Masjid Menara Kudus

Top PDF Masjid Menara Kudus:

Rekayasa Model Disain Rumah Islami Berdasar Studi Eksplorasi Pada Permukiman di Komplek Masjid Menara Kudus

Rekayasa Model Disain Rumah Islami Berdasar Studi Eksplorasi Pada Permukiman di Komplek Masjid Menara Kudus

Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim perlu produk perumahan dengan konsep Islam. Permukiman muslim di Komplek Masjid Menara Kudus merupakan permukiman lama mulai awal masuknya agama Islam di tanah Jawa dan eksis sampai sekarang, merupakan obyek potensial untuk dapat digali dan di eksplore nilai-nilai Islami pada rumah tinggalnya.

7 Baca lebih lajut

Rekayasa Model Disain Rumah Islami Berdasar Studi Eksplorasi Pada Permukiman di Komplek Masjid Menara Kudus

Rekayasa Model Disain Rumah Islami Berdasar Studi Eksplorasi Pada Permukiman di Komplek Masjid Menara Kudus

Perjalanan panjang sejarah tersebut telah menjadikan lingkungan permukiman sekitar masjid menara Kudus menjadi padat dengan bangunan dan mempunyai jalan lingkungan yang unik karena sempit memanjang (gang selebar 1,5 sampai 2 m) dan melingkar mengitari komplek Masjid, seakan-akan Masjid sebagai pusat lingkarannya (point of interest). Masjid Menara Kudus, digunakan untuk shalat jamaah warga sekitar, dan pendatang. Sebagian besar rumah penduduk tidak menyediakan ruang sholat khusus pada bagian dari rumah tinggalnya karena selalu berjamaah di Masjid. Bagi para orang lanjut usia yang sudah sulit berangkat ke masjid mereka sholat di rumah, tapi dalam rumah tersebut kebanyakan tidak dijumpai adanya mushola khusus, jadi mereka biasanya sholat di kamar tidur atau di ruang tengah, yang disisihkan sementara untuk sholat sehingga menjadi ruang multi fungsi.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

kawasan menara kudus sebagai kawasan wisata budaya

kawasan menara kudus sebagai kawasan wisata budaya

Seiring dengan perkembangan waktu, kawasan ini menjadi semakin menuun kualitasnya. Factor utama yang sangat menonjol adalah perletakan masa bangunan penunjang pada kawasan Masjid Menara Kudus yang kurang tertata dan terencana dengan baik sehingga keberadaan bangunan masjid dan menara kurang terlihat / terkesan tersembunyai. Selain itu tidak tercipta hubungan dan kesatuan arsitektur pada bangunan – bangunan sekeliling serta belum mampu membentuk citra kawasan sebagai satu kesatuan wisata budaya. Untuk itu duperlukan suatu penataan kembali yang sesuai dengan dinamika masyarakat kawasan ini dengan tetap memperhatikan kebijakan pemerintah setempat dalam menetapkan kawasan ini sebagai kawasan cagar budaya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Menara di Indonesia kajian sejarah dan a

Menara di Indonesia kajian sejarah dan a

Mesjid Kudus, atau Masjid Menara Kudus berada di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini mempunyai nama resmi Masjid Al Aqsa Manarat Qudus dan berdiri tahun 1549 Masehi (Kementrian Agama RI, 2014). Masjid ini merupakan salah satu masjid kuno di Indonesia yang memiliki ciri khas yaitu menara. Menara pada Masjid Kudus memiliki keunikan tersendiri karena memiliki arsitektur yang bergaya Hindu. Ini dikarenakan peran dari Sunan Kudus, sebagai pendiri masjid ini, beradaptasi dalam melakukan dakwah atau islamisasi pada budaya masyarakat pada zaman itu, yang mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Dampaknya, terjadilah akulturasi dari segi arsitektur pada bangunan Masjid Kudus, dan berdampak pula pada bentuk dan gaya arsitektur Menara Masjid ini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

