Materi Pecahan

Top PDF Materi Pecahan:

PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN MEDIA BLOK PECAHAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 04 NUSAWUNGU | D.E | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 10593 22521 1 SM

PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN MEDIA BLOK PECAHAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 04 NUSAWUNGU | D.E | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 10593 22521 1 SM

Abstrak: Penerapan Model Team Assisted Individualization ( TAI ) dengan Media Blok Pecahan dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika Materi Pecahan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 04 Nusawungu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri 04 Nusawungu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasilnya menunjukkan pada pra tindakan persentase ketuntasan siswa baru mencapai 0%, setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I persentase ketuntasan siswa meningkat menjadi 100%, pada siklus II menurun menjadi 92% dan siklus III meningkat kembali menjadi 96%.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Hasil Belajar Matematika dalam Materi Pecahan dengan Menggunakan Media Blok Pecahan (PTK Pada Siswa Kelas IV SDN 01 Ngadirejo Tahun 2011/2012).

PENDAHULUAN Peningkatan Hasil Belajar Matematika dalam Materi Pecahan dengan Menggunakan Media Blok Pecahan (PTK Pada Siswa Kelas IV SDN 01 Ngadirejo Tahun 2011/2012).

pembelajaran Matematika, pengamatan dilakukan di kelas IV SDN 01 Ngadirejo.Ada beberapa permasalahan antara lain: siswa banyak yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika terutama pada materi pecahan serta siswa saat menerima pelajaran matematika memiliki antusias rendah, minat belajar rendah, siswa cenderung ramai, kurang memperhatikan guru, dan kecenderungan diam saat guru memberikan berbagai bentuk pertanyaan secara lisan. Akibatnya aktifitas dan Hasil belajar mata pelajaran Matematika masih rendah. Dilihat dari siswa yang belum tercapai nilainya di bawah KKM yaitu 60 masih banyak yaitu 45%, sedangkan yang tuntas 55%. Selain hal di atas bahwa rendahnya aktifitas dan hasil belajar matematika juga disebabkan oleh orang tua yang kurang memperhatikan putra putrinya dalam belajar di rumah dan sarana dan prasarana disekolah yang kurang mendukung serta guru dalam pembelajaran matematika masih menggunakan metode ceramah dan belum menggunakan media pembelajaran. Berpijak dari kondisi riil yang ada di SD Negeri 01 Ngadirejo tersebut, maka dalam memberikan alternatif pemecahan masalah akan dilaksanakannya pembelajaran dengan menggunakan media blok pecahan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN ALAT PERAGA FRACTION WALL DALAM PEMBELAJARAN REMEDIAL MATERI PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD KANISIUS KLEPU TAHUN AJARAN 20102011

PENGGUNAAN ALAT PERAGA FRACTION WALL DALAM PEMBELAJARAN REMEDIAL MATERI PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD KANISIUS KLEPU TAHUN AJARAN 20102011

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan guru SD Kanisius Klepu, siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami materi operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan terutama pecahan yang berbeda penyebutnya. Siswa juga masih sering mengalami kesulitan dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan. Kesulitan tersebut disebabkan karena siswa belum mampu menguasai konsep pecahan dan pecahan senilai dengan baik. Ketika guru mengajarkan materi pecahan senilai, guru langsung mengajarkan algoritmanya saja, pembilang dan penyebut dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama. Pada kenyataannya, siswa masih sulit membayangkan hal-hal yang abstrak. Hal ini menyebabkan banyak siswa tidak dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yaitu 60.
Baca lebih lanjut

335 Baca lebih lajut

Materi Pecahan Matematika Kelas 4 SD

Materi Pecahan Matematika Kelas 4 SD

Siswa dapat menentukan hasil penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama dan penyebut yang berbeda.. Siswa dapat mengetahui aturan pengurangan pecahan.[r]

20 Baca lebih lajut

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TAHUN 2017

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TAHUN 2017

Pengetahuan dan Pemahaman Kompetensi Dasar : Menjelaskan pecahan-pecahan senilai dengan gambar dan model konkret Materi : Pecahan Senilai Kelas/Sem : IV/2 Indikator Soal : Disajikan g[r]

41 Baca lebih lajut

A   Pembahasan Pecahan

A Pembahasan Pecahan

Pecahan merupakan salah satu kajian inti dari materi matematika yang dipelajari peserta didik di Sekolah Dasar (SD)/MI (Madrasah Ibtidaiyah). Pembahasan materinya menitikberatkan pada konsep dan pengerjaan (operasi) hitung dasar yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, baik untuk pecahan biasa, desimal, maupun persen. Inventarisasi masalah yang dilakukan penulis pada saat Diklat (Pendidikan dan pelatihan) di PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Matematika maupun di daerah terhadap guru pemandu dan pengawas SD tentang materi pecahan, menunjukkan adanya kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain dalam penguasaan materi, metodologi, maupun media pembelajaran, untuk materi: mengubah pecahan dari bentuk satu ke bentuk yang lain, penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebut, perkalian dan pembagian pecahan, serta rasio.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Nur Kholidatun Nafiah, Pingky. 2018. Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Dengan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Berbantuan Media Papan Pecahan Pada Materi Pecahan Senilai Siswa Kelas IV SD 1 Kaliwungu Kudus. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus. Dosen Pembimbing : (1) Dr. Murtono, M.Pd. (2) Henry Suryo Bintoro, S.Pd., M.Pd.

20 Baca lebih lajut

S PGSD 1003492 Chapter1

S PGSD 1003492 Chapter1

Secara teoritis, Mark (Hadi, 2005:3) menyimpulakan bahwa “ konsep pecahan merupakan topik yang lebih sulit dibandingkan dengan bilangan bulat ” . Karena dalam mempelajari konsep pecahan sangat memungkinkan terjadinya miskonsepsi pada diri siswa. Selain materi pecahan yang memang sulit, anak dalam tataran sekolah dasar selalu mempunyai keinginan-keinginan untuk bermain, karena hal itu sudah merupakan bagian dari hidupnya. Dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari betapa gembiranya saat anak-anak menonton film kartun dan membaca komik. Untuk itu perlu dipikirkan sistem pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai untuk siswa. Hal ini sesuai dengan yang yang diungkapkan oleh Risman (Hadi, 2005:3) untuk “ menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan bagi anak sehingga anak bisa berprestasi ada tiga C yang harus diperhatikan, yaitu children (anak), content (materi), dan context (situasi) ” .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Langkah-Langkah Penyusunan Soal Sistem HOTS

Langkah-Langkah Penyusunan Soal Sistem HOTS

Pengetahuan dan Pemahaman Kompetensi Dasar : Menjelaskan pecahan-pecahan senilai dengan gambar dan model konkret Materi : Pecahan Senilai Kelas/Sem : IV/2 Indikator Soal : Disajikan g[r]

67 Baca lebih lajut

Penggunaan Alat Peraga "Blok Pecahan" Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas III SDN Cakung Barat 04 Pagi

Penggunaan Alat Peraga "Blok Pecahan" Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas III SDN Cakung Barat 04 Pagi

Penerapan alat peraga “Blok Pecahan” merupakan salah satu alat peraga yang digunakan untuk menerangkan materi pecahan. Blok Pecahan sendiri berupa satu bangun utuh yang akhirnya dipecah menjadi beberapa bagian, sebagian yang diberi arsir atau warna dinamakan pembilang dan sisanya yang tidak berwarna dinamakan penyebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan alat peraga “Blok Pecahan” guna meningkatkan motivasi belajar siswa dan tingkat pemahaman siswa pada materi pecahan yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada tiap-tiap siklus penelitian ini difokuskan untuk memperoleh data tentang Penerapan alat peraga “Blok Pecahan” untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika materi pecahan khususnya. Penelitian ini dilakukan di SDN Cakung Barat 04 Pagi kelas III yang berjumlah 34 siswa tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket motivasi siswa, lembar observasi pembelajaran dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga “Blok Pecahan” dapat me ningkatkan motivasi belajar siswa dalam memahami pembelajaran matematika materi pecahan sederhana, dapat dilihat melalui hasil angket motivasi siswa yang menyatakan jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi ≥ 90 % sesudah intervensi tindakan dilakukan dan alat peraga “Blok Pecahan” dapat meningkatkan pemahaman siswa yaitu dari kemampuan mengerjakan soal LKS pada siklus I mencapai 49,4 % dan pada siklus II mencapai 82,3 %.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA KOMIK PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MENGENAI MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN.

