telah mendapatkan sertifikasi halal terhadap produknya mencantumkan keterangan atau tulisan halal dan nomor sertifikat pada label setiap kemasan produk. Selama berlakunya sertifikasi halal perusahaan harus dapat memberikan jaminan bahwa segala perubahan baik dari segi penggunaan bahan, teknologi proses hanya dapat dilakukan dengan sepengetahuan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Lampung yang menerbitkan sertifikat halal. Jaminan tersebut dituangkan dalam suatu sistem yang disebut sistem jaminan halal (SJH), sistem jaminan halal dibuat oleh perusahaan berdasarkan buku panduanuang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Pada UU No. 33 tahun 2014 Tentang jaminan produk halal mengharuskan seluruh produk makanan dan minuman baik olahan dan kemasan bersertifikat halal dan berlabel halal.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Analisis kaligrafi pada logo halal Majelis Ulama Indonesia

Analisis kaligrafi pada logo halal Majelis Ulama Indonesia

kaligrafi tersebut. Pada awal perkembangan Islam, gaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakan untuk penyalinan Al-Qur ’ an periode awal. Karena itu, gaya kufi ini adalah model penulisan paling tua di antara semua gaya kaligrafi. Bentuk kufi yang bersiku ini semakin berkembang, sehingga saat ini biasa digunakan dan sesuai untuk keperluan dekoratif pada bangunan arsitektur seperti Masjid, madrasah, dan gedung-gedung kota di negeri Islam. Dekorasi yang digunakan pada tulisan “Majlisul’ulamaa indaunaisiya” dalam logo halal Majelis Ulama Indonesia dibuat melingkar. Susunan huruf hijaiyah pada kalimat “Majelis Ulama Indonesia” tersebut, yaitu huruf mim, jim, lam, sin, alif, lam, ‘ain, lam, mim, alif, hamzah, alif, lam alif, hamzah, nun, dal, wau, ya, sin, dan ya. Dengan penggunaan jenis kaligrafi kufi pada logo halal Majelis Ulama Indonesia tersebut, memperindah pesan dengan huruf-huruf dan harakatnya yang ada pada logo.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Peran Lembaga Majelis Ulama Indonesia Dalam Pengendalian Sosial Masyarakat Muslim (Studi Deskriptif Majelis Ulama Indonesia di Kota Medan)

Peran Lembaga Majelis Ulama Indonesia Dalam Pengendalian Sosial Masyarakat Muslim (Studi Deskriptif Majelis Ulama Indonesia di Kota Medan)

Sejumlah fatwa-fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia yang sering didengar dan disaksikan akhir-akhir ini adalah mengenai RUU (Rancangan Undang- Undang) Produk Halal yang saat ini tengah dibahas di Komisi VIII DPR RI, yang mengatakan bahwa jaminan produk halal diperlukan untuk menyakinkan konsumen mengenai produk-produk apa saja yang boleh di konsumsi khususnya Umat Islam, contoh lainnya ialah mengenai pemakaian vaksin meningitis bagi para jamaah haji yang menuai banyak silang pendapat dikalangan ulama yang sampai sekarang masih menjadi pembahasan dikalangan ulama (Waspada 11 juli, hal 1). Pada kasus lainnya ialah menetapkan sistem sensor tentang berbagai program acara yang telah dinilai merusak moral agar tidak ditayangkan seperti contoh mengenai kecaman MUI mengenai film ‘Paku Kuntil Anak’ yang dimana didalam film tersebut tidak dilakukannya sistem sensor pada produksi film tersebut (Batak Pos,30 Juli 2009).
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Sikap Waria Surabaya Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Haramkan Perubahan Jenis Kelamin (Studi deskriptif kuantitatif Sikap Waria Surabaya Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Haramkan Perubahan Jenis Kelamin).

Sikap Waria Surabaya Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Haramkan Perubahan Jenis Kelamin (Studi deskriptif kuantitatif Sikap Waria Surabaya Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Haramkan Perubahan Jenis Kelamin).

