Materi:Mengubah Pecahan Biasa

Top PDF Materi:Mengubah Pecahan Biasa:

SISTEMATIKA PROPOSAL   PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Penelitian yang relevan untuk mendukung PTK berjudul “Meningkatkan keaktifan mempelajari materi mengubah pecahan biasa menjadi persen dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD peserta didik kelas V SD” adalah penelitian tentang keberhasilan pembelajaran kooperatif tipe STAD, penelitian tentang upaya meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran matematika SD, dan penelitian tentang keberhasilan pembelajaran konsep bilangan pecahan di SD.

61 Baca lebih lajut

Bilangan Pecahan Materi Kelas 7 dalam Bentuk PDF BAB 2 PECAHAN

Bilangan Pecahan Materi Kelas 7 dalam Bentuk PDF BAB 2 PECAHAN

Dalam mengubah bentuk pecahan ke bentuk persen dapat dilakukan dengan cara mengubah pecahan semula menjadi pecahan senilai dengan penyebut 100. Jika hal itu sulit dikerjakan maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan 100%. Adapun untuk mengubah bentuk persen ke bentuk pecahan biasa/campuran, ubahlah menjadi perseratus, kemudian sederha- nakanlah.

40 Baca lebih lajut

Materi Pelajaran Kelas 5 Pecahan

Materi Pelajaran Kelas 5 Pecahan

Mengubah persen ke peahan biasa Cara Mengubah : Persen adalah per seratus jadi jika 40% berarti Setelah menjadi per seratus atau selanjutnya kita sederhanakan dengan cara mencari FPB d[r]

3 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Disusun sebagai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2015/2016 SMP NEGERI 2 DEPOK Jalan Dahlia , Perumnas Condongcatur Depok, Sleman Yogyakarta, 55281 1

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Disusun sebagai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2015/2016 SMP NEGERI 2 DEPOK Jalan Dahlia , Perumnas Condongcatur Depok, Sleman Yogyakarta, 55281 1

Kegiatan PPL/ Magang III dilakukan penulis di SMP Negeri 2 Depok. Penerjunan mahasiswa PPL/ Magang III dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2015. dan penarikan pada tanggal 12 September 2015. Kegiatan yang dilaksanakan selama PPL/ Magang III adalah mengajar terbimbing dan membuat administrasi guru. Dalam pelaksanaan mengajar terbimbing penulis mendapatkan bimbingan dari guru mata pelajaran matematika yaitu Bapak Suharno, S.Pd. Sedangkan kelas yang diampu dan diberikan kepada penulis adalah kelas VII B dan VII C. Jadwal mengajar kelas VII B setiap hari Senin pukul 08.00-09.40 WIB dan hari Sabtu pukul 07.00 – 08.20 WIB. Kelas VII C setiap hari Selasa pukul 08.40-10.20 dan Sabtu pukul 09.20-11.00 SelamAlokasi waktu untuk satu jam pelajaran adalah 40 menit. Pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Depok dilksanakan sebanyak 4 jam pelajaran dalam satu pekan. Selama PPL penulis sudah melakukan praktik mengajar terbimbing sebanyak 14 kali mengajar, 2 kali ulangan harian dan 2 kali remedial. Hal ini sudah memenuhi batas minimal praktik mengajar yaitu sebanyak 4 kali. Metode yang digunakan penulis dalam praktik mengajar antara lain diskusi, simulasi alat peraga, penemuan terbimbing, jigsaw, dan worked example . Untuk mendukung kegiatan pembelajaran digunakan beberapa media, antara lain kartu bilangan, potongan pecahan, dan lembar kerja siswa (LKS) yang dibuat oleh penulis. Selain melakukan praktik mengajar, mahasiswa juga menyusun administrasi guru. Administrasi guru meliputi silabus, program semester, program tahunan, KKM, daftar nilai, dan lain-lain. Dalam penyusunan administrasi guru, mahasiswa mendapatkan bimbingan dan arahan dari guru pembimbing.
Baca lebih lanjut

212 Baca lebih lajut

 File Contoh Proposal PTK SD/Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar ptk

File Contoh Proposal PTK SD/Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar ptk

