Media Video Tutorial

Top PDF Media Video Tutorial:

Penerapan Media Video Tutorial Dengan Pemanfaatan Software Camtasia Dalam Pembelajaran Fungsi Sederhana Microsoft Excel Untuk Meningkatkan Aktifitas Belajar Sehingga Berdampak Pada Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di Mts Negeri 1 Winong.

Penerapan Media Video Tutorial Dengan Pemanfaatan Software Camtasia Dalam Pembelajaran Fungsi Sederhana Microsoft Excel Untuk Meningkatkan Aktifitas Belajar Sehingga Berdampak Pada Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di Mts Negeri 1 Winong.

Pada pertemuan pertama guru menyampaikan kilasan keunggulan microsoft excel sebagai apliksi pengolah angka. Hal ini dilakukan untuk menambah rasa ingin tahu siswa terhadap apa yang akan dipelajari. Setelah itu guru menjelaskan bagaimana cara kerja media pembelajaran video tutorial agar siswa lebih mudah menggunakan media tersebut. Selanjutnya guru meminta siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, siswa diminta mempraktekkan dan memahami materi yang telah disampaikan dalam media video tutorial secara mandiri dan jika ada hambatan atau sesuatu yang kurang dimengerti siswa diminta aktif untuk bertanya secara langsung pada guru. Pada sesi ini guru juga memberikan beberpa soal kepada siswa untuk latihan mengenai materi yang diajarkan.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TUTORIAL : penelitian tindakan kelas terhadap siswa kelas xi miia di sma kartika siliwangi xix-1 bandung.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TUTORIAL : penelitian tindakan kelas terhadap siswa kelas xi miia di sma kartika siliwangi xix-1 bandung.

Berdasarkan pembahasan pada bab 4, peneliti melihat terjadi peningkatan proses pembelajaran di setiap siklus. Penggunaan media video tutorial mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Berdasarkan pembelajaran menulis cerpen menggunakan media video tutorial, peneliti memberi simpulan sebagai berikut: 1. Perencanaan pembelajaran menggunakan media video tutorial dilakukan
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL MODEL

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL MODEL

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan media video tutorial model-model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil uji kelayakan media video tutorial model pembelajaran berbasis masalah pada materi kalor dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Data dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen lembar validasi yang dikemas dalam bentuk angket tertutup yang ditujukan untuk ahli materi fisika, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan guru-guru fisika. Teknik ananlisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan media menurut ahli materi fisika dikategorikan sangat baik (81,9%), menurut ahli media pembelajaran dikategorikan sangat baik (85,2%), menurut ahli pedagogik dikategorikan sangat baik (90,02%), menurut guru fisika untuk aspek desain media dan keterlaksanaan sintaks model pembelajaran berbasis masalah dikaterorikan baik dengan besar persentase masing-masing sebesar 74,6% dan 73,8%. Berdasarkan hasil uji validasi disimpulkan media video tutorial model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan telah layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM MATA KULIAH MAKANAN ORIENTAL.

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM MATA KULIAH MAKANAN ORIENTAL.

Chawan mushi merupakan salah satu pokok bahasan dalam mata kuliah Makanan Oriental yang dianggap sulit oleh mahasiswa. Salah satu cara untuk mempermudah pemahaman materi adalah dengan menggunakan media video tutorial. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan media video tutorial dalam pokok bahasan chawan mushi. Tujuan khusus penelitian ini terdiri dari pembuatan desain, pembuatan produk dan implementasi media video tutorial kepada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D). Tahapan pada penelitian ini terdiri dari identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, pembuatan produk, validasi media, revisi I, uji coba skala kecil, revisi II, uji coba skala besar, dan revisi akhir. Desain media video tutorial mendapatkan persentase kelayakan sebesar 95% dari ahli media, sehingga “sangat layak” untuk diproduksi sebagai media pembelajaran. Media video tutorial mendapatkan persentase sebesar 89% dari segi media dan persentase sebesar 100% dari segi materi , sehingga “sangat layak” untuk dijadikan media pembelajaran. Hasil implementasi pengembangan media video tutorial sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Makanan Oriental khususnya dalam pokok bahasan chawan mushi menunjukkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO TUTORIAL

PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO TUTORIAL

Pembelajaran sub tema 2 “keunikan daerah tempat tinggalku” merupakan materi yang cukup membuat didik kesulitan karena banyaknya keragaman tempat tinggal di beberapa wilayah dan guru pun cukup kesulitan bagaimana menghadirkan sebuah media atau cara untuk mempermudah belajar peserta didik. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk mengatasi masalah tersebut.

5 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MEDIA VIDEO TUTORIAL PADA PEMBELAJARAN RANGKAIAN RLC DI SMKN 4 BANDUNG.

