Maulid Nabi Muhammad di Indonesia

Top PDF Maulid Nabi Muhammad di Indonesia:

MAULID NABI MUHAMMAD SAW INDONESIA

MAULID NABI MUHAMMAD SAW INDONESIA

untuk kehidupan yang bersih, murni, transparan, rendah hati, jujur, dan bekerja dengan tulus. Wahai Umat Muslim: Jika Anda ingin menganggumi seseorang, kagumilah orang yang telah menghidupkan kembali bangsa ini dalam jangka waktu tidak lebih dari dua puluh tiga tahun. Sesungguhnya, khatib yang sangat luar biasa pada saat itu adalah orang yang telah melakukan berbagai upaya hebat dan terbaik untuk menegakkan status sejumlah orang. Bagaimana mungkin Nabi yang buta huruf ini membangun peradaban Islam yang tidak pernah dapat disesuaikan sepanjang sejarah. Ya, itu adalah sekolah Muhammad ibn Abd Allah yang telah menerapkan moralnya dari Al-Qur'an dan pendidikannya dibentuk oleh Yang Maha Kuasa. Ia menghilangkan semua kelemahan dan kekuranganya, selalu menjadi panutan yang membanggakan, memiliki harga diri, berani, dan berani, serta membuka hati banyak orang dengan kemampuannya [Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik]. 11 Sebab itulah ia menjadi guru untuk generasi muda, orang tua, pendidik,
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

setiap tindakan Nabi Muhammad SAW. Peringatan Malid Nabi Muhammad SAW salah satunya dapat dijumpai di Kota Pekalongan. Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Pekalongan yang diselenggarakan oleh Habib Luthfi bin Yahya Ra‟is „Am Jam‟iyah Ahlu Thariqah al Mu‟tabarah an Nahdiyah (ba dan otonom Nahdhatul Ulama‟) sering disebut dengan Maulid Kanzus Sholawat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diisi dengan tausiyah-tausiyah yang disampaikan oleh para kyai dan habaib khususnya Habib Luthfi bin Yahya berisi tentang anjuran untuk meniru Nabi Muhammad SAW dan cinta kepada tanah air. Puji-pujian (sholawat) kepada Nabi Muhammad SAW serta sholawat cinta Indonesia dikumandangkan dalam setiap pengajian tersebut. Selain itu, jama‟ah Maulid juga mengibarkan
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

Maulid Nabi atau Maulud (bahasa Arab: يبنلا دلوم, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Secara etimologis, maulid Nabi Muhammad SAW bermakna (hari), tempat atau waktu kelahiran Nabi yakni peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Secara terminologi, maulid Nabi adalah sebuah upacara keagamaan yang diadakan kaum muslimin untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan harapan menumbuhkan rasa cinta pada Rosululullah SAW. Yang merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah wujud ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW, dengan cara menjunjung Nabi, mengenang, memuliakan dan mengikuti perilaku yang terpuji dari diri Rasulullah SAW. 1
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Assalamualaikum Wr

Assalamualaikum Wr

Emalem tanggal settong e bulan Muharram aropaaghi settong mu’jizat se eparengaghi da’ guste Nabi Muhammad saw se epasalamet dari ancaman oreng-oreng kafir. Karana ampon kasokanna guste Allah swt, nabi Muhammad saw epasalamet eparjhalanan e bakto malem dari kotta mekkah, istirahat e pan saponapan tempat, nerrosaghi parjhalanan epon kantos tandhuk dha’ settong kotta engghi kadhinto kota al-munawarrah se samangken esebbhut kota Madina dalem parjhalanan, korang langkong 10 are.

2 Baca lebih lajut

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Al-Hafizh Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah (11\172) bahwa Daulah Fathimiyyah ‘Ubaidiyyah nisbah kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Alqadah Alyahudi yang memerintah Mesir dari tahun 357 H-567 H. Merekalah yang pertama-tama merayakan perayaan-perayaan yang banyak sekali diantaranya perayaan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Keterangan ini ditulis juga oleh Al-Maqrizy dalam kitabnya Al- Mawa’idz wal I’tibaar (1\490), dan Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i mufti Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam fiima Yata’allaqu bissunnah wal Bid’ah minal Ahkam [halaman 44- 45], dan Syaikh ‘Ali Mahfudz menyetujui mereka dalam kitabnya yang baik Al-Ibdaa’ fii Madhaarr Al-Ibtidaa’ [halaman 251] dan selain mereka masih banyak lagi. Jadi yang pertama- tama mensyariatkan perayaan ini mereka adalah orang-orang Zindiq (menampakkan keislaman untuk menyembunyikan kekafiran) Al-‘Ubaidiyyun dari Syi’ah Rafidhah keturunan Abdullah bin Saba Al-Yahudi. Mereka tidak mungkin melakukan yang demikian karena cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi karena ada maksud lain yang tersembunyi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Maulid Nabi Dalam Mazhab Shafi i