sama luasnya?”. Ada siswa yang menjawab tidak sama sambil menunj uk pada trapesi um yang ditempel , sedangkan si swa l ain di am. Saya terkejut waktu meli hat pada tempelan trapesium yang dipotong, warnanya sebagi an tidak sama karena kartonnya harus di bali k sehi ngga warnanya berbeda. Saya bertanya dalam hati, apakah karena tidak sama warna sehi ngga siswa menj awab tidak sama? Terpi kir sesaat, mengapa saya menggunakan karton warna kedua sisi nya ti dak sama? K emudi an, saya mengulang dan mempertegas kembal i mel al ui alat peraga yang ditunjuk si swa letak titik sudut dan panjang sisi pada trapesi um yang sudah dipotong. Saya mengulang kembali pertanyaan, ”Apa kah luas trapesium dengan persegi panj ang ini (sambil menunj uk) sama luasnya ?”. Semua siswa menjawab ”Sama, Pak”. K arena ada permasalahan pada gambar, untuk meyakinkan para si swa, saya mencoba membuktikan secara nyata mel alui kedua tempelan tersebut bahwa luasnya sama. Dengan menggunakan mi star, kedua bangun tersebut di ukur panjang sisinya, dan dihi tung l uas daerah masing-masi ng bangun tersebut. Selanj utnya, dengan menggunakan rumus masi ng-masing bangun tersebut ternyata diperol eh l uas yang sama. Dengan cara seperti i ni saya berharap dapat menambah keyakinan para si swa bahwa untuk menghitung l uas daerah trapesium adal ah juml ah si si sej ajar dibagi dua dan di kali ti nggi. Demiki an juga peragaan untuk jeni s trapesi um siku-siku, saya menggunakan pola yang sama. Kegi atan membandi ngkan luas dengan menggunakan mi star pada bangun trapesium dan persegi panjang, lahir secara spontan pada waktu itu. Hal i ni tidak tercantum dalam perencanaan. Saya juga tidak mengerti mengapa itu bisa terj adi . Untuk meningkatkan pemahaman para siswa tentang luas trapesium, mereka mengerjakan tugas seperti contoh yang disaji kan di depan kel as. Tugas dikerjakan secara kel ompok dan masing-masi ng kel ompok ukuran trapesi umnya berbeda. Sel ama kegi atan i ni, saya berkelil ing melihat cara kerja siswa, dan hampi r setiap kelompok butuh bi mbingan. Hal i ni membuat saya agak kecewa, mengapa mereka begitu susah meli pat dua bangun trapesium yang sudah di buat. Saya berkesimpulan, para siswa kel as ini belum pernah diaj arkan cara mel ipat kertas yang benar, misalnya pada saat menanamkan konsep pecahan mel alui luas daerah.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN ALAT PERAGA FRACTION WALL DALAM PEMBELAJARAN REMEDIAL MATERI PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD KANISIUS KLEPU TAHUN AJARAN 20102011

PENGGUNAAN ALAT PERAGA FRACTION WALL DALAM PEMBELAJARAN REMEDIAL MATERI PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD KANISIUS KLEPU TAHUN AJARAN 20102011

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan guru SD Kanisius Klepu, siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami materi operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan terutama pecahan yang berbeda penyebutnya. Siswa juga masih sering mengalami kesulitan dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan. Kesulitan tersebut disebabkan karena siswa belum mampu menguasai konsep pecahan dan pecahan senilai dengan baik. Ketika guru mengajarkan materi pecahan senilai, guru langsung mengajarkan algoritmanya saja, pembilang dan penyebut dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama. Pada kenyataannya, siswa masih sulit membayangkan hal-hal yang abstrak. Hal ini menyebabkan banyak siswa tidak dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yaitu 60.
Baca lebih lanjut

335 Baca lebih lajut

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA

maka sudah tidak diperlukan peragaan lagi, dan siswa harus mencari penyebut persekutuan dengan cara mekanik, antara lain dengan menggunakan KPK (kelipatan persekutuan terkecil). Namun ada pula cara yang dapat dilakukan untuk membantu menentukan penyebut persekutuan yaitu dengan mendaftar pecahan-pecahan senilainya. Dari kegiatan ini siswa mempunyai pengalaman memperoleh beberapa penyebut yang senilai dan sebaiknya dipilih penyebut yang paling kecil untuk menjadi penyebut persekutuan. Hal ini sesuai dengan pembelajaran KPK yang telah dipelajari siswa di kelas IV semester 1.

52 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL).

Evaluasi dilakukan dengan berapa cara, diantara dengan bertanya langsung atau pemberian tugas-tugas langsung didalam kelas ketika materi selesai disampaikan. Pada menit-menit terakhir sebelum jam pelajaran berakhir guru memberikan beberapa butir soal yang berhubungan dengan materi yang baru saja diberikan dan dijawab secara bersama-sama, sehingga apa yang diajarkan tadi dapat dipahami siswa dengan baik. Selain itu guru juga memberikan kesempatan bagi siswa yang merasa belum jelas terhadap materi untuk bertanya, yang kemudian pertanyan tersebut dilempar kepada siswa lain agar menjawabnya terlebih dahulu, jika tidak ada yang bisa menjawab guru menjawab pertanyaan tersebut.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Materi Matematika Kelas 7 Pecahan dan Bentuknya

Materi Matematika Kelas 7 Pecahan dan Bentuknya

Pada pecahan, jika kamu membagi pembilang dengan penyebut dan sisanya adalah nol, maka hasil baginya merupakan bilangan desimal tak berulang. Tetapi, jika hasil baginya mengulang sebuah angka atau sekelompok angka tertentu tanpa berakhir, maka bilangan desimal itu disebut bilangan desimal berulang.