1. Profile Menara Kudus - PENGARUH FASILITAS, KUALITAS JASA, DIFERENSIASI TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN MENARA KUDUS - STAIN Kudus Repository

1. Profile Menara Kudus - PENGARUH FASILITAS, KUALITAS JASA, DIFERENSIASI TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN MENARA KUDUS - STAIN Kudus Repository

Dari hasil koefisien regresi variabel kualitas jasa diperoleh hasil yang besar sebesar 0,242, hal ini berarti dengan naiknya kualitas jasa sebesar satu satuan maka kepuasan wisatawan Menara Kudus akan meningkat sebesar 0,242, jadi dapat dikatakan bahwa kualitas jasa berpengaruh dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan Menara Kudus. Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin besar tanggapan positif akan kualitas jasa, maka kepuasan wisatawan Menara Kudus akan semakin meningkat indikasi dari memberikan perhatian kepada wisatwan, pelayanan yang adil kepada setiap wisatawan dan taanggung jawab dalam keamanan wisatawan. Sebab kualitas jasa merupakan tingkat keunggulan (excelleence) yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memnuhi harapan pelanggan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERENCANAAN STRUKTUR MENARA MASJID AGUNG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERENCANAAN STRUKTUR MENARA MASJID AGUNG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Masyarakat Jawa Tengah, mayoritas penduduknya beragama Islam. Demikian pula di kota Semarang yang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah. Jika melihat rasio penduduk dan jumlah masjid yang telah tersedia baik di Jawa Tengah maupun kota Semarang, kebutuhan penambahan masjid jelas terlihat. Terlebih bila hal ini dibandingkan dengan daerah-daerah tetangga dekatnya seperti Jawa Timur, DIY, dll. Provinsi Jawa Tengah juga belum memiliki masjid yang bisa dibanggakan oleh masyarakatnya sebagai masjid yang representatif, masjid yang mempunyai perspektif 100 tahun kedepan dan mampu menampung ribuan jema’ah dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Karena itu sangat wajar jika umat Islam melalui ormas Islam mengusulkan pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah, yang direncanakan terletak di Jalan Gajah, Desa Sambirejo, Semarang.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

KAITAN ANTARA FUNGSI EKONOMI DENGAN BENTUK FISIK LINGKUNGAN DI SEKITAR KOMPLEKS MASJID, MAKAM DAN MENARA KUDUS, JAWA TENGAH

KAITAN ANTARA FUNGSI EKONOMI DENGAN BENTUK FISIK LINGKUNGAN DI SEKITAR KOMPLEKS MASJID, MAKAM DAN MENARA KUDUS, JAWA TENGAH

Pemerintah telah menyediakan tempat khusus untuk parkir bis, namun tempat tersebut berjarak cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Maka disediakan angkutan umum dan becak bagi para peziarah yang menggunakan bis. Banyak peziarah dari luar kota yang datang ke Menara Kudus setelah melalukan ziarah ke tempat lain. Karena itulah, mereka beristirahat sejenak di penginapan peziarah yang ada di rumah-rumah sekitar Menara Kudus. Penginapan peziarah ini berbentuk sederhana, hanya terdiri dari ruangan besar yang dilengkapi dengan kasur dan bantal serta kamar mandi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Research methods used in this research is quantitative correlation using the survey with the direct approach, the object of this study is the visitors of Menara Kudus. A number of 80 visitors are choosen as the object sample of this study which are calculated by using Sekaran and Roscoe formulas. The sampling techniques uses in this study are purposive and accidental sampling. The data variable is collected by using questionnaire. The questionnaire is tested by taking a sample of 30 respondents before it is used. Product moment correlation formula used to test validity. The results indicate 26 grain question valid. Alpha formula used to test reliability. The results show that all variables are reliable. Data analysis techniques use are multiple linear regression analysis, t test, simultaneous determination of coefficient and test.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta pRAKTIKUM kkL ii