PENGGUNAAN MEDIA KOMIK PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MENGENAI MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN.

Secara teoritis, Mark (Hadi, 2005:3) menyimpulakan bahwa “ konsep pecahan merupakan topik yang lebih sulit dibandingkan dengan bilangan bulat ” . Karena dalam mempelajari konsep pecahan sangat memungkinkan terjadinya miskonsepsi pada diri siswa. Selain materi pecahan yang memang sulit, anak dalam tataran sekolah dasar selalu mempunyai keinginan-keinginan untuk bermain, karena hal itu sudah merupakan bagian dari hidupnya. Dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari betapa gembiranya saat anak-anak menonton film kartun dan membaca komik. Untuk itu perlu dipikirkan sistem pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai untuk siswa. Hal ini sesuai dengan yang yang diungkapkan oleh Risman (Hadi, 2005:3) untuk “ menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan bagi anak sehingga anak bisa berprestasi ada tiga C yang harus diperhatikan, yaitu children (anak), content (materi), dan context (situasi) ” .
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Kelas X Semester 2 Peta Konsep

Kelas X Semester 2 Peta Konsep

Pertidaksamaan Pecahan Jurnal Daftar Hadir www.yudarwi.com Materi MIPA Peta Konsep Pertidaksamaan Pecahan Pertidaksamaan Pertidaksamaan Irrasional Pertidaksamaan Nilai Mutlak A[r]

2 Baca lebih lajut

S PGSD 1003492 Chapter5

S PGSD 1003492 Chapter5

2. Pelaksanaan pembelajaran Matematika dengan menggunakan media komik Pecahan dalam rangka meningkatkan kemampuan representasi matematis mengenai materi penjumlahan pecahan pada siswa kelas IV SDN 2 Cibodas. telah terlaksana dengan kondusif sesuai dengan rencana dalam langkah-langkah pembelajaran yang telah disusun dalam RPP. Aktivitas guru maupun siswa selama pembelajaran berjalan dengan cukup baik.

3 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI ALAT PERAGA BLOK PECAHAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI BALANGAN 1 MINGGIR SLEMAN YOGYAKARTA.

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI ALAT PERAGA BLOK PECAHAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI BALANGAN 1 MINGGIR SLEMAN YOGYAKARTA.

karena itu seorang guru harus menggunakan peraga-peraga dan ilustrasi konkret dari kehidupan nyata di sekitar siswa agar konsep abstrak tersebut menjadi lebih mudah dipahami siswa. Senada dengan Antonius, menurut Sukayati & Agus (2009: 1) menyatakan bahwa matematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat khas bila dibandingkan dengan disiplin ilmu yang lainnya. Hal ini dikarenakan matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif. Oleh karena itu pembelajaran dalam matematika akan lebih mudah dimengerti apabila dalam pembelajaran siswa diperkenalkan dengan materi dalam bentuk-bentuk konkret.
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Model Pembelajaran Mitra Berbasis Problem Solving untuk Pemecahan Masalah Matematika SD

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Model Pembelajaran Mitra Berbasis Problem Solving untuk Pemecahan Masalah Matematika SD

Pecahan senilai Mengenal pecahan senilai dengan menggunakan alat peraga untuk menunjukkan dua pecahan itu senilai atau tak senilai (misalnya: sepotong coklat dibagi menjadi 2 sama besar maka akan senilai dengan 3 bagian dari sepotong coklat yang dipotong menjadi 6 sama besar)

