MASALAH PERJODOHAN

Top PDF MASALAH PERJODOHAN:

MASALAH PERJODOHAN DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI (Kajian Sosiologi Sastra) - repository UPI S IND 1002672 title

MASALAH PERJODOHAN DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI (Kajian Sosiologi Sastra) - repository UPI S IND 1002672 title

Rendra Wicaksono, 2015 MASALAH PERJODOHAN DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu MASALAH PERJODOHAN[r]

3 Baca lebih lajut

MASALAH PERJODOHAN DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI (Kajian Sosiologi Sastra).

MASALAH PERJODOHAN DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI (Kajian Sosiologi Sastra).

Di samping itu, poligami juga bisa menjadi motif masalah nikah. Teuw (1980. Hlm. 83) menyebutkan bahwa poligami sangat sering berlaku di masyarakat Minangkabau. Seorang lelaki tidak mempunyai kewajiban sosial terhadap keluarga istrinya, dan kalau dijemput oleh beberapa keluarga yang meminang sang suami, maka ini dianggap sebagai tanda kedudukan yang tinggi. Tentu saja ini menjadi permasalahan jika istri pertama tidak merestui poligami itu terjadi. Alih-alih mendogkrak status suami, meskipun dengan alasan tradisi. Kaba Minangkabau berjudul Kaba Tuanku Lareh Simawang yang ditulis Wisran Hadi mengangkat permasalah ini. Tidak rela suaminya menikah lagi, istri pertama dan anaknya rela bunuh diri (Yurma, 2010. Hlm. 4). Demikianlah terkandung dalam novel yang akan diteliti. Tetapi masalah poligami hanya menjadi diceritakan sedikit dalam novel ini yaitu sebagai upaya memisahkan perjodohan yang sudah cocok dan dibinia beberapa tahun.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

S IND 1002672 abstract

S IND 1002672 abstract

Objek penelitian ini adalah tentang tema-tema masalah perjodohan sebagaimana yang terjadi pada novel pada zaman Balai Pustaka. Pengaruh barat dan kemerdekaan individual melawan sistem adat lantas dideskripsikan Marah Rusli dalam novel Memang Jodoh yang secara pengerjaan justru telah selesai lima puluh tahun yang silam namun terbit 2013 lalu. Penelitian bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang: 1) struktur novel; 2) Bagaimana masalah perjodohan yang digambarkan dalam novel; 3) Bagaimana penentangan masalah perjodohanyang muncul dalam novel tersebut.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S IND 1002672 bibliography

S IND 1002672 bibliography

Rendra Wicaksono, 2015 MASALAH PERJODOHAN DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 166 DAFTAR PUSTAKA [r]

2 Baca lebih lajut

PERJODOHAN DALAM NASKAH RANDAI “ PUTI MANIH TALONSONG “ KARYA WISRAN HADI TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA.

PERJODOHAN DALAM NASKAH RANDAI “ PUTI MANIH TALONSONG “ KARYA WISRAN HADI TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA.

Naskah Randai “Puti Manih Talongsong” merupakan naskah yang disusun oleh Wisran Hadi pada tahun 1983. Naskah randai ini menarik untuk diteliti, karena sarat dengan fenomena sosial yang masih relevan terjadi pada saat sekarang ini yang terkait dengan masalah perjodohan. Dari zaman dahulu sampai saat ini, perjodohan menjadi persoalan setiap orang tua ketika anaknya sudah dewasa. Memilih jodoh yang tepat, menjadi suatu keharusan bagi orang tua. Hal ini terus berkelanjutan hingga saat ini, begitu juga dengan persoalan perjodohan yang dari hari kehari bahkan tahun ke tahun terus terjadi. Secara tidak langsung, sudah menjadi realita nyata yang terus menjadi perbincangan dan perdebatan bagi yang tidak sepaham atau tidak setuju dengan sistem perjodohan multi etnik (lintas budaya).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

S IND 1002672 table of content

S IND 1002672 table of content

vii Rendra Wicaksono, 2015 MASALAH PERJODOHAN DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI LE[r]

3 Baca lebih lajut

MASALAH PENGANGGURAN DI INDONESIA

MASALAH PENGANGGURAN DI INDONESIA

menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor impor, dll. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002, sebesar 9,13 juta penganggur terbuka, sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Selain itu terdapat sebanyak 2,7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam perminggu, pada tahun 2002 berjumlah 28,87 juta orang. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan, upah rendah, yang mengakibatkan produktivitas rendah. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Tiga Masalah Pokok Ekonomi

Tiga Masalah Pokok Ekonomi

Tiga Masalah Pokok Ekonomi | Di artikel sebelumnya Makalah Kelangkaan Barang dan Jasa Kebutuhan Manusia dan Kebutuhan Manusia telah dijelaskan bahwa Problema dasar ekonomi adalah bagaimana menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebaik-baiknya. Oleh karena itu manusia melakukan pilihan-pilihan agar dapat tercapai tingkat kesejahteraan yang paling tinggi. Perbuatan manusia untuk mencukupi kebutuhannya dengan alat terbatas disebut perbuatan ekonomi. Dengan penghasilan yang terbatas berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, dengan menyusun skala prioritas berdasarkan intensitasnya/kepentingannya. Tujuan dari penyusunan skala prioritas kebutuhan adalahs sebagai pengendali dalam membelanjakan paendapatnnya dan agar pendapatnnya dapat dibelanjakan sesuai dengan urutan intensitas kebutuhan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MASALAH PENGANGGURAN DI INDONESIA | Karya Tulis Ilmiah

MASALAH PENGANGGURAN DI INDONESIA | Karya Tulis Ilmiah

Pengangguran adalah seorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Pengangguran menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah makro ekonomi yang paling utama.

