Mekanisme Good Corporate Governance

Top PDF Mekanisme Good Corporate Governance:

Analisis Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan

Analisis Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan

Belum optimalnya struktur perbankan di Indonesia di tandai oleh terkonsentrasinya struktur perbankan hanya pada 11 bank besar (yang menguasai 75% asset perbankan Indonesia). Namun demikian bank-bank kecil dalam hal ini perlu mendapat perhatian karena selain jumlahnya relatif banyak, bank-bank kecil tersebut juga memiliki cakupan usaha yang relatif sama dengan bank-bank besar namun dengan kemampuan operasional, manajemen risiko, dan corporate governance yang relative lebih terbatas. Demikian pula, dibandingkan dengan Negara-negara lain, kepemilikan pemerintah Indonesia dalam perbankan nampak cukup tinggi, bahkan tertinggi di kawasan Asia. Hal ini juga merupakan persoalan tersendiri terhadap struktur perbankan karena dapat menimbulkan konflik kepentingan yang akan mengganggu efisiensi pasar.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE  Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba.

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba.

Penelitian ini menguji pengaruh mekanisme good corporate governanceyang diproksikan dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan instirusional, komite audit, kompensasi eksekutif dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba yang diukur dengan discresionary accrual. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui apakah mekanisme good corporate governace dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 -2012).

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 -2012).

Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang sering juga disebut sebagai social disclosure, corporate social reporting, social accounting atau corporate social responsibility (Hackston & Milne, 1996) dalam Skripsi Permanasari, 2010. Merupakan proses pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut memperluas tanggung jawab organisasi (khususnya perusahaan), di luar peran tradisionalnya untuk menyediakan laporan keuangan kepada pemilik modal, khususnya pemegang saham. Perluasan tersebut dibuat dengan asumsi bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih luas dibanding hanya mencari laba untuk pemegang saham dikemukakan oleh Beasley, 1996 (Permanasari, 2010).
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABELMODERATING SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Ju

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABELMODERATING SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Ju

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melim pahkan Rahmat dan Hidayat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Corporate Social Responsibility dan MekanismeGood Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating”. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya.

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KEMUNGKINAN FINANCIAL DISTRESS - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KEMUNGKINAN FINANCIAL DISTRESS - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Salah satu upaya untuk menjaga hubungan antara prinsipal dan agen sehingga tercipta kondisi yang stabil di dalam perusahaan oleh pemerintah adalah dengan memaksa perusahaan melalui undang-undang untuk menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Penerapan prinsip corporate governance yang baik dapat memperbaiki kinerja perusahaan baik dalam kondisi normal maupun pasca krisis. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan komunitas internasional seperti Standard dan Poor tahun 2002, implementasi corporate governance di Indonesia mendapat peringkat yang rendah. Salah satu kasus financial distress yang terjadi karena kelalaian manajemen, sebagai contoh adalah ketika manajemen lama PT. Indofarma Tbk membeli alat-alat kesehatan yang ketinggalan zaman sehingga tidak dapat dijual pada akhirnya dihapus bukukan dan menyebabkan financial distress pada perusahaan. Penerapan corporate governance yang rendah pada perusahaan akan berdampak pada kinerja perusahaan secara kontinyu, menggiring kondisi keuangan perusahaan menjadi memburuk dan mengalami financial distress.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE UKUR

MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE UKUR

Dewan komisaris independen antara lain bertugas dan bertanggung jawab untuk memasti-kan bahwa perusahaan memiliki strategi bisnis yang efektif (memantau jadwal, anggaran, dan efektivitas strategi), mematuhi hukum dan perundangan yang berlaku, serta menjamin bahwa prinsip-prinsip dan praktik good corporate governance telah dipatuhi dan diterapkan dengan baik (Sulistyanto, 2008). Dewan komisaris sebagai puncak dari sistem pengelolaan internal perusahaan, memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahaan, terutama dalam pelaksanaan good corporate governance. Menurut Egon Zehnder (2000), dewan komisaris merupakan inti dari corporate governance yang ditugaskan untuk menjamin pelaksanaan strategi perusahaan, mengawasi manajemen dalam mengelola perusahaan, serta mewajibkan terlaksananya akuntabilitas. Vafeas (2000) dalam Siallagan (2006) menyatakan bahwa peranan dewan komisaris diharapkan dapat meningkatkan kualitas laba dengan membatasi tingkat manajemen laba melalui fungsi monitoring atas pelaporan keuangan. Dengan banyaknya jumlah dewan komisaris yang ada, maka diharapkan dapat meningkatkan corporate governance sehingga akan menurunkan tingkat manajemen laba.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERH

MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERH

Pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap Manajemen Laba Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, jumlah komite audit dan kepemilikan institusi secara bersama-sama berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil jelas mengungkapkan bahwa dengan adanya mekanisme corporate governance mampu untuk meminimalisasikan tindakan manajemen laba yang dilakukan pihak manajemen. KNKG yang dikeluarkan oleh pemerintah tahun 2006, perusahaan mampu untuk menjalankan penerapan good corporate governance dalam hal menekan tindakan manajemen laba yang apabila dilakukan scara terus menerus akan berdampak pada skandal laporan keuangan. Sejalan dengan temuan Boediono (2005) dan Sriwedari (2009) yang menguji tentang pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba yang menemukan pengaruh yang lemah dari hasil penelitiannya dan penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Garcia-Meca dan Sanchez-Ballesta (2009) menemukan bahwa corporate governance memiliki pengaruh negatif terhadap earnings management .
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE  Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba.

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba.

Penelitian ini menguji pengaruh mekanisme good corporate governance yang diproksikan dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan instirusional, komite audit, kompensasi eksekutif dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba yang diukur dengan discresionary accrual. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui apakah mekanisme good corporate governace dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba.

13 Baca lebih lajut

MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERH

MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERH

Jensen dan Meckling, (1976) menyatakan bahwa manajemen laba muncul sebagai dampak masalah keagenan yang terjadi karena adanya ketidakselarasan kepentingan antara pemegang saham (principal) dan manajemen perusahaan (agent). Pihak prinsipal termotivasi mengadakan kontrak untuk mensejahterahkan dirinya dengan profitabilitas yang selalu meningkat sedangkan agen termotivasi untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan psikologisnya, antara lain dalam hal memperoleh investasi, pinjaman, maupun kontrak kompensasi. Dalam kondisi seperti ini diperlukan suatu mekanisme pengendalian yang dapat mensejajarkan perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak. Laba seringkali dimanipulasi menggunakan komponen discretionary accrual. Terjadinya manipulasi laporan keuangan tersebut karena lemahnya penerapan corporate governance. Ciri utama dari lemahnya corporate governance adalah adanya tindakan mementingkan diri sendiri di pihak para manajer perusahaan (Komsiyah, Rahayu dkk, 2004).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE  Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Manajemen Laba.

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Manajemen Laba.

Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada junjungan kita, suri teladan kita Nabi Muhammad SAW, semoga safaat beliau sampai kepada kita di hari kiamat serta pada Al Qur’an yang telah memberikan ketenangan batin, sehingga skripsi yang berjudul: PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA dapat terselesaikan, untuk memenuhi salah satu syarat dalam rangka menyelesaikan program pendidikan strata satu pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE  Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Manajemen Laba.

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Manajemen Laba.

Laporan keuangan sering disalah gunakan oleh manajemen dengan melakukan praktik manajemen laba terhadap laporan keuangan tersebut. Adanya praktik manajemen laba akan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap laporan keuangan dan dapat menurunkan kualitas laporan keuangan perusahaan. Corporate Governance pada dasarnya menyangkut kinerja perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut dikelola. Corporate governance merupakan salah satu kunci untuk mendeteksi adanya praktik manajemen laba yang meliputi serangkaian hubungan manajemen perusahaan dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen, dan komite audit. Adanya hubungan positif antara kualitas audit dan ukuran KAP berdasarkan dua hal, yaitu KAP big four dan non big four. KAP big four dianggap memiliki kualitas audit yang lebih bagus dibandingkan KAP non big four.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2011 - 2013

BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2011 - 2013

Disamping itu ada sebagian besar penelitian terdahulu yang menyebutkan bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Diantaranya penelitian Che Haat, Rahman, dan Mahenthiran (2008) yang menyimpulkan antara independensi dewan komisaris, cross-directorship dewan, kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan dan berkorelasi negatif terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan menggunakan Tobin’s Q. Lalu penelitian oleh Meryaty (2011) meneliti pengaruh corporate governance terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate governance yang diproksikan dengan komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan asing dan kualitas auditor tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Lebih lanjut Pratiwi (2013) melakukan penelitian terhadap mekanisme Good Corporate Governance, kinerja keuangan, Corporate Social Responsibility dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan perbankan dan menemukan hasil bahwa secara simultan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepemilikan institusional, komisaris independen, ROA, ROE, CSR, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK

DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Mekanisme Good Corporate Governance (GCG), Kinerja Keuangan, Corporate Social Responsibility (CSR), dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.

Baca lebih lajut

AR Mandiri English 2015

AR Mandiri English 2015

Bank Mandiri continues to strengthen its third line of defense through a more active collaboration in the preparation and implementation of strategies assurance functions. The mechanism of fraud prevention, detection and investigation in the Bank has been effective in helping to prevent and detect fraud early. In line with the strategic focus of strengthening the Retail business segment and growth in transaction banking business, the need to strengthen the internal control in various aspects of the Retail business operations, to minimize the potential for fraud and operational losses. Internal Audit as a working unit which undertakes the function of assurance, is responsible for ensuring the effectiveness of internal control is built. To ensure that this responsibility can be run with both the internal audit is now supported by auditors who have a good competence. Competence is not only limited to auditing knowledge and skills, but also product knowledge and banking activity, the auditor is able to provide solutions for problems particularly related to the internal control and risk management of products or transactions conducted by the Bank.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Laporan GCG BVIC Tahun 2012

Laporan GCG BVIC Tahun 2012

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan atas PBI No.8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/15/DPNP tanggal 29 April 2013 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, Bank melalui jajaran Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang baik dan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan bisnis sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai pokok yang tertuang dalam GCG. Hal ini dilaksanakan dalam rangka melindungi kepentingan stakeholder, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku serta nilai-nilai yang berlaku di dunia perbankan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

01 Prasetio CORPORATE GOVERNANCE DAN KINERJA PERUSAHAAN ARTIKEL ILMIAH

01 Prasetio CORPORATE GOVERNANCE DAN KINERJA PERUSAHAAN ARTIKEL ILMIAH

Abstrak: Corporate governance yang diukur dengan CGPI (Corporate Governance Perception Index) berdasarkan pada pemeringkatan yang telah disusun oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) dan kinerja perusahaan diukur dengan nilai Return on Equity dan Tobin’s Q. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Sampel penelitian adalah perusahaan yang terdaftar di BEJ (Bursa Efek Jakarta) dan mengikuti survei yang dilakukan oleh IICG Tahun 2005 – 2007 dan termasuk dalam pemeringkatan CGPI. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat diambil kesimpulan bahwa corporate governance mempengaruhi nilai kerja pasar perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa semakin besar nilai pasar asset maka semakin besar pada kerelaan investor untuk mengeluarkan pengorbanan yang lebih untuk memiliki perusahaan tersebut, sehingga perusahaan tersebut memiliki brand image perusahaan yang sangat kuat karena implementasi GCG (Good Corporate Governance) berhubungan dengan peningkatan citra perusahaan. Perusahaan yang mempraktikan GCG, akan mengalami perbaikan citra dan peningkatan nilai perusahaan. Namun, corporate governance tidak mempengaruhi secara langsung kinerja operasional perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa masih rendahnya kesadaran emiten dalam menerapkan GCG. Manajemen perusahaan belum tertarik manfaat jangka panjang penerapan GCG sehingga mereka merasa dapat berjalan tanpa GCG.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Laporan GCG Bank Victoria Tahun 2013

