medium-density fiberboard

Top PDF medium-density fiberboard:

ELECTRON BEAM CURING OF EPOXY ACRYLATE COATINGS ON MEDIUM-DENSITY FIBERBOARD | Danu | Indonesian Journal of Chemistry 21624 40710 1 PB

ELECTRON BEAM CURING OF EPOXY ACRYLATE COATINGS ON MEDIUM-DENSITY FIBERBOARD | Danu | Indonesian Journal of Chemistry 21624 40710 1 PB

Most of the medium-density fiberboard (MDF) as an engineered woods need surface coating process before entering final products, such as furniture and building materials. The wood surface should be covered for surface protection from damage during service life as well as to enhance its appearance. Surface coating of MDF was conducted using epoxy acrylate resin either for clear and pigmented coatings. Titanium dioxide was used for white pigmented coatings. Coating was conducted at variation thickness level of 30 to 150 μ m. Curing was carried out by using 350 kV electron beam accelerator at 1.35 mA current and 1.6 m/min conveyor speed to get the absorbed dose of 3 Mrad. Effect of coating thickness was evaluated by measuring the physical, mechanical and chemical properties of cured samples, i.e., hardness, gloss, transparency, adhesion, abrasion resistance, and chemical, solvent and stain resistance. Experimental results showed that pendulum hardness and abrasion resistance slightly increased whereas gloss, transparency and adhesion resistance decreased with increasing coating thickness, while chemical, solvent and stain resistance remains similar. In general, clear coating provides better properties than pigmented coating.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hidroksimetilasi Pulp Kenaf untuk Binderless Medium Density Fiberboard (MDF)

Hidroksimetilasi Pulp Kenaf untuk Binderless Medium Density Fiberboard (MDF)

FTIR spectra indicated that the OH group at 3400 cm -1 tended to increase by hydroxymethylation and could be the origin of high water absorption and thickness swelling values of the resulting boards. Higher alkalinity during hydroxymethylation increased aromatic ring group at 1600 cm -1 - 1500 cm -1 to a higher level of those of control. This is indicative of better formaldehyde reaction and might be the reason for the increased IB. Higher alkalinity during hydroxymethylation stage was likely increasing cellulose crystallinity. Along with higher amount of lignin content in the board, higher cellulose crystallinity is assumed to significantly contribute to the increasing density, tensile strength and stiffness of the resulting fiberboard. Hydroxymethylation of kenaf pulp was successfully improved board properties. Except for the moisture content, thickness swelling and internal bonding, all properties of the resulting MDF satisfied the requirement of JIS A 5905: 2003 (type 5) standards.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Perbandingan Kualitas Papan Serat Komersil dan Hasil Daur Ulangnya

Perbandingan Kualitas Papan Serat Komersil dan Hasil Daur Ulangnya

Tsoumis, G. 1991. Science and tecnology wood of structure properties utilization. Wei, X and P. M. Winistorfer. 1995. Layer thichness swell and layer internal bond of medium density fiberboard and oriented standboard. Forest Prod. J.45(10):67-71 Vol. 45. No.10

2 Baca lebih lajut

Perbandingan Kualitas Papan Serat Komersil dan Hasil Daur Ulangnya

Perbandingan Kualitas Papan Serat Komersil dan Hasil Daur Ulangnya

Papan serat (fiberboard) adalah lembaran papan yang dihasilkan dari serat kayu atau bahan serat berlignoselulosa lainnya dan ikatan utamanya diperoleh dari tenunan serat-serat. Selama proses pembuatan papan serat ini dapat ditambahkan bahan lain untuk memperoleh sifat-sifat khusus seperti keteguhan, ketahanan terhadap kelembaban, api, serangan jamur dan serangga. Papan serat berkerapatan sedang Medium Density Fiberboard (MDF) adalah papan serat dengan kerapatan antara 0,40 – 0,80 g/cm 3 yang banyak digunakan untuk kontruksi dalam karoseri (FAO, 1966).

