makhluk hidup dan lingkungannya

Top PDF makhluk hidup dan lingkungannya:

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat kita ketahui bahwa mahkluk hidup sebagian besar berada di darat secara alami hidupnya. Tingkat organisasi makhluk hidup sesuai dengan tujuan ekologi dimulai dari unit yang paling kecil adalah individu yaitu makhluk tunggal suatu organism, namun tidak ada makhluk hidup yang dapt hidup sendiri, setiap makhluk hidup tergantung pada makhluk hidup lain dan faktor – faktor abiotikdalam lingkungannya kemudian kumpulan dari individu yang sejenis atau species yang sama disebut populasi, beberapa populasi makhluk hidup dapat menempati habitat yang sama membentuk komunitas , komunitas dengan faktor-faktor abiotiknya membentuk kesatuan yang disebut ekosistem, komponen ekosistem terdiri dari faktor – faktor abiotik, produsen, konsumen , pengurai, dan detritus.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat kita ketahui bahwa mahkluk hidup sebagian besar berada di darat secara alami hidupnya. Tingkat organisasi makhluk hidup sesuai dengan tujuan ekologi dimulai dari unit yang paling kecil adalah individu yaitu makhluk tunggal suatu organism, namun tidak ada makhluk hidup yang dapt hidup sendiri, setiap makhluk hidup tergantung pada makhluk hidup lain dan faktor – faktor abiotikdalam lingkungannya kemudian kumpulan dari individu yang sejenis atau species yang sama disebut populasi, beberapa populasi makhluk hidup dapat menempati habitat yang sama membentuk komunitas , komunitas dengan faktor-faktor abiotiknya membentuk kesatuan yang disebut ekosistem, komponen ekosistem terdiri dari faktor – faktor abiotik, produsen, konsumen , pengurai, dan detritus.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA Ilmu Pe (3)

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA Ilmu Pe (3)

Vertebrata pada umumnya terbungkus oleh lapisan tubuh (epidermis dan dermis). Vertebrata yang hidup di darat biasanya memiliki kulit menanduk dan memiliki tulang. Pada vertebrata tingkat rendah endosekeleton berupa tulang rawan. Adapun vertebrata yang sudah maju , endosekeleton berupa tulang keras. Sistem peredaran darah dilengkapi jantung dengan atriun dan ventrikel. Sistem pernafasan dilengkapi organ berupa ingsang, kulit dan paru- paru. Sistem eksresi dilengkapi dengan organ ginjal. Sistem reproduksi secara seksual antara hewan jantan dan betina.

26 Baca lebih lajut

Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya SMA Kelas X-Idun Kistinnah-2009

Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya SMA Kelas X-Idun Kistinnah-2009

c. Fase sintesis, DNA virus yang telah diinjeksikan yang mengandung enzim lisozim ke dalam akan menghancurkan DNA bakteri, sehingga DNA virus yang berperan mengambil alih kehidupan. Kemudian DNA virus mereplikasi diri berulang-ulang dengan cara meng- gandakan diri dalam jumlah yang banyak, selanjutnya melakukan sintesis protein dari ribosom bakteri yang akan diubah manjadi bagian-bagian kapsid seperti kepala, ekor, dan serabut ekor. d. Fase perakitan, bagian-bagian kapsid kepala, ekor, dan rambut ekor yang mula-mula terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus kemudian DNA virus masuk ke dalamnya, maka ter- bentuklah tubuh virus yang utuh. e. Fase litik, ketika perakitan telah selesai yang ditandai dengan ter- bentuknya tubuh virus baru yang utuh. Virus ini telah mengambil alih perleng- kapan metabolik sel inang bakteri yang menyebabkan memuat asam nukleat virus dari pada asam nukleat bakteri. Setelah sekitar 20 menit dari infeksi awal sudah terbentuk 200 bakteriofage yang telah terakit dan sel bakteri itu pun meledak pecah (lisis) dan melepaskan fage-fage baru/virus akan keluar untuk mencari/menginfeksi bateri-bakteri lain sebagai inangnya, begitu seterusnya dan memulai lagi daur hidup tersebut.
Baca lebih lanjut

414 Baca lebih lajut

Distribusi dan Performa Reprodukasi Kepiting Bakau Scylla oceanica di Ekosistem Mangrove Belawan Sumatera Utara.