Laporan GCG Bank Victoria Tahun 2013

2. Akuntabilitas (accountability) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ Bank sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif dimana Bank harus menetapkan fungsi tugas dan tanggung jawab yang jelas dari setiap komponen organisasi selaras dengan visi dan misi, sasaran usaha, dan strategi Bank. Setiap komponen organisasi mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing- masing serta harus dapat memahami perannya dalam pelaksanaan GCG. Selain itu, Bank harus memastikan ada tidaknya check and balance dalam pengelolaan Bank. Selain itu Bank harus memiliki ukuran kinerja dari semua jajarannya berdasarkan ukuran yang disepakati secara konsisten sesuai dengan nilai perusahaaan (corporate values), sasaran usaha, dan strategi Bank, serta memiliki reward and punishment system.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2008 – 2010 - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2008 – 2010 - Perbanas Institutional Repository

Memperbaiki hubungan dengan stakeholders dan regulator; (8) Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan; (9) Peluang mendapatkan penghargaan (Hendrik Budi Untung, 2008). Aktivitas Corporate Social Responsibility akan menjadi investasi yang akan menguntungkan bagi perusahaan, dan dalam jangka panjang akan menjadi asset strategis dan kompetitif karena saat ini yang menuntut praktik-praktik bisnis yang etis dan bertanggung jawab. Informasi mengenai Corporate Social Disclosure Index (CSDI) berdasarkan GRI yang digunakan dalam penelitian ini. Global Reporting Initiative (GRI) adalah sebuah jaringan berbasis organisasi yang telah menghasilkan kerangka laporan berkelanjutan yang secara luas digunakan di seluruh dunia. GRI berkomitmen untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan penerapan kerangka laporan berkelanjutan di seluruh dunia (Rimba Kusumadilaga, 2010). Dalam penelitian ini menggunakan enam indikator pengungkapan, yaitu : ekonomi, lingkungan, tenaga kerja, hak asasi manusia, sosial, dan produk. Daftar pengungkapan sosial berdasarkan standar GRI yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governace dan profitabilitas Terhadap Harga Saham Dengan corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Industri yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governace dan profitabilitas Terhadap Harga Saham Dengan corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Industri yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Krisis moneter yang melanda hampir ke seluruh negara, terutama di negara-negara berkembang di kawasan Asia, termasuk Indonesia, terjadi sejak dasawarsa terakhir. Krisis moneter yang berkepanjangan menjalar menjadi krisis ekonomi, bahkan meluas menjadi krisis politik yang pada akhirnya menjadi krisis kepercayaan. Dampak krisis moneter akan mempengaruhi kinerja pelaku-pelaku ekonomi dan masyarakat. Pada sektor pelaku ekonomi, menunjukkan kinerja yang rendah, sehingga tidak mampu memberi kontribusi secara optimal, baik untuk kepentingan pemilik, stakeholders, karyawan, masyarakat maupun pihak terkait lainnya. Para pelaku ekonomi swasta pada umumnya menunjukkan kesalahan manajemen, sehingga tidak memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional, bahkan kondisi internal perusahaan masuk dalam kualifikasi tidak sehat. Berdasarkan kondisi tersebut, maka salah satu strategi dalam mencari solusi yang sampai saat ini sedang aktual, yaitu memberdayakan korporasi, baik perusahaan milik pemerintah maupun swasta melalui implementasi good corporate governance secara nyata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan yang terdapat di Jakarta Islamic Index Periode 2011-2013)

Analisis Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan yang terdapat di Jakarta Islamic Index Periode 2011-2013)

Sebagian besar perusahaan tidak menyadari bahwa nilai perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keuangan saja tetapi juga faktor non keuangan. Lemahnya pengungkapan corporate social responsibility sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan menyebabkan banyaknya kasus akibat kelalaian operasional perusahaan yang berdampak menurunnya nilai perusahaan di mata investor. Selain itu penerapan good corporate governance mengindikasikan bahwa perusahaan bebas dari konflik agen sehingga investor akan menilai baik perusahaan terutama perusahaan yang berbasis syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengungkapan corporate social responsibility dan good corporate governance terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index Periode 2011-2013. Sampel penelitian sebanyak 14 perusahaan selama 3 tahun, sehingga total observasi sebanyak 42 laporan tahunan perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan baik secara simultan maupun parsial. Kecuali proksi kepemilikan manajerial yang tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Kata kunci : Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...