Masih Ada Kapal Ke Padang

Top PDF Masih Ada Kapal Ke Padang:

PERJANJIAN CHARTER KAPAL PENGANGKUTAN SEMEN ANTARA PT.SEMEN PADANG DENGAN PT.INDO BARUNA BULK TRANSPORT.

PERJANJIAN CHARTER KAPAL PENGANGKUTAN SEMEN ANTARA PT.SEMEN PADANG DENGAN PT.INDO BARUNA BULK TRANSPORT.

Pencarteran kapal laut merupakan suatu cara yang baik untuk mengatasi kekurangan kapal, di samping itu dengan carter kapal barang dapat diangkut dengan aman, cepat dan relatif lebih murah. Kapal dapat dicarter atas dasar perjalanan (voyage charter) dan jika kapal diperlukan selama suatu waktu tertentu, penyewa kapal dapat dilakukan atas dasar carter waktu (times charter).

13 Baca lebih lajut

Proses produksi dan analisis  mutu  (7)

Proses produksi dan analisis mutu (7)

Kegiatan yang dilakukan PT. Yoga Wibawa adalah sebagai unit pengantongan PT. semen Padang dengan proses produksi pengantongan semen yang dimulai dari penerimaan bahan baku semen dari PT. Semen Padang dengan pengangkutan rata-rata 3-4 kali sebulan dengan bobot 5000 ton, yang diangkut dengan kapal kemudian dialirkan ke silo melalui pipa imlet 10 inch sepanjang 60 meter, kemudian pipa 8 inch sepanjang 80 meter dengan tekanan pompa 2,5 Kg/cm 2 ke storage silo semen dialirkan ke bucket elevator yang memiliki kapasitas 100 ton/jam

1 Baca lebih lajut

dialog dgn jin muslim

dialog dgn jin muslim

mengatakan, “kami berlindung kepada penguasa tempat ini dari segala mara-bahaya’. Persis seperti yang pernah dilakukan orang-orang saat mereka akan melalui padang pasir dan tempat-tempat yang dianggap angker. Atau, kapal dan pesawat yang melalui wilayah itu membawa paranormal yang mempunyai perjanjian dengan setan. Kalau tidak demikian, maka kemungkinan besar pesawat dan kapal tersebut, berikut para penumpangnya, akan mereka tangkap. Kadang mereka cukup menangkap para penumpangnya saja, untuk mereka jadikan bahan penelitian di kerajaan Iblis, atau dijadikan korban kepada Iblis yang memang sangat gembira melihat kematian manusia, khususnya kalau di akhir hidup mereka tidak berada dalam Islam. Pengorbanan itu lazimnya dilaksanakan dihari-hari besar Iblis.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Joao Guterres1 , Minto Basuki2 , dan Erivife Pranatal3 Jurusan Teknik Perkapalan, FTMK, ITATS 1,2,3 e-mail: joaoguterres92yahoo.com

Joao Guterres1 , Minto Basuki2 , dan Erivife Pranatal3 Jurusan Teknik Perkapalan, FTMK, ITATS 1,2,3 e-mail: joaoguterres92yahoo.com

Pembuangan air balas yang dilakukan oleh kapal dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lain dapat menimbulkan masalah. Air balas yang diangkut dari suatu kapal dapat membawa mikroorganisme yang hidup pada lingkungan asal dan kemudian dibuang pada ekosistem yang baru. Dampak dari perkembangan spesies asing di laut oleh IMO dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahan minyak dan telah menjadi masalah global sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari seluruh komunitas maritim dunia. Namun, Konvensi Manajemen Air Balas atau International Maritime Organization (IMO), yang diadopsi pada tahun 2004, bertujuan untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari satu daerah ke daerah lain, dengan menetapkan standar dan prosedur untuk pengelolaan dan pengendalian air balas kapal dan sedimen. Metode yang dilakukan analisa dalam penelitian ini yakni mengenai aspek peraturan Timor Leste yang menjadi dasar ratifikasi peraturan IMO mengenai Konvensi internasional untuk pengendalian dan manajemen air ballas dan sedimen dari kapal 2004 dan Aspek Infrastuktur yang mendukung untuk Penerapan yakni menganalisa kesiapan pemerintah Republik Demokratik Timor Leste serta sampai pada aspek pelaksanaannya seperti dari sistem birokrasi yang berwenagn untuk mengawasi operator dan juga regulator serta sangsi/hukuman akibat pelanggaran manajmen air balas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Bendjamin Benny Louhenapessy dan Hermawan Febriansyah