sebesar 28 % responden menyatakan setuju, dalam hal ini responden merasa tenang apabila fatwa merubah jenis kelamin ditetapkan keabsahannya, karena mereka menganggap merubah jenis kelamin bukanlah hal yang susah, tetapi hal tersebut akan menjadi pertanggung jawaban kelak yang akan kita dapatkan di akhirat. Sebanyak 50 orang atau sebesar 50 % responden menyatakan tidak setuju mengenai perasaan tidak tenangnya dikeluarkan fatwa haram merubah jenis kelamin oleh Majelis Ulama Indonesia, dalam hal ini responden menganggap Majelis Ulama Indonesia tidak bersikap kooperatif terhadap responden untuk membicarakan hal tersebut terlebih dahulu, maka apapun yang sudah terjadi itu sudah kehendak dan kesalahan yang pantas responden terima dampaknya. Dan sebanyak 17 orang atau sebesar 17 % responden menyatakan sangat tidak setuju, dengan sangat tidak tenangnya ditetapkannya fatwa tersebut, karena responden menganggap Majelis Ulama Indonesia tidak ada hal penting selain membicarakan fatwa tersebut, yang padahal masih banyak berita-berita di luar sana perlu dibahas keabsahannya, dalam hal itu responden tidak banyak mengerti jalan pikir Majelis Ulama Indonesia dengan tidak adanya diskusi terlebih dahulu dengan responden pada umumnya.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) KOTA MEDAN DALAMPEMBINAAN UMAT ISLAM TAHUN 2016-2018 - Repository UIN Sumatera Utara

KEPEMIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) KOTA MEDAN DALAMPEMBINAAN UMAT ISLAM TAHUN 2016-2018 - Repository UIN Sumatera Utara

Karena pada dasarnya peneliti mengangkat judul proposal ini karena peneliti sudah pernah mengikuti pembinaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam hal pembinaan atau pelatihan dakwah dan peribadahan yang banyak dihadiri oleh masyarakat atau umat, cendikiawan, dan dihadiri oleh beberapa perwakilan-perwakilan dari beberapa ormas Islam di Kota Medan sepertin Nahdatul Ulama, Wasliyah dan Muhammadiyah. Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut, bagimana kepemimpinan dari lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan dalam melakukan pembinaan terhadap umat Islam Kota Medan. Oleh karena itu penulis mengangkat judul penelitian : “Kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Dalam Pembinaan Umat Islam Tahun 2016- 2018.”
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

METODE FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

METODE FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Salah satu lembaga fatwa yang bersifat semi-formal adalah fatwa yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), ka- rena lembaga ini meskipun dibentuk secara resmi oleh pemerintah, na- mun ketetapannya tidak dapat me- maksa sebagaimana keputusan lem- baga peradilan. Sejak berdiri tahun 1975 MUI telah banyak mengeluar- kan fatwa baik atas permintaan individu atau kelompok masyarakat maupun atas permintaan pemerin- tah. Makalah sederhana ini akan mencoba untuk melihat dan meneliti beberapa fatwa yang telah dikeluar- kan MUI, terutama dari segi metode ijtihad yang digunakan dalam meru- muskan fatwanya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hukum aborsi bayi terdeteksi virus HIV menurut majelis ulama Indonesia

Hukum aborsi bayi terdeteksi virus HIV menurut majelis ulama Indonesia

Ulama Syafi’iyah lainnya mengatakan bahwa aborsi diizinkan sepanjang janin yang berada dalam kandungan belum berbentuk manusia, yakni belum terlihat bentuk tangan dan kakinya, tidak ada pula kepalanya, rambut dan bagian-bagian tubuh lainnya. Ulama yang memperbolehkan aborsi sebelum melewati usia 42 hari, adalah al-Romli, dalam kitab al-Nihayah. Beliau mengemukakan alasan boleh karena belum ada penyawaan pada janin itu. Tetapi jika usia janin sudah mendekati 40 hari maka aborsi dimakruhkan, karena tak seorang pun mampu mengetahui kapan kepastian ruh tersebut ditiupkan kepada janin. Yang pasti, aborsi dalam bentuk apapun harus disertai alasan yang logis, sebab umat Islam dilarang membuang barang berharga tanpa alasan yang jelas.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARATIF ULAMA SHA>FI’IYAH DAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG HUKUM JUAL BELI DAN MENGKONSUMSI KEPITING

STUDI KOMPARATIF ULAMA SHA>FI’IYAH DAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG HUKUM JUAL BELI DAN MENGKONSUMSI KEPITING

waktu yang cukup lama, tidak seperti hewan-hewan laut pada umumnya. Tetapi pada masa sekarang, seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, dapat diketahui bahwa kepiting tidak termasuk hewan yang bisa hidup di dua alam, seperti yang disimpulkan oleh para ulama zaman dulu. Menurut para pakar perkepitingan seperti Hasanuddin dan Sulistiono, kepiting adalah hewan laut, karena hanya bisa hidup di air. Kepiting memang bisa bertahan hidup di darat selama 4-5 hari karena insangnya menyimpan air, sehingga masih bisa bernapas. Tapi kalau tidak ada airnya sama sekali, dia akan mati. Jadi kepiting tidak bisa lepas dari air.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

