media boneka jari

Top PDF media boneka jari:

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI TE

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI TE

Bercerita merupkan awal bagi anak untuk belajar berbicara dan berinteraksi dengan orang lain, hal ini bermanfaat untuk kelangsungan hidup anak di lingkungannya untuk masa depan. Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk mengungkapkan berbagai keinginan maupun kebutuhan anak. Anak-anak yang memiliki kemampuan berbahasa yang baik umumnya memiliki kemampuan dalam mengungkapkan pikiran, perasaan, serta tindakan interaktif dengan baik pula. Untuk meningkatkan bercerita pada anak guru membutuhkan media yang sangat menarik. salah satu media yang digunakan dalam meningkatkan bercerita pada anak adalah melalui boneka jari . boneka jari merupakan sebuah media pembelajaran yang bersifat edukatif menggunakan boneka yang dimainkan dengan ujung jari tangan yang terbuat dari kain yang tidak mudah bertiras. Melalui media boneka jari ini dapat meningkatkankemampuan bahasa pada anak..penelitian ini di lakukan pada anak kelompok B di TK Bhayangkari 06 Salido.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini melalui Media Boneka Jari

Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini melalui Media Boneka Jari

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya kemampuan anak dalam bersosialisasi, melakukan interaksi serta berkerjasama dengan teman- temannya. Hal ini disebabkan kerena kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran masih belum optimal, dan kurang dalam memberikan rangsangan dan stimulus kepada anak untuk melakukan kegiatan sosial dengan teman- temannya. Penggunaaan media boneka jari merupakan salah satu media yang dapat meningkatkan perkembangan sosial dan memungkinkan anak untuk lebih banyak berinteraksi, bekeija sama, saling membantu dan lebih efektif dalam melakukan interaksi sesuai dengan daya imajinasi anak. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui proses pembelajaran keterampilan sosial anak usia dini melalui media boneka jari di kelompok A (2) untuk mengetahui hasil peningkatan keterampilan sosial anak usia dini melalui media boneka jari di kelompok A. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas model Elliot dengan tiga siklus dan masing-masing siklus terdiri dari tiga tindakan dengan teknik pengumpulan data berupa penilaian proses, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui dalam indikator 1 siklus I dengan persentase 7.58%, siklus II dengan persentase 33.33% dan siklus III meningkat dengan persentase 63.64%. Selanjutnya pada indikator 2 siklus I dengan persentase 4.54%, siklus II dengan persentase 36.36%, siklus III dengan persentase 65.15%. Selanjutnya pada indikator 3 pada siklus I dengan persentase 0,00%, siklus II dengan persentase 27.27%, dan pada siklus III meningkat dengan persentase 66.67%. Adapun saran yang peneliti ajukan untuk penelitian selanjutnya adalah mengangkat permasalahan yang terjadi dengan menggunakan metode, strategi, dan media yang berbeda sehingga dapat memberikan masukan dan temuan yang baru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA BONEKA JARI TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS II.

PENGARUH MEDIA BONEKA JARI TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS II.

Ina Oktavia (2015).Pengaruh Media Boneka Jari Tangan Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas II. Keterampilan berbicara masih dianggap sulit oleh sebagian siswa sekolah dasar, keterampilan berbicara pada siswa SD Negeri Taktakan 1 masih tergolong pada tingkat rendah, hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan siswa sulit untuk berani berbicara didepan khalayak umum. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian di Sekolah Dasar tersebut dengan fokus pembelajaran pada keterampilan berbicara siswa kelas II yang menggunakan media boneka jari tangan sebagai alat bantu pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini ialah agar dapat megetahui penggunaan media boneka jari tangan terhadap keterampilan berbicara siswa kelas II Sekolah Dasar, ingin mengetahui hasil keterampilan berbicara siswa dengan menggunakan media boneka jari tangan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta ingin mengetahui adanya perbedaan hasi keterampilan berbicara pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Quasi Ekperimen dijadikan sebagai metode pada penelitian ini. Sampel pada penelitian ini ialah siswa kelas II yang berjumlah masing-masing 30 orang dengan siswa kelas IIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIB sebagai kelas kontrol. Instrumen pada penelitian ini adalah observasi dan tes lisan. Analisis data yang diperoleh pada penelitian ini ialah menggunakan bantuan software SPSS 20for windows. Dengan perhitungan tersebut diperoleh nilai rata- rata pretest kelas eksperimen sebesar 60 meningkat secara signifikan pada hasil posttest menjadi 73 setelah diberikan treatment dengan menggunakan media boneka jari tangan. Sedangkan perolehan nilai rata-rata pretest kelas kontrol adalah 63 namun peningkatan yang terjadi tidak signifikan karena pembelajaran keterampilan berbicara tidak menggunakan media boneka jari tangan adalah sebesar 68 pada hasil posttest kelas kontrol. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka jari tangan sangat berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa kelas II Sekolah Dasar. Sehingga peneliti memberi saran kepada guru dan peneliti selanjutnya agar menggunakan media boneka jari tangan dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas II Sekolah Dasar.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LOGIKA SEDERHANA MELALUI  METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA JARI  Pengembangan Kemampuan Logika sederhana melalui Metode bercerita dengan Media Boneka Jari Pada Anak kelompok A TK pertiwi I Towangsan Gantiwarno Klaten Tahun Ajara