10 Baca lebih lajut

MASALAH PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

MASALAH PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

1. PENDAHULUAN Kerugian yang terjadi di dalam makanan selama penyimpanan tergolong dalam empat kategori utama: ( a) kehilangan berat, ( b) kehilangan mutu, ( c) resiko kesehatan, dan ( d) kerugian ekonomi.Kerugian-kerugian tersebut dimulai dari aktivitas pencarian makan serangga, micro-organisme dan hewan-hewan, penanganan yang tidak sesuai, serta perubahan fisika dan kimia, semuanya saling berhubungan. Kerugian penyimpanan dalam penggilingan makanan adalah karena bahan yang dimakan atau yang dirusak oleh serangga, hama binatang dan jamur. Ketika masalah serius muncul karena pestisida merusak tingkat kualitas. Aktivitas serangga sering menyebabkan pertumbuhan jamur yang tidak lengkap, berkembang dalam feedstuffs tetapi juga
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI PEMAKSAAN PERJODOHAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN : STUDI KASUS DI DESA MORBATOH KECAMATAN BANYUATES KABUPATEN SAMPANG.

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI PEMAKSAAN PERJODOHAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN : STUDI KASUS DI DESA MORBATOH KECAMATAN BANYUATES KABUPATEN SAMPANG.

“…sebenarnya mas, perjodohan di sini sangat lumrah, dan bisa dikatakan lumrah sekali. Hanya saja, ada beberapa kasus yang mengindikasikan bahwa proses perjodohan ini cenderung dipaksakan. Jika dinilai ini berimbang. Mau dikatakan tidak baik, ada rumah tangga yang merupakan hasil perjodohan tapi bisa awet sampai sekarang. Ada yang mengalami masalah dalam rumah tangganya. Sisi positifnya mungkin ya, menurut saya, dengan perjodohan ini laki-laki dan mempelai itu bisa saling memahami satu sama lain. Lalu mereka melanjutkan pada jenjang pernikahan. Kalau dalam perjalanan proses perjodohan ini tidak ada gangguan. Tapi, sisi negatifnya, apabila ada hal yang mengganggu di tengah jalan, orang-orang disini tidak mau memutus proses perjodohan ini. Sehingga dipaksakan. Dan, membuat kedua mempelai tidak enak melanjutkan pernikahan mereka. Kemudian lagi, bisa saja perjodohan ini memiliki sisi negatif apabila sudah dari awal dipaksakan. Itu bisa saya pastikan prosesnya tidak akan berwaktu lama. Akan berhenti dan merusak rumah tangga kedua orang ini. 68
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Analisis maqasid al-shari’ah terhadap tradisi perjodohan dengan kriteria kafa’ah harta dan nasab di desa Palasa Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep.

Analisis maqasid al-shari’ah terhadap tradisi perjodohan dengan kriteria kafa’ah harta dan nasab di desa Palasa Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep.

Pertama, dalam hal harta. Seyogyanya, tradisi perjodohan untuk menjaga harta yang dimiliki. Istilahnya, warisan yang dimiliki tidak jatuh pada orang lain yang tidak sepadan (kafa<’ah). Artinya mereka memiliki keyakinan, ketika harta tersebut jatuh pada yang bukan ahli waris akan membuat mereka kehilangan. Sebagaimana yang telah mereka yakini bahwasanya, orang tua bekerja hanya untuk anak-cucunya, demikian seterusnya. Sehingga muncul anggapan, siapapun dari mereka tidak mengikuti petuah akan mendapatkan kutukan. Harta yang dimiliki tidak bermanfaat dan mereka jatuh miskin.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Dinamika Perjodohan dalam Pernikahan Endogami di Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba Analisis (Maslaha Al-Mursala) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Dinamika Perjodohan dalam Pernikahan Endogami di Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba Analisis (Maslaha Al-Mursala) - Repositori UIN Alauddin Makassar

