media gambar fotografi

Top PDF media gambar fotografi:

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MENULIS PUISI DI KELAS VB SDN SARUNI 2 PANDEGLANG.

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MENULIS PUISI DI KELAS VB SDN SARUNI 2 PANDEGLANG.

Arif Nasrudin Hidayatullah (2015). Penggunaan Media Gambar Fotografi untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Menulis Puisi Di Kelas VB SDN Saruni 2 Pandeglang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yang ditemukan yaitu kurangnya kemampuan siswa kelas VB dalam pembelajaran menulis puisi. Banyaknya siswa yang belum mampu dalam menulis puisi yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang optimalnya penerapan media dan metode yang digunakan oleh guru serta pembendaharaan kosa-kata siswa yang rendah. Oleh karena itu diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, Salah satunya dengan menggunakan media gambar fotografi sebagai solusi yang dapat digunakan untuk meningkat keterampilan siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Sudjana (2010, hlm. 70) mengungkapkan gambar fotografi pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada pelajaran. Membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, kegiatan seni dan pernyataan kreatif dalam cerita, dramatisasi, bacaan, penulisan, melukis, menggambar, serta membantu mereka menafsirkan dan mengingat-ngingat isi materi bacaan dari buku teks. Maka dari itu rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, 1) Bagaimanakah langkah-langkah penggunaan media gambar fotografi dalam pembelajaran menulis puisi di kelas V B SDN Saruni 2 Pandeglang?, 2) Bagaimanakah peningkatan hasil keterampilan siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan media gambar fotografi di kelas V B SDN Saruni 2 Pandeglang?. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas model kemmis dan Mc Taggart dengan tahapan penelitian yang terdiri dari pra siklus, siklus I, dan siklus II, dengan rancangan penelitian dari tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan keterampilan siswa dalam menulis puisi. pada tahap pra siklus nilai rata-rata siswa hanya mencapai 60,4. ketika diberi tindakan hasilnya mengalami kenaikan pada siklus I dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa sebesar 69,6. Kemudian pada siklus II hasilnya semakin meningkat dengan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 79,4. Dari data penelitian yang diperoleh selama penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan digunakannya media gambar fotografi maka dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi dikelas V, sehingga dapat direkomendasikan kepada guru, kepala sekolah, dan peneliti lain bahwa penggunaan media gambar fotografi merupakan salah satu satu alternatif untuk pembelajaran bahasa Indonesia dalam menulis puisi.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE PENGELOMPOKAN IDE (CLUSTERING) BERBASIS MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI PADA SISWA KELAS VII SMP GANESHA KOTA BANDUNG.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE PENGELOMPOKAN IDE (CLUSTERING) BERBASIS MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI PADA SISWA KELAS VII SMP GANESHA KOTA BANDUNG.

3. Secara keseluruhan proses pembelajaran menulis karangan narasi melalui metode pengelompokan ide (clustering) berbasis media gambar fotografi dapat meningkatkan aspek keterampilan menulis. Hal ini terbukti di kelas eksperimen kemampuan siswa secara umum mengalami kenaikan dari nilai rata-rata prates 70,63 menjadi nilai rata-rata pascates 78, 17. Metode pengelompokan ide (clustering) berbasis media gambar fotografi memiliki keunggulan secara komparatif terhadap pelajaran yang biasa digunakan guru dengan menggunakan metode konvensional sehingga metode pengelompokan ide (clustering) berbasis media gambar fotografi mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kelas eksperimen. Dari perhitungan statistik di dapat t hitung yaitu 4,895 dari t tabel di dapat 1,667 karena
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN MINAT MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI PADA SISWA KELAS II SD NEGERI BENDUNGAN I GUNUNGKIDUL.

UPAYA MENINGKATKAN MINAT MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI PADA SISWA KELAS II SD NEGERI BENDUNGAN I GUNUNGKIDUL.