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta pRAKTIKUM kkL ii

Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah mesjid di desa Kerjasan, Kudus Kulon, yang kini terkenal dengan nama Masjid Agung Kudus dan masih bertahan hingga sekarang. Sekarang Masjid Agung Kudus berada di alun-alun kota Kudus, Jawa Tengah.Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan mengganti kurban sapi dengan memotong kurban kerbau, pesan untuk memotong kurban kerbau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERENCANAAN STRUKTUR MENARA MASJID AGUNG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERENCANAAN STRUKTUR MENARA MASJID AGUNG JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

3. Karena struktur menara masjid ini direncanakan dengan daktilitas penuh dan menggunakan prinsip ‘strong column, weak beam’, dalam pelaksanaan harus hati – hati dan akurat, agar detailing tulangan shear di balok dan joint sesuai dengan perencanaan..

2 Baca lebih lajut

this PDF file Studi Kasus di Kudus | rosyid | FIKRAH 2 PB

this PDF file Studi Kasus di Kudus | rosyid | FIKRAH 2 PB

Perilaku umat beragama di mana pun ada faktor yang andil sebagai modal berperilaku, di antaranya ajaran, fatwa lembaga tinggi agama, pesan leluhur agama, dan kisah hidup umat beragama dalam beragama, karena dalam ajaran agama manapun tentunya mengajak kepada kebaikan (Farihah, 2014, hal. 189). Naskah ini mendalami aspek pesan leluhur agama, yakni Sunan Kudus (anggota walisongo) yang ’mewariskan’ ajaran hidup berinteraksi dengan umat Hindu masa itu di Kudus. Warisan tradisi lisan itu kini melegenda menjadi ’fatwa’ dalam berpantangan menyembelih sapi karena menghormati hewan yang disucikan dalam agama Hindu. Umat Hindu eksis sebelum era Sunan Kudus hidup di Kudus, meski kini umat Hindu di Kudus hanya ada 12 kepala keluarga. Pewarisan ini dilestarikan oleh warga Nahdliyin (sebagai mayoritas) di Kudus hingga kini yang masih enggan menyembelih sapi, baik untuk ibadah kurban, konsumsi, atau memanfaatkan penyembelihan sapi tatkala mempunyai gawe, seperti mengkhitankan, mengawinkan, dan sejenisnya. Dalihnya, menaati pantangan yang dipantang oleh Sunan Kudus. Walaupun, mengonsumsi daging sapi dengan membeli daging di pasar tradisional bukan menjadi hal tabu bagi Nahdliyin di Kudus. Di Kudus juga ada rumah pemotongan hewan (RPH) yang memotong kerbau dan sapi. Berbeda dengan warga non-Nahdliyin di Kudus yang mentradisikan menyembelih sapi, khususnya tatkala ibadah pada Idul Kurban dengan dalih tak ada dalil nash yang melarang menyembelih sapi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MINAT PENGUNJUNG TERHADAP MENARA ALHUSNA DAN PAYUNG HIDROLIK ELEKTRIK PADA MASJID AGUNG JAWA TENGAH

MINAT PENGUNJUNG TERHADAP MENARA ALHUSNA DAN PAYUNG HIDROLIK ELEKTRIK PADA MASJID AGUNG JAWA TENGAH

Analisis hasil penelitian dari 80 responden terhadap kualitas pelayanan Masjid Agung Jawa Tengah, telah dikatakan tidak setuju. Jika mengacu berdasarkan teori menurut Fandy Tjiptono, pelayanan yang disediakan Masjid Agung Jawa Tengah belum dapat dikatakan baik. Hal tersebut terlihat dari segi kualitas dari pelayanan kebersihan yang dikatakan kurang dikarenakan pengunjung merasakan kondisi kualitas pelayanan kebersihan kurang baik terlihat banyak sampah pada kolam depan plaza, rumput-rumput liar terdapat pada tangga- tangga menuju Masjid Agung Jawa Tengah. Kenyamanan sangat kurang karena banyak genangan air pada pelataran masjid.
Baca lebih lanjut

232 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KEMASAN PRIMER COKLAT BENTUK MENARA KUDUS   PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KEMASAN PRIMER COKLAT BENTUK MENARA KUDUS.