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LOGIKA SEDERHANA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA JARI Pengembangan Kemampuan Logika sederhana melalui Metode bercerita dengan Media Boneka Jari Pada Anak kelompok A TK pertiwi I Towangsan Gantiwarno Klaten Tahun Ajara

vii KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrohiim Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan kekuatan dan kesehatan serta hidayah kepada penulis . berkat limpahan Rahmat dan BarokahNya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul : Pengembangan Kemampuan Logika sederhana melalui Metode bercerita dengan Media Boneka Jari Pada Anak kelompok A TK pertiwi I Towangsan Gantiwarno Klaten Tahun Ajaran 2013/2014 , dengan sebaik-baiknya.

15 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LOGIKA SEDERHANA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA JARI  Pengembangan Kemampuan Logika sederhana melalui Metode bercerita dengan Media Boneka Jari Pada Anak kelompok A TK pertiwi I Towangsan Gantiwarno Klaten Tahun Ajaran

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LOGIKA SEDERHANA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA JARI Pengembangan Kemampuan Logika sederhana melalui Metode bercerita dengan Media Boneka Jari Pada Anak kelompok A TK pertiwi I Towangsan Gantiwarno Klaten Tahun Ajaran

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan logika sederhana pada anak di TK Pertiwi I Towangsan Gantiwarno Tahun Ajaran 2013/2014 melalui metode bercerita dengan media boneka jari. Karena dari 20 anak baru ada 4 anak yang kemampuan logika sederhananya cukup bagus. Penelitian ini menggunakan metode bercerita dengan media boneka jari. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di TK Pertiwi I Towangsan dengan subyek penelitian anak kelompok A yang berjumlah 20 anak. Data mengenai kemampuan logika sederhana anak diperoleh melalui pedoman observasi perkembangan kemampuan logika sederhana anak yang kemudian ditabulasikan dan dicatat dalam lembar tabulasi skor perkembangan kemampuan logika sederhana,sedangkan data penerapan metode bercerita diperoleh melalui lembar hasil observasi penerapan metode bercerita dan catatan lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis data komparatif yaitu membandingkan hasil pencapaian anak dengan indicator yang ditargetkan. Dari analisis data menunjukkan bahwa pada prasiklus kemampuan logika sederhana anak rata-rata dalam satu kelas sebesar 36,3 % setelah dilakukan tindakan perbaikan melalui siklus I diperoleh rata-rata kemampuan logika sederhana anak berkembang menjadi 65,9% dan setelah tindakan perbaikan siklus II menjadi 82,7 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dengan media boneka jari dapat mengembangkan kemampuan logika sederhana anak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA 5-6 TAHUN

PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA 5-6 TAHUN

Peningkatan motivasi anak usia 5-6 tahun masih tergolong rendah. Ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya orangtua yang kurang memahami minat anak dan guru yang kurang menguasai materi yang akan disampaikan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media boneka jari untuk meningkatkan motivasi belajar anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka atau Library Research. Penelitian pustaka atau Library Research adalah menjadikan bahan pustaka berupa buku, jurnal, dokumen-dokumen dan materi lainnya yang dapat dijadikan sumber rujukan dalam penelitian ini. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Reduksi data dan display data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode boneka jari mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap motivasi belajar anak uisa 5-6 tahun sehingga metode ini dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi dalam pembelajaran. Dan dapat pula diterapkan di kehidupan nyata saat anak belajar di rumah.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN ANAK USIA DINI

PENERAPAN METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN ANAK USIA DINI