Bendjamin Benny Louhenapessy dan Hermawan Febriansyah

International Maritime Organization (IMO) adalah Badan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah-masalah kemaritiman, terutama pelayaran internasional. IMO menetapkan standar internasional untuk keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan bagi industri pelayaran internasional. Berperan menciptakan kerangka regulasi bagi industri pelayaran secara adil dan efektif, serta dapat diadopsi dan diimplementasikan secara universal. Bidang cakupan IMO meliputi semua aspek pelayaran internasional termasuk desain kapal, konstruksi, peralatan, awak, operasi, dan pembuangan limbah dengan memastikan bahwa sektor penting ini untuk tetap aman, ramah lingkungan, hemat energi, dan terjamin (Jurnal Maritim, 2015).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

TRANSPORTASI JAMAAH HAJI DI EMBARKASI/DEBARKASI PELABUHAN BATAVIA (TAHUN 1911-1930)

TRANSPORTASI JAMAAH HAJI DI EMBARKASI/DEBARKASI PELABUHAN BATAVIA (TAHUN 1911-1930)

Sepintas mungkin tulisan ini melihat bagaimana fokus keadaan transportasi haji setelah diberlakukan ordonansi Haji 1898 dan 1922 yang umumnya tentang higienitas kapal-kapal haji serta di dukung ordonansi Kapal uap dan Karantina masing-masing tahun 1905 dan 1911. Bila merelevansikan dengan teori G.J.Resink bahwa melalui pendekatan hukum kita dapat mengetahui benang merah dari untaian panjang sejarah kolonial, yaitu selalu adanya konflik interpretasi terhadap ketentuan yang telah dirumuskan tentang “kedaulatan” dan “kekuasaan” . Konflik ini bukan hanya sekedar bagaimana masing-masing orang menafsirkan ketentuan itu, tetapi juga yang lebih penting adanya ketimpangan antara ketentuan resmi dengan kenyataan di lapangan. 44 Dan di sini perusahaan pelayaran pengangkutan haji tidak bekerja maksimal dalam melayani jamaah haji. Sementara untuk melihat bagaimana tetap tingginya minat masyarakat terhadap haji walaupun dengan berbagai bahaya, dapat di lihat dari teori pendekatan prilaku dalam sejarah oleh F.Berkhofer menurutnya situasi lingkungan, kultural ,sosial, ekonomi dan lainnya mempengaruhi keadaan seseorang. 45 Interpretasi atau minat calon jamaah haji dalam tulisan ini dipengaruhi tentang kondisi kapal-kapal haji milik Hindia Belanda yang belum bisa memfasilitasi dengan baik kondisi kesehatan penumpang selama di kapal.
Baca lebih lanjut

211 Baca lebih lajut

PENUTUP  PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

PENUTUP PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

2. Setiap perbedaan dan perselisihan apapun sifatnya yang timbul dari perjanjian carter kapal ini masih mempergunakan Badan Arbitrasi di London berdasarkan hukum Inggris, tidak diselesaikan melalui Badan Arbitrasi Nasional Indonesia (BANI) walaupun sudah memungkinkan untuk itu.