Distribusi dan Performa Reprodukasi Kepiting Bakau Scylla oceanica di Ekosistem Mangrove Belawan Sumatera Utara.

kurang lebih 47 jenis tumbuhan yang spesifik hutan mangrove (Bengen, 2002). Ekosistem mangrove adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya kehidupan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan antara makhluk hidup itu sendiri, terdapat pada wilayah pesisir, terpengaruh pasang surut air laut, dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam perairan asin/payau (Santoso, 2000). Ekosistem mangrove merupakan kawasan yang subur, baik daratan maupun perairannya, karena selalu terjadi transportasi nutrien akibat adanya pasang surut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas XI

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas XI

Darah adalah komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup, karena mempunyai peran yang sangat banyak, terutama dalam pengang- kutan zat-zat yang penting bagi proses metabolisme tubuh. Jika darah menga- lami gangguan, maka segala proses metabolisme tubuh akan terganggu pula. Dalam kehidupan sehari-hari, bila kita menyebut darah, hal itu diiden- tikkan dengan darah yang berwarna merah. Padahal warna merah pada darah itu tidak selalu tetap, artinya warna itu bisa berubah-ubah. Terkadang darah cenderung berwarna merah tua, namun terkadang berwarna merah muda. Apakah yang menyebabkan warna darah menjadi demikian? Untuk menjawab pertanyaan itu, coba perhatikan seekor ayam yang sedang disembelih. Darah yang keluar dari ayam yang sedang disembelih berwarna merah muda dan cair, tetapi setelah dibiarkan beberapa saat, darah itu akan berwarna merah tua, dan selanjutnya setelah beberapa lama darah itu akan membeku dan berwarna merah kehitam-hitaman. Jadi, apa yang menyebabkan darah dapat berwarna merah tua? Bila kadar oksigen dalam darah tinggi, maka darah akan berwarna merah muda, sedangkan bila kadar CO 2 nya yang tinggi maka darah akan berwarna merah tua.
Baca lebih lanjut

376 Baca lebih lajut

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas X

Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMAMA Kelas X

Cobalah Anda amati tempat-tempat yang ada di sekitar rumah atau tempat tinggal Anda, seperti sawah, sungai, ladang, kebun, halaman sekolah atau rumah, kolam, akuarium! Benda-benda apa saja yang ada di tempat tersebut? Anda tentu sudah mengetahui bahwa di tempat-tempat itu ada benda mati (abiotik) seperti tanah, air, udara, batu/kerikil, cahaya matahari, bahkan ada kotoran hewan. Selain itu, ada pula benda hidup (biotik) seperti bermacam-macam jenis tumbuhan serta bermacam-macam jenis hewan. Pada tempat tersebut kedua macam komponen akan membentuk hubungan saling ketergantungan (interaksi) yang menjadi unsur-unsur suatu ekosistem. Kajian biologi pada tingkat ekosistem meliputi berbagai jenis ekosistem, komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem, fungsi masing-masing komponen dalam ekosistem, hubungan antara makhluk hidup dan ling- kungannya, aliran energi, rantai makanan, serta jaring-jaring makanan. 9. Objek Tingkat Bioma
Baca lebih lanjut