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KEMASAN PRIMER COKLAT BENTUK MENARA KUDUS PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KEMASAN PRIMER COKLAT BENTUK MENARA KUDUS.

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat packaging untuk coklat bentuk Menara Kudus yang akan digunakan untuk pemasaran dari coklat bentuk Menara Kudus. Metode yang digunakan oleh penulis dalam membantu merancang packaging adalah metode pendekatan sistemastis atau systematic approach.

16 Baca lebih lajut

Modul 3 5 Perkembangan Budaya Islam

Modul 3 5 Perkembangan Budaya Islam

Masjid Banten didirikan pada abad ke-16. Bangunannya memiliki atap tumpang sebanyak lima tingkat. Kemungkinan model bangunan seperti ini untuk menggambarkan derajat yang dapat diraih seseorang dalam Islam. Menara masjid Banten dibangun oleh arsitektur Belanda bernama Cardel. Itulah sebabnya, menara tersebut bergaya Eropa menyerupai mercusuar. Masjid Cirebon Masjid Cirebon didirikan pada abad ke-16 M, ketika Kerajaan Cirebon berkuasa. Bentuk atap masjid Cirebon juga berupa atap tumpang, terdiri atas dua tingkat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN DAKWAH MELALUI PENGELOLAAN WISATA DALAM TRADISI BUKA LUWUR MAKAM SUNAN KUDUS | Bastomi | TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah 2711 9183 1 SM

PENGEMBANGAN DAKWAH MELALUI PENGELOLAAN WISATA DALAM TRADISI BUKA LUWUR MAKAM SUNAN KUDUS | Bastomi | TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah 2711 9183 1 SM

Buka Luwur merupakan rangkaian acara ritual khusus untuk mengenang atas jasa-jasa Kanjeng Sunan Kudus sekaligus menjadi sarana dakwah ajaran Islam yang dibawa Kanjeng Sunan Kudus zaman dahulu. Kegiatan ini diikuti oleh para tokoh masyarakat dan para ulama sepuh dengan anggaran dana pelaksanaan sebesar Rp. 1.995.000,00 yang dilaksanakan masing-masing kegiatan : (1) Pengajian tahun baru 10 Muharam 1437 H dilaksanakan pada malam Sabtu Pahing, 10 Muharam 1437 H/8 Oktober 2016 M, Jam 20.00 WIB, bertempat di Masjid al-Aqsho Menara. (2) Membuka Luwur (Kelambu Makam) dilaksanakan pada hari Sabtu Pahing, 10 Muharam 1437 H/ 8 Oktober 2016, Jam 06.00 WIB, bertempat di Pesarean Sunan Kudus. (3) Do’a Rasul dan Terbang papat yang dilaksanakan malam Ahad Kliwon, 9 Muharam 1428 H/8 Oktober 2016, Jam 20.00 WIB, di Masjid al-Aqsho Menara. (4) Upacara pemasangan luwur hari Senin Legi, 10 Muharam 1437 H / 8 Oktober 2016, Jam 07.00 Wib, di Pendopo Tajug.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