IMPLEMENTASI MEDIA VIDEO TUTORIAL PADA PEMBELAJARAN RANGKAIAN RLC DI SMKN 4 BANDUNG.

diterapkan disemua jenjang sekolah menengah karena dengan pembelajaran menggunakan video tutorial dapat meningkatan ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran tersebut serta dapat dikatakan bisa meningkatkan hasil belajar siswa dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Guru tidak lagi kesulitan dalam menjelaskan materi dan tidak selalu menggantungkan demonstrasi, tetapi bisa diganti dengan media pembelajaran video tutorial yang bisa diputar berulang- ulang.

41 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TUTORIAL ADOBE PREMIERE PRO CS3 TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AUDIO VIDEO.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TUTORIAL ADOBE PREMIERE PRO CS3 TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AUDIO VIDEO.

Disarankan bagi guru untuk menggunakan video tutorial adobe premiere pro CS3 dan alangkah lebih baiknya guru dapat membuat video tutorial sendiri khususnya untuk matreri yang membutuhkan suatu gambaran proses, sehingga tidak hanya menguasai materi tapi juga teknologi yang mampu menunjang pembelajaran selain itu Guru tetap harus memantau jalannya proses pembelajaran agar siswa tidak melakukan aktivitas lain yang kurang relevan dalam pembelajaran.

46 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DI KELAS VIII SEMESTER GANJIL TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 SMP SINAR HUSINI MEDAN.

PENGARUH PENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DI KELAS VIII SEMESTER GANJIL TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 SMP SINAR HUSINI MEDAN.

Hasil penelitian menunjukkan pretes yang didapat siswa hanya mencapai rata- rata 45,79 yang jauh dibawah nilai ketuntasan. Setelah diterapkan media tutorial dalam pembelajaran dan dilakukan pengujian hasil belajar maka terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar postes menjadi 77,05. Untuk melihat pengaruh dari penerapan media ini dalam pembelajaran maka dilakukan uji hipotesis. Hasil pengujian diperoleh bahwa penggunaan media video tutorial dalam pembelajaran sistem pencernaan manusia di kelas VIII-1 SMP Swasta Sinar Husni Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014 memiliki pengaruh dengan hasil uji
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pelatihan Pembuatan Media Video Tutorial

Pelatihan Pembuatan Media Video Tutorial

Kegiatan pelatihan ini akan membantu guru mengembangkan materi yang diajarkan di sekolah dengan media interaktif berbantuan komputer. Media pembelajaran yang dihasilkan nantinya dapat disesuaikan dengan kesiapan teknologi di sekolah masing-masing, berbentuk modul, CD interaktif atau melalui e-learning.

9 Baca lebih lajut

T1__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penggunaaan Video Tutorial Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa paada Mata Pelajaran TIK Kelas IX E di SMP Negeri 8 Salatiga T1  BAB IV

T1__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penggunaaan Video Tutorial Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa paada Mata Pelajaran TIK Kelas IX E di SMP Negeri 8 Salatiga T1 BAB IV

Pada kegiatan inti, guru menjelaskan sekilas tentang pengiriman email. Hal ini dilakukan untuk menambah rasa ingin tahu siswa terhadap apa yang akan dipelajari. Guru meminta siswa yang belum menyelesaikan latihan membalas email dan melampirkan file di email pada pertemuan sebelumnya untuk melanjutkannya. Setelah itu guru meminta siswa untuk membuka media video tutorial dan menyaksikan penyampaian video mengenai materi, selanjutnya siswa diminta untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, siswa diminta mempraktekkan, memahami materi dan mencatat ha-hal penting mengenai materi yang telah disampaikan dalam media video tutorial secara mandiri dan jika ada hambatan atau sesuatu yang kurang dimengerti siswa diminta aktif untuk bertanya secara langsung pada guru. Setelah siswa mempraktekkan materi tersebut, guru membagikan soal evaluasi untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar siswa yang didapat setelah diterapkan pembelajaran menggunakan media video tutorial dari pertemuan ketiga sampai pertemuan keempat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL SUB MATERI PERAN TUMBUHAN DI BIDANG EKONOMI UNTUK PRAKTIKUM PEMBUATAN SEMPRONG PISANG ARTIKEL PENELITIAN

PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL SUB MATERI PERAN TUMBUHAN DI BIDANG EKONOMI UNTUK PRAKTIKUM PEMBUATAN SEMPRONG PISANG ARTIKEL PENELITIAN