43 Baca lebih lajut

RPP Matematika SD MI KELAS 3.2 SilabusRPP

RPP Matematika SD MI KELAS 3.2 SilabusRPP

Indikator o Membandingkan dua pecahan dengan menggunakan pembanding ‘lebih dari’ atau “kurang dari” C.. Materi Essensial Membandingkan dua pecahan hlm.16 D.[r]

3 Baca lebih lajut

Materi Pecahan Matematika Kelas 4 SD

Materi Pecahan Matematika Kelas 4 SD

Siswa dapat menentukan hasil penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama dan penyebut yang berbeda.. Siswa dapat mengetahui aturan pengurangan pecahan.[r]

20 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Media Interaktif dengan Memanfaatkan Adobe Flash Creative Suite 6 pada Kelas 4 Tema 3 Subtema 2 Pembelajaran 2

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Media Interaktif dengan Memanfaatkan Adobe Flash Creative Suite 6 pada Kelas 4 Tema 3 Subtema 2 Pembelajaran 2

Setelah mengamati multimedia interaktif tentang perkalian penaksiran pecahan siswa dapat menyelesaikan masalah yang terkait dengan penaksiran perkalian pecahan.. MATERI AJAR Perkalia[r]

67 Baca lebih lajut

RPP MTK BAB 1 Kelas V kurikulum 2013

RPP MTK BAB 1 Kelas V kurikulum 2013

Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat:  menjumlahkan pecahan desimal,  menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda.. Materi Pembelajara[r]

16 Baca lebih lajut

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TAHUN 2017

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TAHUN 2017

Pengetahuan dan Pemahaman Kompetensi Dasar : Menjelaskan pecahan-pecahan senilai dengan gambar dan model konkret Materi : Pecahan Senilai Kelas/Sem : IV/2 Indikator Soal : Disajikan g[r]

41 Baca lebih lajut

Langkah-Langkah Penyusunan Soal Sistem HOTS

Langkah-Langkah Penyusunan Soal Sistem HOTS

Pengetahuan dan Pemahaman Kompetensi Dasar : Menjelaskan pecahan-pecahan senilai dengan gambar dan model konkret Materi : Pecahan Senilai Kelas/Sem : IV/2 Indikator Soal : Disajikan g[r]

67 Baca lebih lajut

2.5.a  PPT  Penyusunan Soal  HOTS

2.5.a PPT Penyusunan Soal HOTS

membagi kue tersebut sama banyak kepada anggota keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, 2 orang kakak Adi, Adi dan seorang adik Adi. Berapa nilai bagian yang didapat masing-masing anggota keluarga? Kompetensi Dasar : Menjelaskan pecahan-pecahan senilai dengan

40 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PECAHAN SEDERHANA MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD NEGERI 2 TIJAYAN.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PECAHAN SEDERHANA MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD NEGERI 2 TIJAYAN.

Berdasarkan hasil tindakan pada siklus I yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika materi bilangan pecahan sederhana pada Kompetensi Dasar mengenal pecahan sederhana telah mengalami peningkatan. Pada siklus I ini sudah mencapai indikator keberhasilan dari penelitian yaitu nilai nilai rata-rata hasil tes siswa ≥ 70 dan b anyaknya siswa yang mengerjakan soal-soal mendapat nilai ≥70 minimal mencapai 75% dari jumlah seluruh siswa. Namun, peneliti memiliki tanda tanya besar apakah keberhasilan disebabkan karena perlakuan yang diberikan atau karena faktor lain. Oleh karena itu penelitian harus dilakukan pada siklus II untuk menjawab pertanyaan tersebut. c. Hasil observasi siklus 1
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

RPP Matematika Kelas 4 SD K13 revisi 2017 terbaru (Mengubah Pecahan).doc

RPP Matematika Kelas 4 SD K13 revisi 2017 terbaru (Mengubah Pecahan).doc

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan dan praktek/unjuk kerja sesuai dengan rubrik penilaian sebagai berikut;

3 Baca lebih lajut

Bab 1 Operasi Hitung Pecahan

Bab 1 Operasi Hitung Pecahan

Buat kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 siswa! Cobalah kamu kerjakan pembagian desimal berikut dengan dua cara, yaitu a. mengubah desimal ke bentuk pecahan dan b. cara susun. Setiap kelompok membagi 2 kelompok kecil. Satu kelompok kecil mencoba menggunakan bentuk pecahan dan kelompok yang lain menggunakan cara susun. Kemudian, diskusikan hasilnya! Adakah perbedaann- ya? Manakah yang lebih mudah? Sampaikan hasil diskusi di depan teman-temanmu! 1. 1,5 : 0,25 = ...

44 Baca lebih lajut

6.5 RPP Mate St Mengubah Pecahan

6.5 RPP Mate St Mengubah Pecahan

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan dan praktek/unjuk kerja sesuai dengan rubrik penilaian sebagai berikut;

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...