Minat membaca siswa kelas II SD Negeri Bendungan I dapat ditingkatkan dengan menggunakan media gambar fotografi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002: 70) bahwa gambar fotografi pada dasarnya membantu mendorong dan membangkitkan minat belajar siswa pada pelajaran. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, media gambar fotografi akan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. Gambar fotografi dapat digunakan oleh para siswa dalam latihan membaca. Dengan melihat gambar fotografi, siswa sekolah dasar yang belajar berdasarkan apa yang ia lihat akan merasa senang dan tumbuh minatnya untuk belajar membaca karena apa yang ia baca merupakan apa yang ia lihat pada gambar fotografi. Pendapat ini didukung oleh hasil penelitian Theresia Supriyanti (2014) yang menunjukkan bahwa penggunaan media gambar membuat kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan dan anak terlihat aktif. Dengan demikian, ketika siswa menjadi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran membaca maka minat membaca siswa akan meningkat.
Baca lebih lanjut

259 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MODEL CIRC DENGAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI PADA SISWA KELAS IV SD 1 KALIPUTU KUDUS

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MODEL CIRC DENGAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI PADA SISWA KELAS IV SD 1 KALIPUTU KUDUS

Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keterampilan menulis merupakan puncak berbahasa seseorang. Oleh sebab itu, perhatian terhadap pembelajaran menulis perlu ditingkatkan. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, diperoleh informasi bahwa keterampilan menulis karangan deskripsi siswa belum maksimal. Data nilai semester I menyatakan bahwa nilai rata-rata 68,05 dengan nilai tertinggi 76 dan nilai terendah 60. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka yang menjadi rumusan masalah yaitu adakah peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SD 1 Kaliputu setelah diterapkan model pembelajaran CIRC dengan media gambar fotografi? Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas IV SD 1 Kaliputu setelah diterapkan model pembelajaran CIRC dengan media gambar fotografi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KLATEN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KLATEN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI.

Pelaksanaan tindakan I peningkatan keterampilan menulis bahasa Prancis siswa kelas X IIS 1 SMA N 2 Klaten menggunakan media gambar fotografi telah diselenggarakan tiga kali pertemuan. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dan guru secara keseluruhan pelaksanaan siklus I sudah berjalan dengan cukup baik. Terdapat beberapa peningkatan terhadap keterampilan menulis dan keaktifan peserta didik. Namun tidak dapat dipungkiri jika masih terdapat kekurangan. Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar peneliti juga melakukan tindakan observasi pada siklus pertama, yakni dua kali pertemuan pembelajaran keterampilan menulis bahasa Prancis. Observasi dilakukan dengan cara memberi skor kepada setiap individu pada sikap dan motivasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan dengan cara memberikan skor pada setiap peserta didik yang dapat aktif di kelas agar mereka terpacu untuk belajar bahasa Prancis.
Baca lebih lanjut

217 Baca lebih lajut

T BIND 1204631 Chapter5

T BIND 1204631 Chapter5

4. Memiliki keunggulan secara komparatif terhadap metode pembelajaran guru (kelas kontrol) sehingga model struktur fase mark fishman berbasis media gambar fotografi mempunyai perbedaan yang sangat signifikan terhadap peningkatan keterampilan kelompok perlakuan (kelas eksperimen). Dari perhitungan statistik didapat t hitung yaitu 5,054. Sedangkan dari t tabel didapat 1,671. Karena t hitung (5,054) > t tabel (1,671), maka Ho ditolak atau dengan kata lain rata-rata nilai postes kelas eksperimen lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol, sehingga dapat dikatakan bahwa perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan hasil rata-rata kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan pembelajaran dengan model struktur Fase Mark Fishman.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

THE APPLICATION OF CONCEPT SENTENCE COOPERATIVE MODEL USING PHOTOGRAPH IMAGE IN IMPROVING WRITING SKILLS OF ESSAY FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 SEMANDING IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015 2016 | Haini | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8359 18026 1 P

THE APPLICATION OF CONCEPT SENTENCE COOPERATIVE MODEL USING PHOTOGRAPH IMAGE IN IMPROVING WRITING SKILLS OF ESSAY FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 SEMANDING IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015 2016 | Haini | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8359 18026 1 P

Penerapan model kooperatif tipe Concept Sentence dengan media gambar fotografi sangat cocok digunakan pada mata pelajaran bahasa Indonesia tentang menulis karangan di kelas IV karena model dan media tersebut sesuai dengan karakteristik siswa kelas IV. Buhler (Sobur, 2011: 132-133) menyatakan bahwa anak SD sudah memasuki fase keempat (9-11 tahun). Fase ini adalah masa sekolah dasar yang mana anak mencapai objektivitas tertinggi. Bisa pula disebut sebagai masa menyeli- dik, mencoba, dan bereksperimen, yang distimulasi oleh dorongan- dorongan menyelidik dan rasa ingin tahu yang besar, masa pemusatan dan penimbunan tenaga untuk berlatih, menjelajah, dan bereksplorasi. Piaget (Anitah, 2009: 9) mengemukakan bahwa pada saat anak di SD, anak telah memasuki tahap operasional konkret yang mana anak mulai meng- gunakan bentuk logika orang dewasa, namun logika itu diaplikasikan hanya pada situasi konkret. Dengan kata lain, anak dapat berpikir logis tentang sesuatu yang dialami, tetapi tidak dalam situasi hipotesis. Anak pada tahap operasional konkret, melihat dunia dan menginterpretasikan situasi secara harafiah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