55 Baca lebih lajut

Program Semester Matematika

Program Semester Matematika

- Mengerjakan soal dengan baik berkaitan dengan materi mengenai perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku, perbandingan trigonometri sudut -sudut khusus, dan perbandingan trigonometri dari sudut di semua kuadran. - Menyelesaikan

107 Baca lebih lajut

SMA KLAS X program semester matematika kelas x semester 1

SMA KLAS X program semester matematika kelas x semester 1

Menyele-saikan  Mengerjakan soal dengan baik berkaitan dengan materi mengenai pertidaksa-maan linear, pertidak-samaan pecahan pecahan bentuk linear dan kuadrat, pertidak-sa[r]

22 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Disusun sebagai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2015/2016 SMP NEGERI 2 DEPOK Jalan Dahlia , Perumnas Condongcatur Depok, Sleman Yogyakarta, 55281 1

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Disusun sebagai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2015/2016 SMP NEGERI 2 DEPOK Jalan Dahlia , Perumnas Condongcatur Depok, Sleman Yogyakarta, 55281 1

Kegiatan PPL/ Magang III dilakukan penulis di SMP Negeri 2 Depok. Penerjunan mahasiswa PPL/ Magang III dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2015. dan penarikan pada tanggal 12 September 2015. Kegiatan yang dilaksanakan selama PPL/ Magang III adalah mengajar terbimbing dan membuat administrasi guru. Dalam pelaksanaan mengajar terbimbing penulis mendapatkan bimbingan dari guru mata pelajaran matematika yaitu Bapak Suharno, S.Pd. Sedangkan kelas yang diampu dan diberikan kepada penulis adalah kelas VII B dan VII C. Jadwal mengajar kelas VII B setiap hari Senin pukul 08.00-09.40 WIB dan hari Sabtu pukul 07.00 – 08.20 WIB. Kelas VII C setiap hari Selasa pukul 08.40-10.20 dan Sabtu pukul 09.20-11.00 SelamAlokasi waktu untuk satu jam pelajaran adalah 40 menit. Pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Depok dilksanakan sebanyak 4 jam pelajaran dalam satu pekan. Selama PPL penulis sudah melakukan praktik mengajar terbimbing sebanyak 14 kali mengajar, 2 kali ulangan harian dan 2 kali remedial. Hal ini sudah memenuhi batas minimal praktik mengajar yaitu sebanyak 4 kali. Metode yang digunakan penulis dalam praktik mengajar antara lain diskusi, simulasi alat peraga, penemuan terbimbing, jigsaw, dan worked example . Untuk mendukung kegiatan pembelajaran digunakan beberapa media, antara lain kartu bilangan, potongan pecahan, dan lembar kerja siswa (LKS) yang dibuat oleh penulis. Selain melakukan praktik mengajar, mahasiswa juga menyusun administrasi guru. Administrasi guru meliputi silabus, program semester, program tahunan, KKM, daftar nilai, dan lain-lain. Dalam penyusunan administrasi guru, mahasiswa mendapatkan bimbingan dan arahan dari guru pembimbing.
Baca lebih lanjut

212 Baca lebih lajut

Prota Promes Matematika SMA/MA KTSP Lengkap Dengan SK-KD dan KKM

Prota Promes Matematika SMA/MA KTSP Lengkap Dengan SK-KD dan KKM

 Mengerjakan soal dengan baik berkaitan dengan materi menge-nai bilangan berpang- kat (pangkat bulat positif, negatif, dan nol), notasi Ilmiah, bilangan rasional, irrasional, atau bilangan bentuk akar, operasi aljabar pada bentuk akar, merasionalkan penyebut pecahan bentuk akar, serta pangkat rasional.  Mengubah bentuk pangkat ke bentuk

8 Baca lebih lajut

SMA KLAS X kkm matematika kelas x

SMA KLAS X kkm matematika kelas x

berkaitan dengan materi mengenai pernyataan, kalimat terbuka, ingkaran (negasi) pernyataan, nilai kebenaran pernyataan majemuk dan ingkarannya, konvers, invers, kontraposisi, serta nilai kebenaran pernyataan berkuantor dan ingkarannya.

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...