414 Baca lebih lajut

Ringkasan Hand Out Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Ringkasan Hand Out Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Perkembangan lebih lanjut adalah usaha mengungkap misteri hidup suatu unit pembentuk tubuh yang terkecil yang dikenal sebagai sel. Peristiwa kehidupan yang terjadi pada tingkat organisme/makhluk hidup seperti bernafas, berkembang biak, tumbuh, bergerak/bereaksi terhadap rangsang, dicoba untuk diungkap pada tingkat sel. Ilmu ini dikenal sebagai Biologi Sel . Bahkan perkembangan akhir-akhir ini sedah sampai ke tingkat molekuler (DNA), sehingga ilmu ini dikenal sebagai Biologi Molekuler . Asumsi bahwa segala peristiwa hidup dapat diungkap pada tingkat sel, sebegitu jauh masih dapat dipahami, oleh karena sel tersebut merupakan bagian terkecil dari tubuh. Perkembangan lebih lanjut menunjukkan bahwa orang tidak puas dengan usaha ini, maka timbullah kemudian usaha untuk mengungkap misteri kehidupan pada tingkat molekul. Sebagaimana diketahui, molekul adalah penyusun sel, sehingga tingkah laku molekul serta interaksi antara molekul satu dengan molekul yang lainnya, diharapkan merupakan dasar pada peristiwa hidup. Biologi Molekuler sekarang berkembang sangat pesat sekali. Ilmu tentang penurunan sifat dari orang tua/induk kepada keturunannya dalam cabang ilmu genetika, disebut Genetika Molekuler . Dari ilmu ini orang kemudian menuju kepada apa yang disebut “genetic engineering” atau rekayasa genetika. Diharapkan bahwa manusia di kemudian hari dapat dijangkau secara berencana. Misalnya, apakah anda ingin mempunyai anak yang ahli teknik, sedangkan yang lain ahli dalam seni lukis ? Pertanyaan ini adalah pertanyaan klasik, namun orang berharap bahwa suatu waktu hal tersebut benar-benar dapat terwujudkan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Bentuk Masyarakat dan Pola Adaptasi Ekol

Bentuk Masyarakat dan Pola Adaptasi Ekol

lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Menurut Odum dan Cox (1971), ekologi adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem atau alam dimana manusia adalah bagian dari alam. Struktur mencirikan keadaan sistem tersebut. Fungsi menggambarkan hubungan sebab akibatnya. Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian bagaimana fungsi organisme di alam. Sehingga pola adaptasi ekologi dapat diartikan sebagai kebisaan yang ada di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Adaptasi ekologi berlangsung terus-menerus dan spesifik ruang dan waktu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Biologi Konservasi Pul

Laporan Praktikum Biologi Konservasi Pul

Substrat pada hutan mangrove yang berlumpur dan jenuh air mengandung oksigen rendah dan bahkan tidak mengandung oksigen (anoksik). Dalam kondisi lingkungan demikian hanya spesies-spesies tumbuhan tertentu saja yang dapat hidup. Sementara pada bagian atas substrat dimungkinkan sedikit teroksidasi dan terlihat berwarna kecoklatan, tetapi bagian bawahnya berwarna abu-abu kebiruan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, tumbuhan mangrove beradaptasi melaui sistem perakarannya yang khas (Whitten et al., 1987). Selain adanya sistem perakaran yang khas, kekurangan oksigen juga dapat dipenuhi oleh adanya lubang-lubang dalam substrat yang dibuat oleh hewan-hewan, misalnya kepiting. Lubang-lubang tersebut membawa oksigen ke bagian akar tumbuhan mangrove (Ewusie, 1980).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

MAKALAH KAJIAN BIOLOGI EKOSISTEM

MAKALAH KAJIAN BIOLOGI EKOSISTEM

Konsumen adalah makhluk hidup pemakan bahan organik yang dihasilkan oleh produsen untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Karena tidak dapat membuat makanan sendiri maka konsumen disebut juga dengan makhluk hidup heterotrof. Manusia dan hewan tidak dapat membuat makanan sendiri. Oleh karena itu, manusia dan hewan memperoleh makanan dari tumbuhan sehingga disebut konsumen. Konsumen sangat tergantung pada produsen, begitu juga sebaliknya, konsumen mempengaruhi kelangsungan hidup produsen. Karbon dioksida dari sisa pernapasan hewan dan manusia dibutuhkan tumbuhan untuk proses fotosintesis (membuat makanan). Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dibagi menjadi tiga macam, yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

IPA SD MI Kelas 5. Bab 3

IPA SD MI Kelas 5. Bab 3

Tahukah kalian bahwa tempat hidup bagi makhluk hidup di bumi berbeda-beda. Ada gurun, hutan, dataran tinggi, dataran rendah, sungai, hutan dan sebagainya. Perbedaan keadaan ini membuat hewan maupun tumbuhan beradaptasi. Penyesuaian diri merupakan suatu cara yang dimiliki oleh makhluk hidup. Makhluk hidup agar dapat memper- tahankan hidupnya. Bab ini akan mengajak lebih mengerti tentang adaptasi.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...