materi kesetimbangan kimia

Top PDF materi kesetimbangan kimia:

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INOVATIF BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INOVATIF BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menginovasi bahan ajar berbasis multimedia pada materi kesetimbangan kimia. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang menggunakan pengembangan produk Borg dan Gall yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa pendidikan kimia yang telah mempelajari kimia umum dan Dosen kimia di Universitas Negeri Medan. Sampel penelitian diambil secara purpossive sampling. Tahap awal penelitian dilakukan dengan pengajuan beberapa usulan materi ajar kimia umum dari silabus atau garis – garis besar pembelajaran perkuliahan (GBPP) beberapa Universitas pada materi kesetimbangan kimia untuk dikembangkan, tahap kedua menganalisis beberapa buku kimia umum dan menginovasi bahan ajar kimia dengan mengintegrasikan media ajar interaktif dengan menggunakan teknologi komputer berupa e – book, dan pada tahap akhir dilakukan standarisasi bahan ajar dengan membagikan angket standar penilaian dari BNSP kepada Mahasiswa dan Dosen untuk mengetahui apakah bahan ajar sudah valid atau tidak valid. Berdasarkan penilaian, diperoleh hasil standarisasi kelayakan isi sebesar 3,54, standarisasi kelayakan bahasa sebesar 3,60 dan standarisasi kelayakan penyajian sebesar 3,37. Hasil nilai rata-rata yang diperoleh untuk masing – masing analisis standar kelayakan yang diajukan berada pada kisaran 3,26 – 4,00 yang berarti Dosen dan mahasiswa jurusan kimia di Universitas Negeri Medan setuju dengan bahan ajar kimia inovatif berbasis multimedia pada materi kesetimbangan kimia yang diajukan dan tidak perlu direvisi kembali. Dengan melihat hasil penilaian standarisasi bahan ajar inovatif berbasis multimedia pada materi kesetimbangan kimia yang berbentuk buku elektronik (e-book) ini layak digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan baik dosen maupun mahasiswa yang mengajar dan mempelajari kimia dasar universitas.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI SUBMIKROSKOPIK BERBASIS FLASH PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI SUBMIKROSKOPIK BERBASIS FLASH PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

Hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru dan siswa yaitu guru kimia kelas XI IPA MAN Sambas mengajar mata pelajaran kimia hanya menggunakan buku teks tanpa bantuan media pembelajaran termasuk menyampaikan materi kesetimbangan kimia. Analisis terhadap buku teks kimia kelas XI semester 1 pada materi kesetimbangan kimia yang digunakan dalam pembelajaran kimia di MAN Sambas diperoleh informasi bahwa jumlah representasi materi pada buku teks berupa 9,68% makroskopik, 83,87% simbolik dan 6,45% submikroskopik. Hasil tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan jumlah bentuk representasi yang terkandung dalam buku teks. Jumlah representasi submikroskopik dianggap terlalu sedikit, untuk menjelaskan materi kesetimbangan kimia. Representasi submikroskopik hanya terdapat pada beberapa soal evaluasi bukan pada penjelasan materi. Hal ini menyebabkan buku tersebut belum dapat membantu siswa memahami konsep kesetimbangan kimia, sehingga rendahnya nilai rata-rata kesetimbangan kimia siswa yaitu 39,133 yang diperoleh dari pengerjaan soal prariset.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 3E PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGKOMUNIKASIKAN DAN INFERENSI

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 3E PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGKOMUNIKASIKAN DAN INFERENSI

Menurut Sugiyono (2010), variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan- nya. Dalam penelitian ini sebagai variabel bebas adalah model pembelajaran yang digunakan, sedangkan sebagai variabel terikat adalah keterampilan mengkomuni- kasikan dan keterampilan inferensi pada materi kesetimbangan kimia kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bandar Lampung.

43 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS STUDENT CENTERED UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMA/MA.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS STUDENT CENTERED UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMA/MA.

ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (1) mengembangkan dan (2) mengetahui kualitas lembar kerja siswa berbasis student centered untuk pembelajaran kimia pada materi kesetimbangan kimia sebagai sumber belajar peserta didik kelas XI SMA/MA. Model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, menggariskan langkah- langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Produk awal lembar kerja siswa pada materi kesetimbangan kimia ditinjau oleh dosen pembimbing sebagai ahli materi dan ahli media dan tiga orang peer reviewer dari jurusan pendidikan kimia 2012 yang memberikan masukan dan saran untuk merevisi produk awal ini. Hasil revisi produk tersebut kemudian dinilai oleh lima orang guru kimia SMA/MA selaku
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KESALAHAN KONSEP SISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA DI SMAN 1 TELUK KERAMAT

DESKRIPSI KESALAHAN KONSEP SISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA DI SMAN 1 TELUK KERAMAT

Kesalahan dalam memahami soal membuat siswa tidak bisa mengerjakan soal dan menemukan penyelesaiannya karena belum menangkap informasi yang terkandung di dalamnya. Kesalahan- kesalahan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti cara guru menjelaskan materi, sumber belajar yang digunakan, lingkungan sekitar atau bahkan dari diri pribadi siswa. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar kesalahan- kesalahan siswa tidak berulang dan berkelanjutan yaitu dengan mencari penyebab dan bentuk-bentuk kesalahan tersebut. Berdasarkan latar belakang penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penyebab kesalahan konsep siswa pada materi kesetimbangan kimia di SMAN 1 Teluk Keramat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS XI PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA.

ANALISIS DAN PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS XI PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA.

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh penuntun praktikum yang standar untuk siswa kelas XI SMA/MA semester I pada materi kesetimbangan kimia. Populasi dalam penelitian ini adalah penuntun praktikum kimia SMA yang beredar disekolah, seluruh guru kimia di MAN Pematangsiantar, seluruh dosen kimia di Universitas Negeri Medan dan seluruh siswa kelas XI di MAN Pematangsiantar. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Penelitian ini bersifat deskriptif dan pengembangan eksperimen (development and research). Langkah penelitian meliputi : a) Analisis penuntun praktikum yang dipergunakan dikelas XI semester I; b) Pengembangan penuntun praktikum untuk materi kesetimbangan kimia; c) Validasi penuntun praktikum oleh dosen, guru dan siswa; d) Uji coba penggunaan penuntun praktikum dalam pembelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penuntun praktikum yang telah dikembangkan untuk siswa kelas XI SMA semester I pada materi kesetimbangan kimia telah layak/standar sesuai dengan BSNP. Penuntun praktikum untuk materi kesetimbangan kimia terdiri dari percobaan pengaruh konsentrasi pada reaksi kesetimbangan, pengaruh suhu pada reaksi kesetimbangan, dan pengaruh tekanan/volume pada reaksi kesetimbangan. Standarisasi penuntun praktikum yang dilakukan oleh dosen dan guru memberikan respon yang positif terhadap penuntun praktikum yang telah dikembangkan yang terdiri dari 3 komponen yaitu kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian dengan nilai rata-rata dari dosen sebesar 3,40 adalah valid dan tidak perlu direvisi dan nilai rata-rata guru sebesar 3,62 adalah valid dan tidak perlu direvisi. Uji coba dilakukan pada percobaan pengaruh suhu pada reaksi kesetimbangan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa implementasi penuntun praktikum yang telah dikembangkan memberikan hasil pemahaman siswa MAN Pematangsiantar sangat tinggi pada percobaan kesetimbangan kimia dengan nilai pretest sebesar 42,83 sedangkan untuk postest sebesar 85,66. Itu menunjukkan bahwa penuntun praktikum yang telah dikembangkan baik dan layak digunakan untuk pembelajaran kimia di SMA/MA.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PROFIL MODEL MENTAL SISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN TDM-TWO-TIER.