Validasi media video tutorial ahli media terdiri atas 4 aspek yaitu aspek komunikasi visual, aspek tampilan suara (audio), aspek rekayasa perangkat lunak, dan aspek karakteristik video tutorial. Aspek komunikasi visual memiliki 7 kriteria. Kriteria pertama yaitu komunikatif, yakni pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik diperoleh nilai Ki 3,67. Kriteria kedua yaitu kreatif dalam ide yakni visualisasi disajikan secara unik dan tidak klise (sering digunakan) sehingga menarik perhatian diperoleh nilai Ki 3,33. Kriteria ketiga yaitu sederhana, yakni visualisasi tidak rumit, agar tidak mengurangi kejelasan isi materi ajar dan mudah diingat diperoleh nilai Ki 3,67. Kriteria keempat yaitu pemilihan warna yang sesuai, agar mendukung kesesuaian antara konsep kreatif dan topik yang dipilih, diperoleh nilai Ki 3,33. Kriteria kelima yaitu tipografi (font dan susunan huruf) mendukung isi pesan, baik secara fungsi keterbacaan maupun fungsi psikologisnya diperoleh nilai Ki 3,33. Pada kriteria ini validator menyarankan perbaikan agar konsisten dalam pemilihan jenis font agar dapat terbaca dengan jelas. Kriteria keenam yaitu layout (tata letak) yakni peletakan dan susunan unsur-unsur visual terkendali dengan baik, agar memperjelas peran hierarki masing-masing diperoleh nilai Ki 3. Pada kriteria ini menurut validator tata letak tulisan kurang rapi sehingga validator
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

S PKK 1103728 Abstract

S PKK 1103728 Abstract

Chawan mushi merupakan salah satu pokok bahasan dalam mata kuliah Makanan Oriental yang dianggap sulit oleh mahasiswa. Salah satu cara untuk mempermudah pemahaman materi adalah dengan menggunakan media video tutorial. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan media video tutorial dalam pokok bahasan chawan mushi. Tujuan khusus penelitian ini terdiri dari pembuatan desain, pembuatan produk dan implementasi media video tutorial kepada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D). Tahapan pada penelitian ini terdiri dari identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, pembuatan produk, validasi media, revisi I, uji coba skala kecil, revisi II, uji coba skala besar, dan revisi akhir. Desain media video tutorial mendapatkan persentase kelayakan sebesar 95% dari ahli media, sehingga “sangat layak” untuk diproduksi sebagai media pembelajaran. Media video tutorial mendapatkan persentase sebesar 89% dari segi media dan persentase sebesar 100% dari segi materi , sehingga “sangat layak” untuk dijadikan media pembelajaran. Hasil implementasi pengembangan media video tutorial sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Makanan Oriental khususnya dalam pokok bahasan chawan mushi menunjukkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK N 1 SEYEGAN PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN AUTOCAD.

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK N 1 SEYEGAN PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN AUTOCAD.

Validasi ahli (expert judgement) dilakukan dengan responden para ahli atau pakar yang sesuai dengan produk yang dikembangkan. Instrumen validasi ahli merupakan instrumen yang digunakan pada tahapan validasi oleh para ahli dalam hal ini adalah ahli materi dan ahli media, untuk mengetahui kelayakan media yang dikembangkan berdasarkan aspek-aspek penilaian tertentu.Untuk memenuhi hal tersebut, digunakan skala pengukuran (rating scale). Sugiyono (2009: 141) mengungkapkan bahwa rating scale lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja, tetapi untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya, seperti skala untuk mengukur status sosial ekonomi, kelembagaan, pengetahuan, kemampuan, proses kegiatan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PKK 1103728 Chapter1

S PKK 1103728 Chapter1

Negara-negara di benua Asia yang dibahas dalam mata kuliah Makanan Oriental yaitu Malaysia, Filiphina, Thailand, Vietnam, Korea, Cina, Jepang, India dan Timur Tengah. Dengan banyaknya muatan yang dibahas dalam mata kuliah ini, metode dan media pembelajaran yang digunakan oleh pendidik sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman peserta didik. “Guna mencapai hasil belajar yang optimal, semua komponen dalam proses belajar mengajar tidak boleh diabaikan. Salah satu komponen tersebut adalah penggunaan media dalam pengajaran ” (Hosnan, 2014, hlm. 110).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Cara Membuat dan Video Tutorial

Cara Membuat dan Video Tutorial

Menu Library berisi Theme dan Audio yang bisa ditambahkan ke media video yang sedang diedit. Theme bisa digunakan di awal dan akhir video atau di sepanjang video untuk menambahkan judul, atau pesan call to action di bagian akhir video. Audio bisa digunakan sebagai background video, jika video tersebut hanya merupakan rangkaian slide foto, atau teks.

Baca lebih lajut

Video Tutorial Tanoshii Kana Sebagai Media Alternatif Dalam Pembelajaran Hiragana

Video Tutorial Tanoshii Kana Sebagai Media Alternatif Dalam Pembelajaran Hiragana

tahun 1844, mengirim berita lewat kawat dari Baltimore ke Washington, maka lahirlah Telegrafi. Kemudian Alexander Graham Bell berpikir, kalau bunyi bisa disalurkan melalui kawat, mengapa suara tidak? Maka pada tahun 1875, Bell melalukan percakapan lewat telepon. Kemudian da lam rentang waktu yang tidak begitu lama (9 tahun) suara manusia dapat disiarkan ke seluruh dunia melalui radio. Kemudian lahir alat perekam suara dari tangan Thomas Edison dengan ditemukannya alat Phonograf. Melalui alat ini orang merekam suara melalui piringan hitam. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka orang dapat merekam suara dengan alat perekam yang disebut Casette tape Recorder (Setyosari dan Sihkabuden, 2005). Kini media ini semakin berkembang dengan ditemukannya berbagai perangkat baru yang bersifat digital seperti compact disc (CD), hard disc, flash disc, dan lain lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Video Tutorial Tanoshii Kana Sebagai Media Alternatif Dalam Pembelajaran Hiragana

Video Tutorial Tanoshii Kana Sebagai Media Alternatif Dalam Pembelajaran Hiragana

Pada ranah afektif, video dapat memperkuat siswa dalam merasakan unsur emosi dan penyikapan dari pembelajaran yang efektif. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari potensi emosional impact yang dimiliki oleh video, di mana ia mampu secara langsung membetot sisi penyikapan personal dan sosial siswa. Membuat mereka tertawa terbahak-bahak (atau hanya tersenyum) karena gembira, atau sebaliknya menangis berurai air mata karena sedih. Dan lebih dari itu, menggiring mereka pada penyikapan seperti menolak ketidakadilan, atau sebaliknya pemihakan kepada yang tertindas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG UNTUK PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL PUTRI.

PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG UNTUK PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL PUTRI.

Data dalam penelitian ini diperoleh dengan memberikan produk yang berupa video tutorial teknik dasar penjaga gawang dengan disertai lembar validasi untuk ahli media yang berupa angket. Adapun aspek yang divalidasi oleh ahli media terhadap produk yang dikembangkan adalah aspek desain teknis, komentar dan saran umum, serta kesimpulan Proses penilaian dilakukan dengan mengisi lembar evaluasi yang telah disertakan saat proses validasi. Penilaian dari ahli media dilakukan melalui dua tahap. Validasi ahli media tahap I dilakukan pada tanggal 12 Maret 2015. Dalam hal ini, ahli media memberikan penilaian terhadap produk yang dikembangkan serta memberikan saran perbaikan untuk selanjutnya dilakukan revisi produk. Data hasil penilaian setiap komponen produk berupa skor dikonversikan menjadi nilai skala lima yaitu, 1 sampai 5, sedangkan aspek desain teknis berupa komentar dan saran perbaikan. Hasil konversi skor menjadi skala lima dapat dilihat pada tabel.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Contoh Laporan P k l (1)

Contoh Laporan P k l (1)

Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan sebagai Editing Video Tutorial di Politeknik NSC Surabaya cenderung berhububungan dengan editing video pada saat perekaman dalam proses penjelasan setiap materi pembelajaran, Jalannya proses konsep perekaman sampai hasil jadi yang berbentuk video membutuhkan waktu yang fleksibel tergantung pada kesulitan penjelasan materi pembelajaran yang akan di sampaikan. Video Tutorial yang dibuat ini digunakan untuk mempermudah Dosen dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

Baca lebih lajut

S TE 1103217 Abstract

S TE 1103217 Abstract

Perkembangan teknologi media pembelajaran memberikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainya. Walaupun demikian masih banyak guru di sekolah memakai teknik yang kuno menulis di papan tulis atau menjelaskan materi dengan secara lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari penggunaan media video tutorial dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam ranah kognitif kognitif, afektif, dan psikomotor pada pembelajaran rangkaian RLC di SMK Negeri 4 Bandung, Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Quasi Experimental Design. Peneliti menggunakan salah satu bentuk desain quasi eksperimen yaitu Nonequevalent Control Group Design. Ciri desain Nonequevalent Control Group Design adalah kelompok eksperimen maupun kontrol tidak dipilih secara random. Siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik I sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik II sebagai kelas kontrol. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 59 orang siswa, yang terdiri dari 29 orang siswa kelas eksperimen dan 30 orang siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes untuk ranah kognitif dan observasi untuk ranah afektif dan psikomotor. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan video dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam ranah kognitif afektif, dan psikomotor. Hasil belajar pada ranah kognitif termasuk dalam kategori sedang, pada ranah afektif dan psikomotor termasuk kriteria baik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...