NILAI HISTORIS KOMPLEK MAKAM SUNAN KUDUS SEBAGAI BAHAN PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL

NILAI HISTORIS KOMPLEK MAKAM SUNAN KUDUS SEBAGAI BAHAN PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL

Relevansi nilai-nilai yang terdapat dalam Komplek Menara, Masjid dan Makam Sunan Kudus dengan pendidikan khususnya untuk pengembangan sumber belajar mata pelajaran sejarah berbasis lokal tidak terlepas dari karakter Sunan Kudus sebagai pendiri Komplek bangunan nilai-nilai pendidikan karakter yang diajarkan oleh Sunan Kudus yang juga adalah pendidikan yang dijiwai ketulusan dan keihlasan yang tinggi, berorientasi pada transformasi diri yang berpihak pada nilai- nilai islam serta disertai sistem evaluasi yang membangun objektivitas dan kejujuran dimana semua hal tersebut dapat tercermin dari karakter kepribadian yang dimilikinya seperti pecinta ilmu, ulet dalam bekerja, sosok yang pluralis dan multikulturalis, filosofis, patriotis, kreatif, x populis, sufistik, serta arsitek. Selain itu Sunan Kudus juga menggunakan konsep “SANTRI-PLUS Leadership” sebagai mode of leaderhip bagi para calon pemimpin masa mendatang khusunya bagi tenaga pendidik yakni menyatukan visi, beradaptasi, networking, transendensi, respek, berilmu amaliah, berkepribadian, liberasi, kerja keras, serta sistemik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Sejarah Perkembangan Seni Rupa Islam

Sejarah Perkembangan Seni Rupa Islam

pada tahun 1605 M. Sejak berdirinya telah mengalami beberapa kali pemugaran. Secara berturut-turut dilakukan oleh (1) Sultan Mahmud (1818), (2) Kadi Ibrahim (1921), (3) Haji Mansur Daeng Limpo, Kadi Gowa (1948), dan (4) dilakukan oleh Andi Baso, Pabbicarabutta Gowa (1962). Hingga sekarang belum dapat diidentifikasi bagian paling awal (asli) bangunan masjid tersebut. Yang masih menarik perhatian adalah ukuran tebal tembok bangunan kurang lebih 90 cm, serta hiasan makhluk hidup. Stilasasi ragam hias makhluk hidup tersebut mungkin dimaksudkan agar tidak tampak realistik guna menghindari larangan Islam memvisualkan gambar makhluk hidup. Pada ruang tengah terdapat empat tiang soko guru yang mendukung konstruksi bangunan di atasnya. Mimbar dipasang permanen dan diplaster. Pada pintu masuk dan mihrab terdapat inskripsi kaligrafi Arab berdialek Makassar menyebutkan bahwa pemugaran yang dilakukan oleh Karaeng Katangka pada tahun 1300 Hijriah. Pertentangan antara
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

BUDAYA ISLAM DI indo (1)

BUDAYA ISLAM DI indo (1)

menimbulkan tempat ibadah yang namanya bermacam-macam. Tempat ibadah ukuran kecil disebut langgar, yang berukuran sedang disebut masjid, dan yang ukuran besar disebut masjid agung atau masjid jami. Masjid merupakan tempat peribadatan agama Islam (tempat orang melakukan salat). Masjid juga berperan sebagai tempat penggemblengan jiwa dan pribadi-pribadi Islam yang hidup di tengah-tengah masyarakat.

8 Baca lebih lajut

AKULTURASI DAN BUDAYA DAN ISLAM

AKULTURASI DAN BUDAYA DAN ISLAM

Bangunan masjid di Jawa berbentuk seperti pendopo, yaitu balai atau ruang besar tempat rapat, dengan komposisi ruang yang berbentuk persegi dan beratap tumpang. Di Timur Tengah atap masjid berbentuk kubah, tetapi di Jawa diganti dengan atap tumpang dengan sejumlah susunan bertingkat dua, tiga, dan lima. Hal tersebut mirip dengan bentuk bangunan pura atau tempat ibadah agama Hindu.

5 Baca lebih lajut

Pembangunan Menara Masjid Sumber Mangkra

Pembangunan Menara Masjid Sumber Mangkra

Pembangunan masjid tersebut terhenti ketika terjadi pergantian Bupati Cirebon. Pada tahun anggaran 2014 dan 2015 pemerintah Kabupaten Cirebon tidak menganggarkan biayanya untuk melanjutkan pembangunan Masjid Agung Sumber. Menurut Bupati Cirebon saat ini, pembangunan menara masjid merupakan kebijakan pemerintah terdahulu. Bupati Cirebon saat ini malah mengusulkan untuk membangun masjid agung di lokasi lain.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...