PROFIL MODEL MENTAL SISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN TDM-TWO-TIER.

Pada penelitian ini materi yang diangkat peneliti adalah kesetimbangan kimia karena penelitian model mental pada konsep kesetimbangan kimia masih terbatas padahal konsep kesetimbangan kimia merupakan salah satu konsep yang penting dipahami siswa karena banyak berhubungan dengan konsep-konsep kimia lainnya. Yildrim dalam Demircioğlu , dkk. (2013, hlm. 186) juga menyatakan bahwa konsep kesetimbangan kimia merupakan salah satu konsep yang sulit diajarkan maupun dipelajari karena konsepnya berkaitan dengan beberapa konsep lainnya seperti oksidasi-reduksi, asam-basa, laju reaksi dan membutuhkan penggunaan representasi pada level makro, mikro dan simbolik. Hasil penelitian juga memperlihatkan banyak siswa dalam tingkatan umur yang berbeda memiliki banyak miskonsepsi dalam konsep kesetimbangan kimia (Hackling, dkk. dalam Demircioğlu , dkk. 2013, hlm. 186).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

A. Pengertian Kesetimbangan - MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

A. Pengertian Kesetimbangan - MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

Dalam sistem kesetimbangan dinamis, reaksi yang menuju hasil reaksi dan reaksi yang menuju pereaksi berlangsung secara bersamaan dengan laju yang sama sehingga konsentrasi masing-masing zat dalam sistem kesetimbangan tidak berubah (tetap). Jika kita dapat melihat sistem kesetimbangan dinamis secara molekuler, akan tampak partikel-partikel dalam sistem kesetimbangan tidak tetap sebagai pereaksi atau hasil reaksi, melainkan bereaksi terus dalam dua arah secara dinamis. Pereaksi akan berubah menjadi hasil reaksi diimbangi oleh hasil reaksi berubah menjadi pereaksi. Jadi, kesetimbangan kimia disebut kesetimbangan dinamis karena secara mikroskopis zat-zat tersebut berubah setiap saat, tetapi secara makroskopis tidak ada perubahan yang dapat diamati atau diukur, tidak ada perubahan wujud maupun perubahan konsentrasi masing-masing zat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Keterampilan berpikir kritis siswa pada materi kesetimbangan kimia melalui pembelajaran berbasis masalah

Keterampilan berpikir kritis siswa pada materi kesetimbangan kimia melalui pembelajaran berbasis masalah

Kimia merupakan salah satu rumpun dalam IPA, sehingga mempunyai karakter yang sama. Kimia merupakan ilmu yang pada awalnya didapatkan melalui percobaan (induktif) dan pada perkembangan selanjutnya kimia dapat diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). 6 Pembelajaran kimia seharusnya menjadi pembelajaran yang menyenangkan karena penuh dengan aktifitas yang menggunakan otak kanan dan juga otak kiri sehingga dapat mengembangkan potensi siswa, namun pada kenyataannya pembelajaran kimia menjadi pembelajaran yang sulit untuk dimengerti oleh siswa dan terkesan kimia adalah pelajaran hitung menghitung dan abstrak. Hal ini salah satunya disebabkan oleh metode atau pendekatan pengajaran yang dilakukan oleh guru kurang tepat, sehingga guru yang awalnya ingin membuat pembelajaran kimia jadi menyenangkan, namun guru menggunakan metode ceramah dan cenderung monoton yang akhirnya membuat siswa menjadi bosan dan tidak dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritisnya.
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