STRATEGI DAKWAH MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DI BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

STRATEGI DAKWAH MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DI BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

“Semua lembaga kami rangkul yang ada di Bandar Lampung, terkait dengan pemerintah daerah. Karena bagaimanapun juga kita harus membackup pemerintahan yang ada di daerah kita. Dan memberikan masukan terhadap pemertinah terkait permasalahan yang ada di masyarakat dalam bidang pendidikan, sosial, politik, ekonomi, dan lain- lain. Makanya dalam komposisi kepengurusan kami sangat heterogen, yaitu ulama- ulama yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang.” 57 Dari berbagai kegiatan dakwah melalui media lisan di atas merupakan suatu wujud bentuk kerja sama MUI Lampung yang baik dalam hal kepengurusan dari dalam dan juga kerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung. Sehingga tujuan dakwah yang direncanakan kepada masyarakat khususnya kota Bandar Lampung dapat berjalan baik dan efektif.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

THE FATWAS OF MAJELIS ULAMA INDONESIA ON THE AHMADIYAH DOCTRINES

THE FATWAS OF MAJELIS ULAMA INDONESIA ON THE AHMADIYAH DOCTRINES

Unlike the previous fatwa and recommendation, in this latest fatwa the MUI emphasized the Ahmadis’ belief in Mirza as a Prophet, which is the belief of the Ahmadiyah Qadian. It is stated in the second section of the preamble, “bearing in mind section,” which mentions particular verses of the Qur’ an, such as sura 33 verse 40 on the Prophet Muhammad prophecy, sura 6 verse 153 on the “right path of Islam”, and sura 5 verse 105 on maintaining faith. This section also lists two Prophetic traditions: the first tradition, which is narrated by Bukhari, mentions that there will not be any prophet after the Prophet Muhammad; and the other tradition, which is narrated by Tirmidhi, having the same content with different phrasing. 26 The last section of the preamble, the “observing section,” mentioned the decree of the Organization of Islamic Conference on Ahmadiyah Qadian and Ahmadiyah Lahore as deviants in 1985, the fatwa issued on Ahmadiyah in 1980 and the opinion of the Fatwa Commission in the seventh National Conference in July 2005. 27 The MUI refers to the decree of the Organization of Islamic Conference (OIC), since Indonesia is a member of this organization. However, this reference gives lead to a number of interpretations. First, the MUI acknowledges the authority of this international organization, and second, the MUI needs to underpin its decision by referring to a more wide-scale organization. This decree mentions the following statement:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN IJTIHAD KOLEKTIF DI KALANGAN MUHAMMADIYAH, NAHDHATUL ULAMA DAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (Studi Komparatif Pada Masalah-Masalah Kontemporer)

PENERAPAN IJTIHAD KOLEKTIF DI KALANGAN MUHAMMADIYAH, NAHDHATUL ULAMA DAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (Studi Komparatif Pada Masalah-Masalah Kontemporer)

Pedoman transliterasi ini diadaptasi dan dimodifikasi dari keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 158 tahun 1987 dan nomor 0543 b/u/ 1987 yang diperbaharui oleh Balitbang dan Diklat Keagamaan, proyek pengkajian dan Pengembangan Lektur Pendidikan Agama Tahun 2003.

15 Baca lebih lajut

Penemuan Hukum Islam Melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dalam Bidang Perbankan Syariah.

Penemuan Hukum Islam Melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dalam Bidang Perbankan Syariah.

Mencermati tradisi civil law dan common law, fiqih mempunyai pengertian yang sama dengan yurisprudensi sebagai ilmu hukum tetapi pemahaman yang berkembang di Indonesia, keduanya mempunyai pengertian yang berbeda. Disatu pihak, yurisprudensi adalah putusan pengadilan, sedangkan dilain pihak fikih adalah pendapat tertentu mengenai hukum (legal opinion). 8 Bukti kongkrit dari eratnya hubungan fiqih para fuqaha dengan ekonomi syari’ah atau lembaga keuangan yang berkembang di Indonesia, dapat dilihat di bidang Perbankan Syari’ah. Umat Islam yang terlibat sebagai pelaku ekonomi syari’ah, sebagian merasa bahwa melakukan transaksi syari’ah merupakan bagian dari melaksanakan ajaran Islam, sebagai aktualisasi dari rasa keimanan kepada Allah Swt., karena kegiatan ekonomi syari’ah dilandasi oleh ajaran-ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an, as-Sunnah, al-Ijma dan al-Qiyas. 9 Dalam Surat Yunus Ayat 59 Allah berfirman, yang artinya:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Fatwa majelis ulama Indonesia (MUI) tentang nikah beda Agama dan respon para pemuka Agama terhadapnya