4 Baca lebih lajut

EVALUASI PELAKSANAAN FUMIGASI KAPAL PERINTIS DI PELABUHAN YOS SUDARSO AMBON

EVALUASI PELAKSANAAN FUMIGASI KAPAL PERINTIS DI PELABUHAN YOS SUDARSO AMBON

Permenkes RI Nomor 2348/Menkes/PER/ XI/2011, Tentang KKP sebagai unit pelaksana teknis di bidang pengendalian dan pencegahan penyekit menular di lingkungan Depkes RI, KKP juga melaksanakan tugas pemeliharaan sanitasi lingkungan pelabuhan serta pelayanan kesehatan terbatas. Permenkes RI Nomor 34 tahun 2013 tentang penyelenggaraan tindakan hapus tikus atau hapus serangga pada alat angkut di pelabuhan, bandara udara dan pos lintas batas darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan fumigasi kapal perintis pada pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Besar sampel adalah 14 orang. Cara pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, juga menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan hubungan pendidikan, secara lansung terhadap pengetahuan atau 0.856%, hubungan pelatihan dengan pengetahuan secara lansung atau dengan tingkat pengaruh sedang (koefisien struktural 0.383), tingkat pengetahuan berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan fumigasi kapal, dengan tingkat pengaruh kuat (koefisien struktural 0.679), dan tingkat pendidikan berpengaruh secara tidak langsung terhadap pelaksanaan fumigasi kapal melalui tingkat pengetahuan, dengan tingkat pengaruh sedang (koefisien struktural 0.582). Hasil observasi sarana dan prasarana fumigasi kapal tingkat kesesuaian pada sarana dan prasarana tidak tersedia 16 %, dan tersedia 84%. Sedangkan hasil observasi kapal perintis setelah dilakukan pemeriksaaan sanitasi kapal masih terdapat tanda-tanda tikus pada bagian luar kapal perintis.Pelaksanaan fumigasi kapal perintis berjalan dengan baik apabila semua pihak bekerjasama dengan baik
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Jurusan teknik perkapalan ITATS

Jurusan teknik perkapalan ITATS

Offshore aquaculture atau budidaya perikanan lepas pantai merupakan budidaya perikanan yang dilakukan pada jarak tertentu dari pantai atau tengah laut. Metode ini belum banyak dilakukan di Indonesia dikarenakan membutuhkan teknologi tinggi dan invenstasi yang sangat besar. Dewasa ini budidaya ikan di laut masih menggunakan teknologi konvensional yaitu dalam proses pemberian pakan masih dilakukan secara manual dan bergantian. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan suatu inovasi berupa feeding barge sebagai media pemberi pakan ikan secara otomatis (automatic feeding system) dan menggantikan sistem konvensional yang selama ini dipakai pada budidaya perikanan lepas pantai. Untuk mengoptimalkan penggunaan automatic feeding system ini maka diperlukan kriteria desain kapal feed barge yang memenuhi persyaratan untuk kondisi saat kapal tersebut beroperasi. Perencanaan dan perhitungan potongan tengah kapal (midship section) yang mengacu pada rules BKI Vol.2 Barges and Pontoons tahun 2014 [1]. Hasil penelitian ini didapatkan hasil perencanaan kapasitas muatan kapal feed barge sebesar 108 ton dengan ukuran utama L=15.6 meter, B=8.60 meter, H=2.36 meter, T=1.40 meter, perhitungan stabilitas kapal yang memenuhi standart kriteria IMO MSC.267(85) Part B Recommendation for certain types of ships 2.2 Pontoons [2].
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STRATEGI BERSAING PERUSAHAAN PELAYARAN DAN GALANGAN KAPAL SEBAGAI EFEK LESUNYA BISNIS BATUBARA DI INDONESIA COMPETITIVE STRATEGY OF SHIPPING AND SHIPYARD COMPANIES AS A RESULT OF DECLINING COAL INDUSTRY IN INDONESIA

STRATEGI BERSAING PERUSAHAAN PELAYARAN DAN GALANGAN KAPAL SEBAGAI EFEK LESUNYA BISNIS BATUBARA DI INDONESIA COMPETITIVE STRATEGY OF SHIPPING AND SHIPYARD COMPANIES AS A RESULT OF DECLINING COAL INDUSTRY IN INDONESIA

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi-strategi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan pelayaran dan perusahaan galangan kapal untuk dapat bertahan dan bersaing memenangkan dan melewati kondisi sulit. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dari beberapa perusahaan pelayaran dan galangan kapal dengan kombinasi metode SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP) sebagai teknik pengambilan keputusan. Temuan hasil penelitian menyatakan bahwa seluruh perusahaan melakukan strategi bertahan defensif sehingga mereka merupakan sebagai perusahaan yang masih ada sampai saat ini. Berdasarkan AHP menunjukan Faktor-faktor yang signifikan terhadap perkembangan bisnis galangan adalah factor kekuatan (Strenghts) sebesar 36,7% , faktor kualitas kerja (20,8%) merupakan faktor yang sangat penting dibandingkan faktor-faktor lain. Proritas pengambilan strategi menurut analisis SWOT adalah strategi WT (3,84 poin) sedangkan menurut AHP adalah startegi WO (87,35 poin) tetapi sama – sama merupakan strategi untuk meminimalkan kelemahan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Desain Multi-purpose Support Ship sebagai Sarana Pengamanan, Pemetaan, dan Pusat Komando untuk Meningkatkan Keamanan Perairan Indonesia