2. Prosesi perjodohan dalam pernikahan endogami di Desa Tritiro dilakukan oleh orang tua kedua belah pihak, bahkan dari kakek dan nenek dari kaduanya yang merasa tidak ingin jika anak cucunya menika dengan orang lain, yang tidak dikenal dan membawa anak cucunya pergi jauh meninggalkan mereka (panggura nipassareang ri tau maraengga) artinya: kenapa di berikan kepada yang lain. kedua belah pihak yang sepakat menjodohkan antara keluarganya ini melakukan perjanjian pada saat kedua calon ini masih kecil dan belum mengetaui apa-apa. setelah menginjak dewasa barulah mereka kemudian duduk bersama (sipaccaritang) dan membahas perjodohan itu kepada kedua calon tersebut, pada saat itu mereka meminta persetujuan dari kedua calaon yang akan dijodohkan, namu mereka tetap diberikan kebebasan untuk berfikir dan memberi jawaban iya atau tidak setujuh (Passitujuang) dengan perjodohannya.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Pengaduan Masalah Lingkungan - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Pengaduan Masalah Lingkungan - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Hasil penaalahan dan klasifikasi bila ternyata aduan bukan merupakan kasus lingkungan hidup maka diserahkan pada instansi / sektor terkait 4.. Bila hasil penelaahan dan klasifikasi tern[r]

1 Baca lebih lajut

BAB 34. MASALAH SEKSUAL LANJUT USIA

BAB 34. MASALAH SEKSUAL LANJUT USIA

Masalah seksual mungkin timbul setelah perawatan di rumah sakit karena pasien mengalami anxietas akibat perubahan gambaran diri, hilangnya kapasitas, takut akan kehilangan cinta atau dukungan relasi serta pekerjaan atau rasa bersalah dan malu atas situasi. Pola seksual termasuk kuantitas dan kualitas aktivitas seksual sebelum stroke sangat penting untuk diketahui sebelum nasehat spesifik tentang aktivitas seksual ditawarkan. Karena sistem saraf otonomik jarang mengalami kerusakan pada stroke, maka respon seksual mungkin tidak terpengaruh. Libido biasanya tidak terpengaruh secara langsung. Jika terjadi hemiplegi permanent maka diperlukan penyesuaian pada aktivitas seksual. Perubahan penglihatan mungkin membatasi pengenalan orang atau benda-benda, dalam beberapa kasus, pasien dan pasangannya mungkin perlu belajar untuk menggunakan area yang tidak mengalami kerusakan. Kelemahan motorik dapat menimbulkan kesulitan mekanik, namun dapat diatasi dengan bantuan fisik atau tehnik “bercinta” alternatif. Kehilangan kemampuan berbicara mungkin memerlukan sistem non-verbal untuk berkomunikasi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

4 MAKALAH IDENTIFIKASI MASALAH

4 MAKALAH IDENTIFIKASI MASALAH

Tidak semua masalah pembelajaran dapat dikaji dan dipecahkan melalui PTK. Oleh karena itu, untuk dapat melakukan penelitian tindakan kelas, terlebih dahulu guru harus memiliki perasaan ketidakpuasan terhadap praktik pembelajaran, berani dan jujur terhadap diri sendiri dan tindakanya dalam pembelajaran serta memahami kelemahan dari pembelajaran yang dilakukanya. Hal tersebut harus disadari, dipahami, dan menjadi kepededulian guru dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran yang berkasinambungan, karena tidak semua masalah yang dihadapi dalam pembelajaran dapat dijadikan topik dalam PTK.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

MASALAH NUTRISI PADA LANJUT USIA

MASALAH NUTRISI PADA LANJUT USIA

Patofisiologi dari malnutrisi terjadi karena satu atau beberapa komponen berikut : - Berkurangnya asupan makanan dan mikronutrien - Menurunnya penyerapan makanan oleh karena penyakit sa[r]

15 Baca lebih lajut

BAB 35. MASALAH NUTRISI PADA LANJUT USIA

BAB 35. MASALAH NUTRISI PADA LANJUT USIA

Patofisiologi dari malnutrisi terjadi karena satu atau beberapa komponen berikut : - Berkurangnya asupan makanan dan mikronutrien - Menurunnya penyerapan makanan oleh karena penyakit s[r]

24 Baca lebih lajut

MASALAH SEKSUAL PADA LANJUT USIA

MASALAH SEKSUAL PADA LANJUT USIA

yang dialami oleh para lansia pria dan berusaha mencarikan solusi yang efektif hingga hal ini akan menenangkan diri pasien. Setiap pasien memiliki privasi, oleh karena itu perlu ditanyakan apakah pasien ingin mendiskusikan hal ini dengan atau tanpa pasangannya, namun cara yang terbaik adalah bersama pasangan. Karena pandangan serta dukungan dari pasangan seksual mereka sangat berharga dan dapat mengembalikan kepercayaan diri pasien untuk kembali memulai lagi fungsi seksualnya dan secara tidak langsung dapat membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi.

12 Baca lebih lajut

Model Analisis Kompetensi Berkreasi dalam Perumusan Masalah

Model Analisis Kompetensi Berkreasi dalam Perumusan Masalah

Semua orang dalam hidup ini menghadapi masalah. Dalam dinamiki kehidupan masalah datang silih berganti. Setiap saat masalah beru timbul. Orang-orang hebat memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah baru dengan cara yang cerdas. Cara pandang yang berbeda terhadap fenomena yang sama dapat menarik masalah yang berbeda.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...