7 Baca lebih lajut

EFFECT OF NITROGEN SUPPLY IN CULTURE MEDIA AND LIGHT INTENSITY ON PHOTOSYNTHESIS OF Chlamydomonas reinhardtii

EFFECT OF NITROGEN SUPPLY IN CULTURE MEDIA AND LIGHT INTENSITY ON PHOTOSYNTHESIS OF Chlamydomonas reinhardtii

cultivated in tris acetate phosphate (TAP) medium (Harris 1989) at 25°C under constant illumination of cool-white fluorescent bulbs at an irradiance of 400 µmol m -2 s -1 and with continuous shaking at 100 rpm. Strain stock (WT) was used to inoculate a starter culture, which was harvested at late log-phase and used to inoculate a new culture at a starting density of 6.0 x 10 5 cells mL -1 . All cell numbers were counted by using a Hemacytometer.

6 Baca lebih lajut

DISCUSSION  MANAJEMEN RISIKO KONTRAK ANTARA KONTRAKTOR DENGAN SUBKONTRAKTOR.

DISCUSSION MANAJEMEN RISIKO KONTRAK ANTARA KONTRAKTOR DENGAN SUBKONTRAKTOR.

Coarse aggregate shall not contain the mud 1% greater than the density of dry oven. If the mud levels exceed 1%, the coarse aggregate should be washed, because of the high levels of mud would reduce bond coarse aggregate in the concrete mix. The investigation value of the mud in coarse aggregate can be seen in Table 5.4.

16 Baca lebih lajut

FORDA - Jurnal

FORDA - Jurnal

needs to be undertaken. Therefore, study of genetic variability on gall-rust resistance of was carried out at the 3 years old of gall rust disease resistance trial located at Kediri, East Java. The trial consists of 80 open pollinated families, including four seed sources from Kediri (East Java), Lombok (Nusa Tenggara), Papua and Candiroto (Central Java). In this study, several variables were assessed i.e. height, diameter, stem form, crown density, number of galls which existed on stems, branches, twigs, and crowns. The disease incidence and severity were calculated using the index scores of gall rust. Results revealed that there were significant differences in stem-form and stem-galls between families. Individual heritability (h i) was relatively medium for stem-form, branch-galls and stem-galls, whereas h i for diameter, crown density and twig-galls were low. Genetic correlations were strongly positive between diameter and the disease. Meanwhile, a correlation between stem-form and the diseases was strongly negative. Therefore, individual heritability for stem-form could be used to decrease disease incidence and severity. Index of disease incidence and severity varied significantly between 80 families in the trial. Grouping of the families based on the seed sources (provenances) showed that Papua seed sources exhibited the most resist or tolerate to the gall rust diseases. Therefore, further attention to the potential provenances involving the disease severity and incidence need to be paid.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengukuran tingkat kekeruhan air menggunakan turbidimeter berdasarkan prinsip hamburan cahaya.

Pengukuran tingkat kekeruhan air menggunakan turbidimeter berdasarkan prinsip hamburan cahaya.

Telah dibuat turbidimeter berdasarkan prinsip hamburan cahaya. Sinar laser sebagai sumber cahaya, dilewatkan ke medium berisi sampel air yang akan diukur. Oleh partikel yang ada di dalam medium sinar laser akan dihamburkan ke segala arah. Semakin banyak partikel yang ada di dalam medium, maka sinar laser yang terhambur juga akan semakin banyak. Sehingga nilai dari intensitas yang terhambur per satu satuan intensitas yang masuk ke medium (Is/Ip) dapat menjadi ukuran untuk menentukan tingkat kekeruhan (T) sampel air. Pengukuran intensitas awal sinar laser (Io) dilakukan dengan cara mengukur intensitas sinar yang direfleksikan oleh kaca pembagi berkas (Ip) sedangkan intensitas yang dihamburkan dicatat sebagai Is. Turbidimeter ini digunakan untuk mengukur tingkat kekeruhan air pada 2 sumber air yaitu di sumur utara dan di sumur selatan, serta 3 bagian instalasi air di Kampus III Universitas Sanata Dharma.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM UNIVERSITAS NEGERI GOR