Kata-kata kunci: metode bercerita, media boneka jari, kemampuan berbahasa lisan Abstract This research is aimed to know the development of students’ ability in spoken language of class B1 in the Second Semester in the Academic Year 2013/2014 in Ganesa Kindergarten Singaraja by applying story telling method using finger puppet media. This research was a classroom action research which was conducted in two cycles. The subjects of the study are 14 kindergarten students in class B1 in the second semester in the academic year of 2013/2014. The data was collected by using observation method. The instrument used was in form of observation form. The data collected were analyzed by using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive. Results of the data analysis showed that the average score of students’ spoken language ability of B1 group increased after implementing storytelling method with assist of finger puppet media from 72.1% in the first cycle in which it is categorized as moderate category into 82.5 % in the second cycle in which it is categoried as high category. In conclusion, there is an increase of students’ spoken language ability after implementing storytelling method aided by finger puppet media that is 10.4%. It is categorized as relatively high category.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penerapan Media Boneka Jari untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak di PAUD Elfa Pirak Bereunueun Kabupaten Pidie

Penerapan Media Boneka Jari untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak di PAUD Elfa Pirak Bereunueun Kabupaten Pidie

Puji syukur Alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada umat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Penerapan Media Boneka Jari untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak di PAUD Elfa Pirak Bereunuen”. Shalawat dan salam tidak lupa pula penulis sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW beserta sahabat dan keluarga Beliau, yang telah membimbing kita umat manusia menuju alam yang berilmu pengetahuan seperti sekarang ini.

116 Baca lebih lajut

UPAYA PENERAPAN MEDIA BONEKA JARI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK A2 DI TK PERTIWI SETDA ACEH SKRIPSI

UPAYA PENERAPAN MEDIA BONEKA JARI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK A2 DI TK PERTIWI SETDA ACEH SKRIPSI

Dalam mengembangkan kemampuan bicara anak akan lebih efektif jika menggunakan media yang tepat (Enny, 2005). Dengan media yang tepat keterampilan bicara anak akan berkembang dengan baik. Selain itu dibutuhkan media yang dapat merangsang dan mengingat kembali cerita yang dibawakan guru. Dengan begitu anak mempunyai bahan yang akan diceritakan kembali. Sebenarnya ada banyak media yang dapat digunakan dalam pembelajaran di Taman Kanak-kanak di antaranya dengan media boneka jari.

11 Baca lebih lajut

PENERAPAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI (Penelitian Tindakan Kelas di TK Al-Mustariyyah)

PENERAPAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI (Penelitian Tindakan Kelas di TK Al-Mustariyyah)

Kemudian peneliti mencoba memberi kesempatan anak untuk menceritakan kembali dan melafalkan hadits menebarkan salam. Pada kondisi awal, sebagian besar anak ramai dan gaduh. Mereka tidak memperhatikan ketika peneliti menerangkan. Namun setelah dilakukan tindakan pada siklus I yaitu dengan menggunakan media boneka jari. Sebagian besar anak sudah mulai menambah kosa kata dengan baik dan memperhatikan ketika peneliti bercerita dengan menggunakan gambar tunggal. Selain itu, ada beberapa anak yang berani mengungkapkan pendapatnya bahkan ada yang berani maju ke depan kelas untuk melafalkan hadist menebarkan salam beserta artinya. Hal tersebut dikarenakan anak mulai tertarik dengan media yang digunakan, yang sebelumnya hanya dengan menggunakan metode ceramah saja. Tetapi masih ada beberapa anak yang masih ramai berbicara dengan teman sebangkunya dan bermain sendiri.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Bercerita Berbantuan Media Boneka Jari Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak TK Kelompok A

Penerapan Metode Bercerita Berbantuan Media Boneka Jari Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak TK Kelompok A

Permasalahan dalam penelitian ini mengenai rendahnya kemampuan berbahasa anak khususnya dalam kemampuan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa dengan penerapan metode bercerita berbantuan media boneka jari pada anak kelompok A di TK Widia Kumara Padangbulia. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah 15 orang anak TK Widia Kumara Padangbulia pada kelompok A semester II tahun pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang kemampuan berbahasa diperoleh dengan menggunakan metode observasi dengan instrument berupa lembar format observasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan rata-rata skor kemampuan berbahasa pada anak kelompok A setelah diterapkan metode bercerita berbantuan media boneka jari siklus I sebesar 58,47% yang berada pada kategori rendah. Kemudian pada siklus II menjadi 84,00% yang berada pada kategori tinggi. Jadi peningkatan kemampuan berbahasa setelah diterapkan metode bercerita berbantuan media boneka jari sebesar 25,33%.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA JARI DAN KARTU BERGAMBAR.

MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA JARI DAN KARTU BERGAMBAR.

Media sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di TK termasuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia TK, media pendidikan dapat dipergunakan untuk membangun pemahaman penguasaan kosakata. Untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris yang belum optimal maka diperlukan suatu media lain yang dapat mempermudah anak untuk menambah penguasaan kosakata bahasa Inggris, salah satunya dengan menggunakan media boneka jari. Seperti dalam (Ermayani, 2009 : 5) dijelaskan bahwa “Penggunaan media pembelajaran dapat memperjelas pesan yang ingin disampaikan kepada anak, yang dapat membantu anak untuk meningkatkan motivasinya dalam belajar, serta membuat pembelajaran lebih bervariasi dan diharapkan agar pembelajaran yang dilakukan anak lebih be rmakna.”
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA JARI HEWAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA TENTANG HEWAN DI SEKITARKU PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA JARI HEWAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA TENTANG HEWAN DI SEKITARKU PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR

Berdasarkan studi pendahuluan yang sudah dilakukan, menggugah peneliti untuk membuat sebuah terobosan untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa terkait materi hewan di sekitarku. Pembelajaran materi hewan di sekitarku akan disampaikan dengan menggunakan media boneka jari hewan. Media boneka jari hewan yang berbentuk hewan yang terbuat dari kain flanel. Boneka Jari hewan adalah sebuah media permainan edukatif dari kegiatan mendongeng, berbicara atau melakukan percakapan,yang sangat cocok dimainkan guru dengan siswanya dalam kegiatan pembelajaran di kelas, yang bertujuan untuk meningkatkan kedekatan orang tua dengan anaknya atau guru dengan siswanya dalam kegiatan belajar mengajar, serta dapat mengembangkan kemampuan otak anak atau siswa. Melalui boneka anak mengetahui tokoh mana yang sedang berbicara, apa isi pembicaraan dan bagaimana perilakunya. Boneka kadang menjadi sesuatu yang hidup dalam imajinasi anak (Musfiroh, 2005:21).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK PADA KELOMPOK BMELALUI MEDIA BONEKA JARI DI TK IT MUTIARA HATI BONDOWOSO TAHUN SKRIPSI.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK PADA KELOMPOK BMELALUI MEDIA BONEKA JARI DI TK IT MUTIARA HATI BONDOWOSO TAHUN SKRIPSI.

penyampaian guru diulang-ulang dan dilakukan dengan bahasa anak. Menetapkan kegiatan pembelajaran yaitu meningkatkan kemampuan berbicara anak melaui media boneka jari yang berbentuk binatang yang terbuat dari kain flanel.Banyaknya kekurangan dalam penyampaian cerita dan media yang digunakan juga tidak berubah maka peneliti dalam siklus II menambah media dan mengganti skenario cerita. Kegiatan pembelajaran ini akan berlangsung 3 kali pengamatan. Peneliti juga menyampaikan kepada guru untuk merubah teknik bercerita agar lebih menarik lagi, supaya anak-anak lebih senang mendengarkan dan mengerti isi scenario cerita yang di
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA JARI HEWAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA TENTANG HEWAN DI SEKITARKU PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR SKRIPSI

PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA JARI HEWAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA TENTANG HEWAN DI SEKITARKU PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR SKRIPSI

1. Skripsi dengan judul “Pengembangan Media Boneka Jari Hewan Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Tentang Hewan di Sekitarku Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar” adalah hasil karya saya, dan dalam naskah skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, baik sebagian atau keseluruhan, kecuali secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan atau daftar pustaka.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK BILANGAN 1-5 MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA JARI PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN AL MUSTOFA GEMEKAN SOOKO MOJOKERTO

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK BILANGAN 1-5 MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA JARI PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN AL MUSTOFA GEMEKAN SOOKO MOJOKERTO