Maulid Nabi Dalam Mazhab Shafi i

Taqiyuddin subki adalah ulama besar dalam mazhab shafi’i. pengarang kitab takmilah almajmu’ sambungan majmu’ syarah muhazzab karangan an- nawawi. Wafat 657 H. mengikut beliau berdiri ketika mendengar kisah nabi dilahirkan adalah pekerjaan yang baik demi menghormati nabi.

11 Baca lebih lajut

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Adapun pembacaan Barzanji, M arhaban dan Salawat Badar pada acara memperingati hari besar I slam tidak termasuk hal yang merobah ‘hukum boleh’ kepada hukum lainnya. Menurut Musaddad, Barzanji, Marhaban dan Salawat Badar itu adalah seni I slami lebih spesifik sastra I slami. Oleh karenanya seni itu harus dinilai, diukur dengan seni juga, begitu juga sastra. Mengenai pendapat yang mengatakan terdapat pujian-pujian yang berlebih- lebihan terhadap Nabi seolah-olah melebihi Tuhan dalam isi Barzanji, Musaddad mengatakan bahwa NU itu tidak pernah menganggap Nabi itu lebih tinggi fungsinya sebagai Nabi, Dia tidak akan naik pangkat setingkat dengan Tuhan, sebagaimana firman Allah Q.S. al-Ka¥f/ 18: 110, berbunyi:
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Makalah PAI Maulid Nabi di sekolah

Makalah PAI Maulid Nabi di sekolah

Para penentang perayaan maulid juga bersandar para praktek perayaan maulid ketika masa Fathimiyyin yang lebih cenderung berlebihan dalam menyebarkan ajaran syi’ah. Tujuan dari peringatan ini, sebagaimana yang dilihat oleh ahli fiqh sekaligus da’i, Abdul Karim Al Hamdan, adalah penyebaran aqidah syi’ah dengan kedok cinta keluarga Nabi dan disertai dengan praktek-praktek yang tidak diperbolehkan hukum, seperti berlebihan di dalam menghormati pemimpin dengan cara-cara sufiestik yang sudah menjerus pada kultus individu, berdo’a kepada selain Allah, bernadzar kepada selain Allah swt. Inilah bentuk-bentuk peringatan maulid Nabi semenjak kelomopk Fathimiyyin sampai sekarang, baik di Mesir atau di belahan dunia lainnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hukum Memeperingati Maulid Nabi saw

Hukum Memeperingati Maulid Nabi saw

Nabi Muhammad saw saja masih butuh di teguhkan hatinya oleh Allah SWT dengan menceritakan para rosul sebelumnya melalui wahyu, apalagi kita yang buakan nabi, tentu lebih butuh keteguhan hati ketimbang beliau. Allah SWT mengajarkan kepada nabi-Nya cara mengubah hati hamba-Nya dengan menceritakan kembali sejarah kehidupan para rosul.

5 Baca lebih lajut

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

Sungguh tersebarnya buku seperti ini telah menjadi ganjalan dalam tenggorokan setiap ahli bid’ah dan orang sufi. Sebuah karya yang dituliskan oleh seorang alim besar, hidup antara abad kedua dan ketiga belas di negri Yaman. Negri yang didoakan oleh Nabi  untuk mendapatkan berkah, dan beliau termasuk salah seorang mujtahid dan termasuk salah seorang ulama’ ummat ini, yang selalu berpegangan dengan dalil. Kebanyakan kaum muslimin beranggapan bahwa menghukumi perayaan maulid sebagai sebuah kebid’ahan adalah suatu ungkapan yang tidak pernah diucapkan oleh ulama’ terdahulu, akan tetapi hanya sekedar perkataan ulama-ulama zaman sekarang. Dan juga berprasangka bahwa permasalan ini tidak pernah ada pada pembahasan dan tulisan-tulisan mereka, juga tidak pernah ada pendiskusian argumentasi orang yang membolehkan perayaan ini, dan bantahan terhadap syubhat-syubhat mereka, terlebih- lebih dari ulama’ seperti As Syaukani rohimahullah, dimana beliau tersohor sebagai seorang yang selalu berpegang teguh dengan dalil, dan berkata-kata penuh dengan kebijaksanaan, dan selalu berlepas diri dari setiap perbuatan bid’ah.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Sosiologi Maulid Nabi