t bind 0907567 chapter1

t bind 0907567 chapter1

(clustering) berbasis media gambar fotografi karena berdasarkan sebagaimana diketahui siswa kelas VII SMP merupakan siswa yang berumur antara 12-15 tahun. Desmita (2006: 194) merinci perkembangan kognitif siswa pada rentang umur 12-15 tahun dikelompokkan sebagai kelompok masa remaja awal. Masa remaja adalah suatu periode di mana kapasitas untuk memperoleh pengetahuan secara efisien mencapai puncaknya. Hal ini terjadi karena selama periode remaja ini proses pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan. Sistem syaraf yang berfungsi memproses informasi berkembang dengan cepat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “ Peningkatan Keterampilan Berbicara Mendeskripsikan Benda Di Sekitar Melalui Model Talking Stick Berbantuan Media Gambar Fotografi Kelas II SD 3 Rejosari Dawe

25 Baca lebih lajut

t bind 0907567 table of contents

t bind 0907567 table of contents

1. Observasi Terhadap Penerapan Pembelajaran Menulis Narasi Melalui Metode Pengelompokan Ide (clustering) Berbasis Media gambar Fotografi …………………….. 169 2. Tanggapan Guru dan Siswa Terhadap Pembelajaran Menulis Narasi Melalui Metode Pengelompokan Ide (Clustering) Berbasis Media Gambar Fotografi …………………… 171 3. Pembahasan Hasil Penilaian Kemampuan Menulis narasi……………………………….. 174

3 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN EFEKTIVITAS FOTO DALAM MEMBANGUN CORPORATE IDENTITY (Studi Kasus Foto Kalender Universitas Atma Jaya Yogyakarta tahun 2012).

PENDAHULUAN EFEKTIVITAS FOTO DALAM MEMBANGUN CORPORATE IDENTITY (Studi Kasus Foto Kalender Universitas Atma Jaya Yogyakarta tahun 2012).

Sam Black dalam bukunya Practical Public Relations menuliskan : ”the industrial photographer is able to illustrate not only was going on in industry, but also something of it’s life and spirit” (1994:62). Sam Black mengungkapkan bahwa fotografer berpengalaman tidak hanya mampu untuk mengambil aktivitas dalam organisasi tersebut melainkan juga kehidupan dan spirit yang ada didalamnya. Fotografi dalam kehumasan merupakan seni yang kreatif, oleh karena itu fotografer mampu merencanakan dengan baik sebuah konsep fotografi, maka ia pun mampu menggambarkan buadaya kerja di sebuah organisasi. Sam Black juga menjelaskan bahwa orang-orang menjadi objek fotografi harus nampak natural dan sesuai dengan nalar (1994:63).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

deskripsi karya unlimited love

deskripsi karya unlimited love

Reproduksi citra melalui kamera atau dikenal dengan fotografi adalah salah satu temuan penting yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Fotografi memang memiliki aspek teknologi dan estetika. Sebagai teknologi, fotografi pada awalnya diciptakan sebagai alat rekam. Soedjono (2006:84) dalam buku Pot-Pouri Fotografi menulis fotografi tidaklah sekedar memiliki nilai dokumentatif semata tetapi juga menjadi media berekspresi dalam bentuknya sebagai ungkapan perasaan dan emosi estetis yang terdalam dari segi pemotretnya. Fotografi juga bisa di fungsikan sebagai elemen estetis penghias(illustration) dan penarik pandang (eye catcher). Di dalam fotografi, gambar adalah sarana bagi seorang fotografer untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan, melalui foto seorang fotografer menyampaikan pesannya secara visual, yang mencakup berbagai jenis pesan, yaitu berupa penyampaian pesan, ide, gagasan, visi, sikapfotografer dan penikmatnya.fotografi potret merupakan salah satu bidang fotografi yang banyak digemari, fotografi potret setia menemani keseharian masyarakat, fotografi potret berfungsi sebagai dokumen rekaman keadaan atau rekaman pribadi. Fotografi potret merupakan hasil representasi perekaman/pengabdian “likeness(kemiripan) jati diri figur manusia dalam bentuk dwimatra (gambar).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Potret Kesenjangan Sosial Dalam Bingkai Foto (Analisis Semiotika Foto Esai “Imigran Rohingya dalam Potret” Karya Beawiharta) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Potret Kesenjangan Sosial Dalam Bingkai Foto (Analisis Semiotika Foto Esai “Imigran Rohingya dalam Potret” Karya Beawiharta) - Repositori UIN Alauddin Makassar