Desain Multi-purpose Support Ship sebagai Sarana Pengamanan, Pemetaan, dan Pusat Komando untuk Meningkatkan Keamanan Perairan Indonesia

Berdasarkan dengan data yang dimiliki oleh TNI-AL dan BAKAMLA, negara Indonesia memiliki armada untuk menjaga keamaan laut yang tidak memadai. Hal ini dikarenakan adanya kapal-kapal yang digunakan mengalami kerusakan, sudah mencapai umur yang tidak layak pakai, serta kekurangan jenis kapal yang dibutuhkan. Contohnya untuk kapal hidro-oseanografi, Indonesia hanya memiliki 2 kapal, sedangkan untuk memetakan seluruh peta bawah laut 2 kapal ini tidak cukup untuk mengjangkau keseluruhan [1]. Kemudian untuk kapal yang berpatroli disekitar perbatasan dengan negara lain, Indonesia memiliki armada dan teknologi yang tidak mencukupi untuk menjaga perbatasan. Serta untuk kapal komando Indonesia tidak memilikinya, sehingga harus menggunakan kapal berjenis landing dock platform sebagai pusat komando.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tinjauan Yuridis Tentang Perompakan Kapal Laut Di Perairan Somalia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tinjauan Yuridis Tentang Perompakan Kapal Laut Di Perairan Somalia

Spanyol (sekarang Haiti). Pada tahun 1920 karena keterbatasan hasil bumi di pulau tersebut untuk menopang kebutuhan hidup mereka, mereka mulai melakukan perompakan kecil-kecilan terhadap kapal-kapal yang melintas di sekitar pulau, pada masa ini istilah bajak laut mulai dikenal banyak negara. Perompakan mencapai kejayaannya antara tahun 1690 hingga 1720 karena pada saat itu sedang ramai-ramainya pelayaran kapal-kapal dagang antara negara- negara di Eropa dengan koloni-koloninya di seluruh dunia. Di Samudra Hindia terdapat bajak laut seperti William Kidd dari Madagaskar serta bajak laut yang paling terkenal sepanjang masa karena kejahatan dan kesadisannya yaitu “Blackbeard” atau Si Janggut Hitam (nama aslinya Edward Teach). Aktifitas bajak laut sendiri mulai berkurang setelah tahun 1720, ketika era-era itu Angkatan Laut Inggris menyebar keseluruh dunia. 3
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

this PDF file FAKTOR PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE | Oktaparizi | Jurnal Teknik Sipil 1 SM

this PDF file FAKTOR PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE | Oktaparizi | Jurnal Teknik Sipil 1 SM

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang kepelabuhanan yang dimaksud dengan pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Jenis pelabuhan terdiri atas pelabuhan laut serta pelabuhan sungai dan danau.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ALAT NAVIGASI KAPAL dan ALAT KOMUNIKASI

ALAT NAVIGASI KAPAL dan ALAT KOMUNIKASI

Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan terjadi di Cina dan diuraikan dalam buku Loven Heng. Di abad kesembilan, orang Cina telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan jarum yang berputar.Pelaut Persia memperoleh kompas dari orang Cina dan kemudian memperdagangkannya. Tetapi baru pada tahun 1877 orang Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin(Lord Kelvin) membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul dari deviasi magnetik karena meningkatnya penggunaan besi dalam arsitektur kapal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

pm no. 45 tahun 2012

pm no. 45 tahun 2012

D E N G A N IN I D IN Y A T A K A N B A H W A S istem M anajem en K eselam atan K apal telah diaudit dan m em enuhi ketentuan K oda Internasional M anajem en K eselam atan P engoperasian K apal dan P encegahan P encem aran (IS M C ode), m elengkapi verifikasi yang m enyatakan bahw a D okum en P enyesuaian M anajem en K eselam atan P erusahaan dapat dipergunakan untuk tipe kapal ini.