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Pembelajaran dengan menggunakan media boneka jari dalam proses pembelajaran yang menyenangkan dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk bilangan 1-5 menggunakan media boneka jari pada anak kelompok bermain Al Mustofa Gemekan kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi penilaian kemampuan anak dalam mengenal bentuk bilangan pada siklus 1 sebesar 89% dan pada siklus 2 sebesar 94%, sedangkan ketuntasan anak dalam kegiatannya dari jumlah 15 anak, yang sesuai dengan harapan 13 anak dan yang belum 2 anak. Hal ini dikarenakan media boneka jari mudah dimainkan, warnanya menarik sehingga anak antusias untuk bermain dan tidak bosan untuk memainkannya sehingga kemampuan anak dalam mengenal bentuk bilangan anak dapat berkembang optimal.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL TERHADAP TEMAN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA JARI PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B1 TK AL-MUJAHIDIN CILACAP TAHUN 20102011

UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL TERHADAP TEMAN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA JARI PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B1 TK AL-MUJAHIDIN CILACAP TAHUN 20102011

Alhamdulillaahi Robbil’alamiin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan nikmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul “Upaya Meningkatkan Perilaku Sosial Terhadap Teman Melalui Metode Bercerita Dengan Media Boneka Jari Pada Anak Didik Kelompok B1 TK Al-Mujahidin Cilacap Tahun 2010/2011”.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Bercerita dengan Media Boneka Jari Berbahan Origami terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia 4-5 Tahun di Tk Angrek Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar

Pengaruh Bercerita dengan Media Boneka Jari Berbahan Origami terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia 4-5 Tahun di Tk Angrek Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar

Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian eksperimen karena ingin melihat variabel sebab dan variabel akibat yaitu pengaruh bercerita dengan media boneka jari berbahan origami terhadap kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun di TK ANGGREK Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Metode penelitian ini dengan rancangan desain satu kelompok atau one group pre test-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak TK ANGGREK Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar usia 4-5 tahun kelas B yang terdiri dari 28 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Menurut nanang (2010) sampel jenuh adalah tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi dipilih sebagai sampel. Maka sampel penelitian yaitu seluruh anak4-5 tahun di TK ANGGREK Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar yang berjumlah 28 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi. Teknik analisis data yang digunakan yang sesuai untuk metode eksperimen yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2000). Oleh sebab itu rumus yang digunakan adalah menggunakan rumus uji t-test berkorelasi. Seperti berikut ini:
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG PADA SISWA SEKOLAH DASAR | Chumdari | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 9018 19250 1 PB

PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG PADA SISWA SEKOLAH DASAR | Chumdari | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 9018 19250 1 PB

Data yang diperoleh dari kegiatan pra- siklus, siklus I dan siklus II dikaji dengan menganalisis data-data tersebut. Berdasarkan pengamatan dan analisis data, diperoleh hasil bahwa proses pembelajaran dengan penggu- naan Media Boneka Jari dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas I SDN Purwotomo Surakarta di setiap siklus- nya.Peningkatan ini terjadi karena adanya pemberian tindakan secara berkelanjutan di setiap pertemuan. Semakin sering siswa me- laksanakan pembelajaran menyimak, maka semakin terlatih juga keterampilan menyi- maknya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sy- ah (2010:117) yang berpendapat bahwa ke- terampilan memerlukan latihan yang rutin sehingga dapat mecapai hasil yang diharap- kan. Selain adanya peningkatan keterampilan menyimak dongeng siswa, terdapat juga pe- ningkatan pemahaman isi dongeng, keaktifan siswa, serta kinerja guru dalam pembelajaran dengan menggunakan Media Boneka Jari. Hal ini terbukti dari adanya perbandingan hasil sebelum dan sesudah tindakan. Perban- dingan tersebut dapat dilihat melalui Tabel 6sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh penggunaan media boneka jari terhadap kemampuan berbicara anak kelompok A di PAUD Tashwirul Afkar Gedangan Sidoarjo

Pengaruh penggunaan media boneka jari terhadap kemampuan berbicara anak kelompok A di PAUD Tashwirul Afkar Gedangan Sidoarjo

Pengertian media pun disampaikan oleh Heinich, Molenda, dan Russel dalam buku Media dan Sumber Belajar TK, kata media sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiah media berarti perantara atau pengantar, dengan demikian media merupakan alat penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. 17 Sedangkan pengertian lain yang disampaikan oleh Nana Sudjana dan Ahmad Rivai yang ditulis dalam buku Media Pengajaran tentang Association of Education and Communication Technology (AECT) di Amerika membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk mempertinggi proses belajar anak dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. 18 Sedangkan NEA (National Education Assosiation) memiliki pengertian yang berbeda yang dimana media merupakan bentuk-bentuk komunikasi baik secara tercetak maupun audiovisual serta perlatannya.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...