Fatwa majelis ulama Indonesia (MUI) tentang nikah beda Agama dan respon para pemuka Agama terhadapnya

Dalam hal ini terjadi perbedaan perlakuan antara wanita dan pria muslim. Kenapa wanita muslim dilarang menikah dengan pria musyrik atau ahlu kitab, sementara pria muslim diperbolehkan oleh sebagian ulama untuk menikah dengan wanita ahlu kitab? Dalam hal ini bisa diberikan sebuah alasan hukum, bahwa surat al-Baqarah ayat 221 memang samasama melarang wanita dan pria muslim untuk menikah dengan musyrik atau musyrikah. Akan tetapi pada sisi lain Allah juga berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 5 di atas yang menyatakan bahwa terdapat wanita muhshanat (yang terpelihara) dari mu'minat dan ahlu kitab serta adanya sunnah Nabi dan praktik sahabat. Dengan landasan ini maka kebolehan menikah dengan ahli kitab hanya diperuntukkan bagi pria muslim bukan sebaliknya. Dalam hal ini AL-Jurjawi, Muhammad Ali Ash-Shabuni dan Yusuf Qardlawi memberikan penegasan bahwa dilarangnya wanita muslimah menikah dengan ahli kitab semata-mata untuk menjaga iman. Sebab, ada stigma yang berkembang, istri mudah terpengaruh. Jika diperbolehkan mereka dikhawatirkan akan terperdaya ke agama lain. 24
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Strategi Komunikasi Majelis Ulama Indonesia Dalam Mensosialisasikan Fatwa Sesat Ormas Gafatar

Strategi Komunikasi Majelis Ulama Indonesia Dalam Mensosialisasikan Fatwa Sesat Ormas Gafatar

Gafatar merupakan metamorfosis dari aliran al-Qiyadah al-Islamiah yang telah difatwa sesat oleh MUI pada tahun 2007 karena mereka menganut paham Millah Abraham, yaitu mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani, dan Yahudi. Bahwa sesungguhnya agama tidak bisa di campur-campur karena memiliki kitab dan aturannya masing-masing. Ditambah lagi para pengikut Gafatar menganggap Ahmad Mussadeq sebagai guru spiritual, juru selamat, dan nabi setelah Nabi Muhammad Saw. Pernyataan ini sudah keluar dari ajaran Islam yang sesungguhnya karena sebagai umat Islam wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw merupakan nabi terakhir yang Allah SWT turunkan ke bumi dan tiada lagi nabi setelah Nabi Muhammad Saw. Pernyataan ini terkandung dalam Surat Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA DITINJAU DARI FIQH SIYASAH.

KEDUDUKAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA DITINJAU DARI FIQH SIYASAH.

Dalam bangunan besar ketatanegaraan Indonesia, terdapat dua macam struktur kenegaraan. Yang pertama adalah Infra Struktur (The Sosio Political Sphere) adalah suatu kehidupan politik yang tidak nampak dari luar namun nyata dan ada dinamikanya, karena infra strukutr lebih berada di ruang-ruang pemberdayaan masyarakat, sehingga actionnya hanya dapat dilihat dengan cara mendalami masyarakat. tersebut. Pada sektor ini terdapat berbagai kekuatan dan persekutuan politik rakyat (Masyarakat). Dari sekian banyak kekuatan politik rakyat, yang terpenting adalah: Partai Politik, Golongan Penekan, Golongan Kepentingan, Tokoh Politik, Alat Komunikasi Politik, dan Organisasi Non Pemerintah, termasuk didalam Organisasi Non Pemerintah ini adalah : LSM, NGO, Ormas dsb. Sedangkan yang kedua adalah supra struktur (the goverment political sphere) Yaitu suatu kehidupan politik pemerintahan, yang nampak dari luar, dikatakan nampak dari luar, karena
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

METODOLOGI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

METODOLOGI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Takhrij yang dilakukan oleh MUI adalah bentuk takhrij ketiga yaitu takhrij al-furû’ ala al-furû’. Metode ini berpatokan pada pendapat yang pernah dibahas oleh para ulama terdahulu. Metode ini dilakukan dengan memperhatikan mulhaq bih, mulhaq ‘alaih dan wajh al-ilhâq-nya. Jika takhrij juga tidak dapat dilakukan, maka MUI (dalam hal ini komisi fatwa) melakukan ijtihad jamâ ’i (pendapat kolektif) dengan menggunakan kaidah-kaidah ushul fiqh dan fiqh.

16 Baca lebih lajut

FATWA HARAM MEROKOK: Analisa Terhadap Dalil Hadis Majelis Ulama Indonesia

FATWA HARAM MEROKOK: Analisa Terhadap Dalil Hadis Majelis Ulama Indonesia

Dari kajian hadis yang digunakan sebagai dasar fatwa haram merokok oleh Majelis Ulama Indonesia dapat disimpulkan sebagai berikut; pertama, hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah berkaitan dengan tidak diperbolehkan berbuat madharat adalah dha’if, berdasarkan atas adanya seorang periwayat hadis yang bernilai dhaif yaitu Jabir al-Ju’fy. Sedang hadis kedua pun didapati adanya keterputusan sanad sehingga hadis ini masuk dalam kategori hadis munqathi. Adapun matan hadis itu bernilai maqbul, oleh karena sejalan dengan criteria matan yang diterima, diantaranya tidak bertentangan dengan al-Qur’an.Status hadis tersebut dari sanadnya adalah dho’if dan matannya sohih. Kedua, dilihat dari berbagai perspektif, rokok dapat merusak diri dan orang lain, karena itu perlu diupayakan penanggulangan serius dengan tidak cukup difatwakan tetapi ditangani dengan serius antara MUI yang bekerjasama dengan pemerintah.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA DITINJAU DARI PERSPEKTIF FIQH SIYASAH.

KEDUDUKAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA DITINJAU DARI PERSPEKTIF FIQH SIYASAH.

Pada tahun 1974 diadakannya lokakarya nasional bagi para juru dakwah muslim Indonesia, telah disepakati bahwa pembentukan majelis ulama semacam itu harus diprakarsai pada tingkat daerah. Hal ini setelah adanya saran langsung dari Presiden Soeharto yang dalam pidato pembukaannya, menyarakan perlunya sebuah badan nasional bagi para ulama untuk mewakili kaum muslimin dalam sebuah wadah antara agama yang kan dibentuk kemudian. Presiden juga mengemukakan dengan terus terang dua alasan: Pertama, keinginan pemerintah agar kaum muslimin bersatu dan Kedua, kesadaran bahwa masalah yang dihadapi bangsa tidak dapat diselesaikan tanpa keikutsertaan para ulama. Dan pada masa pemerintahan Soeharto, desakan untuk membentuk semacam majelis ulama nasional tampak mudah dan jelas, ketika pada tanggal 1 Juli 1975, pemerintah yang diwakili Departemen Agama mengumumkan penunjukan sebuah panitia
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Sanksi Hukuman Mati Bagi Pelaku Pidana Penyalahgunaan Narkoba Dalam Pandangan Hukum Islam

Sanksi Hukuman Mati Bagi Pelaku Pidana Penyalahgunaan Narkoba Dalam Pandangan Hukum Islam

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketentuan hukuman mati yang terdapat dalam Fatwa MUI No. 53 Tahun 2014, MUI berpendapat bahwa kejahatan narkoba merupakan salah satu ancaman terbesar bagi bangsa dan negara Indonesia selain terorisme dan korupsi. Ketiganya merupakan kejahatan luarbiasa yang harus dihadapi secara sangat serius dan dengan tindakan hukum yang luar biasa juga. Kejahatan-kejahatan tersebut tidak akan bisa dihadapi hanya dengan tindakan hukum yang normal. Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga yang memberikan fatwa hukum Islam telah mengeluarkan fatwa mengenai dibolehkannya negara menjatuhkan hukuman mati bagi pelaku penyalahguna narkoba yang kejahatannya sudah berulang kali, dengan tujuan agar memberikan efek jera bagi para pelaku prnyalahguna Narkoba. Penulis juga ingin mengetahui bagaimana metode Istinbath hukum dan keabsahan fatwa yang dilakukan oleh MUI dalam menetapkn Hukuman Mati bagi penyalahguna narkoba, Mengingat hukuman mati itu sendiri masih menjadi pro dan kontra di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...