masyarakat adat cireundeu

Top PDF masyarakat adat cireundeu:

S MAT 1206193 Abstract

S MAT 1206193 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya keterkaitan antara matematika dengan budaya. Hal ini dikarenakan adanya opini masyarakat umum yang menganggap matematika tidak ada kaitannya dengan budaya. Pada dasarnya study ethnomathematics merupakan sebuah kajian terhadap budaya suatu kelompok yang dipandang sebagai suatu yang matematis. Penelitian ini dilakukan di Kampung Cireundeu, kota Cimahi, Jawa Barat. Masyarakat adat Cireundeu dikenal dengan ketahanan pangannya. Masyarakat adat Cireundeu mengonsumsi singkong sebagai bahan makanan pokok, hal ini dikarenakan adanya aturan adat yang melarang mengonsumsi beras yang berasal dari padi beserta olahannya. Sehingga fokus penelitian ini adalah mengungkap ide matematis pada penanaman dan pembuatan beras singkong yang dilakukan masyarakat adat Cireundeu. Untuk mendalami budaya masyarakat adat Cireundeu, penelitian ini menggunakan study ethnomathematics melalui pendekatan kualitatif dengan metode ethnography. Pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil temuan dari penelitian ini adalah mengungkap adanya ide matematis yang digunakan oleh masyarakat adat Cireundeu yaitu penggunaan barisan bilangan pada pola tanam penanaman singkong dan mengungkap hasil olahan singkong dengan pandangan matematika. Hasil temuan lainnya adalah sebuah model matematika untuk mengakomodasi penanaman batang singkong.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

TINJAUAN KONSISTENSI MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIREUNDEU DALAM MELESTARIKAN ADAT ISTIADAT LELUHUR

TINJAUAN KONSISTENSI MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIREUNDEU DALAM MELESTARIKAN ADAT ISTIADAT LELUHUR

Masyarakat adat Cireundeu yang dike- nal juga dengan kekhasan pola konsumsi makanan pokoknya yang berbahan dasar singkong. Masyrakat adat Cireundeu bahkan mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah maupun pusat ter- kait dengan ketahanan pangan. Diawali tahun 1918 saat persawahan masyarakat adat Cireudeu terkena hama fuso, yang menyebabkan gagal panen. Masyarakat adat Cireundeu sendiri telah menerap- kan pola ketahanan pangan tersebut se- jak tahun 1924. Pergeseran konsumsi beras ke singkong ini diwariskan secara turun temurun hingga kini. Singkong dipilih sebagai bahan makanan pokok pengganti karena tanaman singkong atau ketela dapat tumbuh tanpa men- genal musim, dapat tumbuh saat musim hujan dan bahkan saat musim kemarau. Singkong yang dipanen biasanya diolah menjadi sagu dan ampas sagu terbut dio- lah kembali menjadi beras singkong atau rasi. Rasi inilah yang kemudian menjadi bahan pokok makanan masyarakat adat Cireudeu. Saat ini pengolahan singkong semakin variatif, bahkan dijadikan bah- an dasar pembuatan kue atau makanan ringan lainnya. Bagi masyarakat adat Cireundeu mengkonsumsi beras atau nasi bukanlah sesuatu yang diharamkan, akan tetapi mereka secara sadar memilih
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TRANSFORMASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT CIREUNDEU.

TRANSFORMASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT CIREUNDEU.

2. Perubahan agen sosialisasi pada masyarakat adat Cireundeu dalam upaya pewarisan nilai-nilai kearifan lokal mengalami proses transformasi juga secara alami karena meningkatnya partisipasi pendidikan anak-anak penganut kepercayaan Sunda wiwitan. Selain itu, mereka membutuhkan pendidikan dan informasi agar tidak tergusur oleh zaman seperti dalam pepatah sunda yang selalu mereka pegang “ ngindung ka waktu mibapa ka zaman ” (harus selalu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman). Kebutuhan akan informasi dan perubahan membuat masyarakat adat Cireundeu khususnya para penganut keyakinan Sunda wiwitan harus menempuh resiko perubahan yakni para penganut keyakinan Sunda wiwitan yang menyekolahkan anak mereka di sekolah formal harus ikut serta dalam mempelajari mata pelajaran agama tertentu karena belum adanya pengajar khusus untuk para penghayat di sekolah formal, ditambah alasan yang tidak diakuinya kepercayaan Sunda wiwitan sebagai agama secara administratif kependudukan oleh Pemerintah. Hal tersebut yang mendorong para tokoh pemuda masyarakat adat Cireundeu untuk membuat kegiatan diskusi surasa yang bertujuan agar anak-anak penganut keyakinan Sunda wiwitan tidak terpengaruh oleh agama lain atau berpindah keyakinan.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