c. Fotogenia. Fotografer menggunakan cahaya alami yaitu dengan cahaya matahari, terlihat dari gambar yang menunjukkan pemotretan dilakukan pada siang hari. Sudut pemotretan yang digunakan adalah eye level, yaitu pemotretan di mana kamera sejajar dengan mata objek, sudut pemotretan seperti ini memberi kesan kepada orang yang melihat foto tersebut merasa sedang berhadapan, bertatap mata, dan berkomunikasi dengan subjek. Fotografer menggunakan speed yang cukup tinggi karena dapat membekukan pergerakan mobil yang sedang melintas. Jika dilihat dari foto diatas, dapat dikatakan sebagai foto human Interest. Human interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi orang yang menikmati foto tersebut.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

deskripsi karya lontar cok nindhia

deskripsi karya lontar cok nindhia

Fotografi memang memiliki aspek teknologi dan estetika, seni fotografi bukan sekedar merupakan rekaman apa adanya dari dunia nyata, tapi menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan. Setiap karya fotografi sesuai dengan tujuan dan berasal dari konsep kreatif tertentu berakar pada ide-ide dasar yang kemudian muncul dalam pemotretan, fotografi merupakan bahasa komunikasi visual, Proses penciptaannya didasarkan pada hal-hal teknis ,teori dasar dukungan alat fotografi dan teknik ekspresif bahasa visual.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Lampiran A, B,  C dan D

Lampiran A, B, C dan D

Rasio Volume Minyak-air Gambar Fotografi 1... Rasio Volume Minyak-air Gambar Fotografi 1..[r]

8 Baca lebih lajut

Persepsi masyarakat di Bantaran Sungai Cikapundung terhadap papan tanda larangan membuang sampah ke sungai

Persepsi masyarakat di Bantaran Sungai Cikapundung terhadap papan tanda larangan membuang sampah ke sungai

Fakta yang terjadi masyarakat masih membuang sampah dan limbah pabrik ke sungai sehingga menyebabkan kondisi Sungai Cikapundung menjadi kotor oleh banyaknya macam jenis sampah yang menggenang di sungai dan air sungai menjadi tercemar. Dengan kondisi sungai yang telah tercemar oleh sampah, limbah rumah tangga, dan pabrik tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah seperti yang tertulis pada pemampang media papan tanda yang dipasang oleh pemerintah, maka masyarakat menjadi tidak takut akan larangan tersebut dan perilaku membuang sampah dan limbah menjadi berkelanjutan. Keadaan papan tanda yang telah terpasang di sekitar bantaran sungai banyak yang tidak terpelihara seperti kotor, hancur, berkarat, dan pudar sehingga masyarakat sering kali tidak melihat dengan baik isi pesan papan tanda yang telah terpasang. Dengan kondisi sungai yang telah tercemar sebagian masyarakat tetap menggunakan sungai sebagai sarana mandi cuci kakus, berenang, dan bermain anak-anak.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PT. LOUTCHOU MELALUI FOTOGRAFI.

PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PT. LOUTCHOU MELALUI FOTOGRAFI.

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kemudahan dan melimpahkan hikmah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PT. LOUTCHOU MELALUI FOTOGRAFI.

10 Baca lebih lajut

Kemurnian Bahasa Tubuh yang Ekspresif Melalui Media Fotografi.

Kemurnian Bahasa Tubuh yang Ekspresif Melalui Media Fotografi.

Lebih lanjut dapat dinyatakan bahwa dengan membuat visual karya sastra Kahlil Gibran dibutuhkan theater of mind untuk membentuk suatu citra dalam karya fotografi penulis. Karya fotografi sebagus apapun di Indonesia, bila tidak ada theater of mind yang bagus dan menarik maka hasilnya tidak akan optimal. Sehingga dengan

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...