contoh pembuatan storyboard Kesetimbangan kimia

contoh pembuatan storyboard Kesetimbangan kimia

Materi kesetimbangan kimia merupakan salah satu materi essensial yang sebagian besar konsepnya bersifat invisible. Dimulai dengan reaksi searah dan dua arah, keadaan setimbang dinamis, reaksi homogen dan heterogen , serta tetapan kesetimbangan. Konsep konsep yang bersifat invisible ini sangat berpotensi dalam menimbulkan kesalahan konsep. Menurut Nakhleh (1996:343) mengemukakan bahwa kesulitan siswa dalam memahami konsep dapat menimbulkan pemahaman yang salah, yang mana apabila pemahaman yang salah ini berlangsung secara konsisten akan menimbulkan terjadinya salah konsep. Terdapat penelitian yang berkaitan dengan kesalahan konsep siswa pada materi kesetimbangan kimia yaitu (Muh.Afturizallur dan I Nyoman Marsih : 2011) yaitu untuk konsep kesetimbangan homogen dan heterogen, konstanta kesetimbangan, dan keadaan kesetimbangan memiliki tingkat kesalahan diatas 40%. Oleh karena itu untuk meminimalisisr miskonsepsi materi kesetimbangan kimia diperlukan media pembelajaran.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DILENGKAPI LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KESETIMBANGAN KIMIA KELAS XI SMA

STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DILENGKAPI LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KESETIMBANGAN KIMIA KELAS XI SMA

Metode TAI merupakan metode pembelajaran secara kelompok dengan seorang siswa yang lebih mampu berperan sebagai asisten yang bertugas membantu secara individual siswa lain yang kurang mampu dalam kelompok itu. Dalam hal ini, peran pendidik hanya sebagai fasilitator dan mediator dalam proses belajar mengajar. Pendidik cukup mengusahakan kondisi lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didiknya. Metode TAI akan memotivasi siswa untuk saling membantu anggota kelompoknya sehingga tercipta semangat dalam sistem kompetensi dengan lebih mengutamakan peran individu tanpa mengorbankan aspek kooperatif. Menurut penelitian pada materi Stoikiometri menjelaskan bahwa penggunaan metode pembelajaran TAI lebih baik dari pada penggunaan metode STAD [4]. Materi Stoikiometri memiliki karakteristik yang hampir sama dengan materi Kesetimbangan Kimia dalam hal perlunya pemahaman konsep yang mendalam dan soal-soal hitungannya sehingga diharapkan dengan menggunakan metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI), prestasi belajar siswa pada materi pokok
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

S KIM 1006566 Chapter5

S KIM 1006566 Chapter5

2. Tes piktorial bentuk pilihan berganda pada materi kesetimbangan kimia dapat digunakan untuk mengukur dimensi pengetahuan siswa yang meliputi pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural. Pengetahuan faktual yang terukur berada pada persentase diatas 80%, pengetahuan konseptual yang terukur berada pada persentase 28-72%, dan pengetahuan prosedural yang terukur berada pada persentase 23-69%.

2 Baca lebih lajut

S KIM 1205870 Abstract

S KIM 1205870 Abstract

Buku teks merupakan bahan ajar yang berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan buku teks pelajaran Kimia SMA/MA Kelas XI yang paling banyak digunakan di Kota Bandung pada materi kesetimbangan kimia berdasarkan kriteria tahap seleksi dari 4S TMD. Jenis penelitian adalah penelitian evaluatif dengan metode analis konten. Terdapat tiga kriteria dari tahap seleksi pada 4S TMD, yaitu kesesuaian dengan kurikulum, kebenaran konsep, dan penanaman nilai. Kriteria pertama, kesesuaian dengan tuntutan kurikulum dapat ditinjau dari keluasan dan kedalaman materi. Berdasarkan keluasan materi, ditemukan 2 konsep yang dinyatakan kurang luas dan 13 konsep yang dinyatakan terlalu luas. Berdasarkan kedalaman materi, dari 19 konsep tuntutan kurikulum ditemukan 9 konsep dinyatakan kurang dalam dan 3 konsep terlalu dalam. Sehingga kesesuaian materi dengan tuntutan kurikulum belum sepenuhnya sesuai. Kriteria kedua, analisis kebenaran konsep menunjukkan dari 19 konsep tuntutan kurikulum, seluruh konsep dinyatakan benar secara keilmuan. Ketiga, penanaman nilai-nilai, dalam buku teks tersebut terdapat 5 nilai, yaitu rasa ingin tahu, kerja keras, cinta tanah air, menghargai prestasi, dan gemar membaca.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