LAPORAN PRAKTIKUM UNIVERSITAS NEGERI GOR

Medium Nutrient Agar (NA) masuk kedalam medium khusus karena dibuat sebagai tempat menumbuhkan mikroba yang sudah diketahui komposisi pembuatannya. NA di buat dengan komposisi agar – agar yang sudah dipadatkan sehingga NA juga bisa disebut dengan nutrient padat yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri. Fungsi agar – agar hanya sebagai pengental namun bukan zat makanan pada bakteri, agar dapat mudah menjadi padat pada suhu tertentu. Medium Nutrient Agar adalah salah satu medium padat yang memiliki komposisi yaitu agar – agar yang telah di panaskan dan mencair dengan suhu 95 0 C (Dwidjoseputro, 1994).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Optimasi Milling Time Terhadap Sifat Fisis Dan Mikrostruktur Bafe12o19 Dengan Sio2 Sebagai Aditif

Optimasi Milling Time Terhadap Sifat Fisis Dan Mikrostruktur Bafe12o19 Dengan Sio2 Sebagai Aditif

a composition of 93: 3% Wt to get a strong magnet. Do mixing and milling using Planetary Ball Mill (PBM), the mixing is done using the dry method of mixing and milling, the mixture dimixing and dimilling with variable time of 12 hours, 24 hours, 36 hours and 48 hours with a speed of 15 rpm of PBM rad / min , From the data obtained a PSA some variation of the smallest particle size of 8.76 microns with a milling time of 48 hours. The physical properties are true density test, with the highest value obtained true density of 4.30 (g / cm3) at 48 hours milling time, and a true increase in density obtained in 24-36 hours milling time by 2.1% Microstructure viewed using XRD, BaFe 12 O 19 found some highest pick.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

DENSITY FUNCTIONAL THEORY (DFT)

DENSITY FUNCTIONAL THEORY (DFT)

 Untuk sistem-sistem quantum, TDF adalah teori atau gagasan eksak tentang problema banyak-partikel many body problem untuk mempelajari perilaku-perilaku ground state sistem-sistem el[r]

16 Baca lebih lajut

LAPORAN DASAR DASAR ILMU TANAH.docx (1)

LAPORAN DASAR DASAR ILMU TANAH.docx (1)

Penetapan partikel Density Tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako pada tanggal 09 Oktober 2017 mengukur berat kering tanah ditambah ring dengan berat ring sampel dan dibagi dengan volume total. Dari lima perbandingan nilai Partikel Density tanah dengan sampel tanah yang berbeda-beda daerah, yang mana tanah yang memiliki nilai Partikel Density yang tertinggi adalah tanah yang berasal ari daerah Kelurahan Panau, dan tanah yang memiliki nilai Partikel Density yang terendah dari kelurahan Baiya. Perbedaan ini disebabkan oleh pori tanah, teksrur tanah dan padatan tanah
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

DAFTAR ISI - DAFTAR ISI DENNIS YUNIAR FERNANDO

DAFTAR ISI - DAFTAR ISI DENNIS YUNIAR FERNANDO

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Cut-OffanalisisVolume Shale Lampiran 2 Analisis Crossplot log NPHI dan log RHOB untuk analisa nilai dryshale density, shale density, matrix density, dan dens[r]

10 Baca lebih lajut

Novel sebagai medium komunikasi

Novel sebagai medium komunikasi

Jika novel dipandang sebagai medium komunikasi, maka saya hanya perlu memperhitungkan kondisi masarakat yang akan menerima kehadirannya. Dengan menyadari bahwa masarakat kita bagian terbesar masih memiliki kebudayaan komunikasi yang berpola lisan, sayapun bersiap untuk menerima kenyataan bahwa novel sesungguhnya belum menjadi pengisi kebudayaan komunikasi mereka. Di tengah-tengah masarakat yang lebih akrab dengan kaset, tontonan atau bahkan wayangan, bentuk komunikasi tertulis merupakan hal yang asing. Novel harus siap menerima keterasingan ini. Sehingga penulis novel-pun harus memulai kerjanya dengan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

this PDF file IMPLEMENTASI ALGORITMA FUZZY EVOLUSI PADA PENJADWALAN PERKULIAHAN | Pangestu | Jurnal EurekaMatika 1 SM

this PDF file IMPLEMENTASI ALGORITMA FUZZY EVOLUSI PADA PENJADWALAN PERKULIAHAN | Pangestu | Jurnal EurekaMatika 1 SM