S SOS 1100777 Chapter5

S SOS 1100777 Chapter5

2. Perubahan agen sosialisasi pada masyarakat adat Cireundeu dalam upaya pewarisan nilai-nilai kearifan lokal mengalami proses transformasi juga secara alami karena meningkatnya partisipasi pendidikan anak-anak penganut kepercayaan Sunda wiwitan. Selain itu, mereka membutuhkan pendidikan dan informasi agar tidak tergusur oleh zaman seperti dalam pepatah sunda yang selalu mereka pegang “ ngindung ka waktu mibapa ka zaman ” (harus selalu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman) . Kebutuhan akan informasi dan perubahan membuat masyarakat adat Cireundeu khususnya para penganut keyakinan Sunda wiwitan harus menempuh resiko perubahan yakni para penganut keyakinan Sunda wiwitan yang menyekolahkan anak mereka di sekolah formal harus ikut serta dalam mempelajari mata pelajaran agama tertentu karena belum adanya pengajar khusus untuk para penghayat di sekolah formal, ditambah alasan yang tidak diakuinya kepercayaan Sunda wiwitan sebagai agama secara administratif kependudukan oleh Pemerintah. Hal tersebut yang mendorong para tokoh pemuda masyarakat adat Cireundeu untuk membuat kegiatan diskusi surasa yang bertujuan agar anak-anak penganut keyakinan Sunda wiwitan tidak terpengaruh oleh agama lain atau berpindah keyakinan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

T LING 1302449 Abstract

T LING 1302449 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa ungkapan tradisional Sunda mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang perlu dikaji secara ilmiah. Kearifan lokal tersebut diharapkan dapat membantu dalam membentuk karakter bangsa yang menjadi sorotan berbagai pihak saat ini . Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi ungkapan tradisional Sunda yang digunakan dalam keseharian oleh partisipan penelitian, mendeskripsikan makna uangkapan tersebut dengan menggunakan teori signifikasi Barthes, dan mengklasifikasikannya berdasarkan tujuan dan fungsi ungkapan tersebut di dalam masyarakat. Metode etnografi digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara. Sumber data adalah key actors dari masyarakat adat Cireundeu yang terdiri atas tokoh-tokoh masyarakat dan beberapa generasi muda. Hasil penelitian ini menemukan 86 ungkapan tradisional Sunda yang terdiri atas kekecapan, babasan, paribasa, cacandran, dan uga. Proses signifikasi menemukan bahwa ungkapan-ungkapan tersebut mengandung mitos yang memengaruhi konsepsi dan aktifitas yang membangun kehidupan sosial partisipan penelitian, diantaranya, membangun cara pandang masyarakat terhadap sesuatu, membentuk karakter masyarakat, pedoman hidup bermasyarakat, dll. Mitos yang terbentuk dari ungkapan-ungkapan tersebut mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat penuturnya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T LING 1302449 Table of content

T LING 1302449 Table of content

Masyarakat Adat Cireundeu .................... Error! Bookmark not defined. 4.1.1 Kekecapan ...................................... Error! Bookmark not defined. 4.1.2 Babasan .......................................... Error! Bookmark not defined. 4.1.3 Paribasa ......................................... Error! Bookmark not defined. 4.1.4 Cacandran ...................................... Error! Bookmark not defined. 4.1.5 Uga ................................................. Error! Bookmark not defined. 4.2 Signifikasi Ungkapan Tadisional Sunda dalam Masyarakat Adat
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT :Studi Deskriptif Pada Kelompok Usaha Olahan Pangan di Kampung Adat Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT :Studi Deskriptif Pada Kelompok Usaha Olahan Pangan di Kampung Adat Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Kampung Adat Cireundeu merupakan desa yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dan masih memegang teguh adat istiadat secara turun temurun yaitu salah satunya mengkonsumsi singkong sebagai makanan pokok. Tradisi mengkonsumsi singkong ini terbukti menjadikan masyarakat Cireundeu mandiri dan tidak tergantung pada beras yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Upaya nyata program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pemerintah kota Cimahi bekerja sama dengan LPPM Unpad dan LPPM Unjani melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Ipteks bagi Wilayah (IBW) dalam mengarahkan Kampung Adat Cireundeu pada dua tujuan besar yaitu ketahanan pangan dan wisata dengan target akhir Cireundeu menjadi Desa Wisata Ketahanan Pangan (DEWITAPA).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S SOS 1100890 Chapter1

S SOS 1100890 Chapter1

Dari segi organisasi kepemudaan saya mendapatkan temuan dari hasil penelitian yang tercantum dalam skripsi Rizki (2014), menemukan bahwa temuannya ialah peran dari kepemimpinan di dalam organisasi kepemudaan sangat mempengaruhi lingkungannya dengan mengembangkan teori sosiologi modern yaitu teori interaksi simbolik, bahwa memang benar ketika ada salah seorang yang menjadi panutan para warga masyarakat akan percaya pada sosok tersebut dan mendukung segala apa yang dilakukan oleh tokoh tersebut. Berkaitan dengan karang taruna peneliti mendapatkan sebuah penelitian yang berkaitan dengan karang taruna dari skripsi Siska Selvia (2012). Siska melakukan penelitian tentang peranan karang taruna dalam pengembangan kreatifitas generasi muda. Temuan dari penelitian siska yaitu adanya kekurang pahaman generasi muda terhadap apa itu karang taruna dan juga kurangnya kreatifitas generasi muda dalam menjalankan tugas maupun menentukan program kerja yang sudah direncanakan maupun yang akan direncanakan. Adanya program latihan dasar kepemimpinan dalam karang taruna GEMMAS maka lambat laun para anggota mendapat rasa percaya diri sebagai anggota karang taruna maupun peningkatan pada kreatifitas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

T LING 1302449 Bibliography

T LING 1302449 Bibliography

Devina, Maretta Cynthia. (2013). Eksplorasi Pola Pembelajaran Masyarakat Kampung Adat Cireundeu terhadap Pembangunan Kawasan (Studi Kasus Kampung Adat Cireundeu, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Skripsi. Bandung: Fakultas Teknik, Universitas Islam bandung.

Baca lebih lajut

S SOS 1100890 Abstract

S SOS 1100890 Abstract

Abstrak: Disfungsional Peran Karang Taruna Dalam Pelestarian Kearifan Lokal Di Kampung Cireundeu. Karang taruna RW 10 yang bertugas di Kampung Cireundeu Kelurahan Leuwi Gajah Kecamatan Cimahi Selatan, merupakan karang taruna yang tidak melakukan peranannya dengan semestinya. Pada harapannya sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna dalam Bab VII mengenai program kerja pasal 19, yang berbunyi: "Setiap Karang Taruna bertanggung jawab untuk menetapkan program kerja berdasarkan mekanisme, potensi, sumber, kemampuan dan kebutuhan Karang Taruna setempat". Pada kenyataannya Karang Taruna RW 10 tidak sama sekali menyentuh potensi kearifan lokal yang ada di Kampung Cireundeu, sehingga fungsi dari karang taruna tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kinerja karang taruna hingga saat ini, dan peneliti hendak untuk memperbaiki karang taruna kepada jalur fungsi dan peranan yang diinginkan oleh warga. Warga Kampung Cireundeu hanya ingin merasakan bukti dari kinerja karang taruna yang menguntungkan bagi masyarakat Kampung Cireundeu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk dapat menjawab rumusan-rumusan penelitian yang diajukan, peneliti melakukan pengumpulan data dari informan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis sehingga membentuk suatu kesimpulan. Hasil temuan penelitian menunjukan beberapa disfungsional peranan karang taruna seperti, penyelarasan program kerja dengan masyarakat adat tidak ada. Fungsi karang taruna sebagai penyambung komunikasi antar pemuda tidak terjadi sama sekali. Pada tubuh karang taruna itu sendiri tidak jelas, dikarenakan tidak memilikinya atribut organisasi yang seharusnya karang taruna miliki.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Jurnalistik Sastra Keindahan Tanah Sunda

Jurnalistik Sastra Keindahan Tanah Sunda

Masyarakat mulai mengkonsumsi singkong dari tahun 1918 hingga saat ini. Selain itu manfaat lainnya warga Kampung Adat Cireundeu tidak terpengaruh oleh harga bahan pokok yang melambung tinggi. Ketahanan pangan masyarakat Cireundeu telah membuktikan karena pada masa pemerintahaan Orde Baru yang menjadikan beras sebagai bahan pokok yang sangat terkenal sehingga masyarakat yang asalnya mengkonsumsi umbi-umbian beralih menjadi mengkonsumsi beras.

Baca lebih lajut

S SOS 1100890 Table of content

S SOS 1100890 Table of content

4.2. Deskripsi Umum Karang Taruna RW 10 Kampung Adat Cireundeu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 64 4.2.1. Sejarah Kampung Cireundeu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 64

Baca lebih lajut

S SOS 1100890 Chapter3

S SOS 1100890 Chapter3

Cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil atau hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian disebut teknik dokumenter atau studi dokumentasi. (dalam Zuriah, 2007,hlm.191). Disini peniliti akan mencari hasil penelitian terdahulu mengenai Kampung Cireundeu, agar peneliti tau bahwa penelitian yang peneliti teliti tidak ada kesamaan dengan peneliti sebelumnya. Kemudian dalam hal pengumpulan data keanggotaan karang taruna peneliti akan meminta dokumen-dokumen yang ada dalam karang taruna, berupa susunan angota, AD/ART, serta susunan program kerja yang didokumentasikan pada periode karang taruna sebelumnya. Peneliti juga mengabadikan kegiatan peneliti dengan menggunakan camera, yang hasilnya menjadi salah satu bukti peneliti benar-benar mendapatkan data yang sah dan bukan kebohongan semata.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

S SOS 1100890 Chapter5

S SOS 1100890 Chapter5

Selama ini masalah yang menyebabkan pasifnya karang taruna tidak pernah dipecahkan oleh karang taruna maupun pemerintahan RW 10 itu sendiri. Sudah jelas bahwa permasalahan komunikasi dan pemuda yang tidak peduli merupakan dampak utama dari tidak berfungsinya karang taruna RW 10. Komunikasi yang buruk dari karang taruna ke berbagai pihak dan ketidak pedulian pemuda akan lingkungan Cireundeu kurang dapat perhatian serius dari pihak pemerintahan RW maupun RT dan juga sesepuh adat Cireundeu. Maka dalam mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya usaha dan upaya dari pihak pemerintahan RW dan sesepuh adat Cireundeu dalam rangka menyatukan seluruh pemuda di RW 10, baik itu pemuda sipil maupun pemuda adat untuk memperbaiki hubungan antar pemuda di RW 10 serta memberikan motivasi kepada para pemuda untuk ikut serta dalam membangun Cireundeu, dengan masuk sebuah wadah organisasi seperti karang taruna, demi tercapainya tujuan bersama masyarkat Cireundeu.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DISFUNGSIONAL PERAN KARANG TARUNA DALAM PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG CIREUNDEU.

DISFUNGSIONAL PERAN KARANG TARUNA DALAM PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG CIREUNDEU.

Dari segi organisasi kepemudaan saya mendapatkan temuan dari hasil penelitian yang tercantum dalam skripsi Rizki (2014), menemukan bahwa temuannya ialah peran dari kepemimpinan di dalam organisasi kepemudaan sangat mempengaruhi lingkungannya dengan mengembangkan teori sosiologi modern yaitu teori interaksi simbolik, bahwa memang benar ketika ada salah seorang yang menjadi panutan para warga masyarakat akan percaya pada sosok tersebut dan mendukung segala apa yang dilakukan oleh tokoh tersebut. Berkaitan dengan karang taruna peneliti mendapatkan sebuah penelitian yang berkaitan dengan karang taruna dari skripsi Siska Selvia (2012). Siska melakukan penelitian tentang peranan karang taruna dalam pengembangan kreatifitas generasi muda. Temuan dari penelitian siska yaitu adanya kekurang pahaman generasi muda terhadap apa itu karang taruna dan juga kurangnya kreatifitas generasi muda dalam menjalankan tugas maupun menentukan program kerja yang sudah direncanakan maupun yang akan direncanakan. Adanya program latihan dasar kepemimpinan dalam karang taruna GEMMAS maka lambat laun para anggota mendapat rasa percaya diri sebagai anggota karang taruna maupun peningkatan pada kreatifitas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kearifan Lokal dalam Diversifikasi Pangan

Kearifan Lokal dalam Diversifikasi Pangan

itu juga karena mereka menganggap bahwa beras merupakan makanan yang bersifat duniawi karena rasa beras yang begitu nikmat dapat mempengaruhi kehidupan sang pemakannya. Alasan lain karena padi membutuhkan lahan yang cukup luas dan subur dalam penanamannya, serta harus memiliki irigasi yang baik, sehingga lebih banyak pembiayaan dan pengorbanan yang harus dilakukan. Pengorbanan berupa bencana akan lebih parah dialami bila terjadi paceklik, hasil panen akan berkurang, harga beras menjadi mahal, banyak orang tidak mampu membeli beras, sehingga dapat mengakibatkan kelaparan dan meningkatnya kriminalitas. Selain itu, bila diamati dari letak geografis wilayah Cireundeu, sepertinya tak salah jika mereka memilih untuk menanam singkong. Hal ini dikarenakan letak kampung yang dikelilingi pegunungan, lahan seperti ini memang hanya cocok untuk tanaman pangan non beras atau tanaman sejenis umbi-umbian. Karena alasan itu pula maka sampai saat ini kebiasaan makan nasi singkong sebagai makanan pokok masih tetap dilestarikan. Masyarakat Cireundeu menilai bahwa ajaran leluhur yang mereka anut merupakan suatu berkah, karena dengan mengonsumsi rasi, warga Kampung Cireundeu mendapatkan kemerdekaan lahir dan batin. Warga tidak pernah lagi di hantui oleh kenaikan harga atau bahkan kelangkaan beras. Swasembada pangan bagi masyarkat Cireundeu akan terus m e r e k a p e r t a h a n k a n d e n g a n t e t a p mengonsumsi rasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perancangan Buku Potret Kehidupan Masyarakat Kampung Adat Cireundeu.

Perancangan Buku Potret Kehidupan Masyarakat Kampung Adat Cireundeu.

Wisata budaya pada dasarnya dapat diminati oleh masyarakat, sama halnya seperti wisata modern lainnya jika promosi dan informasi yang disampaikan dikemas dengan sangat menarik, sehingga masyarakat mau mengenal dan melestarikan budaya tersebut.

Baca lebih lajut

T PLS 1302690 Chapter5

T PLS 1302690 Chapter5

1. Pola kehidupan masyarakat adat kampung Cireundeu dalam mempertahankan kearifan lokal, terbentuk dari suatu pola kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil melalui proses sosialisasi dan pewarisan nilai-nilai kearifan lokal, yang menjadikan suatu kebutuhan mendasar untuk semua masyarakat adat kampung Cireundeu dan menjadi suatu pola kehidupan dalam mempertahankan kearifan lokal yang tidak bergantung terhadap gejolak sosial menjadikan masyarakat harmonis, sejahtera dan mandiri.

Baca lebih lajut

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMPERTAHANKAN KEARIFAN LOKAL : Etnografi Pada Masyarakat Adat Kampung Cireundeu Kota Cimahi.

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMPERTAHANKAN KEARIFAN LOKAL : Etnografi Pada Masyarakat Adat Kampung Cireundeu Kota Cimahi.

sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain, pemberdayaan adalah memampukan dan memandirikan masyarakat. Sejalan dengan pemikiran-pemikiran tersebut, Kindervatter (1979), memberi peran secara jelas tentang peran pemberdayaan dalam rangka empowering process, peran pemberdayaan tidak saja mengubah individu, tetapi juga kelompok, organisasi dan masyarakat. Pemberdayaan sebagai proses mengandung arti luas, yakni mencakup meningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan dan pengembangan kemampuan lainnya ke arah kemandirian hidup. Kindervatter (1979:13) menjelaskan bahwa; for the purposes of this study, empowering is; people gaining an understanding of control over social, economic, and/or political forces in order to improve their standing in society.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S SOS 1100777 Abstract

S SOS 1100777 Abstract

Information era makes the world become big network information which is possible to link one another due to society and cultural are dynamic, it stimulates society and cultural to transform. This study is based on the higher of education participation indigenous people of Cireundeu and due to Sunda wiwitan is not considered as religion by the government. This study takes place in Kampung Cireundeu Rukun Warga 10, Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi. The aim of this study is to find out transformation process on indigenous knowledge of indigeneous people of Cireundeu. This study is descriptive method with qualitative approach. Data is collected through observation, depth interview and documentation. The result of this study shows that (1) Eating rasi (cassava) is “fasting” for indigeneous people of Cireundeu who are believer of Sunda wiwitan but not all of Sunda wiwitan eat rasi as their main food. Their understanding about religion is to mean very deeply their ancient culture. (2) The higher of participation on indigenous people of Cirendeu in getting education makes them study some certain religion studies in school yet there is no special teacher for those who have faith in Sunda wiwitan and to get rid of children from other religion influences, adult figure in indigenous people of Cireundeu hold on discussion of surasa as the change their religion study outside school which is held on in Bale Adat every Saturday noon (5 pm). (3) Indigenous people of Cireundeu open themselves to marry other people who have different faith from them as attempt to guarantee their future and to get their civil right as citizen. Besides that, they believe that marriage can not be forced by their parent’s will due to mate is god’s will not human’s. Indigenous people of Cireundeu’s way of funeral who have faith in Sunda wiwitan get affected by Islam and Christian’s way of funeral. Based on conclusion of this study, indigenous knowledge of indigenous people of Cireundeu has transformed into new shape and new function.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...