Sosiologi Maulid Nabi

Sebelum menjadi rasul, Nabi SAW juga pernah menampilkan teladan sosiologis dalam resolusi konflik antarsuku yang nyaris bentrok fisik. Saat itu, semua suku Arab di sekitar Kota Makkah saling berebut "gengsi" untuk meletakkan kembali hajar aswad yang hanyut dari Ka'bah akibat banjir bandang. Setiap pemimpin suku merasa paling berhak menempatkannya kembali pada posisi semula. Konflik "rebutan gengsi" nyaris ricuh karena semua mementingkan egoisitasnya. Beruntung dicapai kesepakatan bahwa orang pertama yang masuk Masjidil Haram dipercaya menyelesaikan konflik ini. Muhammad Saw, pemuda yang masuk masjid pertama kali, tampil memberi solusi dengan terlebih dahulu berdialog penuh harmoni dengan para kepala suku.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Ada Beberapa kalangan berpendapat bahwa Maulid Nabi pertama kali muncul pada zaman Shalahuddin al-Ayyubi (1193 M). Shalahuddin disebut menganjurkan umatnya untuk melaksanaan perayaan Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum Muslim. Kala itu, Shalahuddin dan umat Islam memang berada dalam fase berperang melawan pasukan atau tentara Salib.

12 Baca lebih lajut

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Akhirnya para ulama yang hadir bersama Al-Malik Mudhaffaruddin dalam pertemuan itu memutuskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad itu boleh. Kemudian Al- Malik Mudhafar sendiri langsung menyumbang 100 ekor unta dan sekian ton gandum untuk mengadakan peringatan maulid Nabi muhammad SAW. Setiap daerah diundang penyair untuk membuat syair pujian dan shalawat kepada Nabi muhammad. Kitab-kitab yang tersisa hingga sekarang di antaranya yang dikarang oleh Syeikh al-Bearzanji dan Syeikh Addiba’i.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BUKU PEDOMAN Maulid Nabi Muhammad 1439H

BUKU PEDOMAN Maulid Nabi Muhammad 1439H

Sebagai Generasi Berakhakul Karimah yang mengikuti sunnah Rasulullah untuk memasyarakatkan kebiasaan islami maka diperlukan upgrading dalam hal spiritual. Salah satu Upgrading ini yaitu dengan memperingati hari besar Islam, sebagai wujud peningkatan spiritual. Hari besar Islam salah satunya Isra Mi’raj dan Mauli d Nabi. Serta untuk mewujudkan Misi Lembaga Pengembangan Spiritual (LPS) PHM DKM luqmanul Hakim yaitu Mengajak warga polban senantiasa meningkatkan aktivitas spiritual, ruhiyah serta iman dan taqwa..

19 Baca lebih lajut

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Adapun yang dimaksud dengan kemaslahatan di sini, adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad saw yang dipandang perlu diselenggarakan tersebut harus mengandung manfaat untuk kepentingan dakwah Islam, meningkatkan iman dan taqwa serta mencintai dan meneladani sifat, perilaku, kepemimpinan dan perjuangan Nabi Muhammad saw. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara menyelenggarakan pengajian atau acara lain yang sejenis yang mengandung materi kisah-kisah keteladanan Nabi saw.

2 Baca lebih lajut

Trilogi Maulid Nabi Muhammad

Trilogi Maulid Nabi Muhammad

Padahal kakeknya Abdul Muthallib telah meng-aqiqahinya pada hari ke-7 setelah kelahirannya, sehingga aqiqah itu tidak harus diulang lagi, lalu tindakan Nabi Õ΃ð éJÊ«éÊË@úΓ itu dianggap sebagai rasa syukur Nabi Õ΃ð éJÊ«éÊË@úΓ karena telah diciptakan Allah di muka bumi sebagaimana beliau juga bershalawat untuk dirinya sendiri. Maka dari itu disunnahkan juga bagi kita untuk menunjukan rasa syukur kita atas kelahirannya dengan cara berkumpul, makan bersama, dan bentuk-bentuk upacara sebagainya, sebagai ungkapan

117 Baca lebih lajut

Dalam suasana malam yang penuhdengan keb

Dalam suasana malam yang penuhdengan keb

Kita telah mengetahui bersama bahwa sekarang merupakan bulan Robi’ula Awwal. Dimana bulan ini adalah bulan lelahiran Nabi Muhammad Saw. Jelasnya bagi kita untuk mengetahui tentang tanggal akan lahirnya Nabi kita Muhammad Saw. Ialah pada tanggal dua belas Robi’ul Awwal tahun gajah. Mengapa

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects