MBUE-BUE

Top PDF MBUE-BUE:

NYANYIAN MBUE-BUE SEBAGAI BENTUK TRADISI MENIDURKAN ANAK DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA.

NYANYIAN MBUE-BUE SEBAGAI BENTUK TRADISI MENIDURKAN ANAK DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA.

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang banyak memiliki daerah-daerah kecil dan tentunya memilki adat dan kebiasaan masing- masing pula. Salah satu daerah yang dimaksud dalam hal ini adalah Kabupaten Muna. Di Kabupaten Muna banayak sekali tradisi yang dapat kita temukan misalnya yang menyangkut masalah perundang-undangan daerah, cara-cara pemimpin dalam mengatur berbagai hal suatu wilayah, proses perkawinan, hiburan rakyat baik dalam bentuk nyanyian maupun bentuk permainan, dan sebagainya. Di Kabupaten Muna kita dapat menjumpai banyak sisi yang berkaitan dengan hiburan rakyat. Ada hiburan yang dapat menyenangkan hati sesama orang dewasa, ada hiburan khusus untuk anak-anak yang dapat mengobati rasa lelah karena aktivitas kesehariannya mambantu orang tua di kebun, bahkan ada pula hiburan rakyat yang khusus dilakukan oleh para kaum wanita yang sudah dipersunting dan sudah mempunyai momongan. Jenis hiburan yang terakhir tersebut peneliti menyebutnya nyanyian rakyat dengan istilah Mbue-bue (ayun-ayun). Mbue-bue dalam bahasa Indonesia berarti ayun-ayun atau buai-buai. Dalam pelaksanaannya, Mbue-bue disampaikan dalam bentuk nyanyian disertai dengan perlakuan mengayun-ayun anak dalam ayunan yang terbuat dari sarung atau ayunan yang terbuat dari kayu.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

T TIND 1201541 Bibliography

T TIND 1201541 Bibliography

La Ode Kamsir Ani, 2014 Nyanyian Mbue-bue sebagai bentuk tradisi menidurkan anak di kabupaten Muna Kabupaten Sulawesi Tenggara Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu [r]

3 Baca lebih lajut

T TIND 1201541 Chapter6

T TIND 1201541 Chapter6

Mbue-bue sebagai media penyampaian pesan sosial sangat memegang peranan penting dalam meredam kemungkinan-kemungkinan sifat buruk pada anak secara langsung. Penyampaian pesan moral ini baik golongan kaomu maupun maradika dilakukan tidak terikat oleh waktu, namun disesuaikan dengan kebiasaan waktu tidur anak. Berlangsungnya mbue-bue kadang disesuaikan dengan tempat aktifitas pe mbue-bue (ibunya) karena pada dasarnya di Muna pengasuhan anak dilakukan sendiri oleh sang ibu (tidak memakai pembantu).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

T TIND 1201541 Title

T TIND 1201541 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul “Nyanyian Mbue-Bue Sebagai Bentuk Tradisi Menidurkan Anak di Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara (Kajian Bentuk, Isi Serta Model Pelestariannya)” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan plagiarisme atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

T TIND 1201541 Chapter1

T TIND 1201541 Chapter1

Yang terpenting untuk dipahami dalam penelitian ini adalah pembawaan mbue-bue pada masyarakat Muna harus diseusaikan dengan strata sosial penuturnya. Walaupun dapat dijumpai dan didengarkan lewat lantunan lagu seorang ibu, ternyata mbue-bue ini tidak asal dinyanyikan pada semua strata sosial dengan bentuk dan lirik yang sama, melainkan seorang ibu harus pandai-pandai menyesuaikan lirik lagu yang akan dilantunkan karena di Kabupaten Muna saat itu strata sosial masih dianggap sangat sakral dan mengikat. Tentu seorang ibu pada saat melantunkan mbue-bue harus tahu diri dalam artian dari golongan strata sosial apa ia berasal karena pada masyarakat Muna mengenal adanya tingkatan strata sosial. Strata sosial tersebut menurut Couvreur (2001, hlm. 34) terbagi menjadi 4 tingkatan yaitu: (1) golongan Kaomu dan Walaka , (2) golongan Maradika (3) golongan Wasembali , (4) golongan ghata atatu para budak .
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

T TIND 1201541 Abstract

T TIND 1201541 Abstract

La Ode Kamsir Ani, 2014 Nyanyian Mbue-bue sebagai bentuk tradisi menidurkan anak di kabupaten Muna Kabupaten Sulawesi Tenggara Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu [r]

3 Baca lebih lajut

T TIND 1201541 Table of content

T TIND 1201541 Table of content

La Ode Kamsir Ani, 2014 Nyanyian Mbue-bue sebagai bentuk tradisi menidurkan anak di kabupaten Muna Kabupaten Sulawesi Tenggara Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu [r]

5 Baca lebih lajut

BENTUK LAGU DAN MAKNA ENDE BUE-BUE PADA MASYARAKAT MANDAILING DI KELURAHAN LOSUNG PADANGSIDIMPUAN.

BENTUK LAGU DAN MAKNA ENDE BUE-BUE PADA MASYARAKAT MANDAILING DI KELURAHAN LOSUNG PADANGSIDIMPUAN.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk lagu pada Ende Bue-bue terdiri dari bentuk lagu satu bagian, dengan bentuk A- A’. Makna dari Ende Bue-bue adalah makna kasih sayang orang tua kepada anaknya dan nyanyian ini adalah nyanyian untuk menidurkan anak. Fungsi ende bue-bue adalah sebagai media hiburan, media ekspresi emosional dan media pelestari kebudayaan. Ende Bue- bue perlu dilestarikan karena mulai dilupakan dan tertinggal. Untuk itu, sangat perlu dikembangkan dan diperkenalkan pada generasi muda agar tidak hilang begitu saja.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Peng.Pmng. Peningkatan Jalan Tingkem Bue

Peng.Pmng. Peningkatan Jalan Tingkem Bue

3 Blangkejeren PENGUMUMAN PEMENANG Nomor : 18.68/PJA-DPUGL/APBDP-BM/2015 Dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 beserta perubahannya dan[r]

1 Baca lebih lajut

UND PEMBUKTIAN KUALIFIKASI PRASARANA P. GEBANG LPSE

UND PEMBUKTIAN KUALIFIKASI PRASARANA P. GEBANG LPSE

PANGINDHO HAM BUE di- Jakarta Sehubungan dengan telah dilaksanakannya proses evaluasi dokumen penawaran oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk Kegiatan Perbaikan Kerusakan Saran[r]

1 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BLU ENERGY DARI AIR LAUT MENGGUNAKAN PROSES RADIASI GELOMBANG RADIO

PEMBUATAN BLU ENERGY DARI AIR LAUT MENGGUNAKAN PROSES RADIASI GELOMBANG RADIO

berlimpah (70% bumi) bahkan dampak gobal warming mengancam pertambahan volume air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat bue energy dari air laut dengan proses Radiasi, menggunakan gelombang radio 13-60 MHz dan arang sebagai pengikat atom Oksigen, serta mengetahui sifat kimia dan fisika dari air laut agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar blue energy dan mendapatkan perbandingan antara reaktan dan katalis yang tepat untuk menghasilkan blue energy yang memiliki karakteristik paling mendekati atau sama dengan bahan bakar sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Dirjen Migas.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS FINANSIAL USAHA IKAN ASAP PINEKUHE DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE | Bue | AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) 13422 26795 1 SM

ANALISIS FINANSIAL USAHA IKAN ASAP PINEKUHE DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE | Bue | AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN) 13422 26795 1 SM

Pada terbitan ini diawali dengan tulisan tentang eksistensi usaha petani budidaya ikan nila, analisis beban kerja produksi perusahaan pembekuan ikan, analisis pemasaran ikan kerapu, peng[r]

59 Baca lebih lajut

Comparison between up-milling and down-milling operations on tool wear in milling Inconel 718.

Comparison between up-milling and down-milling operations on tool wear in milling Inconel 718.

Nowadays, the increasing demands for higher quality in machining and manufacturing efficiency have leaded the researchers to put every effort to develop the efficient and the best method to machine Inconel 718. Li et al. [2] investigated the tool wear propagation and the cutting force variations in the end milling operation. They have found that significant flank wear was the predominant failure mode affecting the tool life and tool wear was the major reason for the gradual increase of the mean peak force in successive cutting passes. Kasim et al.[5] reported that in ball nose end milling, the predominant tool failure for the four round cutting tools are notch wear and flaking near the depth of cut zone where they cause by the repetitive cyclic load. They also claimed that large radial of depth is the main factor affecting the tool wear. Harshad and Suhas [6] have studied the effect of machining parameters on the quality of surface obtained in a single-pass of ball-end milling cutter. They also reported that maximum surface roughness is measured near the tool tip region on the machined surface, where the minimum surface roughness is obtained in the stable cutting zone. For further investigation on the tool wear, Krain et al. [7] have done two phases of experiments to observe the effect of various cutting parameters and also different tool materials and tool geometries; abrasion, adhesion and attrition are the main tool wear mechanisms and BUE is formed when the pressure and chemical affinity are high. The same finding is obtained by Khan et al. [8] through their results on finish turning of Inconel 718, where abrasion is the main cause that triggers the dominant wear mode, while workpiece material adhesion is similarly prominent and BUE formation is observed at every parameter level.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 13 documents...