Tabel 1 Aturan untuk Nilai Probabilitas Crossover Tabel 2 Aturan untuk Nilai Probabilitas Mutasi Generation Population size Small Medium Large Short Large Medium Small Medium Medium Sm[r]

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Pengaruh Suhu Sintering Pada Magnet NdfeB (Neodymium Iron Boron) Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnetik dan Struktur Kristalin

Lampiran 2 Data PengujianBulk Density Rumus untuk bulk density di bawah ini dari persamaan 2.1: �= �� No.[r]

11 Baca lebih lajut

PENGUKURAN TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN TURBIDIMETER BERDASARKAN PRINSIP HAMBURAN CAHAYA

PENGUKURAN TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN TURBIDIMETER BERDASARKAN PRINSIP HAMBURAN CAHAYA

Pada penelitian ini dilakukan pengukuran tingkat kekeruhan air dengan penggunaan prinsip hamburan cahaya. Set alat yang digunakan dalam penelitian ini dibuat berdasar pada set alat yang pernah ada sebelumnya dengan sinar laser sebagai sumber cahaya. Sinar laser diarahkan ke medium berpartikel. Sehingga sinar tersebut sebagian ada yang diteruskan dan sebagian lagi dihamburkan. Tingkat kekeruhan mediumnya ditentukan dari perbandingan antara intensitas sinar yang dihamburkan terhadap intensitas sinar yang diteruskan. Set alat tersebut menganggap bahwa intensitas awal sinar adalah tetap [Kallard, 1977]. Tetapi dalam kenyataan, muncul masalah yaitu adanya perubahan intensitas awal sinar (Io) yang masuk ke medium berpartikel.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

ANALISIS BIOMEKANIKA PADA OLAHRAGA RENANG “ GAYA BEBAS” | Kuntjoro | Jurnal Phederal Penjas 8665 18288 1 SM

ANALISIS BIOMEKANIKA PADA OLAHRAGA RENANG “ GAYA BEBAS” | Kuntjoro | Jurnal Phederal Penjas 8665 18288 1 SM

IMPLEMENTASI BIOMEKANIKA DALAM GAYA BEBAS Pada renang, medium yang dilaluinya adalah cairan, medium cairan ini lebih pekat dibandingkan dengan medium udara misalnya pada lari dan kepe[r]

15 Baca lebih lajut

Eksplorasi protein toksin bacillus thuringiensis dari tanah di Kabupaten Tangerang

Eksplorasi protein toksin bacillus thuringiensis dari tanah di Kabupaten Tangerang

Isolasi protein toksin Isolat dari sampel tanah yang menghasilkan protein kristal diremajakan pada medium Luria Bertani LB.. Hal ini dikarenakan medium LB merupakan medium dengan kan[r]

82 Baca lebih lajut

v16 no1 08 d yunilda 37 40

v16 no1 08 d yunilda 37 40

16108-39 jukkan reaksi negatif pada medium AT. Hal ini ditan- dai dengan terbentuknya zona coklat terang sampai coklat gelap pada medium AAG dan AAT di sekitar hamparan koloni. Sedangkan pada medium AT ti- dak ditemui adanya zona hitam di sekitar hamparan koloni. Diduga bahwa semua isolat Lentinus spp. yang dikultur pada medium AAG dan AAT menge- luarkan enzim ekstraseluler oksidase dengan terja- dinya reaksi oksidasi dengan asamgalat ataupun asamtanat. Sedangkan pada medium AT, semua isolate Lentinus spp. tidak mengeluarkan enzim tiro- sinase pada medium tersebut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 3861 documents...

Related subjects