44 Baca lebih lajut

pp no 34 tahun 1960 ttg

pp no 34 tahun 1960 ttg

Peraturan Pemerintah ini merupakan kelanjutan dari pada Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 1959 yang telah menasionalisasikan sebanyak delapan perusahaan-perusahaan maritim milik Belanda sebagai pelaksanaan dari pada Undang-undang Nasionalisasi Perusahaan Belanda (Undang-undang No. 2 tahun 1958) serta Peraturan Pemerintah tentang pokok-pokok pelaksanaan Undang-undang Nasionalisasi tersebut (Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1959). Sebagaimana diketahui dalam rangka perjuangan mengembalikan Irian Barat, N.V. K.P.M. tidak pula luput dari pengambilan alih *14154 yang dilakukan oleh Pemerintah. Oleh karena berdasarkan keputusan Pemerintah kapal- kapal milik perusahaan itu tidak lagi diperkenankan melakukan pelayaran diperairan Indonesia dan dengan demikian kapal-kapal tersebut harus meninggalkan perairan Indonesia, maka penguasaan yang dilakukan oleh Pemerintah tinggal merupakan penguasaan atas milik perusahaan tersebut yang berada didarat. Untuk menyelenggarakan penguasaan itu dengan surat Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia No. 12/P.M./KB/1958 tertanggal 1 Maret 1958 Pemerintah membentuk suatu panitia khusus dengan nama Panitia Penguasa N.V. K.P.M. Sesuai dengan politik Pemerintah, buruh dan material N.V. K.P.M. diserahkan kepada P.T. Pelni untuk dipergunakan. Mengenai buruhnya ternyata hanya kurang-lebih 5.000 orang saja yang dapat dipekerjakan pada P.T. Pelni, sedangkan sisanya sebanyak kurang-lebih 3.000 orang harus dicarikan lapangan pekerjaan dilain-lain perusahaan. Khusus untuk menyelesaikan persoalan perburuhan itu dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Muda Perhubungan Laut dan Menteri Muda Perburuhan tanggal 13 Desember 1959 TH. 3/18/20 No. 8602/390/KHP Pemerintah telah membentuk Panitia Interdepartemental Penyelesaian Buruh N.V. K.P.M. sehingga dengan demikian Panitia Penguasa N.V. K.P.M., yang setelah terjadi pengoperan buruh dan materialnya oleh Pemerintah kepada Pelni, hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sedang berjalan, tidak lagi diperlukan sehingga perlu dibubarkan. Segala pekerjaan Panitia tersebut dan hal-hal yang bertalian dengan pelaksanaan peraturan ini ditampung oleh Menteri Perhubungan Laut. Untuk penyelesaian material-material N.V. K.P.M. di Indonesia maka pada waktunya perlu perusahaan tersebut dilikwidasikan. Tetapi oleh karena N.V. K.P.M. adalah sesuatu perusahaan Belanda yang berkedudukan di Amsterdam (di Indonesia hanya merupakan Cabang yang dipimpin oleh suatu Direksi yang bertindak atas instruksi-instruksi dari Amsterdam), maka likwidasi itu didahului oleh tindakan nasionalisasi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

KOPKARPEL (Studi Etnografi Dalam Menjalankan Tugas)

KOPKARPEL (Studi Etnografi Dalam Menjalankan Tugas)

BICT memiliki 22 unit tenggo yang bertugas melayani disetiap blok CY. Tenggo dikemudikan oleh operator,tidak ada yang berbeda antara operator tenggo dengan crane kapal keduanya merupakan pegawai Pelindo, hanya jenis sertifikasinya dan pelatihannya yang berbeda. Operator bertugas diatas tenggo untuk itu para operator membutuhkan asisten yang berada dibawah. Telly adalah Orang yang bertugas melakukan penghitungan dan pencatatan jumlah, merk dan kondisi setiap gerakan barang berdasarkandokumen serta membuat laporan. Telly juga bertanggung jawab dalam pencatatan letak dan penempatan lokasi penumpukan container
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...