14 paper - TKP009 - Dhamas Mega hal 122-127

14 paper - TKP009 - Dhamas Mega hal 122-127

Pada penelitian ini akan dilakukan analisis kemampuan peserta didik mengenai ketiga level pemahaman tersebut, yaitu makroskopis, mikroskopis dan simbolik. Salah satu materi kimia yang membutuhkan kedua level pemahaman tersebut adalah kesetimbangan kimia. Pada kesetimbangan dinamis selain peserta didik harus bisa mengamati kesetimbangan yang terjadi dengan panca indra, juga perlu dapat memahami secara mikroskopis yang terjadi pada kesetimbangan tersebut. Pemahaman mikroskopis juga diperlukan pada pokok bahasan faktor- faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia. Sedangkan kemampuan simbolik prserta didik dapat terlihat pada tetapan kesetimbangan kimia. Oleh sebab itu, pada materi kesetimbangan kimia peserta didik harus harus dapat memahami ketiga level representasi kimia agar dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

INSTRUMEN PENILAIAN AFEKTIF Kesetimbanga docx

INSTRUMEN PENILAIAN AFEKTIF Kesetimbanga docx

Sikap Indikator Butir Pernyataan PernyataanJenis PernyataanNomor Rasa ingin tahu mencari informasi terkait materi kesetimbangan kimia Saya mencari informasi lebih terkait materi keseti[r]

15 Baca lebih lajut

Soal dan Jawaban Kesetimbangan Kimia

Soal dan Jawaban Kesetimbangan Kimia

Dalam ruang 4 liter terdapat reaksi kesetimbangan: NO2 g + COg ⇄ NOg +CO2 g Jika pada saat setimbang terdapat gas NO2 dan gas CO masing-masing 0,2 mol, dan gas NO serta CO2 masing-masi[r]

11 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL SIKLUS BELAJAR PDEODE PADA MATERI POKOK KESETIMBANGAN KIMIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PREDIKSI DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA

EFEKTIVITAS MODEL SIKLUS BELAJAR PDEODE PADA MATERI POKOK KESETIMBANGAN KIMIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PREDIKSI DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA

Bagi Piaget adaptasi merupakan suatu kesetimbangan antara asimilasi dan akomo- dasi. Bila dalam proses asimilasi seseorang tidak dapat mengadakan adaptasi ter- hadap lingkungannya maka terjadilah ketidaksetimbangan (disequilibrium). Aki- bat ketidaksetimbangan itu maka tercapailah akomodasi dan struktur kognitif yang ada yang akan mengalami atau munculnya struktur yang baru. Pertumbuhan inte- lektual ini merupakan proses terus menerus tentang keadaan ketidaksetimbangan dan keadaan setimbang (disequilibrium-equilibrium). Tetapi bila terjadi kesetim- bangan maka individu akan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebe- lumnya (Abidin, 2011).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

SILABi kimia umum untuk fisika 0

SILABi kimia umum untuk fisika 0

Penugasan a1 6 7 Memahami pengertian kesetimbangan kimia yang dinamis, menghitung tetapan kesetimbangan kimia dan memahami kegunaannya, menjelaskan berbagai faktor yang mempengaruhi [r]

0 Baca lebih lajut

Kesetimbangan Kimia Dalam Industri (1)

Kesetimbangan Kimia Dalam Industri (1)

latar belakang penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan kesetimbangan kimia, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhinya, Tetapan kesetimbangan, perhitungan tetapan kesetimbangan, dan bagaimana penerapan kesetimbangan kimia dalam industri.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...